p-Index From 2021 - 2026
12.947
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan CIVED (Journal of Civil Engineering and Vocational Education) Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Journals Mining Engineering : Bina Tambang Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan JIPTEK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Jurnal Varidika VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Jurnal Manajemen Pendidikan Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) VOLT : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Education Technology Jurnal EDUTECH Undiksha Journal on Education International Journal of Educational Dynamics (IJEDS) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Ensiklopedia of Journal EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Konseling bit-Tech Zonasi: Jurnal Sistem Informasi JSR : Jaringan Sistem Informasi Robotik Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan Asatiza: Jurnal Pendidikan At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Computer Science, Information Technology and Telecommunication Engineering (JCoSITTE) Jurnal Applied Science in Civil Engineering Jurnal Sosial dan Teknologi Jurnal PTI (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi) Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Empiricism Journal Rangkiang Mathematics Journal Reflection Journal Ensiklopedia Research and Community Service Review JGK (Jurnal Guru Kita) Jurnal Arsitektur The Indonesian Journal of Computer Science Journal of Civil Engineering and Vocational Education Greenation International Journal of Engineering Science Jurnal Pendidikan MIPA JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

FILSAFAT TVET DALAM LENSA SDGs REALISME, HATI DAN LOGIKA DALAM PENDIDIKAN VOKASI Yuberta, Andre; Refdinal, Refdinal; Abdullah, Rijal; Mardizal, Jonni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4802

Abstract

Abstract: Technical and Vocational Education and Training (TVET) plays a crucial role in bridging the needs of the industrial world with the goals of sustainable human development. Within the context of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4.7 on Education for Sustainable Development, this study revisits the philosophy of TVET through three dimensions: realism, heart, and logic. The research aims to uncover the philosophical foundations of TVET within the SDG framework by tracing classical German thought (Kerschensteiner, Spranger, Fischer) alongside modern paradigms rooted in technology, vocational psychology, and educational sustainability. The method employed is an integrative bibliometric-based literature analysis of 1,041 Scopus-indexed articles (20152024), combined with a philosophical review of five major sources from Germany, the United Kingdom, China, and Indonesia. The findings reveal four key insights: (1) Educational realism emphasizes contextual and meaningful work competencies; (2) The dimension of heart highlights moral values, humanity, and psychological well-being within the TVET system; (3) Educational logic is reflected in technology-based curricula that integrate knowledge, skills, and values; and (4) The integration of SDGs fosters ecological awareness and social responsibility. TVET is thus conceptualized as a philosophical system that unites work reality, humanity, and scientific rationality toward a sustainable vocational curriculum for the 21st century.Keyword: Philosophy of TVET; SDGs; vocational ethics; vocational psychology; educational sustainabilityAbstrak: Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) berperan penting dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan tujuan pembangunan manusia berkelanjutan. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4.7 tentang Education for Sustainable Development, kajian ini meninjau ulang filsafat TVET melalui tiga dimensi: realisme, hati, dan logika. Penelitian ini bertujuan mengungkap fondasi filosofis TVET dalam kerangka SDGs dengan menelusuri pemikiran klasik Jerman (Kerschensteiner, Spranger, Fischer) serta paradigma modern berbasis teknologi, psikologi vokasional, dan keberlanjutan pendidikan. Metode yang digunakan adalah integrative literature analysis berbasis bibliometrik terhadap 1.041 artikel Scopus (20152024), dipadukan dengan telaah filosofis terhadap lima sumber utama dari Jerman, Inggris, Tiongkok, dan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) realisme pendidikan menekankan kompetensi kerja kontekstual dan bermakna; (2) dimensi hati menyoroti nilai moral, kemanusiaan, dan kesejahteraan psikologis dalam sistem TVET; (3) logika pendidikan tercermin pada kurikulum berbasis teknologi yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai; serta (4) integrasi SDGs menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial. TVET dipandang sebagai sistem filosofis yang menyatukan realitas kerja, kemanusiaan, dan rasionalitas ilmiah menuju kurikulum kejuruan berkelanjutan abad ke-21.Kata kunci: Filsafat TVET; SDGs; etika vokasional; psikologi kejuruan; keberlanjutan pendidikan.
KAJIAN FILOSOFIS PENGEMBANGAN SPESIALISASI MAHASISWA VOKASI OTOMOTIF MELALUI TEORI PERKEMBANGAN KARIER SUPER Maulana, Fajar; Refdinal, Refdinal; Abdullah, Rijal; Mardizal, Jonni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4995

Abstract

Abstract: The rapid transformation of the automotive industry towards digitalization and electric vehicles requires vocational graduates to have new competencies as well as a clear career path based on self-concept. However, students' unpreparedness in determining their specialization and the mismatch between their competencies and the needs of the EV industry make the development of a career guidance model even more important. This study aims to analyze the relevance of Super's career development theory in specialization guidance in the Automotive Engineering Vocational Program and to formulate a Self-concept-based career guidance model that is adaptive to the demands of electric vehicle technology. For this purpose, an analytical-philosophical literature review was conducted, examining 35 scientific articles and primary literature on Super's theory. The results show that the stages of career exploration, crystallization, specification, and implementation in Super's theory are in line with the process of forming EV competencies such as BMS, HV safety, electric motors, and digital diagnostics. Another important finding is that technical self-concept is formed through direct learning experiences and guided reflection, so career guidance needs to integrate self-assessment, exploration, workshops, and field experience. The study concludes that Super's theory is relevant as a foundation for vocational career guidance in the era of electrification and recommends the development of a curriculum that emphasizes career exploration and empirical research to test the effectiveness of the model.Keyword: Vocational Career; Super Theory; Electric Vehicles; Self-Concept; Career Guidance.Abstrak: Transformasi pesat industri otomotif menuju digitalisasi dan kendaraan listrik menuntut lulusan vokasi memiliki kompetensi baru sekaligus kejelasan arah karier yang berbasis Self-concept. Fenomena ketidaksiapan mahasiswa dalam menentukan spesialisasi serta ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri EV menjadikan pengembangan model bimbingan karier semakin penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi teori perkembangan karier Super dalam pembimbingan spesialisasi pada Program Vokasi Teknik Otomotif serta merumuskan model bimbingan karier berbasis Self-concept yang adaptif terhadap tuntutan teknologi kendaraan listrik. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka analitik-filosofis dengan menelaah 35 artikel ilmiah dan literatur primer teori Super. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan eksplorasi, kristalisasi, spesifikasi, dan implementasi karier pada teori Super selaras dengan proses pembentukan kompetensi EV seperti BMS, HV safety, motor listrik, dan diagnostik digital. Temuan penting lainnya adalah bahwa Self-concept teknis terbentuk melalui pengalaman belajar langsung dan refleksi terarah, sehingga bimbingan karier perlu mengintegrasikan asesmen diri, eksplorasi, workshop, dan pengalaman lapangan. Penelitian menyimpulkan bahwa teori Super relevan sebagai landasan pembimbingan karier vokasional pada era elektrifikasi dan merekomendasikan pengembangan kurikulum yang menekankan eksplorasi karier serta penelitian empiris untuk menguji efektivitas model yang diusulkan.Kata kunci: Karier Vokasional; Teori Super; Kendaraan Listrik; Self-Concept; Bimbingan Karier.
FILSAFAT TEKNOLOGI DALAM ERA DIGITAL: PEMAKNAAN EKSISTENSI MANUSIA DI TENGAH DOMINASI TEKNOLOGI INFORMASI Surya, Candra; Abdullah, Rijal; Mardizal, Jonni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5133

Abstract

Abstract: This study aims to understand how humans perceive their existence amid the dominance of information technology in the digital era. The research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews and observations with five informants, including a philosophy lecturer, IT practitioner, digital literacy activist, philosophy student, and social psychologist. The findings reveal that information technology has created a new form of existence, where human presence is defined not only physically but also digitally. The dominance of technology reshapes thinking patterns, social behavior, and human values, leading to a modern crisis of humanity. Nevertheless, humans retain reflective capacity to redefine their relationship with technology. Critical awareness, digital ethics, and balance between the real and virtual worlds are essential to preserve existential values so that technology remains a tool rather than the ruler of human life. Keyword: philosophy of technology; human existence; information technology; digital era; humanity. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana manusia memaknai eksistensinya di tengah dominasi teknologi informasi dalam era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap lima narasumber yang terdiri atas dosen filsafat, praktisi teknologi informasi, aktivis literasi digital, mahasiswa filsafat, dan psikolog sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi telah menciptakan bentuk eksistensi baru, di mana kehadiran manusia tidak hanya diukur secara fisik, tetapi juga melalui identitas digital. Dominasi teknologi menyebabkan perubahan pola berpikir, perilaku sosial, dan nilai kemanusiaan, sehingga muncul krisis humanitas modern. Namun demikian, manusia tetap memiliki kemampuan reflektif untuk menata ulang hubungan antara dirinya dan teknologi. Kesadaran kritis, etika digital, serta keseimbangan antara dunia nyata dan dunia maya menjadi kunci dalam menjaga nilai-nilai eksistensial agar teknologi tetap berperan sebagai alat, bukan pengendali kehidupan manusia. Kata Kunci: filsafat teknologi; eksistensi manusia; teknologi informasi; era digital; humanitas
THE PHILOSOPHICAL ESSENCE OF TECHNICAL AND VOCATIONAL EDUCATION AND TRAINING IN THE DIGITAL ERA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Saputra, Andi; Abdullah, Rijal; Giatman, M.; Mardizal, Jonni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5835

Abstract

Abstract: This study aims to provide a comprehensive philosophical justification for Technical and Vocational Education and Training (TVET) by examining how ontological, epistemological, and axiological foundations can strengthen its role in the modern era. This study addresses growing concerns that TVET is increasingly dominated by a market-driven instrumental paradigm that neglects its humanistic, reflective, and ethical dimensions. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA protocol. This review synthesized 34 Scopus-indexed journal articles published between 2020 and 2025, identified through Boolean-based keyword searches focusing on philosophical, conceptual, and theoretical perspectives in TVET. The selected studies were analyzed using qualitative thematic analysis to explore the philosophical justifications and their implications for TVET. This review reveals an intense philosophical urgency in redefining TVET amid rapid digitalization, Industry 4.0 demands, social inequality, and widening skill gaps. The philosophical foundations collectively shift TVET from a mechanistic skills training model to a holistic human development system. A philosophical approach contributes to character building, work ethic, and social awareness through virtue ethics, practical wisdom (phronesis), and spiritual workability. This study presents a comprehensive philosophical framework for reevaluating the essence and direction of TVET. By integrating ontology, epistemology, and axiology, this research offers a new conceptual lens to strengthen TVET as a transformative, humanistic, and socially responsive education system. Keywords: Technical and Vocational Education and Training (TVET); Philosophy of education; Vocational knowledge; Ethical competence; Systematic Literature Review Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pembenaran filosofis yang komprehensif untuk Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET) dengan mengkaji bagaimana landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dapat memperkuat perannya di era modern. Studi ini membahas kekhawatiran yang berkembang bahwa TVET semakin didominasi oleh paradigma instrumental yang digerakkan oleh pasar yang mengabaikan dimensi humanistik, reflektif, dan etisnya. Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dilakukan mengikuti protokol PRISMA. Tinjauan ini mensintesis 34 artikel jurnal terindeks Scopus yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025, diidentifikasi melalui pencarian kata kunci berbasis Boolean yang berfokus pada perspektif filosofis, konseptual, dan teoretis dalam TVET. Studi yang dipilih dianalisis menggunakan analisis tematik kualitatif untuk mengeksplorasi pembenaran filosofis dan implikasinya terhadap TVET. Tinjauan ini mengungkapkan urgensi filosofis yang intens dalam mendefinisikan ulang TVET di tengah digitalisasi yang cepat, tuntutan Industri 4.0, ketidaksetaraan sosial, dan kesenjangan keterampilan yang melebar. Fondasi filosofis secara kolektif menggeser TVET dari model pelatihan keterampilan mekanistik menuju sistem pengembangan manusia yang holistik. Pendekatan filosofis berkontribusi pada pembentukan karakter, etika kerja, dan kesadaran sosial melalui etika kebajikan, kebijaksanaan praktis (phronesis), dan kemampuan kerja spiritual. Studi ini menyajikan kerangka filosofis yang komprehensif untuk mengevaluasi kembali esensi dan arah TVET. Dengan mengintegrasikan ontologi, epistemologi, dan aksiologi, penelitian ini menawarkan lensa konseptual baru untuk memperkuat TVET sebagai sistem pendidikan yang transformatif, manusiawi, dan responsif secara sosial. Kata kunci: Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET), Filsafat pendidikan, Pengetahuan vokasi, Kompetensi etika, Tinjauan Literatur Sistematis
OPERASIONAL TVET DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA: ANALISIS MANAJEMEN INSTITUSI, WORKSHOP, METODE PELATIHAN DAN KURIKULUM Ameliza, Kiki; Refdinal, Refdinal; Abdullah, Rijal; Mardizal, Jonni; Fadhilah, Fadhilah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5845

Abstract

Abstract: This study examines the implementation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in improving students’ employability in Indonesian Vocational High Schools (SMK). The analysis focuses on four operational components: institutional management, workshop organization, training approaches, and industry-based curriculum practices. The research background highlights the persistent mismatch between the expected role of SMK as producers of skilled workers and the low employment rate of their graduates. Using a qualitative case study in selected SMK, the findings reveal that improving work readiness depends not only on teaching competencies but also on the effectiveness of operational systems in these four areas. The results show that institutional governance largely shapes industrial collaboration, instructional quality, and evaluation systems aligned with labor market demands. Industry-standard workshops significantly strengthen students’ technical skills through practical activities using relevant tools and procedures. Training models such as project-based learning, teaching factory, and internships enhance practical competencies and work attitudes. Meanwhile, flexible and collaborative curricula improve the relevance of graduate skills to industry needs. Keyword: TVET, SMK, kesiapan kerja, workshop kejuruan, kurikulum industri, pelatihan vokasi Abstrak: Penelitian ini mengkaji penerapan Technical and Vocational Education and Training (TVET) dalam meningkatkan kesiapan kerja peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Fokus penelitian mencakup empat aspek utama, yaitu manajemen institusi, pengelolaan workshop, metode pelatihan, dan implementasi kurikulum berbasis industri. Latar belakang penelitian didasari rendahnya serapan lulusan SMK di pasar kerja meskipun SMK ditujukan sebagai penghasil tenaga kerja terampil. Melalui studi kasus kualitatif pada beberapa SMK, ditemukan bahwa peningkatan kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pedagogis guru, tetapi juga oleh kualitas operasional keempat aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola manajemen berperan penting dalam menjalin kemitraan industri, mengatur mutu pembelajaran, dan merancang sistem evaluasi berbasis kebutuhan pasar. Workshop berstandar industri turut meningkatkan kompetensi teknis siswa melalui praktik menggunakan peralatan dan prosedur terkini. Metode pelatihan seperti project-based learning, teaching factory, dan magang industri mendorong keterampilan praktis serta etos kerja. Kurikulum yang fleksibel dan disusun bersama industri memperkuat relevansi kompetensi lulusan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan TVET membutuhkan sinergi kebijakan antara sekolah, industri, dan pemerintah dalam pendanaan, kurikulum, sertifikasi, dan penyediaan instruktur. Kata kunci: TVET, SMK, kesiapan kerja, workshop kejuruan, kurikulum industri, pelatihan vokasi.
FILSAFAT PENDIDIKAN OTOMOTIF DALAM ERA DIGITAL: SEBUAH ANALISIS TENTANG PERUBAHAN KONSEP BELAJAR DAN MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN MULTIVARIAT Putra, Meiyaldi Eka; Refdinal, Refdinal; Abdullah, Rijal; Mardizal, Jonni; Ambiyar, Ambiyar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5131

Abstract

Abstract: The rapid development of digital technology has brought significant transformation to the philosophy of automotive education, particularly in its traditional learning and teaching approaches that previously relied on manual skills. This study aims to analyze the shift in automotive education from the perspective of multivariate educational philosophy, which integrates technical competencies, digital literacy, problem-solving abilities, and an understanding of electronic vehicle systems. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and observations involving automotive teachers, workshop instructors, program coordinators, industry technicians, and students. The findings reveal that digital tools—such as vehicle scanners, simulation software, animated videos, and e-learning modules—not only enhance learning methods but also shift the learning paradigm toward more analytical and data-driven processes. The role of teachers has also evolved significantly, from mere transmitters of information to facilitators, mentors, and digital analysts. The integration of industry technology into classroom and workshop learning increases students’ job readiness and reduces the skills gap between vocational schools and professional workshops. Therefore, automotive education in the digital era requires a philosophical reconstruction to align with multivariate competence demands, curriculum relevance, and the technological needs of the modern automotive industry. Keyword: educational philosoph; automotive education; digital era; multivariate learning; industrial technology integration Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan mendasar terhadap filsafat pendidikan otomotif, terutama dalam cara belajar dan mengajar yang sebelumnya berpusat pada keterampilan manual. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi konsep pendidikan otomotif dalam perspektif filsafat pendidikan multivariat, yang menekankan keterpaduan antara kompetensi teknis, literasi digital, pemecahan masalah, serta pemahaman sistem elektronik kendaraan modern. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi pada guru otomotif, instruktur bengkel, kepala program keahlian, teknisi industri, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti scanner kendaraan, software simulasi, video animasi, dan modul e-learning, tidak hanya memodifikasi metode pembelajaran, tetapi juga menggeser paradigma belajar menuju model yang lebih analitis dan berbasis data. Peran guru turut mengalami perubahan signifikan, dari penyampai informasi menjadi fasilitator, mentor, dan analis digital. Integrasi teknologi industri dalam pembelajaran terbukti meningkatkan kesiapan kerja siswa dan mengurangi kesenjangan keterampilan antara sekolah dan bengkel modern. Dengan demikian, pendidikan otomotif dalam era digital memerlukan rekonstruksi filosofis agar mampu menjawab tuntutan kompetensi multivariat, relevansi kurikulum, serta kebutuhan industri otomotif berbasis teknologi. Kata kunci: filsafat pendidikan; pendidikan otomotif; era digital; pembelajaran multivariat; teknologi industri
Co-Authors ., Mardewifa ., Mudhofar Adriani Afif Rahman Riyanda Agariadne Dwinggo Samala Agung Setiawan Aini, Nur Rohmatul Alif Vito Palox Alvin, Muhamad Alyya Riska Ramadina Alyya Riska Ramadina Ambiyar, Ambiyar Ameliza, Kiki Aminuddin, Fattachul Huda Andes Andes Andhika Herayono Andi Saputra Andre Agusli Andri Dermawan Andri Van Deni Annisa Helmina Annisa Tishana Ansosry Ansosry Anugrah, Septriyan Anwar, Badrul Arief J. Pratama Arif Setiawan Arifin, Ari Syaiful Rahman Armen Arnellis Arsyad, Junaidah Asri, Putri Fauziahtul Astri Indah Juwita Asyahri Hadi Nasyuha Aulya Chasovy Bambang Heriyadi Budi Syahri Bulkia Rahim Buyung Solihin Hasugian Candra Surya Christina Mentari Perdana Decky Antony Kifta Dedi Yulhendra Dedy Irfan Delista fadillah Indah, Febby Deni Syahputra Desmawati . Dharma, Adhadian Bhakti Dheo Rimbano Diah Anggraini Austin Dimas Aprian Dio Alvendri Dol Frialdo Dus Hendra Dwi Sudarno Putra Eka Oktaviani Melianti Eka Oktaviani Melianti Enjang Suhaedin Fachry Abda El Rahman Fadhilah Fadhilah Fadhilah Fadhilah Fadhilah Fadhilla Elka Putri Fadhli Ranuharja Fadia kalma Lailani Fadly Nendra Fadly Nendra Fahmi Rizal Fahmi Rizal Fani Keprila Prima Fatihaturahmi Fatihaturahmi Febri Ananda Febri Ananda Febri Silvia Febrianda Edriani Febrianto Febrianto Febrizal Alfarasy Fidli Suhiarja S Firdaus, Novemli Fitra Rifwan Fitri Rahmadani, Ade Ganda Yoga Swara Giatman Giatman, M Govina Oktaphika Gusmariza Putri, Dinda Gusti, Tika Sylviani Hadi Kurnia Saputra Hadid Putri B. Zurna Hafidz Haidi Hafiz Elmi Hamdani Hamdani Hanapi Hasan Handepi, Nogi Harifan Prima Hariyadi Hariyadi Hartika Srinita Hasan Maksum Hasibuan, Rosmidah Hendra Hidayat Henny Yustisia Huda, Asrul Hutagalung, Juniar Ika Parma Dewi Ilham Harma Putra Indra, Donal Indrati kusumaningrum Indrati Kusumaningrum Indrati Kusumaningrum Ismi, Riwayatul Iwa Aditia Jalal, Rifka Jalius Jama Jalius, Nizwardi Jalinus Jamilah, Yumn Jiorgi, Thomas Joni Pradinata Jufri, Windry Novalia K. Krismadinata Kartini, Ridha Khurry Mu'amalla Krismadinata Krismadinata, Krismadinata Laksono Trisnantoro Leoparlin, Alfridho Lika Jafni Hirda Lisa Rizki Fauziah Lubis, Agus Fadly Taqwan Luthfiandy Ramadhana M. Roza Maiharni, Yetti Mardizal, Jonni Maulana, Fajar Melinda, Annisa Prita Miftahul Jannah Monica Fransisca Mubai, Akrimullah Mudhofar . Mudjiran Mudjiran Muffi, Khairi Muhammad Adri Muhammad Rinov Cuhanazriansyah Murad Murad Muslim Muslim Musraeka, Valda Mustakim, Waradzi Nadia, Shinta Nadra Mutiara Sari Nafeli, Ovel Geta Namiera, Shalza Putri Nanda, Iffarial NAUFAL, NAUFAL Nazmi Septiani Neno Octavia Netriwati Nidal Zuwida Nizwardi Jalinus Nizwardi Jalinus Nizwardi Julinus Nofutri, Evi Novi Hendri Adi Noviani, Noviani Noviko, Heri Novrita, Sri Zulfia Nur Arifah Nur Rohmatul Aini Nuzulul Joreateta Bangun Oktaviani Oktaviani Oriza, Wike Padli, Alvin Faiz Nuthgi Patriotika, Fithriyah Pebrianti, Laras Prasetya Yoanda, Bima Prima Zola Putra, Dion Dwi Putra, Meiyaldi Eka Putri, Mita Dwi Putri, Tansa Trisna Astono Rahmat Rahmat Rahmat, Rurnardi Rahmatul Husna Arsyah Rahmatullah, Ramadhani Rama, Alzet Ratumas Ayu Atika Putri Rayendra Rayendra Refdinal Refdinal, Refdinal Refdinal, Refdinal Remon Lapisa Renaldo Juliandi Renny Permata Saputri Reno Afsus Salam Revelita, Dayu Revian Body Rezki Hidayat Rezki, Indra Kurniawan Ricci Rahman Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan, Ridwan Rifelino Rifelino Rika Almaida Simanjuntak Rini Widyastuti Riri Ferdian Risfendra, Risfendra Risma Apdeni Risna, Mega rizki adam Rizki Hardian Sakti Rolan Kristiawan Romi Wijaya Ronal Watrianthos Rosmidah Hasibuan Rycomatsu Rycomatsu Sayyoda, Fitra Sefriani, Rini Septiadi Budiyanto Silalahi, M.Pd, Drs. Juniman Silvia, Febri Sonia Lestari Sovi Mailadiniya Syaflan Sandi Harta Putra Syafrijon Syahril Syahril Syahril Syahril Syaiful Islami Syukri Rahmad Tamrin Kasim Tengku Fauzan Tomy Efraim Situmorang Toto Sugiarto Vaesar, Sahera Silvia Veggy Aprilia simersis Vitriyadi Wagino Wakhinuddin Simatupang Wakhinuddin Wakhinuddin Waskito Weni Nelmira Winda Lestari Siregar Wisma Hidayat Wiwik Gusnita Yandri Kurniawan Yohanni Syahra Yose Indarta Yoszi Mingsi Anaperta Yualitas Gusmareta Yuberta, Andre Yudha Aditya Fiandra Yudhi Diputra Yulianisa Yulianisa Yulianti, Rosi Yuliawati Yunus Yumn Jamilah Yunasril Yunasril Yuni Yuni Meinastria Zulfi Azhar Zulwisli .