p-Index From 2021 - 2026
13.058
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Jurnal Keolahragaan Jurnal Pendidikan Olah Raga Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani JOURNAL SPORT AREA Journal of Languages and Language Teaching JPOS (Journal Power of Sports) Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan JP.JOK (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) JURNAL PENJAKORA Journal on Education JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Jurnal Menssana Jurnal Sporta Saintika Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Speed (Sport, Physical Education, Empowerment) Legalitas: Jurnal Hukum Jurnal PORKES Sport Science: Jurnal Sain Olahraga dan Pendidikan Jasmani Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Jurnal Patriot Journal Informatic, Education and Management (JIEM) JURNAL LITERASI OLAHRAGA Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga JMPO Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) juremi: jurnal riset ekonomi Jurnal Impresi Indonesia International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Journal of Law, Education and Business Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Journal Of Sport Education, Coaching, And Health Asian Journal of Social and Humanities E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan Jurnal Greenation Sosial dan Politik Jurnal Pendidikan Progresif Indonesian Journal of Social Science and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU ILLEGAL LOGGING MENURUT HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus Perkara No: 532/Pid.Sus LH/2023/Pn.Jbi di Pengadilan Negeri Jambi) Sugeng; Ruslan Abdul Gani; Rahmi Hidayati; Anis Malik Toha
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1401

Abstract

Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku illegal logging dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam, dengan studi kasus Perkara No. 532/Pid.Sus LH/2023/PN Jambi. Fenomena illegal logging di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi, menimbulkan kerusakan hutan, hilangnya fungsi ekosistem, serta pelanggaran hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat. Dalam kerangka hukum positif, penegakan hukum terhadap pelaku illegal logging diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, yang mengatur sanksi pidana penjara, denda, dan perampasan barang bukti. Namun, implementasi di lapangan menghadapi kendala, seperti keterbatasan aparat penegak hukum dan keterlibatan berbagai pihak. Dari perspektif hukum Islam, tindakan illegal logging dikategorikan sebagai jarimah ta’zir karena perusakan alam dipandang sebagai pelanggaran terhadap maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya perlindungan jiwa, harta, dan kelestarian lingkungan. Putusan hakim dalam perkara ini dianalisis berdasarkan teori pertanggungjawaban pidana, teori putusan hakim, dan maqāṣid al-syarī‘ah untuk menilai sejauh mana keadilan substantif terwujud bagi pelaku maupun masyarakat. Hasil penelitian diharapkan memberi kontribusi pada pengembangan hukum pidana dan hukum Islam dalam menanggulangi tindak pidana illegal logging secara komprehensif.
Tilang Elektronik (ETLE)  sebagai Alat Pencegahan Tindak Pidana Pelanggaran Lalu Lintas Menurut Undang-Undang No 22 Tahun 2009 dan Maqāṣid al-Syarī’ah di Polres Tanjab Barat: Implementation of Electronic Ticketing (ETLE) as a Tool to Prevent Traffic Violation Criminal According to Law No. 22 of 2009 and Maqāṣid al-Syarī’ah at Tanjab Barat Police Umar Wira Febriansyah, Umar Wira Febriansyah; Ruslan Abdul Gani; Rahmi Hidayati
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 6 No. 3 (2025): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v6i3.2179

Abstract

The purpose of this study is to investigate the use of Electronic Ticketing as a Tool to Prevent Traffic Violations According to Law No. 22 of 2009 and Maqashid Al-Syariah in the West Tanjung Jabung Police area. The background of this study is the high number of violations and road accidents that are still a problem in the area. Electronic ticketing-based law enforcement (ETLE) is an innovation to increase the effectiveness of supervision, reduce corrupt practices, and increase public awareness of traffic law. The method used in this study uses an empirical study methodology that uses legal sociology and legislative methodology, with primary data obtained through observation, interviews, and documentation in the West Tanjung Jabung Police area using the West Mobile platform. The results of the study indicate that the implementation of electronic ticketing in the West Tanjung Jabung Police was carried out through the stages of ETLE design, officer training, community outreach, implementation trials, and full implementation. This implementation has a positive impact on increasing traffic law awareness and reducing the number of violations. However, several obstacles remain, namely; limited infrastructure, low technological literacy of the community, and resistance to change. Efforts to overcome these obstacles are carried out through collaboration with local governments, improving facilities, and implementing ongoing socialization. A review of the Maqashid Al-Syariah perspective, in the implementation of ETLE using the principles of protecting life (hifdz al-nafs), property (hifdz al-mal), reason (hifdz al-‘aql), religion (hifdz al-din), and descendants (hifdz al-nasl) has not been running optimally, ETLE functions as an instrument to maintain public safety and uphold justice equally, in accordance with the values ​​of Islamic law.
Online Gambling Promotion From the Perspective of Positive Law and Islamic Criminal Law: A Case Study of the Jambi Regional Police Habbibi, Habbibi; Gani, Ruslan Abdul; Al Idrusiah, Rahmi Hidayati
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.648

Abstract

Abstrak Penelitian ini berangkat dari maraknya promosi judi online yang memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana penyebaran konten bermuatan perjudian. Aktivitas ini tidak hanya melanggar hukum nasional, tetapi juga bertentangan dengan prinsip syariat Islam yang melarang segala bentuk perjudian (maisir) karena berdampak pada kerusakan moral dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaturan hukum positif Indonesia terkait tindak pidana promosi judi online, mengidentifikasi pandangan hukum pidana Islam terhadap tindakan tersebut, serta mengevaluasi penerapan hukum positif di wilayah Polda Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dipadukan dengan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan norma hukum positif dan prinsip hukum pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia melalui Pasal 303 KUHP dan UU ITE secara tegas melarang promosi perjudian dalam bentuk apa pun. Penerapan hukum dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga, namun masih dihadapkan pada kendala teknis dan yurisdiksi. Dalam perspektif hukum pidana Islam, promosi judi dikategorikan sebagai jarimah ta‘zir yang haram dan dapat dikenai hukuman demi mencegah kerusakan sosial. Kata Kunci: Promosi Judi Online; Hukum Positif; Hukum Pidana Islam; Penegakan Hukum; Polda Jambi. Abstract This study stems from the rise of online gambling promotion through social media and digital platforms as a means of disseminating gambling-related content. Such activities violate national law and contradict Islamic principles that prohibit gambling (maisir) due to its moral and social harm. The research aims to analyze the Indonesian positive law concerning the criminal act of online gambling promotion, identify Islamic criminal law perspectives on the issue, and assess the law enforcement efforts within the Jambi Regional Police. A qualitative approach was employed, combining field research and literature study. Data were collected through observation, interviews with the Cyber Crime Unit of the Jambi Regional Police, and documentation, then analyzed descriptively and comparatively between positive law norms and Islamic criminal principles. The findings reveal that Indonesian law, through Article 303 of the Penal Code and the Electronic Information and Transactions Law, strictly prohibits all forms of gambling promotion. Enforcement is carried out through inter-agency cooperation, though constrained by limited regulations, digital tracking capacity, and extraterritorial challenges. In Islamic criminal law, gambling promotion is classified as a ta‘zir offense, deemed unlawful, and punishable to prevent social harm. Keywords: Online Gambling Promotion; Positive Law; Islamic Criminal Law; Law Enforcement; Jambi.
Catfishing on Social Media: A Criminal Law And Islamic Criminal Law Analysis In Jambi Ditasya Anisa Riani; Ruslan Abdul Gani; Maryani, Maryani
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.649

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tindak pidana penipuan identitas dengan modus cinta di media sosial dalam perspektif hukum pidana dan hukum pidana Islam. Fenomena ini semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi digital yang memudahkan pelaku untuk memanipulasi identitas demi memperoleh keuntungan emosional maupun finansial dari korban. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaturan hukum positif Indonesia terhadap penipuan identitas bermodus cinta di media sosial, mengkaji pandangan hukum pidana Islam terhadap perbuatan tersebut, serta menilai efektivitas penegakan hukum di wilayah hukum Polda Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan empiris melalui studi pustaka, wawancara dengan aparat kepolisian (Ditreskrimsus Polda Jambi), dan analisis perbandingan antara hukum positif dan hukum pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penipuan identitas bermodus cinta diatur dalam Pasal 378 KUHP dan Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45A ayat (1) UU ITE sebagai tindak pidana penipuan berbasis elektronik. Namun, penerapan hukumnya masih terkendala bukti digital, keterbatasan alat pelacak, dan yurisdiksi lintas negara. Dalam perspektif hukum pidana Islam, perbuatan ini tergolong jarīmah ta‘zīr yang dapat dikenai hukuman sesuai kebijakan hakim demi melindungi kemaslahatan umat. Kata Kunci: Penipuan Identitas, Modus Cinta, Media Sosial, Hukum Pidana, Hukum Pidana Islam. Abstract This study examines identity fraud using a romance scam modus operandi on social media from the perspectives of criminal law and Islamic criminal law. The phenomenon is increasingly prevalent alongside digital technological advances that enable perpetrators to manipulate identities for emotional or financial gain. The research aims to analyze Indonesia’s positive law regulations regarding identity fraud through online romance scams, explore the Islamic criminal law perspective on such acts, and evaluate the effectiveness of law enforcement within the jurisdiction of the Jambi Regional Police. A qualitative method was employed using normative and empirical juridical approaches through literature studies, interviews with the Special Crime Directorate officers (Ditreskrimsus Polda Jambi), and a comparative analysis between positive law and Islamic criminal law. The findings reveal that identity fraud through romance scams is regulated under Article 378 of the Indonesian Criminal Code and Article 28 paragraph (1) in conjunction with Article 45A paragraph (1) of the Electronic Information and Transactions Law as an electronic-based fraud offense. However, its legal enforcement faces challenges such as digital evidence verification, tracking limitations, and cross-border jurisdiction issues. In Islamic criminal law, this act is classified as jarīmah ta‘zīr, a reprehensible act subject to discretionary punishment by the judge to uphold public welfare. Keywords: Identity Fraud, Romance Scam, Social Media, Criminal Law, Islamic Criminal Law.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap kemampuan lari estafet pada siswa kelas VIII SMP Santa Theresia Kaniadinanty, Paysha; Miftakh, Fauzi; Achmad, Irfan Zinat; Gani, Ruslan Abdul
Jurnal Porkes Vol 9 No 1 (2026): Maret: Article in Progress
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i1.32656

Abstract

Athletics education, especially in relay running at Santa Theresia Junior High School, faces problems of low student interest and technical mastery. This condition is caused by monotonous teaching methods that lack interaction and cooperation among students. Therefore, this study aims to examine the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model in improving the relay running skills of eighth-grade students. This study used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 46 students selected through total sampling. Data were collected through relay running skill tests in the pretest and posttest phases, then analyzed using a paired sample t-test with the help of SPSS version 27 software. The results of the analysis showed a significant increase in the average score, from 47.61 to 81.74, with a significance value of 0.000 (< 0.05). These findings indicate that the application of the TGT model effectively improves mastery of basic techniques, speed, and coordination in relay running. Based on these results, it can be concluded that the TGT type of cooperative learning model has a positive and significant effect on students' relay running abilities, while also increasing active involvement, teamwork, and learning motivation in the Physical Education, Sports, and Health learning process.
NILAI ISLAH DAN TA’DIB DALAM REINTEGRASI SOSIAL ANAK BERKONFLIK HUKUM : (Studi Keterlibatan Masyarakat di Balai Pemasyarakatan Kelas I Jambi) Purnomo, Bambang Joko; Gani, Ruslan Abdul; Maryani, Maryani
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1296

Abstract

Studi ini mengkaji penerapan nilai islah (pemulihan) dan ta’dib (pendidikan adab) pada keterlibatan masyarakat dalam menerima kembali Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) sebagai bagian dari program reintegrasi sosial. Dengan metode yuridis-empiris, penelitian yang dilakukan di Balai Pemasyarakatan Kelas I Jambi ini mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat terwujud melalui mediasi diversi serta pelaksanaan sanksi pidana berupa pelatihan kerja dan pelayanan masyarakat berdasarkan putusan pengadilan. Masyarakat berperan sebagai fasilitator pemulihan dan pendidikan adab demi mewujudkan reintegrasi sosial yang optimal. Nilai islah dapat tercermin dalam proses diversi untuk memulihkan kondisi sosial melalui perdamaian dan saling memaafkan antara anak berkonflik hukum dengan korban sementara ta’dib dapat melibatkan masyarakat dalam rangka pidana pelayanan masyarakat maupun pelatihan kerja sebagai hukuman yang bersifat memberi pelajaran yang tidak sampai mempengaruhi kejiwaan sang anak.
EDUKASI NILAI-NILAI LUHUR OLIMPIADE (OLYMPISM) PADA GURU PJOK SE-KABUPATEN KARAWANG Gani, Ruslan Abdul; Afrinaldi, Rolly; Purbangkara, Tedi; Yuda, Aria Kusuma
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54185

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Edukasi Nilai-Nilai Luhur Olimpiade (Olympism) pada Guru PJOK se-Kabupaten Karawang” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Olimpiade dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK). Nilai-nilai tersebut mencakup prinsip Excellence (keunggulan), Friendship (persahabatan), dan Respect (rasa hormat), yang berperan penting dalam pembentukan karakter siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui Metode penyuluhan, pelatihan, workshop, dan simulasi lapangan yang melibatkan guru-guru PJOK dari berbagai sekolah di Kabupaten Karawang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap filosofi Olympism dan kemampuan mereka mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam proses pembelajaran. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam menanamkan sportivitas, kerja sama, dan disiplin kepada siswa. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PJOK dan pembentukan karakter siswa yang berintegritas, sportif, dan berakhlak mulia.
Gratifikasi Seksual sebagai Bentuk Tindak Pidana Korupsi: Analisis Yuridis Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dan Prinsip Hukum Islam Andi Rachmat Indra; Ruslan Abdul Gani; Rahmi Hidayati; Abdul Halim
Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/desentralisasi.v3i1.1545

Abstract

From the perspective of criminal liability theory, criminal policy, and Islamic law, sexual gratification is a form of corruption. According to positive criminal law, a person can only be held liable when three essential elements are fulfilled: an unlawful act, culpability (dolus or culpa), and the capacity for responsibility. However, in the context of public office, sexual gratification constitutes an unlawful act because it involves the acceptance of non-fina. Since the acceptance of sexual services within a power relationship usually indicates awareness of reciprocal policy gains, purpose (dolus) is frequently dominating. From the perspective of criminal policy, the restriction of sexual gratification reflects the growth of corruption as a white collar crime—a term coined by Edwin H. Sutherland—where abuse of power encompasses intangible rewards in addition to monetary transfers. According to Islamic law, sexual enjoyment constitutes two violations: it may be considered risywah (bribery) because of its transactional motive, and it may also be considered jarimah zina if it takes place outside of a legally recognized marriage. Such behaviors compromise the protection of property, ancestry, and religion through the framework of maqāṣid al-sharī‘ah developed by Abu Ishaq al-Shatibi in Al-Muwafaqat. The study comes to the conclusion that in order to guarantee accountability, protect public integrity, and promote social welfare, it is imperative to develop legal interpretation and evidential procedures.
Peran Kepolisian dalam Penanggulangan Balap Liar: Analisis Perspektif Hukum Pidana Islam pada Satlantas Polres Bungo, Jambi Muhammad Ridho Saputra; Ruslan Abdul Gani; Rahmi Hidayati; Abdul Halim
Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/desentralisasi.v3i1.1551

Abstract

Illegal street racing is a persistent issue in Indonesia, including Bungo Regency, endangering road users and violating traffic laws. This study, based on a case study at the Traffic Unit of Bungo Police Resort, aims to explore the police's role in addressing illegal street racing from an Islamic criminal law perspective. Using a qualitative juridical-empirical approach, the study examines legal regulations, institutional practices, and Islamic jurisprudence. Data was gathered from legal sources and literature related to law enforcement and Islamic criminal law. The results reveal that the police play a strategic role in combating street racing through preventative, preemptive, and repressive tactics. Repressive measures include law enforcement based on the Indonesian Traffic and Road Transportation Law, while preventive actions involve community outreach, traffic education, and regular patrols. From an Islamic criminal law viewpoint, illegal street racing is categorized as jarimah ta‘zīr, where authorities impose sanctions to maintain public order and prevent harm (mafsadah), aligning with the maqasid al-shariah goals of preserving property and life. The study concludes that effective and sustainable action against street racing requires collaboration between law enforcement, communities, and religious perspectives.
Co-Authors A Halim Abdul Halim Abdul Rochman, Husnul Fadillah Abdul Salam Abdul Saman Abdul Sukur Abdul Zalil Ashidqy Abduloh Abduloh Abduloh Abdurrohman Muzakki Abidin, Jaenal - ACHMAD, IRFAN ZINAT Adi Rahadian Adjie Jodiansyah Ramdhani Afrialdy, Rolly Afrinaldi, Rolly Afrinaldi, Rolly Afrizal, Fauzan Noer Agung Awaludin Faklimulis Agus Suryanto Ahmad Idris Asmaradhani, Ahmad Idris Ahmad Shayid Akhmad Dimyati Al Idrusiah, Rahmi Hidayati Amelia, Ayu AMINUDIN, RIZKI Andi Rachmat Indra Andreas Barnes Anis Malik Toha Ardawi Sumarno Astri Ayu Irawan Bahrul Maani Bambang Ismaya Budiarto Budiarto Bustanol Arifin Chairul Fauzi Citra Resita Cut Ira Wati Cut Irawati Dayat Hidayat Dayat Hidayat Deddy Whinata Kardiyanto dewi, Cut aziza Dhika Bayu M Dhika Bayu Mahardhika DHIKA BAYU MAHARDIKA Dimas Prasetyo DIMYATI, AKHMAD Dira Fauzi Ditasya Anisa Riani Dori Lukman Hakim Dr. Tite Juliantine,M.Pd Edi Kusnaldi Edi Setiawan Edi Setiawan Edi Setiawan Edi Setiawan Edi Setiawan Edi Setiawan Edi Setiawan Edi Setiawan Ega Trisna Rahayu Eneng Fitri Amalia Erik Fahdli Saputra Ernawati Ervan Kastrena Evendi, Rindawanto fa, Ferdiansyah Fachry Abda El Rahman Fatah, Tata Abdul Fauzi Miftah Fauzi Miftakh Febi Kurniawan Febriani Sari, Indah Rizeki Ferianto Ferianto Ferlian Hendriana Erlangga fermana kautsar, angga Fitri Angre yani Fuad Rahman Furqan Shosa Gustiawati, Resty Gustiawati, Resty Gustuawati, Resty Habbibi, Habbibi Habi, Nuraida Fitri Hajimasamae, Muhammatkasibudi Hamdany, Mochammad Hanief Alifyah Hariobimo Gunadi Harry Wibowo Haryanto Haryanto Hasanuddin Jumareng Hasanuddin Jumareng Hasanuddin Jumareng Hasanuddin Jumareng Hasanuddin Jumareng Hasanuddin Jumareng Heriansyah Heriansyah Huda, Imam Arifa’illah Syaiful Ibrahim Ibrahim Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ifdil Ifdil Ihsan Abdul Patah Ika Rizky Meilya Ine Rahayu Purnamaningsih Irfan Rahman Irfan Zinat Achmad Irfan Zinat Achmad Irvan Jajang Nurjaman Jamudin Jamudin Jeki Haryanto Julianti, Rekha Ratri Jumareng, Hasanuddin Junaidi, Andi Ilham Kaniadinanty, Paysha Kurniawan, Ardian Kuswahyudi Lulu Amellia Musyaffa M. E. Winarno Mahardhika, Dhika Bayu Maryani Maryani Maulana Mansur Mela Aryani Mongsidi, Wolter Muhamad Azis Fikri Muhammad Abel Muhammad Daffa Hilman zaky Muhammad Mury Syafei Muhammad Muslim Al Qusyaeri Muhammad Ridho Saputra Muhario, Muhario Mursid, Ahmad Nana Suryana Nasution Nasution, Nana Suryana Németh, Zsolt Novi Yanti novial azhar, novial azhar Noviani Cahya Nur Asri Nurhidayah, Helmy Nurunnabilah, Nurunnabilah Oman Unju Subandi Padli Padli pemdiansyah, Yusuf Pujianto, Dian Purnamaningsih, Ine Rahayu Purnomo, Bambang Joko Putra Nova Rachman Hadi RAHMAT IQBAL Raisa Dea Fitrasari Ramlah REKHA RATRI JULIANTI Resty Gustiawati Reza Firmansyah Rhama Nurwansyah Sumarsono Riana Juni Lestari Rikhani, Bambang Rina Marlina Rohmatullah Rohmatullah Rolly Afrinaldi RR. Ella Evrita Hestiandari Ruslandi, Lalan Ryanto, Aria Kusuma Yuda S Sahabuddin Saeful Bahri Saeful Ma’mun Saepul Ma'mun Safitri, Wulan Sari Safuri Musa SAHABUDDIN SAHABUDDIN Salsabila, Putri Hawa Saprialman Saprialman Saputra, Oji Sein, Lau Han Sembiring, Rinawati Setio Nugroho Setiya Yunus Saputra Sidabutar, Abdul Jalil Sidik Indra Nugraha Siswahyudianto Siti Yohanah Sugeng Sugeng Santoso Suhada, Ahmad Ikhsan Sumarno, Ardawi Suntoko Supardi, Edi Surur, Muhammad Sutirna Syafei, Muhamad Mury Syam Rafi SYAMSUDAR, BANGBANG Tedi Purbangkara Tedy Purbangkara Teguh Hartanto Umar Wira Febriansyah, Umar Wira Febriansyah Uray Gustian Utami, Hesti Nur Wachyudi, Kelik Wijaya, Deny Yuda, Aria Kusuma Yudha Ryanto, Aria Kusuma Yulia Eka Putri Yusuf pemdiansyah Zakiyatul Amaliyah