Articles
Ekspansi Hisyam bin Abdul Malik di Afrika Utara dan Pemberontakan Kaum Berber
Taufik, Muhammad;
Aqila, Muhammad Fariz;
Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27682
Artikel ini membahas ekspansi Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (724–743 M) di Afrika Utara dan pemberontakan Berber yang dipicu kebijakan diskriminatif. Upaya Hisyam memperkuat kekuasaan Umayyah terganggu oleh perlakuan tidak adil dan pajak memberatkan terhadap Berber. Ketidakpuasan ini memuncak dalam pemberontakan besar pada 740 M. Penelitian ini menggunakan metode analisis sejarah dengan studi pustaka, mengkaji sumber primer dan sekunder untuk memahami penyebab konflik, strategi militer, dan dampaknya. Hasil menunjukkan bahwa pemberontakan Berber dipicu diskriminasi serta kesadaran politik dan militer yang berkembang. Konflik ini melemahkan kontrol Umayyah dan membuka jalan bagi tumbangnya dinasti tersebut. Studi ini menegaskan bahwa kebijakan tidak adil dapat memicu keruntuhan rezim.
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM SULTAN SYARIF KASIM
Adellin, Muhammad;
Nangim, Ngainun;
Roza, Ellya
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jmpd.v5i2.19188
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan dan manajemen pendidikan islam Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam konsep pendidikannya, Sultan Syarif Kasim II memberikan ilmu-ilmu agama sebagai pembentuk akhlak dan budi pekerti serta peningkatan karakter agar moral rakyat tidak mudah digerus budaya dan kebiasaan buruk orang-orang Belanda. Sedangkan ilmu-ilmu umum digunakan sebagai bekal rakyat agar mencapai kehidupan dunia yang layak dan bahagia serta tidak mudah ditipu atau dipengaruhi oleh para penjajah saat itu. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan kualitatif desriptif merupakan penelitian yang sering digunakan dalam penelitian sosial. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan data kedua atau data yang telah jadi seperti jurnal, buku, modul, serta web yang dapat dijadikan referensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisa sejarah (historical approach) serta analisa filsafat (philosophy approach). Peter Mahmud menyebutkan kedua metode ini digunakan dalam rangka pelacakan sejarah dari waktu ke waktu, sebab membantu peneliti untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap implikasi sosial dan efek penerapan. Dalam hal ini, pendekatan dan metode yang digunakan untuk memaparkan konsep pendidikan islam Sultan Syarif Kasim. Hasil dari kajian ini menunjukkan Sultan Syarif Kasim II telah menerapkan moderasi beragama dibidang pendidikan yang mana ia tidak hanya mendirikan sekolah Agama namun ia juga mendirikan sekolah Umum. Ia telah mendirikan beberapa sekolah diantaranya H.I.S pada tahun 1915, Latifah Scholl pada tahun 1926, sedangkan Pendidikan Agama didirikan pada tahun 1917 yang bernama Taufiqiyah Al-Hasyimiyah hanya buat laki-laki, pada tahun 1929 mendirikan Madrasah An-nisa untuk kaum wanita.
KEPEMIMPINAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KOSNTANTINOPEL TAHUN 1453 MASEHI
Dalillah, Aupi;
Khairunisa, Aulia;
Roza, Ellya
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jmpd.v5i2.19175
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. hal itu dibuktikan dengan Ide hebatnya mengenai strategi perang. Muhammad Al-Fatih merupakan tokoh yang sangat berpengaruh pada masa kejayaan Islam, termasuk jatuhnya Konstantinopel ke dalam Islam. Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih merupakan kisah penting peradaban Islam. Penaklukan ini menjadi bukti bahwa janji Nabi Muhammad kepada umat Islam benar adanya, “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam.” Pemimpin yang menaklukkannya adalah pemimpin terbaik, dan tentara dibawah komandonya adalah tentara terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode kualitatif merupakan pendekatan berupa pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data. Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih untuk menaklukkan Konstantinopel antara lain: membangun benteng bernama Runli Hisar di seberang Bosphorus, membangun meriam besar oleh seorang ahli kelahiran Hongaria bernama Orbán, dan Pasukan Muhammad Al-Fatih berjumlah kurang lebih 250.000 orang itu menguasai kota Konstantinopel selama 53 hari atas perintah Sultan Muhammad II. kemudian menembaki kota tersebut, menghancurkan benteng serta temboknya. Akhirnya Konstantinopel menyerah pada tanggal 28 Mei 1453. dalam pertempuran ini, Kaisar mati terbunuh dan Konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah. Keberhasilan islam dalam Penaklukan Konstantinopel membawa Turki Usmani semakin maju dalam menguasai wilayah strategis yang dibatasi oleh Bosphorus, Laut Marmara, dan Laut Hitam.
MENGGALI KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM SYAIKH BURHANUDDIN
Saiyah, Ita;
Septiani, Iga;
Roza, Ellya
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jmpd.v5i2.19186
Artikel ini bertujuan untuk menganalis konsep manajemen pendidikan islam Syeikh Burhanuddin yang tertulis dalam buku Ta’lim al-muta’alim dan kitab adab Al-‘alim wa al-muta’alim. Dalam pendidikan Islam, beliau tidak hanya berbicara tentang pendidikan saja, akan tetapi juga membahas tentang bagaimana cara manajemen pendidikan Islam, Syeikh Burhanuddin menjelaskan di dalam kitab tersebut bahwa meliputi perencanaan dan juga pengorganisasian Pendidikan pada umumnya adalah ikhtiar manusia untuk membantu dan mengarahkan fitrah manusia agar bisa berkembang sampai kepada tujuan yang ingin dicapai, adapun bentuk dari konsep pemberian motivasi melalui cerita ulama terdahulu dan menyibukan diri dengan mempelajari ilmu yang lain ketika merasa jenuh dengan ilmu yang sedang dipelajarinya. Kemudian menurut Syeikh Burhanuddin cara untuk menjahui hal-hal yang bisa menyebabkan lupa yaitu tidak istiqomah dalam mentakrir hafalan. Sedangkan hal-hal yang dapat menguatkan hafalan ketika proses belajar yaitu ketekunan dengan cara mengulang-ulang hapalan. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Kualitatif, metode kualitatif merupakan pendekatan yang berupa menghimpun data, mengolah data dan menganalisis data. Hasil yang ditemukan bahwa Konsep manajemen pendidikan Islam menurut Syaikh Burhanuddin Al-Zarnuji dalam kitab Ta’līm al Muta’allim meliputi bentuk penentuan niat sebelum belajar, pemilihan ilmu yang paling dibutuhkan, memilih guru yang terbaik, memiliki cita-cita yang tinggi, pemilihan teman yang dapat mendorong tercapainya cita cita, bersungguh-sungguh dengan menghabiskan waktu mudanya untuk mencari ilmu.
KONSEP PENDIDIK ISLAM RAHMA EL YUNUSIYAH DI INDONESIA
Damayanty, Rizka;
Roza, Ellya
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 22 No 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/kreatif.v22i2.2959
Pendidikan menjadi hal penting dan perhatian dalam meraih Kemerdekaan. Pendidikan sebagai cita-cita bangsa berarti perjuangan membawa rakyat Indonesia keluar dari keterjajahan dengan memerangi kebodohan dan keterbelakangan. Rahma El Yunusiyah menjadi perempuan pertama sebagai reformator Pendidikan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dengan sikap progresifnya memperjuangkan Pendidikan khususnya untuk kaum perempuan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kerja keras Rahma El Yunusiyah dalam mendirikan sekolah – sekolah bagi perempuan. Konsep Pendidikan yang dibawa oleh Rahma El Yunusiyah yaitu mengedepankan Pendidikakan Agama Islam yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data secara khusus melalui tulisan, baik secara histori, buku, artikel dan berbagai bacaan yang membantu dalam penulisan. Dengan maksud untuk mengembangkan baik aspek teoretis maupun praktis dari kegunaannya, Hasil penelitian ini menemukan bahwa Rahma El Yunusiyah adalah sosok pejuang dengan mengedepankan Pendidikan terkhusus bagi perempuan, upaya mendidik yang diajarkan mengedepankan konsep-konsep islam dimana ia peroleh dengan kegigihannya dimasa kecil yang memiliki initiative sendiri dalam mempelajari berbagai ilmu dengan para ulama dan tokoh. Sebagai seorang perempuan ia juga memperlihatkan bagaimana kepemimpinannya dan terlibat aktif dalam organisasi-organisasi. Dalam hal konektivitas rahma juga memiliki keahlian sehingga ia dapat memajukan Pendidikan dan mendirikan sekolah – sekolah. Konsep Pendidikan Islam dan pemikiran Rahma El Yunusiah patut di apresiasi dan dipelajari lebih dalam.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Pembelajaran Aktif untuk Guru MTs dan Pondok Pesantren Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu
Erni, Sukma;
Roza, Ellya;
Miski, Cut Raudhatul;
Pahlepi, Anisa
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/solma.v14i2.18482
Background: On Post Covid 19, many schools experienced a decline, especially in the learning process. Students who have been at home for a long time, accustomed to gadgets, often seem to lose concentration in learning and focus more often on Google. One effort to restore students' focus on learning in class is of course by building meaningful learning. This community service activity aims to provide pedagogical reinforcement of active learning for teachers so that the learning situation becomes meaningful. Method: It is carried out by combining the ABCD method and Class Action to find out the needs of teachers and ensure that teachers have mastered and can practice them. The results of the mapping obtained are that teachers need training related to learning. Based on the results of the mapping, it was agreed to carry out active learning training, practice in training and post-training practice. Result: The results obtained are that teachers can practice several strategies that spark active learning. Teachers also feel satisfied and happy. The seriousness of the teachers is also evident from the learning practices uploaded to YouTube and Facebook so that they can share good practices of the teachers' actions. Conclusions: This activity is that pedagogical strengthening training is needed for teachers, especially in remote areas.
Evolusi Kerajaan Safawi di Persia dan Para Tokoh di Baliknya
Apip, M.;
Jezy, Ahmad;
Roza, Ellya
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 4 (2024): November, I Special Issue on "Educational design research for human beings learn
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimps.v9i4.32879
This research aims to analyze the history of the establishment of the Safawi Kingdom and then also analyze the evolution of the Safawi Kingdom and the Islamic civilization in Persia that has been built during the Safavid Kingdom's reign. The method used is by discussing library research, which is collecting relevant data with a focus on discussion based on the literature that is the source of the data. Then it is analyzed by means of content analysis. The results found show that the efforts that have been made by the Shafawi Kingdom in building Islamic civilization in Persia can be seen from various aspects, such as politics, art, economics and science. At the beginning of its establishment, Safawi was a religious order movement that aimed to combat disbelievers and heretics. Gradually the Safavid order began to enter political movements, finally in 1501 AD succeeded in establishing a kingdom. Persian relations with Arabs in the past, have created a new element in Islamic civilization in Persia. During the Arab conquest of Persia. There was an alculturation between Arab elements and Persian elements. This alculturation can be seen from the various forms of civilization that have been formed. Although the civilization was destroyed by the Mongol attack, thanks to the emergence of the Safavid Kingdom, Islamic civilization in Persia was successfully rebuilt.
Peningkatan Pemahaman Kurikulum Merdeka bagi Guru MTs di Kota Intan, Kabupaten Rokan Hulu
Afrida;
Erni, Sukma;
Roza, Ellya;
Cut Raudhatul Miski
Tasnim Journal for Community Service Vol. 6 No. 2 (2025): Tasnim
Publisher : Anotero Lembaga Scientific Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Transformasi kurikulum di Indonesia melalui penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip baru pembelajaran secara komprehensif. Namun, di lapangan masih ditemukan kesenjangan pemahaman, terutama di lingkungan madrasah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru MTs Kota Intan Kabupaten Rokan Hulu dalam memahami dan menerapkan Kurikulum Merdeka melalui pelatihan intensif selama tiga hari. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif-reflektif dengan metode ceramah interaktif, studi kasus, simulasi penyusunan modul ajar, dan praktik implementasi Project Based Learning (PjBL). Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 28% guru memahami konsep Kurikulum Merdeka secara menyeluruh. Setelah pelatihan, angka tersebut meningkat menjadi 84%. Secara spesifik, pemahaman guru terhadap prinsip kurikulum meningkat dari 32% menjadi 88%, pembelajaran berdiferensiasi dari 25% menjadi 80%, profil pelajar Pancasila dari 30% menjadi 86%, dan penyusunan modul ajar serta PjBL dari 20% menjadi 82%. Selain peningkatan kognitif, refleksi peserta juga menunjukkan motivasi yang lebih tinggi untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan humanis. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah serta menjadi model pendampingan yang potensial untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka di daerah lain dengan karakteristik serupa.
Kurikulum Merdeka Belajar Dalam pandangan Perspektif Tujuan Pendidikan Islam
Madaniyah, Madaniyah;
Roza, Ellya
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 4 No. 02 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37680/almikraj.v4i02.4969
The aim of this research is to analyze the Independent Learning Curriculum from the perspective of Islamic Education Objectives. This type of research is a literature review. Data collection with documentation. Data analysis with SLR. The results of the research are The Freedom to Learn Curriculum in the perspective of the goals of Islamic education outlines freedom to learn as the main foundation in achieving human perfection. The objectives of Islamic education included in the curriculum include the formation of noble morals, intellectual development, and mastery of knowledge that brings benefits to oneself and society. In addition, a holistic approach in teaching and learning is also emphasized, with an emphasis on integration between religious knowledge and general knowledge to create individuals who are balanced in spiritual, intellectual and social aspects. Thus, the Merdeka Belajar Curriculum in the perspective of the objectives of Islamic education seeks to create a generation that is empowered, moral and broad-minded in accordance with the principles of Islamic teachings.
Guru dan Pendidik dalam Perspektif Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji
Dahrani, Dahrani;
Roza, Ellya
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 4 No. 02 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37680/almikraj.v4i02.5002
The aim of this research is to analyze teachers and educators in the perspective of Raja Ali Haji's Gurindam Twelve Works. This type of research is a literature study. Data collection with documentation. Data analysis with SLR. The results of the research In Raja Ali Haji's Gurindam Dua Belas, teachers and educators are considered the main pillars in forming a civilized and cultured society. They are seen as lights on the path who guide the younger generation to acquire knowledge, noble morals and wisdom. Teachers not only teach knowledge, but also pay attention to the formation of students' character and morals. Educators in the perspective of Gurindam Dua Belas are seen as pillars of the intellectual and spiritual development of society, whose task is to educate students so that they can become individuals who are responsible, dignified and beneficial to society.