Claim Missing Document
Check
Articles

Leksikon -Leksikon dalam Permainan Tradisional Simalungun : Kajian Ekolinguistik Purba, Asriaty R; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan leksikon-leksikon yang terdapat dalam permainan tradisional masyarakat Simalungun. Melalui pendekatan ekolinguistik, penelitian ini menganalisis hubungan antara bahasa dan lingkungan sosial budaya masyarakat Simalungun yang tercermin dalam permainan tradisional. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan adalah teknik catat merujuk pada metode yang dikemukakan oleh Sudaryanto ( 1993). Adapun teori yang digunakan adalah teori Chaer yang mengatakan bahwa dalam leksikon terdapat beberapa kelas kata kerja yaitu kata benda,kata sifat dan kata bilangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon dalam permainan tradisional Simalungun tidak hanya sebatas kata, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, pengetahuan lokal, dan kearifan lokal masyarakat Simalungun. Hasil penelitian ini ditemukan 29 leksikon dalam 9 permainan tradisional masyarakat Simalungun.
Legenda Hau Sisada-Sada di Desa Tapian Nauli Tolu : Kajian Folklor Silaban, Robin M; Herlina, Herlina; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Legenda Hau Sisada-sada di Desa Tapian Nauli : Kajian Folklor”, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dan fungsi dari legenda Hau Sisada-sada. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian lapangan dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori struktur yang dikemukakan oleh Nurgiantoro dan Teori fungsi yang di kemukakan oleh W.R Bascom. Tema dalam legenda ini adalah “Cinta terlarang”. Seorang raja yang jatuh cinta kepada seorang perempuan yang masih ada ikatan keluarga. Alur yang digunakan dalam legenda ini adalah Alur maju mundur. Latar/setting yang terdapat pada legenda yaitu: Latar tempat meliputi: Desa Parpatihan Kecamatan Sipahutar, Parembasan Aek Nauli Parpatihan, Harangan (hutan), . Latar waktu yaitu: Pada tahun 1600, pada zama dahulu dan malam hari. Perwatakan dalam legenda Hau Sisada-sada yaitu: Pangumban Bosi Simanjuntak (Patuh terhadap adat istiadat), Sarmina Gokmauli (Keras kepala), Raja Padoha Manalu (Suka memaksakan kehendak), Ompung Parmoncat Babiat (Baik), Marga Sembiring (Mementingkan diri sendiri). Sudut pandang yang digunakan penulis adalah sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa menggunakan gaya bahasa Sarkasme yaitu gaya bahasa yang bersifat menyakiti hati, kasar, dan keras. Amanat dalam legenda Hau Sisada-sada yakni: Jangan terlalu memaksakan kehendak, Pentingnya memastikan sebuah tindakan karena jika ceroboh akan menimbulkan malapetaka. Fungsi folklor dari legenda Hau Sisada-sada yaitu: Sebagai sistem proyeksi, Sebagai alat pendidikan, Alat penekan atau pemaksa perilaku masyarakat dan pengendalian masyarakat
Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Ibana Manang Ahu Karya Anak Pakkat: Kajian Pragmatik Simbolon, Marta Enjelina; Tampubolon, Flansius; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat pada percakapan dalam film Ibana Manang Ahu karya Anak Pakkat dan Mendeskripsikan fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Ibana Manang Ahu karya Anak Pakkat. Metode Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah data tulis yang berupa tuturan-tuturan didalamnya terdapat bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi. Metode simak dalam penelitian ini menggunakan metode lainnya berupa metode atau teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis dialog maka disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur yang paling dominan adalah tindak tutur direktif dan fungsi paling dominan adalah fungsi meminta dan mengajak. Temuan ini mencerminkan variasi cara karakter berkomunikasi dalam berbagai konteks social dan emosional yang tercermin dalam film, yang memperkaya pemahaman tentang peran tindak tutur dalam kontruksi naratif dan interaksi antartokoh. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Ibana Manang Ahu memainkan peran penting dalam menciptakan dinamika percakapan dan pengembangan karakter, serta mengungkap beragam tujuan komunikatif dalam interaksi tokoh-tokoh di dalamnya.
" Upaya Membina Keharmonisan dan Tinggalkan Perundungan (Bullying)" dalam Penyuluhan bagi Siswa Sekolah Dasar 091323 di Desa Merek Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius; Purba, Asriaty R; Mulyani, Rozanna; Naiborhu, Torang; Fadlin, Fadlin; Sibarani, Tomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini mengkaji upaya pencegahan bullying melalui program penyuluhan yang komprehensif di Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Dengan menggabungkan kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan sosial, dan dukungan psikologis, diharapkan dapat tercipta suasana sekolah yang harmonis dan bebas dari bullying." Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan yang melibatkan seluruh komponen sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa. Penelitian ini bertujuan juga untuk mengukur efektivitas program penyuluhan dalam membina keharmonisan dan mencegah bullying di kalangan siswa Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya, Kabupaten Simalungun. Melalui pendekatan yang menekankan pada pembentukan karakter positif, empati, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif, diharapkan siswa dapat membangun relasi yang sehat dan menghindari perilaku perundungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, role-playing, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap positif siswa terhadap teman sebaya serta penurunan insiden bullying. Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya menjadi sasaran penelitian ini dengan fokus pada pencegahan bullying. Program penyuluhan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pembentukan kelompok dukungan sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak sangat penting dalam menciptakan perubahan positif dan mengurangi kejadian bullying di sekolah."
PERKEMBANGAN MARGA SOLIN KE TANAH ALAS : KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Sihombing, Martin Roberto; Tampubolon, Flansius
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.944 KB) | DOI: 10.55123/sabana.v1i2.948

Abstract

This article is entitled Development of the Solin Clan to Tanah Alas: A Study of Literary Sociology. Problem  in this study are the intrinsic elements of the development of the Solin clan to the land of Alas, the values ​​of  sociology of literature contained in the development of the Solin clan to Tanah Alas and its views  the community towards the development of the Solin clan to Tanah Alas. The Development of the Solin Ke . Clan  Tanah Alas is a form of story owned by the Pakpak Batak community, which  precisely located in Mahala Village, Tinada District, Pakpak Bharat Regency. As for the purpose of the article  The following describes the sociological literary values ​​of the development of the Solin Ke Tanah clan:  pedestal. The arrangement of stories and events that occur in the folklore of the development of the Solin clan  Ketanah Alas is structured and translated into a story and explores cultural values  inside it. The method used to analyze the research problem is the method  descriptive with field research techniques. This study uses the theory of sociology of literature. Results  research from this article found the sociological values ​​in the story of the development of clans  Solin Ke Tanah Alas, namely the Kinship System, Responsibility, Please Help, Compassion,  Opposition, Religion/Belief, Health, Knowledge System, Livelihood System, and  Art. And have a public view of the development of the Solin clan to Tanah Alas  is a folk tale that is relevant to the people of Mahala Village in terms of patterns  community life in the past. Based on the results of the study, it was concluded that  According to the local community, their ancestors believed in the miracles found in  The Puak Pakpak tribe, but this Mahala village community no longer believes in this  with the reason that religion has emerged into the Batak community so that it forgets belief  to the living things around them
Gorga Carving Art is A Creative Product of Economic Value to Increase Youth Production in Pansur Napitu Village, Siatas Barita District, North Tapanuli Regency Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.50871

Abstract

This dedication aims to overcome the decline in youth's interest and understanding of gorga carving in Pansur Napitu Village and develop the economic potential of traditional art. This decline in interest is due to a lack of knowledge, skills, and understanding of the economic value of gorga carving. This proposal will actively engage youth through training and empowerment programs. Training will focus on an introduction to gorga carving, carving techniques, and the application of creative design. Youth will be given knowledge about cultural values, history, and the importance of preserving the art of gorga carving. In addition, youth will be trained in aspects of product development and marketing. They will be taught about the use of quality materials, the development of attractive designs, and effective marketing strategies. With this understanding, the youth in Pansur Napitu Village will be able to produce gorga carving products that have high economic value. In implementing the program, cooperation with local governments, cultural institutions, and creative industry players will be a key factor. Support and synergy with related parties will facilitate access to resources, market opportunities, and networks that can support the development of gorga carving products, Program evaluation and monitoring will be carried out regularly to measure the success and impact that has been achieved. With effective training and empowerment, it is expected that the youth's interest in gorga carving will increase, their skills will be improved, and creative products of economic value will be produced, thus having a positive impact on the youth and the Pansur Napitu Village community.
TAMBAR 'KUNING' SEBAGAI REPRESENTASI EKOLOGIS DALAM BUDAYA BATAK KARO: KAJIAN EKOLINGUISTIK Br Karo Sekali, Emmya Kristina; Herlina, Herlina; Sinulingga, Jekmen; Damanik, Ramlan; Tampubolon, Flansius
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 4 (2025): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v6i4.2033

Abstract

This study aims to examine tambar kuning, a traditional medicine in the Batak Karo community, as an ecological representation through an ecolinguistic approach. Tambar kuning consists of two main types: kuning melas (hot balm) and kuning mbergeh (cold balm), each used according to bodily conditions and environmental factors. The research was conducted in Gurusinga Village, Karo Regency, using a descriptive qualitative method. Data were obtained through observation, interviews, and literature study. The findings show that tambar kuning not only functions as a healing agent but also reflects the Karo people's local knowledge in utilizing natural resources. Its composition is based on local flora, selected for their warming or cooling effects. This practice demonstrates a strong interrelation between language, culture, and ecology. Furthermore, the lexical items related to tambar kuning serve as verbal representations of the community's ecological knowledge system. The study concludes that tambar kuning is an intangible cultural heritage containing ecological and linguistic values that should be preserved as part of the collective identity of the Karo people.
Representasi Ekologis dalam Tradisi Tawar Penggel (Pengobatan Patah Tulang) Etnik Batak Karo: Suatu Kajian Ekolinguistik Tarigan, Sarah Nathasia; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 7 No 2 (2025): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v7i2.479

Abstract

This study examines the practice of Tawar Penggel as a traditional healing system of the Batak Karo community in North Sumatra, in the form of a herbal oil remedy (minak) made from 28 local plant species used to treat bone fractures and musculoskeletal disorders. The research employs a descriptive qualitative method through participatory observation, in-depth interviews, and field documentation conducted in Suka Julu Village, Karo Regency. The findings indicate that the practice of Tawar Penggel is still actively preserved by the Batak Karo community in Suka Julu Village, Berastagi District, Karo Regency. The practice involves 28 local plant species as the main ingredients in the preparation of minak, including leaves, roots, stems, tubers, sap, and spices. All materials are sourced from the surrounding environment, both from wild-growing plants and those cultivated in a simple manner by the community. This study contributes to the documentation of local wisdom and the development of ecolinguistic studies grounded in tradition and environmental context.
Penguatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Aksara Batak Toba Berbasis Praktik Interaktif Bagi Siswa Sekolah Dasar di SD Swasta HKBP Padang Bulan Medan Tomson Sibarani; Herlina; Jekmen Sinulingga; Flansius Tampubolon
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.923

Abstract

Literasi budaya merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar untuk memperkuat identitas budaya peserta didik di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi digital. Salah satu bentuk literasi budaya yang perlu dilestarikan adalah kemampuan mengenal dan menggunakan aksara daerah sebagai warisan budaya bangsa. Aksara Batak Toba merupakan sistem tulisan tradisional masyarakat Batak yang memiliki nilai historis, linguistik, dan budaya yang tinggi. Namun, pengetahuan generasi muda terhadap aksara Batak semakin menurun akibat dominasi penggunaan aksara Latin dan terbatasnya pembelajaran budaya lokal di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi budaya siswa melalui pembelajaran aksara Batak Toba berbasis praktik interaktif di SD Swasta HKBP Padang Bulan Medan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik terbimbing, permainan edukatif, dan evaluasi pembelajaran. Kegiatan melibatkan siswa sekolah dasar sebagai peserta dengan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah, fungsi, dan bentuk aksara Batak Toba. Siswa mampu mengenali huruf dasar, menuliskan nama sendiri, membaca kata sederhana, serta menunjukkan sikap positif terhadap pelestarian budaya daerah. Metode pembelajaran interaktif terbukti mampu meningkatkan partisipasi, antusiasme, dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, pembelajaran aksara Batak Toba berbasis praktik interaktif efektif dalam memperkuat literasi budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran pelestarian warisan budaya lokal pada siswa sekolah dasar.
Representasi Ilokusi dalam Tradisi Mangupa pada Horja Godang Etnis Batak Angkola: Telaah Pragmatik Dewes Agustina Naibaho; Warisman Sinaga; Jekmen Sinulingga; Flansius Tampubolon; Asriaty r Purba
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the representation of illocutionary speech acts in the Mangupa tradition during the Horja Godang ceremony of the Batak Angkola community. Mangupa is a verbal expression of blessings and hopes delivered by traditional leaders within the sacred context of customary rituals. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing observation, interviews, and documentation methods. Data analysis is based on Searle's theory of illocutionary acts, which includes five categories: representative, directive, expressive, commissive, and declarative. The findings show that the utterances in Mangupa contain various types of illocutionary acts functioning to guide, bless, and affirm social status within the community. These utterances not only carry linguistic meaning but also hold social and cultural power that reinforces the value system of the Batak Angkola people. Furthermore, the structure of Mangupa utterances is highly influenced by customary norms and the Dalihan Na Tolu principle. This study confirms that the Mangupa tradition is a complex form of indigenous communication practice that embodies noble values. It contributes to the development of culturally-based pragmatic studies and supports the preservation of Indonesia’s oral cultural heritage.
Co-Authors Aritonang, Rebecca Saulina Asriaty R Purba Baharuddin Baharuddin Barus, Asni Batubara, Monica Uli Batubara, Monika Uli Br Karo Sekali, Emmya kristina BrSimatupang, Nori Marta Marselina Damanik, Oleg Isuando David Kristopani Marpaung Depari, Edi Dewes Agustina Naibaho Elena Simatupang Entelina, Santi Monica Fadlin Fadlin Giawa, Puji Syukur Gultom, Frendy Hendrico Harefa, Evelina Herlina Herlina Herlina Hutagalung, Adreas Hutagalung, Andreas Hutagalung, Irfan Hamonangan Hutauruk, Febri Ola Indah Agita Saragih Jamorlan Siahaan Jekmen Sinulingga Jekmen Sinulingga Jonathan Liviera Marpaung Judika Panggabean Krista Dayanti Hutasoit Ma Samuel Rt Simanjuntak Malau, Sarah Porman Hatioan Marcelina Manulang, Doan Manullang, Doan Yohannes Manurung, Lasmaria Meutia, Amalia Naibaho, Dewes Agustina Pandiangan, Johannes Panjaitan, Novita Marlina Panjaitan, Santi Monica Entelina Pasaribu, Jefri Harniko Pasaribu, Niken Kirey Patricia, Marissa Libry Pollatu, Maurits Junard Purba, Roma Hotni Uhur Ramlan Damanik Risdo Saragih Robert Sibarani, Robert Rozanna Mulyani Saing, Filemon Anthony Saragi, Mery Grace Jenita Saragih, Dinda Apriani Sekali, Emmya Kristina Br Karo Sembiring, Sugihana Siahaan, Jamorlan Siahaan, Wahyu Satria Boy Siallagan, Intan Putri Sianipar, Trynanda Sibarani, Tidora Putri Sigiro, Dony Sigiro, Triputri Sihombing, Martin Roberto Sihombing, Patar Kristian Sihotang, Alexander Silaban, Ridho Wahyu Silaban, Robin M Simamora, Devina C Simanjuntak, Elisa Simanjutak, Sadrak Simarmata, Tioara Monika Simbolon, Efran Jonathan Simbolon, Marta Enjelina Simbolon, Selvi Sinaga, Regina Sinar Indra Kesuma Sinulingga, Samerdanta Siregar, Eka Silviana Siregar, Helda Sitompul, Yulia Saftania Sitorus, Oliviya Sera Situmorang, Putri Adelina Br Tambunan, Abel Tambunan, Abel Rotua Tambunan, Wati Tampubolon, David Hasudungan Tarigan, sarah nathasia Tarigan, Sarah Nathasia Br Tarigan, Sarah Nathasia Br. Togatorop, Julhayati Tomson Sibarani Tomson Sibarani Torang Naiborhu Toruan, Khaterine A. Lumban Warisman Sinaga Zul Fahmi, Lisan Shidqi