p-Index From 2021 - 2026
15.209
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam International Journal of Nusantara Islam Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Al-Mustashfa MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam AL-HUKAMA´ al-Afkar, Journal For Islamic Studies Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran DE'RECHTSSTAAT YUSTISI ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Jurnal Al-Dustur EKONOMI BISNIS Asy-Syariah Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Res Nullius Law Journal KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam JCIC: Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam El-Iqtishady Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture and Social Studies Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Journal of Applied Business, Taxation and Economics Reseach Jurnal Kelola : Jurnal Ilmu Sosial Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Perspektif Hukum Jurnal Hukum Pelita Journal of Legal and Cultural Analytics (JLCA) Familia: Jurnal Hukum Keluarga Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Focus: Jurnal of Law Al Barakat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Multidisiplin West Science Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) El-Uqud: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah ISLAMICA : Jurnal Ilmu-Ilmu Agama Islam Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Strata Law Review Strata Social and Humanities Studies Cantaka: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Zona Law And Public Administration Indonesia Taruna Law Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah International Journal of Nusantara Islam Ekasakti Legal Science Journal Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Jurnal Hukum Islam Journal of Islamic Law (EJIL) Al-Kainah: Journal of Islamic Studies Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Jurnal Ilmu Hukum AGHNINA: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Ecobankers : Journal of Economy and Banking TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM International Journal of Multidisciplinary Reseach Dialog Legal: Jurnal Syariah, Jurisprudensi dan Tata Negara Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Harmonization of Islamic Legal Institutions into The Indonesian Legal System Mukhlas, Oyo Sunaryo
ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan Vol. 16 No. 1 (2022): ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/adliya.v16i1.22726

Abstract

AbstractThis research aims to analyse the basic principles of the development of Islamic law which is open to accepting the integration of various elements of social change and community traditions as long as they do not conflict with the Qur'an and al-Hadith which then become part of the National law. This research is a type of qualitative research with a normative juridical approach. The technique used is library research. The results of this research can be concluded: First, the presence of Islam in the archipelago is accompanied by the teachings it carries, namely in the form of shari'ah and various results of the ijtihad of scholars who have been packaged in fiqh; Second, Islamic law that intersects with muamalah affairs is very flexible and elastic, so it is easily accepted by the wider community; Third, the great traditions of Islam can blend with local traditions which can then give birth to qanun, where Islam encourages innovation in world affairs while still paying attention and tolerance to legal values that live in society; Fourth, social changes that occur in Indonesian society are another aspect of the basic principles that encourage the integration of Islamic fiqh values into the national legal system, thus forcing new innovations that are considered to provide legal certainty, justice and benefit for the community.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip dasar pengembangan hukum Islam yang terbuka dalam menerima pembauran pelbagai unsur perubahan sosial dan tradisi masyarakat selama tidak bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Hadist yang selanjutnya menjadi bagian dari hukum Nasional. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Teknik yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: Pertama, kehadiran Islam di bumi nusantara disertai dengan ajaran yang dibawanya, yaitu berupa syari’ah dan berbagai hasil ijtihad para ulama yang sudah dikemas dalam fiqh; Kedua, hukum Islam yang bersinggungan dengan urusan muamalah sangat fleksibel dan elastis, sehingga mudah diterima oleh masyarakat luas; Ketiga, tradisi besar Islam dapat berbaur dengan tradisi lokal yang kemudian dapat melahirkan qanun, di mana agama Islam mendorong untuk berinovasi dalam urusan dunia dengan tetap memperhatikan dan toleransi terhadap nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat; dan Keempat, perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat Indonesia merupakan aspek lain dari prinsip dasar yang mendorong terjadinya pembauran nilai-nilai fiqh Islami ke dalam tata hukum nasional, sehingga memaksa adanya inovasi-inovasi baru yang dipandang dapat memberikan kepastian hukum, keadilan dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Perkembangan Pemikiran Norma Penghimpunan Dana dan Perwujudannya dalam Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Abdurohman, Dede; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Hakim, Atang Abd
Ecobankers : Journal of Economy and Banking Vol. 2 No. 2 (2021): Ecobankers : Journal of Economy and Banking
Publisher : Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/ecobankers.v2i2.457

Abstract

Islamic financial institutions have evolved very rapidly since the 1990s when Muamarat Bank launched LKS in the form of Islamic banks, but there were no restrictions on Islamic banks that year. The current concept of Islamic banking is an extension of the concept of Byturmar from the time of the Prophet, who later evolved into Islamic banking. During its development, the Islamic banking system changed in terms of standards applied in Indonesia. The standards mentioned are the laws, regulations and regulations of the National Shariah Council of the Indonesian Ulama Council. The purpose of this article is to examine the evolution of LKS-led funding standards (Islamic banks). The research methods used are normative / legal and legal research using the Fatwa DSN MUI approach. This type of study is a historical study in which data is extracted from literary studies. The survey results focus on current developments from 1992 to 2008 and Islamic banks' funding standards are independent of both regulation and institutions. At DSMNUI Fatwa, the Wadia-Mudarabah contract is the basic loan agreement for Islamic banks. The deal changed its use at Islamic banks, initially targeting the community, and later expanded its name to interbank and banking products. Indonesia (BI). Starting in 2020, the two contracts could turn into a variety of products between Islamic banks and even between BIs. Abstrak Lembaga Keuangan Syariah telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimulai pada tahun 90-an LKS berupa perbankan syariah diawali oleh bank muamalat, sekalipun pada tahun tersebut belum ada regulasi yang berkaitan dengan perbankan syariah. konsep perbankan syariah yang saat ini merupakan kepanjangan dari konsep Baitul Maal pada masa Rasulullah yang kemudian bertransformasi menjadi perbankan syariah. Dalam perkembangannya, perbankaan syariah mengalami perubahan dari sisi norma yang berlaku di Indonesia. Norma yang dimaksud ialah peraturan perundang-undangan dan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Tujuan dari penulisan ini ialah meniliti perkembangan norma perhimpunan dana yang dilakukan oleh LKS (perbankan syariah). Metode penelitian yang digunakan, penelitian yuridis normatif dengan pendekatan norma/perundang-undangan dan fatwa DSN-MUI. Jenis penelitiannya merupakan penelitian historis yang diambil datanya melalui studi pustaka. Temuan hasil penelitain melihat perkembangan saat ini sejak 1992 hingga 2008 norma penghimpunan dana perbankan syariah secara regulasi dan kelembagaan sudah mandiri. Dalam fatwa DSN-MUI akad Wadi’ah dan Mudharabah menjadi akad dasar dalam penghimpunan dana di bank syariah. Akad tersebut mengalami perubahan dalam penggunaannya di perbankan syariah, semula diperuntukan masyarakat, kemudian berkembang peruntukannya menjadi antar bank bahkan prodak Bank Indonesia (BI). Ditahun 2020 ke atas kedua akad tersebut dapat saja berkembang menjadi keragaman prodak antar bank syariah bahkan BI.
Analisis Penggunaan Pendapatan Non-Halal Dan Dana Kebajikan Lembaga Keuangan Syariah Tinjauan Aspek Kepatuhan Syariah Hafizd, Jefik Zulfikar; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Hakim, Atang Abd
Ecobankers : Journal of Economy and Banking Vol. 5 No. 1 (2024): Ecobankers : Journal of Economy and Banking
Publisher : Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/ecobankers.v5i1.1835

Abstract

Regulasi bank syariah memastikan kepatuhan pada prinsip Islam, namun interaksi dengan bank konvensional tak terhindarkan. Lembaga keuangan Islam mengalami perubahan dan tantangan, perlu fokus pada teori, operasional, dan implementasi. Meskipun diminati, ada kritik terhadap kepatuhan bank syariah terhadap prinsip syariah. Kepercayaan dan reputasi perlu diperkuat melalui tata kelola syariah yang komprehensif. Penelitian terkait pendapatan non-halal dan penggunaan dana kebajikan di bank syariah memiliki dampak penting pada reputasi, kepatuhan syariah, dan kepercayaan nasabah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka. Penelitian mengkaji mengenai pemanfaatan dana non-halal dan dana kebajikan di Lembaga Keuangan Syariah dan Tinjauan Kepatuhan Syariah Dalam Pemanfaatan Dana Non Halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dana non halal tidak diakui sebagai pendapatan oleh Lembaga Keuangan Syariah. Dana tersebut bisa dianggap halal dan digunakan untuk kepentingan umum seperti kontribusi sosial, proyek infrastruktur, pendidikan, atau bantuan kepada masyarakat. Ada pandangan yang membolehkan penggunaan dana non-halal secara konsumtif dan tidak produktif, tetapi tidak untuk qardul hasan atau beasiswa.
Comparison of Bankruptcy Concepts and Procedures in Islamic Economic Law and Indonesian Bankruptcy Law Nursyamsudin, Febriyana; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Sururie, Ramdani Wahyu
Strata Law Review Vol. 3 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Strata Persada Academia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59631/slr.v3i2.140

Abstract

This study examines and compares the concepts and procedures of bankruptcy in Islamic economic law (At-Taflis wal Hajr) and Indonesian Bankruptcy Law (Law No. 37/2004 on Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations). Utilizing a normative legal research design with a qualitative, descriptive-analytical approach, this study relies on secondary data derived from Islamic legal sources (Qur’an, Hadith, classical fiqh literature, and scholarly fatwas) and Indonesian statutory regulations. The analysis applies a comparative legal method supported by content analysis to identify similarities, differences, strengths, and limitations within both legal systems. Findings reveal that while both frameworks share the fundamental aim of resolving debt disputes, protecting creditor rights, and distributing debtor assets equitably under judicial supervision, they differ significantly in their normative underpinnings. Islamic law embeds moral and social dimensions, treating bankruptcy as a remedial mechanism aligned with communal responsibility, whereas Indonesian positive law prioritizes procedural certainty and institutional enforcement to ensure legal and economic order. The study suggests harmonization through integrating procedural clarity with ethical and social responsibility measures from Islamic jurisprudence to strengthen bankruptcy governance in Indonesia.
Islamic Judicial Activism in Determining Child Maintenance: Ex Officio Authority and Peaceful Settlement in Indonesian Religious Courts alamsyah, Alamsyah; Sukirman, Asrianti; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Rosadi, Aden
AL-ISTINBATH : Jurnal Hukum Islam Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jhi.v10i2.12755

Abstract

This article examines the construction of Islamic law in determining child support after divorce through two mechanisms in Indonesia’s Religious Courts: amicable settlement (ṣulḥ) and judges’ ex officio authority. Although both have a clear legal basis, their practice continues to face challenges: amicable settlements are often compromise-based without objective evaluation of children’s needs, while ex officio rulings tend to be more responsive but lack uniformity due to the absence of standardized guidelines. Employing a juridical-empirical approach with content analysis of four representative decisions from the Bintuhan and Manna Religious Courts (2023–2024), this study identifies the legal considerations applied, assesses the adequacy of child support amounts, and compares the effectiveness of both mechanisms. The findings reveal that amicable settlements frequently result in insufficient child support, whereas ex officio rulings better protect children’s interests yet remain inconsistent. By integrating the principle of maqāṣid al-syarī‘ah, particularly ḥifẓ al-nasl (protection of lineage), this research introduces the concept of Islamic judicial activism, which positions judges as proactive actors in ensuring the child’s best interests. Theoretically, the study enriches global Islamic legal discourse by proposing a maqāṣid-oriented adjudication model that bridges normative texts, socio-economic realities, and substantive justice. Practically, it recommends that the Supreme Court establish national guidelines for child support determination based on cost-of-living standards, enhance judges’ capacity, and strengthen monitoring mechanisms for enforcement. Thus, this study not only contributes to comparative family law scholarship but also offers an innovative normative model for child protection in Muslim jurisdictions.
Penyelesaian Hukum Non Litigasi Pembiayaan Bermasalah Pada Lembaga Keuangan Syariah Mukhlas, Oyo Sunaryo; Ziaharah, Lena Ishelmiany
Qanuniya : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): Qanuniya : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/qanuniya.v2i2.2064

Abstract

Meningkatnya kasus pembiayaan bermasalah pada lembaga keuangan syariah menimbulkan kebutuhan akan mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat, adil, dan sesuai prinsip syariah. Litigasi di pengadilan seringkali dianggap tidak efektif karena memakan biaya, waktu, dan berisiko merusak hubungan baik antara nasabah dan lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan efektivitas penyelesaian hukum non litigasi, di antaranya mediasi, arbitrase syariah, dan peran Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) dalam menangani pembiayaan bermasalah. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan dukungan studi kasus pada beberapa bank syariah di Indonesia, melalui analisis peraturan perundang-undangan, fatwa DSN-MUI, serta data praktik penyelesaian sengketa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur non litigasi mampu mempercepat penyelesaian sengketa sekaligus menjaga prinsip keadilan dan kemaslahatan, meskipun masih terkendala pada sosialisasi, kapasitas mediator, dan pemahaman nasabah. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian kritis terhadap peran LAPS Syariah sebagai institusi yang relatif baru dalam sistem keuangan syariah Indonesia, yang berpotensi menjadi instrumen utama penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Kontribusi penelitian memberikan rekomendasi penguatan kelembagaan dan regulasi LAPS Syariah untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian pembiayaan bermasalah secara non litigasi.
Implikasi Integrasi Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Harmonisasi Regulasi Nasional Di Indonesia Gozaly, Ahmad Yusdi; Abdillah, Yudi Khoeri; Mukhlas, Oyo Sunaryo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) - September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jimpa.v5i2.451

Abstract

Artikel ini membahas integrasi hukum ekonomi syariah ke dalam sistem hukum nasional Indonesia melalui kajian terhadap teori pemberlakuan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan pendekatan sejarah hukum. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap literatur dan regulasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum ekonomi syariah telah memperoleh pengakuan formal dalam sistem hukum Indonesia melalui berbagai legislasi, seperti Undang-Undang tentang Perbankan Syariah dan kewenangan Peradilan Agama dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah. Temuan ini mengindikasikan bahwa proses integrasi berjalan secara bertahap dan dipengaruhi oleh teori-teori seperti Receptie, Receptie Exit, dan Receptio in Complexu. Artikel ini menegaskan pentingnya harmonisasi hukum syariah dan hukum nasional sebagai upaya membangun sistem hukum yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat Muslim Indonesia..
Western values of sexual consent in Muhammad Shahrur’s theory of milk al-yamin Shiddiq, Muhammad Nur; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Sar’an, Mohamad; Khaeruman, Badri
International Journal of Nusantara Islam Vol 13 No 2 (2025): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v13i2.46014

Abstract

This paper discusses Muhammad Shahrur’s proposal for a “new way” to practice the concept of milk al-yamin in Islam. He believes that the Qur’anic verses pertaining to milk al-yamin can no longer be applied today because of their close connection to slavery. Shahrur argues that the practice of milk al-yamin—particularly in the context of the permissibility of engaging in sexual relations without a marriage contract—can be carried out through mutual consent. This consent is formed through an agreement between a man and a woman, solely for the purpose of engaging in sexual relations. The aim of this paper is to analyze Shahrur’s arguments within the framework of his milk al-yamin theory. The method used in this paper is a normative literature study, employing a juridical-normative approach. The findings of this paper indicate that Shahrur’s theory of milk al-yamin tends to align more closely with Western values of sexual consent than with Islamic values. Moreover, Shahrur’s proposal for milk al-yamin could have significant implications for the development of family law, particularly in Indonesia.
Etika Bisnis Islam dalam Ekonomi Digital: Model Pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang Berkelanjutan di Jawa Barat Luthfy, Dea Rodiah; Mukhlas, Oyo Sunaryo
ISLAMICA Vol 8 No 2 (2024): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v8i2.140

Abstract

Etika bisnis Islam memiliki peran penting dalam membentuk praktik bisnis yang berkelanjutan, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika bisnis Islam sebagai dasar pendampingan UMKM di Jawa Barat, guna memastikan keberlanjutan usaha dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini berupaya mengkaji integrasi nilai-nilai etika Islam, fatwa DSN-MUI, serta regulasi pemerintah terkait dalam pengembangan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan UMKM berbasis etika bisnis Islam meningkatkan transparansi keuangan, kepercayaan konsumen, dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model pendampingan UMKM yang mengoptimalkan etika bisnis Islam sejalan dengan praktik ekonomi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan merumuskan rekomendasi kebijakan untuk lembaga keuangan syariah, pelaku UMKM, dan pemerintah dalam melawan praktik bisnis yang tidak etis dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.
Istinbath Al-Ahkam dalam Konteks Maqasid Al-Shariah dan Relevansinya Terhadap Desain Kebijakan Ekonomi Islam Inklusif Widiastuti, Dwi; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Mustofa, Mustofa
ISLAMICA Vol 9 No 1 (2025): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v9i1.165

Abstract

Penelitian ini membahas pendekatan istinbath al-ahkam dalam bingkai maqasid al-shariah dan relevansinya terhadap desain kebijakan ekonomi Islam yang inklusif. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan akan kebijakan ekonomi berbasis syariah yang tidak hanya normatif-formalistik, tetapi juga responsif terhadap tantangan sosial-ekonomi kontemporer, seperti ketimpangan pendapatan, marginalisasi kelompok rentan, dan eksklusi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana metode istinbath hukum Islam dapat diselaraskan dengan maqasid al-shariah guna menghasilkan kebijakan ekonomi yang tidak hanya sahih secara syar’i, tetapi juga memiliki keberpihakan sosial yang kuat. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang dianalisis secara deskriptif-analitis melalui telaah terhadap literatur klasik dan kontemporer dalam bidang ushul fiqh, maqasid syariah, dan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembauran istinbath al-ahkam dengan maqasid al-shariah dapat menggeser pendekatan normatif menjadi lebih transformatif, dengan fokus pada perlindungan hak ekonomi masyarakat, penguatan akses keuangan syariah, dan distribusi keadilan. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi kerangka istinbath kebijakan yang berbasis pada lima maqasid utama, serta kontribusinya dalam menyusun parameter evaluatif terhadap kebijakan ekonomi syariah yang inklusif.
Co-Authors A. Rio Makkulau Wahyu Abbas, Suwarto Abdillah, Yudi Khoeri Abdul Halim, Halmi Abdulah Pakarti, Muhammad Husni Abdullah, Fadli Daud Aden Rosadi Adila, Hafidah Ulya Adillah, Erika Rishan Ahmad Ibrizul Izzi Ahmad Ridwan Ahmad Ridwansah, Asep Ahmad Rifai ahmad yani Ahsin, Moh Ahsin, Mohammad Akbar Muhamad Ashoni Al'auf, Salfin Abdul Rahman Alamsyah - Alex Kusmardani Alex Kusmardani Aliyya Shauma Raffi’u Almurni, Muhammad Furqon Amany, Amany Aminuyati Andi, Dede Apriyanita, Triana Arif Zakaria, Mohd Radhuan Arifin, Desi Siti Habibah Asnan Purba Asrianti Sukirman Asrofi Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim Atang Abd Hakim, Atang Atang Abd. Hakim Ayi Yunus Rusyana Basarudin, Basarudin Beni Ahmad Saebani Beni Ahmad Saebani Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burnahnuddin Cahyani, Putri Tri Chaerul Shaleh, Chaerul Dea Rodiah Luthfy Dede Abdurohman Dede Abdurohman, Dede Deden Najmudin Dwi Widiastuti Dwi Widiastuti, Dwi Eko Budiono Elly Lestari Ending Solehudin Ending Solehudin Erfan Shofari Sholahuddin Erika Rishan Adillah Fadila, Salma Nurul fadillah mursid Fahadil Amin Al Hasan Fakhry Fadhil Fauzan Ali Rasyid Fauziah, Ine Fu’ad, Asep Gojali, Dudang Gozaly, Ahmad Yusdi H. Hamzah Hadiat, Hadiat Hakim, Atang Abd Hakim, Atang Abd Hakim, Atang Abd. Hakim, Atang Abdul Halim, Andri Hasanudin Hasanudin Heris Suhendar Hibaturohman, Iib Hisam Ahyani Husaeni, Firman Husain Husain Idawati Ikbal, Muchamad Imam Sucipto Imam Sucipto Imron Rosadi Ine Fauzia Irawan, Tantri Ishandawi , Ishandawi Isnayati Nur Jamaludin , Jujun Jefik Zulfikar Hafizd Jubaedah, Dedah Judijanto, Loso Khaeruman, Badri Khoirul Fahmi, Imam Khosyi'ah, Siah Khosyiah, Siah Khosyiah, Siah Khosyiah, Si’ah Khosyi’ah, Siah Khosyi’ah, Siah Luthfy, Dea Rodiah Madani, Farid Mia Amanatul Fitriyah Moh Ahsin Moh. Asep Zakariya Ansori Mohamad Sar’an Mualim Mualim, Mualim Mubarok Mubarok Muchlis Muchlis Muhammad Fajri Muhammad Fajri Muhammad Furqon Almurni Muhammad Husni Abdulah Pakarti Muhammad Husni Abdulah Pakarti Muhammad Tsaqib Idary Muharir, Muharir Muhsin Mulyadi, Kiking Musaiyana Musaiyana, Musaiyana Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa Nasrudin Nazar, Reza Fauzi Neonbeni, Randy Vallentino Noor Silmi Sudrajat, Ajeung Syilva Syara Noradin, Muhammad Farhan Bin Mat NUR EFENDI Nurhikmah, Aulia Nurrohman Nurrohman Nurrohman Nursari, Nina Nursyamsudin, Nursyamsudin Nurul Ilyana Muhd Adnan Opik Rozikin Padilah, Padlan Padlan Padilah Pian, Happy R. Ira Laksana Dewi Ramdani Wahyu Sururie Ramdani Wahyu Sururie Ratnasari, Aireni Restu Khaliq Restu Khaliq, Restu Ridwan, Ahmad Hasaan Ridwan, Ahmad Hasan Rita Erawati, Raden Rara Ritonga, Bakti Rohmad Nurhuda Roni Nasrulloh Royani Rozikin, Opik Saebani, Beni Ahmad Saebeni, Beni Ahmad Saepullah, Usep Salbiah, Siti Samsudin, Agus Rojak Sar’an, Mohamad Septiayu Restu Wulandari Shauma Raffi’u, Aliyya Shiddiq, Muhammad Nur Sholahuddin, Erfan Shofari Si'ah Khosyiah Siah Khosyi'ah Siah Khosyi'ah Siah Khosyiah Siah Khosyi’ah Sifa Mulya Nurani Sistyawan, Dwanda Julisa Sitti Mashitah Tualeka Sucipto, Imam Sukirman, Asrianti Sulthonuddin, Bung Hijaj Surasa, Ais Sururi, Ramdani Wahyu Susandi, Adi Tajul Arifin Tajul Arifin Tamba, Dheddy Abdi TB Rifat Usep Saepullah Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi WIRANI AISYAH ANWAR, WIRANI AISYAH Yasardin, Yasardin Yusup Sobirin Ziaharah, Lena Ishelmiany • Burhanuddin