Claim Missing Document
Check
Articles

Prinsip-Prinsip Filsafati Pancasila Sebagai Dasar Negara (Philosofische Grondslag, Weltanschauung) Republik Indonesia Desi Rahmayani Ihsan Nulfadli; desi rahmayani nurul aifha; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sebagai dasar negara sering juga disebut dengan dasar falsafah Negara (dasar filsafat negara atau philosophische grondslag) dari negara, ideologi negara (staatsidee). Dalam hal tersebut Pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan negara. Pancasila sebagai dasar Negara mengandung makna bahwa nilai nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi masyarakat Indonesia. Nilai pancasila dasarnya adalah nilai nilai filsafat yang mendasar yang d jadikan peraturan dan dasar dari norma norma yang berlaku dalam Indonesia. Nilai dasar pancasila bersifat normatif dan abstrak yang bisa d jadikan landasan dalam kegiatan bernegara. Pancasila sebagai dasar Negara berarti pancasila di jadikan sebagai pedoman dalam penyelenggarakan segala norma norma hokum dan dalam penyelenggarakan Negara.
Potret Multikultural ; Perspektif Negara Kesatuan RI Lutfia Gunarsih; Gunawan Santoso; Majenih
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multikultural adalah keberagaman budaya yang menggambarkan kesatuan berbagai kelompok sosial, kebudayaan, dan suku bangsa yang berbeda dalam suatu negara. Masyarakat multikultural mengusung konsep multikulturalisme, yaitu sebuah paham yang menekan kesederajatan dan kesetaraan berbagai budaya lokal tanpa mengabaikan hak-hak dan eksistensi budaya lain. Nilai-nilai multikultural dijelaskan sebagai berikut. Demokrasi, pluralisme, dan humanisme. Multikulturalisme tekanan keragaman budaya dalam kesederajatan. Masyarakat multikultural menganggap bahwa sejumlah perbedaan yang ada dalam satu masyarakat jamak dan heterogen tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Wawasan Kebangsaan Pada Generasi Muda. Alia Zulfa Ramadanti; Aat Nurhayati; Asep Hendrayana; Fikri Nurfajri; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Media Sosial Terhadap Wawasan Kebangsaan Pada Generasi Muda adalah bahwa media sosial dapat mempengaruhi wawasan kebangsaan pada generasi muda. Penggunaan media sosial dapat memperkuat atau merusak wawasan kebangsaan, tergantung pada bagaimana penggunaannya. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki literasi media yang kuat dan penggunaan media sosial yang sehat dan bijak agar dapat memperoleh wawasan kebangsaan yang positif dan inklusif. Perlu adanya upaya kolaborasi antara lembaga pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat literasi media dan edukasi penggunaan media sosial yang sehat, sehingga generasi muda dapat lebih memahami dan menyadari dampak dari penggunaan media sosial terhadap wawasan kebangsaan.
Nasionalisme, Patriotisme dan Perjuangan: Implementasi pada mahasiswa PGSD UMJ Faiz Muharrom; Faisal Aljundi; Gunawan Santoso; Rafli Firdaus; Sakha Dzikrullah
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.479

Abstract

Sebagai masyarakat bangsa Indonesia khususnya sebagai pelajar maupun pengajar harus benar benar mengerti dan memahami bahwa Nasionalisme membangun kesadaran rakyat sebagai suatu Bangsa serta memberi seperangkat dan progam tindakan. Patr lalu piotisme yang berasal dari kata Patriot, artinya pencintaan dan pembela tanah air. Patriotisme adalah semangat cinta tanah air. Dan arti dari pada perjuangan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Sugono, 2008: 1152) perjuangan adalah “perkelahian merebut sesuatu dengan peperangan”.Cara memahami nasionalisme patriotism dan perjuangan di dalam jurnal ini salah satu nya adalah dengan cara menonton film sejarah dan perjuangan, berkunjung ke museum, melihat pameran budaya, mengunakan produk dalam negri, mempelajari Bahasa dan kebudayaan daerah dan masih banyak lagi. Hasil dari penelitian dapat di simpulkan bahwa proses pelaksanaan penanaman nilai nilai nasionalisme dan patriotism dapat dilaksanakan dengan berbagai macam metode, dan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan nilai nasionalisme dan patriotisme dalam materi sikap semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara
Pengaruh Metode Inkluiri Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Putri Adelia; Naura Izzah Mustika; Rizky Meilia Junsap; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menerapkan metode inkuiri terbimbing yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif, kategori disposisi afektif umum dan khusus. Kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif diketahui dari hasil nilai Pretest dan posttest yang disusun berdasarkan test essay suatu kasus. Sedangkan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis kategori disposisi afektif umum dan khusus digunakan kuesioner dengan skala Lickert yang diisi oleh para siswa. Penerapan metode inkuiri pada matapelajaran meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif dibanding kemampuan berpikir kritis pada kategori disposisi afektif umum dan khusus.
Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wawasan Demokrasi Warga Negara Fina nur syarifah Fina; Intan Nisrina Kamilah; Hilda Dwi Cahyani; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demokrasi bukan hanya sekedar bentuk pemerintahan dalam sebuah negara melainkan juga sebuah pandangan hidup suatu bangsa. Selain itu, dalam konsepsi demokrasi terdapat keberada hak asasi manusia. Oleh karena itu, dalam suatu negara demokrasi dan hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dan sudah menjadi satu kesatuan. Namun dalam prakteknya, demokrasi belum dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari hari. Maka dari itu, kita memerlukan upaya untuk dapat mewujudkan kehidupan yang demokratis dan dapat mewujudkan hak asasi manusia. Pendidikan kewarganegaraan dirasa dapat menjadi salah satu upaya yang sangat menjanjikan dan efektif. Beberapa ruang lingkup materi Pendidikan Kewarganegaraan dan model pembelajarannya yaitu; pemahaman nilai kesatuan dan persatuan pada kajian materi integrasi nasional, pembelajaran demokrasi pada kajian materi konstitusi negara, pembelajaran kewajiban dan hak warga negara, pembelajaran resolusi konflik pada kajian materi praksis demokrasi dan praktik pemecahan masalah melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Pancasila di Era Milenial : Makna dan Relevansinya Bagi Masa Depan Bangsa Ridho Salyo; Iwan Syah; Henni Mikawati; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

- Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara Republik Indonesia yang telah dijadikan sebagai landasan dalam membangun dan menjaga keutuhan bangsa. Makna Pancasila mencakup nilai-nilai fundamental yang memperkuat keberagaman, persatuan, dan kesatuan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, dan bahasa. Dalam konteks masa depan bangsa, Pancasila memiliki relevansi yang besar dalam membangun fondasi yang kuat bagi pembangunan berkelanjutan dan kemajuan bangsa Indonesia. Pancasila adalah ideologi yang mendasar dan menjadi dasar negara Indonesia. Pancasila memiliki lima prinsip yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila memiliki makna penting bagi masa depan bangsa Indonesia karena mampu menjadi pedoman dalam mencapai tujuan negara, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Pancasila tetap relevan bagi masa depan bangsa karena mampu menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman. Pancasila mendorong pembangunan yang berkelanjutan, demokratis, dan berkeadilan sosial. Pancasila juga mampu menjadi sarana dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari konflik horizontal. Selain itu, Pancasila mampu menjaga keberagaman budaya dan agama di Indonesia, sehingga mampu memperkuat toleransi dan kebersamaan antarwarga negara. Dengan demikian, Pancasila menjadi kunci penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Seni dan Kreativitas Sebagai Medium Pemersatu Dalam Masyarakat Multikultural adinda; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat masyarakat Indonesia yang multikultural, penting untuk mengembangkan pendekatan yang mempromosikan persatuan dan keberagaman. Salah satu jalan yang dapat digunakan adalah melalui seni dan kreativitas. Peneitian ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan yang mendalam tentang bagaimana seni dan kreativitas dapat menjadi alat yang kuat untuk mempersatukan masyarakat multikultural. Dalam penelitian ini, kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dan penelitian terkait seni, kreativitas dan masyarakat multikultural. Kami mengeksplorasi bagaimana seni dan kreativitas dapat memainkan peran penting dalam membangun pemahaman, rasa hormat, dan mempromosikan persatuan dalam konteks masyarakat yang heterogen.
Pengenalan Lagu Daerah dan Lagu Nasional Republik Indonesia Untuk Calon Guru Sekolah Dasar Abad 21 Fina nur syarifah Fina; Hilda Dwi Cahyani; Intan Nisrina Kamilah; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka Dalam menumbuhkan sikap nasionalisme atau cinta tanah air pada peserta didik, sebagai guru atau calon guru harus selalu menginformasikan halhal mengenai nasionalisme kepada mereka terutama melalui lagu nasional dan menjelaskan arti pentingnya hari-hari besar nasional. Ketika seseorang terlalu mengapresiasi kebudayaan lain melebihi apresiasinya terhadap kebudayaannya sendiri, maka kebudayaannya akan terkikis. Seperti sekarang ini, siswa SD lebih sering menyukai lagu-lagu modern seperti lagu pop, dangdut, dan kpop dibandingkan lagu daerah dan lagu nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur.
Analisis dan Evaluasi: Program Pendidikan Inklusi Melalui Sekolah Dasar Alya Nurul Aeny Alya; Lathifah Wahyu Rahmadhani; Syifa Maghfira Azzahra; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi program pendidikan inklusi di sekolah dasar merupakan upaya untuk memastikan keberhasilan program inklusi dan memberikan kesetaraan bagi siswa dengan kebutuhan khusus untuk berkembang dalam lingkungan yang inklusif. Evaluasi program harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk keberhasilan bagi siswa inklusi, kenyamanan siswa, kesesuaian program dengan undang-undang, tanggapan orang tua, dan ketersediaan dana untuk mendukung program inklusi. Ada beberapa bentuk praktik evaluasi yang dapat dilakukan, seperti melakukan observasi kelas inklusi, survei siswa, wawancara dengan guru, pengukuran hasil belajar, dan konsultasi dengan ahli pendidikan inklusi. Setelah dilakukan evaluasi, perlu dilakukan refleksi untuk mengevaluasi kembali proses evaluasi dan mempertimbangkan upaya yang perlu dilakukan selanjutnya. Melalui evaluasi dan refleksi yang tepat, sekolah dapat memperbaiki program yang ada dan memberikan dukungan yang lebih baik untuk siswa inklusi. Hal ini guna memastikan bahwa siswa inklusi dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang inklusif dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan siswa lainnya.
Co-Authors 29Neneng Aan Supiati Aan Supiati Aat Nurhayati Aay Aisiyah Abdillah Abdul Aziz Abdul Aziz Hatapayo Abdul Aziz Hatapayo Abih Gumelar Acep Achda Fitriah Ade Surya Erofiana Adelia Angelia Gultom Adelia Septa Kusuma Adellia Rosita Aulia Adhisty septia hidayat Adilah Syafiyah Adilah Syafiyah Ramadhani Adilla Cahya Yuniar adilla cahya yuniar adinda Adinda Herlia Putri adinda putri darmanto Adinda Putri Darmanto Adinda Rizkyta Dinda adit kurniyawan Ageng Puji Pangestu Agitha Rizky Aldiansyah Agung Purwanto Agung purwanto Agus Purwanto Agus Suradika Agus Suradika Agus Suradika Agustina Ahmad Azhar azhar Ahmad Fadly Ahmad Fikrie Azmi Ahmad Japar Sodik Ahmad Muzakki Ahmad Muzaqi Zaqi Ahmad Razan Ahmad Suryadi Ahmad Susanto Ahmad Suyudi Ahmad Suyudi Ahmad Syamsuadi Ahmad Syariuddin Ahmad Yani Aida Sumardi Aim Abdul Karim Aim Abdulkarim aisyah tania amanda Ajmah Najibah Akhyumita Dea Suminar Alfi Fadliya Putri Mahya alfi fadliya putri mahya alfi Alia Zulfa Ramadanti Alia Zulfa Ramadanti Alia Alika Atha Amani Allya Azizatul Fadhilah Almaira Putri Almaira Putri Almirah Nur Sakiinah Almirah nur sakiinah mira Alustri Darmawati Alvira Prasasti Vira Alya Nurul Aeny Alya Amalia Ambo Tuo Amril Ananda Nur Aulia Ananda Nur Aulia Andi Afif Alwajih Andi Sukri Adam Angela Alya Rachman Rachman Anita Bosawer Annis Fitria Annisa Damayanti Annisa Qotrunnada Sofyana Hamzah Annisa Tsamratul Fuadah Annisah Nabilah Ari Metalin Eka Puspita Ari Metalin Ika Puspita Ari Metalin Ika Puspita Arif Aprilia Kartini Arif Aziz Firmansyah Arifin Djati Arsyadina Trishna Marsella Asep Hendrayana Astari Zahra Aulia Safira Septiana Aulia Sartika Aura Wijayanti ayu dwi ayu dwi zam zam khumairo Ayu Metalin Ika Puspita Santoso Ayu Yuniar Anggo Ayub Gunawan Ayub Gunawan Gunawan Azmi Ramadhania Azmi Ramadhania Azra Alya Sakinah Baiq Dina Erika Wardiningtias Baqiyatul Fakhmi Bobi Erno Rusadi Bunga Seftya Nur Indah Bunyamin Maftuh Chantika Mukti Ardi Cholichul Hadi Dadi Mulyadi Nugraha Darmita Wuriani Dea Permata Dela safitri Desi Rahmayani Ihsan Nulfadli Desi Rahmayani Nurul Aifha Desiana Duwith Destira Ayu Permana Deswita Kartika Devi Marlita Anggraini Dewi Puji Lestari Dewi Puji Lestari Dewi Dewiana Novitasari Dhilla Adhika Prawesti Diana Septyawati Difa Rafidatul Aisy Dina Dwi Fatmawati Dina Dina Ichsanurrahmah dina ichsanurrahmah Dinda Apriliyani Dinda Khomsaini Syawhas Dinda Putri Kamilah Esih Sukaesih Dira Lestari Dita Putri Agustiyarini Dwi Ajeng Prasasti Dwi Fitriani Dwi Meliyana Dwi Susanti Eddy Irsan Siregar Edi Kusnaedi Edi Ribowo Edi Ribowo eka bella anindia Eka Puteri Ramadhanti Eka Septi Hartiyani Eka Sunarsih Elfirza Elva Susanti Erik Kurniawan Eta Yunilestari Etik Murtini Eva Monalisa Vebri Kusuma Eva Monalisa Vebry Kusuma Fadlian Rafa Prawira Faisal Aljundi Faiz Muharrom Falikah Hayatun Nufus Farah Addina Syafa Farcham Mulloh farcham muloh Farrasya Zubaer Fatharani Zahrah Fatimah Febiansyah Febri Prihatin Febri Prihatin Ferdinal Lafendry Ferdy Eka Putra Fikri Nurfajri Filosophia Azzahra Filosophia Azzahra Azzahra Finna Fidyah Ramadhani Firly Audia Futeri Firna Afifatun Nuha Mahruroji Fitri Awaliyah Fitri Yati Fitria Wulansari Fitriani Rumelan Frischa Amalia Imanda Ghaitsa Geifira Ghaitsa Geifira Sofa Gunawan Wibisono habiba maruapey Hadi Haryanto Haevina Aulia Rizqy hafaz fazlur hafazfazlur Haikal Azrasabiy Hajar Hamidah Hajirah Halimah Hana Nurhasanah Hani Alifa Muhammad Mansyur Hanif Fadli Yanuar Hanif Fadli Yanuar Hanif Padli Yanuar Hanifah Adibah Rahmah Hany Aulia Syahada Syahada Hendra Setyawan Henni Mikawati herdhianto galuh saputro galuh Hermawan, Cecep Maman Hidriana Hidriana Hilda Dwi Cahyani Hilda Novianti Hilmiyatu Zahra Hilwa Hidayah Assaadih Hodijah safitri ida royana Iftiyah Safitri Iim Abdul Karim Iin Ikhsan Muhamad Mudjenan Ikhwatul Mujahadah Imam Muhtadin Imam Wahyudin imam wahyudin wahyu Imas Yulistia Imelda Miftahul Syarof Inah Inayah Adhani Khoirroni Indah Cicilia Inrayani Inrayani Intan Arsyah Utami Bitan Intan Khairasyani Intan Maharani Intan Nisrina Kamilah Intan Nisrina Kamilah Intan Trisila  Iran Purnawan Irega Gelly Gera Irham Mahfud Irhamni Irhamni Irmi Yunika Irsyam Fajar Attaulah Irsyam Fajar Attaulloh Irsyam Ismah Ismalia Eka Ismiatul Hasanah Istibsarotul Amalia Iswadi Ishak Alwi Iswan Iswan Ivan Mahdavikia Iwan Syah Jalinus Jarmi Jarmi Jelita Ayu Melani Jelita Ayu Melani Jernih Wati Zai jihan alifah hind jihan Jodi Wahyudi Jodi Wahyudi Joko Pramono Joswin Simaremare Juani Prianti Juriah Juryati Kania Novaliani Ahmad ibrahim Karsono Kasno Kayla Syifa Syabilla Keysa Najmi Salma Herdani Keysa Najmi Salma Herdani Klara Iswara Sukmawati Kunto Wijaya kurniawan - Kuswantoro La Dauwi Laila Ningtyas Laila Nurhidayah Larasati Ramadhana Lathifah Wahyu Rahmadhani Lativa Qurrotaini Lestari, Mas roro Diah Wahyu Lilis Handayani Lilis Handayani N Riyanti Lilis Handayani N. Listari Widodo Liya Pransiska Liya Pransiska Lutfi Lutfia Gunarsih M. Ripan Jamil Maghrifa Kafka Razaqa Kafka Majenih Mamun Murod Mansyur Hidayat Mardiani Marfa Azzahra Tyara Latifa Mariska Dwi Amanda Marselina Consita Bete Fahik Marsidi Marsiyah MARTINI Marwiyatul Atfal Marwiyatul Atfal Masduki Asbari Masduki Asbari Masngud kudori Matlahu Chahyadi Maulida Lia Rahmah Maya Zahra Aulia Ma’mun Murod Mei Riska Indriana Meilanta Rantina Meizir Akhmadi Akhmadi Melanie Dwi Metha Abidah Ardelia Milda Nur Risma Abdah Mira Mariani Mochamad Fikri Baihaqi Mochammad Ja’far Sodiq Mohammad Syaifuddin Mohammed El-Abid Muhamad Afriza Aprilian Muhamad Chairudin Muhamad Fauzan Muhamad Sofian Hadi Muhamad Sugiono Muhammad Dava dava Muhammad Fadli Maulana Maulana Muhammad Guntur Muhammad Guntur Himawan Muhammad Lutfi Hasan Muhammad Nuur Fauzaan Muhammad Raihan Muhammad Raihan Raihan Muhammad Rifai Ramadhani Muhammad Saddam Fahrezi Muhammad Usman Munawar Mutiara Wijayanti Nabila Febiyanti Nabila Hapsari Nabila nabilah chairunisah nabilahmaya nabilla kairunisa Nada Hurriyah Nadia Dewi Firdaus Nadisya Rachelia Hatta Nadya Amelia Putri Firman Naila Fairuza Fairuza Nanik Natiqotul Istiqomah Natiqotul Istiqomah Naufal Naura Ghazia Apriatna Naura Izzah Mustika Nia Octavia Rachmadani Nidar Yusuf Nifin Abdullah Al Jabri Nisa Destiana Nisa Niswah Zahrotul Jannah Noer Adila Azzahra Nova Aulia Choerunnisa Novi Mega Lestari Novia Azzahra Nugraha, Dadi Mulyadi Nur Asiah Nur Avifah Dwi Apriliani Nur Halimah Nur Indah Hermayanti Nur Kholifah Alviana Nur Laili Nur Pangesti Utami Putri Nur Wahidah Nuraini indah putri Nurfajriyanti Nurlela Warwey Nursafa Azzahra Safa Azzahra Nursalim Nurul Dwi Tsoraya Nurwahidah OKTA ROSFIANI Pingkan Setia Handayani Prasetya, Agus Prizka Ade Aulia Purwati Wulandari Putri Adelia Putri Ayu Romadhotin Putri Nur Ainni Putri Rizky Apriani Putri Sa'adah Rachmania Naura Adysti Rachmawati Fauziyatul Putri Radita Ayudya Rafi Arvansyah Rafli Firdaus Rafli Mochammad Rafli Firdaus Rafzan Rahmaleli Sakinah Rahmaleli sakinah Rahman Rahman Rajab Rahmita Nurul Muthmainnah Raihan Arsyad Firdausy Asbari Raihan Qodri Raisyal Fiqri Perdana Sasmita Rd. Heri Solehudin Resinta karimah Resti Nuraeni restu lestari lestari Restu M Hasbylah Retno Primantiko Retno Primantiko Rida Wulandari Ridho Salyo Ridwan toro Rifda Choirunnisa Rika Okta Muthmainnah Rikky Erlangga Ramadhan Rivaldy Hermansyah Rizka Amalia Bintang Rizka Aulia Rizki Makhfud Nur’ atsani Rizky Budi Prasetyo Rizky Meilia Junsap Roni Patinasarani Ronius Pirade Rosa Nilla Nurjannah Roudlotul Jannah Sabilah Amelia safira aulia adisti Safira Az Zahra Safira Az Zahra Safira Az Zahra Sakha Dzikrullah Salamah Hujaimah Salismiati Ghozali Salma Putri Amanda Salma Sabika salma sabika salma Salwa Azzahrah Salwa Azzahrah Sapriya Sari Lenita Christi Sasa Fiolanisa Sasa Fiolanisa Sasa Satiya Fadil Mahesa Satiya Fadil Mahesa Fadil septi aulia fadli Setiawati setiyaningsih, dewi Shafira Nurul Shara Ayu Pramitha Shayla Ayuningtias Sheila Anindita Sheila Martasya Shella Meiliza Shella Meiliza Satar Shella Meiliza Sri Wartati Shinta Listiani Shofi Nisrina Amani Silma Kafia Elsaif Silvi Lestari Silvia Silvia Damayanti Sinta Ayu Siska Kusumawardani Siti Aminah Saing Siti Aminah Saing Siti Barkah Siti Juriyatun Toyibah Siti Maisaroh Siti Nur Kharunissa Siti Rohanah Siti Tasniah Herniati Siti ‘Aisah Sodikin Sodikin Sodikin Solehun Sonia Firnanda Supatmi Sri Imawati Sri Imawati Sri Immawati Sri Sunarti Sri Utami Srianah Sriyanti Rahmatunisa Supadmi Supatmi Supry Hariyanti Suratno Suryadi Nomi Susilahati Susilahati Sutini Suwardono Suwardono Syahira Shinta Hanjani Syahira Shinta Hanjani Hendro Mustofa Syarifah Nur Aini Syifa Galih Syifa Maghfira Azzahra Tantri Wenny Sitanggang Tato Saputro Tevian Edi Candra Tia Artika Mul'aini Tiara Fitri Nalindra Alia Choirunnisa Tiara Nur sabila Titin Sujanah Tri Atiiqoh Agus Salim tri endang Tri Laksono Tri Ulan Dari Tri Wahyuningtias Tugiman Tuti Lestari Tuti Lestari Tya Ayu Erianti Ulfiatul Muizzah Unik Setianingsih valia niswa dzahrotudina Vera Dwi Apriliani Vera Dwi Apriliani Acep Virda Nurlita Vita Alawiyah Wawan Widiyasari, Ririn Winarsih winarsih winarsih WINATA, WIDIA Wisnu Winata wisra linda Yayuk Purwati Yoga Aditia Ragil Yosea Bagus Armando Yusrina Nadiya Zahira Zahra Syafitri Atmadja Zahra Tsaniyatun Naafi'i Jamiil Jamiil Zahrah Rizka Wulandari Zahratul Aini Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyyah Zahro Zen Zen, Muhammad ‘Aisyah Naurah Salsabila