p-Index From 2021 - 2026
10.463
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANUSKRIPTA Sosial Budaya Indonesian Journal of Integrated English Language Teaching Nazharat: Jurnal Kebudayaan Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya EL-IDARE: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Jurnal SOLMA Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI TSAQAFAH Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Al-Ta'lim Al-Qalam HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam BENING Jurnal Cahaya Mandalika Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Journal of English Language and Education Education Achievement: Journal of Science and Research Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Tasnim Journal for Community Service Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Society : Jurnal Jurusan Tadris IPS Al-Aulia: Jurnal Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Keislaman TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Innovative: Journal Of Social Science Research Journal International Dakwah and Communication Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Sejarah Peradaban Islam Islah: Journal of Islamic Literature and History VISA: Journal of Vision and Ideas Journal of Education and Islamic Contemporary Issue
Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM RAHMAH El YUNUSIYAH DI DINIYAH PUTRI PADANG PANJANG Hestivik, Chelsi; Iriani, Umi; Yudistira, Srikandi; Roza, Ellya
Tajdid Vol 8 No 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.3611

Abstract

Artikel ini membahas manajemen pendidikan Islam Rahmah El Yunusiyah di Diniyah Putri Padang Panjang. Kemudian menyoroti perannya sebagai pionir perempuan dalam memajukan pendidikan. Dengan mendirikan sekolah-sekolah, beliau berfokus pada penguatan nilai-nilai Islam dan peningkatan kualitas pendidikan bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metodologi penelitian kepustakaan berdasarkan pada bacaan dan hasil buku yang berkaitan dengan judul, focus dan permasalahan yang terdapat pada penelitian untuk menganalisis manajemen pendidikan yang diterapkan oleh Rahmah El Yunusiyah terhadap perkembangan dan ketahanan eksistensi Diniyah Putri Padang Panjang. Hasil menunjukkan, bahwa sekolah Dinayah Putri tetap terjaga eksistensinya hingga saat ini juga menjadi salah satu sekolah favorit yang sangat diminati banyak orang, visi dan dedikasinya tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi perempuan tetapi juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat secara keseluruhan, menjadikannya tokoh penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Salah satu hal yang ia lakukan ialah memberi bekal peserta didik dengan berbagai ilmu seperti agama, bahasa, serta mengasah berbagai keterampilan untuk mengembangkan potensi tiap peserta didik sesuai bidang yang diminati. Rahmah EIl-Yunusiyyah menerapkan model asrama guna memberikan kenyamanan dan focus kepada peserta didiknya, ia juga menggunakan metode pendidikan klasikal dengan sistem perjenjangan terukur.
WOMAN: THE CATALYST FOR SOCIAL EDUCATION AND LOCAL WISDOM OF SAKAI COMMUNITY IN RIAU Erni, Sukma; Roza, Ellya; Yasnel, Yasnel; Johanda, Johanda; Kalipke, Mohamad Agar; Miski, Cut Raudhatul; Husin, Norhazlina
Al-Qalam Vol. 30 No. 2 (2024)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v30i2.1481

Abstract

This research concerns with the effort of the Sakai tribe in maintaining their local wisdom and social characters from generation to the next generation eventhough there is minimum outside social interaction. This research involved 9 key informants spread across 5 villages in Bengkalis Regency. They explained their lives in the Sakai people's village, how they modeled and educated the generations and communities to build a safe and peaceful life. The research findings confirm that in their daily lives, women interact a lot with children and other fellow women around the house. The socially visible modeling of women's behavior becomes an imitative model by their community. Patience, thoughtfulness, saving, restraint, not talkative, not getting angry often, using the mantra of overcoming minor problems, including demonstrating how they should behave into a social education slowly builds generational character and teach them how to survive in even difficult situations. This research concludes that Sakai women with their diversity have a strong role as a catalyst for social education and local wisdom of the Sakai people
The Mystery of the Fall of the Abbasid Dinasty: Internal Conflicts and attacks that Shattered the Great Caliphate Muhammad Ridwan; Banjarnaor, Riadi; Roza, Ellya
Islah: Journal of Islamic Literature and History Vol. 5 No. 2 (2024): Islah: Journal of Islamic Literature and History
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Humanities Universitas Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/islah.v5i2.97-114

Abstract

The Abbasid Dynasty, founded by Abu Abbas al-Shaffah in 750 AD, played a significant role in the history of Islamic civilization. Replacing the Umayyad Dynasty, it marked the Islamic Golden Age, integrating various cultures and advancing knowledge, the economy, and civilization. However, the dynasty faced numerous challenges, including internal conflicts, a monarchical political system, and power struggles within the family, which led to instability and civil wars. This research was conducted using a library research method, with a qualitative approach and continued with content analysis., shows that the Abbasid Dynasty symbolized the rise of Islam and its advancements but was also entangled in internal conflicts and political weaknesses. Their downfall was accelerated by the emergence of smaller kingdoms and external threats, such as the Mongol invasion that destroyed Baghdad. The experience of the Abbasid Dynasty highlights the dangers of power without wisdom and justice, emphasizing the importance of humane leadership.
SEJARAH PERADABAN ISLAM DI SPANYOL Samsuri Lubis, Nasib; Roza, Ellya
KALPATARU : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 10 No 2 (2024): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalp.v10i2.18072

Abstract

Sejarah Islam di belahan bumi sejak dahulu menjadi bukti Islam pernah berjaya di belahan bumi ini.Salah satunya di Spanyol. Spanyol adalah sebuah negara yang pernah ditaklukkan oleh Islam untukmengembangkan agama Islam di negeri tersebut. Ketika Islam masuk ke negeri Spanyol, negeri inibanyak mengalami peradaban yang pesat baik dari kebudayaan maupun pendidikan Islam, karenaSpanyol didukung negerinya yang subur dengan penghasilan ekonomi yang cukup tinggi sehinggamenghasilkan para pemikir hebat. Spanyol mengalami perkembangan pesat dan kebudayaan danpendidikan Islam yang dimulai dengan mempelajari ilmu agama dan sastra, kemudian meningkatdengan mempelajari ilmu-ilmu akal. Sejarah kejayaan Islam di Spanyol perlu dikaji awalkemunculannya. Oleh karena itu, kajian ini mendalami sejarah masuknya Islam di Spanyol. Penelitianini merupakan penelitian kualitatif yang mendeskripsikan semua data yang ditemukan melaluipendekatan kepustakaan. Pendekaan kepustakaan digunakan untuk menghimpun berbagai literaturdan dokumen-dokumen terdahulu terkait objek penelitian. Penelitian ini tidak menetapkan suatu lokasisebagai tempat penelitian karena kajiannya cenderung pada naskah teks. Pada tahap ini dilakukankegiatan yang berupa mengolah data diperoleh dari dokumen, kemudian akan disusun kedalamsebuah penelitian. Hasil analisis tersebut dituangkan dalam bentuk laporan penelitian secara deskriptif.Hasil kajian menunjukkan bahwa asal usul masuknya Islam di Spanyol tidak lepas dari keberhasilanThariq ibn Ziyad mengalahkan Raja Roderick, sehingga kemenangan ini menjadi modal utama bagiThariq ibn Ziyad dan pasukannya untuk menaklukkan kota-kota penting yang ada di Spanyol.
TINJAUAN HISTORIS TERHADAP KEKUATAN MILITER MEHMED II MUHAMMAD AL FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL Dea Atlis, Linda; Roza, Ellya
KALPATARU : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 10 No 2 (2024): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalp.v10i2.18073

Abstract

Artikel ini membahas tinjauan sejarah kekuatan militer Mehmed II Muhammad Al Fatih dalampenaklukan Konstantinopel di Turki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan militerMehmed II Muhammad Al Fatih dalam penaklukan Konstantinopel di Turki. Metode penelitian yangdigunakan oleh peneliti adalah penelitian kepustakaan yang memperoleh data melalui hasil membacaliteratur dan berkaitan dengan penelitian untuk dibahas dari buku, jurnal, majalah, dan lain-lain. Artikelini menggunakan pendekatan penelitian dengan tinjauan historis terhadap topik penelitian yang akandibahas. Hasil penelitian dan pembahasan artikel ini menunjukkan bahwa Muhammad Al Fatih memilikikekuatan militer yang besar dan kuat. Hal ini dikarenakan Muhammad Al Fatih telah melakukanpersiapan dan perbaikan khusus terhadap kekuatan militer Turki Utsmani sehingga mereka berhasilmelawan pasukan Bizantium di Kota Konstantinopel dengan kemenangan. Kekuatan militer memilikiribuan pasukan mulai dari 200.000 diantaranya ada 60.000 tentara, 40.000 pasukan kavaleri, ribuanpasukan Ottoman, dan 7000 pasukan pribadi Muhammad Al Fatih. Selain itu, Muhammad Al Fatih jugamemiliki benteng pertahanan Anaduli Hishar dan Roumli Hishar dengan tinggi 22 meter, angkatan laut,kapal perang, meriam yang terbuat dari teknologi canggih, serta memiliki senjata pedang, senapan,dan atribut perang yang lengkap.
BAGHDAD SEBAGAI MUTIARA DUNIA DI ERA DINASTI ABBASIYAH Syarif, Syarif; Roza, Ellya
KALPATARU : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 10 No 2 (2024): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalp.v10i2.18074

Abstract

Harun Ar-Rasyid adalah salah satu khalifah yang berada pada masa Dinasti Abbasiyah yang mampumengembangkan Dinasti Abbasiyah pada puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah merupakankekhalifahan Islam yang yang berkuasa di Baghdad. Sekitar lebih dari 5 abad, dinasti ini mengantarkanIslam pada masa kejayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dinastiAbbasiyah di bawah pemerintahan Harun Ar-Rasyid sehingga mampu menjadikan Kota Baghdadsebagai peradaban Islam. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitupenelitian yang menggunakan literatur (kepustakaan) baik berupa buku, catatan maupun laporan hasilpenelitian terdahulu hasil penelitian menunjukan bahwa Harun Ar-Rasyid adalah salah seorang figurepemimpin yang berada pada pemerintahan Dinasti Abbasiyah, suatu dinasti yang tumbuh danberkembang setelah Dinasti Umayyah runtuh pada tahun 750. Dinasti Abbasiyah merupakankekhalifahan Islam yang berkuasa di Baghdad. Harun Ar-Rasyid juga seorang khalifah yang mampumengembangkan Dinasti Abbasiyah secara menyeluruh dalam komponen pemerintahannya. Dalammengembangkan kekhalifahan Abbasiyah Harun Ar-Rasyid telah mampu meletakkan fondasi danprinsip-prinsip dengan kokoh seperti dibidang politik, ekonomi, sosial sehingga tercipta kerja samayang baik antar komponen pemerintahan dan masyarakat. Harun Ar-Rasyid selain terkenal sebagaipemimpin agama dan kepala pemerintahan, juga dikenal sebagai seorang khalifah yang gemarmencintai ilmu pengetahuan. Akan tetapi dalam masa pemerintahannya hal yang paling menonjol ialahdalam bidang ilmu pengetahuan. Kecintaan para khalifah kepada ilmu pengetahuan sangat mendukungbahkan rakyat pun sangat berminat dan memiliki peranan penting.
Exposing the Religious Characters of the Malays in the 19th Century: A Symbolic Analysis of the Manuscript of Syair Burung Roza, Ellya; Pama, Sindi Ayudia; Erni, Sukma; Pama, Violeta Inayah; Murni, Murni
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jw.v7i1.17752

Abstract

This article is focused on analising the religious character of the Malays in the 19th century in the Syair Burung manuscripts. It was one of the cultural relics of the Malay community in the past that can provide useful information for the religious life of today's society. This paper was based on library research with a qualitative method approach that leads to content analysis, while the primary source is the text edition of Syair Burung manuscript. The results of the analysis found that Syair Burung is a symbolic poem that uses various birds for the storyteller. This is because the Malay people were colonised by the British, thus, they did not dare to write the truth. Likewise, regarding the religious life that occurs in society, the author is only able to change the character of the story. This research found the religious character of the Malays in the 19th century was divided into a three-character group. First, a group that understands religious teachings and was obedient in practicing them, was symbolised by 13 species of birds. Second, a group that comprehends religious teachings but does not practice them, which is symbolised by 8 types of birds. Third, the group does not understand religious teachings and also does not practice them, which is symbolised by 9 types of birds.
Eksplorasi makam papan tinggi di Barus: Sejarah, keunikan, dan nilai budaya Farhanaldi, Zaekly; Ilman, Nabil; Erni, Sukma; Roza, Ellya
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/histeria.v4i1.1462

Abstract

Makam Papan Tinggi di Barus merupakan salah satu situs bersejarah yang mencerminkan warisan budaya dan spiritual masyarakat lokal. Artikel ini mengeksplorasi sejarah, keunikan, dan nilai budaya yang terkandung dalam makam ini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makam Papan Tinggi memiliki keunikan dalam penempatan lokasi, arsitektur, serta tradisi pemakaman yang kaya makna. Selain itu, makam ini turut berperan dalam menjaga identitas budaya masyarakat Barus dan menjadi daya tarik wisata religi. Pelestarian situs ini penting tidak hanya untuk menghormati warisan leluhur, tetapi juga sebagai sumber pendidikan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
History of Jami' Mosque Air Tiris: Cultural Symbol of Kampar Religious Tourism Destination as Serambi Mecca in Riau Roza, Ellya; Pama, Violeta Inayah; Fuadi, M. Fadhil; Pama, Sindi Ayudia; bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin
Sosial Budaya Vol 20, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i1.21863

Abstract

This article aims to describe the propriety of the Jami' Air Tiris Mosque as a cultural symbol of a religious tourism destination in Kampar Regency and the embodiment of Kampar as the porch of Mecca, Riau. This is because Kampar's nickname as the porch of Mecca, Riau has taken root and developed everywhere, so it really needs proof by realizing the slogan with reality. The method used is through a qualitative approach that leads to content analysis. The results found that based on Law no. 10 of 2009, Chapter 1, Article 1 it has been stated that tourism is a variety of tourism activities and is supported by various facilities and services provided by the community, businessmen, government and local government. Then it was strengthened by Regional Regulation number 6 of 2016 concerning the Formation and Composition of Regional Apparatuses of Kampar Regency, then in chapter II article 3 it is stated that the Tourism and Culture Office which carries out Government affairs in the field of tourism and culture includes organizing religious tourism which has the connotation of travel activities carried out voluntarily to enjoy tourist objects and attractions in a religious tourist destination. In this case, it is the Jami' Mosque in Air Tiris which basically can be used as a religious tourism destination in Kampar Regency because several conditions are determined to become a religious tourism destination that have fulfilled and are included in such levels as (1) destination and accessibility aspects; (2) aspects of amenities and buildings; (3) aspects of attractions and storytelling; (4) aspects of information through social media and technology. The conclusion is that the Jami' Mosque can become a symbol of Riau Province in general and Kampar in particular as the porch of Riau's Mecca because already has religious tourism as physical evidence and not just a slogan
Peran Wanita dalam Membentuk Tatanan Baru Masyarakat Islam pada Masa Nabi Muhammad SAW Azhar, Danny; Hayuningtyas, Pawestri; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.27096

Abstract

Penelitian ini membahas peran signifikan wanita dalam membentuk tatanan baru masyarakat Islam pada masa Nabi Muhammad SAW. Fokus kajian diarahkan pada kontribusi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi, yang turut memperkuat fondasi masyarakat Islam yang inklusif dan berkeadilan. Tokoh-tokoh perempuan seperti Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar, dan Ummu Salamah diulas sebagai representasi nyata keterlibatan aktif wanita dalam proses transformasi sosial-keagamaan. Dengan pendekatan historis dan analisis tematik terhadap sumber-sumber primer seperti hadis dan sirah Nabawiyah, penelitian ini menunjukkan bahwa peran wanita tidak hanya bersifat domestik, tetapi juga strategis dalam mendukung misi kenabian dan pembentukan peradaban Islam. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan telah menjadi bagian integral dari visi Islam sejak awal kemunculannya.
Co-Authors A, FAIZAL Abdul Ghoni Abu Bakar Adelin, Muhammad Adellin, Muhammad Adhistia, Suci Kirani Aflizah, Nur Afrida Afrida Afrida Afriza, Afriza Ainur Ridho, Kamila Al Ghifari, Mahdini Alvionita, Mila Amyus, Randi Saputra Anugerah, Muhammad Ruvi Apip, M. Apriansah, Feri Aqila, Muhammad Fariz Arrahim, Taufik Eka Osvi Arsita, Wina Asri, Nurul Atlis, Linda Dea Attoillah, Muhammad Farhan Ayudia Pama, Sindi Ayudia, Sindi Ayudia Azhar, Danny Azwanda, Yuri El Hanif Banjarnaor, Riadi Beggy, Miranda bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Busra, Aminudin Cut Raudhatul Miski Dahrani, Dahrani Dalillah, Aupi Damayanty, Rizka Damnur, Juliani Dari, Sri Wulan Dea Atlis, Linda Devi Arisanti Dina Febrina Dzikra, Aulia Mar'atu ERLANDA, TAMA Fadilah, Yosi Fadilla, Nurul Farhanaldi, Zaekly Fauzana, Muhammad Ikhsan Febriani, Riska Suci Febrianti, Elda Fikri, Rijalul fitria ningsih Fuadi, M. Fadhil Gita Morinda, Claudio Habib Abdullah, Habib Hamami, Abdul Rasyid HANIFAH RAHMI Hawary, M. Shofiyyur Rahman Hayuningtyas, Pawestri HENDRA GUNAWAN B11211055 Hendrizal Hendrizal Hestivik, Chelsi Husin, Norhazlina Ilham Wahyudi Ilman, Nabil Inayah Pama, Violeta Iriani, Umi Jezy, Ahmad Johanda Johanda Jumrotun, Siti Kalipke, Mohamad Agar Khadijah, Khairiyah Khairina Khairina, Khairina Khairunisa, Aulia Lyadi, Muslim Madaniyah, Madaniyah Mardiah Mardiah Martiana, Wilsa Martius Martius Masduki Masduki Miski, Cut Raudhatul Mona Sari, Amelia Muhajir, Sapuani Muhammad Ridwan MUHAMMAD TAUFIK Muharriyadi, Muharriyadi Murni Murni Murny Murny Mustika, Anik Indra Nangim, Ngainun Nia Kurnia Nopel, Perisi Nur Aisyah Zulkifli Nurhasanah Nurhasanah NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nurul Adila Nurwijayanti Nury, Ahmad Osvi Arrahim, Taufik Eka Eka Pahlepi, Anisa Pama, Sindi Ayudia Pama, Violeta Inayah Rifaldi, Muhammad Ristiani , Ririn Rizadiliyawati, Rizadiliyawati Rizka Damayanti Rizkiyah, Azdiva Miftahur Rohadi Rohadi Rohaini, Yespi RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliany, Suci Rustam -, Rustam Saiyah, Ita Sakilah Samsuri Lubis, Nasib Santika , Mira Sari, Dwi Nofika Septiani, Iga Shihabuddin, Ahmad Sindo, Pablo Sukma Erni Supianto Supianto, Supianto Syah, , M. Akil Fathur Rahman Syahputra, Andri Syahri, Hanifa Syarif Syarif Tohar, Ahmadin Ahmad Ulfa, Intan Jamilah Ulfah, Dhiyaa’ Utari, Nur Vera Sardila Yasnel, Yasnel Yudistira, Srikandi Yuhasnita, Yuhasnita