p-Index From 2021 - 2026
9.893
P-Index
This Author published in this journals
All Journal FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum Dusturiah : Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Legalite: Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam Progressive Law Review Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman At-Tanzir : Jurnal Ilmiah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam AT-TASYRI' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies Lentera:Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Jurnal Investasi Islam Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BASHAIR MAQASIDI ZAD Al-Mufassirin Abdi Makarti Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Indonesian Journal of Shariah and Justice Al-Ahkam: Jurnal Syariah dan Peradilan Islam El-Hadhanah: Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law Al-Qanun: Jurnal Kajian Sosial dan Hukum Islam Nusantara: Journal Of Law Studies JAMAS: Jurnal Abdi Masyarakat MEUSEURAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AT-TIJARAH: Journal Islamic Banking and Finance Research GOTAVA Tasyri' Al Ushuliy Ibrah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISTIFHAM International Journal of Islamic Economics (IJIE) Abdurrauf Journal of Islamic Studies FATHIR: Jurnal Studi Islam ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat CONSTITUO: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik AL-UKHWAH JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Abdurrauf Journal of Community Service ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru SAWEU: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SAWEU: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Seuraya Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BEGAWI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SURYA EDUKASI CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Keagamaan Mualaf di Aceh Barat sebagai Upaya Penguatan Akidah dan Integrasi Sosial Herman, Herman; Efendi, Sumardi; Suandi, Suandi
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i2.6281

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan keagamaan kepada mualaf di Aceh Barat sebagai upaya penguatan akidah dan integrasi sosial. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan mualaf akan bimbingan keislaman yang sistematis dan berkelanjutan, baik dalam aspek pemahaman dasar agama maupun kemampuan praktik ibadah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 5 April 2024 bertempat di Meunasah Al-Bayan Gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, dengan melibatkan dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sebagai pendamping utama. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui dua bentuk kegiatan utama, yaitu pendampingan belajar metode Iqra’ dan Al-Qur’an serta pendampingan penguatan nilai-nilai ajaran agama Islam yang meliputi akidah, ibadah, dan akhlak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mualaf dalam membaca Iqra’ dan Al-Qur’an, serta meningkatnya pemahaman dan keyakinan keagamaan yang berdampak positif terhadap kepercayaan diri dan praktik keislaman peserta. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terciptanya interaksi sosial yang lebih harmonis antara mualaf dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pendampingan keagamaan yang terstruktur dan humanis terbukti efektif dalam memperkuat akidah mualaf sekaligus mendukung proses integrasi sosial mereka di lingkungan masyarakat Aceh Barat.
The Persistence of Victim Blaming in Child Rape Trials: A Victimological Analysis of the Banjarmasin High Court Acquittal Liantha Adam Nasution; Zul Fahmi; Sumardi Efendi; Ahmad Rozali; Maulana Muklis; Muhammad Asim Rafiq
NUSANTARA: Journal Of Law Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Nusantara: Journal of Law Studies
Publisher : Islamic Research Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18662151

Abstract

This study examines the extent to which victim blaming shapes judicial reasoning in child rape trials, focusing on the acquittal in Decision No. 42/PID/2017/PT Bjm and addressing a gap in systematic appellate-level analyses of PERMA No. 3 Tahun 2017 implementation. It employs doctrinal legal analysis combined with qualitative content analysis of two primary decisions—Decision No. 20/Pid.B/2017/PN Mrh and the aforementioned appellate ruling—and evaluates them against relevant normative frameworks, including the Criminal Code (KUHP), the Criminal Procedure Code (KUHAP), and Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. The findings indicate that the appellate panel systematically shifted the evidentiary burden onto the child victim by privileging her conduct while discounting non-physical forms of coercion and psychiatric evidence of trauma. This pattern operationalises notions of victim precipitation and conflicts with procedural and protective norms, thereby producing secondary victimisation through courtroom rhetoric that denigrates victims. Conceptually, the article advances an integrated analytical framework that combines the ideal-victim construct, victim blaming, and secondary victimisation to interpret appellate reasoning, thereby refining the role of victimology as a trauma-informed evaluative lens for judicial texts. Juridically, the findings reveal a structural tension between appellate practice and KUHAP’s recognition of psychological harm as valid evidence, as well as PERMA No. 3 of 2017’s prohibition of victim-blaming conduct, with broader implications for child protection, judicial integrity, and public confidence in the justice system. The study therefore recommends targeted reforms: explicit statutory recognition of non-physical coercion and psychiatric evidence; enforceable ethical sanctions and monitoring mechanisms to ensure PERMA compliance; trauma-informed judicial training; and harmonised institutional measures that internalise child-protection principles, including the integration of Islamic law–informed recommendations within a broader institutional harmonisation framework to ensure alignment with national pro-victim legal reform.
Reconstruction of Juvenile Criminal Law in The Framework of Jinayah Fiqh Efendi, Sumardi; Mayasari, Mayasari
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 5 No. 1 (2026): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v5i1.342

Abstract

Juvenile criminal law in Indonesia has undergone significant development through the application of child protection principles and restorative justice as regulated in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (SPPA Law). Nevertheless, in practice, various structural and cultural problems remain that hinder the achievement of the objectives of guidance and rehabilitation for children in conflict with the law. This study aims to analyze and reconstruct juvenile criminal law in Indonesia by integrating the values of fiqh jinayah as a normative approach. This research employs a normative juridical method with conceptual and comparative approaches, through an examination of the provisions of the SPPA Law and the principles of criminal responsibility for children in fiqh jinayah. Data were obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials, which were analyzed qualitatively and prescriptively.The results show that, normatively, juvenile criminal law in Indonesia has accommodated the principles of child protection and restorative justice; however, its implementation remains suboptimal due to institutional limitations, the limited understanding of law enforcement officers, and socio-cultural factors. On the other hand, fiqh jinayah offers relevant conceptual frameworks, particularly through the determination of the age of tamyiz (discernment) and baligh (legal maturity) as the basis for juvenile criminal responsibility, as well as the application of ta’zir sanctions that are flexible, proportional, and education-oriented.This study recommends a normative-integrative reconstruction of juvenile criminal law by combining positive law and the values of fiqh jinayah. The novelty of this research lies in formulating a model for reforming juvenile criminal law that places educational and humanistic approaches as the primary foundation of the juvenile criminal justice system in Indonesia.
OPTIMALISASI PERAN DOSEN DAN MAHASISWA PROGRAM KPM DI GAMPONG KUTA ACEH KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA Hendra SH; Sumardi Efendi; Jovial Pally Taran; Nur Okta Trisiyah; Aris Nandar; Desil Afriani; Nopi Gunawan; Weldas Devita Sari; Fitriani Fitriani; Raihani Wardah; Riza Asma
Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2024): Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/se.v1i1.7250

Abstract

Penelitian ini mendokumentasikan Optimalisasi Peran Dosen dan Mahasiswa dalam Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (PKPM) di Gampong Kuta, Aceh, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya. Fokus utama penelitian adalah menggali bagaimana keterlibatan dosen dan mahasiswa mampu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat setempat. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), identifikasi masalah bersama dilakukan, memungkinkan perencanaan dan implementasi program yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dosen sebagai pembimbing dan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam setiap tahap PKPM menghasilkan dampak positif yang signifikan. Relevansi program terbukti dari solusi konkret yang dihasilkan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam merumuskan dan melaksanakan kegiatan pengabdian. Proses pengembangan kapasitas lokal menjadi sorotan, dengan dosen dan mahasiswa berperan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, menciptakan keberlanjutan dalam pemecahan masalah. Hasil keseluruhan penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana optimalisasi peran dosen dan mahasiswa dalam PKPM dapat menciptakan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Implikasinya mencakup formulasi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan dapat diadopsi di wilayah-wilayah dengan konteks serupa.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Judi Online Di Era Digital Alovin Leo Julimas; Sumardi Efendi
CONSTITUO Journal of State and Political Law Research Vol 4 No 2 (2025): CONSTITUO Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar'iyyah) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/constituo.v4i2.6254

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik judi online dari perspektif hukum pidana Islam di era digital. Judi online sebagai bentuk evolusi dari perjudian konvensional telah menjadi fenomena sosial yang kompleks dan masif di Indonesia, dengan akses yang sangat mudah melalui teknologi digital. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga berdampak buruk pada stabilitas moral, sosial, dan psikologis masyarakat. Dalam konteks hukum positif Indonesia, ketentuan mengenai larangan perjudian telah diatur dalam KUHP dan UU ITE, namun efektivitasnya masih terbatas akibat kendala teknis dan hukum transnasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik judi online serta menganalisisnya berdasarkan hukum pidana Islam dengan pendekatan yuridis-normatif dan maqāṣid al-sharī’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judi online memenuhi unsur-unsur jarīmah ta’zīr dalam hukum Islam, karena mengandung unsur spekulasi (gharar), perolehan harta tanpa hak, serta menyebabkan kerusakan terhadap harta, akal, dan stabilitas sosial. Hukum pidana Islam mengklasifikasikan perjudian sebagai perbuatan haram yang dapat dikenakan sanksi ta’zīr sesuai tingkat dampaknya. Pendekatan maqāṣid al-sharī’ah menunjukkan bahwa larangan judi bertujuan menjaga lima prinsip dasar kehidupan (ḍarūriyyāt al-khams), yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, pendekatan hukum pidana Islam tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai hukum pidana Islam ke dalam pembaruan hukum nasional, serta perlunya kolaborasi antara lembaga negara dan institusi keagamaan dalam menanggulangi judi online secara sistematis. Implikasi dari kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi penanggulangan judi online yang tidak hanya legal-formal tetapi juga berbasis pada nilai moral dan spiritual Islam.
Recontextualizing Sexting and Digital Pornography as Jarimah in the Perspective of Fiqh Jinayah Efendi, Sumardi; Mayasari, Mayasari; Masykar, Tabsyir
El-Hadhanah : Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law Vol. 6 No. 1 (2026): El-Hadhanah: Indonesian Journal of Family Law and Islamic Law
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/hadhanah.v6i1.9827

Abstract

The development of digital technology has given rise to the practice of sexting and digital pornography which presents moral challenges as well as legal problems in the Muslim society. This phenomenon has to do not only with private ethics, but also has an impact on the broader social order. This study aims to examine the concept, classification, and legal implications of sexting and digital pornography as jarimah in the perspective of Jinyah Fiqh. This research is a normative legal research with a qualitative approach. Data was obtained through literature studies of primary sources of Islamic law, classical and contemporary fiqh literature, and relevant scientific journals. The analysis is carried out with a conceptual approach and maqāṣid al-syarī’ah to assess the substance of the act and its impact on the public good. The results of the study showed that sexting and digital pornography did not meet the elements of hudud jarimah because they did not always involve physical intercourse as in adultery with strict evidentiary standards. However, both can be categorized as jarimah ta’zir because they contain elements of moral violations, the opening of the aurat, and the potential destruction of individual honor and public morals. Viewed from the perspective of maqāṣid al-shari’ah, the practice is contrary to the purpose of protecting honor (ḥifẓ al-’irdh), heredity (ḥifẓ al-nasl), and reason (ḥifẓ al-’aql). This research confirms that Fiqh Jinayah has normative flexibility to respond to the phenomenon of digital sexuality through the mechanism of ijtihad and the application of ta’zir, so that it remains relevant in maintaining the benefit and dignity of human beings in the digital era.
The Persistence of Victim Blaming in Child Rape Trials: A Victimological Analysis of the Banjarmasin High Court Acquittal Liantha Adam Nasution; Zul Fahmi; Sumardi Efendi; Ahmad Rozali; Maulana Muklis; Muhammad Asim Rafiq
Nusantara: Journal of Law Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Nusantara: Journal of Law Studies
Publisher : PT. Islamic Research Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18662151

Abstract

This study examines the extent to which victim blaming shapes judicial reasoning in child rape trials, focusing on the acquittal in Decision No. 42/PID/2017/PT Bjm and addressing a gap in systematic appellate-level analyses of PERMA No. 3 Tahun 2017 implementation. It employs doctrinal legal analysis combined with qualitative content analysis of two primary decisions—Decision No. 20/Pid.B/2017/PN Mrh and the aforementioned appellate ruling—and evaluates them against relevant normative frameworks, including the Criminal Code (KUHP), the Criminal Procedure Code (KUHAP), and Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. The findings indicate that the appellate panel systematically shifted the evidentiary burden onto the child victim by privileging her conduct while discounting non-physical forms of coercion and psychiatric evidence of trauma. This pattern operationalises notions of victim precipitation and conflicts with procedural and protective norms, thereby producing secondary victimisation through courtroom rhetoric that denigrates victims. Conceptually, the article advances an integrated analytical framework that combines the ideal-victim construct, victim blaming, and secondary victimisation to interpret appellate reasoning, thereby refining the role of victimology as a trauma-informed evaluative lens for judicial texts. Juridically, the findings reveal a structural tension between appellate practice and KUHAP’s recognition of psychological harm as valid evidence, as well as PERMA No. 3 of 2017’s prohibition of victim-blaming conduct, with broader implications for child protection, judicial integrity, and public confidence in the justice system. The study therefore recommends targeted reforms: explicit statutory recognition of non-physical coercion and psychiatric evidence; enforceable ethical sanctions and monitoring mechanisms to ensure PERMA compliance; trauma-informed judicial training; and harmonised institutional measures that internalise child-protection principles, including the integration of Islamic law–informed recommendations within a broader institutional harmonisation framework to ensure alignment with national pro-victim legal reform.
Transformasi Peran Nazhir Tradisional Menuju Nazhir Profesional dalam Ekosistem Wakaf Modern Sufrizal; Alfian Muhammad; Sumardi Efendi; Muhammad Alwin Abdillah
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v11i1.14997

Abstract

Idealnya, pengelolaan wakaf modern dijalankan secara profesional, produktif, transparan, dan terintegrasi dengan perkembangan teknologi serta pembangunan ekonomi umat. Namun realitasnya, sebagian besar pengelolaan wakaf masih didominasi pola tradisional dengan kapasitas manajerial nazhir yang terbatas, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta rendahnya optimalisasi aset wakaf produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran nazhir dari pola tradisional menuju nazhir profesional dalam pembangunan ekosistem wakaf modern. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui metode analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur ilmiah, regulasi wakaf, dan dokumen kelembagaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisasi nazhir menjadi faktor strategis dalam penguatan tata kelola wakaf modern melalui peningkatan kompetensi manajerial, penerapan good waqf governance, pengembangan wakaf produktif, serta integrasi teknologi digital dalam pengelolaan wakaf. Transformasi tersebut menempatkan nazhir sebagai aktor penting dalam pembangunan Islamic social finance yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Analisis Penerapan Qanun Jinayat Terhadap Tindak Pidana Zina Di Aceh Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Nasional Cut Junaida; Vari Ardila; Novi Navita; Rahma Dewi; Ismalina Ismalina; Sumardi Efendi
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i2.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Qanun Jinayat terhadap tindak pidana zina di Aceh dalam perspektif hukum Islam dan hukum nasional Indonesia. Keberadaan Aceh sebagai daerah otonomi khusus yang memiliki kewenangan untuk menerapkan syariat Islam melalui Qanun Jinayat menimbulkan dinamika dalam sistem hukum nasional, khususnya terkait pluralisme hukum. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi penerapan sanksi zina dalam Qanun Jinayat, kesesuaiannya dengan prinsip hukum Islam, serta harmonisasinya dengan hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual.Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qanun Jinayat telah mengadopsi prinsip hukum Islam, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti pembuktian, perbedaan interpretasi, dan kritik dari perspektif hak asasi manusia. Selain itu, terdapat potensi disharmonisasi dengan hukum nasional, khususnya terkait asas legalitas dan kesetaraan hukum. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi yang komprehensif agar penerapan Qanun Jinayat dapat berjalan efektif, adil, dan tidak bertentangan dengan prinsip hukum nasional.
Peningkatan Mutu Pendidikan Perbankan Syariah STAIN Meulaboh melalui Benchmarking Akademik ke UMSU dan UINSU Muliza Muliza; Yoni Hendrawan; Sumardi Efendi; Syaibatul Hamdi; Isra Hayati; Budi Harianto
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v3i1.492

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan merupakan tantangan strategis bagi perguruan tinggi, khususnya pada Program Studi Perbankan Syariah yang dituntut adaptif terhadap perkembangan industri dan standar akademik nasional. Program Studi Perbankan Syariah STAIN Meulaboh perlu melakukan upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan tata kelola akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Perbankan Syariah STAIN Meulaboh melalui benchmarking akademik ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Metode yang digunakan adalah benchmarking akademik dengan pendekatan pembelajaran kelembagaan, yang dilaksanakan melalui diskusi akademik, observasi pengelolaan program studi, serta studi dokumen kurikulum dan sistem penjaminan mutu. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19–20 November 2025 dengan melibatkan dosen Program Studi Perbankan Syariah STAIN Meulaboh dan mitra akademik dari UMSU dan UINSU. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tim pengabdian terhadap praktik terbaik dalam pengelolaan kurikulum, metode pembelajaran, serta sistem penjaminan mutu pendidikan Perbankan Syariah. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan Program Studi Perbankan Syariah STAIN Meulaboh. Kegiatan benchmarking ini berkontribusi positif dalam memperkuat budaya mutu dan daya saing program studi secara berkelanjutan.
Co-Authors Abidin, Bustanul Ahmad Rozali Ahmad Rozali Ahmad Rozali Aini Safitri Aini Safitri Aisyi, Rohadatul Alam, Tahjul Albayani, Amalia Zahra Alfanma, Hardani Alfian Muhammad Alfianda, Rudy Alfiyanto, Afif Alovin Leo Julimas Amfal, Sampri Ami Mutia Amin, Muslihun Amrizal Hamsa Amrizal Hamsa Ananda, M. Aditya Andi Syahputra ANISAH Anisah Anisah Anton Jamal Anwar Arif Wibowo Aris Nandar Arita, Peni Armiya Asmayuni, Rika Asy’ari Asy’ari, Asy’ari Aulil Amri Aunina, Yusra Ayuningtyas, Dian Azizah Azizah Bahgia, Riyan Baihaqi Baihaqi Bantasyam, Saifuddin Budi Handoyo Budi Harianto Cherlizar Mulia Dewi Cut Junaida Danil Zulhendra Dar Kasih Dede Ferdikaandin Desil Afriani Dewi, Ayu Mila Edy Saputra Elita, Anggun Dian Ellita, Dian Fadillah Muawana Fadlil, Anang Fajeri Fajeri Fauza, Muflihatul Fazillah, Aidil Fazli, Fazli Fedry Saputra Fedry Saputra Fisa, Triansyah Fithri Mawaddah Fitria, Mega Fitriani Fitriani Fuad Bawazir Haikal, Mohammad Halisah, Nur Hamdi, Syaibatul Hamdi, Syaibatul Hasan, Khairuddin Hasliani, Cici Hayati, Lisa Hendra SH Hendra SH Heri Maslijar Herman Herman Hidayatil Muslimah Husamuddin MZ Ilham, Sayuti Inayatillah Inayatillah Irawati Irawati Ismail Angkat Ismalina Ismalina Isra Hayati Jelita, Riva Jovial Pally Taran Julimas, Alovin Leo Jumaidir, Desi Junaida, Rida Junias Zulfahmi Kamisan Kamisan Kamisan Kamisan, Kamisan Kasih, Dar Khairil Akbar Khamisan, Khamisan Kifli, Ristiwa Firzanita Kumalasari, Reni Lia Agustina, Lia Lia Murlisa Liantha Adam Nasution M. Aditya Ananda M. Agus Wahyudi M. Ikhwan Malik Muhammad Mad Marliyanti Maryawi, Denna Masykar, Tabsyir Maulana Muklis Maulana Muklis Maulida, Rahmi Mauliyanti, Mauliyanti Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari, Mayasari Meliawati Mochammad Imron Awalludin Mohammad Haikal Monika, Lussy Muazzinah Muazzinah Muhammad Alwin Abdillah Muhammad Asim Rafiq Muhammad Asim Rafiq Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Sukran Mukhlizar Mukhlizar Mukhlizar, Mukhlizar Mukhsinuddin Mukhsinuddin Mukhsinuddin Muliza Muliza Muliza Muliza Munirullah, Alfata Muriza, Neza Mursyida Wara Mustaqin, Hidayatul MZ, Husamuddin Nasution, Liantha Adam Natasya, Aqida Sella Nazar Fadli Nisa, Irma Nona Noviana Nopi Gunawan Novi Navita Noviana, Susi Nur Okta Trisiyah Nur Okta Trisiyah Nur Rohman Nurhaliza Nurhaliza Nurwijayanti Paisal, Jon Purnawi, Ratih Putra, Bachrum Syah R, M. Syahrul Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma Dewi Rahma, Ida Rahmawati Rahmawati, Octavia Raihani Wardah Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Ramly, Arroyyan Randi Muhammad Gumilang Ratna Sari Reyza, Reyza Rima Kartika Risaldi, Merta Risardi, Merta Riza Asma Roni Hidayat Roni Hidayat Ruqayyah, Siti Safira, Dinda Safrida Safrida Saputra, Aidil Saputra, Fedri Saputra, Rahmat Sari, Septina Purnama Sarioda Sarioda, Sarioda Selfi Hardina Wati SH, Hendra Shirathjudin, M. Sinta Ramayani Siti Nurkhafifah Marisa Sri Wahyuni Suandi Suandi Suandi Suandi Sufrizal Sufrizal Sufrizal Sukri sukri Sukri, sukri Sullati Armawi Sumayyah, Farah Syafriana, Nur Syaibatul Hamdi Syaibatul Hamdi T Muhajir Tabsyir Masykar Trisiyah, Nur Okta Vari Ardila Wahyuni, Eza Sri Weldas Devita Sari WIDYANA Yanto, Jerry Yoni Hendrawan Yoni Hendrawan Yulia Susantri Yuni Maulida Yusnidar Yusnidar Zahlul Pasha Zahra Salsabila Ziadi, Fajri Zul Fahmi Zul Fahmi Zulfikar Riza Haris Pohan Zuliansyah Zuliansyah, Zuliansyah