p-Index From 2021 - 2026
9.033
P-Index
This Author published in this journals
All Journal At-Ta`lim Jurnal Al-Tadzkiyyah Jurnal An-Nahdhah Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau IQRO: Journal of Islamic Education Jurnal Riset Akuakultur Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal) JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) TANJAK: Journal of Education and Teaching Cybernetics: Journal of Research and Educational Studies Continuous Education : Journal of Science and Research Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan International Journal of Advanced Multidisciplinary Jurnal Ilmu Multidisplin Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Jurnal Indonesia Sosial Sains JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Socius: Social Sciences Research Journal ZIJEd :Zabags International Journal of Education Academic Journal Research Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah Siber International Journal of Education Technology Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Multidisciplinary Indonesian Center Journal IJELaSS: International Journal of Education, Language and Social Scince JARI : Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia MUMTAZ: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) TERHADAP PERLAKUAN WARNA DINDING BAK YANG BERBEDA Setiadi, Ananto; Gunawan, Gunawan; Hutapea, Jhon Harianto; Anwar, Kasful
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 4 (2025): Desember (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.4.2025.369-383

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya mortalitas larva hingga fase juvenil pada pemeliharaan larva tuna sirip kuning, terutama akibat kanibalisme dan tabrakan larva/benih dengan dinding wadah. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa warna gelap meningkatkan sintasan larva, sementara warna terang mengurangi kematian pada fase juvenil, namun belum ada pendekatan yang mengombinasikan kedua kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perubahan warna dinding bak pemeliharaan terhadap pertumbuhan dan sintasan larva hingga fase benih. Dua perlakuan dalam penelitian ini : (A) dinding bak berwarna hitam pada fase larva (D-0–D-15) kemudian diubah menjadi putih pada fase juvenil awal (D-16–D-30), dan (B) dinding bak tetap hitam sepanjang pemeliharaan sebagai kontrol. Penelitian dilakukan tiga ulangan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Larva dipelihara dalam bak beton berkapasitas 6 m³ dengan padat tebar 90.000 telur per bak, diberi pakan bertahap berupa rotifer, naupli kopepoda, larva kerapu, larva bandeng, hingga nener bandeng, serta dikelola dengan manajemen kualitas air sesuai standar hatchery tuna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna dinding bak tidak memengaruhi pertumbuhan larva, namun berpengaruh signifikan terhadap sintasan. Perlakuan B (bak hitam sepanjang pemeliharaan) menghasilkan sintasan lebih tinggi pada D-30 (0,36 ± 0,06%) dibandingkan perlakuan A (0,20 ± 0,01%) dengan p<0,05. Sementara itu, respon pertumbuhan menunjukan tidak beda nyata. Secara keseluruhan, penggunaan dinding bak berwarna hitam selama seluruh periode pemeliharaan memberikan sintasan larva-benih yang lebih baik dibandingkan kombinasi perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi visual lingkungan yang lebih gelap lebih sesuai untuk mengurangi stres dan mortalitas larva tuna sirip kuning sepanjang fase awal kehidupannya.This study was motivated by the high mortality rate of yellowfin tuna larvae rearing during the transition to the early juvenile stage, mainly due to cannibalism and collision with tank walls. Previous studies have shown that dark colors increase larval survival, while light colors reduce mortality in the juvenile phase, but there has been no approach that combines the two conditions. This study aims to evaluate the effect of color changes in the walls of the care tub on the growth and survival of larvae to the seed phase. Two treatments in this study : (A) black tank walls during the larval phase (D-0–D-15) followed by white walls during early juvenile rearing (D-16–D-30), and (B) continuously black tank walls throughout rearing as the control. The study was conducted with three replications using a completely randomized design (RAL). Larvae were reared in 6 m³ concrete tanks stocked with 90,000 eggs per tank and fed gradually with rotifers, copepod nauplii, grouper larvae, milkfish larvae, and milkfish fry, supported by standard hatchery water-quality management. The results showed that tank wall color did not significantly affect larval growth but had a significant effect on survival. Treatment B (black walls throughout rearing) produced a higher survival rate at D-30 (0,36 ± 0,06%) compared with Treatment A (0,20 ± 0,01%) with p<0.05. Meanwhile, the growth response shows no real difference Overall, maintaining fully black tank walls throughout the rearing period yielded better larval-to-seed survival, indicating that a darker visual environment reduces stress and mortality in early life stages of yellowfin tuna.
ANALISIS KEBERLANJUTAN KAWASAN KONSERVASI IKAN ENDEMIK TEMPALAK MIRAH (Betta burdigala) PASCA DITETAPKAN SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMUNAL KABUPATEN BANGKA SELATAN Firdaus, Luhung Amin; Anwar, Kasful; Adi, Wahyu
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi keberlanjutan kawasan konservasi ikan endemik Tempalak Mirah (Betta burdigala) pasca penetapannya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kabupaten Bangka Selatan. Evaluasi menggunakan pendekatan Rapfish pada lima dimensi yaitu, ekologi, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan. Hasilnya menunjukkan seluruh dimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 59,55–69,84. Hasil Monte Carlo memiliki selisih kecil (1,07–2,22) yang menunjukkan bahwa model stabil dan tidak sensitif terhadap kesalahan acak. Nilai R² tinggi (0,9735–0,9747) memperkuat reliabilitas pemetaan MDS dan stress rendah (0,116–0,118) mengonfirmasi kualitas konfigurasi MDS. Analisis leverage menunjukkan sejumlah atribut sensitif dan berpengaruh terhadap peningkatan status keberlanjutan kawasan konservasi Tempalak Mirah. Nilai rata-rata leverage menunjukkan seluruh aspek memerlukan prioritas pembenahan agar pengelolaan kasawan konservasi tetap adaptif pasca penetapan sebagai KIK. Secara keseluruhan, kawasan konservasi Tempalak Mirah memiliki potensi keberlanjutan yang cukup, namun masih memerlukan dukungan regulasi, kelembagaan, serta pengelolaan ekologi dan sosial yang lebih terintegrasi demi memastikan perlindungan plasma nutfah endemik Bangka Selatan.
POTENSI DAERAH DALAM PEMBERDAYAAN NELAYAN DI DESA SERDANG KABUPATEN BANGKA SELATAN Setiawan, Herman; Anwar, Kasful; Syafei, Yani
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemberdayaan nelayan di Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan melalui aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, dan regulasi. Kawasan ini memiliki potensi perikanan yang kuat dengan ekosistem pesisir yang baik, meliputi hutan mangrove 215 ha dan padang lamun 42 ha sebagai habitat ikan bernilai ekonomi tinggi. Produktivitas nelayan mencapai 2,8 ton per bulan per kelompok, namun nelayan masih terkendala akses permodalan, fluktuasi harga ikan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pelabuhan. Pemerintah daerah telah menyediakan tiga tempat pelelangan ikan dan satu balai pelatihan, tetapi pemanfaatannya rendah. Analisis MDS dan Monte Carlo menunjukkan model valid (selisih < 1; Stress < 0,15; R² > 94%). Dimensi kelembagaan paling kuat (93,5), diikuti ekonomi (71,0), sosial (61,5), dan regulasi (42,5). Bentuk diagram layang-layang menunjukkan ketimpangan antar dimensi dengan kelembagaan yang menonjol sementara regulasi masih lemah. Secara keseluruhan, pemberdayaan nelayan di Desa Serdang sangat bergantung pada sinergi antara penguatan kelembagaan masyarakat pesisir dan peningkatan efektivitas implementasi kebijakan daerah. Leverage rata-rata menunjukkan kelembagaan (7,86%) dan regulasi (7,20%) sebagai faktor utama peran keberlanjutan pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antarinstansi, optimalisasi sarana, dan pendampingan berkelanjutan untuk pembangunan pesisir inklusif
PENILAIAN MUTU DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) PADA KAPAL PASCA PRODUKSI DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Utari, Retno Dwi; Wiyono, Eko Sri; Anwar, Kasful
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.17026

Abstract

Penilaian mutu ikan merupakan tahap penting untuk menjamin kelayakan konsumsi dan nilai jual hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) pada kapal pascaproduksi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu berdasarkan parameter organoleptik, fisik, dan penanganan pascapanen. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan awak kapal, pengambilan sampel ikan, serta pengujian mutu menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4110:2020. Parameter yang dinilai mencakup kenampakan, tingkat pengeringan, perubahan warna, kondisi fisik ikan beku, dan kualitas visual. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ikan cakalang memiliki mutu baik dengan nilai organoleptik rata-rata 7–8 (skala 1–9). Variasi mutu dipengaruhi oleh durasi penangkapan, metode pendinginan di kapal, serta kebersihan wadah penyimpanan. Kelemahan yang ditemukan adalah belum optimalnya penerapan SOP penanganan, keterbatasan pelatihan awak kapal dalam pengoperasian Air Blast Freezer (ABF), serta fluktuasi suhu ruang penyimpanan yang sering melebihi standar SNI yaitu diatas –18 °C, sehingga berpotensi menurunkan kualitas ikan beku. Secara umum, mutu ikan cakalang di PPN Palabuhanratu masih layak konsumsi dengan potensi nilai jual tinggi. Namun, peningkatan konsistensi penanganan pascaproduksi, implementasi teknologi pendinginan optimal, serta pelatihan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga mutu. Selain itu, penerapan SOP berbasis mutu dan pengendalian rantai dingin yang ketat menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas ikan sekaligus mendukung nilai jual yang kompetitif.
Increasing vaname shrimp farming efficiency and profitability through IoT and solar-powered Automatic Shrimp Feeder implementation in intensive aquaculture systems Komalasari, Ria; Anwar, Kasful; Panggabean, Donwill; Setiaji, Agung
Aurelia Journal Vol 8, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v8i1.19073

Abstract

Feed is the largest contributor to operational costs (50-60%) in intensive vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) cultivation, so inefficient feed management can substantially erode profitability. This case study aims to analyze the technical and economic impact of the implementation of an Automatic Shrimp Feeder (ASF) integrated with Internet of Things (IoT) technology and powered by solar energy on PT's intensive shrimp ponds. Mina Balng Berkah, Sukabumi. The research uses mixed methods with qualitative descriptive analysis. The results show that ASF adoption has a significant positive impact. Feed efficiency increased sharply, as indicated by a decrease in the Feed Conversion Ratio (FCR) from 1.5 to 1.25. Apart from that, the use of ASF also has an impact on increasing the Survival Rate (SR) and cultivation productivity. From an economic aspect, feed efficiency and reduced labor requirements for feeding (from 3 to 2 people per cycle) result in reduced operational costs and increased production value, which leads to an increase in net profitability of more than twofold. The application of ASF based on IoT and solar energy has proven to be the optimal solution for achieving precision aquaculture, increasing resource efficiency, and being effective in increasing the productivity and sustainability of shrimp farming.
Analisis Faktor Determinan Budidaya Pen Culture Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) Dalam Potensi Pengembangan Kabupaten Natuna Akmal, Achmad; Anwar, Kasful; Ridhowati, Sherly
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v11i1.307

Abstract

This study investigates the influence of stocking density, seed quality, environmental conditions, and technology on production performance, with management serving as a mediating variable in aquaculture enterprises. A quantitative research design was applied using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method. Evaluation of the measurement model demonstrated that all constructs satisfied validity and reliability requirements. Outer loading values exceeded 0.70, Average Variance Extracted (AVE) ranged from 0.603 to 0.770, and Composite Reliability values were between 0.881 and 0.944. Discriminant validity was confirmed using both the Fornell–Larcker criterion and the Heterotrait–Monotrait (HTMT) ratio, with all values below 0.90. The structural model analysis showed that the proposed model explained 49.4% of the variance in production performance (R² = 0.494) and 7.3% of the variance in management (R² = 0.073). Hypothesis testing revealed that management had a strong and significant positive effect on production performance (β = 0.681; t = 12.720; p < 0.001), supported by a large effect size (f² = 0.850). Conversely, stocking density, seed quality, and environmental factors did not exhibit significant direct effects on either management or production. Technology showed no direct impact on production; however, it positively influenced management and demonstrated a marginally significant indirect effect on production through management.
Co-Authors A Halim A, Ansori Afandy, Alfa Astiana Afriyanti, Rita Agung Setiaji Ahmad Syukri Ahmad Syukri Saleh Akmal, Achmad Albert Gamot Malau Almuhtarom Almuhtarom, Almuhtarom AMELIA FEBRIANA, AMELIA Amelia, Inda Amrizal Amrizal Andi Susanto Anggana Rarassari, Madyasta Ani Nuraini, Ani Anis Khairunnisa Ansori , Ansori Arestya, Deassy Aris Dwi Nugroho Asrulla Asrulla, Asrulla Aumeboonsuke, Vesarach aziwantoro, juni Azmiyati, Yuli Chaniago, Fransisko Della Anggraini, Della Donwill Panggabean Eka Putra Eko Eko, Eko Eko Sri Wiyono Endi Rekarti, Endi Enuh, Kamaludin Ernik Yuliana Faizul Mubarok Fathoni, Wildan Fatia Fatimah Fatmawati F, Fatmawati Fermidera, Icha Firdaus, Luhung Amin Guna, Ipong Adi Gunawan Gunawan Hapzi Ali Hayup, Hayup Herman Setiawan, Herman Husaini, Haviz Husnullail, Muhammad Ikhsan, Muhammad Jusuf Nur Imam Subekti Imron Rosadi, Kemas Jahanifar, Mojtaba Jalil, Jalil Jamaluddin Jamaluddin Jeka, Firdaus Jhon Harianto Hutapea Joko Sumarwan, Joko Junaidi, Roni Kasmadi, Jon Khurniawan, Arie Wibowo Komalasari, Ria Kurniawati, Made Devi Kurniawaty, Dwi Latief, Mukhtar Lias Hasibuan Lina Warlina M. Syahran Jailani Mahmud MY Mahyuzar Rahman Mariyamah, Mariyamah Marjoni, Hely Martinis Yamin Martino Wibowo Mashuri Mashuri Medea, Johanis Johniforus Muhamad Muhamad Muhammad Munawir Pohan Mukhtar Latif Mukhtar Mukhtar Mulyadi Mulyadi Munawir, Abdillah - Munte, Rita Sahara Nasution, Faisal Hakim Nasution, Imam Wahyudi Nazzla, Rauzatul Neneng Hasanah Nikmah, Faridhatun Nur Halimah Nur Jannah Nurhayati Nurhayati Panggabean, Donwil Parida, Parida Pertiwi, Getar Rahmi Pirmanuddin, Pirmanuddin Putri, Anjellie Dasviana Putri, Mega Sobri Rahman, Muhammad Zaki Rasidin Ridhowati, Sherly Risnita Risnita Ritonga, Nurhayani Rosadi, Kemas Imron Rosnawati Rosnawati, Rosnawati Rusdiyanto, Edi Rusmini Rusmini sagita, hariyun Said, Ahmad Ihsan Saidek , Abdul Rahim Saripuddin, Saripuddin Satrio Setiadi, Ananto Shalahudin Shalahudin Siregar, Isropil Siswahyudianto SITI MARIYAH Sofwatillah Sofwatillah, Sofwatillah Sri Wahyuni SUADUON, JOGIE Sudarmo, Agnes Puspitasari Sulistiyowati Gandariyah Afkari Sumandiarsa, I Ketut Syafei, Yani Syafnan Syafnan Tanti Tanti Tias Andarini Indarwati Tulsadiah, Rahma Umiati, Titik Utari, Retno Dwi Wahyu Adi Wiratih, Hernawati W Retno Wongsuwatt, Sippavitch Yusup, Deni Kamaluddin