Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Kadar Pati pada Beras Shirataki Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida Nurmarida Asriani, Salfa; Sandra, Yurika; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.485

Abstract

Obesitas adalah keadaan peningkatan berat badan akibat adanya penimbunan lemak tubuh yang berlebihan yang erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, salah satu sumber karbohidrat yaitu beras, beras putih merupakan makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Selain beras putih beras shirataki dapat menjadi alternatif lain bagi individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Untuk menentukan jenis beras yang terbaik maka penelitian ini dibuat untuk mengetahui perbandingan kadar pati pada beras shirataki dibandingkan dengan beras putih menggunakan uji iodida. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan kelompok sampel yaitu beras putih dan beras shirataki yang diperoleh dari beras yang tersedia di pasaran kemudian sampel ini diuji kadar patinya dengan Iodida. Data dianalisis dengan uji T untuk melihat perbandingan kadar pati pada beras shirataki dan putih. Hasil penelitian menunjukkan kadar pati pada beras shirataki sebesar 3,79 gr/100 gr (3,79%), lebih rendah daripada kadar pati pada beras putih sebesar 24,47 gr/100 gr (24,47%). Kemudian hasil uji T didapatkan nilai p<0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara kadar pati pada beras shirataki dan beras putih. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar pati pada beras shirataki lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida Chandra, Natasya; Sandra, Yurika; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.488

Abstract

Kasus global menyatakan Diabetes bukan hanya penyebab kematian dini di seluruh dunia, tetapi juga penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Beras (Oryza sativa) merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia, bahkan sebagian penduduk dunia, karena mudah dikonsumsi dan nilai energinya yang cukup tinggi. Jenis beras bermacam-macam salah satunya beras putih dan beras coklat. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui menggunakan Uji Iodida untuk membandingkan Kandungan Pati pada Beras Merah dan Beras Putih untuk menentukan jenis beras yang baik untuk dikonsumsi pengidap  penyakit diabetes. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan kelompok sampel yaitu beras putih (Oryza sativa L) dan beras coklat yang diperoleh dari beras yang tersedia dipasaran, kemudian sampel ini diuji kadar patinya dengan uji Iodida. Data dianalisis dengan menggunakan uji T untuk melihat perbandingan kadar pati pada beras coklat dan putih. Hasil penelitian menunjukkaan kadar pati pada beras coklat sebesar 22,58 mg/100 mg beras (22,58 %), lebih rendah daripada kadar pati beras putih sebesar 24,47 mg/100mg beras (24,47%) Pada hasil uji T didapatkan nilai p <0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan hasil pada beras coklat dan beras putih. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar pati pada beras coklat lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida Ramirez, Igor; Sandra, Yurika; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i12.489

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan  peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Salah satu sumber karbohidrat yaitu beras. Beras merupakan makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Jenis beras bermacam-macam salah satunya beras putih dan beras merah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar pati pada beras merah dibandingkan dengan beras putih menggunakan uji iodida untuk menentukan jenis beras yang terbaik. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan kelompok sampel yaitu beras putih (Oryza sativa L) dan beras merah (Oryza nivara) yang diperoleh dari beras yang tersedia dipasaran, kemudian sampel ini di uji kadar patinya menggunakan uji Iodida. Data dianalisis dengan menggunakan uji T untuk melihat perbandingan kadar pati pada beras merah dan putih. Hasil penelitian menunjukkaan kadar pati pada beras merah sebesar 18,47gr/100gr (18,47%)  lebih rendah daripada kadar pati beras putih sebesar 24,47gr/100gr (24,47%). Kemudian hasil uji statistik t test didapatkan nilai p<0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar pati pada beras merah dan beras putih. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar pati pada beras merah lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.
Hipnoterapi dalam Praktik Dokter Menurut Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Praktik Kedokteran dan Tinjauannya Menurut Islam Pramesti, Indah; Poerwantoro, Bambang; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.506

Abstract

Hipnoterapi adalah salah satu bentuk psikoterapi dalam psikiatri. Namun, hipnoterapi juga dapat digunakan pada pasien non-psikotik. Model pengobatan ini dapat dikombinasikan dengan jenis pengobatan lainnya. Banyak dokter, terutama ahli bedah dan ahli anestesi, terlatih dalam hipnoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh hipnoterapi dalam praktik klinis di Indonesia menurut Undang Undang Kesehatan dan Praktik Kedokteran beserta pengaruh hipnoterapi dalam praktik klinis di Negara lain.  Dalam agama Islam, hipnoterapi sebagai mediator pengobatan hukumnya mengikuti hukum tujuannya yaitu sunnah ataupun mubah. Penelitian ini dilakukan dengan metode Literature Review.Pencarian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi 9 jurnal dari Indonesia dan 8 jurnal dari negara lain.  Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa hipnoterapi mempunyai pengaruh terhadap permasalahan yang dialami pasien terutama permasalahan medis baik di Indonesia maupun negara lain, seperti halnya dalam mengurangi rasa nyeri (Kanker, dismenore, dan IBS (Irritable Bowel Syndrome)), kecemasan, dan gangguan tidur. Hipnoterapi mampu dalam mengurangi rasa nyeri, gejala, kecemasan, dan mengatasi gangguan tidur sehingga dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi suportif yang setara dengan pengobatan medis lainnya
Terapi Hiperbarik Sebagai “Penunda” Penuaan Kulit Ditinjau dari Kedokteran dan Islam Kartika Rachmadini, Agisni; Poerwantoro, Bambang; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.509

Abstract

Pendahuluan: Penuaan merupakan suatu proses degeneratif yang melibatkan semua organ, salah satunya melibatkan kulit, suatu proses menghilangnya kemampuan suatu jaringan secara perlahan untuk memperbaiki dan mempertahankan struktur serta fungsi secara normal atau fisiologis. Tentunya setiap orang menginginkan agar kulitnya selalu dalam keadaan baik dengan menunda penuaan. Salah satu metode untuk menunda penuaan pada kulit yaitu menggunakan terapi oksigen hiperbarik atau Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT). HBOT merupakan suatu terapi yang dilakukan dengan memberikan 100% oksigen bertekanan kepada pasien. Terdapat beberapa penelitian yang mengatakan bahwa perawatan HBOT pada lansia yang sehat dapat menghentikan penuaan sel darah dan membalikkan proses penuaan. Namun, hingga saat ini HBOT masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. HR. Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa perubahan bentuk tubuh itu dilarang. Namun, terdapat salah satu ulama yang berpendapat jika tujuan untuk mempercantik dan merawat diri itu sebenarnya diperbolehkan tanpa mengubah apa pun. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah literature review dengan metode yang digunakan literature review. Hasil: HBOT terbukti dapat memberikan dampak positif terhadap penuaan yang signifikan bagi manusia. Berbagai manfaat HBOT antara lain meningkatkan angiogenesis, bersifat imunomodulator, meningkatkan aktivitas antioksidan, penekanan penuaan seluler, regulasi sel induk dan peremajaan kulit. Sehingga, menjadikan HBOT berpengaruh secara signifikan terhadap kulit. Kesimpulan: HBOT mampu untuk menunda penuaan pada kulit. Namun perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap penggunaan HBOT untuk menunda penuaan karena di khawatirkan adanya efek samping yang buruk jika HBOT digunakan secara terus menerus. Di samping itu, dalam dunia kedokteran Islam belum adanya pengkajian mengenai halal atau haramnya penggunaan HBOT untuk menunda penuaan
Pengaruh Pemberian Asi Ekslusif dan ASI Non Eksklusif Terhadap Pertumbuhan Bayi 0-12 Bulan Di RS YARSI Jakarta dan Tinajuannya Menurut Pandangan Islam Widianti Mukaromah, Dian; Souvriyanti, Elsye; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.511

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu, faktor genetik, faktor lingkungan, faktor internal, faktor postnatal, faktor prenatal, dan faktor nutrisi. Nutrisi terbaik bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya adalah ASI. Pemberian ASI eksklusif dari sejak lahir sampai usia 6 bulan direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF (WHO, 2020). Penelitian di Meksiko menunjukan bahwa 12,3% anak-anak berusia 6-35 bulan mengalami stunting disebabkan oleh kurangnya pemberian ASI. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hubungan pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi usia 0-12 bulan dari pandangan kedokteran dan Islam. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu anak usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Analisis data dilakukan secara analisis bivariat menggunakan alat bantu alat bantu program Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil menunjukan dari 51 anak bahwa anak yang mendapatkan ASI eksklusif yakni sebanyak 27 orang atau 52.9% dan hanya 24 orang atau 47.1% yang memberikan ASI non eksklusif. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan bermakna antara status gizi baik dan status gizi kurang dengan p value 0.03.
Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif dan ASI Non Eksklusif Terhadap Perkembangan Bayi 0-12 Bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta dan Tinjaunnya Menurut Pandangan Islam An-Nisa, Hamida; Souvriyanti, Elsye; Arifandi, Firman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i1.513

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir dan eksklusif untuk ASI yang diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan. Pada ASI terdapat kolostrum yang mengandung protein sistem kekebalan tubuh, yang membantu membunuh banyak bakteri, dan kaya akan antibody. ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian bayi. Pemberian ASI eksklusif wajib diberikan oleh ibu kepada bayi hingga bayi sudah mengenal Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu anak usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Analisis data dilakukan secara analisis bivariat. Untuk mengolah data digunakan alat bantu program Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil menunjukan dari 50 anak bahwa anak yang memiliki perkembangan normal yakni sebanyak 44 orang (88%) dan 6 orang (12%) mengalami suspek perkembangan. Berdasarkan hasil uji Chi Square didapatkan nilai p pada motorik kasar 0.132 > 0.05, Bahasa 0.697 > 0.05, motorik halus 0.661 > 0.05 dan personal sosial 0.232 > 0.05 dan pada perkembangan anak secara menyeluruh nilai p adalah 1.000 dengan signifikansi p adalah <0,05. Hal ini menyatakan bahwa hipotesis ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dan ASI non eksklusif terhadap perkembangan bayi usia 0-12 bulan berdasarkan panjang badan dan berat badan di Rumah Sakit YARSI Jakarta. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dan ASI non ekslusif terhadap perkembangan motorik kasar, bahasa dan kognitif, motorik halus dan personal sosial pada bayi usia 0-12 bulan di Rumah Sakit YARSI Jakarta.
Hubungan Status Gizi Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu pada Civitas Akademika di Lingkungan Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nabilah Suri, Sakina; Wuryanti, Sri; Arifandi, Firman; Asiah, Nur
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32639

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi dengan kadar gula darah sewaktu pada civitas akademika Universitas YARSI serta mengkaji langkah preventif berdasarkan literatur keislaman. Metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 74 responden yang diukur status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar gula darah sewaktu. Hasil menunjukkan sebagian besar responden mengalami obesitas II dan I, namun mayoritas kadar gula darah tetap dalam batas normal. Analisis korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan kadar gula darah (p = 0,661; r = -0,052). Faktor usia produktif, aktivitas fisik, pola makan, regulasi hormonal, dan genetika berperan menjaga kestabilan kadar gula darah. Nilai Islam yang relevan meliputi prinsip moderasi makan dan minum sesuai QS Al-A’raf ayat 31, anjuran puasa untuk kesehatan metabolik, aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, seperti berenang dan memanah, serta pengendalian stres melalui dzikir dan sabar untuk kestabilan hormon. Penelitian ini memberikan dasar pencegahan komplikasi metabolik dengan mengintegrasikan pendekatan medis dan nilai-nilai Islam sebagai amanah Allah SWT.
Hubungan Antara Status Gizi dan Lingkar Pinggang pada Civitas Akademika di Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Jiwandani, Rizka Zahra; Wuryanti, Sri; Arifandi, Firman; Asiah, Nur
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32640

Abstract

Nutritional status is an important health indicator that can be assessed through Body Mass Index (BMI), however this parameter has limitations in describing visceral fat distribution associated with metabolic disease risk. Waist circumference is a more sensitive indicator for identifying central obesity. This study aims to determine the description of nutritional status, waist circumference, and the relationship between nutritional status and waist circumference among the academic community at YARSI University and its review according to Islamic perspective. This study is a quantitative analytic research with cross-sectional design involving 74 respondents aged 20-60 years. Primary data were obtained through direct measurements using stature meter, body weight scale, and measuring tape. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with Spearman correlation test. The results showed that 75.6% of respondents had excess nutritional status with obesity II (45.9%) and obesity I (29.7%), exceeding the national prevalence of 21.8%. The majority of respondents had excess waist circumference, namely 51.4% women (>80 cm) and 29.7% men (>90 cm). The relationship between BMI and waist circumference overall was not significant (r = 0.172; p = 0.144), but showed a moderate and significant positive relationship in the analysis based on gender, namely men (r = 0.544; p = 0.005) and women (r = 0.569; p = 0.000). This study concludes that BMI cannot be used alone in assessing body fat distribution, therefore waist circumference measurement needs to be used as an additional indicator to detect central obesity risk. From an Islamic perspective, maintaining nutritional balance is an implementation of the principles of halalan tayyiban and the prohibition of isrāf as commanded in the Qur'an.
Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 – Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Alisa Fidelia Putri; Wan Nedra; Firman Arifandi; Elsye Souvriyanti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4685

Abstract

Pendahuluan: Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 14.8%. Stunting pada bayi laki-laki ditandai dengan PB ≤ 46,1 cm dan pada bayi perempuan ≤ 45,4 cm. Salah satu faktor risiko stunting yaitu kehamilan remaja. Di Indonesia, angka perkawinan usia dini masih cukup tinggi sehingga berdampak pada peningkatan angka kehamilan remaja. Al-Qur’an dan sunnah tidak mengatur secara konkrit mengenai batas usia melangsungkan pernikahan. Akan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashid al-shariah untuk menghindari kemudharatan yang akan ditimbulkan. Dengan demikian, penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan kehamilan remaja terhadap kejadian stunting di RS YARSI tahun 2023 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control dengan populasi berjumlah 1801 kelahiran di RS YARSI tahun 2023. Penetapan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel sebanyak 95 bayi stunting dan 95 bayi tidak stunting. Data dikumpulkan melalui rekam medis elektronik kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan bantuan software SPSS versi 29. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan kehamilan remaja terhadap kejadian stunting pada bayi di Rumah Sakit YARSI periode Januari 2023 – Desember 2023 dengan p-value = 0,534 dan OR = 1,810 (95% CI 0,512-6,399). Simpulan: Kehamilan remaja merupakan salah satu faktor tidak langsung yang menyebabkan stunting pada bayi. Terdapat faktor risiko lain yang menyebabkan stunting, meliputi tinggi badan ibu, pemenuhan nutrisi, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi ibu. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa kehamilan remaja tetap berisiko 1,810 kali lebih tinggi menyebabkan stunting. Kata Kunci: stunting, kehamilan remaja, bayi, maqashid al-shariah
Co-Authors -, Faiq Syafriansyah Aan Royhan Afif Aziz Firdausy Agisni Kartika Rachmadini Alisa Fidelia Putri Almaudoody, Daffa Naufal Hamid Alya Nabila Alyaa Shabrina Arifin Amara Aurelia Ambar Hardjanti Amelia Kresna An-Nisa, Hamida Ananda Fatimah Ramadhani Anandra Julitiana Andi Dewitya Andini Anita Rahmawati Annisa Amelia Annisa Fitri Ramadhany Annisa Winahyu Anjani Ardi, Raihan Ardini, Putri Arista, Kesya Nabila Arsyad Arsyad Aryenti Astiningtyas, Widya Ayu Aulia Najmi Yatrib Ul Firdaus Aulia Rahma Isnaeni Ayu Andriani, Ayu Azzahir, Raihan Rahmat Bambang Poerwantoro Bambang Poerwantoro Batubara, Lilian Belia, Citra Berliannissa Diva Irvadianis Budiman, Reval Setya Aji Chandra, Natasya Citra Fitri Agustina Damayanti, Ndaru Andri Dani Mulya Arrafi Daud Trisanto Dela Riyanti Deria Zahra Fatihah Desica Destya Putri Dewi, Intan Keumala Dian Widianti Mukaromah Dianti, Sry Vhina Dina Yustisi Yurista Dinda Mulya Arrifa Donanti, Elita Edi Prasetyo Edward Syam Edward Syam Eko Purwanto Eko Purwanto Elita Donanti Elita Donanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti, Elsye Elza Rakhma Octaviaini Permana Endah Purnamasari Endah Purnamasari Endah Purnamasari Endang Purwaningsih Endy Muhammad Astiwara Eri Dian Erlina Wijayanti Faizar, Fathia Azzahra Fakhri Faadillah Djashar Fakhria Mutia fanni tasya rahma Fasli Jalal Fasli Jalal Ferlianti, Rika Ferryal Basbeth Ferryal Basbeth Ferryal Basbeth fetricia catherina Firdaus, Fiqri Nurul Firza Azaria Syerin Firza Yoviono Fitri Amelia Fitria Nur Ain Fitria Rahma Ghozy Akbar Halida, Ezayffa Hizfar Hamida An-Nisa Hanifah Azzahra Hedansa Hasanatul Fitriani Hasibuan, Faizal Drissa Helena Khairunnisa, Diandra Hermi, Permata Hesty Juni Tambuati Subing Hidayah, Adira Hayyu Putri Ida Ratna Nurhidayati Igor Ramirez Indah Pramesti Intan Keumala Dewi Jiwandani, Rizka Zahra Jovanly Jovanly Juniarti Karina Dewi Karina Dewi, Karina Karina Nurul Syifa Gita Shafira Kartika Rachmadini, Agisni Kenconoviyati Keumala Dewi, Intan Kresna, Amelia La Rizky Santun Putri Laginta Revilosa Zilmi Lilian Batubara Lilian Batubara Linda Armelia Linda Weni Maharsih, Eri Dian Marsiati, Himmi Maudina Mahlani Mazaya Azzahra Muhammad Achmad Yani Muhammad Arsyad Muhammad Hafizh Al-Fatah Imanov Muhammad Hariyadi Muhammad Kholik Sanaba Nabiilah Ayu Anisah Nabila Ghufraeni Rona Raharjo Nabilah Suri, Sakina Nabilla Rizqina Rachmaputri Natasya Chandra Noor Achmad Nunung Ainur Rahmah Nur Asiah Nurhidayati, Ida Ratna Nurmarida Asriani, Salfa Nurpanji, Farrahanim Pyka Nurwijayanti Pramesti, Indah Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari putri, firda amanda Putri, Rafischa Qomariyah Qomariyah Qomariyah Qomariyah Rahmawati, Kus Fanisa Rahmi, Hastuti Ramadhan, Rayhan Ramirez, Igor Ratu Rohmah Januba rein, virjinea hawani Restie Abeputri Restu Syamsul Hadi Rifal Hendri Hermawan Rifqatussa’adah, Rifqatussa’adah Rika Ferlianti Rika Yuliwulandari Rika Yuliwulandari Risdawati Djohan Riyani, Anggita Yayang robbi, dzikri robbi Rostiana, Ajeng Nita Sahira Nabila Azahra Saleh, Muhammad Fathurrahman Salfa Nurmarida Asriani Salsabila Dinda Aulia Salwa Sabia Fitriani Samsul Mustofa Samudra, Galih Jati Bintang Sandrina Shera Monifa Sari, Siti Maulidya Sendy Shafakarina Erizal Setyo Mahanani Shinta Aurellia Putri Shintya Nabilla Trianti Siti Nur Riani Soraya, Aulia Ramadhani Sri Hastuti Andayani Sri Wahyu Herlinawati Sri Wuryanti Taslim, Siti Ghadira Inayah TITIEK DJANNATUN Titiek Djannatun Titiek Djannatun Vasha Annisa Hidayat Wan Nedra Wening Sari Widianti Mukaromah, Dian Wijayanti, Erlina Yoviono, Firza Yurika Sandra Zakiyah Zakiyah Zuhdi, Akram Ushaim