Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Bahaya Konsumsi Makanan dan Minuman Berpengawet di SD 101812 Namo Tualang Deli Serdang Pulungan, Ainil Fithri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rani, Zulmai; Hermanto, Bambang; Miswanda, Dikki
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i1.58

Abstract

Perkembangan industri makanan dan minuman yang meningkat dalam beberapa dekade terakhir memunculkan problematika baru dalam kesehatan. Penambahan zat aditif pada makanan kemasan seperti pengawet makanan dan minuman yang tidak sesuai aturan, diduga menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif pada anak-anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada murid-murid SD 101812 Namo Tualang Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang yang pada umumnya mengkonsumsi makanan dan minuma kemasan yang tersedia di kantin sekolah. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Penilaian tingkat pengetahuan peserta dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil kuisioner menunjukkan ketertarikan peserta akan kegiatan sebesar 80,6%, pengetahuan peserta terhadap makanan berpengawet sebesar 70,3%, dan kewaspadaan terhadap pengawet makanan sintesis sebesar 89,7%. Kegiatan eduksai ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman murid mengenai bahaya konsumsi makanan dan minuman kemasan berpengawet.
Formulation And Evaluation Of Anti-Aging Face Spray Preparation From Ethanol Extract Of Rosemary Leaf (Salvia Rosmarinus Spenn.) And Antioxidant Activity Test Using The DPPH Method Inna Myesha; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Zulmai Rani
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The skin's need to prevent premature aging requires skincare products with antioxidant content. A popular skincare product used today is face spray. Face sprays containing active ingredients as antioxidants are beneficial in preventing premature aging. One of the plants known for its antioxidant properties is rosemary leaf (Salvia rosmarinus Spenn.). The development of face spray with the addition of rosemary leaf extract is a form of utilizing plants in cosmetic products. This study is an experimental research. In this study, rosemary leaf ethanol extract face spray was formulated with concentrations of 0%, 0.5%, 1%, 3%, and 5%. Evaluation included physical quality, hedonic test, irritation test, antioxidant activity test, and anti-aging effectiveness test. Anti-aging data were analyzed using SPSS. Based on physical quality evaluation, the face spray formula with the best physical quality was found at extract concentrations of 1%, 3%, and 5%, with observations indicating stable organoleptic properties, pH within the skin range of 4.5-6.5, good spreading ability, no coarse particles or clumping, and stable formulations after 28 days of room temperature stability testing (25°C) and 6 cycle cycling tests. The formulations also showed no irritation to the skin. In the antioxidant activity test, the 0.5% extract concentration exhibited moderate antioxidant activity, while concentrations of 1%, 3%, and 5% showed strong antioxidant activity. In the anti-aging effectiveness test using a skin analyzer, each formula demonstrated significant differences in skin changes with a p-value of <0.05.
PENENTUAN KADAR RHODAMIN B PADA LIPSTIK YANG DIJUAL DI KOTA BANDA ACEH SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DENSITOMETRI MANUAL Adyani Maulinda; Ridwanto Ridwanto; Anny Sartika Daulay; Haris Munandar Nasution; Zulmai Rani
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.763

Abstract

Rhodamin B dalam kosmetika tidak diperbolehkan sesuai No.445/MenKes/Per/V/1998. Penggunaan Rhodamin B dapat mengiritasi saluran pernapasan, penumpukannya dapat menyebabkan gangguan fungsi hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan Rhodamin B serta kadar Rhodamin B pada lipstik, untuk mengetahui cara analisis kualitatif dan kuantitatif Rhodamin B pada lipstik secara KLT Densitometri. Penelitian ini meliputi cara pengumpulan dan pembuatan larutan lipstik, pembuatan larutan Rhodamin B, pengujian Rhodamin B dan penetapan kadar Rhodamin B. Penelitian ini menggunakan 5  lipstik. Analisis kualitatif secara KLT menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak etil asetat : metanol : ammonia (15:3:3). Analisis kuantitatif menggunakan metode Densitometri. Hasil analisis kualitatif secara KLT didapat, 2 dari 5 sampel lipstik positif Rhodamin B ditandai dengan noda berwarna orange dan berfluoresensi kuning pada lampu UV 254 nm dan 366 nm, bewarna merah muda secara visual. Nilai Rf lipstik S1 (0,68), Rf lipstik S2 (0,45), Rf lipstik S3 (0,87), Rf lipstik S4 (0,87) dan Rf lipstik S5 (0,56) dengan Rf Rhodamin B (0,87). Lipstik positif Rhodamin B dilakukan penetapan kadar dengan metode Densitometri. Kurva Kalibrasi diperoleh persamaan y = 0,221x + 1,088. Kadar Rhodamin B pada lipstik S3 sebesar 1,505 mg/g dan lipstik S4 sebesar 3,118 mg/g. Kesimpulannya lipstik kode S3 dan S4 tidak memenuhi uji persyaratan.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT TUBERCULOSIS MULTI DRUG RESISTANT (MDR) DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA, JAWA TENGAH Aulia Fitri; Zulmai Rani; Robiatun Rambe; Ziza Putri Aisyia Fauzi
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.777

Abstract

Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) adalah TB yang disebabkan oleh resistensi kuman tuberkulosis terhadap dua jenis obat anti tuberkulosis (OAT) lini pertama, isoniazid dan rifampisin, baik bersamaan dengan atau tanpa OAT tambahan. Secara global insiden kasus TB MDR pada tahun 2016 berkisar 153.000 pasien dan diantaranya ada 130.000 pasien baru yang memulai pengobatan TB MDR di tahun tersebut, sedangkan keberhasilan terapi TB MDR terhadap pasien yang memulai pengobatan sejak 2014 sebanyak 54%. Total kasus TB MDR pada tahun tersebut juga diketahui pasien meninggal sebanyak 16% dan 8% lainnya gagal dalam pengobatan. Riset ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimenal dengan desain penelitian potong lintang yang dilakukan setiap bulan. Data dikumpulkan di Poliklinik TB MDR RSUD dr. Moewardi dari Mei hingga Agustus 2019 melalui penelusuran rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki, sebanyak 67 orang (57,26 persen), orang di bawah 60 tahun, sebanyak 103 orang (88,03 persen), dan orang dengan berat badan tertinggi 33 hingga 50 kg, sebanyak 61 orang (52,10 persen). Jenis obat yang paling banyak dikonsumsi yaitu <10 adalah 63 orang (53,80%), tanpa komorbiditas sebanyak 76 orang (64,96%), riwayat tuberculosis yang kambuh sebanyak 39 orang (33,33%), riwayat sosial yang merokok sebanyak 32 orang (27,35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling umum adalah pria dan orang di bawah 60 tahun. Pola peresepan obat TB MDR berdasarkan jenis obat yang paling umum digunakan adalah kurang dari 10.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK KULIT BATANG ASAM KANDIS (Garcinia xanthochymus Hook.f. ex. Anderson) DAN UJI ANTIINFLAMASI TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Lilik Septiana; Hanafis Sastra Winata; Fauziah Erna Witular Panggabean; Zulmai Rani; Robiatun Rambe
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.780

Abstract

Penggunaan ekstrak kulit buah asam kandis sebagai antiinflamasi belum maksimal karena harus disiapkan dan dioleskan langsung dalam bentuk utuh membuatnya kurang praktis. Oleh karena itu, harus dikembangkan menjadi sediaan farmasi untuk membuatnya lebih mudah digunakan dan praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membuat gel ekstrak kulit batang asam kandis (Garcinia Xanthochymus Hook.F. Ex. Anderson) dan melakukan uji antiinflamasi pada tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk mengidentifikasi dan menggambarkan tanaman, membuat ekstrak kulit batang asam kandis secara maserasi, membuat sediaan gel, dan menguji efek antiinflamasi ekstrak kulit batang asam kandis pada tikus putih jantan. Analisis data berdasarkan hasil observasi dilanjutkan dengan analisis dan statistik menggunakan Anova. Hasil penelitian yaitu ekstrak kulit batang asam kandis dengan konsenterasi 5, 10, dan 15% dengan gelling agent carbopol 940 dapat dibuat sediaan gel antiinflamasi. Sediaan gel antiinflamasi yang terbuat dari ekstrak kulit batang asam kandis telah memenuhi persyaratan yang baik dan stabil selama proses uji coba roda gigi pada organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas. Konsenterasi terbaik gel ekstrak kulit batang asam kandis yang memberikan efek antiinflamasi yaitu konsenterasi 15%. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian ekstrak kulit batang asam kandis dengan jenis sediaan yang berbeda.
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (Coleus scutellariodies (L.) Benth) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA SEDIAAN LIPSTIK Monica Suryani; Zulmai Rani; Christica Ilsanna Surbakti
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.790

Abstract

Lipstik adalah pewarna bibir yang dikemas dalam bentuk batang atau stick yang dimaksudkan untuk memberikan warna merah pada bibir, yang dipercaya dapat membuat wajah terlihat lebih sehat dan menarik. Daun miana mengandung antosianin, yang dapat digunakan secara alami untuk membuat pewarna. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat dan menilai sediaan lipstik yang terbuat dari ekstrak etanol daun miana. Penelitian dilakukan secara eksperimental meliputi pembuatan ekstrak dengan metode maserasi. Pada penelitian ini ekstrak etanol daun miana dengan variasi konsentrasi 15, 20 dan 25%. Sediaan diuji homogenitas, titik leleh, kekuatan lipstik, stabilitas, dan uji daya oles, iritasi, dan kesukaan (hedonic test). Sediaan disimpan selama 4 minggu pada suhu dingin, kamar, dan 40°C. Studi menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun miana dapat digunakan sebagai pewarna lipstik alami. hasil uji homogen menunjukkan susunan lipstik yang homogen, titik leleh lipstik 52-60℃, kekuatan sediaan lipstik yang baik, stabil selama penyimpanan 4 minggu pada 3 suhu yang berbeda, pH 4,5-5,4, uji daya oles lipstik baik, tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN SARI PEPAYA (Carica papaya L) SEBAGAI PELEMBAB Gabena Indrayani Dalimunthe; BJ Sutrisna; Zulmai Rani; Ovalina Sylvia Br. Ginting
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.800

Abstract

Sabun adalah campuran senyawa natrium dan asam lemak yang digunakan untuk membersihkan tubuh, yang menghasilkan busa dengan atau tanpa bahan lain dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Penelitian ini memanfaatkan sari buah pepaya untuk pembuatan sabun padat. Tanaman pepaya mengandung vitamin C, polifenol, dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sari buah pepaya dapat digunakan untuk membuat sabun sari pepaya dengan berbagai konsentrasi. Uji organoleptis, homogenitas, stabilitas busa, uji pH, iritasi, dan penguji kulit adalah bagian dari penelitian ini. Hasil uji organoleptis terhadap sabun fisik termasuk warna, bau, dan bentuk memenuhi persyaratan. Setelah uji homogenitas, busa sediaan sabun sari pepaya yang dibuat memenuhi persyaratan 0,22-0,25%. Nilai pHnya adalah 9-11, dan tidak menyebabkan iritasi kulit. Sari pepaya (Carica papaya L) dapat diformulasikan menjadi sabun padat dengan konsentrasi 8 gram sari pepaya formula 1 dan 24 gram sari pepaya formula 2 sesuai dengan uji mutu fisik sabun menurut SNI 3532-2016.
EVALUASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR (MOUTHWASH) DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Yayuk Putri Rahayu; Gabena Indrayani Dalimunthe; Sri Wahyuni; Zulmai Rani
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.875

Abstract

Ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) famili Myrtaceae yang telah diformulasikan menjadi sediaan obat kumur dan memiliki daya antibakteri, dilakukan evaluasi selama penyimpanan terhadap stabilitas mutu fisik dan aktivitas antibakteri. Evaluasi terhadap stabilitas mutu fisik dan antibak-teri sediaan obat kumur ekstrak etanol daun salam dilakukan pada suhu ruangan selama 5 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan obat kumur ekstrak daun salam serta aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan konsentrasi sediaan obat kumur ekstrak daun salam F1 2,5; F2 5; dan F3 (7,5%). Evaluasi karakteristik fisik sediaan obat kumur meliputi organoleptis (tekstur, warna, aroma, rasa), homogenitas, pemisahan fase (endapan), pH, dan daya antibakteri. Hasil karakter-istik fisik sediaan obat kumur semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun salam se-makin kuat aroma khas daun salam, dan semakin kuat rasa pahit dan kelat. Pada F1 tidak ada perubahan fisik bulan ke-0 sampai ke-5. Pada F2 dan F3 terjadi peru-bahan fisik bulan ke-1 sampai ke-3, dan stabil bulan ke-3 sampai ke-5. pH pada F1, F2, dan F3 memenuhi standar dan relatif stabil bulan ke-0 sampai ke-5. Karakteristik fisik sediaan obat kumur F1, F2, F3 tidak mengalami perubahan fisik lagi pada bulan ke-3 sampai ke-5 (bentuk cair, warna coklat muda hingga coklat tua, aroma dan rasa khas ekstrak daun salam dan mint), pH memenuhi standar, namun formula F1 lebih disukai karena tidak terlalu pahit dan tidak mengalami perubahan dari bulan ke-1 sampai ke-5. Nilai zona daerah hambat pada penyimpanan bulan ke-0 sampai ke-5 pada F1 berkisar 7,42-7,50 mm, pada F2 berkisar 8,45-8,50 mm, dan pada F3 berkisar 9,15-9,17 mm.
UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN TAHI AYAM (Tagetes erecta L.) DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Putri Khairani; Ridwanto Ridwanto; Anny Sartika Daulay; Haris Munandar Nasution; Zulmai Rani
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.921

Abstract

Uji sitotoksik adalah pemeriksaan yang menentukan tingkat kerusakan zat terhadap sel. Penyakit yang dikenal sebagai kanker dicirikan oleh pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya. Senyawa aktif tanaman herbal dapat berupa ekstrak tanaman atau ekstrak tanaman. Daun tahi ayam adalah salah satu tumbuhan yang mengandung banyak manfaat. Untuk mengetahui apakah larva udang Artemia salina Leach memiliki keidentikan dengan sel kanker manusia, uji pendahuluan dilakukan dengan metode BSLT.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang memiliki kemampuan efek sitotoksik pada ekstrak etanol daun tahi ayam. Dalam penelitian ini, ekstrak etanol daun tahi ayam dikarakterisasi, di skrining fitokimia, dan diuji untuk sitotoksisitas dengan menggunakan metode BSLT terhadap larva udang Artemia salina Leach, yang ditunjukkan dengan nilai LC50. Dalam berbagai konsentrasi, seperti 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan 1000 ppm, uji sitotoksisitas dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tahi ayam mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid, dan uji sitotoksisitas dengan probit menunjukkan nilai LC50 319,6686 g/ml. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tahi ayam bersifat toksik dan mungkin berfungsi sebagai antikanker.
PENAPISAN DAN KARAKTERISASI BAKTERI SELULOLITIK TERMOFILIK Lilik Septiana; Emma Susanti; Yuli Haryani; Zulmai Rani; Robiatun Rambe
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.974

Abstract

Bakteri selulolitik adalah bakteri yang mampu menghidrolisis kompleks selulosa menjadi oligosakarida yang lebih kecil dan akhirnya menjadi glukosaPenelitian penapisan dan karakterisasi bakteri selulolitik termofilik dari sumber air panas ini dilakukan untuk mendapatkan bakteri termofilik yang berpotensi sebagai penghasil selulase termostabil dan karakteristik bakteri tersebut. Penelitian ini menggunakan sampel dari sumber air panas Desa Sungai Pinang, Kabupaten Kuantan Singingi, dengan 4 titik pengambilan yang berbeda. Sebanyak 24 bakteri selulolitik diisolasi menggunakan medium spesifik yang mengandung carboxy methyl cellulose (CMC). Aktivitas selulolitik dari isolat yang diperoleh kemudian ditentukan berdasarkan kemampuan bakteri dalam menghidrolisis substrat CMC dengan mengukur zona bening yang terbentuk di sekitar koloni pada medium CMC-congo red. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 dari 24 isolat (62,5%) mampu mendegradasi selulosa dengan indeks selulolitik (IS) yang beragam. Isolat SPT (III)7 memiliki aktivitas selulolitik tertinggi dengan nilai indeks selulolitik sebesar 4,80. Hasil karakterisasi morfologi dan fisiologi dari semua isolat yang diidentifikasi memperlihatkan bahwa isolat tersebut berupa bakteri Bacillus sp1 dan Bacillus sp2.
Co-Authors A'dilah, Nur Abadi, Hafizhatul Adjelie, Tiara Adli Nuzula Rahmah Adyani Maulinda Afridah, Nurul Ilmi Ahmad Rasyid Ridho Alviana, Liya Amelia Kudadiri Andjelie, Tiara Ani Sutiani Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Arifin, Khairil Fikri Arrosty, Muflizah Asep Trizaldi Athaillah, Athaillah Audry Pratiwi Aulia Fitri Aulia Fitri, Aulia Auza , Maharani Azhar, Gustika Bambang Hermanto Bambang Hermanto Beby Noplya Wulandari BJ Sutrisna Chandra, Putra Christica Ilsanna Surbakti Daulay, Anny S. Dea Anggreini Denny Satria Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Emma Susanti Erma Susanti Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Fadhlah Al-Uyun Nasution Fajri, Fajrilda Aqilah Fatma Dwi Jati Fauziah Erna Witular Panggabean Ferendina, Imelda Fithri Pulungan, Ainil Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Ginting, Grace Anastasia br Ginting, Ovalina Sylvia Br Ginting, Ovalina Sylvia Br. Hanafis Sastra Winata Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Zulfiana Ramadhani Hindri Syahputri Humaira, Annisa Husna, Miftahul Indrayani, Gabena Inna Myesha Julia Reveny Karo Sekali, Elva Swandi Kasta Gurning Khairunnisa , Ardina Khan, Sahrani Nazwa Kiki Rawitri Kiki Rawitri Lestari, Amanda Putri Lestari, Kurnia Dwi Lilik Septiana Lilik Septiana Linda, Rosa Lubis, Minda Sari Lubis, Nurazizah M. Alfaruqi Maghfirah, Dini Mainal Furqan Maryanti Yuza Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Mira Febrina, Mira Monica Suryani Moondra Zubir Muhammad Agus Muljanto Muhammad Amin Nasution Muhammad Fauzan Lubis Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mukti, Ridho Munandar, Verissa Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri, Nasri Nazuhra, Oca Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggita Ningtias, Anggitha Nomi Noviani Nur Ain Thomas Nur, Hijrotun Nurdalilah, Nurdalilah Nurhayati Nurhayati Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Pasar Maulim Silitonga Pertiwi, Rahma Pitaloka, Syifa Amilia Puteri, Cut Intan Annisa Putra, Andhika Dharma Putri Khairani Rafita Yuniarti Rahma Dona Raissa Fitri Rambe, Robiatun Ratih Paramitha Rawitri, Kiki Reza Irma Ricky Andi Syahputra Ricky Andi Syahputra Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Rinda Sari, Sylvi Ritonga , Nur Sakina Rizki, Dewi Rizki, Vitri Dea Robiatun Rambe Rukmana, Siti Sagala, Hasel Untung Bersinar Samran, Samran Sari Lubis, Winda Sari, Farida Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savitri, Novia Herma Septiana, Lilik silalahi, zahra salsabila Sindi, Sindi Sipahutar, Rizki Anjani Siregar , Misbah Siti Anisa Siti Rahmah Siti Rahmi Ningrum Sony , Suyefri Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafa Nadira Ashiilah Syahputra, Ricky Andi Syarifah Nadia Syilfia Hasti Tania, Chyntia Glori Tarigan, Eni Surabini Urip Harahap Uswatun Nisa, Uswatun Vera Estefania Kaban Virda Nurmazela Widya, Rizka Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Haryani Yuliatil Adawiyah Harahap Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulfikri Zulfikri Zulhij, Fizrya