Claim Missing Document
Check
Articles

Norma dan Etika dalam Marhata Sinamot pada Pernikahan Batak Toba Naibaho, Dewes Agustina; Pasaribu, Niken Kirey; Sihombing, Patar Kristian; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marhata Sinamot adalah salah satu tradisi penting dalam pernikahan adat Batak Toba yang berfungsi sebagai forum diskusi formal antara keluarga calon pengantin pria dan wanita untuk mencapai kesepakatan terkait pelaksanaan pernikahan, terutama mengenai mahar (sinamot). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan, norma, dan etika yang terkandung dalam tradisi Marhata Sinamot. Dengan menggunakan metode deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa setiap tahapan dalam Marhata Sinamot dari Marhori-hori dingding, Marhusip, hingga Pasahat Sinamot mengandung norma kesopanan, keadilan, keterbukaan, dan penghormatan, serta etika komunikasi, kejujuran, dan kebersamaan. Tradisi ini tidak hanya merupakan praktik adat, tetapi juga representasi nilai-nilai luhur masyarakat Batak Toba yang tetap relevan dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah perubahan zaman. Marhata Sinamot memperlihatkan bagaimana adat dan budaya mampu menjadi pengikat sosial serta simbol identitas budaya yang kokoh.
Nilai Pendidikan Pada Gondang Naposo Etnik Batak Toba Kajian Kearifan Lokal Siallagan, Intan Putri; Saragi, Mery Grace Jenita; Sekali, Emmya Kristina Br Karo; Siregar, Helda; Sitorus, Oliviya Sera; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam artikel ini membahas tradisi nilai pendidikan Gondang Naposo pada etnik Batak Toba kajian kearifan lokal. Gondang Naposo merupakan salah satu tradisi masyarakat Batak Toba yang sudah dikenalkan oleh nenek moyang sejak dahulu, dan merupakan tradisi yang dianggap unik. Tradisi ini merupakan sarana untuk membangun hubungan antara muda-mudi dan membantu para muda-mudi dalam mencari jodoh. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik analisis data yang dipakai adalah survei literatur melalui buku pendukung dan sumber data berasal dari beberapa artikel ilmiah yang ada di Google Scholar. Analisis dilakukan melalui analisis tematik, yang membantu memahami dan memahami data yang diperoleh dari analisis dokumen artikel ilmiah. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya tujuh tahapan dalam tradisi Gondang Naposo yaitu tahap martonggo raja, tahap ritual gondang joujou, tahap gondang mula-mula, tahap gondang somba-somba, tahap gondang liat, tahap gondang olopolop, tahap gondang sitio-tio. Sedangkan nilai-nilai pendidikan Gondang Naposo yaitu yaitu nilai agama, nilai sejarah, nilai sosial.
Representasi Etika dan Norma Pada Nilai Kesopanan dalam Tradisi Patio Baba Ni Mual Etnik Batak Toba: Kajian Kearifan Lokal Siahaan, Wahyu Satria Boy; Tarigan, Sarah Nathasia Br; Aritonang, Rebecca Saulina; Panjaitan, Santi Monica Entelina; Giawa, Puji Syukur; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Patio Baba Ni Mual adalah adat-istiadat masyarakat Batak Toba yang wajib dilaksanakan jika seorang laki-laki Batak ingin menikah, apalagi jika ia tidak menikahi pariban (putri dari paman) nya. Sehingga ia harus melakukan adat Patio Baba Ni Mual ini dengan tujuan untuk meminta doa dan restu kepada tulang (paman/saudara laki-laki ibu) nya dengan membawa makanan sebagai bentuk rasa hormat. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif dengan pemerolehan data adalah sumber data sekunder yang diperoleh melalui kajian kepustakaan atau dengan menggunakn referensi dari jurnal-jurnal terdahulu yang memiliki relevansi dengan penelitian ini. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik dengan pedekatan deskriptif, di mana peneliti akan menjabarkan data penelitian dengan penjabaran teks dan penarikan simpulan. Penelitian ini bermanfaat sebagai informasi dan pengetahuan kepada masyarakat khususnya suku Batak Toba terutama generasi muda yang lahir dan besar di perkotaan agar tetap menjaga dan melestarikan tradisi budaya etnik sendiri.
Leksikon -Leksikon dalam Permainan Tradisional Simalungun : Kajian Ekolinguistik Purba, Asriaty R; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan leksikon-leksikon yang terdapat dalam permainan tradisional masyarakat Simalungun. Melalui pendekatan ekolinguistik, penelitian ini menganalisis hubungan antara bahasa dan lingkungan sosial budaya masyarakat Simalungun yang tercermin dalam permainan tradisional. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan adalah teknik catat merujuk pada metode yang dikemukakan oleh Sudaryanto ( 1993). Adapun teori yang digunakan adalah teori Chaer yang mengatakan bahwa dalam leksikon terdapat beberapa kelas kata kerja yaitu kata benda,kata sifat dan kata bilangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon dalam permainan tradisional Simalungun tidak hanya sebatas kata, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, pengetahuan lokal, dan kearifan lokal masyarakat Simalungun. Hasil penelitian ini ditemukan 29 leksikon dalam 9 permainan tradisional masyarakat Simalungun.
Legenda Hau Sisada-Sada di Desa Tapian Nauli Tolu : Kajian Folklor Silaban, Robin M; Herlina, Herlina; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Legenda Hau Sisada-sada di Desa Tapian Nauli : Kajian Folklor”, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dan fungsi dari legenda Hau Sisada-sada. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian lapangan dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori struktur yang dikemukakan oleh Nurgiantoro dan Teori fungsi yang di kemukakan oleh W.R Bascom. Tema dalam legenda ini adalah “Cinta terlarang”. Seorang raja yang jatuh cinta kepada seorang perempuan yang masih ada ikatan keluarga. Alur yang digunakan dalam legenda ini adalah Alur maju mundur. Latar/setting yang terdapat pada legenda yaitu: Latar tempat meliputi: Desa Parpatihan Kecamatan Sipahutar, Parembasan Aek Nauli Parpatihan, Harangan (hutan), . Latar waktu yaitu: Pada tahun 1600, pada zama dahulu dan malam hari. Perwatakan dalam legenda Hau Sisada-sada yaitu: Pangumban Bosi Simanjuntak (Patuh terhadap adat istiadat), Sarmina Gokmauli (Keras kepala), Raja Padoha Manalu (Suka memaksakan kehendak), Ompung Parmoncat Babiat (Baik), Marga Sembiring (Mementingkan diri sendiri). Sudut pandang yang digunakan penulis adalah sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa menggunakan gaya bahasa Sarkasme yaitu gaya bahasa yang bersifat menyakiti hati, kasar, dan keras. Amanat dalam legenda Hau Sisada-sada yakni: Jangan terlalu memaksakan kehendak, Pentingnya memastikan sebuah tindakan karena jika ceroboh akan menimbulkan malapetaka. Fungsi folklor dari legenda Hau Sisada-sada yaitu: Sebagai sistem proyeksi, Sebagai alat pendidikan, Alat penekan atau pemaksa perilaku masyarakat dan pengendalian masyarakat
Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Ibana Manang Ahu Karya Anak Pakkat: Kajian Pragmatik Simbolon, Marta Enjelina; Tampubolon, Flansius; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat pada percakapan dalam film Ibana Manang Ahu karya Anak Pakkat dan Mendeskripsikan fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Ibana Manang Ahu karya Anak Pakkat. Metode Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah data tulis yang berupa tuturan-tuturan didalamnya terdapat bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi. Metode simak dalam penelitian ini menggunakan metode lainnya berupa metode atau teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis dialog maka disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur yang paling dominan adalah tindak tutur direktif dan fungsi paling dominan adalah fungsi meminta dan mengajak. Temuan ini mencerminkan variasi cara karakter berkomunikasi dalam berbagai konteks social dan emosional yang tercermin dalam film, yang memperkaya pemahaman tentang peran tindak tutur dalam kontruksi naratif dan interaksi antartokoh. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Ibana Manang Ahu memainkan peran penting dalam menciptakan dinamika percakapan dan pengembangan karakter, serta mengungkap beragam tujuan komunikatif dalam interaksi tokoh-tokoh di dalamnya.
" Upaya Membina Keharmonisan dan Tinggalkan Perundungan (Bullying)" dalam Penyuluhan bagi Siswa Sekolah Dasar 091323 di Desa Merek Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius; Purba, Asriaty R; Mulyani, Rozanna; Naiborhu, Torang; Fadlin, Fadlin; Sibarani, Tomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini mengkaji upaya pencegahan bullying melalui program penyuluhan yang komprehensif di Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Dengan menggabungkan kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan sosial, dan dukungan psikologis, diharapkan dapat tercipta suasana sekolah yang harmonis dan bebas dari bullying." Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan yang melibatkan seluruh komponen sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa. Penelitian ini bertujuan juga untuk mengukur efektivitas program penyuluhan dalam membina keharmonisan dan mencegah bullying di kalangan siswa Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya, Kabupaten Simalungun. Melalui pendekatan yang menekankan pada pembentukan karakter positif, empati, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif, diharapkan siswa dapat membangun relasi yang sehat dan menghindari perilaku perundungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, role-playing, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap positif siswa terhadap teman sebaya serta penurunan insiden bullying. Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya menjadi sasaran penelitian ini dengan fokus pada pencegahan bullying. Program penyuluhan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pembentukan kelompok dukungan sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak sangat penting dalam menciptakan perubahan positif dan mengurangi kejadian bullying di sekolah."
PERKEMBANGAN MARGA SOLIN KE TANAH ALAS : KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Sihombing, Martin Roberto; Tampubolon, Flansius
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.944 KB) | DOI: 10.55123/sabana.v1i2.948

Abstract

This article is entitled Development of the Solin Clan to Tanah Alas: A Study of Literary Sociology. Problem  in this study are the intrinsic elements of the development of the Solin clan to the land of Alas, the values ​​of  sociology of literature contained in the development of the Solin clan to Tanah Alas and its views  the community towards the development of the Solin clan to Tanah Alas. The Development of the Solin Ke . Clan  Tanah Alas is a form of story owned by the Pakpak Batak community, which  precisely located in Mahala Village, Tinada District, Pakpak Bharat Regency. As for the purpose of the article  The following describes the sociological literary values ​​of the development of the Solin Ke Tanah clan:  pedestal. The arrangement of stories and events that occur in the folklore of the development of the Solin clan  Ketanah Alas is structured and translated into a story and explores cultural values  inside it. The method used to analyze the research problem is the method  descriptive with field research techniques. This study uses the theory of sociology of literature. Results  research from this article found the sociological values ​​in the story of the development of clans  Solin Ke Tanah Alas, namely the Kinship System, Responsibility, Please Help, Compassion,  Opposition, Religion/Belief, Health, Knowledge System, Livelihood System, and  Art. And have a public view of the development of the Solin clan to Tanah Alas  is a folk tale that is relevant to the people of Mahala Village in terms of patterns  community life in the past. Based on the results of the study, it was concluded that  According to the local community, their ancestors believed in the miracles found in  The Puak Pakpak tribe, but this Mahala village community no longer believes in this  with the reason that religion has emerged into the Batak community so that it forgets belief  to the living things around them
Gorga Carving Art is A Creative Product of Economic Value to Increase Youth Production in Pansur Napitu Village, Siatas Barita District, North Tapanuli Regency Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.50871

Abstract

This dedication aims to overcome the decline in youth's interest and understanding of gorga carving in Pansur Napitu Village and develop the economic potential of traditional art. This decline in interest is due to a lack of knowledge, skills, and understanding of the economic value of gorga carving. This proposal will actively engage youth through training and empowerment programs. Training will focus on an introduction to gorga carving, carving techniques, and the application of creative design. Youth will be given knowledge about cultural values, history, and the importance of preserving the art of gorga carving. In addition, youth will be trained in aspects of product development and marketing. They will be taught about the use of quality materials, the development of attractive designs, and effective marketing strategies. With this understanding, the youth in Pansur Napitu Village will be able to produce gorga carving products that have high economic value. In implementing the program, cooperation with local governments, cultural institutions, and creative industry players will be a key factor. Support and synergy with related parties will facilitate access to resources, market opportunities, and networks that can support the development of gorga carving products, Program evaluation and monitoring will be carried out regularly to measure the success and impact that has been achieved. With effective training and empowerment, it is expected that the youth's interest in gorga carving will increase, their skills will be improved, and creative products of economic value will be produced, thus having a positive impact on the youth and the Pansur Napitu Village community.
Internationalization of Ethical Values in Toba Batak Ceremonies: An Anthroplinguistic Perspective Siregar, Arjuna Junifer; Tampubolon, Flansius; Situmorang, Rahel Theresia Rodame; Tifany
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 6 (2025): November 2025
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v4i6.978

Abstract

This study aims to examine the process of internalization of ethical values in Toba Batak traditional ceremonies through an anthropolinguistic approach. Traditional ceremonies are symbolic spaces where language, ritual actions, and kinship relations interact and represent cultural values. This study employed a descriptive qualitative method, with data collection techniques involving analysis of ritual texts used in various ceremonies, such as mangulosi, mangarapot, and mangulosi boru. The results show that ethical values such as somba marhula-hula, manat mardongan tubu, and elek marboru are internalized through traditional speech, kinship arrangements, and material symbols used in ceremonial processions. The anthropolinguistic analysis indicates that ritual language functions not only as a means of communication but also as a mechanism for reinforcing social norms passed down through generations. Furthermore, the internalization of ethical values in the younger generation occurs through the repetition of traditional language formulas, the strengthening of the role of Dalihan Na Tolu in the social structure, and direct participation in family ritual processions. This research confirms that Toba Batak traditional ceremonies serve a crucial role as a medium for the reproduction of moral and ethical values, as well as an instrument for preserving cultural identity amidst the tide of modernization. These findings contribute to the development of anthropolinguistic studies and a deeper understanding of the relationship between language, culture, and ethics in Toba Batak society. 
Co-Authors Aritonang, Rebecca Saulina Asriaty R Purba Baharuddin Baharuddin Barus, Asni Batubara, Monica Uli Batubara, Monika Uli Br Karo Sekali, Emmya kristina BrSimatupang, Nori Marta Marselina Damanik, Oleg Isuando David Kristopani Marpaung Depari, Edi Elena Simatupang Entelina, Santi Monica Fadlin Fadlin Gaol, Zacklyn Dwi Vanesa Imanuela Lumban Giawa, Puji Syukur Gultom, Frendy Hendrico Harefa, Evelina Herlina Herlina Hutagalung, Adreas Hutagalung, Andreas Hutagalung, Irfan Hamonangan Hutauruk, Febri Ola Indah Agita Saragih Indah Sari Jamorlan Siahaan Jekmen Sinulingga Jonathan Liviera Marpaung Judika Panggabean Krista Dayanti Hutasoit Ma Samuel Rt Simanjuntak Malau, Sarah Porman Hatioan Marcelina Manulang, Doan Manullang, Doan Yohannes Manurung, Lasmaria Manurung, Yohana Afriani Marpaung, Jonathan Halomoan Meutia, Amalia Naibaho, Dewes Agustina Pakpahan, Hod Burju Pandiangan, Johannes Pangaribuan, Dion Nardi Panjaitan, Novita Marlina Panjaitan, Santi Monica Entelina Pasaribu, Jefri Harniko Pasaribu, Niken Kirey Patricia, Marissa Libry Pollatu, Maurits Junard Purba, Roma Hotni Uhur Ramlan Damanik Risdo Saragih Robert Sibarani, Robert Rozanna Mulyani Saing, Filemon Anthony Saragi, Mery Grace Jenita Saragih, Cristien Oktaviani Saragih, Dinda Apriani Sekali, Emmya Kristina Br Karo Sembiring, Sugihana Siahaan, Jamorlan Siahaan, Wahyu Satria Boy Siallagan, Intan Putri Sianipar, Trynanda Sibarani, Tidora Putri Sigiro, Dony Sigiro, Triputri Sihombing, Martin Roberto Sihombing, Patar Kristian Sihotang, Alexander Sijabat, Anggun Yuni Sarah Silaban, Ridho Wahyu Silaban, Ridho Wahyu C. Silaban, Robin M Simamora, Devina C Simamora, Yustina Jindi Lusmiran Simanjuntak, Elisa Simanjutak, Sadrak Simarmata, Murni Simarmata, Tioara Monika Simbolon, Efran Jonathan Simbolon, Marta Enjelina Simbolon, Selvi Sinaga, Lastiur Sinaga, Regina Sinar Indra Kesuma Sinulingga, Samerdanta Siregar, Arjuna Junifer Siregar, Eka Silviana Siregar, Helda Sitanggang, Basri Natan Sitompul, Yulia Saftania Sitorus, Oliviya Sera Sitorus, Revi Angel Sonata Situmorang, Putri Adelina Br Situmorang, Rahel Theresia Rodame Tambunan, Abel Tambunan, Abel Rotua Tambunan, Wati Tampubolon, David Hasudungan Tarigan, sarah nathasia Tarigan, Sarah Nathasia Br Tarigan, Sarah Nathasia Br. Tifany Togatorop, Julhayati Tomson Sibarani Torang Naiborhu Toruan, Khaterine A. Lumban Warisman Sinaga Zalukhu, Esther Ria Zul Fahmi, Lisan Shidqi