p-Index From 2021 - 2026
6.634
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BERBAGAI DOSIS BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Verdiana, Miranti Ayu; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.956 KB) | DOI: 10.21776/335

Abstract

Pemberian bahan organik merupakan suatu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan adalah biochar. Apabila tanah dalam keadaan baik maka akan dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan untukmengetahui aplikasi biochar terhadap ketersediaan NPK dalam efisiensi penggunaan pupuk NPK pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Juli–Oktober 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biochar sekam padi dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tanpa biochar. Aplikasi biochar sebesar 2 t ha-1 dan 4 t ha-1 mampu mengurangi dosis pupuk anorganik pada tanaman jagung. Hasil panen pada kombinasi perlakuan biochar 4 t ha-1 dan NPK 180 kg ha-1 14,20 t ha-1 meningkat 12,67% dari kombinasi perlakuan biochar 0 t ha-1 dan NPK 300 kg ha-1 dengan hasil panen 12,66 t ha-1 dan meningkat 1,36% dari kombinasi perlakuan biochar 2 t ha-1 dan NPK 300 kg ha-1 dengan hasil panen 14,01 t ha-1.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN MULSA ORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) Pradoto, Rendy Wahyu; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/359

Abstract

Kedelai adalah salah satu komoditas pangan yang penting di Indonesia. Tanaman kedelai akan tumbuh dengan baik apabila syarat tumbuhnya terpenuhi dengan melakukan teknik budidaya yang tepat. Oleh karena itu, olah tanah dan mulsa adalah teknik budidaya yang tepat diterapkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman kedelai. Pengaruh yang ditimbulkan akibat olah tanah dan mulsa bergantung pada tingkat olah tanah dan bahan mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh olah tanah dan mulsa organik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, serta mendapatkan kombinasi yang tepat antara olah tanah dan mulsa organik untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Jatikerto, Kabupaten Malang, pada bulan Juni sampai September 2014. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan mulsa organik dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa olah tanah minimal dan mulsa jerami 6 ton ha-1 dapat meningkatkan secara nyata tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah polong pertanaman, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, hasil biji per hektar. Perlakuan olah tanah minimal dan mulsa jerami 6 ton ha-1 menghasilkan panen lebih besar 2,26  ton ha-1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa olah tanah dan tanpa mulsa dengan peningkatan hasil 96,52 %.
PENGARUH JARAK TANAM DAN DEFOLIASI DAUN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Alim, Ahmad Syahirul; Sumarni, Titin; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/376

Abstract

Peningkatkan produktivitas tanaman kedelai dapat dilakukan dengan pengaturan jarak tanam. Jarak tanam terlalu rapat berakibat daun pada bagian bawah ternaungi sehingga tidak dapat berfotosintesis dengan maksimal. Daun yang ternaungi akan mengambil hasil fotosintat dari daun di atasnya untuk memenuhi kebutuhannya dalam respirasi, sehingga perlu dilakukan defoliasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan defoliasi daun pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November 2014 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, di desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai varietas grobogan, pupuk Urea, SP-36, KCL, Furadan. Alat yang digunakan adalah Leaf Area Meter, oven, timbangan analitik, light meter, cangkul, meteran, penggaris, tali rafia, alat tugal, gunting dan kamera. Penelitian menggunakan RAK faktorial, faktor pertama adalah jarak tanam (J) yaitu: J1 = 20 cm x 20 cm, J2 = 25 cm x 20 cm, J3 = 30 cm x 20 cm. Faktor ke dua adalah tingkat defoliasi daun (D) yaitu: D0 = Tanpa defoiasi, D1 = Defoliasi 2 daun bawah, D2 = Defoliasi 4 daun bawah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang berbeda pada setiap defoliasi yang diberikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Hasil tanaman kedelai pada jarak tanam 20 cm x 20 cm meningkat sebesar 28,42 % dari perlakuan jarak tanam 20 cm x 30 cm.  Perlakuan defoliasi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil tanaman kedelai.
PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK DAN INOKULUM RHIZOBIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) Putra, Herry Pratama; Sumarni, Titin; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/382

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Sebagai tanaman golongan Leguminoceae, tanaman kedelai mampu mengadakan simbiosis dengan bakteri tertentu sehingga dapat langsung memfiksasi nitrogen dari udara. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh interaksi macam bahan organik dan dosis legin terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Hipotesis yang diajukan ialah macam bahan organik dapat mempengaruhi kebutuhan dosis legin untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2014 sampai bulan September 2014. Alat yang digunakan pada penelitian ialah Leaf Area Meter (LAM), timbangan analitik, meteran dan oven. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai varietas Grobogan. Perlakuan yang diberikan yaitu faktor satu adalah pemberian bahan organik yang terdiri dari: B1=tanpa aplikasi bahan organik, B2=residu biochar dan B3= kompos 10 ton ha-1. Faktor kedua adalah penggunaan legin yang terdiri dari: L1 = tanpa legin, L2 = dosis legin 8 g kg-1 dan L3 = dosis legin 12 g kg-1. Hasil penelitian menunjukkan penambahan bahan organik kompos 10 ton ha-1 dan residu biochar tidak mempengaruhi kebutuhan dosis legin. Kompos 10 ton ha-1 nyata untuk meningkatkan jumlah polong per tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) sebesar 71,21 %. Dosis legin tidak nyata terhadap hasil panen tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril).
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PUPUK GANDASIL D PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max.L) Anggarsari, Dias; Sumarni, Titin; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/414

Abstract

Pertumbuhan tanaman umumnya ditandai dengan adanya dominansi apikal yang dapat menyebabkan persaingan antara pertumbuhan tunas apikal dan tunas lateral. Selain itu pada fase pertumbuhan yang berbeda tanaman juga membutuhkan suplai hara yang cukup untuk melakukan metabolisme tanaman.Pemangkasan pucuk dan pemupukan pupuk Gandasil D merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghambat pertumbuhan tunas apikal serta dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman secara efisien melalui pupuk daun. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemangkasan pucuk dan pemupukan pupuk Gandasil D terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Pendem, Junrejo, Batu, Malang pada bulan Februari hingga Mei 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 kali ulangan dan 2 faktor yaitu pemangkasan pucuk terdiri dari P0 (tanpa pemangkasan), P1 (pemangkasan pada awal vegetatif), dan P2 (pemangkasan pada awal generatif). Pemupukan pupuk Gandasil D terdiri dari W0 (tanpa pemupukan), W1 (pemupukan 15 g lt-1), W2 (pemupukan 20 g lt-1) dan W3 (pemupukan 25 g lt-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan pemangkasan pucuk dan pemupukan Gandasil D. Pemangkasan pucuk nyata dapat menekan tinggi tanaman dan meningkatkan seluruh parameter hasil, sedangkan pemupukan Gandasil D tidak berpengaruh pada seluruh parameter yang diamati. Hasil terbaik dalam penelitian ini diperoleh pada perlakuan pemangkasan pucuk awal vegetatif yang dapat meningkatkan 14% hasil kedelai ton ha-1, jika dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemangkasan pucuk.
PENGARUH PUPUK UREA, SP-36, KCl, DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Bancin, John Pradana; Sumarni, Titin; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/445

Abstract

Permintaan ubi jalar di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan dari sektor industri yang memanfaatkan ubi jalar sebagai bahan baku utama. Potensi hasil tanaman ubi jalar di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 30,57 ton/ha sedangkan rata-rata hasil ubi jalar hanya mencapai 23,37 ton/ha. Produksi ubi jalar ini belum optimal disebabkan karena ditanam di lahan tegal dimana bahan organik tanah rendah sehingga upaya yang dilakukan yaitu dengan penambahan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tawangsari Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang yang terdiri dari delapan perlakuan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Hasil analisis ragam dari perlakuan pemberian pupuk organik dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan ubi jalar terlihat berbeda nyata pada panjang sulur (60 HST), jumlah daun (60, 74, dan 88 HST), dan luas daun (60, 74, dan 88 HST). Sementara hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dan pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter bobot umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan hasil panen (ton/ha). Namun hasil analisis ragam dari perlakuan pemberian pupuk organik dan pupuk NPK terhadap hasil ubi jalar terlihat berbeda nyata pada bobot umbi ekonomis diikuti dengan hasil panen ekonomis. Oleh karena itu pemberian pupuk kandang ayam sebagai pupuk organik dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan dapat meningkatkan bobot ekonomis ubi jalar.
PENGARUH TEKNIK PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Purnamasari, Chici Dwi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/454

Abstract

Salah satu kendala dalam penanaman padi adalah keberadaan gulma. Gulma adalah tumbuhan yang keberadaannya pada lahan budidaya tidak dikehendaki oleh manusia pada suatu lokasi yang mampu menurunkan hasil pertanian. Teknik pengendalian gulma pada tanaman padi dapat dilakukan dengan penyiangan manual dan penggunaan herbi-sida. Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui efektivitas berbagai tingkat dosis herbisida 2,4-D dalam mengendalikan gulma pada pertanaman padi. Penelitian di-laksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Penelitian mengguna-kan rancangan RAK non-faktorial. Pe-ngamatan yang dilakukan meliputi gulma, pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sebelum aplikasi, 1 MSA, 3 MSA dan 5 MSA. Hasil penelitian menunjukkan metode pengendalian gulma menggunakan herbi-sida 2,4-D dosis 1,5 l ha-1 efektif untuk me-ngendalikan gulma pertanaman padi seperti spesies Marsilea crenata Presl., Monochoria vaginalis (Burm.f.) Presl., dan Cyperus difformis L. Herbisida 2,4-D dosis 1,5 l ha-1 dan 2,0 l ha-1 masing-masing mampu meng-hasilkan bobot gabah kering giling (GKG)  4,15 ton ha-1 dan 3,97 ton ha-1 (lebih rendah 28,45% dan 31,79%) sedangkan dosis 2,5 l ha-1 dan 3,0 ton ha-1 masing-masing meng-hasilkan bobot gabah kering giling (GKG) 3,82 ton ha-1 dan 3,52 ton ha-1 (lebih rendah 34,36% dan 39,52%) dibandingkan pe-nyiangan manual yang menghasilkan bobot gabah kering giling (GKG) 5,82 ton ha-1.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM PADA PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Y, Welly Setyawan; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.609 KB) | DOI: 10.21776/522

Abstract

Kurangnya perhatian petani terhadap pemupukan organik dan pengaturan jarak tanam menyebabkan tingginya tingkat pertumbuhan gulma di lahan budidaya dan rendahnya produktivitas jagung manis di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi dosis pupuk kandang dan jarak tanam berbeda dalam menekan pertumbuhan gulma dan upaya peningkatan hasil tanaman jagung manis, untuk mengetahui dosis pupuk kandang yang tepat dalam meningkatkan hasil tanaman jagung manis, dan untuk mengetahui jarak tanam yang tepat dalam menekan pertumbuhan gulma. Penelitian dilaksanakan dari bulan April–Juni 2015 di Dadaprejo, Junrejo, Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan perlakuan jarak tanam sebagai petak utama, terdiri dari 3 macam yaitu: 70 cm x 25 cm, 60 cm x 29 cm, dan   50 cm x 35 cm. Perlakuan berbagai dosis pupuk kandang sebagai anak petak, terdiri dari 4 macam yaitu: 0 ton ha-1, 5 ton   ha-1, 15 ton ha-1, dan 25 ton    ha-1. Berdasarkan hasil analisis, jarak tanam 50 cm x 35 cm dan 60 cm x 29 cm menghasilkan bobot kering gulma lebih rendah sebesar 1,49 g dan 1,76 g. Perlakuan dosis pupuk kandang 15 ton ha-1 dan 25 ton ha-1 memberikan hasil panen lebih tinggi sebesar 10,94 ton ha-1 dan 11,34 ton ha-1 dibandingkan dosis 0 ton ha-1dan 5 ton ha-1 sebesar 9,63 ton ha-1 dan 9,93 ton ha-1.
PENGARUH PERENDAMAN AIR PANAS PADA BATANG ATAS, TENGAH DAN BAWAH TERHADAP PERTUMBUHAN BUD CHIP TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS BULULAWANG Wijayanti, Mia Rajib; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/523

Abstract

Bud chip adalah sistem pembibitan tebu dengan menggunakan satu mata tunas. Bahan tanam yang akan dijadikan bud chip dibagi menjadi 3 yaitu batang atas, tengah dan bawah, tetapi yang umum digunakan adalah batang tengah, sedangkan batang atas dan bawah kurang dimanfaatkan. Hal ini disebabkan ketiga bagian batang tidak mampu tumbuh dengan seragam. Upaya yang dapat dilakukan agar pertumbuhan dapat menjadi seragam adalah dengan perendaman air panas. Perlakuan tersebut mampu mempercepat imbibisi air pada mata tunas sehingga dapat mempengaruhi perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menentukan lama waktu perendaman yang tepat pada batang atas, tengah dan bawah agar pertumbuhan seragam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2015 di Pusat Penelitian Gula Jengkol, PTPN X, Kediri. Penelitian ini menggunakan metode RAK faktorial. Pengamatan dilakukan pada umur 1 hingga 15 HST untuk pengamatan fase perkecambahan serta 30, 45, 60, 75 dan 90 HST untuk fase pertunasan. Hasil penelitian menunjukkan perendaman air panas pada batang atas selama 15 menit, batang tengah 45 menit dan batang bawah 60 menit nyata mampu meningkatkan pada parameter persentase perkecambahan, saat berkecambah, jumlah daun, tinggi tanaman serta berat kering total tanaman dibanding dengan perlakuan kontrol (tanpa perendaman).
PENGARUH APLIKASI CAMPURAN HERBISIDA TOPRAMEZON DAN ATRAZIN SERTA PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Alfulaila, Nur; Sumarni, Titin; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/538

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi. Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai bahan pangan yang penting. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tanaman jagung,  pemerintah menempuh berbagai cara, antara lain dengan ekstensifikasi dan intensifikasi. Pendekatan ekstensifikasi hanya dapat dilakukan dengan perluasan areal tanam, sedangkan pendekatan intensifikasi dapat dilakukan antara lain dengan pemakaian varietas unggul, perbaikan teknik budidaya salah satunya adalah pengendalian gulma. Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran herbisida Topramezon dan Atrazin serta penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 hingga Januari 2015 bertempat di kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di desa Jatikerto, kecamatan Kromengan kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu : dosis herbisida Topramezon dan Atrazin serta penyiangan gulma yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penyiangan (14, 28 dan 42) hst dapat menekan pertumbuhan gulma sebesar 61.07 %. Produksi per ha menunjukkan perlakuan penyiangan gulma (14, 28 dan 42) hst sebesar 12.36 ton ha-1 dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan campuran herbisida (Topramezon 120 ml ha-1+ Atrazin 2250 ml ha-1 + adjuvant 1500 ml ha-1) dan penyiangan 28 hst yaitu sebesar 11.74 ton ha-1
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Latip, Abdul Agung Mustika Rizki, Agung Mustika Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad syahirul Alim Aini Nurul Aini, Nurul Aisyah, Nur Ulfa Aisyah, Nur Ulfa Aji Mandiri, Muhammad Ilham Akbar, Mohammad Fani Akbar, Mohammad Fani Alfian, Candra Alfulaila, Nur Alfulaila, Nur Alim, Ahmad Syahirul Almaini, Almaini Alyadin, Faadhilah Fairuz Amani, Risca Amien, Muhammad Andriyansyah, Andriyansyah Anggarsari, Dias Anggarsari, Dias Anggi Indah Yuliana Anggoro, Ariek Dwi Anton Muhibuddin Aprizanti, Dea Ardiany, Yuli Arini, Siti Asmayani Salimi Asnawati Asnawati Aulia, Purnama Mahbub ayuningsih, asti riska ayuningsih Azhari, Diah Azis Azis, Azis Azizah, Nur Bambang Guritno Bancin, John Pradana Bancin, John Pradana Br Meliala, Moseria Br Meliala, Moseria cahyaty, Rikza Alfya CINDY CINDY Cindy, Cindy Damri Devie Ayu Paramitha Dewani, Didha Dewanti, Oka Pramestia Dewi Yuliana Fitri Dhona Puspita Ningrum Diah Azhari Didha Dewani Didik Hariyono Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Elend Arinta Sances Elmefi, Sacia Fadilla, Rohayu Fajariyani, Amalia Ika Fajariyani, Amalia Ika Fajarwati, Santi Kusuma Farisa Magdalena Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Fetty Tri Anggraeny Fiolita Prameswari Putri Fitra, Ahmad Fitra, Ahmad Fitrah, Rafly Ibrahim Gloria Ika Satriani Hasifah, Alifah Dita Hasifah, Alifah Dita Hastanti, Rina Dwi Hastanti, Rina Dwi Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan Nugraha Utama Hidayat, Hakiim Kurniawan Hidayat, Hakiim Kurniawan Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Ika Kurnia Sofiani iromo, heppi ismail, mufaro'ah Kamaruddin Kamaruddin Kamila, Aisyatin Kamila, Aisyatin Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Khoirini, Fatimah Kurnia, Eni Laili, Alfinik Matil Lathifa, Santana Magdalena, Farisa Mardalena Mardalena Marsha, Nikita Dwi Medha Baskara Meganada, Ika Kartika Meganada, Ika Kartika mentari, chintia indah Miftakhul Mita Kartika Ningrum Mochammad Wildan Nugraha Muchamad Yusron Mudji Santoso Mufaro’ah Mugi Hartoyo Muhammad Husni Muhibuddin, Anton Muliandari, Nadya Nabil, Naufal Ammar Nabilah, Sri Nafi’, Rifqi Nafi’, Rifqi Nikita Dwi Marsha Ningrum, Dhona Puspita Ningrum, Mita Kartika Ninuk Herlina Nisa, Diya Khoirun Nisa, Diya Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nofalia, Pina Norbaida, Norbaida novryan, Muhammad razwin Nugraha, Mochammad Wildan Nugraha, Yoga Sasmita Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Yuliani Nurhadi . Nurhasanah Nurhasanah Nurhastuti Nurhastuti, Nurhastuti Okta Rahma Dani, Gina Paramitha, Devie Ayu Permatasari, Tessa Andini Pradana, Febry Mitra Pradita, Tiara Pasa Pradita, Tiara Pasa Pradoto, Rendy Wahyu Pradoto, Rendy Wahyu Prakoso, Jaka Dwiputra Pratama, Muhammad Lutfi Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Herry Pratama Putra, Herry Pratama Putri Rahmadani, Putri Putri, Fiolita Prameswari Putri, Gina Sukma Rafli, DzakyMuamar Rahayu, Karmilawati Dwi Rahma Pramita Sari rahmadani, gina okta Rahmadani, Tiara Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Ramadhan, Muhammad Riski Ramasandy, Mohammad Rangga Refilina, Yenni Resti Amelia Susanti Ridwan Melay, Ridwan Risantosa, Choirifia Riyani, Norma Winda Riyani, Norma Winda Rizqiasari, Ferina Roedy Soelistyono Roha, Muf Rohma, Ervina Wahidiya Sahana, Nilam Saifunnajar, Saifunnajar Santi, Selvia Santoso, Mudji Saputra, Rio Febrian Saven Sari, Alusia Destia Sari, Alusia Destia Sari, Rahma Pramita Sebayang, Husni Thamrin Septiana, Riani Setianto, Christian Wahyu Setyaji, Kurniawan Setyono Yudo Tyasmoro Sheny Kaihatu Simamora, Harry Kurnia Simamora, Harry Kurnia Simanjuntak, Debora Siratul Fikri, Fatoni Sisca Fajriani Siti Nurbaiti Sopiani, Ika Kurnia Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Susanti, Resti Amelia susilo, dhyma erlian Sutrisno, Muhammad Syahri, Rifauldin Syahri, Rifauldin Taufik, Anton Taufiqqurrahman, Husain Tini, Jumi Alia Titiek Islami Tyas, R.A. Putri Husadaning Tyas, R.A. Putri Husadaning Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Utama, Hermawan Nugraha Utami, Arisani Putri Utami, Arisani Putri Verdiana, Miranti Ayu Verdiana, Miranti Ayu Wahid Wahid Wahyuni, Andi Nirma Wahyuni, Andi Nirma Wambrauw, Sopia Fransina Wicaksono, Agung Tri Wicaksono, Agung Tri Wijayanti, Mia Rajib Wijayanti, Mia Rajib Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Irene Caya Y, Welly Setyawan Y, Welly Setyawan Y. B. Suwasono Heddy Yoga Sasmita Nugraha Yulia Syafitri Yuliani, Nur Yuliar Yuliar Yusrawati Yusrawati Z, Martias Zulfitri Aima