p-Index From 2021 - 2026
7.922
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Konseling dan Pendidikan Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Prima Edukasia Psikopedagogia Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL KONSELING GUSJIGANG JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Indonesian Journal of Educational Counseling Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Anterior Jurnal International Journal of Research in Counseling and Education GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Bisma The Journal of Counseling Islamic Guidance and Counseling Journal QUANTA Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Psychocentrum Review G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Budaya Etnika Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling IJORER : International Journal of Recent Educational Research Journal of Innovation and Research in Primary Education Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Anaking) BATIK: Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural KONSELOR Psikoeduko: Jurnal Psikologi Edukasi dan Konseling Conference Proceedings International Conference on Education Innovation and Social Science Jurnal Elementaria Edukasia Adidaya : Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti SAICGC Journal of Counseling Support Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Sosial Perempuan dalam Komunitas Adat di Kampung Adat Cikondang Sitanggang, Imelda; Nabiha, Khalisa; Indradi, Lakeisha; Achmadi, Maitsa; Tania, Sheryl; Widyanti, Salsabila; Supriatna, Mamat; Imaddudin, Aam
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 1 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Penelitian ini membahas peran sosial perempuan dalam komunitas adat Kampung Cikondang, Kabupaten Bandung, yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisi leluhur secara kuat. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana perempuan memainkan peran strategis tidak hanya dalam ranah domestik, tetapi juga dalam pelestarian budaya, kegiatan ekonomi, pendidikan, keagamaan, serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis dinamika kontribusi perempuan dalam sistem sosial masyarakat adat yang masih hidup berdampingan dengan modernisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam menjaga kesinambungan adat istiadat, baik melalui peran mereka dalam upacara adat, pengelolaan ekonomi keluarga, maupun organisasi sosial seperti arisan dan pengajian. Meski dibatasi oleh norma tertentu seperti larangan saat menstruasi dalam ritual adat, partisipasi perempuan tetap dihargai dan dianggap esensial. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan sebagai agen pelestari budaya lokal. Keywords: kebudayaan, gender, peran perempuan, sosial Abstract This study explores the social roles of women within the traditional community of Kampung Cikondang, Bandung Regency, which continues to uphold ancestral cultural values. The central issue addressed is how women assume strategic roles not only in the domestic sphere but also in cultural preservation, economic activities, education, religious life, and participation in community decision-making. The study aims to describe and analyze the dynamics of women’s contributions within a traditional social system that coexists with modern influences. A descriptive qualitative approach was employed, using in-depth interviews, participatory observation, and field documentation as data collection techniques. The findings reveal that women play a vital role in maintaining the continuity of customary practices, through involvement in traditional ceremonies, household economic management, and social organizations such as community savings groups and religious gatherings. Although certain customary norms, such as menstrual restrictions during rituals, still apply, women’s participation remains respected and essential. This research affirms the importance of strengthening women’s roles as agents of local cultural preservation Keywords: cultural wisdom, gender indigenous norms, women’s roles, social
The Implementation of Tut Wuri Handayani Values at the Taman Muda Elementary School Jetis Yogyakarta Sugiyanto, Sugiyanto; LN, Syamsu Yusuf; Supriatna, Mamat
Jurnal Prima Edukasia Vol. 11 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpe.v11i2.63617

Abstract

This research aims to examine the noble values contained in tut wuri handayani and its implementation in education, which holds meaning as an educator or pamong who plays a role in developing students' abilities through the influence of education by providing freedom in learning to find the meaning of life. The research approach used in this study was phenomenology. The research method employed was hermeneutic phenomenology, which focuses on life experiences and interpreting the "text" of life. Data collection techniques include library research and interviews. The data sources consisted of writings by Ki Hadjar Dewantara on the noble values of tut wuri handayani, interviews with Tamansiswa figures, and interviews with the school principal and pamong of Taman Muda Jetis Elementary School. Data analysis was conducted using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The research findings indicate that the values contained in tut wuri handayani can be applied in educational institutions to shape students who are independent in their thinking, inner selves, and abilities by avoiding behaviors contrary to the rules and norms.
Pengembangan Bimbingan Belajar Berdasarkan Profil Motivasi Belajar Santri Madrasah Tsanawiyah Fauzan, Iqbal Muhammad; Supriatna, Mamat; Nadhirah, Nadia Aulia
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i2.30984

Abstract

Abstract: Understanding students' learning motivation is essential for designing effective and targeted academic guidance services in Madrasah Tsanawiyah settings. This study aims to develop academic guidance services based on the learning motivation profiles of Madrasah Tsanawiyah students. A descriptive quantitative approach was employed, involving 58 students as participants. The motivation instrument was constructed based on affective, cognitive, and psychomotor aspects. The collected data were analyzed using descriptive statistical techniques to determine the levels of students' learning motivation. The results showed that the majority of students had moderate levels of motivation, predominantly driven by external factors. The guidance services were designed to enhance social interaction, self-confidence, perseverance, and active engagement in learning. These findings underscore the importance of academic guidance services tailored to the real needs of students as a holistic and effective approach to optimizing learning motivation. The services are not only relevant in the pesantren (Islamic boarding school) context but can also be adapted to other educational settings that require systematic interventions to strengthen learning enthusiasm and character development. The implications of this study support the implementation of sustainable services as a strategy for improving educational quality and student well-being.Abstrak: Pemahaman terhadap motivasi belajar santri penting dalam merancang layanan bimbingan belajar yang efektif dan tepat sasaran di lingkungan Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan layanan bimbingan belajar berdasarkan profil motivasi belajar santri Madrasah Tsanawiyah. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 58 santri sebagai partisipan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk menentukan tingkat motivasi belajar santri. Instrumen motivasi disusun berdasarkan aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik. Hasil menunjukkan mayoritas santri berada pada kategori motivasi sedang, dengan dominasi faktor eksternal. Layanan bimbingan dirancang untuk meningkatkan interaksi sosial, kepercayaan diri, ketekunan, dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan belajar berbasis kebutuhan nyata santri sebagai pendekatan holistik yang efektif dalam mengoptimalkan motivasi belajar. Layanan tersebut tidak hanya relevan dalam konteks pesantren, tetapi juga dapat diadaptasi untuk konteks pendidikan lainnya yang memerlukan intervensi sistematis guna memperkuat semangat belajar dan pembentukan karakter. Implikasi penelitian ini mendukung implementasi layanan berkelanjutan sebagai strategi peningkatan mutu pembelajaran dan kesejahteraan peserta didik.
Rasch Model Analysis of Santri Reverence Morals Scale Mufrihah, Arina; Supriatna, Mamat; Ahman, Ahman; Yudha, Eka Sakti; Nurihsan, Juntika
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/0020258548700

Abstract

Reverence, also known as ta’dzim in Pondok Pesantren (Islamic boarding schools), is a moral aspect which is taught to santri (students in Islamic boarding schools) as the most important value. Ta’dzim is delivered as an ethic, develops as a value, and grows to be part of a santri’s personality and standard behavior. This study aims to develop a valid and reliable Santri Reverence Morals Scale (SRMS) through the Rasch Model analysis. The scale was supervised under an expert judgement evaluation which was involved 7 experts and distributed to 95 participants (male santri aged between 13-23 years) who were selected through stratified random sampling. The Rasch Model analyzed output and the interpretation included data about instrument, items, and person. This study indicated that the Santri Reverence Morals Scale is very reliable, predominantly fits items, and is unidimensionally proven. In this paper, such shortcomings as hard items, misfit items, and bias items are also discussed and evaluated. The composite analysis of instrument, items, and abilities concluded that the SRMS is a questionnaire with high reliability and validity (the item separation value is 3.40 and Cronbach alpha score is 0.82). This initial instrument testing stage requires further development so that a high-quality questionnaire can be produced to measure and study the ta’dzim of santri.
The Baganduang Boat Value-Based Learning Model in Elementary Schools Darta Putra, Elpri; Maftuh, Bunyamin; Supriatna, Mamat
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2025): March
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v9i2.10212

Abstract

This study aims to develop a learning model based on the value of baganduang boats to foster the character of eloklah budi elementary school students. This research is a research and development (R&D). The main steps in R&D research are: 1) Research and Information Collecting; 2) Planning, 3) Develop Preliminary Form a Product. 4) Preliminary Field Testing, 5) Main Product Revision, 6) Main Field Testing, 7) Operational Product Revision, 8) Operational Field Testing, 9) Final Product Revision, 10) Dissemination and Implementation. Data collection techniques in this study were interviews, observations, validity questionnaires, practicality questionnaires and pretest-posttest questions. The data analysis technique comes from opinions given by experts, teachers and students which are then carried out using the help of Nvivo software inported through qualitative data. The results of the analysis of the questionnaire of the practicality of the learning model based on the value of the beghanduang boat can be concluded that the learning model based on the value of the baghanduang boat according to students and teachers is included in the practical category and can be implemented for elementary school learning. It is hoped that the implementation of the Baganduang boat value-based learning model can help educators in developing a learning model based on local wisdom and can become a reference for other researchers.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENGHARGAAN DISIPLIN POSITIF BAGI SISWA TUNARUNGU: PERSPEKTIF KUALITATIF Fauzan, Iqbal Muhammad; Supriatna, Mamat; Nadhirah, Nadia Aulia
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 4, No 1 (2025): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING APRIL 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v4i1.14681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program disiplin positif di SLB Negeri Cicendo, dengan fokus pada bagaimana penghargaan diberikan dan bagaimana siswa tuna rungu menanggapinya. Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasinya tentang bagaimana pengakuan publik, baik melalui pengakuan langsung di sekolah maupun unggahan media sosial, memengaruhi motivasi dan kepercayaan diri siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumen dan analisis visual, temuan penelitian mengungkapkan bahwa disiplin positif mendorong siswa untuk mempertahankan perilaku yang baik, menumbuhkan hubungan emosional, dan memperkuat hubungan guru-siswa. Namun, tantangan tetap ada dalam memastikan bahwa penghargaan didistribusikan secara adil dan mengevaluasi efektivitas program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun program tersebut meningkatkan motivasi dan kesejahteraan emosional siswa, perbaikan diperlukan untuk membuat sistem penghargaan lebih inklusif dan diterapkan secara konsisten.
Career Guidance Based on Krumboltz's Social Learning Theory to Develop Students' Career Decisions Ginting, Putri Angelina br; Taufiq, Agus; Supriatna, Mamat
Bisma The Journal of Counseling Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v8i1.83433

Abstract

Career decisions impact an individual's success and satisfaction in their career. Various factors can hinder teenagers' career decision-making, affecting their future career paths. This research aims to produce career guidance based on Krumboltz's social learning theory that is effective for developing students' career decisions. This research is quantitative research using a positivism paradigm with a quasi-experimental design experimental method. Participants in this research involved 493 people, namely class XI high school students, guidance and counseling expert lecturers, and high school guidance and counseling teachers. Sample selection was carried out using a purposive sampling technique taken based on the class with the lowest score through data collection using an instrument in the form of a career decision questionnaire that had been developed and tested rationally. The data analysis technique used is inferential statistics with the non-parametric statistical testing technique Mann Whitney u test. The research results show a sign value (2-tailed) of 0.008<0.05, which means that career guidance based on Krumboltz's social learning theory is effective for developing students' career decisions. It can be concluded that career guidance based on Krumboltz's social learning theory to develop students' career decisions can be used in career guidance in high school. The principles of Krumboltz's theory in a context that has never been explored before, provide a new perspective that shows novelty in the career guidance approach. This research implies that Guidance and Counseling teachers can apply Krumboltz's social learning theory in career guidance to assist students in making career decisions.
Pengembangan dan validasi instrumen kompetensi ethnoguidance guru PAUD Haryawati, Yayah; Rakhmat, Cece; Supriatna, Mamat; Kurniati, Euis
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1100400

Abstract

Pengembangan instrumen penilaian untuk mengukur kompetensi ethnoguidance guru PAUD sangat penting agar bimbingan yang diberikan relevan dengan latar belakang budaya anak. Ethnoguidance adalah model bimbingan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam praktik pendidikan. Agar efektif, diperlukan instrumen yang valid dan akurat. Penelitian ini merancang instrumen berbasis tiga dimensi utama—pengetahuan, sikap, dan keterampilan—yang dijabarkan dalam 13 indikator dan 60 item awal. Validasi dilakukan melalui penilaian ahli dan uji keterbacaan oleh lima guru PAUD. Hasil akhir berupa 52 item menggunakan skala Likert lima poin. Instrumen ini diuji pada 152 guru menggunakan convenience sampling, lalu dianalisis dengan EFA dan CFA serta berbagai fit indices (CFI, TLI, RMSEA, SRMR). Hasil analisis menunjukkan validitas dan reliabilitas yang tinggi. Instrumen ini terbukti konsisten secara internal, menjadikannya alat ukur yang andal. Kontribusi utama penelitian ini adalah tersedianya instrumen terstandar untuk menilai sejauh mana guru PAUD mampu mengintegrasikan budaya dalam layanan bimbingan. Dengan validitas dan reliabilitas yang kuat, alat ini dapat menjadi tolok ukur dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini yang lebih sensitif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.
Seni Beluk sebagai Identitas Budaya di Kampung Adat Cikondang Adilaturohman, Nadila; Fauziyah, Nurul Zahra; Nuranggraeni, Klara; Hanif, Hilman; Yanti, Devi; Suris, Rezika; Supriatna, Mamat
Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural Vol 3 No 2: BATIK Agustus 2025
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/batik.v3i2.2085

Abstract

This study aims to explore the role and function of Seni Beluk as a cultural identity of the indigenous community in Kampung Adat Cikondang, Bandung Regency. Seni Beluk is a traditional Sundanese vocal art passed down through generations, rich in spiritual and social values. The research employed a qualitative case study approach involving field observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that Seni Beluk functions not only as entertainment but also as a medium for religious preaching, moral advice, and reinforcement of customary values in communal life. The lyrics are recited during significant events such as childbirth, thanksgiving, house construction, and circumcision ceremonies, carrying deep religious and social meanings. The main challenge in its preservation lies in the lack of generational continuity due to the younger generation’s limited interest and vocal skills. Preservation efforts are carried out through cultural education and documentation. Seni Beluk stands as a symbol of cultural resilience for the Cikondang community, and its integration into counseling services highlights its potential in developing students' character. Therefore, preserving Seni Beluk is crucial to maintaining local cultural identity in the face of modernization.
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENCEGAH RADIKALISME SEBAGAI AKAR TERORISME DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Suherman, Hasna Azzahiyah; Fauziah, Wafa Nurul; Simanullang, Windy Lameria; Supriatna, Mamat; Ramdhani, Rina Nurhudi
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v10i2.17364

Abstract

Abstrak. Radikalisme sebagai akar dari terorisme menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan karena menyasar generasi muda yang masih berada dalam proses pencarian identitas. Fenomena ini menimbulkan urgensi bagi sekolah untuk menjadi benteng utama dalam pencegahan penyebaran ideologi radikal. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam memberikan layanan yang menanamkan nilai toleransi, keberagaman, serta keterampilan hidup yang positif kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru BK dalam mencegah radikalisme di lingkungan pendidikan melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru BK dan observasi langsung terkait praktik pencegahan radikalisme di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme dipahami sebagai pemikiran yang berakar pada intoleransi, berkembang menjadi sikap eksklusif, dan bermuara pada potensi tindakan kekerasan. Guru BK mengidentifikasi karakteristik siswa yang terpapar paham radikal melalui kecenderungan keyakinan ekstrem, intoleransi terhadap perbedaan, serta pengaruh faktor keluarga dan lingkungan. Strategi yang diterapkan meliputi deteksi dini melalui asesmen non tes, layanan bimbingan klasikal berbasis nilai toleransi, penguatan kapasitas siswa melalui informasi dan diskusi lintas kelas, serta layanan konseling individu yang menanamkan pemahaman agama dan nilai kebangsaan secara moderat. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan pengetahuan guru BK, resistensi siswa terhadap layanan konseling, minimnya dukungan keluarga, serta pengaruh negatif media sosial dan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pencegahan radikalisme di sekolah memerlukan sinergi antara guru BK, keluarga, dan masyarakat agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan tangguh terhadap ancaman ideologi radikal. Abstract. Radicalism as the root of terrorism poses a serious threat to the educational environment since it primarily targets young generations who are still in the process of identity formation. This phenomenon highlights the urgency for schools to serve as the primary defense in preventing the spread of radical ideologies. Guidance and Counseling (GC) teachers hold a strategic role in providing services that instill tolerance, diversity, and positive life skills in students. This study aims to analyze the strategies implemented by GC teachers in preventing radicalism in educational settings using a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with GC teachers and direct observations of radicalism prevention practices in schools. The findings reveal that radicalism is understood as a mindset rooted in intolerance, developing into exclusive attitudes, and potentially culminating in violent actions. GC teachers identified students exposed to radical ideologies through tendencies such as extreme beliefs, intolerance toward differences, and the influence of family and environmental factors. The strategies applied include early detection through non-test assessments, classical guidance services emphasizing tolerance values, student capacity strengthening through information sharing and inter-class discussions, and individual counseling services that instill moderate religious and national values. The challenges faced involve limited teacher knowledge, student resistance to counseling services, lack of family support, and the negative influence of social media and peer environments. The conclusion of this study emphasizes that preventing radicalism in schools requires synergy among GC teachers, families, and communities to create a safe, tolerant, and resilient educational environment against radical ideologies.
Co-Authors - Sapriya Aam Imaddudin, Aam Achmadi, Maitsa Ade Hidayat, Ade Adilaturohman, Nadila Adriany, Dita Agisni, Gita Agung Nugraha Ahman Ahman, Ahman Ainul Fathiyah, Khalila Alfaiz Alfaiz Alika, Alya Anakotta, Raisa Annazwa Suryadi, Kayla Anorra, Regina Arina Mufrihah, Arina Asyifa, Firyal Khansa Awaliyah, Annisa Mumtaz Awanis Hanifatizzahra, Ghassani Bunyamin Maftuh Cahya, Arinnisa Cahyaningtyas, Kania Citrawardhani, Windri Dadang Sudrajat Darta Putra, Elpri Delina Davina Putri Devi Yanti, Devi Dian Peniasiani Diaz Ramadhan, Farid Eka Sakti Yudha Euis Kurniati Fahira, Amartya Alka Fahriza, Irfan Fathimah, Mitha Fauzan, Iqbal Muhammad Fauziah, Wafa Nurul Fauziyah, Nurul Zahra Febriyanto, Budi Firgiyanti, Tiara Fitriah, Nabilah Ginting, Putri Angelina br Grahita Laksitaningtyas, Catur Haifa Munajjah, Siti Najmi Hamdan, Amirul Hazmi Handani, Tri Hanif, Hilman Haniyyah, Naya Haryawati, Yayah Herlinawati, Triwandari Hermawan, Salsabila Shafa Indradi, Lakeisha Indriyani, Putri Dyah Ipah Saripah, Ipah Ismira, Ismira Jefry, Mohammad Julius, Andre Karmila P Lamadang Kencana, Dian Khoirunnisa, Dhiya Kusnadi, Ghaida Az-zahra Kustiawati, Tati Latifah, Kanya Manuardi, Ardian Renata Maulida, Salma Nur Maya Masyita Suherman Mubarokah, Rina Mulyana, Citta Lena Putri mungin eddy wibowo, mungin eddy Mursalim Mursalim Mutia Maharani, Feby Nabiha, Khalisa Nadia Aulia Nadhirah Nadya, Aisha Najwa Alia, Marsha Nana Supriatna Nandang Budiman Novianti Novianti NOVIARTI, RESTI Nugroho, Andreas Rian Nuranggraeni, Klara Nurihsan, Achmad Juntika Nurlatifah, Sari Nurwulan, Anisa Palasara Brahmani Laras Pratiwi, Tiara Iskandar Prayoga, Kharisma Putri Putri Angelina Ginting Putri, Dita Radika Putri, Kharisma Amelia Putri, Mia Aprianti Qurrotunnisa, Zulfa Rahmani, Sabrina Tiara Putri Rahmansyah, Faisal Akbar Rakhmat, Cece Rayaginansih, Syari Fitrah Rina Nurhudi Ramdhani, Rina Nurhudi Risyanindya, Aldilla Sa'odah, Sa'odah Salsabila, Faiza Salsabila, Intan Salwa Aulia Nugraha, Siti Sarifudin, Arif Selvia, Mega Septian, Muhammad Rezza Sholihah , Sithah Auladah Siddik, Riesa Rismawati Simanullang, Windy Lameria Sitanggang, Imelda Sopian, Nadine La Rosa Sugiyanto - Suherman, Hasna Azzahiyah Suris, Rezika Suryahadikusumah, Ahmad Rofi Suryana, Dodi Sutrisno, Lucky Taufik Syamsu Yusuf, Syamsu Syani, Saffanah Tania, Sheryl Tanjung, Anisah Taufiq, Agus Tazkiyatul Fikriyah, Lulu Tri Lestari Uman Suherman AS UMAN SUHERMAN, UMAN Unimuda, Mursalim Utami, Septia NurPitri Widyanti, Salsabila Wijaya, Rasman Sastra Yalda Suvita Yustiana, Yusi Riska Yusuf LN, Syamsu Yusuf-LN, Syamsu Zahra, Kaila Aulia Zakiah, Luna Nuranisa Zuhdan Izzatul Ulya, Muhammad