Articles
Perilaku Bermukim di Area Pembuangan Akhir Putri Cempo Surakarta
Khasanah, Fitriani Nur;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perilaku bermukim merupakan proses interaksi manusia dengan lingkungan dalam melakukan kegiatan “mukim” serta social budaya yang secara tidak langsung mempengaruhi pola kegiatan dan proses bermukimnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara bermukim dan adaptasi kegiatan masyarakat Desa Jatirejo, Mojosongo, Surakarta yang terletak berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo atau sering dikenal sebagai desa Putri Cempo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu peneliti mewawancarai, mengamati, mencatat serta secara tidak langsung terlibat dalam kegiatan masyarakat di area objek pengamatan. Hasil penelitianyang diperoleh berupa pemaparan tentang alasan dan cara mereka beradaptasi dengan sampah yang berada di area tempat tinggalnyasehingga mereka yang tinggal di area objek pengamatan sudah terbiasa dan tidak merasa terganggu dengan adanya sampah tersebut maka aktivitas dan perilaku mereka tidak berbeda jauhdengan masyarakat pada umumnya, Sebagian besar mereka butuhruang khusus untuk meletakkan barang bekas hasil kerjanya di tempat mereka bekerja (TPA) maupun dirumah tinggal mereka masing-masing.
Arsitektur Tanggap Pandemi COVID-19, Studi Kasus : Industri Meeting Incentive Convention And Exhibition (MICE)
Sidik, Fajar;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Industri MICE merupakan salahsatu industri yang paling terdampak pandemi COVID-19. Semenjak pandemi industri MICE diseluruh dunia merugi sebesar USD 145 miliar, hal itu diperparah dengan 30% investor yang menarik diri. Industri MICE di Indonesia pun tidak luput dari dampak pandemi COVID-19. Mengutip data Indonesia Event Industry Council (Ivendo), potensi kerugian yang dialami industri MICE di Indonesia mencapai Rp 2,69-6,94 triliun. Dengan diberlakukannya tatanan kehidupan sosial baru, industri MICE dituntut untuk mampu beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan arahan disain arsitektur yang mengadopsi kriteria kehidupan sosial baru agar dapat diterapkan pada venue industri MICE kedepannya. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan penekanan pada studi literatur dan wawancara. Hasil yang diperoleh adalah pedoman terkait aspek ruang, material, dan fisika bangunan pada venue industri MICE yang mencakup ruang rapat (meeting room), ruang konvensi (convention room), dan ruang pameran (exhibition room).
City Branding Kota Surakarta: Peran Arsitektur dalam Pembentukan Ekspresi Kota
Mumtazia, Lazuardi Azhar;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Agar dapat memiliki daya saing pariwisata dalam skala global, maka berbagai negara dan kota melakukan upaya untuk menonjolkan karakteristik khusus yang mereka miliki, yaitu dengan mengusung city branding. Arsitektur sebagai komponen pembentuk kota tentunya akan sangat berperan dalam berbagai permasalahan ruang (place) dan mengemasnya menjadi sebuah produk city branding. Keberagaman persepsi terhadap city branding kotanya membuat tiap pemangku kepentingan (stakeholders) memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda – beda. Faktor yang juga mempengaruhi adalah karena secara alamiah kota terus tumbuh dan berkembang. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi masyarakat terhadap arsitektur Kota Surakarta dalam mengekspresikan city branding kotanya sebagai bahan masukan untuk pembuat kebijakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Induktif kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah bagaimana persepsi masyarakat sebagai stakeholder dalam menilai arah pembangunan dan potensi pariwisata Kota Solo. Pemerintah juga perlu memperhatikan lagi bangunan sepanjang koridor kota agar dapat memperlihatkan identitas kotanya dan perlunya perhatian lebih terhadap perlindungan dan perawatan cagar budaya yang seharusnya sesuai dengan tagline “Solo masa lalu adalah Solo masa depan”. Pengembangan setiap distrik di Kota Solo juga dapat mencontoh Laweyan sebagai daerah yang berhasil dalam mengekspresikan karakter kotanya
Hubungan Spasial Masjid Agung, Pasar Klewer, dan Permukiman Kauman di Masa Kini
Tiaranisa, T;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Reduksi fungsi masjid yang pada awalnya mewadahi ibadah mahdah dan ghairu mahdah kini hanya terbatas pada ibadah mahdah saja. Reduksi fungsi masjid yang terjadi terus menerus ini dikhawatirkan akan menghilangkan peran masjid di dalam masyarakat. Lokasi masjid yang sering ditempatkan sebagai pusat sebuah permukiman (kota), sebagai salah satu elemen arsitektur, tidak terlepas dari fungsi dan manusia yang menggunakannya. Salah satu sistem tata ruang yang menjadikan masjid sebagai salah satu elemen utamanya adalah Catur Gatra Tunggal (empat elemen menjadi satu kesatuan) yang terdiri atas keraton, masjid, pasar, dan alun-alun. Sistem tata ruang ini dapat ditemui pada kerajaan Islam di Jawa, salah satunya kota Surakarta. Seiring berjalannya waktu, hubungan di antara keempat elemen tersebut mengalami perubahan sehingga diperlukan kajian lebih lanjut tentang hubungan spasial antara masjid dan elemen di sekitarnya agar fungsi masjid sebagai wadah ibadah mahdah dan ghairu mahdah dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan spasial di antara Masjid Agung, Pasar Klewer, dan permukiman Kauman di Surakarta di masa kini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan penekanan kepada proses observasi dan wawancara. Hasil pengumpulan data akan menggambarkan perubahan hubungan spasial yang terjadi di antara Masjid Agung, Pasar Klewer, dan permukiman Kauman.
Masjid Musafir Studi Kasus: Masjid Raya Baburrahmat Pargarutan
Afifah, Nadhilah Alya;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sumatera Utara merupakan provinsi terbesar ke-2 di Indonesia, sehingga perdagangan cukup pesat berpegaruh kepada kabupaten dan kota yang berada di Sumatera Utara, salah satunya Kabupaten Tapanuli Selatan. Dimana letak Masjid Raya Baburrahmat berada di Kelurahan Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara 22758. Adapun yang melatar belakangi ataupun yang mengilhami si pemilik masjid tidak lepas dari letak geografis Pargarutan sebagai jalan nasional, lintas Medan, Padang, dan Pekanbaru. Sehingga banyak musafir yang lalu lalang melintasi Masjid Raya Baburrahmat Pargarutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Masjid Raya Baburrahmat Pargarutan dalam mewadahi para musafir jalan lintas Sumatera dan untuk menemukan faktor apa saja yang menjadikan masjid tersebut bisa mewadahi musafir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penekanan kepada observasi, wawancara, dan dokumenarasi. Hasil yang diperoleh merupakan pemaknaan antara proses observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga didapat penafsiran dari peran masjid dan faktor yang menjadikan masjid bisa mewadahi musafir. Untuk analisa peran berisi ruang dan kegiatan masjid, untuk faktor berisi fasilitas dan manajemen masjid.
Eksplorasi Permukiman Kumuh di Kelurahan Tanjungsari Kabupaten Rembang
Amalia, Nur Rizki;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permukiman kumuh yang terdapat di kawasan Kabupaten Rembang mengalami perkembangan pada kurun waktu tahun 2006-2016. Adapun pemukiman kumuh yang terdapat di kawasan pusat Kota Rembang yaitu Di Kelurahan Tanjungsari dengan luas 21,43 Ha. Kelurahan Tanjungsari memiliki karakteristik yang beragam dalam bermasyarakat mulai dari jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, hingga kondisi tempat hunian yang berbeda sehingga memicu Kelurahan Tanjungsari menjadi salah satu permukiman kumuh di Kota Rembang. Untuk mengetahui lebih dalam penyebab dari adanya permukiman kumuh di Kelurahan Tanjungsari maka dibutuhkan kajian yang lebih mendalam untuk mendeteksi kesamaan karakteristik penyebab dari permukiman kumuh. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan identifikasi permukiman kumuh di kawasan kota Rembang terkhususnya Kelurahan Tanjungsari berdasarkan karakteristik dan faktor penyebab kekumuhannya. Dalam penelitian ini menggunakan metode deduktif kuantitatif, yaitu merupakan metode kuantitatif yang bersifat deduktif (dari umum ke khusus) karena berawal dari sebuah teori, dimana penelitian berawal dari adanya karakteristik sebuahpermukiman kumuh dan akan lebih dijabarkan pada karakteristik permukiman kumuh yang terjadi di kelurahan Tanjungsari Kabupaten Rembang. Pendekatan ini bertujuan untuk mengujihipotesis dan menegakkan fakta-fakta atau kebenaran-kebenaran dari suatu teori permukiman kumuh.
Kajian Arsitektur Profetik : Dampak Pembangunan di Sekitar Jembatan Kalianyar bagi Masyarakat Bawah
Wiralaksono, Suryo Satrio Aji;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Solo dikenal sebagai kota yang kental dengan budayanya, hal ini memicu adanya penataan dan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah kota Solo dalam menciptakan ruang sesuai dengan image tersebut, tak terkecuali dengan adanya pembangunan di daerah Solo Utara, munculnya pembangunan meliputi jembatan keris, waterfront kalianyar dan Hotel Swiss-Belllin, yang menimbulkan pertanyaan mengenai dampak yang dialami oleh warga sekitar jembatan kalianyar yang didominasi oleh masyarakat bawah, dan bagaimanakah pelibatan masyarakat bawah dalam pembangunan di kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan Arsitektur Profetik dalam mengelompokkan dampak pembangunan dengan kaidah etika profetik yaitu liberasi, humanisasi, dan transendensi memiliki tujuan utama menciptakan pembangunan yang memihak pada kalangan masyarakat bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pembangunan di sekitar jembatankalianyar melalui paradigma Arsitektur Profetik. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu dampak yang dialami oleh warga sekitaran jembatan kalianyar melalui wawancara dan observasi fisik, dan data sekunder melalui analisa kebijakan menggunakan matriks LFA untuk menarik benang merah munculnya perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di solo utara. Hasil temuan penelitian ini adalah adanya ketimpangan pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan pembangunan yang tidak sesuai dengan kaidah arsitektur profetik, unsur pemihakan pada masyarakat bawah juga tidak terpenuhi sebagai dampak utama pembangunan yang menyejahterakan justru potensi seperti dampak spiritual tidak terwadahi dalam pembangunan di sekitaran Jembatan Kalianyar.
Evaluasi Purna Huni Taman Cerdas Jebres sebagai Ruang Publik Ramah Anak di Surakarta
Permatasari, Nurharlisah Faudiyah;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Surakarta merupakan satu dari lima Kota/Kabupaten yang dipilih oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai pionir pengembangan model KLA di Indonesia. Terdapat 13 taman cerdas yang telah dibangun oleh pemerintah Kota Surakarta, Taman Cerdas Jebres merupakan salah satu yang sudah cukup sesuai dengan konsep KLA. Namun, berdasarkan evaluasi Menteri tahun 2017 Taman Cerdas Jebres belum memenuhi standar dalam penyediaan ruang bermain ramah anak dan perlu ditingkatkan lagi. Hal ini menjadi tinjauan peneliti terkait dengan evaluasi purna huni Taman Cerdas Jebres sebagai ruang public ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana tinjauan dilakukan berdasarkan standar yaitu Perwali Surakarta No.6 Tahun 2008 dan Pergub DKI No.123 Tahun 2017 serta persepsi pengguna dalam melakukan pengevaluasian. Hasil yang didapatkan berupa standar minimal penyediaan prasarana di luar bangunan yang tercantum dalam Pergub DKI No.123 Tahun 2017 dapat diterapkan di Taman Cerdas Jebres dan melengkapi Perwali Surakarta No.6 Tahun 2008 sebagai acuan pengembangan dan pembangunan taman cerdas di Kota Surakarta
Pengaruh Pola Perilaku Civitas Sekolah Unifikasi terhadap Standar Program Ruang
Rahmawati, Hanny;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan dibidang ilmu pendidikan saat ini sangatlah pesat, hal ini dibuktikan dengan munculnya jurusan-jurusan baru hingga banyak sekolah dengan model kejuruan seperti yang telah dicetuskan oleh Agus Purwanto yaitu SMA Trensains Sragen. Trensains merupakan pesantren dengan sekolah berkurikulum unifikasi, yang memiliki karakter kuat dalam integrasi sains islam dan menjadi terobosan baru pendidikan islam di Indonesia bahkan di dunia, ayat kauniyah menjadi pedoman dasar merujuk pada ilmu sains kealaman dengan fokus ilmu semesta .Karena nantinya akan banyak sekolah sejenis yang muncul mengingat perkembangan jaman berjalan wujud korelasi dari kompleksnya ilmu pengetahuan yang akan terus meningkat. Dengan beragam kegiatan di dalam proses pembelajaran, SMA Trensains memiliki kebutuhan ruangyang tentunya berbeda dengan sekolah konvensional lain. Hal ini berpengaruh terhadap idealnya kebutuhan ruang yang ditimbulkan dari kegiatan civitas. Metode kualitatif digunakan dengan cara melakukan interview dan survei lapangan untuk memperoleh data. Hasil yang didapatkan adalah SMA Trensains membutuhkan ruang lebih pada kegiatan kepesantrenan khususnya riset dan observasi sebagai kegiatan yang menjadi ciri khas dari kurikulum unifikasi. Agar seluruh santri dapat melaksanakan kegiatan tersebut SMA Trensains menyediakan ruang sesuai dengan kebutuhan dan membentuk organisasi ruang yang menciptakan beberapa titik temu antara ikhwan dan akhwat yang tentu hal ini tidak dapat ditemui pada pesantren tradisional.
Perilaku Menjenguk Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Majenang
Alya, Salma Nafilah;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masyarakat Indonesia dikenal dengan rasa kekeluargaannya yang tinggi, hal ini muncul karena sifat gotong royong yang ada di masyarakat. Karena satu sama lain merasakan adanya ikatan yang lebih dari sekedar teman atau tetangga, maka muncul kebiasaan menjenguk orang yang sedang sakit. Hal itu juga dikarenakan anjuran dalam Islam, yang mayoritas masyarakat Indonesia merupakan muslim. Biasanya untuk menjenguk seseorang yangdirawat di rumah sakit, mereka akan bersama-sama datang dari desa dengan kendaraan motor, mobil, mobil bak terbuka, atau bahkan bus. Hal ini tidak diimbangi dengan fasilitas dan peraturan yang ada di rumah sakit. Jumlah penjenguk melebihi kapasitas kamar inap. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui perilaku menjenguk di rumah sakit dengan studi kasus Rumah Sakit Umum Daerah Majenang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil pengamatan ditemukan bahwa ada 10 tipe perilaku penjenguk yang berbeda, 5 faktor perilaku, dan 2 jenis manajemen spasial yang diterapkan pihak rumah sakit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah munculnya perilaku adaptasi dari penjenguk akibat tidak adanya ruang yang mewadahi budaya dari masyarakat setempat. Saran yang dapat diajukan adalah adanya pertimbangan terhadap faktor budaya pada desain ruang rawat inap yang ada.