Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Sucrose and Fructose Diet on Obesity in Test Animals: A Review Alvia Anggreini; Deandrya Ardya R. Sutoyo; Dominikus Raditya Atmaka
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i2.2021.173-179

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya dari faktor diet. Diet tinggi sukrosa dan fruktosa dapat memicu terjadinya masalah gizi lebih yaitu overweight dan obesitas. Diet tinggi sukrosa dan fruktosa jika dilakukan seseorang yang mengalami obesitas akan menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit metabolik.Tujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah adalah membahas pengaruh diet tinggi sukrosa dan fruktosa terhadap obesitas.Metode: Penelusuran artikel berdasarkan literatur dalam 10 tahun terakhir (2010-2020) menggunakan database elektronik seperti Google Scholar, Scopus, Science Direct, dan PubMed/Medline yang menganalisis pengaruh diet tinggi sukrosa dan fruktosa terhadap obesitasUlasan: Hasil penelusuran penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi sukrosa dan fruktosa dapat menyebabkan kenaikan berat badan, overweight, obesitas, meningkatkan lingkar pinggang, meningkatkan lemak dalam tubuh dan inflamasi pada jaringan adiposa. Dampak penyakit penyerta dari diet tinggi sukrosa dan fruktosa yaitu Nonalcoholic Fatty Liver Disease, kerusakan hati, penurunan energy expenditure dan stress oksidatif pada ginjal.Kesimpulan: Diet tinggi sukrosa dan fruktosa menyebabkan  kenaikan berat badan hingga masalah gizi lebih yaitu overweight dan obesitas. Dampak diet tinggi sukrosa dan fruktosa dengan penyakit akibat obesitas yakni menyebabkan NAFLD (Nonalcoholic Fatty Liver Disease). Penelitian terkait diet tinggi sukrosa dan fruktosa banyak dilakukan pada hewan coba. Penelitian selanjutnya diharapkan banyak dilakukan pada manusia juga, agar nantinya bisa dibandingkan dengan hasil penelitian dengan hewan coba, hasil tersebut sesuai dengan teori atau tidak.
Evaluasi Suhu dan Kelembapan Ruang Pengolahan dan Ruang Distribusi Instalasi Gizi di Rsud Kabupaten Sidoarjo Yulianti Wulan Sari; Melania Rahadiyanti; Dominikus Raditya Atmaka
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.68-74

Abstract

Latar Belakang: Suhu dan kelembapan dalam ruang pengolahan dan distribusi merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Suhu dan kelembapan ruangan yang baik akan menjaga makanan agar terhindar dari aktivitas mikroorganisme. Suhu dan kelembapan juga menjadi hal penting bagi penjamah makanan agar tetap merasa aman dan nyaman pada saat bekerja.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran suhu dan kelembapan udara pada ruangan pengolahan dan distribusi di Instalasi Gizi RSUD Kabupaten Sidoarjo.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cohort retrospektif. Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 kali sehari yaitu pagi ( sekitar pukul 10.00), siang (sekitar pukul 14.00) sore (sekitar pukul 17.00), dan malam (sekitar pukul 19.00). Penelitian suhu dan kelembapan dilakukan di ruang pengolahan dan distribusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat laporan penilaian ketepatan suhu dan kelembapan pada bulan april, mei, juli dan agustus yang telah diobservasi sebanyak 4 kali sehari.Hasil: Suhu di ruang pengolahan dan ruang distribusi lebih tinggi dibandingkan dengan standar rumah sakit yakni antara 25-27°C. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan standar Permenkes, suhu masih tergolong aman. Kelembapan udara di ruang pengolahan masih berada dalam standar, namun di ruang distribusi kelembapan udara lebih tinggi dari standar rumah sakit dan permenkes, yakni 40-70%.Kesimpulan: Suhu dan kelembapan udara di ruang pengolahan dan distribusi sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.Kata kunci: Suhu, Kelembapan, Ruang Pengolahan, Ruang Distribusi
Modifikasi Kacang Kedelai (Glycine Max) dan Hati Ayam pada Sosis Ayam sebagai Alternatif Sosis Tinggi Protein dan Zat Besi Annisa Lutfiah; Annis Catur Adi; dominikus raditya atmaka
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.75-83

Abstract

Latar Belakang: Hati ayam merupakan sumber zat besi yang baik dan kacang kedelai adalah jenis kacang-kacangan kaya protein dan besi yang dapat diolah menjadi sosis sebagai snack ataupun lauk tinggi protein dan zat besi.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil mutu hedonik, daya terima, kadar protein dan zat besi pada sosis dengan substitusi hati ayam dan kacang kedelai.Metode: Jenis penelitian ini yaitu experimental murni dengan rangangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 jenis formula, yaitu formula kontrol F0 (ayam) dan 3 formula modifikasi F2 (35 g hati ayam dan 65 g kacang kedelai), F3 (45 g hati ayam dan 55 g kacang kedelai), F4 (55 g hati ayam dan 45 g kacang kedelai) dengan pengulangan 4 kali. Panelis penelitian terdiri dari 5 panelis terbatas dan 27 panelis tidak terlatih.Hasil: Berdasarkan hasil penilaian panelis terbatas pada uji mutu hedonik adalah formula F2, F3, dan F4. Hasil uji daya terima, formula yang paling disukai panelis tidak terlatih adalah formula F4. Kandungan protein dan besi pada 100 g sosis F4 yaitu 17,21 g dan 7,415 mg. Terdapat perbedaan signifikan antara F0 dan F4 pada karakteristik aroma (p = 0,045), kekenyalan (p < 0,000) dan rasa (p < 0,000).Kesimpulan: Formula dengan tingkat mutu hedonik terbaik terdapat pada formula F2, F3 dan F4. Formula dengan daya terima tertinggi terdapat pada F4. Satu porsi (33 g) dapat mencukupi 10 – 15 % dari kebutuhan protein dan besi pada remaja putri berusia 16 – 21 tahun.
Hubungan Screen Based Activity dan Perilaku Makan dengan Status Gizi Anak Usia 10-12 Tahun (Studi di SDI Darush Sholihin Kabupaten Nganjuk) Silvia Alfinnia; Lailatul Muniroh; Dominikus Raditya Atmaka
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i3.2021.223-229

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Anak usia sekolah mengalami peningkatan kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang. Di usia ini, anak-anak bisa memilih makanan maupun media bermain sesuai keinginan mereka. Aktivitas menggunakan layar yang berlebih serta perilaku makan yang buruk dapat memicu terjadinya obesitas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Screen Based Activity (SBA) dan perilaku makan dengan status gizi anak usia sekolah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di SDI Darush Sholihin Kabupaten Nganjuk. Besar sampel sebanyak 48 siswa yang dipilih secara proportional random sampling. Pengumpulan data meliputi berat badan, tinggi badan, kuesioner SBA, Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta food recall 2x24 jam. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan Kendall’s tau dengan nilai signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan SBA (p=0,151), perilaku makan makanan pokok (p=0,101), perilaku makan lauk hewani (p=0,212), perilaku makan lauk nabati (p=0,829), perilaku makan sayuran (p=0,751) dan perilaku makan jajanan (p=0,109) dengan status gizi. Namun, terdapat hubungan perilaku makan buah (p=0,040) dengan status gizi.Kesimpulan: Konsumsi buah-buahan yang sering tanpa memperhatikan kandungan gula dan cara penyajian dapat memberikan risiko obesitas pada anak. Diperlukan pendidikan gizi kepada pihak sekolah maupun orang tua mengenai pembatasan SBA dan perilaku makan sehat terutama buah untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal dan terhindar dari obesitas.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor dan Eucheuma Cottonii serta Substitusi Tepung Tulang Ikan Lele pada Nugget Ayam terhadap Daya Terima Serta Kandungan Kalsium dan Fosfor Anni Syntya; Annis Catur Adi; Dominikus Raditya Atmaka
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 1 (2022): Supp Januari 2022
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v12i1.1702

Abstract

Rumput laut merah (eucheuma cottonii), tepung tulang ikan lele, dan tepung daun kelor merupakan salah satu bahan pangan yang mengandung kalsium dan fosfor yang tinggi yang dapat diolah menjadi suatu camilan ataupun lauk seperti nugget. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan rumput laut merah (eucheuma cottonii) dan tepung daun kelor serta tepung tulang ikan lele terhadap daya terima dan kandungan kalsium dan fosfor. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak kelompok. Penelitian ini lebih lanjut melibatkan 30 panelis anak usia. Penerimaan diukur menggunakan kuesioner hedonis skala 1-6. Analisis statistik perbedaan akseptabilitas menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dengan 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara F1, F2, dan F0 pada semua karakteristik (warna, aroma, tekstur, rasa) dengan nilai p-value <0.05, dan nilai penerimaan dari yang tertinggi hingga terendah adalah F1. Hasil uji organoleptik lebih lanjut menunjukkan panelis lebih menyukai F1 (rumput laut merah (eucheuma cottonii) 5%, tepung daun kelor 3.3%, serta substitusi tepung tulang ikan lele. Penelitian ini membuktikan bahwa penambahan bahan rumput laut merah (eucheuma cottonii) dan tepung daun kelor serta substitusi tepung tulang ikan lele dengan tepung tapioka kedalam adonan nugget ayam dapat meningkatkan kandungan kalsium dan fosfor serta juga memiliki daya terima yang baik.
“Apakah Tubuhku Terlihat Baik?” Analisis Fenomena Swafoto pada Social Networking Sites dengan Eating Disorders : Systematic Review Qonita Rachmah; Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz, MPH; Stefania Widya Setyaningtyas; Mahmud Aditya Rifqi; Rian Diana; Nila Reswari Haryana; Aliffah Nurria Nastiti; Asri Meidyah Agustin
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.306-314

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan sosial media dapat membawa dampak negatif kaitannya dengan ketidakpuasan akan bentuk tubuh dan arahan menuju ke kekurusan (drive to thinness) terutama pada perempuan muda, perhatian belebih pada citra tubuh (body image concern), dan berbagai isu terkait kebiasaan makan yang salah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengunggah swafoto pada Social Networking Sites (SNS) dengan kejadian eating disorders pada sejumlah negara serta faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi. Ulasan:  Kondisi eating disorders sering tidak disadari oleh individu, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda. Data terkait prevalensi eating disorders di Indonesia juga sangat terbatas, padahal, penggunaan media sosial di kalangan remaja dan dewasa muda Indonesia semakin meningkat seiring dengan mudahnya akses internet dan perkembangan platform media sosial. Dari review sistematik yang dilakukan, hanya satu studi yang mendapatkan keterkaitan antara unggahan swafoto (selfie) dengan eating disorders, yaitu bulimia. Namun, hampir semua memiliki kesimpulan bahwa penggunaan sosial media berkaitan dengan rendahnya kepercayaan diri,   ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, citra diri negatif, serta berkaitan dengan karakteristik restriksi pola makan berlebihan. Kesimpulan: Telaah sistematik ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan penelitian kedepan dengan memperhatikan fenomena sosial, penggunaan sosial media dan kaitannya dengan eating disorders maupun status gizi remaja dan dewasa awal.
Roles of Vitamins in Immunity and COVID-19: A Literature Review Nila Reswari Haryana; Qonita Rachmah; Mahmud Aditya Rifqi; Rian Diana; Dominikus Raditya Atmaka; Stefania Widya Setyaningtyas; Aliffah Nurria Nastiti; Asri Meidyah Agustin
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 3 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i3.224-233

Abstract

SARS-CoV-2 is a severe acute respiratory virus that causes Coronavirus Disease-19 (COVID-19). Even before the COVID-19 pandemic, diet was undeniably important in immunity. In order to be more resilient during and after the pandemic, understanding the role of vitamins is crucial. This review aims to explore the role of vitamins in supporting the immune system and its correlation to COVID-19. The article search was done using five electronic databases (i.e., Google Scholar, Semantic Scholar, ScienceDirect, PubMed, and PMC). Some of the keywords utilized in the literature search were “vitamin A and immunity” OR “vitamin B and immunity” OR “vitamin C and immunity” OR “vitamin D and immunity” OR “vitamin E and immunity”. A total of 51 articles was assessed in this literature review. Research finds vitamin A plays a role in both innate immune system cell function and humoral immunity by regulating, differentiating, and maturing immune system cells. Vitamin B complex primarily reduces inflammation by lowering serum C-reactive protein levels (CRP), while vitamin C strengthens epithelial barriers, phagocytes, T and B lymphocytes, and inflammatory mediators, to improve the immune system. Vitamin D acts as a mediator in the vitamin D receptor (VDR), an inner immune system component that regulates the humoral and adaptive immune systems through unique genetic transcriptions. Finally, vitamin E acts as an antioxidant, lowering the production of reactive oxygen and nitrogen species (ROS and RNS). In conclusion, all vitamins are essential in improving individual’s immune system that prevent from infectious diseases including COVID-19.
Perbandingan Metode Online dan Offline dalam Peningkatan Awareness Calon Pengantin Terhadap Gizi Prakonsepsi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Kursus Persiapan Pernikahan Dominikus Raditya Atmaka; Nila Reswari Haryana; Qonita Rachmah; Stefania Widya Setyaningtyas; Anisa Lailatul Fitria; Azizah Ajeng Pratiwi; Aliffah Nurria Nastiti; Asri Meidyah Agustin; Rian Diana; Mahmud Aditya Rifqi
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.1-5

Abstract

Kecukupan gizi pada masa prakonsepsi akan menentukan output kelahiran anak dan pertumbuhan anak serta menunjang fungsi alat reproduksi agar dapat berperan optimal. Sayangnya banyak pasangan calon pengantin yang belum mengetahui pentingnya gizi prakonsepsi yang harus diterapkan sebelum ibu hamil. Tingginya permasalahan ibu selama masa kehamilan menunjukkan pentingnya gizi prakonsepsi dan dibutuhkan pendidikan gizi dan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat dalam mempersiapkan kehamilan. Sebagai salah satu upaya menurunkan angka stunting, maka dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan kapasitas pada remaja dan calon pengantin agar dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat, salah satunya melalui kursus persiapan pra nikah. Penelitian dilakukan dengan mengembangkan media edukasi berbasis hybrid learning (kombinasi online dan offline). Penelitian ini berupa edukasi gizi yang didasarkan pada kontstruksi Health Belief Model pada remaja dan calon pengantin, khususnya untuk meningkatkan niat, sikap, norma subyektif dan perceived behavioral control terhadap penerapan gizi prakonsepsi. Sebelum dan sesudah dilakukan edukasi, dilakukan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui edukasi gizi prakonsepsi pada kursus persiapan pernikahan secara offline dapat meningkatkan secara signifikan pengetahuan peserta (p<0,001) karena proses interaksi dua arah yang berjalan dengan lebih baik. Untuk itu disarankan pemberian edukasi gizi prakonsepsi pada kursus persiapan pernikahan dapat diberikan secara offline.
Relevansi Intervensi Perbaikan Sanitasi untuk Mencegah Kejadian Stunting Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia: Meta Analisis Nabila Mutia Rahma; Dominikus Raditya Atmaka; Anisa Lailatul Fitria; Azizah Ajeng Pratiwi; Qonita Rachmah; Alifah Nurria Nastiti; Asri Meidyah Agustin; Lilis Sulistyorini
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.39-46

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama dengan kondisi terhambatnya pertumbuhan pada anak akibat asupan gizi yang tidak tercukupi sehingga anak memiliki risiko terjadinya penurunan kognitif dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang. Selama masa pandemi COVID-19, prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi hingga mencapai 24,4% pada tahun 2021. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kejadian stunting, salah satunya yakni sanitasi yang merupakan salah satu pilar dalam formulasi program percepatan penurunan stunting. Meta-analisis ini bertujuan untuk membandingkan peran peningkatan fasilitas sanitasi terhadap kejadian stunting selama masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan pengumpulan data studi primer pada Medline, Sciencedirect, dan Embase menggunakan protocol PRISMA. Analisis menggunakan STATA 12. Sebanyak 29 artikel ditinjau dengan tahun terbit 2019 – 2021. Hasil penelitian menunjukan effect size yang bervariasi mulai dari 0,07 hingga 23,95. Adapun nilai summary effect atau overall odds ratio sebesar 1,31 yang menunjukan bahwa peningkatan fasilitas sanitasi masih memiliki dampak positif terhadap pencegahan kejadian stunting selama masa pandemi COVID-19. Kata kunci— COVID-19, gizi anak, sanitasi, stunting, WASH
PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI TERKAIT MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) MELALUI EDUKASI DAN HANDS-ON-ACTIVITY PADA KADER DAN NON-KADER Qonita Rachmah; Lailatul Muniroh; Atmaka Dominikus Raditya; Fitria Anisa Lailatul; Pratiwi Azizah Ajeng; Agustin Asri Meidyah; Nastiti Aliffah Nurria; Arum Damar Aditya Bayu Sukma; Helmyati Siti; Wigati Maria
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.47-52

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang optimal merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, edukasi pasrtisipatif terkait MPASI, terutama pada kader perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pemberian MPASI yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi gizi yang bersifat partisipatif dengan hands-on-activity terhadap peningkatan pengetahuan pada kelompok kader dan non-kader. Studi ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pre-post test pada total 128 subjek yang dipilih secara purposif. Pendidikan gizi dilakukan melalui edukasi konvensional terkait dengan stunting dan MPASI lalu diikuti dengan demo masak MPASI sebagai bagian hands-on-activity. Pengetahuan dinilai dengan kuesioner berisi 15 pertanyaan yang diisi sebelum dan selesai edukasi gizi partisipatif. Data kemudian di analisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan secara total, skor pengetahuan terkait MPASI meningkat dari 9,55+1,9 menjadi 10,40+1,5 (Pvalue < 0,000). Dengan analisis terpisah, hasil yang sama ditunjukkan pada kelompok kader dan non-kader, dimana skor pengetahuan sebelum dan setelah edukasi gizi mengalami peningkatan yang signifikan (8,47+1,6 menjadi 9,73+1,1 pada kelompok kader vs 10,22+1,9 menjadi 10,81+1,6 pada kelompok non-kader; Pvalue<0,000). Jika dibandingkan antara kedua kelompok, ternyata kelompok kader memiliki rata-rata peningkatan skor pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok non-kader (1,2 vs 0,6;Pvalue = 0,017). Penelitian ini menunjukkan dua hal penting, pertama adalah edukasi konvensional dan hands-on-activity terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan baik pada kelompok kader maupun non-kader; kedua, kelompok kader memiliki skor pengetahuan lebih tinggi dibandingkan non-kader. Kader posyandu memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat ditingkatkan potensinya dalam mengedukasi masyarakat sehingga edukasi serupa dapat dilakukan dengan cakupan kader yang lebih luas.
Co-Authors Abd Rahim, Nurul Ain binti Abdul-Mumin, Khadizah Abidah, Nisrina Ade Lia Ramadani Ade Lia Ramadani Agustin Asri Meidyah Agustin, Asri Meidyah Alfin Lailatul Fadilah Ali Iqbal Tawakal Alifah Nurria Nastiti Aliffah Nurria Nastiti Alma Feriyanti Alvia Anggreini Andian Shodiq Angelica, Neffa Syavella Anggreini Setyaningrum, Alvia Anindya, Faradhila Anisa Lailatul Fitria Anisa Lailatul Fitria Anni Syntya Annis Catur Adi Annisa Lutfiah Ardya R. Sutoyo, Deandra Arnesya, Nadhifa Aulia Arum Damar Aditya Bayu Sukma Asri Meidyah Agustin Asri Meidyah Agustin Asri Meidyah Agustin Asri Meidyah Agustin Atika Anif Prameswari Azhar, Mohamad Azizah Ajeng Pratiwi Azizah Ajeng Pratiwi Azzahra, Aprillia Azzahra, Callista Naurah Bian Shabri Putri Irwanto Cindra Tri Yuniar Damai Arum Pratiwi Dayyan Fathiyyah Deandra Ardya Regitasari Sutoyo Deandra Ardya Sutoyo Deandrya Ardya R. Sutoyo Dewi, Hikmiyah Harisma Dhorta, Nandia Firsty Endang Dwiyanti erdayanti, fansurina yuli Fahruli Fatma Hastiti Fajar Ningsih, Windi Indah Farahul Jannah Farapti Farapti Fatqiatul Wulandari Febrianto, Eka Cahya Fikri, Muhammad Nabil Fitria, Anisa Lailatul Fitria, S.Gz, M.Sc, Anisa Lailatul Haidar Ita Salwa Halim, Mohamad Haliman, Chika Dewi Hargiyanto, Ernadila Diasmarani Hario Megatsari Haryana, Nila Reswari Hasmar Fajrina Heri Purnama Pribadi Ira Nurmala Irpan Nurhakim Irwansyah, Pindi Dwi Ismail, Wan Ismahanisa Istiqomah, Finda Jannah, Sa’idah Zahrotul Kagawa, Masaharu Keah, Lee Siew Khoiroh, Mawadatul Khoiroh, Mawadhatul Kirana Dwiyanti Prasetyo Kusuma, Ardyanisa Raihan Kusumawardhani, Mahda Putri Lailatul Muniroh Larasati, Destania Kinthan Lilis Sulistyorini Lisandra Maria G. B. Sidabutar Mahmud Aditya Rifqi Maryam Jamilah Mat Yasin, Azwa binti Melania Rahadiyanti Minarni Wartiningsih Mohamad Shariff, Mohamad Halim bin Mohd Fitri, Muhammad Firdaus bin Mohd Noor, Mohamad Azhar bin Mohd Shahid, Nadiatul Syima Mulia, Shinta Arta Nabila Mutia Rahma Nafiatus Sintya Deviatin Nanang Tri Wahyudi Nastiti, Aliffah Nurria Nastiti, Aliffah Nurria Ni Njoman Juliasih Nor, Norfezah Md Norfezah Md Nor Permatasari, Fitiara Indah Pradnyaparamita, Alya Pratiwi Azizah Ajeng Pratiwi, Azizah Ajeng Prianto, Muh. Agus Purwandini, Septiana Putri, Sheila Amara Putriliana, Salma Chesa Rachmah, Qonita Rachmahnia Pratiwi Rahman, Andi Suci Rahmawati, Anisah Firdaus Rahmawati, Anisah Firdausi Rakhmad, Amanda Fharadita Olivia Ramadhan, Sasha Anggita Rao, Rishan Rao al Morgan Ratna Dwi Puji Astuti Ratna Kuatiningsari Relawantria Harlianti Rian Diana Rian Diana Rian Diana Riska Fitriani Risnukathulistiwi Maghribi Roshida, Devy Syanindita Rozlan, Muhammad Syahmi bin Sabri, Nurhidayah binti Sahila, Nur Salsabila, Qizza Setyo Utami Wisnusanti Shahid, Nadiatul Syima Mohd Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Silvia Alfinnia Simangunsong, Tiara Tivany Siti Helmyati Siti Rahayu Nadhiroh Sri Widati Stefania Widya Setyaningtyas Tajuddin, Rosnida binti Talib, Siti Salwa binti Tawakal, Ali Iqbal Trias Mahmudiono Triska Susila Nindya Ulfah, Zakiyyah Vidianinggar, Mutiara Arsya Wijanarko Widayani, Soraya Tri Wigati Maria Wijanarko, Mutiara Arsya Windi Indah Fajar Ningsih Wulandari, Fatqiatul Yulianti Wulan Sari Yunianto, Andi Eka Zebadia, Eurika