p-Index From 2021 - 2026
13.311
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam Al-Mizan (e-Journal) Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Dusturiah : Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Ahkam: Jurnal Hukum Islam AL-HUKAMA´ Al-Qisth Law Review Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Al-Maslahah Nizham Journal of Islamic Studies Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu Madinah: Jurnal Studi Islam Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Asy-Syariah TERAJU : Jurnal Syariah dan Hukum BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Janaka : Jurnal Pengabdian Masyarakat Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Riwayah : Jurnal Studi Hadis Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum At-Tasyri Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah Qisthosia JCDD Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Izdihar : Jurnal Ekonomi Syariah Islamic Circle Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia (JPPMI) Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum Familia: Jurnal Hukum Keluarga VIVA THEMIS- Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Kalosara: Family Law Review Al-Mu'tabar Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Al-Aqwal : Jurnal Kajian Hukum Islam Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Journal Of Humanity Dedication Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Jurnal Studi Islam dan Sosial Madania: Jurnal Kajian Keislaman Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Mizan: Journal of Islamic Law KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Moderate Islam: The Religious Foundation of the Muhammadiyah Movement in Indonesia Ritonga, Raja; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Ritonga, Ahmad Roisuddin; Elhusein, Shofwan Karim
PERADA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam as a doctrine capable of addressing every aspect of the community’s issues, will continue to evolve with the times. Muslims are expected to be critical and to have a moderate conceptual framework in interpreting religious texts. This approach will inevitably influence individual movements and religious practices. Muhammadiyah, as one of the largest social organizations in Indonesia, has a deeply rooted religious movement that extends down to the grassroots. This article discusses the concept of moderation as a religious foundation that underpins the Muhammadiyah Islamic Movement in Indonesia. The research method employed is a literature review of the thoughts and teachings embraced by the Muhammadiyah Movement. From this analysis, the article concludes that the religious foundation of the Muhammadiyah Movement includes moderate Islamic principles, an emphasis on education, inclusive da’wah, and social services. This conclusion provides a deeper understanding of the role of the Muhammadiyah Movement in shaping religious identity and its contributions to community development in Indonesia.
Metode Hitungan Bagian Banci dalam Waris Islam: Analisis dan Praktik Ritonga, Raja
Al-Hukama': The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 11 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alhukama.2021.11.1.76-104

Abstract

The concept of Islamic inheritance always proposes justice and the principle of benefit. The contradiction of age and the performance of body shaping does not become the standars in dividing inheritance. The differentiate between men and women often becomes chatter in controversy discussion. While, the hermaphrodit or khuntha sometimes are forgetten. In Islamic inheritance view, the hermaphrodit has a special portion and get portion, so this research’s aim to describe the counting methode of hermaphrodit portion in Islamic inheritence. The method is qualitative with the library research. Describing about the hermaphrodit al portion position and counting theirs portion as detail as possible. As the result in this research, the hermaphrodit are ddivided in to two parts; first, before they adult, they were called as khuntha mushkil al-raja’ (whom are still can not determine the gender and they still have hope), second, khuntha mushkil thula hayatihi (the hermaphrodit for their whole life and have no hope). Then, the hermaphrodit is counted for twice. Counting as the men and as the women. The hermaphrodit get a half of men inheritance and a half from women inheritance. Cause, the problem of both of counting of hermaphrodit portion times with the number two as a formula, until the value of the hermaphrodit inheritance is in the middle of men and women. [Konsep waris dalam Islam selalu mengedepankan keadilan dan asas maslahat. Perbedaan usia dan penampilan bentuk tubuh tidak menjadi patokan dalam pembagian warisan. Perbedaan jenis kelamin antara lelaki dan perempuan sering kali menjadi bumbu diskusi perdebatan. Sementara itu, jenis kelamin banci atau khunthā terkadang hampir terlupakan. Dalam pandangan waris Islam, banci mempunyai porsi khusus dalam mendapatkan bagian, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode hitungan bagian banci dalam waris Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dipadukan dengan library research. Mendeskripsikan tentang kedudukan waris banci dan metode hitungan bagiannya secara detail. Sebagai hasil dalam penelitian, banci ada dua jenis; pertama, sebelum dewasa disebut khunthā mushkil alrajā’ (banci yang sulit menentukan jenis kelaminnya namun masih ada harapan), kedua, khunthā mushkil ‘adamu al-rajā’ (banci sepanjang hidupnya karena tidak ada harapan). Selanjutnya banci dihitung sebanyak dua kali; dihitung sebagai lelaki dan dihitung sebagai perempuan. Banci mendapat setengah bagian waris lelaki dan setengah bagian waris perempuan. Asal masalah pada kedua hitungan bagian banci dikali dengan angka dua sebagai rumus, sehingga nilai bagian waris seorang banci berada di tengah antara lelaki dan perempuan.]
Perkawinan Semarga Masyarakat Batak Angkola: Implementasi Hifẓ Al-‘Ird dan Hifẓ Al-Nasl Pada Sanksi Adat Faza, Amrar Mahfuzh; Putra, Dedisyah; Ritonga, Raja
Al-Hukama': The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 11 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alhukama.2021.11.2.29-54

Abstract

For the Angkola Batak Muslim community, the clan is one of the identities used in traditional events. People who share the same ancestor are considered the same ancestor and are still blood relatives. Therefore, clan marriage is a very taboo and sensitive matter in society. This study aims to reveal clan marriages in the Angkola Batak Muslim community and analyze changes in sanctions through maqāsid sharī`a. This study uses a qualitative method with the type of field research. The data was collected through observation, interviews, documentation and tracing several other references relevant to the research theme. Furthermore, the data were analyzed using descriptive analysis. The study results explain that customary holders and the community provide sanctions for everyone who performs clan marriages. Namely, expelled from his hometown and not permitted to live in society. However, along with the changing times, the expulsion was changed by paying a fine in money. Furthermore, in implementing the practice of fines containing hifẓ an-nasl and efforts to preserve local wisdom in the community structure. Because clan marriages can damage the system of dalihan na tolu as a social philosophy of the Angkola Batak tribe. [Bagi masyarakat muslim Batak Angkola, marga merupakan salah satu identitas yang digunakan dalam acara keadatan. Orang yang semarga difahami satu nenek moyang dan masih sedarah. Karena itu, perkawinan semarga merupakan hal yang sangat tabu dan sensitif di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengungkap perkawinan semarga pada masyarakat muslim Batak Angkola serta menganalisis perubahan sanksi melalui maqāṣid sharī`ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data-data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta penelusuran sejumlah referensi lainnya yang relevan dengan tema penelitian. Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan, bahwa pemangku adat dan masyarakat sepakat memberikan sanksi bagi setiap orang yang melakukan perkawinan semarga, yaitu diusir dari kampung halamannya dan tidak diberikan izin untuk tinggal ditengahtengah masyarakat. Namun, seiring perubahan zaman pengusiran dirubah dengan membayar denda dalam bentuk uang. Lebih lajut, dalam pemberlakuan praktik denda mengandung nilai hifẓ al-‘ird wa al-nasl dan upaya untuk mengantisipasi pelestarian local wisdom pada tatanan masyarakat. Sebab perkawinan semarga dapat merusak sturuktur dalihan na tolu sebagai falsafah bermasyarakat suku Batak Angkola dan dampak negatif bagi si pelaku.]
Analisis Hukum Islam Terkait Penarikan Wakaf Oleh Ahli Waris Pasca Wakif Meninggal Dunia Di Desa Sigalapang Julu Ritonga, Raja; Hamid, Asrul; Mawaddah
Islamic Circle Vol. 3 No. 2 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i2.963

Abstract

Wakaf merupakan bagian dari amal tabbarru’ yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Prosesi wakaf ketika dilakukannya ikrar dari wakif untuk melepas hak milik pribadinya menjadi hak milik umum. Oleh karena itu, sejatinya bahwa hak milik yang sudah diwakafkan telah menjadi lepas kepemilikannya dari wakif dan berubah menjadi milik penerima wakaf melalui nadzir wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis terkait penarikan wakaf yang dilakukan oleh ahli waris di desa Sigalapang Julu setelah wakif meninggal dunia. Adapaun jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan sifat deskriptif. Pendekatan dilakukan dengan menggunakan hukum normatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Temuan data-data dianalisis dengan menunggunakan dalil nas dan pendapat ulama. Hasil penelitian menjelaskan bahwa praktik penarikan wakaf yang dilakukan oleh ahli waris di desa Sigalapang Julu pasca meninggalnya wakif bertolak belakang dengan aturan dalam ajaran Islam, sebab harta yang sudah diwakafkan secara otomatis menjadi milik umat Islam.
Konflik Pembagian Warisan di Desa Bonan Dolok: Pertentangan Antara Adat dan Hukum Kewarisan Islam Ritonga, Raja; Ritonga, Mahyudin
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.2193

Abstract

Hukum kewarisan Islam merupakan salah satu komponen penting dalam syariat Islam yang mengatur pembagian harta peninggalan pewaris secara adil. Meskipun demikian, implementasinya seringkali menghadapi kendala di masyarakat, seperti yang terjadi di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata cara pembagian warisan di desa tersebut dalam perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian warisan di Desa Bonan Dolok masih sangat dipengaruhi oleh tradisi adat yang bertentangan dengan prinsip hukum Islam, terutama dalam hal alokasi warisan bagi anak perempuan. Sebagian besar masyarakat mengutamakan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun, sementara pemahaman tentang hukum faraid sangat minim. Hal ini sering memicu konflik antaranggota keluarga, seperti perselisihan dan ketidakadilan dalam pembagian harta. Faktor utama penyebabnya adalah kuatnya pengaruh adat, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap hukum waris Islam.
PENGARUH ARTIFICIAL INTELIGENCE (AI) TERHADAP HAK ASASI MANUSIA Jesslyn, Jesslyn; Ritonga, Raja
Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/rj.v5i1.135

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) technology presents significant challenges and opportunities related to human rights (HAM). Although AI provides great benefits, such as increasing the accuracy of medical diagnoses and adapting educational curricula, its presence also raises serious concerns. Individual privacy is becoming a complex issue with the collection, analysis and use of personal data to guide AI decisions, which can threaten individual privacy and security rights. Additionally, the impact of AI's job replacement raises questions about the economic impact and human employment. Cybersecurity is becoming a serious threat with the misuse of AI by cybercriminals for more sophisticated attacks. In responding to these challenges, it is important to establish strong regulations and ethical guidelines that can protect human rights, reduce bias in algorithms, and ensure fairness in AI decisions. Investments in AI ethics research and increasing public awareness of the impact of this technology are crucial steps to direct AI development in a direction that respects and protects human values. With this holistic approach, it is hoped that we can optimize the benefits of AI technology while mitigating its risks to human rights.
Islamic Law Strategy in the Context of National Law: Harmonization and Adaptatio Ritonga, Raja; Sri Wahyuni; Shofwan Karim; Wendra Yunaldi; Rusydi
Islamic Circle Vol. 5 No. 2 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, Islamic law plays a significant role in various aspects of societal life, despite being within the framework of the national legal system based on positive law. Given the diversity of existing norms, the implementation of Islamic law within the context of national law often presents challenges in terms of integration and harmonization. Therefore, it is important to understand strategies that can be applied to accommodate the values of Islamic law within the plural national legal framework. This article aims to analyze and identify strategies that can be applied to integrate the principles of Islamic law into Indonesia's national legal system. The approach used in this study is qualitative, utilizing literature analysis and doctrinal study of legal texts, both Islamic law and positive law in Indonesia. Additionally, an analysis is conducted on the application of Islamic law in various legal fields in Indonesia, such as family law, religious courts, and criminal law. The findings indicate that the integration of Islamic law into Indonesia's national legal system requires a more contextual and adaptive approach, considering local values and societal diversity. Several strategies that can be implemented include harmonizing Islamic legal norms with positive law, enhancing the understanding of legal pluralism, and adjusting the implementation of Islamic law to align with the principles of social justice in Indonesian society.
Warisan Dan Keadilan: Membongkar Mitos Kesetaraan Harta Dalam Perspektif Hukum Islam Ritonga, Raja; Siregar, Ilham Ramadan; Muda Nst, Andri; Hamid, Asrul; Hsb, Zuhdi
Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam
Publisher : Family Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/as.v6i1.33720

Abstract

This article aims to delve into the complexities of inheritance distribution and the challenges of wealth equality by detailing the perspectives of Islamic law. It seeks to unravel debates surrounding the myth of equality in inheritance distribution, underscoring the need for a deeper understanding within the framework of Islamic jurisprudence. Disparities in inheritance practices within Muslim communities often lead to internal family conflicts. Therefore, this article presents a critical perspective on inheritance practices that may not always be equitable, while proposing alternatives aligned with Islamic values. The research takes a qualitative form, utilizing library research methodology. Data is collected through the exploration of various articles and relevant scholarly works. Subsequently, findings are analyzed descriptively, encompassing an examination of Islamic legal literature on inheritance and practical case studies within Muslim communities. The results reflect the complexity of equality issues in the context of inheritance, offering a new understanding of implementing Islamic legal principles to achieve a more equitable distribution of wealth in line with Sharia objectives.
The Concept of Gharimin in Contemporary Fiqh: A Comparative Analysis of Yusuf al-Qaradawi and Wahbah al-Zuhayli Nst, Andri Muda; Hamid, Asrul; Ritonga, Raja; Hsb, Zuhdi; Akhyar, Akhyar
KALOSARA: Family Law Review Vol 5, No 1 (2025): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kalosara.v5i1.11069

Abstract

This research explores the concept of gharimin in contemporary fiqh by analyzing the views of Yusuf al-Qaradawi and Wahbah al-Zuhaili. Gharimin refers to individuals in debt who are unable to repay it, as stated in QS. At-Taubah/9:60, making them one of the eight categories (asnaf) eligible to receive zakat. In modern times, the definition of gharimin has expanded in line with increasingly complex social and economic challenges. Yusuf al-Qaradawi adopts a more flexible and contextual approach, viewing zakat as an instrument of empowerment for those in debt due to urgent needs, economic crises, or other social pressures. On the other hand, Wahbah al-Zuhaili maintains a stricter classical fiqh perspective, emphasizing that only debts valid under Sharia law qualify, with a focus on preventing zakat misuse. The study applies a qualitative method using library research to examine both primary and secondary sources related to gharimin and its application in modern zakat management. The findings reveal contrasting methodologies: al-Qaradawi’s contextual and adaptive approach versus al-Zuhaili’s normative and rigorous stance. The research highlights the need for a balanced strategy in managing zakat for gharimin, combining legal compliance with adaptability to current socio-economic realities. Such a balance is essential for effectively addressing poverty and promoting economic stability within the Muslim community. This study contributes to the discourse on contemporary Islamic law by offering practical insights into zakat distribution, particularly in navigating the tensions between traditional principles and modern challenges.
ANALISIS NASH HADIS DAN AL-QUR’AN TERHADAP PRAKTIK AKAD PENGGUNAAN WIFI DI DESA PANYABUNGAN JULU Raja Ritonga; Nurlaili Mardia
Al-Mu'tabar Vol. 2 No. 2 (2022): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.332 KB)

Abstract

Implementation of a muamalat contract is generally considered permissible and valid if there is no element of dhoror. The contract will be carried out between a person and another person who is already a mulatto. In practice, the contract often takes place with the loss of one of the parties. The practice of contracting the use of wifi carried out by residents of Panyabungan Julu related to using village wifi is carried out with a one-price model. This research is a field research. Namely by conducting a study of Hadith and Al-Qur'an texts related to the practice of contracting the use of village-owned wifi by residents of Panyabungan Julu. In collecting data, researchers conducted observations, interviews and documentation. Furthermore, all data were analyzed descriptively with a normative approach. The results of the study explained that the contract was not fully in accordance with the guidance of the Hadith and Al-Qur'an, because there was still an element of ghoror on one of the parties. That is, users pay the same price even if they use it from morning, afternoon and evening. ABSTRAK Pelaksanaan akad muamalat secara umum dianggap boleh dan sah apabila tidak ada unsur dhoror. Akad akan berlaku dilakukan oleh antara seseorang dengan orang lain yang sudah mukallaf. Dalam pelaksanaannya akad sering berlangsung dengan dirugikannya salah satu pihak. Praktik akad penggunaan wifi yang dilakukan oleh warga Panyabungan Julu terkait menggunakan wifi desa dilakukan dengan model satu harga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Yaitu dengan melakukan kajian nash Hadis dan Alqur’an terkait praktik akad penggunaan wifi milik desa oleh warga Panyabungan Julu. Dalam pengumpulan data-data, peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya semua data dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan normatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa akad yang dilakukan belum sepenuhnya sesuai dengan tuntunan Hadis dan Alqur’an, karena masih ada unsur ghoror pada salah satu pihak. Yaitu pengguna membayar dengan harga yang sama meskipun menggunakannya mulai dari pagi, siang dan sore. Kata kunci: Akad, Alquran, Hadis, Mu’amalat, Wifi
Co-Authors Abdul Lohir Rosyid Nasution Adawiah, Robiyatul Adawiyah, Robiyatul Affandi, Hazrul Aida Sapitri Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Alfiani Pulungan Amiruddin Amiruddin Andri muda Nst Anwar Husein Anwar Husein Arobiah Nasution Asmaret, Desi Asril Fauzi Asrul Hamid Asrul Hamid Aulia Rezi Baehaqi Dahlan, Dasrizal Dedisyah Putra Dongoran, Irham Edi, Sabrun Elhusein, Shofwan Karim Endah Nopita Sari Faza, Amrar Mahfuzh Fuadi Fuadi Fuadi Fuadi Halidina Haris Hamid, Asrul Harahap, Amhar Maulana Harahap, Haritsah Hammamah Harahap, Titi Martini Hasibuan, Ahmad Jasa Hasibuan, Nur Asiah hsb, zuhdi Husnil Khotimah Iana Tresia A Sibagariang Ida Sumarni Ida Sumarni Idris . Idris Idris Ilham Ramadan Ilham Ramadan Siregar Ilham Ramadan Siregar, Ilham Ramadan Indah Futri Jannus Tambunan Jesslyn, Jesslyn Julhadi Julhadi, Julhadi Junda Harahap Kamal, Tamrin Khairani Rangkuti Khairul Bahri Nasution Khoirul Amri Lahmi, Ahmad Lailan Nahari Lailan Nahari Lely Hayati Lubis, Nurhidayah Mahdi Mulia Mahmoud Ali Rababah Mahyudin Ritonga Mawaddah Maya Borotan Muda, Andri Muhadi Khalidi Muhammad Ikbal Mutaqin, Ilyas Mutiah Rangkuti Nahari, Lailan Nasution, Abdul Lohir Rosyid Nasution, Khairul Bahri Nasution, Liantha Adam Nasution, Martua Nasution, Suryadi Nst, Andry Muda Nur Fifiyani Nst Nur Fifiyani Nst Nur Hayati Nur Hayati Nur Paridah Nur Paridah Nurlaili Mardia Panggabean, Rizky Mubarok Parulian Siregar Putri Anisah Nasution Rababah, Mahmoud Ali Rabiatul Adawiyah Rangkuti, Rosipa Rahmi Rina Riski Ritonga, Ahmad Roisuddin Ritonga, Hasir Budiman RITONGA, SYAIPUDDIN Rizka Nailah Lubis Rizka Nailah Lubis Robiyatul Adawiyah Robiyatul Adawiyah Robiyatul Adawiyah Lubis Roisuddin Ritonga, Ahmad Rosni Harahap Rosniati Hakim Rukiah Nst Rusydi Sahata Panjaitan Saifullah Seri Muslimah Shofwan Karim Siregar, Resi Atna Sari Siswahyudianto Siti Aminah Siti Rohimah Srg, Kartina Sri Wahyuni Sri Wahyuni Hasibuan Suci, Putri Wulan Sumper Mulia Harahap Sumper Mulia Harahap Sumper Mulia Harahap, Sumper Mulia Suryadi Suryadi Tambunan, Jannus Ummi Amira Ummi Amira Wendra Yunaldi Zuhdi Hasibuan zuhdi hsb