Claim Missing Document
Check
Articles

Mengamati Keadaan Penduduk Lansia, Ciri-Ciri, dan Tugas Perkembangan Lansia melalui Kunjungan ke Rumah Lubis, Ramadan; Khairani, Isnanda Marsyah; Dabutar, Wulan Safhani; Purba, Syofia Nabila; Masitha, Nurul; May Putri, Fatimah Azzahra
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati secara langsung keadaan penduduk lanjut usia (lansia), mencermati ciri-ciri khas yang muncul pada masa lansia, serta memahami tugas-tugas perkembangan yang dijalani pada tahap kehidupan tersebut. Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan ke rumah salah satu lansia yang direkomendasikan oleh ketua RT setempat. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara ringan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik, kognitif, sosial-emosional, moral, psikologis, dan spiritual lansia. Hasil observasi menunjukkan bahwa lansia mengalami berbagai perubahan, Secara umum, lansia berusaha menjalani tugas-tugas perkembangan seperti penyesuaian diri terhadap perubahan peran sosial, penerimaan terhadap kondisi diri, serta peningkatan kedekatan spiritual. Melalui kunjungan ini, peneliti memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kehidupan lansia dan pentingnya peran lingkungan dalam mendukung kesejahteraan mereka.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 7 Tahun Kelas 2 SD Lubis, Ramadan; Amri, Amri; Febriyanti, Elisa; Permatasari, Lutfia; Harahap, Masbulan; Siregar, Nur Azizah
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa usia 7 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan anak karena menjadi tahap awal pendidikan dasar dengan peningkatan kemampuan fisik, kognitif, sosial, emosional, serta moral dan religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak kelas 2 SD melalui studi observasi terhadap seorang anak bernama Diana Angelia, berusia 7 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi langsung dan wawancara mendalam dengan orang tua serta observasi aktivitas anak di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diana memiliki perkembangan fisik yang baik dengan motorik kasar dan halus yang optimal, tinggi badan 125 cm dan berat 27 kg, perkembangan intelektual yang sesuai usia dengan kemampuan membaca, berhitung, dan mengikuti instruksi, serta perkembangan sosial dan emosional yang baik meskipun masih membutuhkan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri saat tampil di depan kelas. Selain itu, Diana menunjukkan perkembangan moral dan religius yang positif melalui kepatuhan pada aturan, perilaku empati, dan keteraturan dalam beribadah. Secara keseluruhan, perkembangan anak usia 7 tahun dapat berjalan optimal dengan dukungan lingkungan keluarga dan sekolah yang harmonis dan stimulatif.
Mengamati Kondisi Manula Melalui Kegiatan Home Visit Lubis, Ramadan; Aqilla, Dwi
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi manula (lanjut usia) merupakan fase kehidupan yang ditandai oleh perubahan menyeluruh pada aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Secara fisik, manula mengalami penurunan kekuatan tubuh dan fungsi pancaindra. Pada aspek kognitif, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi mulai menurun. Dari sisi emosional, muncul perasaan kesepian dan kebutuhan akan perhatian. Secara sosial, interaksi dengan lingkungan berkurang akibat keterbatasan fisik dan peran. Dalam aspek moral, manula cenderung melakukan refleksi diri dan menanamkan nilai-nilai kebajikan. Sementara itu, aspek spiritual semakin kuat dengan meningkatnya ibadah dan kedekatan dengan Tuhan. Artikel ini bertujuan menguraikan kondisi manula melalui kegiatan home visit sebagai upaya memahami kesejahteraan mereka secara holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home visit berperan penting dalam memahami kebutuhan manula serta menjadi sarana dukungan sosial dan emosional yang meningkatkan kesejahteraan lansia.
Peran Lingkungan Keluarga dan Sekolah Terhadap Perkembangan Anak Kelas 3 SD Lubis, Ramadan; Juliana, Juliana; Siregar, Nurul Syakirah; Nasution, Pebrijah; Fadhillah, Siti Azzuhra; Siregar, Raza
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan anak kelas 3 sekolah dasar merupakan proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, khususnya lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Pada usia 8–9 tahun, anak berada pada fase transisi menuju masa kanak-kanak madya yang ditandai dengan pesatnya perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan keluarga dan sekolah terhadap perkembangan anak kelas 3 SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara yang dilakukan di SD IT Al-Hijrah. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas 3 beserta orang tua dan guru sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berperan sebagai fondasi utama dalam pembentukan emosi, kemandirian, kebiasaan belajar, dan kepercayaan diri anak melalui pola asuh yang hangat dan dukungan belajar yang konsisten. Sementara itu, lingkungan sekolah berperan dalam mengembangkan kemampuan kognitif, sosial, moral, dan kreativitas anak melalui interaksi dengan guru, teman sebaya, serta pembiasaan kegiatan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara lingkungan keluarga dan sekolah sangat penting dalam mendukung perkembangan anak kelas 3 SD secara optimal dan holistik.
Pemenuhan Kebutuhan Manula Melalui Kunjungan Rumah Lubis, Ramadan; Putri, Nayla Zahara; Br Ginting, Rahma Yumna; Mahfuza, Nazwa; Nasution, Naila Rizki; Agusty, Ralfta Delvia
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penuaan membawa berbagai perubahan pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat memengaruhi kualitas hidup manula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan manula melalui pendekatan kunjungan rumah dengan studi kasus pada seorang lansia bernama Ibu Qomariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti nutrisi, kebersihan diri, dan kesehatan pada Ibu Qomariah tergolong cukup baik meskipun terdapat keterbatasan fisik berupa radang sendi dan gangguan penglihatan. Kebutuhan fungsional seperti mobilitas dan keamanan lingkungan rumah juga relatif terpenuhi dengan adanya penyesuaian aktivitas dan dukungan keluarga. Selain itu, kebutuhan sosial dan spiritual dapat terpenuhi melalui interaksi dengan keluarga, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta praktik ibadah yang disesuaikan dengan kondisi fisik. Secara keseluruhan, pemenuhan kebutuhan manula tidak hanya bergantung pada kondisi kesehatan, tetapi juga pada dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Pendekatan yang menyeluruh diharapkan dapat membantu manula menjalani masa lanjut usia dengan lebih nyaman, mandiri, dan bermakna.
Konsep An-Nafs dan Ar-Ruh Al Maududi, Abu A’la; Azzahra, Dini; Siahaan, Mariadina; Harahap, Muhammad Nazarruddin; Putri, Rizky Amaliyah; Lubis, Ramadan
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2377

Abstract

This article aims to examine the concepts of an-nafs (the soul) and ar-r?? (the spirit) in Islamic thought based on the Qur’an and the perspectives of theistic Muslim philosophers, particularly Al-Ghazali and Buya Hamka. The main issue addressed in this study is the conceptual distinction and interrelation between an-nafs and ar-r??, which are often used interchangeably in Islamic discourse. This research employs a qualitative library research method with a descriptive-analytical approach, focusing on Qur’anic verses, classical and modern Qur’anic exegesis, and selected philosophical works. The findings reveal that an-nafs refers to the human self associated with personal identity and moral disposition, possessing tendencies toward piety or deviation, while ar-r?? is understood as a non-physical spiritual essence originating from the divine command of God and serving as the source of life. In Islamic philosophical thought, ar-r?? is regarded as the core of human existence, whereas an-nafs represents its manifestation in interaction with the body and the material world. This study concludes that a clear understanding of the relationship between an-nafs and ar-r?? offers an integrative framework for comprehending the spiritual, moral, and existential dimensions of human beings in Islam.
Pertumbuhan dan Perkembangan Agama Pada Masa Kanak–Kanak Rifandi Lubis, Ahmad; Nasution, Khairy Fitra; Ardana, Rafli; Siregar, Ratih Naila; Siregar, Rohima Donna; Lubis, Ramadan
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2383

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan keagamaan anak merupakan fondasi penting yang seharusnya berasal dari lingkungan keluarga. Namun, dinamika sosial modern menunjukkan pergeseran peran ke lembaga lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pertumbuhan keagamaan pada anak bernama Muhammad Imam Baihaky (6 tahun, kelas 1 SD) yang bertempat tinggal di Komplek Veteran Purnawirawan ABRI Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan subjek, serta dokumentasi kegiatan wawancaraa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan keagamaan Muhammad Imam Baihaky secara signifikan lebih banyak dipengaruhi oleh kegiatan mengaji dan pembelajaran rutin di MDTA. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran orang tua, dalam hal ini, kurang dominan dalam menanamkan nilai-nilai agama secara langsung dan intensif di lingkungan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lembaga pendidikan agama informal seperti MDTA telah menjadi ruang utama bagi anak untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan, secara tidak langsung menggantikan peran tradisional keluarga. Hal ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara orang tua dan lembaga pendidikan, serta menjadi refleksi bagi orang tua di lingkungan serupa untuk lebih meningkatkan keterlibatan aktif dalam pendidikan agama anak.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 9 Tahun Kelas 4 SD Lubis, Ramadan; Fauziah, Jihan; Lestari, Bunga; Lubis, Mhd Taufik; Rambe, Rahma Maulida; Dalimunthe, Ramadhani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ccm2g823

Abstract

Anak usia 9 tahun yang umumnya berada di kelas IV Sekolah Dasar berada pada fase perkembangan yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial, emosional, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak usia 9 tahun kelas IV SD berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan orang tua. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi terhadap aktivitas anak di lingkungan sekolah, wawancara kepada orang tua, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek fisik, anak mengalami pertumbuhan yang stabil, memiliki energi yang tinggi, serta koordinasi motorik kasar dan halus yang semakin baik, terlihat dari aktivitas bermain, menulis, dan olahraga. Dari aspek kognitif, anak mampu berpikir logis terhadap hal-hal konkret, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Secara sosial-emosional, anak semakin mandiri, mampu bekerja sama dengan teman sebaya, serta mulai mampu mengendalikan emosi meskipun masih memerlukan bimbingan. Perkembangan moral ditandai dengan meningkatnya kesadaran terhadap aturan dan tanggung jawab. Sementara itu, perkembangan spiritual terlihat dari kebiasaan beribadah yang mulai terbentuk, pemahaman nilai-nilai agama.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 4 Tahun Wati, Kholila; Lubis, Ramadan; Al-Zany, Nazirah; Siregar, Surya Kartini Indah Sari; Salsabila, Nada Syiva; Zuhra, Cut Farida
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/s788dj90

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan anak usia dini (0-5 tahun) dalam konteks global dan nasional, dengan fokus pada aspek fisik, intelektual, emosi, sosial, dan moral. Perkembangan anak pada masa ini merupakan periode kritis yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, serta memiliki implikasi signifikan terhadap pendidikan dan pembentukan karakter. Penulisan jurnal ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara dan observasi, yang melibatkan pengumpulan data melalui interaksi langsung dengan subjek (seperti orang tua dan anak), pengamatan perilaku, serta analisis terhadap sumber literatur terkait untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang dinamika perkembangan individu. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap aspek perkembangan memiliki karakteristik unik yang saling terkait, dengan implikasi terhadap desain pendidikan yang responsif, seperti stimulasi motorik, kognitif, dan sosial-emosional. Temuan khusus dari observasi dan wawancara pada anak Yahya (usia 4 tahun) mengungkap perkembangan normal dalam aspek fisik, intelektual, emosi, sosial, dan moral, meskipun dengan variasi individu yang perlu perhatian lebih lanjut. Kesimpulannya, pemahaman mendalam terhadap perkembangan anak usia dini sangat penting untuk mencegah hambatan, mengoptimalkan potensi, serta mendukung pembangunan karakter dan prestasi generasi muda melalui intervensi dini yang holistik
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 11 Tahun Kelas VI SD Lubis, Ramadan; Siregar, Masnuripa; Siregar, Naina Idma; Putri, Cahya Widiya; Syahrani, Suci Mawar; Hasbi, Sakinah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/79hacz68

Abstract

Anak berusia 11 tahun yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar berada pada masa transisi dari akhir kanak-kanak menuju awal masa remaja. Pada fase ini, terjadi perkembangan yang signifikan pada berbagai aspek, yaitu fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Perkembangan fisik ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat badan yang lebih cepat, disertai meningkatnya keterampilan koordinasi dan kekuatan gerak. Dari sisi kognitif, anak sudah mampu berpikir secara logis, kritis, dan terstruktur dalam memahami pelajaran. Perkembangan emosional dan sosial tampak melalui kemampuan mengelola emosi yang lebih baik, meningkatnya kebutuhan untuk diterima oleh teman sebaya, serta kemampuan bekerja sama dalam aktivitas kelompok. Pada aspek moral, anak mulai memahami konsep benar dan salah sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dan kejujuran. Sementara itu, perkembangan spiritual tercermin dari tumbuhnya kesadaran beragama, pemahaman nilai-nilai keimanan, dan penerapan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik perkembangan anak usia 11 tahun sangat penting bagi guru dan orang tua agar dapat memberikan pendampingan serta pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
Co-Authors Abda Abda Abdul Aziz Rusman Afia, Nuri Afrida, Elmi Agustin, Rika Nurmida Agusty, Ralfta Delvia Ahunaya, Dea Aini, Yusnifa Aisah, Nazmi Al Maududi, Abu A’la Al-Saudia, Nadhira Al-Zany, Nazirah Amri Amri Anas, Nirwana Andini, Ayu Putri Andini, Nabila Putri Apriza, Dipa Aqilla, Dwi Ardana, Rafli Ardini, Rizka As-Salim, Malikul Sholeh Asrini Batubara, Azzahra Rezekina Asshafa, Asri Salwa Asyura, Asyura Aulia, Tazkiya Azahra, Bella Azhari, Putri Novi Azzahra, Dini Azzahra, Nazwa Batubara, Azzahra Rezekina Asrini Bayu Pradana Br Ginting, Rahma Yumna Br Pakpahan, Tania Amara Br Saragih, Nurmala Brutu, Sabila Meliani Brutu, Sabilla Meliani Buaya, Rizka Amanah Caniago, Khairunnisa Dabutar, Wulan Safhani Daffa, M. Faiz Dalimunte, Nur Fadhilah Dalimunthe, Ramadhani Damayanti, Wanisa Daulay, Fitri Ana Dayanti, Nurma Dewi Handayani Dewi Sundari, Dewi Dwi Haryati Dwika, Adinda Efendi Purba, Rionaldo Erlanda Fadhillah, Siti Azzuhra Fahira Lubis, Azra Fatiha, Tasya Fauziah, Jihan Febriyanti, Elisa Fiqri, Muhammad Fitrah, Aidil Fitriyani, Nuri Al Hafiz Maulana, Hafiz Hairani, Mutiara Haq, Eed Darul Harahap, Army Fahita Harahap, Heppy Ariani Harahap, Masbulan Harahap, Muhammad Nazarruddin Harahap, Salsabilah Hasbi, Sakinah Hasibuan, Agus Aini Purnama Hasibuan, Rohima Rizky Hendrawan, Niko Hutabarat, Satria Ilmi, Haddadul Indriani, Melysa Innayah, Azzira Jannah, Khurfatul Juliana Juliana Juwairiyah Juwairiyah Khair, Marhamatul Khairani, Isnanda Marsyah Khairunnisa, Anggun Khatulistiwa LESTARI, BUNGA Lubis, Iga Nailah Aulia Br Lubis, Mhd Taufik Lukmanul Hakim M. Ihsan Mahfuza, Nazwa Marpaung, Sri Rizki Azzakia Masitha, Nurul May Putri, Fatimah Azzahra Misara, Amanda Alia Muhammad Husaini Muhammad Syaifullah, Muhammad N. Nazaruddin Nanda, Vira Dwi Nasution, Abdillah Nasution, Khairy Fitra Nasution, Naila Rizki Nasution, Pebrijah Nasution, Salsabila Nazhira, Najwa Nia Anggraini Nur Azizah Nurhaini, Nurhaini Nurhayani nurhayani Nursyafitri, Dila Nurul Afni Nurul fadillah, Nurul Octarina, Hani Pasaribu, Anju Yurika Permatasari, Lutfia Pohan, Dea Azka Nadira Purba, Syofia Nabila Putri, Cahya Widiya Putri, Nayla Zahara Putri, Rizky Amaliyah Rahayu, Arum Dewi Rahmadi, Ihsan Rahmah Rahman, Anisa Hayati Rais, Syazwina Dinda Damara Rambe, Rahma Maulida Rambe, Siti Sarah Rezky, Rita Rifandi Lubis, Ahmad safran, safran Salsabila, Nada Syiva Selian, Rahmat Sembiring, Rizki khairunisa Sholeh, Asmar Sholin, Aribah Siahaan, Mariadina Sihotang, Ayu Saniah Siregar, Dihra Ardaly Siregar, Masnuripa Siregar, Naina Idma Siregar, Nur Azizah Siregar, Nurul Rizki Amalia Siregar, Nurul Syakirah Siregar, Ratih Naila Siregar, Raza Siregar, Rohima Donna Siregar, Shavika Sarlina Eziyanti Siregar, Surya Kartini Indah Sari Sitepu, Fatimah Azzahra Sitorus, Khairun Nisa Suryani, Ikhrawati Syafitri, Nur Indah Syahrani, Suci Mawar Syinta Ramadhani, Syinta Tambunan, Rahma Sari Putri Teguh Wibowo Tsaniaturrahmah, Nisa Ulayya, Salsabil Beli Wati, Kholila Widiawati, Nuri Wulandari, Yesi Yosantri, Widya Ayu Zuhra, Cut Farida Zunidar Zywetta, Aurora