p-Index From 2021 - 2026
11.926
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri (e-journal) Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Kopasta: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Jurnal Psikoedukasi dan Konseling JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JUANG: Jurnal Wahana Konseling JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Bisma The Journal of Counseling ENLIGHTEN (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Jurnal Peduli Masyarakat FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Indonesian Psychological Research Soeropati: Journal of Community Service Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling KONSELING EDUKASI : Journal of Guidance and Counseling Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Language and Health Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Cons-Iedu: Islamic Guidance and Counseling Journal Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Nalar: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop JGK (Jurnal Guru Kita) Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan KONSELOR Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
Claim Missing Document
Check
Articles

Konseling Systematic Desensitization untuk Mengurangi Ketakutan Irasional Terhadap Serangga Guntur Sandi Sandi; Nurisma Elok Fadila Fadila; Maysa Nurarisanty; Dewi Puspita Sari; Gadis Cahayani; Ari Khusumadewi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37553

Abstract

Fobia adalah kondisi yang dialami seseorang akibat gangguan psikologis. Oleh karena itu, ketika dihadapkan pada situasi yang ditakuti, hal tersebut dapat menimbulkan gejolak emosi yang mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan memahami konsep konseling desensitisasi sistematis untuk mengurangi rasa takut irasional terhadap serangga. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang memanfaatkan kajian pustaka yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui penelusuran dan pembacaan sumber tertulis, seperti jurnal, artikel, atau e-book. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa konseling Desensitisasi Sistematis terbukti efektif dalam mengurangi fobia spesifik, termasuk rasa takut irasional terhadap serangga. Teknik ini bekerja melalui tiga tahap utama: pelatihan relaksasi, pengembangan hierarki kecemasan, dan pemaparan bertahap yang secara sistematis membantu klien mengganti respons ketakutan dengan rasa tenang. Fobia merupakan salah satu kondisi yang dialami oleh seseorang yang disebabkan oleh gangguan psikis. Sehingga jika terjadi situasi yang ditakutinya maka akan terjadi gejolak jiwa yang sangat mendalam. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji dan memahami konsep konseling desensitisasi sistematik untuk mengurangi ketakutan irasional terhadap serangga. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang memanfaatkan observasi pustaka yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui pencarian dan pembacaan dari sumber-sumber tertulis, seperti jurnal, artikel, atau buku elektronik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan Desensitisasi Sistematis terbukti efektif dalam mengurangi fobia spesifik, termasuk ketakutan irasional terhadap serangga. Teknik ini bekerja melalui tiga tahap utama pelatihan relaksasi, penyusunan stres kecemasan, dan paparan bertahap yang sistematis membantu konseli menggantikan respons rasa takut dengan rasa tenang.
Pengaruh Iklim Sekolah dan Self Control terhadap Perilaku Membolos Siswa SMP Indraswari, Berlian Mayang; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari; Nuryono, Wiryo
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21278

Abstract

The study aimed to determine the influence of school climate and self-control on truancy behavior among junior high school students. A quantitative approach with an ex-post facto design. The sampling technique is purposive sampling in three schools in Surabaya City for grades 7 and 8, involving 143 students. Data collection was conducted using questionnaires on school climate (133 items), self-control (29 items), and truancy behavior (45 items). Data analysis was performed using normality, multicollinearity, heteroscedasticity, simple and multiple linear regression tests. The research findings revealed that there was an effect of X1 on Y (t value = |-11.966| > 1.977; sig 0.00 < 0.05) of 50.4%, there was an effect of X2 on Y (t value = |-11.317| > 1.977; sig 0.00 < 0.05) of 47.6%, and there is an effect of X1 and X2 on Y (F value = 99.044 > 3.06; sig 0.001< 0.05) of 58.6%. Descriptive analysis shows that all three variables are in the moderate range, namely X1 72.7%, X2 67.1%, and Y 67.8%. The research results can provide additional data to schools to improve the quality of the school climate and increase self-control through counseling services with the support of various parties.  ____________________________________________________________________Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh iklim sekolah dan self control terhadap perilaku membolos siswa SMP. Pendekatan secara kuantitatif dengan desain ex-post facto. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling di tiga sekolah Kota Surabaya kelas 7 dan 8 sebanyak 143 siswa. Pengumpulan data melalui angket iklim sekolah (133 item), self control (29 item), dan perilaku membolos (45 item). Analisis data dengan uji normalitas, multikoleniaritas, heteroskedastsitas, regresi linear sederhana dan berganda. Temuan riset mengungkapkan ada pengaruh X1 terhadap Y (nilai t= |-11,966| > 1,977; sig 0,00 < 0,05) sebesar 50,4%, ada pengaruh X2 terhadap Y (nilai t = |-11,317| > 1,977; sig 0,00 < 0,05) sebesar 47,6%, dan ada pengaruh X1 dan X2 terhadap Y (nilai F = 99,044 > 3,06; sig 0,001< 0,05) sebesar 58,6%. Analisis deskriptif menunjukkan ketiga variabel pada kelompok sedang yaitu X1 72,7%, X2 67,1%, dan Y 67,8%. Hasil riset dapat menambah data kepada pihak sekolah untuk memperbaiki kualitas iklim sekolah dan meningkatkan self control melalui layanan BK dengan dukungan berbagai pihak.
The Influence of Academic Self-Efficacy and Peer Support on Students’ Learning Motivation in Mathematics Isnawati, Alamanda Wahyu; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari; Nuryono, Wiryo
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 6 No. 6 (2025): December
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v6i6.2316

Abstract

Purpose of the study: This study is to examine the influence of academic self-efficacy and peer support on students’ learning motivation in mathematics among junior high school students. It aims to identify whether academic self-efficacy and peer relationships contribute to increasing learning motivation in mathematics both partially and simultaneously. Methodology: This study using a quantitative approach with an ex post facto design involving 345 junior high school students selected through simple random sampling. Data were collected using standardized academic self-efficacy, peer support, and learning motivation scales. The data were analyzed using simple linear regression and multiple linear regression through SPSS version 27 to determine the magnitude and significance of the relationships. Main Findings: The findings revealed that academic self-efficacy and peer support both have significant positive effects on students’ learning motivation in mathematics. Academic self-efficacy emerged as the strongest predictor, while peer support acted as an important factor enhancing students’ learning motivation in mathematics. Simultaneously, both variables explained a substantial portion of the variance in mathematics learning motivation. Novelty/Originality of this study: This study shows that motivation to learn mathematics can be influenced by academic self-efficacy and peer support. It is important for teachers to involve peers in the learning process and providing valuable insights for guidance and counseling teachers to foster supportive and confidence-building learning conditions.
COGNITIVE RESTRUCTURING SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN FOKUS, REGULASI EMOSI, DAN MENTAL JUARA ATLET Nova Elisa; Septia Anggraini; Amalina Diananda Safira; Aisya Briliana Putri K; Ari Khusumadewi; Devi Ratnasari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37238

Abstract

This article examines the role of Cognitive Restructuring as an effective psychological strategy for improving focus, emotional regulation, and developing a champion mentality in athletes. Using a literature review method, this research examines various scientific findings related to the implementation of Cognitive Restructuring in the context of competitive sports. The results indicate that cognitive restructuring helps athletes identify and transform negative, irrational, and unproductive thoughts into more adaptive, realistic, and empowering thought patterns. This process contributes to improved concentration, anxiety management, emotional stability, and strengthened motivation and self-efficacy. Furthermore, this technique strengthens athletes' mental readiness to face competitive pressure, performance demands, and the dynamics of the sporting environment. Thus, Cognitive Restructuring can be a sustainable intervention in developing a champion mentality while supporting optimal athlete performance across various sports.
PENDEKATAN KONSELING KOGNITIF PERILAKU DENGAN TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KORBAN PELECEHAN SEKSUAL Crisfatika Yulianti; Ameliya Sayyidatus Syifa'; Nailah Hadi Paramita; Anita Dhuwi Rahayu; Ari Khusumadewi; Devi Ratnasari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37401

Abstract

Cognitive restructuring techniques in cognitive-behavioral counseling are methods that aim to help people identify, challenge, and change negative or illogical thoughts into more positive and realistic ways of thinking. These techniques help change the way of thinking that influences feelings and actions, making them very beneficial for individuals who have had traumatic experiences, including those who have experienced sexual abuse and feel insecure. This study aims to examine the application of cognitive restructuring techniques in improving the self-confidence of students who are victims of sexual abuse by looking at changes in thinking and emotional responses during counseling. The method used in this study is qualitative with semi-structured in-depth interviews, which provide an opportunity for counselees to share their experiences, fears, and irrational beliefs resulting from trauma. The interviews were conducted in several sessions to gather in-depth, rich information that reflected gradual cognitive changes. This article discusses the background of the problem, an explanation of cognitive restructuring techniques, step-by-step counseling procedures, analysis of counseling results, and the role of counselors in helping clients change their way of thinking. The results of the analysis show that the application of cognitive restructuring techniques is effective.
Studi Literatur: Konsep Dan Upaya Kuratif Kecanduan Game Aisyah, Siti; Nuryono, Wiryo; Khusumadewi, Ari; Habsy, Bakhrudin All
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v12i2.25264

Abstract

Online gaming addiction has emerged as a critical behavioral disorder affecting adolescents' psychological health and academic performance. This study aims to describe the core concepts, impacts, and effective curative strategies to address this digital phenomenon. The methodology employs a systematic literature review by synthesizing diverse scientific references and empirical data (Saputra, 2017). Results indicate that multidisciplinary interventions involving the synergy of families, educational institutions, and government policies are the most optimal approach. The discussion highlights that Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Solution-Focused Brief Therapy (SFBT), and self-management techniques are highly relevant for enhancing self-regulation and personal responsibility. These integrated approaches provide a robust framework for counselors to mitigate the long-term consequences of gaming addiction effectively.
Career Maturity in High School Students: The Interplay of Self Efficacy and Locus of Control Dandi Prayoga; Najlatun Naqiyah; Ari Khusumadewi; Wiryo Nuryono; Dian Oktaviana
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dr981972

Abstract

The research is motivated by the need for career maturity to help students choose the right educational path, as many students lack readiness. This is due to low career planning skills, limited knowledge about further education and the workforce, and the tendency to follow peers' choices without considering their own potential. Using a quantitative approach with an ex post facto correlational design, the study involved a population of 4,383 students with a sample of 367 students selected through cluster random sampling. The instruments used include Career Maturity Inventory (validity 0.306-0.610, reliability 0.734), General Self efficacy (validity 0.488-0.748, reliability 0.850), and Rotter's Locus of control (validity 0.153-0.791, reliability 0.911). Data were analyzed using Kendall's Tau and Kendall's W techniques. The results showed a significant relationship between “self efficacy” and career maturity (p = 0.000, r = 0.387), locus of control and career maturity (p = 0.000, r = 0.137), and a significant relationship between “self efficacy” and locus of control with career maturity (p = 0.000, W = 0.755). The findings confirm that “self efficacy” and belief in locus of control significantly affect career maturity. The role of counseling teachers is needed in supporting the development of students' self-efficacy and locus of control through directed and continuous counseling services, and this research encourages the development of holistic career guidance programs and further research on external factors. Tujuan penelitian ini mengkaji keterkaitan antara “self efficacy” dan “locus of control” dengan kematangan karier siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto melalui desain korelasional, yang memiliki populasi 4.383 siswa dengan sampel 367 siswa yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Career Maturity Inventory (validitas 0,306–0,610, reliabilitas 0,734), General Self efficacy (validitas 0,488–0,748, reliabilitas 0,850), dan Rotter's Locus of control (validitas 0,153–0,791, reliabilitas 0,911). Analisis data dilakukan dengan teknik Kendall’s Tau dan Kendall’s W. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self efficacy dan kematangan karier (p = 0,000, r = 0,387), locus of control dan kematangan karier (p = 0,000, r = 0,137), serta hubungan signifikan antara self efficacy dan locus of control dengan kematangan karier (p = 0,000, W = 0,755). Temuan ini menegaskan bahwasanya percaya diri dan keyakinan terhadap kontrol diri sangat memengaruhi kesiapan karier. Peran guru BK dibutuhkan dalam mendukung pengembangan self efficacy dan locus of control siswa melalui layanan konseling yang terarah dan berkesinambungan, serta penelitian ini mendorong pengembangan program bimbingan karier holistik dan penelitian lanjutan mengenai faktor eksternal.
INTERNALISASI NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL “GULAT OKOL” MELALUI BIMBINGAN KONSELING MULTIKULTURAL Rosyidah, Himmah; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9384

Abstract

Indonesia boasts a diverse range of cultures spread across its regions. Culture is a national identity; every country in the world certainly has its own. Culture can function to shape the attitudes and behavior of a group of people, and can serve as a guide for life in conducting themselves. Globalization also triggers a shift in societal mindsets from traditional perspectives to more logical and rational thinking. One effort to prepare and fortify adolescents in the era of globalization is to build adolescent character based on local cultural values. In this context, the role of multicultural guidance and counseling becomes crucial. The purpose of this study is to uncover the internalization of local cultural values ​​​​of the okol wrestling tradition through multicultural guidance and counseling. This study used a qualitative approach with a literature study method (library research) with a period of 2020-2025. Data collection was carried out using a literature review technique, namely by collecting secondary data from various relevant and credible sources. The results of the study show that the okol wrestling tradition is a local cultural tradition that is not only recreational or competitive, but also contains educational and psychosocial values, including: (1) Sportsmanship, (2) Emotional control, (3) Social solidarity and togetherness, (4) respect for others. Through the internalization of the okol wrestling cultural values ​​in this multicultural counseling guidance, it also contributes to strengthening the local cultural identity of students, fostering a sense of pride and love for their own regional culture, and can reduce individualistic values ​​that tend to emerge as a result of globalization. ABSTRAK Indonesia memiliki beragam macam budaya yang tersebar di berbagai penjuru wilayah. Budaya merupakan identitas bangsa, setiap negara di dunia pasti memiliki budayanya masing-masing. Budaya dapat berfungsi membentuk sikap dan perilaku suatu golongan masyarakat, serta dapat menjadi pedoman hidup dalam bertingkah laku. Globalisasi juga memicu pergeseran pola pikir masyarakat dari cara pandang tradisional menuju pemikiran yang lebih logis dan rasional. Salah satu upaya untuk mempersiapakan dan membentengi remaja dalam era globalisasi adalah membangun karakter remaja berbasis nilai budaya lokal. Dalam konteks inilah peran bimbingan dan konseling multikultural menjadi sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap internalisasi nilai budaya lokal tradisi gulat okol melalui bimbingan konseling multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library researchca) dengan rentang tahun 2020-2025. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik kajian pustaka, yaitu dengan menghimpun data sekunder dari berbagai sumber yang relevan dan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi gulat okol merupakan tradisi budaya lokal yang tidak hanya bersifat rekreatif ataupun kompetitif saja, melainkan juga mengandung nilai-nilai edukatif dan psikososial antara lain : (1) Sportivitas, (2) Pengendalian emosi, (3) Solidaritas sosial dan kebersamaan, (4) penghargaan terhadap orang lain. Melalui internalisasi nilai budaya gulat okol dalam bimbingan konseling multikultural ini turut memberikan kontribusi dalam menguatkan identitas budaya lokal siswa, menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya daerah sendiri, serta dapat mengurangi nilai-nilai individualis yang cenderung muncul akibat dari globalisasi.  
MAKNA TRADISI RUWAH DESA BAGI PENGEMBANGAN KONSELING MULTIBUDAYA Isdwiyanti, Dian; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9350

Abstract

The Ruwah Desa tradition represents a form of local wisdom within Javanese society that embodies social, spiritual, and psychological values and continues to be preserved in rural communities, including Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Regency. This study aims to examine the meaning of the Ruwah Desa tradition and its relevance to the development of multicultural counseling grounded in local wisdom. A qualitative approach with a case study design was employed. Participants were selected purposively and included traditional leaders, religious figures, village officials, and community members actively involved in the implementation of the tradition. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis, and analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Ruwah Desa tradition embodies values of communal spirituality, mutual cooperation, social solidarity, intergenerational value transmission, and environmental awareness, which contribute to strengthening social cohesion and collective emotional regulation within the community. These values are strongly aligned with the principles of multicultural counseling, particularly in promoting contextual, inclusive, and community-based counseling services. This study contributes to the enrichment of multicultural counseling discourse by integrating local cultural practices as psychosocial resources in counseling and guidance services. ABSTRAK Tradisi Ruwah Desa merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa yang mengandung nilai-nilai sosial, spiritual, dan psikologis yang masih terpelihara dalam kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Rangkah Kidul, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tradisi Ruwah Desa serta relevansinya bagi pengembangan konseling multibudaya berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwah Desa mengandung nilai spiritualitas komunal, gotong royong, solidaritas sosial, pewarisan nilai lintas generasi, serta kepedulian terhadap lingkungan yang berperan dalam memperkuat kohesi sosial dan regulasi emosi kolektif masyarakat. Nilai-nilai tersebut memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip konseling multibudaya, khususnya dalam menghadirkan layanan konseling yang kontekstual, inklusif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian konseling multibudaya melalui integrasi praktik budaya lokal sebagai sumber daya psikososial dalam layanan bimbingan dan konseling.
PENDEKATAN KONSELING MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN KESETARAAN DAN SENSITIVITAS GENDER DI KALANGAN SISWA Wilujeng, Wiwik; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9351

Abstract

Gender inequality in education, manifested through unequal role distribution, negative labeling, and bullying, can hinder students' psychological and academic development. This study focuses on analyzing the role of a multicultural counseling approach as an intervention strategy to foster gender equality and sensitivity in schools. The method used is a literature study by reviewing various theoretical references and relevant research results on multicultural counseling and gender issues. The research findings indicate that the implementation of multicultural counseling, both through individual and group services, is effective in helping students identify biased social constructs, reduce stereotypes, and develop empathy and mutual respect amidst diversity. This approach is not only preventive against discrimination but also transformative in creating an inclusive and safe school climate. The main conclusion emphasizes that multicultural counseling is a crucial instrument that requires counselor competence in recognizing cultural and gender biases, in order to create a just educational environment and support the sustainable self-actualization of all students. ABSTRAK Ketimpangan gender dalam pendidikan, yang termanifestasi melalui pembagian peran tidak seimbang, pelabelan negatif, hingga perundungan, dapat menghambat perkembangan psikologis dan akademik siswa. Penelitian ini berfokus pada analisis peran pendekatan konseling multikultural sebagai strategi intervensi untuk menumbuhkan kesetaraan dan sensitivitas gender di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai referensi teoritis dan hasil penelitian relevan mengenai konseling multikultural dan isu gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi konseling multikultural, baik melalui layanan individu maupun kelompok, efektif membantu siswa mengidentifikasi konstruksi sosial yang bias, mereduksi stereotip, serta mengembangkan empati dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif terhadap diskriminasi, tetapi juga transformatif dalam menciptakan iklim sekolah yang inklusif dan aman. Simpulan utama menegaskan bahwa konseling multikultural merupakan instrumen krusial yang menuntut kompetensi konselor dalam mengenali bias budaya dan gender, guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang adil dan mendukung aktualisasi diri seluruh siswa secara berkelanjutan.  
Co-Authors , LUSIANI A'yun, Siti Qurotul Adi Atmoko Afdal Agustin Hanivia Cindy AINIAH, QURROTUL Aisya Briliana Putri K Ajeng Rachmawati Al Habsy , Bakhrudin Al Hakim, Ibrahim Aliyah Nur Fadhia All Habsy, Bahkrudin Amalia Anggraeni Amalina Diananda Safira Amalya El Fatihah Djovana Amang Fathurrohman Ameliya Sayyidatus Syifa' Andhega Wijaya Andini Putri Kusuma Anggraeni, Amalia Anita Dhuwi Rahayu Annisa Putri Rahmasari Aprilia, Jessica Fiqma Arfianti, Yunica Putri Arfiyani, Maulidia Putri Aris Rudi Purnomo Ariyanti, Amelia Septianing Ariyanti, Vivin Asmara, Yuanisa Fatimada Astarina, Dian Azril Syamsurizal Bakhrudin All Habsy Bakhrudin All Habsy, Bakhrudin All Baktiadi, Athallah Nadhif Bambang Dibyo Wiyono Berlian Hati, Angela Amanda Buana, Imanda Riski Tri Budi Purwoko Caraka Putra Bhakti Carolina Ligya Radjah, Carolina Ligya Crisfatika Yulianti Dandi Prayoga Delia Indrawati DENOK SETIAWATI Devi Ratnasari Dewi Puspita Sari Dhita Werdhikaning Tyas Asih Dian Oktaviana Ditenta Kurnia Tasya Djovana, Amalya El Fatihah Dwi Pertiwi, Fina Dyah Amelia Susanti Eko Darminto Ela Nur Fadilah Elisabeth Christiana Eraeni, St. Evi Winingsih, Evi Ezadany, Adellia FASEH I, RAMADHANI FATIMATUS ZAHRO, NANING Febiyanti, Dela Firdaus, Azzahro Firdaus, Intan Nur FITRI RODIANA, NURIL Fitria Nigsih Gadis Cahayani Guntur Sandi Sandi Habibah, Noviana HADI WARSITO WIRYOSUTOMO Hakiki, Intan Ainul Hakim, Muchammad Achsanul Halimatus Firdiyanti Hanifudin, Muhamad Hannurawan, Fattah Herdiana Putri Indahsari Hidayah, Riska Hijrin Fitroni HILMAN, LUTHVAN Hoirot, Izza Muassisul Husni Abdillah IM. Hambali Imaddudin, Imaddudin Indraswari, Berlian Mayang Irfan Fauzi Isdwiyanti, Dian Ismi Faradila, Ismi Isnawati, Alamanda Wahyu Izzaty Nur Fajriyah Jannah, Ilda Miftakhul Jannatus Syarifah Junaidi Romadhon Kasih, Zelma Setya Khaelani, Fawwas Firdaus Khairunnisa Khairunnisa Khesya Dyanza KHOLILAH, NUR Kurniawan, Shopyan Jepri Leksana, Dinar Mahdalena Leksana Lianawati, Ayong Linsetyowati, Nabita Cahya Camilla M. Ramli Mahargian, Bara Persada MAPULTA INMAS, MUHAMAD Mayang Pramesti Maysa Nurarisanty Mega Nurhayati, Mega Miftah Farid, Dimas Ardika Mochamad Nursalim Moh. Soleh Murahman Mohammad Agil Agustinu Mohammad Syahidul Haq Mosleh, Ikrimania Musyaffa, Alvito Fadhil Nabella, Kharisma Putri Nabila Hamzati Nailah Hadi Paramita Najlatun Naqiyah Nandang Budiman Navyta Ramadhani Bukhroni Putri Neni Mariana Ninggar, Dhea Valina Dara Nova Elisa Novita Sari, Pipit Nurisma Elok Fadila Fadila Nurma Yulya Sari Nursani, Rahma Naadira Nurul Hofifah OVIEANTI YOLA MIRANDA, KARINA Paramatatwa, Zara Diva Penulis, Ayu Sekar Wangi Pramana, Atan Pramesti, Mayang Prasetya Koswara Prasetyo, Intan Anggraheni Zahrin Pratama, Gadis Putri Amelia Pratiwi, Reshinta Puspita Prima Vidya Purnama, Ivan Fadillah Putra Putri Agung Amanda Maharani PUTRI AINI AZIS, ATIKAH Putri Inayah Qurrota A'yuni Nur Rohmah Rachmawati, Amalia Putri Rahmawati, Maria Yustiana Rahmiawan, Natasya Artamefilla Rakhmanita, Aulia Retno Tri Hariastuti RIBKA PERWITASARI, PRISSILIA Risqullah Pidi, Nesya Roby Anggara Handika Putra Rosyidah, Himmah Rozita Jayuz Safitri, Ida Safitri, Ika Sania, Farah Nikmatus Santoso, Mohamad Andi Saputra, Reri Sari, Nurma Yulya Septia Anggraini Septinda Rima Dewanti Setiawatiningsih, Iyka Shafira Dzata Shabrina Wulandari Shafira, Rizka Rusydah Reza Siti Aisyah Siti Aminah Siti Qurotul A'yun Sri Harsantik, Gatis Sri Wahyuni Sukmawati, Indah SURYA ADI LESTARI, DINNA Susanti, Dyah Amelia Suseno, Indah Khomaria Syahrudi, Qonita Syifa Ilmi Beandira Putri TAMSIL MUIS Thaariq, Ahmad Ghulam Ath TITIN INDAH PRATIWI Tri Ardyanti, Asieline Wahyu Ubaidillah Ulfa Madina Fitrayani Valencya, Natasalwa Virdiansyah, Daniel Dwi W. S., Hadi Warsito Wadlhah, Zulfa Huwaidah Wahyuningsih, Dwi Ratnawati Widyaswari, Monica Wilujeng, Wiwik WIRYO NURYONO Wiryo Nuryono Wiryo Nuryono Wiyono, Bambang Dibyo Wiyono, Rima Faradillah Wati Firdaus Yuni Lestari Yunita, Mila Zahro, Nadia Ama Natuz Zahro, Putri Awalia Zara Diva Paramatatwa Zharima Berlian Ningrum Zikra Zuhriyah, Sofia Aminatuz