Claim Missing Document
Check
Articles

Relakanlah untuk Sakit Sebentar: Sebuah Kajian Filsafat Singkat Mochamad Fikri Baihaqi; Masduki Asbari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Relakanlah untuk sakit sebentar”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah bahwa kebahagiaan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan. Tapi tidak semua Kebahagiaan itu juga harus dipenuhi. Jadi, ketika kita ke dokter kemungkinan akan dapat kesulitan sementara tapi kalau kamu tidak mau sakit sebentar ya kamu akan merasakan sakit yang lama maka ikhlaskanlah sakit sebentar minum obat itu pahit Tapi kan sebentar Setelah itu kamu nyaman dan dapat kesenangan lebih lama. Kajian filosofis ini membuka pola fikir kita menjadi positif.
Kajian Integrasi Nasional dalam NKRI Tidak Dapat Diubah dan Sumpah Pemuda Indonesia Abad 21 Gunawan Santoso; Aim Abdul Karim; Bunyamin Maftuh; Sapriya; Ma'mun Murod
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyaknya tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan. Meskipun telah berdiri selama lebih dari 75 tahun, tetapi ternyata masih muncul perbedaan pandangan, konflik, dan masalah lain yang mengancam persatuan bangsa.. Metode penelitinnya menggunakan metode kualitatif tipe deskriptif melalui kajian literatur, observasi dan studi dokumentasi secara komprehensif. Hasil Kajiannya yaitu Integrasi Nasional dalam NKRI Tidak Dapat Diubah dan Sumpah Pemuda Indonesia Abad 21 adalah topik yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Integrasi nasional merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan NKRI di era globalisasi ini, sedangkan Sumpah Pemuda Indonesia mengandung semangat nasionalisme yang sangat penting untuk menumbuhkan rasa persatuan di kalangan generasi muda. Dalam kajian ini, beberapa strategi pemahaman tentang isi dan makna dari sumpah pemuda Indonesia, konsep integrasi nasional dalam konteks NKRI, serta hubungan antara sumpah pemuda dan integrasi nasional di Indonesia perlu dipertimbangkan. Contoh konkret dari implementasi sumpah pemuda dan integrasi nasional dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia juga perlu diidentifikasi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan nyata. Selain itu, refleksi terhadap kajian ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk memperkuat kesadaran dan komitmen dalam mempertahankan integrasi nasional sebagai fondasi membangun kebersamaan yang kuat. Terutama generasi muda, yang memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kedepannya.
Kajian Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara sebagai Strategi WNI dan WNA di Dalam dan di Luar Negeri Indonesia Abad 21 Gunawan Santoso; Aim Abdul Karim; Bunyamin Maftuh; Sapriya; Ma'mun Murod
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyaknya masalah yang muncul dalam hubungan antara WNI dan WNA, seperti konflik, diskriminasi, dan perbedaan pemahaman tentang hak dan kewajiban, juga menjadi gap dalam kajian ini. Metode penelitiannya kualitatif deskriptif, yang biasa digunakan dalam penelitian meliputi: Studi literatur,Analisis dokumen, melakukan diskusi kepada para ahli dan pelaku yang terkait dan selanjutnya melakukan Analisis isi. Hasil telaahnya yaaitu; Kajian Kewajiban dan Hak Negara dan Warga Negara sebagai Strategi WNI dan WNA di Dalam dan di Luar Negeri Indonesia Abad 21 menjadi penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan di masa depan. Mahasiswa harus memiliki keterampilan abad 21 yang luas dan beragam, yang mencakup pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, kemampuan berkomunikasi secara efektif, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, berpikir kritis dan analitis, dan kemampuan bekerja secara kolaboratif dalam situasi yang kompleks. Pemahaman tentang keberagaman budaya juga menjadi landasan penting untuk memperkuat nilai kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan perdamaian. Oleh karena itu, mahasiswa harus aktif dalam mengambil peluang-peluang untuk meningkatkan keterampilan-keterampilan tersebut, seperti magang, program pertukaran pelajar, seminar, pelatihan, atau pengabdian kepada masyarakat. Keterampilan abad 21 menjadi sangat penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri mereka menghadapi tantangan dan peluang di masa depan, sekaligus menjadi bagian dari kehidupan demokratis Indonesia dan mampu memberikan kontribusi yang konstruktif baik di dalam maupun di luar negeri.
Kajian Lambang Negara Indonesia Burung Garuda untuk Membumikan Rasa Nasionalisme, Perjuangan, dan Patriotisme Abad 21 Gunawan Santoso; Aim Abdul Karim; Bunyamin Maftuh; Sapriya; Ma'mun Murod
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi telah mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak terelakkan, tetapi pada saat yang sama juga telah menimbulkan tantangan bagi identitas nasional, identitas budaya, dan rasa kebersamaan dalam masyarakat Indonesia. Hal ini mendorong perluasan dan memperdalam kajian dan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan dan simbol-simbol kebangsaan, seperti lambang burung Garuda. Metode penelitiannya kualitatif deskriptif, metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara studi literatur, wawancara, dan analisis kualitatif. Hasil telaahnya yaitu Kajian lambang negara Indonesia Burung Garuda merupakan upaya untuk memperkuat rasa nasionalisme, perjuangan, dan patriotisme bagi generasi muda Indonesia di era abad 21. Simbol Burung Garuda memiliki makna penting yang dapat membantu membumikan nilai-nilai keindonesiaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kajian tersebut, dapat dipahami bahwa Burung Garuda menggambarkan semangat kepahlawanan, keberagaman, solidaritas, dan kebersamaan. Penugasan dalam membumikan rasa nasionalisme, perjuangan, dan patriotisme abad 21 dapat dilakukan dengan berbagai metode pengajaran seperti ceramah, diskusi kelompok, kegiatan praktikum, penelitian, atau proyek kolaboratif. Dalam kajian ini, juga ditemukan bahwa pentingnya membumikan rasa nasionalisme, perjuangan, dan patriotisme abad 21 lebih diperlukan pada masa saat ini, karena tantangan-tantangan global yang kompleks dan beragam.
The Law of Attraction: Kekuatan Intelegensi? Agung Purwanto; Hanif Padli Yanuar; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.149

Abstract

Abstrak- Tujuan dari studi ini untuk mengetahui apa yang di maksud dengan The Law of Attraction atau yang disebut dengan hukum tarik-menarik. Dan kalau kita uraikan dari dari kalimat The Law of Attractions ini membahas tentang perilaku,tingkah laku dan jati diri kita. Maksudnya kau hadirkan yang akan terjadi dalam hidup dan apa yang engkau bayangkan itulah nanti yang engkau ciptakan. Teori ini teori Law of traction ini diri kamu, Dari berbagai tradisi spiritual oleh beberapa tokoh nanti kita lihat siapa saja tokoh-tokoh itu yang antara lain tapi inti teorinya tadi bahwa Bagaimana pikiran apa yang ada di kepala kita dalam bentuk pikiran itulah nanti yang akan kita lanjutkan dalam kenyataan itu yang kalau pikiran-pikiran kita positif ya kita akan mengundang hal-hal yang positif tapi kalau pikiran-pikiran kita negatif biar tidak mengerjakan soalnya negatif.
Tarian Keberuntungan yang Rumit: Mengurai Paradoks Nasib Buruk Muhammad Fadli Maulana Maulana; Filosophia Azzahra Azzahra; Ayub Gunawan Gunawan; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.156

Abstract

The purpose of this study is to find out the Nova Effect perspective from the Vnvlan youtube channel entitled "What is Nova Effect? Flimsy Boundary of Unlucky and Lucky”. In this study, the researcher used a descriptive qualitative method by taking notes because the source of the data was obtained by listening to oral narratives. The results of this study explain that the Nova Effect teaches how something that happens to someone must have both good and bad sides. This study also says that sometimes something good brings something bad and something bad brings something good. The research started with the question What is the Nova Effect, How to avoid the Nova Effect, Are we destined to have bad luck. The study of the Nova Effect teaches us to be grateful for everything that has been ordained by God, to always be optimistic, and to stop overthinking.
Bagaimana Cara Belajar dengan Cepat? Telaah Singkat dari Pemikiran Dita Dwi Cahyani Baqiyatul Fakhmi; Dinda Apriliyani; Meilanta Rantina; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.165

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemikiran dita dwi cahyani dari channel youtube lebih baik yang berjudul “Fast Learner [Menjadi Pembelajar Cepat]”. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan melakukan simak dan catat karena sumber data yang didapat melalui hasil menyimak narasi secara lisan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sebelum melakukan cara belajar cepat yang efektif harus mampu memahami teknik dan cara belajar sesuai dengan kepribadian diri sendiri, mampu memahami kapan waktu yang tepat otak memahami apa yang sedang dipelajari dan kapan waktu yang tepat ketika perlu untuk istirahat, karena setiap orang memiliki kepribadian dan efektifitas waktu yang berbeda – beda. Sehingga tidak bisa disamakan antara efektifitas belajar antara satu orang dengan yang lainnya.
Critical Thinking 21st Century Era 4.0 Nifin Abdullah Al Jabri; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.190

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Sabrang Mowo dari channel Youtube RT 04 RW 02 Desa Buduran Kab Sidoarjo yang berjudul “Mengumpulkan Informasi untuk Membangun Diri” dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang penulis peroleh melalui menyimak vidio. Di era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan masifnya perkembangan teknologi informasi dan mudahnya menyebarnya informasi tanpa filter apapun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi literasi digital guna menangkal radikalisme pada generasi millennial di era Revolusi Industri 4.0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan literasi digital sangat penting dalam menangkal radikalisme dan perlu dikembangkan dalam delapan elemen esensial yaitu kultural, kognitif, konstruktif, komunikatif, kreatif, kritis, dan civic. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan literasi digital tersebut dapat memanfaatkannya. Harapannya, dengan kemampuan literasi digital seorang pengguna digital yaitu generasi millenial dapat menyaring informasi yang didapatkan dan dipastikan terlebih dahulu kebenarannya. Generasi milenial dapat mengambil banyak hikmah dari hasil kajian filosofis ini.
Tantangan dan Mengatasi Hambatan Karakter Keberanian pada Mahasiswa Abad ke-21 Laila Ningtyas; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i5.432

Abstract

Abad ke-21 menandai era yang penuh dengan tantangan kompleks, baik di bidang akademik maupun sosial, yang dihadapi oleh mahasiswa, dalam menghadapi tantangantantangan tersebut, karakter keberanian memainkan peran penting sebagai kunci untuk membantu mahasiswa mengatasi hambatan dan meraih kesuksesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil karakter keberanian mahasiswa FIP UMJ dalam menghadapi berbagai tantangan di abad ke-21. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa FIP UMJ menunjukkan beragam karakter keberanian, seperti kemampuan mengambil risiko, ketangguhan mental, dan kepercayaan diri, yang memungkinkan mereka untuk menghadapi tantangan dengan sikap yang positif dan solutif. Pengembangan karakter keberanian di kalangan mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dukungan dari dosen, lingkungan pendidikan yang inklusif, dan pengalaman belajar di luar kelas. Implikasi temuan ini untuk praktik pendidikan dan pengembangan karakter mahasiswa dibahas, serta rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas program pengembangan karakter di FIP UMJ di abad ke-21. Kesimpulannya, pemahaman dan pengembangan karakter keberanian di kalangan mahasiswa FIP UMJ merupakan komponen penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan dengan keyakinan dan ketangguhan yang diperlukan
Solusi Mencegah Masalah Kecil Menjadi Masalah Besar Agung purwanto; Gunawan Santoso; Hanif Fadli Yanuar; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.565

Abstract

Tujuan dari study ini untuk mengetahui apa yang di maksud dengan jangan membuat masalah kecil menjadi masalah besar “ mengganggu hidup kita “ menurut pandangan Richard carlson, Ph.D, cara mudah mencegah masalah kecil mengganggu hidup kita,masalah penemuan terbesar dari generasi saya adalah seorang manusia dapat mengubah hidupnya dengan cara mengubah tingkah laku setiap kali berhadapan dengan kabar buruk orang yang merepotkan atau sesuatu yang mengecewakan sebagian besar di antara kita terjebak dalam menikah. Bila kita terpaku pada hal-hal kecil waktu kita disakiti reaksi kita yang berikutnya tidak hanya akan membuat kita harus merasa tapi juga akan membuat kita terjebak menuntut hal yang kita inginkan kita kehilangan wawasan yang lebih besar. Yang dapat diterapkan bukan hanya pada masalah-masalah tertentu tapi juga pada banyak tantangan hidup yang paling sulit bila kita tidak memusingkan hal-hal kecil Hidup memang tidak otomatis menjadi sempurna tapi anda akan belajar menerima apa yang disediakan oleh kehidupan ini dengan hambatan yang sedikit mungkin seperti yang diajarkan oleh filosofi zen bila kita belajar membiarkan masalah itu berlalu bukan menahan-nahannya dengan sekuat tenaga hidup akan mulai mengalir kita akan seperti mengubah hal-hal yang bisa diubah menerima hal-hal yang tidak bisa diubah dan membiarkan kebijaksanaan. Bila kita berniat untuk berusaha mencapai tujuan, kita akan menemukan energi jauh lebih bermanfaat bila digunakan untuk menjadi orang yang lebih baik hati dan lebih lemah.
Co-Authors 29Neneng Aan Supiati Aan Supiati Aat Nurhayati Aay Aisiyah Abdillah Abdul Aziz Abdul Aziz Hatapayo Abdul Aziz Hatapayo Abih Gumelar Acep Achda Fitriah Ade Surya Erofiana Adelia Angelia Gultom Adelia Septa Kusuma Adellia Rosita Aulia Adhisty septia hidayat Adilah Syafiyah Adilah Syafiyah Ramadhani Adilla Cahya Yuniar adilla cahya yuniar adinda Adinda Herlia Putri adinda putri darmanto Adinda Putri Darmanto Adinda Rizkyta Dinda adit kurniyawan Ageng Puji Pangestu Agitha Rizky Aldiansyah Agung purwanto Agung Purwanto Agus Purwanto Agus Suradika Agus Suradika Agus Suradika Agustina Ahmad Azhar azhar Ahmad Fadly Ahmad Fikrie Azmi Ahmad Japar Sodik Ahmad Muzakki Ahmad Muzaqi Zaqi Ahmad Razan Ahmad Suryadi Ahmad Susanto Ahmad Suyudi Ahmad Suyudi Ahmad Syamsuadi Ahmad Syariuddin Ahmad Yani Aida Sumardi Aim Abdul Karim Aim Abdulkarim aisyah tania amanda Ajmah Najibah Akhyumita Dea Suminar Alfi Fadliya Putri Mahya alfi fadliya putri mahya alfi Alia Zulfa Ramadanti Alia Zulfa Ramadanti Alia Alika Atha Amani Allya Azizatul Fadhilah Almaira Putri Almaira Putri Almirah Nur Sakiinah Almirah nur sakiinah mira Alustri Darmawati Alvira Prasasti Vira Alya Nurul Aeny Alya Amalia Ambo Tuo Amril Ananda Nur Aulia Ananda Nur Aulia Andi Afif Alwajih Andi Sukri Adam Angela Alya Rachman Rachman Anita Bosawer Annis Fitria Annisa Damayanti Annisa Qotrunnada Sofyana Hamzah Annisa Tsamratul Fuadah Annisah Nabilah Ari Metalin Eka Puspita Ari Metalin Ika Puspita Ari Metalin Ika Puspita Arif Aprilia Kartini Arif Aziz Firmansyah Arifin Djati Arsyadina Trishna Marsella Asep Hendrayana Astari Zahra Aulia Safira Septiana Aulia Sartika Aura Wijayanti ayu dwi ayu dwi zam zam khumairo Ayu Metalin Ika Puspita Santoso Ayu Yuniar Anggo Ayub Gunawan Ayub Gunawan Gunawan Azmi Ramadhania Azmi Ramadhania Azra Alya Sakinah Baiq Dina Erika Wardiningtias Baqiyatul Fakhmi Bobi Erno Rusadi Bunga Seftya Nur Indah Bunyamin Maftuh Chantika Mukti Ardi Cholichul Hadi Dadi Mulyadi Nugraha Darmita Wuriani Dea Permata Dela safitri Desi Rahmayani Ihsan Nulfadli Desi Rahmayani Nurul Aifha Desiana Duwith Destira Ayu Permana Deswita Kartika Devi Marlita Anggraini Dewi Puji Lestari Dewi Puji Lestari Dewi Dewiana Novitasari Dhilla Adhika Prawesti Diana Septyawati Difa Rafidatul Aisy Dina Dwi Fatmawati Dina Dina Ichsanurrahmah dina ichsanurrahmah Dinda Apriliyani Dinda Khomsaini Syawhas Dinda Putri Kamilah Esih Sukaesih Dira Lestari Dita Putri Agustiyarini Dwi Ajeng Prasasti Dwi Fitriani Dwi Meliyana Dwi Susanti Eddy Irsan Siregar Edi Kusnaedi Edi Ribowo Edi Ribowo eka bella anindia Eka Puteri Ramadhanti Eka Septi Hartiyani Eka Sunarsih Elfirza Elva Susanti Erik Kurniawan Eta Yunilestari Etik Murtini Eva Monalisa Vebri Kusuma Eva Monalisa Vebry Kusuma Fadlian Rafa Prawira Faisal Aljundi Faiz Muharrom Falikah Hayatun Nufus Farah Addina Syafa Farcham Mulloh farcham muloh Farrasya Zubaer Fatharani Zahrah Fatimah Febiansyah Febri Prihatin Febri Prihatin Ferdinal Lafendry Ferdy Eka Putra Fikri Nurfajri Filosophia Azzahra Filosophia Azzahra Azzahra Finna Fidyah Ramadhani Firly Audia Futeri Firna Afifatun Nuha Mahruroji Fitri Awaliyah Fitri Yati Fitria Wulansari Fitriani Rumelan Frischa Amalia Imanda Ghaitsa Geifira Ghaitsa Geifira Sofa Gunawan Wibisono habiba maruapey Hadi Haryanto Haevina Aulia Rizqy hafaz fazlur hafazfazlur Haikal Azrasabiy Hajar Hamidah Hajirah Halimah Hana Nurhasanah Hani Alifa Muhammad Mansyur Hanif Fadli Yanuar Hanif Fadli Yanuar Hanif Padli Yanuar Hanifah Adibah Rahmah Hany Aulia Syahada Syahada Hendra Setyawan Henni Mikawati herdhianto galuh saputro galuh Hermawan, Cecep Maman Hidriana Hidriana Hilda Dwi Cahyani Hilda Novianti Hilmiyatu Zahra Hilwa Hidayah Assaadih Hodijah safitri ida royana Iftiyah Safitri Iim Abdul Karim Iin Ikhsan Muhamad Mudjenan Ikhwatul Mujahadah Imam Muhtadin Imam Wahyudin imam wahyudin wahyu Imas Yulistia Imelda Miftahul Syarof Inah Inayah Adhani Khoirroni Indah Cicilia Inrayani Inrayani Intan Arsyah Utami Bitan Intan Khairasyani Intan Maharani Intan Nisrina Kamilah Intan Nisrina Kamilah Intan Trisila  Iran Purnawan Irega Gelly Gera Irham Mahfud Irhamni Irhamni Irmi Yunika Irsyam Fajar Attaulah Irsyam Fajar Attaulloh Irsyam Ismah Ismalia Eka Ismiatul Hasanah Istibsarotul Amalia Iswadi Ishak Alwi Iswan Iswan Ivan Mahdavikia Iwan Syah Jalinus Jarmi Jarmi Jelita Ayu Melani Jelita Ayu Melani Jernih Wati Zai jihan alifah hind jihan Jodi Wahyudi Jodi Wahyudi Joko Pramono Joswin Simaremare Juani Prianti Juriah Juryati Kania Novaliani Ahmad ibrahim Karsono Kasno Kayla Syifa Syabilla Keysa Najmi Salma Herdani Keysa Najmi Salma Herdani Klara Iswara Sukmawati Kunto Wijaya kurniawan - Kuswantoro La Dauwi Laila Ningtyas Laila Nurhidayah Larasati Ramadhana Lathifah Wahyu Rahmadhani Lativa Qurrotaini Lestari, Mas roro Diah Wahyu Lilis Handayani Lilis Handayani N Riyanti Lilis Handayani N. Listari Widodo Liya Pransiska Liya Pransiska Lutfi Lutfia Gunarsih M. Ripan Jamil Maghrifa Kafka Razaqa Kafka Majenih Mamun Murod Mansyur Hidayat Mardiani Marfa Azzahra Tyara Latifa Mariska Dwi Amanda Marselina Consita Bete Fahik Marsidi Marsiyah MARTINI Marwiyatul Atfal Marwiyatul Atfal Masduki Asbari Masduki Asbari Masngud kudori Matlahu Chahyadi Maulida Lia Rahmah Maya Zahra Aulia Ma’mun Murod Mei Riska Indriana Meilanta Rantina Meizir Akhmadi Akhmadi Melanie Dwi Metha Abidah Ardelia Milda Nur Risma Abdah Mira Mariani Mochamad Fikri Baihaqi Mochammad Ja’far Sodiq Mohammad Syaifuddin Mohammed El-Abid Muhamad Afriza Aprilian Muhamad Chairudin Muhamad Fauzan Muhamad Sofian Hadi Muhamad Sugiono Muhammad Dava dava Muhammad Fadli Maulana Maulana Muhammad Guntur Muhammad Guntur Himawan Muhammad Lutfi Hasan Muhammad Nuur Fauzaan Muhammad Raihan Muhammad Raihan Raihan Muhammad Rifai Ramadhani Muhammad Saddam Fahrezi Muhammad Usman Munawar Mutiara Wijayanti Nabila Febiyanti Nabila Hapsari Nabila nabilah chairunisah nabilahmaya nabilla kairunisa Nada Hurriyah Nadia Dewi Firdaus Nadisya Rachelia Hatta Nadya Amelia Putri Firman Naila Fairuza Fairuza Nanik Natiqotul Istiqomah Natiqotul Istiqomah Naufal Naura Ghazia Apriatna Naura Izzah Mustika Nia Octavia Rachmadani Nidar Yusuf Nifin Abdullah Al Jabri Nisa Destiana Nisa Niswah Zahrotul Jannah Noer Adila Azzahra Nova Aulia Choerunnisa Novi Mega Lestari Novia Azzahra Nugraha, Dadi Mulyadi Nur Asiah Nur Avifah Dwi Apriliani Nur Halimah Nur Indah Hermayanti Nur Kholifah Alviana Nur Laili Nur Pangesti Utami Putri Nur Wahidah Nuraini indah putri Nurfajriyanti Nurlela Warwey Nursafa Azzahra Safa Azzahra Nursalim Nurul Dwi Tsoraya Nurwahidah OKTA ROSFIANI Pingkan Setia Handayani Prasetya, Agus Prizka Ade Aulia Purwati Wulandari Putri Adelia Putri Ayu Romadhotin Putri Nur Ainni Putri Rizky Apriani Putri Sa'adah Rachmania Naura Adysti Rachmawati Fauziyatul Putri Radita Ayudya Rafi Arvansyah Rafli Firdaus Rafli Mochammad Rafli Firdaus Rafzan Rahmaleli Sakinah Rahmaleli sakinah Rahman Rahman Rajab Rahmita Nurul Muthmainnah Raihan Arsyad Firdausy Asbari Raihan Qodri Raisyal Fiqri Perdana Sasmita Rd. Heri Solehudin Resinta karimah Resti Nuraeni restu lestari lestari Restu M Hasbylah Retno Primantiko Retno Primantiko Rida Wulandari Ridho Salyo Ridwan toro Rifda Choirunnisa Rika Okta Muthmainnah Rikky Erlangga Ramadhan Rivaldy Hermansyah Rizka Amalia Bintang Rizka Aulia Rizki Makhfud Nur’ atsani Rizky Budi Prasetyo Rizky Meilia Junsap Roni Patinasarani Ronius Pirade Rosa Nilla Nurjannah Roudlotul Jannah Sabilah Amelia safira aulia adisti Safira Az Zahra Safira Az Zahra Safira Az Zahra Sakha Dzikrullah Salamah Hujaimah Salismiati Ghozali Salma Putri Amanda Salma Sabika salma sabika salma Salwa Azzahrah Salwa Azzahrah Sapriya Sari Lenita Christi Sasa Fiolanisa Sasa Fiolanisa Sasa Satiya Fadil Mahesa Satiya Fadil Mahesa Fadil septi aulia fadli Setiawati setiyaningsih, dewi Shafira Nurul Shara Ayu Pramitha Shayla Ayuningtias Sheila Anindita Sheila Martasya Shella Meiliza Shella Meiliza Satar Shella Meiliza Sri Wartati Shinta Listiani Shofi Nisrina Amani Silma Kafia Elsaif Silvi Lestari Silvia Silvia Damayanti Sinta Ayu Siska Kusumawardani Siti Aminah Saing Siti Aminah Saing Siti Barkah Siti Juriyatun Toyibah Siti Maisaroh Siti Nur Kharunissa Siti Rohanah Siti Tasniah Herniati Siti ‘Aisah Sodikin Sodikin Sodikin Solehun Sonia Firnanda Supatmi Sri Imawati Sri Imawati Sri Immawati Sri Sunarti Sri Utami Srianah Sriyanti Rahmatunisa Supadmi Supatmi Supry Hariyanti Suratno Suryadi Nomi Susilahati Susilahati Sutini Suwardono Suwardono Syahira Shinta Hanjani Syahira Shinta Hanjani Hendro Mustofa Syarifah Nur Aini Syifa Galih Syifa Maghfira Azzahra Tantri Wenny Sitanggang Tato Saputro Tevian Edi Candra Tia Artika Mul'aini Tiara Fitri Nalindra Alia Choirunnisa Tiara Nur sabila Titin Sujanah Tri Atiiqoh Agus Salim tri endang Tri Laksono Tri Ulan Dari Tri Wahyuningtias Tugiman Tuti Lestari Tuti Lestari Tya Ayu Erianti Ulfiatul Muizzah Unik Setianingsih valia niswa dzahrotudina Vera Dwi Apriliani Vera Dwi Apriliani Acep Virda Nurlita Vita Alawiyah Wawan Widiyasari, Ririn Winarsih winarsih winarsih WINATA, WIDIA Wisnu Winata wisra linda Yayuk Purwati Yoga Aditia Ragil Yosea Bagus Armando Yusrina Nadiya Zahira Zahra Syafitri Atmadja Zahra Tsaniyatun Naafi'i Jamiil Jamiil Zahrah Rizka Wulandari Zahratul Aini Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyyah Zahro Zen Zen, Muhammad ‘Aisyah Naurah Salsabila