Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL GETAH BATANG PISANG AMBON(MUSA PARADISIACA (L.,) DAN UJI ANTI INFLAMASI Pitaloka, Syifa Amilia; Ridwanto, Ridwanto; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36340

Abstract

Penelitian ini bertujuanUntuk m engetahui senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol getah batang pisang ambon dan mengetahui dosis efektif yang memberikan efek antiinflamasi dari ekstrak etanol getah batang pisang ambon yang diinduksi karagenan. Salah satu kelompok fenolik utama dari senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan hijau adalah flavonoid. Flavonoid yang mengandung sistem aromatik terkonjugasi dapat diidentifikasi pada kisaran panjang gelombang kuat pada bagian spektrum UV dan Visible, yang dapat diukur dengan spektrofotometri UV-Vis dengan reagen pembentuk kompleks metode kolorimetri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental karena menyelidiki ada atau tidaknya hubungan sebab akibat dari suatu fenomena yang dikaji secara kuantitaif dan kualitatif . Penelitian ini meliputi penetapan kadar flavonoid total dengan larutan induk baku kuersetin, pengujian antiinflamasi dengan membagi hewan uji yang telah diinduksi dengan karagenan menjadi lima kelompok berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol getah batang pisang ambon positif mengandung flavonoid. Hasil Ekstrak, dan kadar ekstrak etanol getah batang pisang ambon konsentrasi 96% adalah 23,64 ±0,907567019 mgQE/g dan kelompok hewan yang diberi EEGBPA dosis 18mg/kgBB, 36mg/kgBB, 72mg/kgBB dan natrium diklofenak , memiliki puncak tertinggi efek inflamasi pada menit ke 240 dengan persen radang sebesar EEGBPA dosis 18mg/kgBB sebesar 57,49%, dosis 36mg/kgBB sebesar 46,25% pada menit ke 180, dosis 72mg/kgBB sebesar 42,2% pada menit ke 300 , Natrium Diklofenak dosis 4,5 mg/kgBB sebesar 29,15%.
Antibacterial Activity of Kaffir Lime Leaf (Citrus hystrix DC) Ethanol Extract against Staphylococcus aureus and Escherichia coli Azhar, Gustika; Ridwanto, Ridwanto; Nasution, Haris Munandar; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v2i1.48

Abstract

The use of herbal medicine has been increasing, which encourages researchers to use herbal materials as an alternative antibacterial, one of which is the kaffir lime leaf plant. This study was to identify the group of secondary metabolite compounds and examine the antibacterial properties of ethanol extract of kaffir lime leaves (Citrus hystrix DC) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. This study began with the preparation of simplisia powder, extracting kaffir lime leaf with ethanol, and the antibacterial activity test of extracts. The results of the study showed that the secondary metabolites contained in kaffir lime leaves are alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids and glycosides. Antibacterial activity test on Staphylococcus aureus bacteria showed that the ethanol extract of kaffir lime leaves with the best concentration inhibited the bacterial inhibition zone at a concentration of 10% with an inhibition diameter of 22.21 mm with a very strong category dan the best concentration is 10% with an inhibition diameter of 20.48 mm with a very strong category for Escherichia coli bacteria. Ethanol extract of Kaffir Lime leaves has been proven to inhibit Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria.
Toxicity Test Of Ethanol Extract Of Pletekan Leaves (Ruellia tuberosa L) Using The Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method Fajri, Fajrilda Aqilah; ridwanto, ridwanto; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v2i1.71

Abstract

The pletekan plant (Ruellia tuberosa L.) is a family of Acanthaceae Ruellia tuberosa L.) one of the plants used as a medicinal plant, especially the leaves, have been used empirically for therapy as a diuretic, antidiabetic, antihypertensive. Also used in the treatment of syphilis, kidney stones, cancer, heart disease, colds, hypertension and digestive problems. The purpose of this study was to determine the toxicity by determining the LC50 in the ethanol extract of pletekan leaves (Ruellia tuberosa L). The analysis carried out was a toxicity test on the ethanol extract of pletekan leaves against Artemia Salina Leach shrimp larvae using the BSLT method with various concentrations, namely 10, 15, 20, 25, 30, 35, and 40 ppm and determining the LC50 value with probit analysis. Based on the results of the toxicity test, the LC50 value was 96.4595 µg/Ml. These results show that the ethanol extract of pletekan leaves (Ruellia tuberosa L) has a toxic effect on Artemia Salina Leach shrimp larvae.
Edukasi Penggunaan Antibiotik yang Benar dalam Mencegah Resistensi Antibiotik Rinda Sari, Sylvi; Yunus, Muhammad; Fauzi, Ziza Putri Aisyia; Rani, Zulmai; Nasution, Muhammad Amin; Pertiwi, Nia Novranda; Syahputri, Hindri
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i1.55

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak benar memunculkan problematika kesehatan dalam masyarakat.  Alih-alih menjadi obat dalam mengatasi infeksi oleh bakteri, penggunaan antibiotik yang salah dapat menyebabkan resistensi dimana antibiotik tidak dapat membunuh bakteri di dalam tubuh dan akan kebal terhadap infeksi bakteri yang sama. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi penggunaan antibiotik yang benar kepada masyarakat sekitar Apotek Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan, untuk menghindari resistensi antibiotik. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Penilaian terhadap keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil kuisioner menunjukkan ketertarikan peserta akan kegiatan sebesar 95,25%, memahami informasi obat sebesar 87,52%, dan pengetahuan peserta terhadap penggunaan antibiotik yang benar sebesar 90,74%. Edukasi ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mitra tentang penggunaan antibiotik yang benar dalam mencegah resistensi antibiotik.
Edukasi Bahaya Konsumsi Makanan dan Minuman Berpengawet di SD 101812 Namo Tualang Deli Serdang Pulungan, Ainil Fithri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rani, Zulmai; Hermanto, Bambang; Miswanda, Dikki
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i1.58

Abstract

Perkembangan industri makanan dan minuman yang meningkat dalam beberapa dekade terakhir memunculkan problematika baru dalam kesehatan. Penambahan zat aditif pada makanan kemasan seperti pengawet makanan dan minuman yang tidak sesuai aturan, diduga menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif pada anak-anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada murid-murid SD 101812 Namo Tualang Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang yang pada umumnya mengkonsumsi makanan dan minuma kemasan yang tersedia di kantin sekolah. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Penilaian tingkat pengetahuan peserta dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil kuisioner menunjukkan ketertarikan peserta akan kegiatan sebesar 80,6%, pengetahuan peserta terhadap makanan berpengawet sebesar 70,3%, dan kewaspadaan terhadap pengawet makanan sintesis sebesar 89,7%. Kegiatan eduksai ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman murid mengenai bahaya konsumsi makanan dan minuman kemasan berpengawet.
Formulation And Evaluation Of Anti-Aging Face Spray Preparation From Ethanol Extract Of Rosemary Leaf (Salvia Rosmarinus Spenn.) And Antioxidant Activity Test Using The DPPH Method Inna Myesha; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Zulmai Rani
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The skin's need to prevent premature aging requires skincare products with antioxidant content. A popular skincare product used today is face spray. Face sprays containing active ingredients as antioxidants are beneficial in preventing premature aging. One of the plants known for its antioxidant properties is rosemary leaf (Salvia rosmarinus Spenn.). The development of face spray with the addition of rosemary leaf extract is a form of utilizing plants in cosmetic products. This study is an experimental research. In this study, rosemary leaf ethanol extract face spray was formulated with concentrations of 0%, 0.5%, 1%, 3%, and 5%. Evaluation included physical quality, hedonic test, irritation test, antioxidant activity test, and anti-aging effectiveness test. Anti-aging data were analyzed using SPSS. Based on physical quality evaluation, the face spray formula with the best physical quality was found at extract concentrations of 1%, 3%, and 5%, with observations indicating stable organoleptic properties, pH within the skin range of 4.5-6.5, good spreading ability, no coarse particles or clumping, and stable formulations after 28 days of room temperature stability testing (25°C) and 6 cycle cycling tests. The formulations also showed no irritation to the skin. In the antioxidant activity test, the 0.5% extract concentration exhibited moderate antioxidant activity, while concentrations of 1%, 3%, and 5% showed strong antioxidant activity. In the anti-aging effectiveness test using a skin analyzer, each formula demonstrated significant differences in skin changes with a p-value of <0.05.
PENENTUAN KADAR RHODAMIN B PADA LIPSTIK YANG DIJUAL DI KOTA BANDA ACEH SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DENSITOMETRI MANUAL Adyani Maulinda; Ridwanto Ridwanto; Anny Sartika Daulay; Haris Munandar Nasution; Zulmai Rani
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.763

Abstract

Rhodamin B dalam kosmetika tidak diperbolehkan sesuai No.445/MenKes/Per/V/1998. Penggunaan Rhodamin B dapat mengiritasi saluran pernapasan, penumpukannya dapat menyebabkan gangguan fungsi hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan Rhodamin B serta kadar Rhodamin B pada lipstik, untuk mengetahui cara analisis kualitatif dan kuantitatif Rhodamin B pada lipstik secara KLT Densitometri. Penelitian ini meliputi cara pengumpulan dan pembuatan larutan lipstik, pembuatan larutan Rhodamin B, pengujian Rhodamin B dan penetapan kadar Rhodamin B. Penelitian ini menggunakan 5  lipstik. Analisis kualitatif secara KLT menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak etil asetat : metanol : ammonia (15:3:3). Analisis kuantitatif menggunakan metode Densitometri. Hasil analisis kualitatif secara KLT didapat, 2 dari 5 sampel lipstik positif Rhodamin B ditandai dengan noda berwarna orange dan berfluoresensi kuning pada lampu UV 254 nm dan 366 nm, bewarna merah muda secara visual. Nilai Rf lipstik S1 (0,68), Rf lipstik S2 (0,45), Rf lipstik S3 (0,87), Rf lipstik S4 (0,87) dan Rf lipstik S5 (0,56) dengan Rf Rhodamin B (0,87). Lipstik positif Rhodamin B dilakukan penetapan kadar dengan metode Densitometri. Kurva Kalibrasi diperoleh persamaan y = 0,221x + 1,088. Kadar Rhodamin B pada lipstik S3 sebesar 1,505 mg/g dan lipstik S4 sebesar 3,118 mg/g. Kesimpulannya lipstik kode S3 dan S4 tidak memenuhi uji persyaratan.
PROFIL PENGGUNAAN OBAT TUBERCULOSIS MULTI DRUG RESISTANT (MDR) DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA, JAWA TENGAH Aulia Fitri; Zulmai Rani; Robiatun Rambe; Ziza Putri Aisyia Fauzi
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.777

Abstract

Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) adalah TB yang disebabkan oleh resistensi kuman tuberkulosis terhadap dua jenis obat anti tuberkulosis (OAT) lini pertama, isoniazid dan rifampisin, baik bersamaan dengan atau tanpa OAT tambahan. Secara global insiden kasus TB MDR pada tahun 2016 berkisar 153.000 pasien dan diantaranya ada 130.000 pasien baru yang memulai pengobatan TB MDR di tahun tersebut, sedangkan keberhasilan terapi TB MDR terhadap pasien yang memulai pengobatan sejak 2014 sebanyak 54%. Total kasus TB MDR pada tahun tersebut juga diketahui pasien meninggal sebanyak 16% dan 8% lainnya gagal dalam pengobatan. Riset ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimenal dengan desain penelitian potong lintang yang dilakukan setiap bulan. Data dikumpulkan di Poliklinik TB MDR RSUD dr. Moewardi dari Mei hingga Agustus 2019 melalui penelusuran rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki, sebanyak 67 orang (57,26 persen), orang di bawah 60 tahun, sebanyak 103 orang (88,03 persen), dan orang dengan berat badan tertinggi 33 hingga 50 kg, sebanyak 61 orang (52,10 persen). Jenis obat yang paling banyak dikonsumsi yaitu <10 adalah 63 orang (53,80%), tanpa komorbiditas sebanyak 76 orang (64,96%), riwayat tuberculosis yang kambuh sebanyak 39 orang (33,33%), riwayat sosial yang merokok sebanyak 32 orang (27,35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling umum adalah pria dan orang di bawah 60 tahun. Pola peresepan obat TB MDR berdasarkan jenis obat yang paling umum digunakan adalah kurang dari 10.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK KULIT BATANG ASAM KANDIS (Garcinia xanthochymus Hook.f. ex. Anderson) DAN UJI ANTIINFLAMASI TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Lilik Septiana; Hanafis Sastra Winata; Fauziah Erna Witular Panggabean; Zulmai Rani; Robiatun Rambe
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.780

Abstract

Penggunaan ekstrak kulit buah asam kandis sebagai antiinflamasi belum maksimal karena harus disiapkan dan dioleskan langsung dalam bentuk utuh membuatnya kurang praktis. Oleh karena itu, harus dikembangkan menjadi sediaan farmasi untuk membuatnya lebih mudah digunakan dan praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana membuat gel ekstrak kulit batang asam kandis (Garcinia Xanthochymus Hook.F. Ex. Anderson) dan melakukan uji antiinflamasi pada tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk mengidentifikasi dan menggambarkan tanaman, membuat ekstrak kulit batang asam kandis secara maserasi, membuat sediaan gel, dan menguji efek antiinflamasi ekstrak kulit batang asam kandis pada tikus putih jantan. Analisis data berdasarkan hasil observasi dilanjutkan dengan analisis dan statistik menggunakan Anova. Hasil penelitian yaitu ekstrak kulit batang asam kandis dengan konsenterasi 5, 10, dan 15% dengan gelling agent carbopol 940 dapat dibuat sediaan gel antiinflamasi. Sediaan gel antiinflamasi yang terbuat dari ekstrak kulit batang asam kandis telah memenuhi persyaratan yang baik dan stabil selama proses uji coba roda gigi pada organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas. Konsenterasi terbaik gel ekstrak kulit batang asam kandis yang memberikan efek antiinflamasi yaitu konsenterasi 15%. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian ekstrak kulit batang asam kandis dengan jenis sediaan yang berbeda.
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (Coleus scutellariodies (L.) Benth) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA SEDIAAN LIPSTIK Monica Suryani; Zulmai Rani; Christica Ilsanna Surbakti
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.790

Abstract

Lipstik adalah pewarna bibir yang dikemas dalam bentuk batang atau stick yang dimaksudkan untuk memberikan warna merah pada bibir, yang dipercaya dapat membuat wajah terlihat lebih sehat dan menarik. Daun miana mengandung antosianin, yang dapat digunakan secara alami untuk membuat pewarna. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat dan menilai sediaan lipstik yang terbuat dari ekstrak etanol daun miana. Penelitian dilakukan secara eksperimental meliputi pembuatan ekstrak dengan metode maserasi. Pada penelitian ini ekstrak etanol daun miana dengan variasi konsentrasi 15, 20 dan 25%. Sediaan diuji homogenitas, titik leleh, kekuatan lipstik, stabilitas, dan uji daya oles, iritasi, dan kesukaan (hedonic test). Sediaan disimpan selama 4 minggu pada suhu dingin, kamar, dan 40°C. Studi menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun miana dapat digunakan sebagai pewarna lipstik alami. hasil uji homogen menunjukkan susunan lipstik yang homogen, titik leleh lipstik 52-60℃, kekuatan sediaan lipstik yang baik, stabil selama penyimpanan 4 minggu pada 3 suhu yang berbeda, pH 4,5-5,4, uji daya oles lipstik baik, tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
Co-Authors A'dilah, Nur Abadi, Hafizhatul Adjelie, Tiara Adli Nuzula Rahmah Adyani Maulinda Afriati, Nelsi Afridah, Nurul Ilmi Ahmad Rasyid Ridho Alviana, Liya Amelia Kudadiri Andi Syahputra, Ricky Andjelie, Tiara Ani Sutiani Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Arifin, Khairil Fikri Arrosty, Muflizah Athaillah, Athaillah Audry Pratiwi Aulia Fitri Aulia Fitri, Aulia Auza , Maharani Azhar, Gustika Bambang Hermanto Bambang Hermanto Beby Noplya Wulandari BJ Sutrisna Chandra, Putra Dama Yanti, Fradilla Daulay, Anny S. Dea Anggreini Denny Satria Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Dwi Jati, Fatma Erma Susanti Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Fadhlah Al-Uyun Nasution Fahmi Fahmi Fajri, Fajrilda Aqilah Fauziah Erna Witular Panggabean Ferendina, Imelda Fithri Pulungan, Ainil Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Ginting, Grace Anastasia br Ginting, Ovalina Sylvia Br Ginting, Ovalina Sylvia Br. Gultom, Evi Depiana Hanafis Sastra Winata Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Zulfiana Ramadhani Hindri Syahputri Humaira, Annisa Husna, Miftahul Hutagalung, Victor H Indrayani, Gabena Inna Myesha Julia Reveny Karo Sekali, Elva Swandi Kasta Gurning Khairunnisa , Ardina Khan, Sahrani Nazwa Kiki Rawitri Kiki Rawitri Lestari, Amanda Putri Lestari, Kurnia Dwi Lilik Septiana Lilik Septiana Linda, Rosa Lubis, Asira Lubis, Minda Sari lubis, muhammad fauzan Lubis, Nurazizah M. Alfaruqi Maghfirah, Dini Mainal Furqan Malahayati Malahayati Maryanti Yuza Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Mira Febrina, Mira Monica Suryani Moondra Zubir Muhammad Agus Muljanto Muhammad Amin Nasution Muhammad Fauzan Lubis Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mukti, Ridho Munandar, Verissa Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri, Nasri Nasution, Wardah Nazuhra, Oca Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggita Ningtias, Anggitha Nomi Noviani Nur Ain Thomas Nur, Hijrotun Nurdalilah, Nurdalilah Nurhayati Nurhayati Nurmazela, Virda Nursyafira, Arini Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Paramitha, Ratih Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pasar Maulim Silitonga Pertiwi, Rahma Pitaloka, Syifa Amilia Puspita, Dinda Dila Puteri, Cut Intan Annisa Putra, Andhika Dharma Putri Khairani Rahma Dona, Rahma Raissa Fitri Rambe, Robiatun Rawitri, Kiki Reza Irma Ricky Andi Syahputra Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rinda Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Ritonga , Nur Sakina Rizki, Dewi Rizki, Vitri Dea Robiatun Rambe Robiatun, Robiatun Rambe Ronapadua Musyirna Rahmah Nasution Sahara dan Emma Susanti Rukmana, Siti Sagala, Hasel Untung Bersinar Samran, Samran Sari Lubis, Winda Sari, Farida Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savitri, Novia Herma Septiana, Lilik silalahi, zahra salsabila Sindi, Sindi Sipahutar, Rizki Anjani Siregar , Misbah Siti Anisa Siti Rahmah Siti Rahmi Ningrum Sony , Suyefri Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani SURBAKTI, CHRISTICA ILSANNA Syafa Nadira Ashiilah Syahputra, Ricky Andi Syarifah Nadia Syilfia Hasti Tania, Chyntia Glori Tarigan, Eni Surabini Trizaldi, Asep Urip Harahap Uswatun Nisa, Uswatun Vera Estefania Kaban Widya, Rizka Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Haryani Yuliatil Adawiyah Harahap Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulfikri Zulfikri Zulhij, Fizrya