Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI DESA PEMATANG CERMAI Arrosty, Muflizah; Muharis, Muharis; Mukti, Ridho; Munandar, Verissa; Rizki, Vitri Dea; Hasibuan, Zulfiana Ramadhani; Rani, Zulmai; Puteri, Cut Intan Annisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.20972

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan mahasiswa dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Dalam kegiatan KKN dari mahasiswa UMN yang berlangsung di Desa Pematang Cermai kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, kelompok mahasiswa terpadu UMN mengambil sasaran berupa pengembangan potensi desa. Sasaran tersebut lebih difokuskan kepada kegiatan penggilingan padi, pembuatan sapu, pembuatan mie dan kue ketawa. Disamping itu dilakukan pengabdian dalam bidang pendidikan dan kesahatan. Adapun metode yang digunakan yaitu metode tatap muka langsung lebih mengarah kepada one the job training. Sedangkan dalam kegiatan pengabdian tim manusia terpadu melaksanakan pengajaran yang difokuskan kepada kemampuan Calistung (baca, tulis, hitung), siswa TK dan SD, sedangkan dibidang pengabdian kesehatan disosialisasikan tentang bahaya penggunaan narkoba. Mahasiswa KKN juga membantu peningkatan kemampuan membaca al-qur'an di mesjid terdekat, untuk menjaga agar tetap terjalin silaturahmi dengan masyarakat mahasiswa juga aktif dalam membantu kegiatan posyandu, peringatan Muharram serta bersih lingkungan. Hasil dari totalitas kegiatan diatas menunjukan bahwa program KKN meningkatkan potensi warga desa Pematang Cermai cukup berhasil khususnya dibidang UMKM, Pendidikan dan Kesehatan.
Isolasi Dan Identifikasi Kitosan Dari Cangkang Kerang Bulu (Anadara antiquata) Rizki, Dewi; Ridwanto; Rani, Zulmai
Media Farmasi Vol 19 No 2 (2023): Media Farmasi Edisi Oktober 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v19i2.174

Abstract

Chitosan is a polysaccharide formed via deacetylation of chitin. In general, chitosan is made from waste products from the fishing industry, such as shrimp, crabs, shells of feather clams, snails, and so on. The chitosan comes from the head, skin, and carapace. The development of chitosan applications has great potential because the production of shrimp, crab, and feather clam shells continues to increase. Chitosan is a bioactive substance with use in the fishing industry. This research aims to isolate and characterize chitosan from feather clam shells (Anadara antiquata) to convert feather clam shells into chitin and deacetylate it into chitosan then to determine the functional groups and characteristics of chitosan using Fourier infrared (FTIR). The isolation methods used were deproteination using 4% NaOH solvent, demineralization with a 1:5 ratio of 2N HCl solvent, depigmentation with a 1:10 ratio of 4% NaOCl solvent and deacetylation with a 1:20 ratio of 50% NaOH solvent. and chitosan characterization. According to the study's findings, the degree of deacetylation obtained in the form of a white powder was 75%, odorless fine powder. Chitosan dissolves in acetic acid, according to the solubility test. The obtained water content was 3.81% and the ash content obtained was 0.7%. Feather clam shell waste is declared to be well isolated and meets the requirements by SNI with a degree of deacetylation value of 75%. Kitosan merupakan polisakarida dari deasetilasi kitin; biasanya dibuat dari limbah produk industri perikanan seperti bekicot, kepiting, udang, bulu kerang, dan cangkang kerang. Kitosan berasal dari kulit, karapas, dan bagian kepala. Karena produksi udang, kepiting, dan cangkang kerang bulu yang terus meningkat, pengembangan aplikasi kitosan sangat potensial. Kitosan merupakan bahan bioaktif memiliki manfaat untuk industri perikanan. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan kitosan yang ditemukan dalam cangkang kerang bulu (Anadara antiquata) agar merubah cangkang kerang bulu menjadi kitin dan di deasetilasi menjadi kitosan kemudian untuk mengetahui gugus fungsi dan karakteristik kitosan menggunakan fourier infrared (FTIR). Metode isolasi yang dilakukan yaitu  deproteinasi menggunakan pelarut NaOH 4%, demineralisasi menggunakan pelarut HCl 2N dengan perbandingan 1:5, depigmentasi menggunakan pelarut NaOCl 4% (1:10), deasetilasi dengan pelarut NaOH 50% (1:20) dan karakterisasi kitosan. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi yang di peroleh yaitu 75% berbentuk serbuk halus berwarna putih dan  tidak berbau. Menurut uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang diperoleh 3,81% dan kadar abu yang diperoleh 0,7%. Limbah cangkang kerang bulu dinyatakan terisolasi dengan baik dan telah memenuhi syarat sesuai dengan SNI dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 75%.
Isolation and Toxicity Test of Chitosan from Green Mussels (Perna viridis L.) With Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method Ridwanto Ridwanto; Audry Pratiwi; Zulmai Rani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.2096

Abstract

Green Mussels (Perna viridis L.) is one of Indonesia's fishery resources. The purpose of this study was to determine the toxicity level of chitosan from green clam shells (Perna viridis L.) by looking at the LC50 value tested on the BSLT method. This study included isolation of chitin and chitosan: deproteination, demineralization, depigmentation and deacetylation of chitin into chitosan, chitosan characterization, FTIR, and chitosan Toxicity Test using the BSLT method to see the number of deaths of Artemia salina L larvae obtained data (LC50). The results showed that the Chitosan Green Clam Shell (Perna viridis L.) had an LC50 of 4369.1806 ?g/mL. The results showed that green clam shell chitosan (Perna viridis L.) was non-toxic (LC50 > 1000 ?g/mL) in the BSLT test. Keywords:          BSLT, Chitosan, Shellfish, Toxicity Test
Formulasi Dan Karakteristik Fisik Krim Nano Ekstrak Bonggol Nanas (Ananas comosus (L) Merr) sebagai Anti-Aging Zahira Ahmad, Madani; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rani, Zulmai
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3505

Abstract

Penuaan atau aging terjadi karena adanya kerusakan pada sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Penuaan dapat diatasi dengan anti-aging, yang merupakan sediaan yang dapat memperlambat proses penuaan. Limbah bonggol nanas dapat berpotensi sebagai antioksidan sehingga mampu menghambat reaksi berantai pembentukan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan penuaan dini. Anti-aging biasanya banyak dijumpai pada produk kosmetika. Salah satu kosmetika yang banyak diminati oleh masyarakat yaitu krim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sediaan krim ekstrak, nano ekstrak dan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki karakteristik fisik yang baik dan apakah sediaan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki aktivitas sebagai Anti-aging. Penelitian ini menggunakan metode True Experimental. Pada penelitian ini bonggol nanas diekstraksi kemudian ekstrak dinano partikel dan diformulasikan menjadi sediaan krim anti-aging ekstrak bonggol nanas, nano ekstrak dan nano sediaan ekstrak bonggol nanas. Uji karakteristik fisik meliputi organoleptis, pH, homogenitas, tipe krim, daya sebar, dan daya lekat. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa ekstrak bonggol nanas dapat diformulasikan dalam sediaan krim anti-aging ekstrak bonggol nanas, nano ekstrak dan nano sediaan ekstrak bonggol nanas. Sediaan krim anti-aging memiliki karakteristik fisik yang baik. Sediaan krim yang terbaik yaitu pada formula 3 dan memiliki aktivitas anti-aging, baik dalam peningkatan kadar air, elastisitas dan nilai pigmen. Dilihat bahwa sediaan Krim ekstrak, nano ekstrak, dan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki karakteristik fisik yang baik dan Sediaan nano krim ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L) Merr) memiliki aktivitas sebagai anti-aging.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Shampo Nano Ekstrak Bonggol Nanas (ananas comosus (l.) Merr) Sebagai Antiketombe Lubis, Nurazizah; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3509

Abstract

Bonggol nanas merupakan bagian tengah buah nanas, bonggol nanas positif mengandung meabolit sekunder flavonoid, alkaloid, saponin yang dapat bersifat sebagai antijamur. Malasezia furfur merupakan flora normal pada kulit kepala yang akan bersifat pathogen dan berkembang secara cepat dengan kelebihan kelenjar keringat. Pertumbuhan jamur Malasezia furfur secara cepat dapat menyebakan ketombe. Tujuan peneliitian ini adalah untuk mengetahui sedian Shampo ekstrak, nanoekstrak dan sedian nano ekstrak bonggol Nanas (Ananas comosus) memenuhi Uji Evaluasi fisik yang baik menurut SNI, dan apakah sedaian Shampo ekstrak, nanoekstrak dan sedian nano ekstrak bonggol Nanas (Ananas comosus) dapat menghambat pertumbuhan jamur Malasezia furfur. Penelitian ini menggunakan metode True Experimental. Pada penelitian ini bonggol nanas diekstraksi, ekstrak dinanopartikel dan diformulasikan menjadi sedian shampo ekstrak, nanoekstrak dan nanosedian ekstrak. pengukuran ukuran partikel sedian dengan Particle Size Analysis (PSA), uji evaluasi fisik sedian dan uji aktivitas antijamur terhadap jamur Malasezia furfur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak dan nanoekstrak dapat digunakan sebagai antiketombe dalam sedian shampo. Sedian shampo memenuhui uji evaluasi fisik yang baik sesuai SNI. Pada uji aktivitas antiketombe dimater daya hambat terhadap jamur Malasezia furfur yaitu Blanko memiliki daya hambat kategori lemah, sedian shampo ekstrak (21,21 mm), sedian shampo nanoekstrak (17,91 mm), dan nanosedian shampo nanoekstrak (14,11 mm), kontrol positif ketokonazol (22,55 mm), pembanding sedian shampo yang beredar dipasaran (18,88 mm) dan control negatif tidak memiliki daya hambat
Formulation And Evaluation Of Anti-Aging Face Spray Preparation With Ethanol Extract Of Shoe Flower (Hibiscus Rosa-Sinensis L.) And DPPH Method Antioxidant Activity Test Syafa Nadira Ashiilah; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Zulmai Rani
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beauty is one of the aspects pursued by women, particularly in terms of skin care. Among the skincare products commonly used by Indonesians is face spray, which offers various benefits, such as protecting against free radicals from ultraviolet rays, preventing premature aging, and addressing dry skin. Antioxidant effects are more effective when formulated in topical preparations, such as cosmetics, compared to oral administration. Hibiscus flower is a plant that contains flavonoids, which function as antioxidants capable of protecting the skin from free radical damage, moisturizing, and enhancing skin circulation. This research is experimental in nature. In this study, ethanol extract face sprays from hibiscus flowers were prepared with concentrations of 0.1%, 0.3%, 0.5%, and 0.7%. The face sprays underwent evaluations for physical quality, preference tests, irritation tests, antioxidant activity tests, and anti-aging effectiveness tests. The anti-aging effectiveness data were analyzed using SPSS with a parametric ANOVA test. Based on the physical quality evaluation, the best formulation was the face spray with a 0.5% extract concentration. It exhibited stable organoleptic characteristics, a pH within the skin’s range of 5–7.26, good spreadability, no coarse particles or clumps, and stability during a 28-day stability test at room temperature (25°C) and a cycling test over 6 cycles. Moreover, it did not irritate the skin. The antioxidant activity test revealed that face sprays with 0.1% and 0.3% extract concentrations showed moderate antioxidant activity, while those with 0.5% and 0.7% concentrations demonstrated strong antioxidant activity. In the anti-aging effectiveness test, all formulations exhibited anti-aging effects.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL GETAH BATANG PISANG AMBON(MUSA PARADISIACA (L.,) DAN UJI ANTI INFLAMASI Pitaloka, Syifa Amilia; Ridwanto, Ridwanto; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36340

Abstract

Penelitian ini bertujuanUntuk m engetahui senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol getah batang pisang ambon dan mengetahui dosis efektif yang memberikan efek antiinflamasi dari ekstrak etanol getah batang pisang ambon yang diinduksi karagenan. Salah satu kelompok fenolik utama dari senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan hijau adalah flavonoid. Flavonoid yang mengandung sistem aromatik terkonjugasi dapat diidentifikasi pada kisaran panjang gelombang kuat pada bagian spektrum UV dan Visible, yang dapat diukur dengan spektrofotometri UV-Vis dengan reagen pembentuk kompleks metode kolorimetri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental karena menyelidiki ada atau tidaknya hubungan sebab akibat dari suatu fenomena yang dikaji secara kuantitaif dan kualitatif . Penelitian ini meliputi penetapan kadar flavonoid total dengan larutan induk baku kuersetin, pengujian antiinflamasi dengan membagi hewan uji yang telah diinduksi dengan karagenan menjadi lima kelompok berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol getah batang pisang ambon positif mengandung flavonoid. Hasil Ekstrak, dan kadar ekstrak etanol getah batang pisang ambon konsentrasi 96% adalah 23,64 ±0,907567019 mgQE/g dan kelompok hewan yang diberi EEGBPA dosis 18mg/kgBB, 36mg/kgBB, 72mg/kgBB dan natrium diklofenak , memiliki puncak tertinggi efek inflamasi pada menit ke 240 dengan persen radang sebesar EEGBPA dosis 18mg/kgBB sebesar 57,49%, dosis 36mg/kgBB sebesar 46,25% pada menit ke 180, dosis 72mg/kgBB sebesar 42,2% pada menit ke 300 , Natrium Diklofenak dosis 4,5 mg/kgBB sebesar 29,15%.
Antibacterial Activity of Kaffir Lime Leaf (Citrus hystrix DC) Ethanol Extract against Staphylococcus aureus and Escherichia coli Azhar, Gustika; Ridwanto, Ridwanto; Nasution, Haris Munandar; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v2i1.48

Abstract

The use of herbal medicine has been increasing, which encourages researchers to use herbal materials as an alternative antibacterial, one of which is the kaffir lime leaf plant. This study was to identify the group of secondary metabolite compounds and examine the antibacterial properties of ethanol extract of kaffir lime leaves (Citrus hystrix DC) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. This study began with the preparation of simplisia powder, extracting kaffir lime leaf with ethanol, and the antibacterial activity test of extracts. The results of the study showed that the secondary metabolites contained in kaffir lime leaves are alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids and glycosides. Antibacterial activity test on Staphylococcus aureus bacteria showed that the ethanol extract of kaffir lime leaves with the best concentration inhibited the bacterial inhibition zone at a concentration of 10% with an inhibition diameter of 22.21 mm with a very strong category dan the best concentration is 10% with an inhibition diameter of 20.48 mm with a very strong category for Escherichia coli bacteria. Ethanol extract of Kaffir Lime leaves has been proven to inhibit Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria.
Toxicity Test Of Ethanol Extract Of Pletekan Leaves (Ruellia tuberosa L) Using The Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method Fajri, Fajrilda Aqilah; ridwanto, ridwanto; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v2i1.71

Abstract

The pletekan plant (Ruellia tuberosa L.) is a family of Acanthaceae Ruellia tuberosa L.) one of the plants used as a medicinal plant, especially the leaves, have been used empirically for therapy as a diuretic, antidiabetic, antihypertensive. Also used in the treatment of syphilis, kidney stones, cancer, heart disease, colds, hypertension and digestive problems. The purpose of this study was to determine the toxicity by determining the LC50 in the ethanol extract of pletekan leaves (Ruellia tuberosa L). The analysis carried out was a toxicity test on the ethanol extract of pletekan leaves against Artemia Salina Leach shrimp larvae using the BSLT method with various concentrations, namely 10, 15, 20, 25, 30, 35, and 40 ppm and determining the LC50 value with probit analysis. Based on the results of the toxicity test, the LC50 value was 96.4595 µg/Ml. These results show that the ethanol extract of pletekan leaves (Ruellia tuberosa L) has a toxic effect on Artemia Salina Leach shrimp larvae.
Edukasi Penggunaan Antibiotik yang Benar dalam Mencegah Resistensi Antibiotik Rinda Sari, Sylvi; Yunus, Muhammad; Fauzi, Ziza Putri Aisyia; Rani, Zulmai; Nasution, Muhammad Amin; Pertiwi, Nia Novranda; Syahputri, Hindri
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i1.55

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak benar memunculkan problematika kesehatan dalam masyarakat.  Alih-alih menjadi obat dalam mengatasi infeksi oleh bakteri, penggunaan antibiotik yang salah dapat menyebabkan resistensi dimana antibiotik tidak dapat membunuh bakteri di dalam tubuh dan akan kebal terhadap infeksi bakteri yang sama. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi penggunaan antibiotik yang benar kepada masyarakat sekitar Apotek Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan, untuk menghindari resistensi antibiotik. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Penilaian terhadap keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil kuisioner menunjukkan ketertarikan peserta akan kegiatan sebesar 95,25%, memahami informasi obat sebesar 87,52%, dan pengetahuan peserta terhadap penggunaan antibiotik yang benar sebesar 90,74%. Edukasi ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mitra tentang penggunaan antibiotik yang benar dalam mencegah resistensi antibiotik.
Co-Authors A'dilah, Nur Abadi, Hafizhatul Adjelie, Tiara Adli Nuzula Rahmah Adyani Maulinda Afridah, Nurul Ilmi Ahmad Rasyid Ridho Alviana, Liya Amelia Kudadiri Andjelie, Tiara Ani Sutiani Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Arifin, Khairil Fikri Arrosty, Muflizah Asep Trizaldi Athaillah, Athaillah Audry Pratiwi Aulia Fitri Aulia Fitri, Aulia Auza , Maharani Azhar, Gustika Bambang Hermanto Bambang Hermanto Beby Noplya Wulandari BJ Sutrisna Chandra, Putra Christica Ilsanna Surbakti Daulay, Anny S. Dea Anggreini Denny Satria Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Emma Susanti Erma Susanti Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Fadhlah Al-Uyun Nasution Fajri, Fajrilda Aqilah Fatma Dwi Jati Fauziah Erna Witular Panggabean Ferendina, Imelda Fithri Pulungan, Ainil Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Ginting, Grace Anastasia br Ginting, Ovalina Sylvia Br Ginting, Ovalina Sylvia Br. Hanafis Sastra Winata Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Zulfiana Ramadhani Hindri Syahputri Humaira, Annisa Husna, Miftahul Indrayani, Gabena Inna Myesha Julia Reveny Karo Sekali, Elva Swandi Kasta Gurning Khairunnisa , Ardina Khan, Sahrani Nazwa Kiki Rawitri Kiki Rawitri Lestari, Amanda Putri Lestari, Kurnia Dwi Lilik Septiana Lilik Septiana Linda, Rosa Lubis, Minda Sari Lubis, Nurazizah M. Alfaruqi Maghfirah, Dini Mainal Furqan Maryanti Yuza Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Mira Febrina, Mira Monica Suryani Moondra Zubir Muhammad Agus Muljanto Muhammad Amin Nasution Muhammad Fauzan Lubis Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mukti, Ridho Munandar, Verissa Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri, Nasri Nazuhra, Oca Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggita Ningtias, Anggitha Nomi Noviani Nur Ain Thomas Nur, Hijrotun Nurdalilah, Nurdalilah Nurhayati Nurhayati Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Pasar Maulim Silitonga Pertiwi, Rahma Pitaloka, Syifa Amilia Puteri, Cut Intan Annisa Putra, Andhika Dharma Putri Khairani Rafita Yuniarti Rahma Dona Raissa Fitri Rambe, Robiatun Ratih Paramitha Rawitri, Kiki Reza Irma Ricky Andi Syahputra Ricky Andi Syahputra Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Rinda Sari, Sylvi Ritonga , Nur Sakina Rizki, Dewi Rizki, Vitri Dea Robiatun Rambe Rukmana, Siti Sagala, Hasel Untung Bersinar Samran, Samran Sari Lubis, Winda Sari, Farida Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savitri, Novia Herma Septiana, Lilik silalahi, zahra salsabila Sindi, Sindi Sipahutar, Rizki Anjani Siregar , Misbah Siti Anisa Siti Rahmah Siti Rahmi Ningrum Sony , Suyefri Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafa Nadira Ashiilah Syahputra, Ricky Andi Syarifah Nadia Syilfia Hasti Tania, Chyntia Glori Tarigan, Eni Surabini Urip Harahap Uswatun Nisa, Uswatun Vera Estefania Kaban Virda Nurmazela Widya, Rizka Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Haryani Yuliatil Adawiyah Harahap Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulfikri Zulfikri Zulhij, Fizrya