This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Sendratasik Grenek: Jurnal Seni Musik Gorga : Jurnal Seni Rupa Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Harmonia: Journal of Research and Education SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan JPsd ( Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar ) Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Gondang: Jurnal Seni dan Budaya JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Gelar : Jurnal Seni Budaya Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Journal of Humanities and Social Studies EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN JSM (Jurnal Seni Musik) Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni International Journal of Visual and Performing Arts Journal of Music Science, Technology, and Industry (JOMSTI) Jurnal Paedagogy Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Jurnal Sosial dan Teknologi These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Berajah Journal Jurnal Citra Pendidikan Journal of Scientech Research and Development Jurnal Basicedu Jurnal Citra Pendidikan Anak Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology JPLED Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Journal of Innovative and Creativity DEWANTECH Journal of Social Work and Science Education Indonesian Journal of Music Research, Development, and Technology KOLEKTIF: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Harmonia: Journal of Arts Research and Education Jurnal Citra Pendidikan Edumaspul: Jurnal Pendidikan Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya OSTINATO Journal of Music Study and Research Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Seni Musik di SMP Negeri 2 Satap Kabila Bone: Sebuah Analisis Terhadap Tantangan, Upaya, dan Dampaknya Hulumudi, Siti Indriyani; Sukmayadi, Yudi
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2024): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v9i1.4564

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mengungkap implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran seni musik di SMP Negeri 2 Satap Kabila Bone. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi hambatan, keunikan, dan dampak penerapan kurikulum tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru seni budaya dan pengelola kurikulum, serta analisis dokumen terkait pembelajaran seni musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar diterapkan mulai dari kelas VII, sementara kelas VIII dan IX masih menggunakan Kurikulum 2013. Metode pembelajaran berbasis proyek umum digunakan, namun guru seni budaya menghadapi keterbatasan pemahaman seni musik. Keterbatasan sumber daya, kurangnya tenaga pendidik terlatih, dan keterbatasan akses teknologi menjadi kendala utama dalam pembelajaran seni musik. Meskipun Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan ekspresi kepada siswa, implementasinya masih menghadapi kesulitan dalam mengenali metode terbaik sesuai dengan kebutuhan individual siswa. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika, tantangan, dan upaya yang terlibat dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di konteks pembelajaran seni musik di SMP Negeri 2 Satap Kabila Bone. Kendala yang diidentifikasi dapat menjadi dasar evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran seni musik serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik.
Optimalisasi padlet sebagai pemantik siswa dalam kreasi Kemis ngARTis Maulana, Rizqi; Sukmayadi, Yudi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 9, No 4: APRIL 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v9i4.25070

Abstract

This article presents a program for optimizing the use of multimedia called padlet as a trigger for students' creativity to develop a variety of movements in domyak art. What was discussed was the process of revitalizing the domyak art which was brought to junior high schools in Purwakarta district. The material studied is a variety of tilu tapping movements in domyak art for SMP Negeri 1 Wanayasa. The type and method of research used is qualitative. Based on the analysis, it can be concluded that with the padlet application, students not only learn the art of various tap tilu movements, but also study the contextual problems of domyak dance in society, including the use of the padlet application as a student learning tool.
Sinergi Orang Tua dan Guru dalam Mengoptimalkan Perkembangan Musikal Anak: Sebuah Tinjauan Literatur Fauziyyah, Nida Ghaida; Sukmayadi, Yudi
KOLEKTIF: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2024): September
Publisher : CV ALFA EDU KARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70078/kolektif.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran orang tua dan guru dalam pendidikan musik anak, dengan latar belakang bahwa kolaborasi antara kedua pihak ini sangat penting untuk mendukung perkembangan musikal anak secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana dukungan emosional dan finansial dari orang tua, serta bimbingan teknis dan teoritis dari guru, memengaruhi keberhasilan anak dalam belajar musik. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dari berbagai studi yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua dan pengajaran guru yang efektif saling melengkapi, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak. Kolaborasi yang baik antara orang tua dan guru tidak hanya meningkatkan keterampilan musikal anak, tetapi juga memperkuat motivasi, kepercayaan diri, dan kesejahteraan emosional mereka. Kesimpulannya, kolaborasi yang efektif antara orang tua dan guru adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi musikal anak, dengan rekomendasi untuk mengembangkan program-program yang mendorong partisipasi aktif orang tua dan memperbaiki komunikasi antara kedua belah pihak.
Kurikulum Musik dan Pengembangan Sosial-Emosional Siswa Ananda, Fazrin Sheila; Sukmayadi, Yudi; Gunara, Sandie
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i2.756

Abstract

Sosial-emosional menjadi aspek yang minim diperhatikan dalam pembelajaran musik didasari atas fokus berlebih terhadap penguasaan alat musik dalam capaiannya. Penelitian ini mengeksplorasi peran kurikulum pendidikan musik dalam mendukung perkembangan sosial-emosional siswa di berbagai jenjang pendidikan. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, temuan menunjukkan bahwa musik berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi yang efektif, membantu siswa menyalurkan dan mengelola perasaan mereka. Partisipasi dalam ansambel musik, seperti paduan suara dan orkestra, mengembangkan keterampilan sosial siswa, termasuk komunikasi dan kerjasama. Selain itu, keterlibatan dalam program musik berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan emosional siswa, mengurangi gejala depresi dan meningkatkan kebahagiaan. Strategi pengajaran yang mengintegrasikan pembelajaran sosial-emosional (SEL) dalam pendidikan musik terbukti efektif dalam mendukung perkembangan holistik siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan signifikan dalam implementasi, seperti kurangnya pelatihan guru dan keterbatasan sumber daya. Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya pengembangan kurikulum musik yang lebih inklusif dan holistik serta peningkatan pelatihan dan dukungan sumber daya bagi guru. Rekomendasi untuk pembuat kebijakan dan pendidik mencakup peningkatan pelatihan guru dalam pendekatan pengajaran yang mendukung sosial-emosional, alokasi sumber daya yang memadai untuk program musik, dan penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang pendidikan musik terhadap perkembangan sosial-emosional siswa. Dengan demikian, pendidikan musik dapat menjadi alat yang kuat untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial siswa, menciptakan individu yang seimbang secara akademis dan emosional.
Implementing Western musical notation in teaching Sundanese titilaras: Qualitative action research Supriatna, Nanang; Sukmayadi, Yudi; Gunawan, Iwan
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 44 No. 1 (2025): Cakrawala Pendidikan (February 2025)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v44i1.79481

Abstract

Music education promotes students' cultural and intellectual development, particularly in preserving traditional music. Sundanese traditional music in Indonesia, mainly through the concept of titilaras, encapsulates cultural identity and history. Modern music education encounters a hurdle as Western musical notation predominates courses, resulting in students needing help comprehending and performing Sundanese music due to the disparities in notation systems. This research examined the imperative of safeguarding Sundanese titilaras by investigating the incorporation of Western musical notation in its pedagogy to improve students' proficiency in reading and composing traditional Sundanese music. The research utilized a qualitative action research technique at Indonesian University of Education, engaging 48 students from various cultural origins and different levels of music education. The research evaluated students' skills in titilaras before and after integrating Western notation through surveys, aural assessments, and music transcription activities. The findings revealed that most pupils encountered difficulties with Sundanese musical notation while demonstrating proficiency in Western notation. Utilizing Western musical notation as an instructional instrument, students exhibited enhanced comprehension and execution of Sundanese scales, particularly in practical contexts such as transcription and melody interpretation. The study indicated that integrating Western notation into the curriculum could enhance accessibility to traditional music for students acquainted with Western systems. Thus, Sundanese music maintained its cultural integrity while fulfilling modern educational requirements. This research underscored the necessity of modifying music education to preserve local musical traditions within an increasingly international framework.
Reinterpretasi Ngarampayak dalam Kesenian Domyak sebagai Sarana Pendidikan Karakter Rizqi Maulana; Tati Narawati; Yudi Sukmayadi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1587

Abstract

Pendidikan moral dan karakter adalah elemen yang sangat penting dalam pembentukan individu yang berintegritas dan bermoral, hal yang menjadi suatu kebutuhan penting dalam menghadapi era-era zaman now. Salah satu cara yang efektif untuk memungkinkan berkarakter adalah melalui seni. Seni tidak hanya membawa hiburan sahaja, tetapi mengandungi mesej-mesej nilai moral yang amat dalam. Objektif tesis ini adalah untuk menjadual adapakah interpretasi arti konsep ngarampayak dalam kesenian Domyak di Tatar Sunda Purwakarta bisa digunakan sebagai sarana pendidikan moral dan karakter. Ngarampayak merupakan salah satu teknik dalam kesenian Domyak yang mengandungi nilai nilai etika moral yang menegerikan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Sunda.Berdasarkan observasi, wawancara, dan analisis konten dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mencapai kesimpulan bahwa ngarampayak di Domyak merupakan nilai moral yang sesuai untuk diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter. Dalam hal ini, penelitian kami telah menunjukkan bahwa Domyak adalah seni pertunjukan yang mengandung banyak nilai budaya dan moral dapat digunakan atau dijadikan sumber dalam melakukan pendidikan budi pekerti, baik itu pendidikan formal ataupun non-formal. Oleh karena itu, integrasi kesenian tradisional seperti Domyak ke dalam kurikulum pendidikan dapat menjadi upaya yang efektif dalam memperkuat karakter generasi muda, sekaligus melestarikan budaya lokal Tatar Sunda Purwakarta.
Collaborative Music Learning : Utilizing n-Track Application in Private Music Education Piter Sembiring; Yudi Sukmayadi; Ayo Sunaryo
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 2 (2025): June
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i2.15002

Abstract

This study explores the utilization of n-Track, a digital audio workstation (DAW), as a collaborative tool in private music education. Unlike conventional music learning tools, n-Track enables real-time digital collaboration between teachers and students, facilitating asynchronous learning. This study presented a novel approach by utilizing mobile based DAW technology to enhance both in person and virtual music instruction, making it more accessible and interactive. Using a qualitative approach with a descriptive method, data was collected through observations and interviews with students engaged in n-Track-based learning. Thematic coding was used to identify recurring patterns and themes in the data, providing insights into the app’s impact on student and teacher interaction. The findings indicate that n-Track enhances student engagement, supports independent practice, and improves teacher-student interaction efficiency. Key features such as multitrack recording, MIDI sequencing, and real-time feedback facilitate structured musical arrangements and instrumental skill development. This study also highlights the importance of digital literacy among educators to maximize the benefits of technology in music education. Despite limitations in the free version of n-Track, it remains effective in fostering creativity and autonomy in music learning. This research contributes to the advancement of digital music pedagogy, emphasizing the role of DAWs in modern music education.
PREFERENSI DIGITAL AUDIO WORKSTATION (DAW) DAN PENGARUHNYA TERHADAP GAYA ESTETIKA MAHASISWA MINAT STUDI MUSIK TEKNOLOGI Jaohari, Enry Johan; Karyono, Tri; Sukmayadi, Yudi; Purwanto, Andrian
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i2.5425

Abstract

AbstractThis study explores the preference for Digital Audio Workstation (DAW) and its influence on the musical aesthetics of students majoring in Music Technology. Employing a qualitative descriptive approach with a practice-based research framework, the research involved active students at the Music Study Program, School of Art and Design Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Data were collected through open-ended questionnaires, semi-structured interviews, and documentation of students’ digital music works. The findings reveal that DAW selection is influenced by a combination of technical, pedagogical, and creative factors, with Studio One being the most preferred. The features most utilized by students include mixing effects, MIDI sequencing, and preset plugins. Approximately one-third of the students acknowledged that DAW significantly impacted the structure and aesthetic style of their works, while others emphasized personal identity over technological influence. These results indicate that DAWs act not only as production tools but also as mediators of musical thought and expression. The study suggests the necessity of pedagogical frameworks that encourage both technical proficiency and critical reflection in digital music education. The findings also highlight the need for curriculum development that provides students with diverse DAW platforms to support artistic exploration and identity formation. Key Words DAW, music technology, musical aesthetics, digital creativity, music education AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi preferensi penggunaan Digital Audio Workstation (DAW) dan pengaruhnya terhadap estetika musikal mahasiswa aktif Program Studi Musik yang mengambil Minat Studi Musik Teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka practice-based research. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi karya musik digital mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan DAW dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknis, pedagogis, dan kreatif, dengan Studio One menjadi platform yang paling dominan. Fitur yang paling sering digunakan mahasiswa meliputi efek mixing, editor MIDI, dan preset plugin. Sekitar sepertiga mahasiswa mengakui bahwa DAW berkontribusi signifikan dalam membentuk struktur dan gaya estetika karya mereka, sedangkan sebagian besar lainnya menilai bahwa identitas musikal pribadi lebih berpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa DAW berperan tidak hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai mediator dalam berpikir dan mengekspresikan ide musikal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum musik digital yang menyeimbangkan penguasaan teknis dengan refleksi kritis terhadap penggunaan teknologi. Kata Kunci DAW, teknologi musik, estetika musikal, kreativitas digital, Pendidikan musik.
Pengembangan Audio Book Berbasis Kualitatif sebagai Media Pembelajaran Musik Tradisional Tanji bagi Siswa Sekolah Dasar Mugiyat, Arellya; Sukmayadi, Yudi; Sella, Fensy
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPTI - April 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.769

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya media pembelajaran yang menarik dan kontekstual dalam pengenalan musik tradisional Tanji di sekolah dasar, sehingga warisan budaya lokal semakin terpinggirkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan audiobook sebagai media pembelajaran alternatif yang inovatif untuk memperkenalkan musik Tanji kepada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan action research dengan teknik kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Audiobook dirancang dengan narasi interaktif, musik autentik, dan suara latar untuk menciptakan pengalaman belajar yang imersif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiobook mampu meningkatkan minat, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap konteks budaya musik Tanji. Selain itu, media ini terbukti inklusif dan efektif untuk berbagai gaya belajar, serta dapat diakses oleh siswa dengan kebutuhan khusus. Penelitian ini berkontribusi terhadap inovasi dalam pendidikan seni budaya dan menunjukkan potensi teknologi digital dalam pelestarian musik tradisional, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sarana pembelajaran konvensional.
Kajian Analisis Etude Biola: œFranz Wohlfahrt Easiest Elementary Method for Beginners Op.38 Ridhwan, Urfan Saniylabdhawega; Sukmayadi, Yudi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v11i1.31028

Abstract

Etude merupakan sebuah hal yang harus dipelajari dan bersifat fundamental dalam pembelajaran instrumen musik khususnya pembelajaran instrumen biola. œFranz Wohlfahrt Easiest Elementary Method for Beginners Op.38 ialah salah satu dari sekian banyak etude yang memiliki berisikan berbagai teknik permainan biola dan uniknya dimainkan secara duet. Tentunya akan memberikan nilai lebih dari permainan secara duet tersebut dalam pembelajaran antara guru dan siswa. Tujuan dari artikel ini ialah mengkaji teknik permainan biola dan kompetensi dasar yang terdapat pada etude œFranz Wohlfahrt Easiest Elementary Method for Beginners Op.38. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif analitis yaitu memberikan sebuah gambaran secara deskripsi terhadap objek yang dikaji oleh peneliti melalui data yang dikumpulkan dan sudah dianalisis. Etude ini memberikan sebuah pembelajaran biola dengan permainan duet didalamnya sehingga dapat memberikan berbagai kebermanfaatan secara teknik permainan biola maupun manfaat kontekstual.
Co-Authors Abizar Algifari Saiful ADITYA NUGRAHA Agung Prabowo Agus Budiman Agus Budiman Ananda, Fazrin Sheila Andini, Mustika Andrian Purwanto Anugrah, Agung Tresna Arif Purnama Aryuda Fakhleri Fallen Asep Rizwan Nurfalah Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Azra Mahira Ihzadila Bayu Denia Shanti Cece Sobarna Chandra Diana Islamanov Cipta, Febbry Dadang Dwi Septiyan Daranua, N. Yeremias Kasimirus Debora Catherine Pranata Dedy Ari Nugroho Dedy Setyawan Dera Raksaesa Regawa Dini Oktavia Dody Mohamad Kholid Dopo, Florentianus Dwi Catur Berlianda Dwi Utami Ningsih Eko Wahyudianto Enry Johan Jaohari Fallen, Aryuda Fakhleri Fathurohman, Muhammad Aji Fauziyyah, Nida Ghaida Fauzy Ananda, Rizky Fazrin Sheila Ananda Febriyani Febriyani Fensy Sella Firdaus, Jhon Gilang Maulana Haka, Eddy Aprianto Haviana, Asani Gian Hendra Rizal Heropurnindia, Jilian Sarasati Hikmah Sari Hikmah Sari, Hikmah Hulumudi, Siti Indriyani Insani Midyanti, Hafizhah Islamanov, Chandra Diana Iwan Gunawan Jerry Rinaldo Joko Sembodo Juju Masunah Juju Masunah Julia Julia Julia Kristiyano, Agung Kusuma, Adel Sulaiman Kusumah, Satria Manggala Lanang Riyadi Latifatuzzahra, Hilmia Maulana, Marsel Ridky Maulana, Rizqi Midyanti , Dwi Marisa Midyanti, Hafizhah Insani Moeradi, Vista Amabile Mugiyat, Arellya Muhamad Ihsan, Muhamad Muhamad Zulfikri Husaeni Muhammad Fiqri Rizqullah Muhammad Sirojul Muniir Muniir, Muhammad Sirojul Munir Nada Sofia Irmanika Nadine Rizkita Najamudin, Muhammad Nana Supriatna Nandang Budiman Narawaty, Taty Nikawanti, Gia Nisyar Fauzi Noor Noviyanti Maulani Piter Sembiring Pratama Muharram, Yusuf Aulia Purwanto, Andrian Putri Anastasya Rachmad, Tono Rachmajumadila Agustint Raden Muhammad Mulyadi Rahman, Pispian Regawa, Dera Raksaesa Respati, Resa Ridwan, Ridwan Rita Milyartini Rizal, Hendra Rizali, Rizki Rizki Rizali Rizkita, Nadine Rizqi Maulana Saiful, Abizar Algifari sandie gunara, sandie Saprudin Saprudin, Saprudin Satria Manggala Kusumah Satya, Royys Bagja Rizky Sella, Fensy Selvi Rahmadani Pratiwi Sembiring, Piter Siti Indriyani Hulumudi Slamet Haryono Sri Wahyuni Srilestari, Widia Sunaryo, Ayo Supiarza, Hery Suswanti, Tutik Tati Narawati Tawangsasi, Uni Tono Rachmad Pudjo Harto Tresnadi, Soni Tri Indri Hardini Tri Karyono Trianti Nugraheni Trianti Nugraheni Trimulyani Nurjatisari Urfan Saniylabdhawega Ridhwan uus karwati Vista Amabile Moeradi Wadiyo Wadiyo Widia Srilestari Wiharja, Muh. Kurniawan Adikusuma Yana Endrayanto Yustianingsih, Desti Zafirahana, Mutia Rahmi