p-Index From 2021 - 2026
5.896
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Indonesian Journal of Geography Pendidikan Geografi (Berkala) Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Tunas Geografi Jurnal Pendidikan Humaniora Journal of Education and Learning (EduLearn) Majalah Geografi Indonesia Journal of Degraded and Mining Lands Management Forum Geografi Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Al Ishlah Jurnal Pendidikan Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Jurnal Geografi Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora JURNAL SWARNABHUMI Journal of Education Action Research International Journal of Natural Science and Engineering Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Jurnal Komunikasi Pendidikan GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Journal of K6 Education and Management Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Studies in Learning and Teaching Jambura Geo Education Journal Didaktika: Jurnal Kependidikan GEOGRAPHIA: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Journal of Educational Sciences Prosiding University Research Colloquium Jurnal MIPA dan Pembelajarannya GeoEco (Journal of Environmental Sustainability Management) Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE)
Claim Missing Document
Check
Articles

Paradigma Filsafat Geografi Kontemporer: Kajian Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, dan Keterampilan Sainstik Ikhsan, Fahrudi Ahwan; Utaya, Sugeng; Bachri, Syamsul; Sugiarto, Agus; Sejati, Andri Estining
Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.85222

Abstract

Abstrak Paradigma filsafat geografi mengalami dinamika perkembangan ilmu pengetahuan secara teori, metodelogi, dan aplikasi. Perkembangan keilmuan geografi dipengaruhi isu global, metode penelitian, statistik, komputer, internet, big data, lingkungan, manusia, dan kebijakan. Tantangan kontemporer kajian filsafat geografi harus mampu menunjukkan perkembangan ilmu geografi secara dimensi sejarah dan waktu yang terjadi sampai dengan saat ini. Artikel ini bertujuan memberikan gambaran perkembangan filsafat ilmu geografi dengan kajian ontologi, epistemologi, aksiologi, dan keterampilan sainstifik secara kontenporer. Kajian ontologi mendefinisikan geografi aspek ruang konkrit dan abstrak berdasarkan makna material fenomena geosfer. Aspek epistemologi menekankan proses metode penelitian berbasis lapangan dan online sesuai perkembangan teknologi menggunakan pendekatan deduktif atau induktif fokus pada teori maupun pengetahuan. Aspek aksiologi memberikan kebermanfaatan ilmu geografi secara online dan kehidupan manusia. Kajian filsafat geografi kontemporer menekankan penguatan konten ruang lingkup geografi berdasarkan hasil penelitian dan diaplikasikan melalui pendidikan sehingga terjadi proses hilirisasi paradigma pengetahuan. Hubungan filsafat geografi kontemporer sesuai hasil pemikiran filosofis merujuk teori dan temuan penelitian yang meningkatkan muatan esensi ilmu geografi. Penafsiran filosofis menunjukkan hakikat bidang pemikiran tentang ruang alam dan manusia. Studi perkembangan filsafat geografi kontemporer untuk menemukan pembenaran rasional secara konteks generalisasi dan sistematika faktual dengan mencermati kesenjangan pengetahuan geografi melalui proses metodelogi ilmiah. Aspek konseptual dan terminologi filsafat geografi kontemporer ditentukan tren pendekatan metodelogi ilmiah yang digunakan untuk studi geografi. Ciri khusus analisis paradigma filsafat geografi kontemporer pada saat ini hasil kombinasi harmonis landasan ilmiah dan filosofis yang konkret secara obyektif menunjukkan hubungan sains dan filsafat. Proses eksplorasi filosofis dan geografis menjadi contoh konkret berbagai riset geografi modern secara inter disiplin atau multidiplin ilmu. Pendekatan terpadu kajian analisis ruang geografi menjadi entitas dialektika metodelogi dari model tradisional menuju pendekatan integrasi menjadi identitas geografi kontemporer.Abstract The paradigm of philosophy geography experiences the dynamics scientific development in theory, methodology and application. The scientific development geography is influenced by global issues, research methods, statistics, computers, internet, big data, environment, people, and policies. The contemporary challenge of studying philosophy geography is to be able to show development of geography in terms history and time that has occurred up to now. This article aims to provide an overview development of the philosophy geography with a contemporary study ontology, epistemology, axiology, and scientific skills. The study of ontology defines geography concrete and abstract aspects space based on the material meaning geosphere phenomena. The epistemological aspect emphasizes process field-based and online research methods according to technological developments using a deductive or inductive approach focusing on theory and knowledge. The axiological aspect provides the benefit of online geography and human life. Contemporary geographical philosophy studies emphasize the strengthening of geographic scope content based on research results and applied through education so that a knowledge paradigm downstreaming process occurs. The relationship between contemporary geographical philosophy and results of philosophical thought refer to theories and research findings that increase the essence of geographic science. Philosophical interpretation shows the nature of the field thinking about natural and human space. Study of the development contemporary geographical philosophy to find rational justification the context of factual generalizations and systematics by examining gaps in geographical knowledge through process scientific methodology. Conceptual aspects and terminology contemporary geographical philosophy determine trends in scientific methodological approaches used for study of geography. The special characteristic analysis of contemporary geographical philosophical paradigms time is the result of a harmonious combination concrete scientific and philosophical foundations that objectively shows relationship between science and philosophy. The process of philosophical and geographical exploration is a concrete example various modern geographical research in an interdisciplinary or multidisciplinary manner. An integrated approach study geographic become metodhological analysis dialectical from traditional models to contemporary geographic identity.
Media AEILDS GeoApp Berbantuan Lectora Inspire untuk Kajian Bencana Tanah Longsor Auliya, Navisa Dinni; Masruroh, Heni; Sumarmi; Utaya, Sugeng
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 6 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v6i3.62424

Abstract

Tuntutan pembelajaran abad 21 mengharuskan guru dan siswa memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran geografi. Pengimplementasian teknologi melalui penggunaan media pembelajaran mendukung siswa memahami materi geografi yang bersifat kompleks dan konstektual salah satunya yaitu kajian bencana tanah longsor yang tidak banyak memiliki dukungan media yang menarik. Perlunya dukungan media didasarkan atas kesulitan pemahaman siswa terhadap kajian bencana tanah longsor. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menganalisis tingkat kelayakan media AEILDS GeoApp berbantuan Lectora Inspire untuk kajian tanah longsor. Metode penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 33 siswa XI IPS 2 dan 2 guru geografi SMAN 8 Malang. Teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif melalui analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan AEILDS GeoApp memperoleh skor persentase validasi ahli media 83,93% dan validasi ahli materi 94,23% serta skor persentase sebesar 89,38% pada responden guru dan 85,42% pada responden siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa AEILDS GeoApp memperoleh kriteria A pada uji kevalidan dan kelayakan. Media hasil pengembangan mampu menarik perhatian siswa khususnya pada aspek desain dan komplektisitas sajiannya sehingga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran geografi pada materi pokok mitigasi bencana alam.
Adiwiyata as an Effective Environmental Education Program: How to Create and Maintain It? Rista Anggraini; Sugeng Utaya; I Nyoman Ruja
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Komunikasi Pendidikan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jurnalkomdik.v8i2.5440

Abstract

Environmental education is important to preserve, one of which is through the Adiwiyata program. The reality in the field is that implementing the Adiwiyata program is not easy, strategies are needed to preserve and overcome existing problems. This research aims to describe the strategy for implementing the Adiwiyata program, and the efforts made by schools to preserve the environment. The method used is descriptive qualitative.  The data collection techniques used were interviews, observation, documentation, and literature study. The results of this research are that to implement the Adiwiyata program some steps are continuously being taken (1) creating environmentally friendly policies, (2) environmentally based curriculum, integrated through subjects and extra-school, (3) participatory based environmental activities, carried out through familiarization and creation School Policy Letter, and (4) management of environmentally friendly supporting facilities. Students' environmentally caring character can be formed through habits. Efforts made to preserve the environment include making habits, utilizing plastic waste, and making picket schedules for caring for plants. In essence, environmental education is an important milestone in forming a character who cares about the environment. Therefore, this research has an important role as a reference in developing environmentally caring character in students.  
Uncovering The Effectiveness of the Project-Based Learning Model and Ecological Intelligence: Impact on Environmental Problem-Solving Ability in Senior High School Rianti, Nurul Safia; Utaya, Sugeng; Purwanto, Purwanto; Shrestha, Rajendra P
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Volume 5, Issue 1 (2024): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgej.v5i1.24461

Abstract

Equipping students with proficient environmental problem-solving skills is critical in the 21st century to address pressing global problems. This research explores the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) combined with ecological intelligence as a strategy to increase students' cognitive understanding and environmental awareness. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group design was used. The participants were class XI IPS (Class XI IPS) students from SMA Negeri 1 Karangrejo (n = 5 classes). Purposive sampling resulted in an experimental class that was exposed to PjBL and a control class that followed traditional learning. Data collection was carried out through descriptive tests and observations that were validated and reliable. Two-way ANOVA analysis showed a significant positive effect (p less than 0.05) between PjBL and ecological intelligence on students' environmental problem solving abilities. Interestingly, no significant interaction effects (p greater than 0.05) were detected, indicating the potential dominance of the PjBL structured learning environment. These findings highlight the potential of PjBL as a pedagogical tool to foster environmental literacy and problem solving in geography education
KEBUTUHAN MODUL PEMBELAJARAN LINGKUNGAN GAMBUT BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN Arini, Audi Cindra; Sumarmi, Sumarmi; Utaya, Sugeng
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24892

Abstract

Abstrak: Pentingnya ekosistem gambut dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta ancaman yang dihadapi akibat deforestasi, degradasi lahan, dan kebakaran gambut. Pendidikan dianggap sebagai solusi efektif untuk mengatasi permasalahan ini dengan menanamkan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan modul pembelajaran lingkungan gambut berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan  gambut di Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Tanjungpura. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model pengembangan 4D. Fokus utama penelitian ini adalah pada define, yang mencakup analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis konsep, analisis tugas, dan perumusan tujuan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan gambut mahasiswa cenderung cukup dan sikap peduli  cenderung tinggi, namun masih ada ruang untuk peningkatan. Analisis konsep dan tugas menghasilkan rancangan modul yang mencakup materi tentang ekosistem gambut, permasalahan dan tantangan yang dihadapi, serta upaya pelestarian dan konservasi dengan mengintegrasikan kearifan lokal. Dengan pengembangan modul pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan konteks, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya ekosistem gambut, tetapi juga terinspirasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.Abstract:  The importance of peat ecosystems in maintaining environmental sustainability and the threats faced due to deforestation, land degradation and peat fires. Education is considered an effective solution to overcome this problem by instilling environmental knowledge and attitudes from an early age. This research aims to analyze the need for a peat environmental learning module based on local wisdom in increasing knowledge and attitudes towards caring for the peat environment in the Geography Education Study Program at Tanjungpura University. The research method used is Research and Development with a 4D development model. The main focus of this research is on definition, which includes beginning-to-end analysis, student analysis, concept analysis, task analysis, and formulation of learning objectives. The research results show that students' knowledge of the peat environment tends to be sufficient and their caring attitude tends to be high, but there is still room for improvement. Concept and task analysis resulted in a module design that includes material about peat ecosystems, the problems and challenges faced, and preservation and conservation efforts by integrating local wisdom. By developing learning modules that are relevant and appropriate to the context, it is hoped that students will gain a deep understanding of the importance of peat ecosystems and be inspired to implement local wisdom values in their daily lives. The goal is to create a more aware and responsible generation for the environment.
Research based learning conservation critical land in Meru Betiri National Park Indonesia Ikhsan, Fahrudi Ahwan; Sumarmi, Sumarmi; Utaya, Sugeng
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 1: February 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i1.21811

Abstract

Geography teacher candidates need to build a pro-environmental attitude to solve critical land issues through the construction of appropriate research-based solutions. This study aimed to determine the effect of research-based learning conservation on the pro-environmental attitudes of geography teacher candidates toward the preservation of Meru Betiri National Park. The study applied an experimental research design with one group pre-test and post-test. Students of the Department of Geography Education in the Faculty of Teacher Training and Education, at the University of Jember were selected as research subjects using purposive sampling. A total of 41 students currently enrolled in environmental geography courses took part in this study. The data on pro-environmental attitudes were collected using a 21-item Likert survey with scales: 1 (strongly disagree), 2 (disagree), 3 (agree), and 4 (strongly agree). The data were tested for normality and homogeneity using a t-test. The results implementation of conservation-based learning had a significant effect on the students’ pro-environmental attitudes on critical land in Meru Betiri National Park (p 0.000). Research-based learning has an impact on student’s scientific abilities and actions. Future research on conservation-based learning for sustainable conservation programs is recommended to involve forest farmers combine ecological and economic aspects of degraded lands.
Analisis Lokasi Prioritas Ruang Terbuka Hijau Berbantuan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan Habibi, Ahmad; Utaya, Sugeng; Primandani, Rr Siti Masrihati
GEOGRAPHIA : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/gjppg.v5i2.10393

Abstract

Urbanization has caused Pamekasan Sub-district to experience obstacles in meeting the minimum requirement of Green Open Space area in accordance with the established regulations. This research aims to determine the priority location of Green Open Space by integrating multi parameters (NDVI, THI, and Population Density) with the help of Geographic Information System so that Green Open Space development planning can run effectively. The results of the analysis are then compared with the RDTR of Pamekasan Urban Area to ensure appropriate planning implementation. The results of the three analyses state that there are 62% of areas that are highly prioritized for green space development. The results of the comparison of the RTH priority map according to Humaidah with the spatial pattern map of the Pamekasan Urban RDTR show a 76% conformity and there are still 24% that are not suitable, including the types of RTH for cemeteries, sub-district parks, and urban forests.
Pengaruh Model Resource Based Learning Berbantuan Microsite Terhadap Hasil Belajar Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Adilah, Gina Putri; Utaya, Sugeng; Suharto, Yusuf
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i1.3859

Abstract

Various problems of decreasing geography learning outcomes such as lack of geography literacy, inadequate teaching, and lack of student learning motivation are problems that need to be followed up on improving geography learning outcomes and student learning motivation. The purpose of this research is to analyze the effect of Resource Based Learning model assisted by Microsite on geography learning outcomes and the interaction of Resource Based Learning model assisted by Microsite between geography learning outcomes and student learning motivation. This research used quantitative approach with Quasi Experimental design. The research subjects were X social studies students at SMAN 1 Purwoharjo in the 2023/2024 school year, with a sample of 105 students divided into experimental and control groups using Purpose sampling technique. Class selection was determined in the experimental class is X 6 and control class X 7. Data collection was done through geography learning outcomes test, learning motivation questionnaire, and learning observation. Data were analyzed using two-way ANOVA with a significance level of 5%. The results showed (1) there is a significant effect of Resource Based Learning model assisted by Microsite on geography learning outcomes; (2) there is a significant interaction of Resource Based Learning model assisted by Microsite between geography learning outcomes and student learning motivation. The Resource Based Learning model assisted by Microsite is effective because the learning is student-centered in meeting the needs and convenience in the learning process. The Microsite-assisted Resource Based Learning model makes it easier for students to be independent and flexible in learning outside of class hours. The Microsite-assisted Resource Based Learning model can optimize the interactive learning process and collaboration between students.
Membentuk Kesadaran dan Keterlibatan Mahasiswa sebagai Aktor Penggunaan Transportasi dan Energi Berkelanjutan di Perguruan Tinggi Rachmadian, Robby Hilmi; Sumarmi, Sumarmi; Masruroh, Heni; Utaya, Sugeng; Suharto, Yusuf
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i1.76919

Abstract

Upaya mewujudkan mahasiswa yang memahami dan sadar lingkungan merupakan hal yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi. Berbagai institusi perguruan tinggi memaksimalkan sumber daya untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk kesadaran mahasiswa dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi dan keterlibatan mahasiswa sebagai aktor penggunaan transportasi dan energi berkelanjutan di perguruan tinggi. Penelitian ini termasuk penelitian survey dengan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner online. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengukur validitas instrumen, tabulasi dan visualisasi data. Responden penelitian adalah mahasiswa sebanyak 92 orang dari 9 fakultas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman dan membentuk kesadaran dalam upaya penggunaan transportasi dan energi berkelanjutan sesuai dengan hasil pengukuran persepsi pada mahasiswa. Para mahasiswa memiliki anggapan bahwa dengan melibatkan mereka dalam peningkatan kualitas lingkungan kampus dapat meningkatkan pemahaman dan membentuk kesadaran lingkungan. Penelitian ini berimplikasi pada peningkatan kesadaran mahasiswa dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam melibatkan mahasiswa dalam aktivitas dalam meggunakan transportasi dan energi berkelanjutan.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Geographical Inquiry Learning Untuk Menumbuhkan Literasi Lingkungan Purnomo, Helen; Utaya, Sugeng; Tuti Mutia
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.88362

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang utama dalam kehidupan khususnya dunia pendidikan. Maka dari itu kemampuan berpikir kritis siswa menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan. Serta penelitian ini meberikan hal khusus pada faktor literasi lingkungan siswa yang dianggap sebagai hal utama dalam keberhasil pembelajaran. Penelitian dilakauan bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari model Geographical Inquiry Learning terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari iterasi lingkungan siswa. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 70 orang. Penelitian ini menggunakan desaian posttest-only dengan metode quasi eksperimen yang menyertakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Geographical inquiry dan kelas kontrol menerapkan model pembelajaran konvensional. Pengumpulan data penelitian berupa hasil nilai tes kemampuan beprikir kritis dan kuesioner skala likert literasi lingkungan. Metode analisis data menggunakan uji-t dan uji annova. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan beprikir kritis siswa menunjukan bahwa siswa yang menggunakan model Geographical Inquiry berpengaruh signifikan dibandingkan pembelajaran konvensioanl. Jika dilihat dari tingkatan literasi lingkungan, literasi lingkungan dengan kategiori tinggi berpnegaruh terhadap kemampuan beprikir kritis siswa. Oleh karena itu, model Geographical inquiry efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan jika dilihat dari tingkatan literasi lingkungan siswa. Sehingga pendekatan pembelajaran Geographical Inquiry menjadi salah satu penerapan pembelajaran yang efektif untuk digunakan oleh guru.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Ach. Amirudin Achmad Taher Adilah, Gina Putri Adip Wahyudi Afrian, Ramdan Agus Sugiarto Agus Sugiarto ahmad habibi Ahmad Ridho Nugroho Aini, Qurratu Akhmad Amri Adillah Akhmad Amri adillah Al Kindy, Muhammad Asyrofi Al Musafiri, M. Rizqon Al-Matna, Awanda Taufiqurrohman Alfyananda Kurnia Putra Alif Erfika Nurjanah Alif Erfika Nurjanah Alif Reza Nurhadi Alvionita Widayanti Ana Susiati Anandika Okta Riandanu Anang Santoso Andri Estining Sejati Angga Puspita Anita Eka Putri, Anita Eka Ardani Ardani Arini, Audi Cindra Ariyandi Ajuwan Auliya, Navisa Dinni Awanda Taufiqurrohman Al-Matna Bambang Sigit Widodo Bandarusin Bandarusin Batchuluun Yembuu Bernadi, Andi Irwan Budi Handoyo Budijanto Budijanto, B Dedi Kuswandi Dema Viona Ghaisani Aufar Denny Setia Purnama Denny Setia Purnama Dewi Nuraeni Dicky Arinta Didik Taryana Didit Satya Prayogi Diky Al Khalidy Dwi Angga Oktavianto Dwiyono Hari Utomo Dzulqornain AS, Awib Muhtar Edy Bambang Irawan Emilia Rahma, Deniar Emirta Z.A.S. Hanapi Eni Heldayani Era Tazkiyah Ery Tri Djatmika RWW Fahmi, Muhammad Rizieq Fahrudi Ahwan Ikhsan Faizatul Lutfia Yasmin Falik Wardana Farizki Dwitri Nurdiansyah Farizki Dwitri Nurdiansyah Fatiya Rosyida, Fatiya Fitriana, Evi Hafizhatul Amanah Hariyono Hariyono Heri Suwignyo I Komang Astina I Nyoman Ruja I Nyoman S Degeng I Nyoman Sudana Degeng idin, Juna idin, Juna Ike Sari Astuti Imron Arifin Islami, Miranda Islamy, Munandar Khalida Rozana Ulfah Klotilda Margareta Woa Lalu Warige Hadinata Lela Wahyu Ning Tyas Lela Wahyu Ning Tyas Lia Yuliati Liknin Nugraheni Listyo Yudha Irawan Maghfiroh, Ainun Marlina Mar’atus Sholihah Mashitoh, Ferryati Masruroh, Heni Muhamad Sholeh Muhammad Afif Muhammad Sultoni Mushoddik Mushoddik Nurfitri, Ina Nurjati, Radya Wirawan Nuryadin, Muhammad Taufan Paka Alya Rinando, Jalu Paris, Zul Pradika Adi Wijayanto Primandani, Rr Siti Masrihati Prista, Dynda Punaji Setyosari Purnamasari, Wulan Safriani Purnomo, Helen Purwanto Purwanto Purwanto R. Muhammad Amin Sunarhadi Rachmadian, Robby Hilmi Raditya Ardani Hindriyanto Rahmadiani Rahmadiani Rahmat Wirawan Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Resti Ajeng Pramestika Rianti, Nurul Safia Rista Anggraini Rista Anggraini Sa'dun Akbar Safarudin, Nur Rohmad Saraya Faridah Sari, Mita Intan Shida, Shida Shrestha, Rajendra P Sin, Ishak Singgih Susilo Sudarmiatin Sukmawati Sukmawati Sumarmi Sunarhadi, M. Amin Supriyono, Supriyono Susriyati Mahanal Syafril Syafril Syamsiar, Syamsiar Syamsul Bachri Syamsul Bachri Tamammudin Istni Tety Nur Cholifah, Tety Nur Tuti Arbatia Tuti Mutia Virda Dwi Erlita Wahjoedi Wahjoedi Wahyu Indrastuti Wahyu Islamul Hayati Watana, Selvia Amia Widya Novia Hedyanti Wijayati, Erning Windya Wahyu Lestari Xavier, Genito Ferandes Yudha Adrian Yusnia Nurrohmi Yustin Susanti Yusuf Suharto Yuswanti Ariani Wirahayu Zakiyatul Lutfiyah Zidan Malik, Muhammad