p-Index From 2021 - 2026
9.926
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ilmu Pendidikan Cakrawala Pendidikan Jurnal Psikologi El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam EGALITA Journal of Educational, Health and Community Psychology Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri (e-journal) Kopasta: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran PEDAGOGIA Anterior Jurnal GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Bisma The Journal of Counseling Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Jurnal Karinov Indonesian Psychological Research Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru COUNSENESIA Indonesian Journal of Guidance and Counseling Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Indonesian Journal of Counseling and Development AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Jurnal Genesis Indonesia Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling (JUMPER) Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Journal of Community Empowerment Proceedings Series of Educational Studies Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Jurnal Pendidikan Progresif Journal of Research and Educational Research Evaluation Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Buletin Konseling Inovatif Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA ERA MERDEKA BELAJAR: TANTANGAN DAN PROSPEKTIF Baiq Nyi Diah Ridawan Husna Ningrum; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia Vol. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia (OPPSI) 20
Publisher : Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan selalu berjalan searah dengan perkembangan zaman dan disertai dengan adanya perubahan kebijakan kurikulum yang selalu berubah sesuai kebutuhan zaman. Salah satu kurikulum yang saat ini dikembangkan adalah kurikulum merdeka belajar. Merdeka belajar adalah sebuah ide yang memeberikan kebebasan kepada para pendidik dan juga peserta didik untuk dapat memilih sistem pembelajaran yang diiginkan. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana pembelajaran dan sistem pendidikan yang lebih bermakna dan memprioritaskan keterampilan serta pengalaman belajar. Konsep merdeka belajar memberikan fleksibilitas dan kebebasan lebih kepada peserta didik dan guru. Salah satu tantangan yang sering muncul adalah perserta didik dituntut untuk mandiri, kreatif dan inovatif. Selain peserta didik tenaga pendidik juga merasakan tantangan dalam menyesuaiakan kebutuhan siswa di era digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep merdeka belajar dari sudut pandang filsafat pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan. Penelitian pustaka adalah kegiatan yang meliputi mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Hasil penelitian ini, filsafat pendidikan sesuai dengan kebijakan merdeka belajar yang sudah mulai diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Peserta didik dan pendidik dituntut untuk kreatif dan inovatif agar mampu menciptakan pendidikan yang lebih maju.
ANALISIS PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DALAM ERA MERDEKA BELAJAR MELALUI LENSA FILSAFAT KONSTRUKTIVISME Galuh Ayu Pramudita; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia Vol. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia (OPPSI) 20
Publisher : Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kebijakan merdeka belajar dimaksudkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul dalam bidang pendidikan dan sebagai bentuk usaha dalam mewujudkan kemerdekaan dalam berfikir. Di antara program merdeka belajar ini terdapat beberapa keputusan penting yang bersinggungan dengan peran guru bimbingan konseling. Sehingga hal ini menuntut guru bimbingan konseling untuk dapat mengoptimalisasikan peranannya menjalankan kebijakan program merdeka belajar yang bertujuan untuk memajukan pendidikan. Karena guru bimbingan konseling, merupakan konselor sekolah yang menjadi salah satu elemen penggerak yang sangat penting dan menjadi bagian yang terintegritas dalam pembelajaran dan pemberian layanan. Konsep kurikulum merdeka belajar yaitu dengan memberikan kebebasan dalam pembelajaran dengan menyerahkannya langsung kepada sekolah, pengajar dan siswa untuk mengembangkan inovasi belajar yang aktif dan kreatif. Konsep ini sangat selaras dengan aliran filsafat konstruktivisme, dimana aliran ini memandang pendidik sebagai fasilitator dan mediator yang membantu siswa untuk belajar sendiri dan merumuskan pengetahuannya secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru bimbingan konseling untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam era merdeka belajar melalui lensa filsafat konstruktivisme. Metode pada artikel ini menggunakan studi pustaka (library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling berperan penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era merdeka belajar dalam pandangan filsafat konstruktivisme.
Resiliensi Sosial dalam Masyarakat Digital: Tantangan dan Strategi untuk Membangun Komunitas yang Lebih Kuat M Khoirudin Jalil; Nur Hidayah; Yuliati Holifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9129

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian resiliensi sosial sebagai konsep penting dalam psikologi dan ilmu sosial yang menggambarkan kemampuan individu atau kelompok untuk mengatasi stres, trauma, atau tantangan sosial dengan cara yang positif dan adaptif. Resiliensi dalam konteks digital dimana kemampuan individu, organisasi, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan, perubahan, dan tekanan yang muncul dalam era digital yang terus berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam era digital dan merinci strategi yang dapat digunakan untuk membangun resiliensi sosial, yang pada gilirannya akan membantu memperkuat komunitas dalam konteks digital yang terus berkembang. Adapun hasil dari telaah kepustakaan bahwa resiliensi sosial dalam masyarakat digital adalah suatu hal yang penting, dan bahwa melalui pemahaman yang lebih baik tentang tantangan yang ada dan implementasi strategi yang tepat, kita dapat membangun komunitas yang lebih kuat, tangguh, dan beradaptasi di era digital yang terus berkembang. Data penelitian berasal dari kajian literatur atau studi pustaka yang diperoleh dari 30 jurnal nasional dan internasional bersumber dari google scholer, eric, taylor and francis, science direct, emerald dan lain sebagainya.
Kajian Ontologi Resiliensi Akademik dalam Kaitannya dengan Academic Adjustment Peserta Didik Baru Usrotun Diniyah; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9149

Abstract

Tahun pertama dalam pendidikan merupakan tahun yang berat untuk seorang peserta didik. Oleh karena itu setiap peserta didik baru yang memasuki tingkat pendidikan lebih tinggi harus memiliki kemampuan penyesuaian yang baik, salah satunya adalah kemampuan penyesuaian akademik/academic adjustment. Penyesuaian akademik merupakan salah satu faktor utama keberhasilan pendidikan peserta didik. Penyesuaian akademik merujuk pada kemampuan peserta didik dalam memenuhi tuntutan akademik secara memuaskan. Untuk dapat melakukan penyesuaian akademik dengan baik, peserta didik baru perlu memiliki resiliensi akademik. Resiliensi akademik merupakan kemampuan peserta didik dalam mengatasi berbagai tantangan akademik sehingga tetap berprestasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui esensi/hakikat resiliensi akademik dan pengaruhnya terhadap academic adjustment/penyesuaian akademik peserta didik baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa sejumlah aspek-aspek dalam resiliensi akademik dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penyesuaian akademik peserta didik baru. Temuan dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap praktisi pendidikan untuk dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk membantu peserta didik baru dalam mencapai keberhasilan akademik.
Resiliensi Akademik Remaja di Era Merdeka Belajar: Sebuah Tinjauan Aksiologi Muh. Nur Alamsyah; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9120

Abstract

Merdeka belajar adalah suatu konsep yang memberikan kebebasan kepada pengajar dan siswa untuk memilih sistem pembelajaran. Kurikulum ini menjadikan siswa sebagai subjek, sehingga fokus pada resiliensi akademik menjadi penting, mengingat tantangan dan tekanan yang muncul dalam era merdeka belajar. Studi ini bertujuan untuk melakukan tinjauan aksiologi terhadap resiliensi akademik remaja (peserta didik) di era merdeka belajar. Metode penelitian ini melibatkan studi literatur dan analisis aksiologis terhadap konsep resiliensi akademik. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel, buku, dan sumber-sumber literatur terkait untuk memahami perkembangan konsep resiliensi akademik dan nilai-nilai aksiologis yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks merdeka belajar, studi ini menunjukkan bahwa aspek-aspek aksiologis seperti tanggung jawab, disiplin, dan integritas memiliki peran yang penting dalam membentuk resiliensi akademik remaja. Kesadaran terhadap nilai-nilai ini dapat memberikan landasan moral dan etis bagi remaja dalam menghadapi dinamika belajar yang semakin kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman resiliensi akademik remaja di era merdeka belajar melalui perspektif aksiologi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai aksiologis mempengaruhi resiliensi akademik, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan dan peluang pendidikan di era Merdeka Belajar.
Dukungan Sosial Teman Sebaya Dalam Meningkatkan Resiliensi Akademik pada Siswa: Tinjauan Paradigma Empirisme Rosyid Arfan Gustama; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9136

Abstract

Siswa memiliki kapasitas untuk mengalami resilien. Resiliensi memfokuskan pembentukan kekuatan siswa untuk menghadapi dan mengatasi permasalahan yang dihadapi. Resiliensi akademik yaitu suatu kekuatan individu untuk dapat menghadapi, mengatasi, dan memperkokoh diri serta melakukan perubahan yang sejalan dengan tekanan yang dialami. Siswa yang memiliki resiliensi akademik yaitu siswa yang pernah mengalami kondisi yang buruk. Siswa yang mengalami resiliensi dapat bangkit melalui dukungan sosial yang didapatkan dari lingkungan maupun teman sebaya. Dukungan teman sebaya yang tinggi akan tinggi juga resiliensi akademik pada siswa. Dilihat dari sudut pandang empirisme maka pengalaman akan membuat pengetahuan mengenai resiliensi dan dukungan dari teman sebaya sehingga resiliensi akademik siswa akan meningkat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dukungan sosial teman sebaya dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa ditinjau dari empirisme. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka (library research). Penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku, majalah, jurnal-jurnal yang relevan dengan topik yang fokus pada resiliensi akademik, dukungan sosial teman sebaya dan norma-norma yang terkandung empirisme. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa siswa yang mendapat dukungan sosial teman sebaya dan belajar dari pengalaman maka siswa mendapatkan resiliensi akademik yang tinggi dalam mengadapi tekanan yang dihadapi.
Implementasi BK Inovatif dalam Kurikulum Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Resiliensi Sosial Siswa Korban Bulliying: Perspektif Aliran Rasionalisme dan Empirisme Iqbal Khoirul Burhani; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9121

Abstract

Bulliying masuk kedalam kategori tiga dosa besar pendidikan di samping kekerasan dan intoleransi. Data yang ada menunjuukan bahwa kasus bulliying masing sering terjadi di sekolah. Maka peran guru BK dalam pelayanan preventif terhadap korban bulliying khususnya dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa korban sangat dibutuhkan. Melalui penerapan BK inovatif dalam merdeka belajar menjadi salah cara yang bisa digunakan dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa yang mana bisa dikaji berdasarkan perspektif aliran rasionalisme dan empirisme. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui implementasi program BK yang inovatif dalam kurikulum merdeka belajar dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa korban bulliying dalam hal ini ditinjau dari perspektif aliran rasionalisme dan empirisme. Penelitian ini menggunakan pendekaan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode kajian pustaka (library research), maka ketika melihat pengimplementasian BK inovatif untuk meningkatkan resiliensi sosial siswa korban bulliying berdasarkan perspektif rasionalisme dan empirisme ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang konselor atau guru BK, yakni perencanaan yang matang, kreativitas dan inovasi konselor, pengembangan kualitas siswa, pengalaman secara langsung, metode pengujian dan adanya evaluasi, dan yang terakhir adalah penenuan tujuan yang jelas agar hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Evaluasi Model Discrepancy Pelaksanaan Layanan Konseling Individu di Madrasah Tsanawiya Diniyah, Usrotun; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.822884

Abstract

Evaluasi adalah komponen penting dalam pengendalian mutu pendidikan nasional, dengan tanggung jawab yang jelas kepada pihak terkait. Evaluasi harus dilakukan secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematis oleh lembaga independen untuk menilai pelaksanaan standar nasional pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gap antara kriteria yang ditetapkan dengan keterlaksanaan layanan di lapangan gterkait pelaksanaan konseling individu di Madrasah Tsanawiyah. Model evaluasi yang digunakan adalah kesenjangan (discrepancy evaluation model). Sampel dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling yang melakukan pelayanan konseling individual. Pengumpulan data penelitian menggunakan skala evaluasi pelaksanaan layanan konseling individu yang terdiri dari 34 pertanyaan dan pedoman wawancara. Selanjutnta data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan pelaksanaan layanan konseling individu di Madrasah Tsanawiyah telah dilaksanakan sebagian dari standar kriteria yang ditetapkan ABKIN. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh yang menunjukkan  rata-rata hasil evaluasi sebesar 132 atau 63%. Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan layanan konseling individu pada kategori  Cukup Baik (CB)
Analisis Evaluasi Model Kesenjangan Pada Keterampilan Komunikasi Interpersonal Dengan Guru di SMA Brawijaya Smart School Kota Malang Gustama, Rosyid Arfan; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.822876

Abstract

Evaluasi merupakan proses penilaian yang dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang keberhasilan suatu tindakan. Evaluasi berangkat dari asumsi bahwa untuk mengetahui kelayakan suatu program, evaluator dapat membandingkan antara apa yang seharusnya diharapkan terjadi (standar) dengan apa yang terjadi. Evaluasi kesenjangan dimaksudkan untuk mengetahuai tingkat kesesuaian antara standar yang sudah ditentukan dalam program dengan kenyataan dari program yang sudah dilakukan. Standar merupakan kriteria yang telah dikembangkan dan ditetapkan dengan hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebi jelas pada keterampilan komunikasi interpersonal dengan guru. Metode yang digunakan digunakan yaitu metode campuran dengan desain penelitian sekuensial. Instrumen yang digunakan adalah evaluasi keterampilan komunikasi interpersonal dengan guru dengan jumlah 56 item pertanyaan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa evaluasi keterampilan komunikasi interpersonal dengan guru menunjukkan nilai mean sebesar 6.161 yang termasuk kateori sangat baik. Sedangkan hasil rata-rata evaluasi keterampilan komunikasi interpersonal dengan guru sebesar 334,3 atau 85,28%, sehingga masuk kategori sangat baik.
Perspektif Positivisme VS Post-Positivisme dalam Memandang Ilmu Pengetahuan Bebas Nilai serta Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling Abadi, Dinda Putri; Nuha, Moch. Syihabudin; Indreswari, Henny; Hotifah, Yuliati
Sehati Abdimas Vol 6 No 1 (2023): Prosiding Sehati Abdimas 2023
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/sehati_abdimas.v6i1.676

Abstract

As a paradigm in science, both the Positivism paradigm and the Post-positivism paradigm have had a significant impact on the progress of knowledge and human civilization. This is also included in human development. In this process, philosophy and research methodology play an important role not only in forming science, but also in assessing the existence of science itself. The research method used in compiling this article is qualitative research through literature study. This research was carried out in several stages, namely (1) collecting data from library sources (2) processing data by citing references appropriate to the research topic (3) presenting research results (4) carrying out abstraction so that it becomes complete information (5) interpreting findings and (6) The last is drawing conclusions. The results of the study found five main characteristics of scientific knowledge, namely empirical, systematic, objective, analytical and verification. Positivism emphasizes empirical knowledge. Meanwhile, post-positivism highlights meaning, subjectivity and recognizes that knowledge is often not value-free. Guidance and counseling is a scientific practice that contains values that are reflected in the understanding of Guidance and Counseling. Guidance and counseling are closely related to values in education. Guidance and counseling are scientific practices that contain values that are reflected in the understanding of guidance and counseling. Guidance and counseling are closely related to education and bring values to education. Therefore, guidance and counseling cannot be considered value-free.
Co-Authors 'Ilmi, Achmad Miftachul A. Fathorrazi Abadi, Dinda Putri Abidin, Zainal Achmad Miftachul 'Ilmi Achmad Miftahul Ilmi Adi Atmoko Agrery Ayu Nadiarenita Agustin, Hani Nurzaina Alamsyah, Muh. Nur Amalia, Riza Anabelie V Valdez Anabelie V. Valdez Arbin Janu Setiyowati, Arbin Arianti, Alivia Eka Ariya Kuha Augusto Da Costa Augusto Da Costa, Augusto Awalya Siska Pratiwi Az-Zahra, Faza Kasyiva Baiq Nyi Diah Ridawan Husna Ningrum Bayu Koen Anggoro Bestari, Sugestining Wisnu Betty Masruroh Bintoro, Agus Brahim, Juliana Cahyani, Herlin Diniy Hidayatur Rahman Diniyah, Usrotun Edi Purwanta Edy Purwanto Edy Purwanto Eko Pramudya Laksana Elga Novan Perwira Elian Iwi Afifah Elian Iwi Afifah, Elian Iwi Ella Faridati Zen, Ella Faridati Erlita, Fania Erna Sulistyorini Fardana, Nur Ainy Fatimah, Vonny Fauziah Ilmi Qonita Febriansandy, Manggiasih Heri Fitri Haerunisa Rudiani Galih, Muhammad Lutfi Galuh Ayu Pramudita Gustama, Rosyid Arfan Henny Indreswari Ika Widiyastuti Ilmi, Achmad Miftahul IM. Hambali Imro’atul Khasanah Indriyana Rachmawati Iqbal Khoirul Burhani Irene Maya Simon, Irene Izza Nur Imaroh Juliana, Jusniar Sri Khasanah, Imro’atul Khowatim, Khusnul Laksono Budiarto Lestari, Sumia Lismaini Lismaini Lutfi Fauzan M Khoirudin Jalil M Ramli M. Ramli Maizura, Nining Mario Martin Taneo Miftahus Surur Miftahus Surur, Miftahus Moch. Syihabudin Nuha Mohamad Da'i Muh. Nur Alamsyah Muhammad Nur Alamsyah Muslihati Nadiarenita, Agrery Ayu Nadya Yaniar Nafis Nawangsari, Nur Ainy Fardana Ngainun Naim Ngainun Naim Nono Hery Yoenanto Nuha, Moch. Syihabudin Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayat, Wahyu Nur Mega Aris Saputra Ovita Dewi Sandra Wati Panuluh, Wika Ajeng Damar Pitriyah, Umi Pramudita, Galuh Ayu Prihatiningsih, Riskiyana Putri, Nabila Dwi Azhari Rahmat Aziz Reiska Yunita Dewi Rizka Apriani Rosyid Arfan Gustama Sabarudin Akhmad Safitri, Jihan Sari, Indah Yulitalia Sedyawati, Sedyawati Sugestining Wisnu Bestari Suharto, Rachel Devita Sumia Lestari Taneo, Mario Martin Triyono Triyono Triyono Triyono Usrotun Diniyah Valdez, Anabelie V. Vesti Dwi Cahyaningrum Wafiqotul Karimah Zain Wati, Ovita Dewi Sandra Widiyastuti, Ika Widya Multisari Yasin, Alwyn Yusuf Sobri, Ahmad Yuviana Rohmawati Zahra’ni, Farras Asma Zahroh, Talya Mahmudatuz Zain, Wafiqotul Karimah Zainal Abidin Zainal Abidin