Articles
Eksplorasi Permukiman Kumuh di Kelurahan Tanjungsari Kabupaten Rembang
Amalia, Nur Rizki;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permukiman kumuh yang terdapat di kawasan Kabupaten Rembang mengalami perkembangan pada kurun waktu tahun 2006-2016. Adapun pemukiman kumuh yang terdapat di kawasan pusat Kota Rembang yaitu Di Kelurahan Tanjungsari dengan luas 21,43 Ha. Kelurahan Tanjungsari memiliki karakteristik yang beragam dalam bermasyarakat mulai dari jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, hingga kondisi tempat hunian yang berbeda sehingga memicu Kelurahan Tanjungsari menjadi salah satu permukiman kumuh di Kota Rembang. Untuk mengetahui lebih dalam penyebab dari adanya permukiman kumuh di Kelurahan Tanjungsari maka dibutuhkan kajian yang lebih mendalam untuk mendeteksi kesamaan karakteristik penyebab dari permukiman kumuh. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan identifikasi permukiman kumuh di kawasan kota Rembang terkhususnya Kelurahan Tanjungsari berdasarkan karakteristik dan faktor penyebab kekumuhannya. Dalam penelitian ini menggunakan metode deduktif kuantitatif, yaitu merupakan metode kuantitatif yang bersifat deduktif (dari umum ke khusus) karena berawal dari sebuah teori, dimana penelitian berawal dari adanya karakteristik sebuahpermukiman kumuh dan akan lebih dijabarkan pada karakteristik permukiman kumuh yang terjadi di kelurahan Tanjungsari Kabupaten Rembang. Pendekatan ini bertujuan untuk mengujihipotesis dan menegakkan fakta-fakta atau kebenaran-kebenaran dari suatu teori permukiman kumuh.
Kajian Arsitektur Profetik : Dampak Pembangunan di Sekitar Jembatan Kalianyar bagi Masyarakat Bawah
Wiralaksono, Suryo Satrio Aji;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Solo dikenal sebagai kota yang kental dengan budayanya, hal ini memicu adanya penataan dan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah kota Solo dalam menciptakan ruang sesuai dengan image tersebut, tak terkecuali dengan adanya pembangunan di daerah Solo Utara, munculnya pembangunan meliputi jembatan keris, waterfront kalianyar dan Hotel Swiss-Belllin, yang menimbulkan pertanyaan mengenai dampak yang dialami oleh warga sekitar jembatan kalianyar yang didominasi oleh masyarakat bawah, dan bagaimanakah pelibatan masyarakat bawah dalam pembangunan di kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan Arsitektur Profetik dalam mengelompokkan dampak pembangunan dengan kaidah etika profetik yaitu liberasi, humanisasi, dan transendensi memiliki tujuan utama menciptakan pembangunan yang memihak pada kalangan masyarakat bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pembangunan di sekitar jembatankalianyar melalui paradigma Arsitektur Profetik. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu dampak yang dialami oleh warga sekitaran jembatan kalianyar melalui wawancara dan observasi fisik, dan data sekunder melalui analisa kebijakan menggunakan matriks LFA untuk menarik benang merah munculnya perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di solo utara. Hasil temuan penelitian ini adalah adanya ketimpangan pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan pembangunan yang tidak sesuai dengan kaidah arsitektur profetik, unsur pemihakan pada masyarakat bawah juga tidak terpenuhi sebagai dampak utama pembangunan yang menyejahterakan justru potensi seperti dampak spiritual tidak terwadahi dalam pembangunan di sekitaran Jembatan Kalianyar.
Evaluasi Purna Huni Taman Cerdas Jebres sebagai Ruang Publik Ramah Anak di Surakarta
Permatasari, Nurharlisah Faudiyah;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Surakarta merupakan satu dari lima Kota/Kabupaten yang dipilih oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai pionir pengembangan model KLA di Indonesia. Terdapat 13 taman cerdas yang telah dibangun oleh pemerintah Kota Surakarta, Taman Cerdas Jebres merupakan salah satu yang sudah cukup sesuai dengan konsep KLA. Namun, berdasarkan evaluasi Menteri tahun 2017 Taman Cerdas Jebres belum memenuhi standar dalam penyediaan ruang bermain ramah anak dan perlu ditingkatkan lagi. Hal ini menjadi tinjauan peneliti terkait dengan evaluasi purna huni Taman Cerdas Jebres sebagai ruang public ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana tinjauan dilakukan berdasarkan standar yaitu Perwali Surakarta No.6 Tahun 2008 dan Pergub DKI No.123 Tahun 2017 serta persepsi pengguna dalam melakukan pengevaluasian. Hasil yang didapatkan berupa standar minimal penyediaan prasarana di luar bangunan yang tercantum dalam Pergub DKI No.123 Tahun 2017 dapat diterapkan di Taman Cerdas Jebres dan melengkapi Perwali Surakarta No.6 Tahun 2008 sebagai acuan pengembangan dan pembangunan taman cerdas di Kota Surakarta
Pengaruh Pola Perilaku Civitas Sekolah Unifikasi terhadap Standar Program Ruang
Rahmawati, Hanny;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan dibidang ilmu pendidikan saat ini sangatlah pesat, hal ini dibuktikan dengan munculnya jurusan-jurusan baru hingga banyak sekolah dengan model kejuruan seperti yang telah dicetuskan oleh Agus Purwanto yaitu SMA Trensains Sragen. Trensains merupakan pesantren dengan sekolah berkurikulum unifikasi, yang memiliki karakter kuat dalam integrasi sains islam dan menjadi terobosan baru pendidikan islam di Indonesia bahkan di dunia, ayat kauniyah menjadi pedoman dasar merujuk pada ilmu sains kealaman dengan fokus ilmu semesta .Karena nantinya akan banyak sekolah sejenis yang muncul mengingat perkembangan jaman berjalan wujud korelasi dari kompleksnya ilmu pengetahuan yang akan terus meningkat. Dengan beragam kegiatan di dalam proses pembelajaran, SMA Trensains memiliki kebutuhan ruangyang tentunya berbeda dengan sekolah konvensional lain. Hal ini berpengaruh terhadap idealnya kebutuhan ruang yang ditimbulkan dari kegiatan civitas. Metode kualitatif digunakan dengan cara melakukan interview dan survei lapangan untuk memperoleh data. Hasil yang didapatkan adalah SMA Trensains membutuhkan ruang lebih pada kegiatan kepesantrenan khususnya riset dan observasi sebagai kegiatan yang menjadi ciri khas dari kurikulum unifikasi. Agar seluruh santri dapat melaksanakan kegiatan tersebut SMA Trensains menyediakan ruang sesuai dengan kebutuhan dan membentuk organisasi ruang yang menciptakan beberapa titik temu antara ikhwan dan akhwat yang tentu hal ini tidak dapat ditemui pada pesantren tradisional.
Perilaku Menjenguk Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Majenang
Alya, Salma Nafilah;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masyarakat Indonesia dikenal dengan rasa kekeluargaannya yang tinggi, hal ini muncul karena sifat gotong royong yang ada di masyarakat. Karena satu sama lain merasakan adanya ikatan yang lebih dari sekedar teman atau tetangga, maka muncul kebiasaan menjenguk orang yang sedang sakit. Hal itu juga dikarenakan anjuran dalam Islam, yang mayoritas masyarakat Indonesia merupakan muslim. Biasanya untuk menjenguk seseorang yangdirawat di rumah sakit, mereka akan bersama-sama datang dari desa dengan kendaraan motor, mobil, mobil bak terbuka, atau bahkan bus. Hal ini tidak diimbangi dengan fasilitas dan peraturan yang ada di rumah sakit. Jumlah penjenguk melebihi kapasitas kamar inap. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui perilaku menjenguk di rumah sakit dengan studi kasus Rumah Sakit Umum Daerah Majenang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil pengamatan ditemukan bahwa ada 10 tipe perilaku penjenguk yang berbeda, 5 faktor perilaku, dan 2 jenis manajemen spasial yang diterapkan pihak rumah sakit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah munculnya perilaku adaptasi dari penjenguk akibat tidak adanya ruang yang mewadahi budaya dari masyarakat setempat. Saran yang dapat diajukan adalah adanya pertimbangan terhadap faktor budaya pada desain ruang rawat inap yang ada.
Identifikasi Tingkat Kekumuhan Permukiman Suku Sawanggantung, Belitung Timur
Qomariah, Nor Laely;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permukiman Suku Sawang Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, merupakan salah satu titik kawasan permukiman kumuh yang berada di Kabupaten Belitung Timur. Masyarakat Suku sawang berkembang dan memiliki keturunan melebihi kapasitas daya tampung kawasan danmenimbulkan kondisi yang memperihatinkan, faktor-faktor atau permasalahan Permukiman Suku Sawang Gantung adalah permasalahan sarana dan prasarana Lingkungan seperti Hunian dengan kondisi rumah yang tidak sehat baik dari segi pencahayaan, penghawaan dan kecukupan minimum luasan ruang serta permasalahan kurangnya ketersediaan prasarana lingkungan di kawasan ini seperti air bersih, sanitasi, persampahan dan drainase dan ,menyebabkan lingkungan permukiman tampak kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekumuhan kawasan permukiman di Suku Sawang gantung. Untukmengetahui tingkat kekumuhan, digunakan analisis pembobotan yaitu Draft Pedoman Teknis Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh dari Kementrian Pekerjaan Umum. Oleh karena itu diperlukan sebuah penelitian untuk mengukur tingkat kekumuhan kawasan tersebut, sehingga penelitian ini dapat menjadi dasar penanganan kawasan kumuh yang ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian terapan melalui pendekatan deskriktif kualitatif, metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian dengan pencarian data di lapangan dengan cara observasi lapangan secara langsung dan juga studi literatur sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh untuk menentukan tingkat kekumuhan di kawasan permukiman suku sawang Gantong. Sehingga hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan tingkat kekumuhan permukiman termasuk kategori kumuh sedang.
Pola Perilaku Tunawisma saat Bermalam di Ruang Publik Kota Surakarta
Syahputra, Afrizal Sigit;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakan negara berkembang yang juga ikut serta menyumbang konsentrasi tunawisma di dunia. Fenomena tunawisma telah menjadi persoalan tersendiri bagi kota – kota besar di Indonesia. tahun 2019 jumlah gelandangan dan pengemis yang tersebar di kota – kota besar di Indonesia diperkirakan mencapai 77.500 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat tanpa diimbangi dengan upaya pencegahan dapat menimbulkan permasalahan di dalam tatanan masyarakat. Pada tahun 2019 menyatakan kota Surakarta sebagai kota paling nyaman dihuni. Surakarta yang didominasi oleh pusat perbelanjaan pasar tradisional menjadi daerah yang kerap didatangi oleh masyarakat pendatang yang berebut lapangan pekerjaan dan menjadikan masyarakat dengan keahlian terbatas menjadi tersingkir. Akibatnya banyak masyarakat yang menjadi tunawisma dan harus tinggal di fasilitas umum. Pada penelitian ini akan dilakukan penelusuran bagaimana kondisi perilaku dan lingkungan tunawisma pada kota Surakarta saat bermalam di ruang publik. Salah satu adaptasi pola perilaku tunawisma juga terbentuk dari kehidupan bersosial. Tunawisma yang bermalam sendirian lebih rawan terhadap ancaman pengusiran, ancaman dinginnya cuaca dimalam hari dan ancaman bahaya kejahatan. Sehingga tunawisma yang sendirian saat bermalam melakukan adaptasi dengan bersosial dengan membentuk kelompok Adanya zona sosial yang terbentuk dari penempatan kendaraan seperti sepeda, becak dan gerobak. Zona sosial dipakai tunawisma untuk mengobrol, makan bersama, dan memungkinkan adanya tunawisma lain untuk bergabung kedalam kelompok.
Keterkaitan Fasilitas Ruang terhadap Kenyamanan Belajar Anak di Panti Asuhan Aisyiyah Kendal
Ayun, Amina Qurrota;
Saputra, Andika;
Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terlepas dari usia dan latar belakang, setiap manusia memiliki hak untuk belajar dengan lingkungan dan keadaan yang nyaman. Maka dari itu, akan lebih efisien jika pengembangan dan pengasahan pembelajaran dilakukan di area yang nyaman, karena dapat meningkatkan keefektivitasan pembelajaran. Setiap hari anak menggunakan banyak ruang dan fasilitas dalam masa tumbuh kembangnya. Pada penelitian ini akan dilakukan di Panti asuhan Aisyiyah Kendal, dengan tujuan mengetahui apakah fasilitas ruang di panti asuhan memiliki keterkaitan terhadap kenyamanan belajar anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif terapan (applied research) dengan instrumen wawancara dan pembagian kuesioner yang hasilnya dihitung dengan skala guttman. Hasil dari perhitungan menggunakan skala guttman yaitu 72,5% dari penyebaran 10 kuesioner kepada 12 anak menunjukkan bahwa fasilitas ruang yang terdapat di dalam panti asuhan dapat mempengaruhi kenyamanan belajar anak.
Pengaruh Stimulus Lingkungan Kerja terhadap Psikiater dr. Arif Zainuddin Surakarta
Rani, Tania Rahma;
Saputra, Andika;
Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Psikiater adalah dokter yang mempelajari kesehatan mental dan perilaku atau psikiatri. Tugas utama seorang psikiater adalah mendiagnosis, merawat, dan mencegah pasien dengan masalah kesehatan mental. Jika psikiater tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik maka psikiater dapat mengalami stres kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stimulus lingkungan yang berhubungan dengan stres kerja psikiater dan faktor apa saja yang merupakan stimulus lingkungan tersebut. Metode penelitian merupakan metode observasi yang diterapkan dengan cara mengumpulkan informasi sesuai dengan kondisi lapangan. Informasi diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Instrumen yang digunakan untuk mengukur stres kerja adalah The Workplace Stres Scale yang berisikan 8 item pernyataan dengan 5 skala Likert. Penilaian dari instrumen ini dibagi ke dalam 5 kategori diantaranya tidak stres, ringan, sedang, berat, potensial berbahaya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres kerja psikiater hampir merata yaitu dengan kategori Tidak Stres yaitu berjumlah 2 responden dengan persentase (33,3%), stres ringan berjumlah 2 responden dengan persentase (33,3%) dan tingkat stres sedang berjumlah 2 responden dengan persentase (33,3%). Berdasarkan hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa stimulus lingkungan kerja berpengaruh terhadap stres kerja di RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta. Direkomendasikan kepada pihak RSJD dr. Arif Zainuddin untuk lebih memperhatikan lingkungan kerja psikiater, termasuk menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai seperti penggunaan AC dan transportasi di dalam area RSJD. Karena bagaimana hal ini akan berdampak pada kinerja dan produktivitas psikiater.
Pengaruh Penyediaan Ruang Terbuka Hijau terhadap Perilaku Jama'ah di Masjid Al-Makmur
Zhafran, Muhammad Abiyyan;
Saputra, Andika;
Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ruang terbuka hijau adalah salah satu elemen penting dalam perencanaan suatu bangunan dan merupakan salah satu faktor keseimbangan lingkungan dan dapat mempengaruhi kondisi perilaku manusia.Salah satu penerapan ruang terbuka hijau adalah pada bangunan masjid,Salah satu masjid yang memliki ruang terbuka hijau adalah masjid Al-Makmur yang berada di kartasura.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian aturan undang-undang tentang ruang terbuka hijau dan untuk mengetahui pengaruh penyediaan ruang terbuka hijau terhadap jama’ah masjid Al-makmur.Ruang terbuka hijau menurut undang-undang Pasal 1 butir 31 UUPR adalah area memanjang atau mengelompok yang penggunaanya bersifat terbuka berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman,baik yang tumbuh secara alami maupun yang sengaja di tanam.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus observasi di area ruang terbuka hijau masjid Al-Makmur yang bertujuan untuk menelaah secara lebih lanjut mengenai pengaruh penyediaan ruang terbuka hijau terhadap perilaku jamaan di Masjid Al Makmur tersebut. Melalui pendekatan tersebut diharapkan mendapat data analisa secara detail.Kesimpulan dari penelitian ini adalah masjid Al-makmur sudah memenuhi syarat dari aturan undnag-undang yang berlaku dan penyediaan ruang terbuka hijau di masjid Al-makmur masih jauh dari kata layak,hal ini dikarenakan masih banyaknya perubahan perilaku yang terkesan memberikan respon atau keterangan dampak perubahan perilaku yang negatif.