Claim Missing Document
Check
Articles

Merancang Modul Ajar dan Melaksanakan Pembelajaran Terdiferensiasi Untuk Capaian Keterampilan Abad Ke-21 Gunawan Santoso; Cecep Maman Hermawan; Okta Rosfiani; Zahratul Aini; Elfirza
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i6.1345

Abstract

Guru dapat melatih siswa membaca, menulis, memecahkan masalah melalui penggunaan berbagai campuran strategi pengajaran, dan ePortofolio. Namun pada kenyataannya, pengajaran yang dilakukan oleh guru belum mampu mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa, disebabkan masih rendahnya keterampilan literasi guru. Hal ini diantaranya dikarenakan, guru belum merancang perencanaan pembelajarannya (RPP) dengan menggunakan RPP konstruktivis yang mampu mendorong siswa membangun sendiri pengetahuannya, dan belum mengadaptasikan ke dalam pengajarannya. Guru belum membuat Lembar Kerja Proyek (LKP) dan mengadopsinya dalam pengajaran, padahal LKP dapat memfasilitasi siswa berpikir kritis dan memecahkan masalah secara berkelompok, serta mampu mendorong siswa mengkomunikasikan ide gagasan dan unjuk kerja kreativitas. Terakhir, guru belum memahami asesmen berbasis literasi membaca, alih-alih mengadopsinya di kelas. Hal ini mengakibatkan potensi siswa SD di Indonesia untuk memperoleh keterampilan literasi dan keterampilan abad ke-21 menjadi terhambat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan keterampilan abad ke-21 siswa kelas 5 dan 6 SD melalui meningkatkan keterampilan literasi membaca, menulis, berbicara, dan memecahkan masalah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan PKN. Hal tersebut dilakukan melalui memberikan coaching kepada guru SD/MI dalam merancang modul ajar dan melaksanakan pembelajaran berbasis proyek, dan asesmen literasi membaca.
Pengembangan Web Google Sites Untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi Anak Usia 10-12 Tahun Dirumah Dewi Puji Lestari; Firna Afifatun Nuha Mahruroji; Kania Novaliani Ahmad ibrahim; Lilis Handayani N Riyanti; Shella Meiliza Sri Wartati; Sonia Firnanda Supatmi; Syahira Shinta Hanjani Hendro Mustofa; Tiara Fitri Nalindra Alia Choirunnisa; Tri Atiiqoh Agus Salim; Yoga Aditia Ragil; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 7 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v3i6.2076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah situs web menggunakan Google Sites yang dirancang khusus untuk meningkatkan literasi dan numerasi pada anak usia 10-12 tahun di rumah. Dalam perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan media digital dalam pendidikan menjadi penting, terutama dalam konteks pembelajaran di luar sekolah. Website yang dikembangkan menawarkan berbagai materi interaktif dan menarik yang dapat diakses secara mudah oleh anak-anak dan orang tua. Materi yang disajikan meliputi kegiatan membaca, menulis, dan latihan soal matematika yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil uji coba terhadap situs web ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi anak, yang tercermin dari peningkatan nilai tes pra dan pasca penggunaan situs web. Dengan demikian, situs web ini dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran di rumah untuk mendukung pengembangan literasi dan numerasi anak pada usia dasar. Kata Kunci: Google Sites, literasi, numerasi, anak usia 10-12 tahun, pembelajaran di rumah, pengembangan web.
Komunitas Pembelajaran Profesional Guru di Sekolah Dasar Tangerang: Negosiasi Kultural, Kepemimpinan Berlapis, dan Transformasi Sistemik Cecep Maman Hermawan; Okta Rosfiani; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2212

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya jumlah studi tentang implementasi Komunitas Pembelajaran Profesional (PLC) di sekolah dasar di Indonesia, meskipun dampaknya signifikan terhadap peningkatan kinerja guru dan mutu pendidikan. Tujuan studi ini adalah menganalisis peran PLC dalam meningkatkan kinerja guru dan mengidentifikasi faktor pendukung serta hambatan di Kota Tangerang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 12 partisipan (kepala sekolah dan guru) dari empat sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLC meningkatkan kolaborasi, inovasi pedagogis (misalnya, pengembangan modul yang terdiferensiasi), dan motivasi guru melalui refleksi kolektif. Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Berbasis Kinerja, dan sinergi dengan kebijakan Penggerak Sekolah. Hambatan meliputi beban kerja guru (24–30 jam/minggu), resistensi budaya, dan fragmentasi program dengan Kelompok Kerja Guru (KKG)/Kelompok Kerja Guru (MGMP). Studi ini menyimpulkan bahwa PLC efektif jika didukung oleh kepemimpinan kolaboratif dan kebijakan inklusif. Implikasi teoretis memperkaya konsep komunitas pembelajaran profesional dalam konteks Indonesia, sementara implikasi praktis merekomendasikan integrasi teknologi untuk diskusi asinkron dan pelatihan fasilitasi bagi kepala sekolah.
Sebuah Kajian Filosofis: “Biar Kamu Tidak Gampang Terpengaruh Omongan Orang” Tia Artika Mul'aini; Masduki Asbari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.964 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Biar kamu tidak gampang terpengaruh omongan orang”. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kutipan yang diambil dalam tuturan youtuber yang terdapat dalam chanel youtube M channel. Data diperoleh dengan teknik menyimak video dan mencatat dialog youtube pada chanel youtube M channel. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Hasil telaah singkat dari kajian filosofis ini adalah supaya kamu lebih berhati-hati dalam berbicara dengan orang lain. Kajian ini membantu agar kita tidak gampang terpengaruh omongan orang lain.
Kenali Diri Agar Bahagia: Kajian Filosofis Fahruddin Faiz Ahmad Fikrie Azmi; Masduki Asbari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.444 KB)

Abstract

Abstrak – Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Kenali Dirimu Agar Bisa Bahagia”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah bahwa kebahagiaan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan. Kebahagiaan juga tergantung pada sejauh mana kita mengenal diri kita masing-masing. Jadi, barang siapa mengenal dirinya, maka yang bersangkutan akan lebih mudah mengarungi kehidupan personal dan sosialnya. Kajian filosofis ini membuka ruang berfikir baru tentang self development yang bersifat intrinsik.
Nikmati dan Rasakan Pengalamanmu di Setiap Detik: Menyimak Kajian Filosofis Fahruddin Faiz Marselina Consita Bete Fahik; Masduki Asbari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.112 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Nikmati dan rasakan setiap detik yang kamu alami”. dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang penulis peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah pelajaran hidup agar kita selalu menikmati setiap hembusan nafas dan setiap detik yang kita alami, dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati, pengaturan emosi, dan kasih sayang. Sikap tersebut akan memberikan dampak yang baik untuk kehidupan kita. Kajian ini juga menarasikan solusi terhadap gaya hidup hedonis dan mudah putus asa. Generasi milenial dapat mengambil banyak hikmah dari hasil kajian filosofis ini.
Hiduplah dengan Seimbang: Sebuah Kajian Filosofis Singkat Rivaldy Hermansyah; Masduki Asbari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.516 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul ”Hiduplah dengan seimbang”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah bahwa dalam sebuah kehidupan kita harus melakukan sesuatu dengan seimbang, tidak merasa kekurangan dan juga tidak berlebihan. Jadi, setiap apa yang dilakukan, lakukanlah dengan secukupnya karena setiap apa yang berlebihan, itu tidak baik, dan berkekurangan pun tidak baik. Kajian filosofis ini memberikan insight bermakna tentang pentingnya alokasi waktu hidup yang lebih seimbang dan adil pada diri sendiri, di tengah desakan adagium “kerja kerja dan kerja”.
Hakikat Manusia Sebagai Homo Faber Adellia Rosita Aulia; Masduki Asbari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari Channel youtube M Channel yang berjudul “nilai kehidupan manusia ditemukan melalui apa yang ia kerjakan” dalam studi ini, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah Manusia merupakan makhluk yang dibuat berbeda oleh Tuhan. Bagaimana tidak, manusia dibekali kemampuan dalam berpikir dan juga diberikan akal untuk bisa berpikir menghadapi segala kehidupan manusia yang terjadi. Dalam bentuk kajian tersebut yang dimana manusia mampu menghasilkan perkembangan IPTEK dari hasil pemikirannya yang juga berkaitan dengan pengetahuan dalam agama, hal tersebut kemudian membuat manusia sendiri disebut dengan homo faber. Homo faber sendiri merupakan bagaimana manusia sebagai makhluk yang mampu menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Aspek kehidupan manusia yang menjadikan manusia sebagai seorang yang mengutamakan kehidupan sosial, sehingga dalam implementasinya tersebut manusia memiliki ketergantungan pada perwujudan interaksi sosial yang menjadikan manusia dapat melakukan kegiatan sosialisasi. Manusia yang dikenal tidak hanya sebagai homo sapiens, namun juga sebagai homo faber, memiliki integritas untuk perkembangan nilai dalam aspek kehidupannya. Termasuk di dalamnya untuk bisa mengembangkan integrasi ilmu di dalam aspek kehidupannya. Dalam aspek ilmu pengetahuannya sendiri, hal tersebut memberikan nilai tambah bagi manusia dalam menerapkan hakikatnya, dimana ilmu pengetahuan tersebut digunakan untuk bisa menjalankan aspek perkembangan nilai kehidupannya.
Pancasila dan Agama: Telaah Singkat Pemikiran Yudi Latif Nurul Dwi Tsoraya; Masduki Asbari; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.61 KB)

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui relasi antara Pancasila dan agama di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Pada laporan studi ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat dari channel Youtube Metro TV mengenai Pancasila dan Agama yang dipaparkan oleh Yudi Latif. Hasil studi ini menyebutkan bahwa hubungan Pancasila dan Agama dalam NKRI tertuang jelas pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Selanjutnya, berdasarkan ideologi Pancasila yang merupakan dasar negara, Indonesia mengakui keberadaan agama dalam pemerintahan, dan menegaskan bahwa negara Indonesia bukan negara yang berdasarkan suatu agama tertentu. Namun demikian, negara ini, yang berketuhanan Yang Maha Esa menempatkan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pedoman dan jiwa bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Studi ini juga menyebutkan bahwa hubungan Pancasila dan agama adalah hubungan yang saling membutuhkan, dimana agama memberikan peningkatan moral bangsa dengan Pancasila yang menjamin kehidupan beragama dapat berlangsung dengan nyaman, tentram dan damai. Ideologi Pancasila mendorong sesama umat beragama saling menghormati dan tidak melakukan permusuhan ataupun diskriminasi.
Mengapa Pacasila Perlu Ada? Telaah Singkat Pemikiran Yudi Latif Jelita Ayu Melani; Masduki Asbari; Jodi Wahyudi; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.771 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Yudi Latif dari channel youtube podcast Indosatu News yang berjudul “Kenapa Pancasila perlu ada?”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak. Hasil studi ini menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara. Studi ini juga menyebutkan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, artinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan diyakini kebenarannya, kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penelitian berawal dari pertanyaan kenapa Pancasila perlu ada. Pancasila sebagai dasar negara digunakan untuk mengatur semua tatanan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Artinya segala yang berkaitan dengan penyelenggaraan ketatanegaraan RI harus berlandaskan Pancasila.
Co-Authors 29Neneng Aan Supiati Aan Supiati Aat Nurhayati Aay Aisiyah Abdillah Abdul Aziz Abdul Aziz Hatapayo Abdul Aziz Hatapayo Abih Gumelar Acep Achda Fitriah Ade Surya Erofiana Adelia Angelia Gultom Adelia Septa Kusuma Adellia Rosita Aulia Adhisty septia hidayat Adilah Syafiyah Adilah Syafiyah Ramadhani adilla cahya yuniar Adilla Cahya Yuniar adinda Adinda Herlia Putri adinda putri darmanto Adinda Putri Darmanto Adinda Rizkyta Dinda adit kurniyawan Ageng Puji Pangestu Agitha Rizky Aldiansyah Agung Purwanto Agung purwanto Agus Purwanto Agus Suradika Agus Suradika Agus Suradika Agustina Ahmad Azhar azhar Ahmad Fadly Ahmad Fikrie Azmi Ahmad Japar Sodik Ahmad Muzakki Ahmad Muzaqi Zaqi Ahmad Razan Ahmad Suryadi Ahmad Susanto Ahmad Suyudi Ahmad Suyudi Ahmad Syamsuadi Ahmad Syariuddin Ahmad Yani Aida Sumardi Aim Abdul Karim Aim Abdulkarim aisyah tania amanda Ajmah Najibah Akhyumita Dea Suminar Alfi Fadliya Putri Mahya alfi fadliya putri mahya alfi Alia Zulfa Ramadanti Alia Zulfa Ramadanti Alia Alika Atha Amani Allya Azizatul Fadhilah Almaira Putri Almaira Putri Almirah Nur Sakiinah Almirah nur sakiinah mira Alustri Darmawati Alvira Prasasti Vira Alya Nurul Aeny Alya Amalia Ambo Tuo Amril Ananda Nur Aulia Ananda Nur Aulia Andi Afif Alwajih Andi Sukri Adam Angela Alya Rachman Rachman Anita Bosawer Annis Fitria Annisa Damayanti Annisa Qotrunnada Sofyana Hamzah Annisa Tsamratul Fuadah Annisah Nabilah Ari Metalin Eka Puspita Ari Metalin Ika Puspita Ari Metalin Ika Puspita Arif Aprilia Kartini Arif Aziz Firmansyah Arifin Djati Arsyadina Trishna Marsella Asep Hendrayana Astari Zahra Aulia Safira Septiana Aulia Sartika Aura Wijayanti ayu dwi ayu dwi zam zam khumairo Ayu Metalin Ika Puspita Santoso Ayu Yuniar Anggo Ayub Gunawan Ayub Gunawan Gunawan Azmi Ramadhania Azmi Ramadhania Azra Alya Sakinah Baiq Dina Erika Wardiningtias Baqiyatul Fakhmi Bobi Erno Rusadi Bunga Seftya Nur Indah Bunyamin Maftuh Chantika Mukti Ardi Cholichul Hadi Dadi Mulyadi Nugraha Darmita Wuriani Dea Permata Dela safitri Desi Rahmayani Ihsan Nulfadli Desi Rahmayani Nurul Aifha Desiana Duwith Destira Ayu Permana Deswita Kartika Devi Marlita Anggraini Dewi Puji Lestari Dewi Puji Lestari Dewi Dewiana Novitasari Dhilla Adhika Prawesti Diana Septyawati Difa Rafidatul Aisy Dina Dwi Fatmawati Dina Dina Ichsanurrahmah dina ichsanurrahmah Dinda Apriliyani Dinda Khomsaini Syawhas Dinda Putri Kamilah Esih Sukaesih Dira Lestari Dita Putri Agustiyarini Dwi Ajeng Prasasti Dwi Fitriani Dwi Meliyana Dwi Susanti Eddy Irsan Siregar Edi Kusnaedi Edi Ribowo Edi Ribowo eka bella anindia Eka Puteri Ramadhanti Eka Septi Hartiyani Eka Sunarsih Elfirza Elva Susanti Erik Kurniawan Eta Yunilestari Etik Murtini Eva Monalisa Vebri Kusuma Eva Monalisa Vebry Kusuma Fadlian Rafa Prawira Faisal Aljundi Faiz Muharrom Falikah Hayatun Nufus Farah Addina Syafa Farcham Mulloh farcham muloh Farrasya Zubaer Fatharani Zahrah Fatimah Febiansyah Febri Prihatin Febri Prihatin Ferdinal Lafendry Ferdy Eka Putra Fikri Nurfajri Filosophia Azzahra Filosophia Azzahra Azzahra Finna Fidyah Ramadhani Firly Audia Futeri Firna Afifatun Nuha Mahruroji Fitri Awaliyah Fitri Yati Fitria Wulansari Fitriani Rumelan Frischa Amalia Imanda Ghaitsa Geifira Ghaitsa Geifira Sofa Gunawan Wibisono habiba maruapey Hadi Haryanto Haevina Aulia Rizqy hafaz fazlur hafazfazlur Haikal Azrasabiy Hajar Hamidah Hajirah Halimah Hana Nurhasanah Hani Alifa Muhammad Mansyur Hanif Fadli Yanuar Hanif Fadli Yanuar Hanif Padli Yanuar Hanifah Adibah Rahmah Hany Aulia Syahada Syahada Hendra Setyawan Henni Mikawati herdhianto galuh saputro galuh Hermawan, Cecep Maman Hidriana Hidriana Hilda Dwi Cahyani Hilda Novianti Hilmiyatu Zahra Hilwa Hidayah Assaadih Hodijah safitri ida royana Iftiyah Safitri Iim Abdul Karim Iin Ikhsan Muhamad Mudjenan Ikhwatul Mujahadah Imam Muhtadin Imam Wahyudin imam wahyudin wahyu Imas Yulistia Imelda Miftahul Syarof Inah Inayah Adhani Khoirroni Indah Cicilia Inrayani Inrayani Intan Arsyah Utami Bitan Intan Khairasyani Intan Maharani Intan Nisrina Kamilah Intan Nisrina Kamilah Intan Trisila  Iran Purnawan Irega Gelly Gera Irham Mahfud Irhamni Irhamni Irmi Yunika Irsyam Fajar Attaulah Irsyam Fajar Attaulloh Irsyam Ismah Ismalia Eka Ismiatul Hasanah Istibsarotul Amalia Iswadi Ishak Alwi Iswan Iswan Ivan Mahdavikia Iwan Syah Jalinus Jarmi Jarmi Jelita Ayu Melani Jelita Ayu Melani Jernih Wati Zai jihan alifah hind jihan Jodi Wahyudi Jodi Wahyudi Joko Pramono Joswin Simaremare Juani Prianti Juriah Juryati Kania Novaliani Ahmad ibrahim Karsono Kasno Kayla Syifa Syabilla Keysa Najmi Salma Herdani Keysa Najmi Salma Herdani Klara Iswara Sukmawati Kunto Wijaya kurniawan - Kuswantoro La Dauwi Laila Ningtyas Laila Nurhidayah Larasati Ramadhana Lathifah Wahyu Rahmadhani Lativa Qurrotaini Lestari, Mas roro Diah Wahyu Lilis Handayani Lilis Handayani N Riyanti Lilis Handayani N. Listari Widodo Liya Pransiska Liya Pransiska Lutfi Lutfia Gunarsih M. Ripan Jamil Maghrifa Kafka Razaqa Kafka Majenih Mamun Murod Mansyur Hidayat Mardiani Marfa Azzahra Tyara Latifa Mariska Dwi Amanda Marselina Consita Bete Fahik Marsidi Marsiyah MARTINI Marwiyatul Atfal Marwiyatul Atfal Masduki Asbari Masduki Asbari Masngud kudori Matlahu Chahyadi Maulida Lia Rahmah Maya Zahra Aulia Ma’mun Murod Mei Riska Indriana Meilanta Rantina Meizir Akhmadi Akhmadi Melanie Dwi Metha Abidah Ardelia Milda Nur Risma Abdah Mira Mariani Mochamad Fikri Baihaqi Mochammad Ja’far Sodiq Mohammad Syaifuddin Mohammed El-Abid Muhamad Afriza Aprilian Muhamad Chairudin Muhamad Fauzan Muhamad Sofian Hadi Muhamad Sugiono Muhammad Dava dava Muhammad Fadli Maulana Maulana Muhammad Guntur Muhammad Guntur Himawan Muhammad Lutfi Hasan Muhammad Nuur Fauzaan Muhammad Raihan Muhammad Raihan Raihan Muhammad Rifai Ramadhani Muhammad Saddam Fahrezi Muhammad Usman Munawar Mutiara Wijayanti Nabila Febiyanti Nabila Hapsari Nabila nabilah chairunisah nabilahmaya nabilla kairunisa Nada Hurriyah Nadia Dewi Firdaus Nadisya Rachelia Hatta Nadya Amelia Putri Firman Naila Fairuza Fairuza Nanik Natiqotul Istiqomah Natiqotul Istiqomah Naufal Naura Ghazia Apriatna Naura Izzah Mustika Nia Octavia Rachmadani Nidar Yusuf Nifin Abdullah Al Jabri Nisa Destiana Nisa Niswah Zahrotul Jannah Noer Adila Azzahra Nova Aulia Choerunnisa Novi Mega Lestari Novia Azzahra Nugraha, Dadi Mulyadi Nur Asiah Nur Avifah Dwi Apriliani Nur Halimah Nur Indah Hermayanti Nur Kholifah Alviana Nur Laili Nur Pangesti Utami Putri Nur Wahidah Nuraini indah putri Nurfajriyanti Nurlela Warwey Nursafa Azzahra Safa Azzahra Nursalim Nurul Dwi Tsoraya Nurwahidah OKTA ROSFIANI Pingkan Setia Handayani Prasetya, Agus Prizka Ade Aulia Purwati Wulandari Putri Adelia Putri Ayu Romadhotin Putri Nur Ainni Putri Rizky Apriani Putri Sa'adah Rachmania Naura Adysti Rachmawati Fauziyatul Putri Radita Ayudya Rafi Arvansyah Rafli Firdaus Rafli Mochammad Rafli Firdaus Rafzan Rahmaleli Sakinah Rahmaleli sakinah Rahman Rahman Rajab Rahmita Nurul Muthmainnah Raihan Arsyad Firdausy Asbari Raihan Qodri Raisyal Fiqri Perdana Sasmita Rd. Heri Solehudin Resinta karimah Resti Nuraeni restu lestari lestari Restu M Hasbylah Retno Primantiko Retno Primantiko Rida Wulandari Ridho Salyo Ridwan toro Rifda Choirunnisa Rika Okta Muthmainnah Rikky Erlangga Ramadhan Rivaldy Hermansyah Rizka Amalia Bintang Rizka Aulia Rizki Makhfud Nur’ atsani Rizky Budi Prasetyo Rizky Meilia Junsap Roni Patinasarani Ronius Pirade Rosa Nilla Nurjannah Roudlotul Jannah Sabilah Amelia safira aulia adisti Safira Az Zahra Safira Az Zahra Safira Az Zahra Sakha Dzikrullah Salamah Hujaimah Salismiati Ghozali Salma Putri Amanda Salma Sabika salma sabika salma Salwa Azzahrah Salwa Azzahrah Sapriya Sari Lenita Christi Sasa Fiolanisa Sasa Fiolanisa Sasa Satiya Fadil Mahesa Satiya Fadil Mahesa Fadil septi aulia fadli Setiawati setiyaningsih, dewi Shafira Nurul Shara Ayu Pramitha Shayla Ayuningtias Sheila Anindita Sheila Martasya Shella Meiliza Shella Meiliza Satar Shella Meiliza Sri Wartati Shinta Listiani Shofi Nisrina Amani Silma Kafia Elsaif Silvi Lestari Silvia Silvia Damayanti Sinta Ayu Siska Kusumawardani Siti Aminah Saing Siti Aminah Saing Siti Barkah Siti Juriyatun Toyibah Siti Maisaroh Siti Nur Kharunissa Siti Rohanah Siti Tasniah Herniati Siti ‘Aisah Sodikin Sodikin Sodikin Solehun Sonia Firnanda Supatmi Sri Imawati Sri Imawati Sri Immawati Sri Sunarti Sri Utami Srianah Sriyanti Rahmatunisa Supadmi Supatmi Supry Hariyanti Suratno Suryadi Nomi Susilahati Susilahati Sutini Suwardono Suwardono Syahira Shinta Hanjani Syahira Shinta Hanjani Hendro Mustofa Syarifah Nur Aini Syifa Galih Syifa Maghfira Azzahra Tantri Wenny Sitanggang Tato Saputro Tevian Edi Candra Tia Artika Mul'aini Tiara Fitri Nalindra Alia Choirunnisa Tiara Nur sabila Titin Sujanah Tri Atiiqoh Agus Salim tri endang Tri Laksono Tri Ulan Dari Tri Wahyuningtias Tugiman Tuti Lestari Tuti Lestari Tya Ayu Erianti Ulfiatul Muizzah Unik Setianingsih valia niswa dzahrotudina Vera Dwi Apriliani Vera Dwi Apriliani Acep Virda Nurlita Vita Alawiyah Wawan Widiyasari, Ririn Winarsih winarsih winarsih WINATA, WIDIA Wisnu Winata wisra linda Yayuk Purwati Yoga Aditia Ragil Yosea Bagus Armando Yusrina Nadiya Zahira Zahra Syafitri Atmadja Zahra Tsaniyatun Naafi'i Jamiil Jamiil Zahrah Rizka Wulandari Zahratul Aini Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyyah Zahro Zen Zen, Muhammad ‘Aisyah Naurah Salsabila