p-Index From 2021 - 2026
8.866
P-Index
This Author published in this journals
All Journal FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum Dusturiah : Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Legalite: Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam Progressive Law Review Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman At-Tanzir : Jurnal Ilmiah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam AT-TASYRI' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah SHIBGHAH: Journal of Muslim Societies Lentera:Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BASHAIR MAQASIDI Abdi Makarti Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Indonesian Journal of Shariah and Justice Al-Ahkam: Jurnal Syariah dan Peradilan Islam El-Hadhanah: Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law Al-Qanun: Jurnal Kajian Sosial dan Hukum Islam Nusantara: Journal Of Law Studies JAMAS: Jurnal Abdi Masyarakat MEUSEURAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AT-TIJARAH: Journal Islamic Banking and Finance Research GOTAVA Tasyri' Al Ushuliy Ibrah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISTIFHAM International Journal of Islamic Economics (IJIE) Abdurrauf Journal of Islamic Studies FATHIR: Jurnal Studi Islam ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat CONSTITUO: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik Malik Al-Shalih AL-UKHWAH JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Abdurrauf Journal of Community Service ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru SAWEU: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SAWEU: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Seuraya Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BEGAWI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SURYA EDUKASI
Claim Missing Document
Check
Articles

The Persistence of Victim Blaming in Child Rape Trials: A Victimological Analysis of the Banjarmasin High Court Acquittal Liantha Adam Nasution; Zul Fahmi; Sumardi Efendi; Ahmad Rozali; Maulana Muklis; Muhammad Asim Rafiq
NUSANTARA: Journal Of Law Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Nusantara: Journal of Law Studies
Publisher : Islamic Research Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18662151

Abstract

This study examines the extent to which victim blaming shapes judicial reasoning in child rape trials, focusing on the acquittal in Decision No. 42/PID/2017/PT Bjm and addressing a gap in systematic appellate-level analyses of PERMA No. 3 Tahun 2017 implementation. It employs doctrinal legal analysis combined with qualitative content analysis of two primary decisions—Decision No. 20/Pid.B/2017/PN Mrh and the aforementioned appellate ruling—and evaluates them against relevant normative frameworks, including the Criminal Code (KUHP), the Criminal Procedure Code (KUHAP), and Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. The findings indicate that the appellate panel systematically shifted the evidentiary burden onto the child victim by privileging her conduct while discounting non-physical forms of coercion and psychiatric evidence of trauma. This pattern operationalises notions of victim precipitation and conflicts with procedural and protective norms, thereby producing secondary victimisation through courtroom rhetoric that denigrates victims. Conceptually, the article advances an integrated analytical framework that combines the ideal-victim construct, victim blaming, and secondary victimisation to interpret appellate reasoning, thereby refining the role of victimology as a trauma-informed evaluative lens for judicial texts. Juridically, the findings reveal a structural tension between appellate practice and KUHAP’s recognition of psychological harm as valid evidence, as well as PERMA No. 3 of 2017’s prohibition of victim-blaming conduct, with broader implications for child protection, judicial integrity, and public confidence in the justice system. The study therefore recommends targeted reforms: explicit statutory recognition of non-physical coercion and psychiatric evidence; enforceable ethical sanctions and monitoring mechanisms to ensure PERMA compliance; trauma-informed judicial training; and harmonised institutional measures that internalise child-protection principles, including the integration of Islamic law–informed recommendations within a broader institutional harmonisation framework to ensure alignment with national pro-victim legal reform.
Reconstruction of Juvenile Criminal Law in The Framework of Jinayah Fiqh Efendi, Sumardi; Mayasari, Mayasari
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 5 No. 1 (2026): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v5i1.342

Abstract

Juvenile criminal law in Indonesia has undergone significant development through the application of child protection principles and restorative justice as regulated in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (SPPA Law). Nevertheless, in practice, various structural and cultural problems remain that hinder the achievement of the objectives of guidance and rehabilitation for children in conflict with the law. This study aims to analyze and reconstruct juvenile criminal law in Indonesia by integrating the values of fiqh jinayah as a normative approach. This research employs a normative juridical method with conceptual and comparative approaches, through an examination of the provisions of the SPPA Law and the principles of criminal responsibility for children in fiqh jinayah. Data were obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials, which were analyzed qualitatively and prescriptively.The results show that, normatively, juvenile criminal law in Indonesia has accommodated the principles of child protection and restorative justice; however, its implementation remains suboptimal due to institutional limitations, the limited understanding of law enforcement officers, and socio-cultural factors. On the other hand, fiqh jinayah offers relevant conceptual frameworks, particularly through the determination of the age of tamyiz (discernment) and baligh (legal maturity) as the basis for juvenile criminal responsibility, as well as the application of ta’zir sanctions that are flexible, proportional, and education-oriented.This study recommends a normative-integrative reconstruction of juvenile criminal law by combining positive law and the values of fiqh jinayah. The novelty of this research lies in formulating a model for reforming juvenile criminal law that places educational and humanistic approaches as the primary foundation of the juvenile criminal justice system in Indonesia.
OPTIMALISASI PERAN DOSEN DAN MAHASISWA PROGRAM KPM DI GAMPONG KUTA ACEH KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA Hendra SH; Sumardi Efendi; Jovial Pally Taran; Nur Okta Trisiyah; Aris Nandar; Desil Afriani; Nopi Gunawan; Weldas Devita Sari; Fitriani Fitriani; Raihani Wardah; Riza Asma
Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2024): Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/se.v1i1.7250

Abstract

Penelitian ini mendokumentasikan Optimalisasi Peran Dosen dan Mahasiswa dalam Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (PKPM) di Gampong Kuta, Aceh, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya. Fokus utama penelitian adalah menggali bagaimana keterlibatan dosen dan mahasiswa mampu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat setempat. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), identifikasi masalah bersama dilakukan, memungkinkan perencanaan dan implementasi program yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dosen sebagai pembimbing dan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam setiap tahap PKPM menghasilkan dampak positif yang signifikan. Relevansi program terbukti dari solusi konkret yang dihasilkan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam merumuskan dan melaksanakan kegiatan pengabdian. Proses pengembangan kapasitas lokal menjadi sorotan, dengan dosen dan mahasiswa berperan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, menciptakan keberlanjutan dalam pemecahan masalah. Hasil keseluruhan penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana optimalisasi peran dosen dan mahasiswa dalam PKPM dapat menciptakan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Implikasinya mencakup formulasi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan dapat diadopsi di wilayah-wilayah dengan konteks serupa.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Judi Online Di Era Digital Alovin Leo Julimas; Sumardi Efendi
CONSTITUO : Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik Vol 4 No 2 (2025): CONSTITUO Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar'iyyah) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/constituo.v4i2.6254

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik judi online dari perspektif hukum pidana Islam di era digital. Judi online sebagai bentuk evolusi dari perjudian konvensional telah menjadi fenomena sosial yang kompleks dan masif di Indonesia, dengan akses yang sangat mudah melalui teknologi digital. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga berdampak buruk pada stabilitas moral, sosial, dan psikologis masyarakat. Dalam konteks hukum positif Indonesia, ketentuan mengenai larangan perjudian telah diatur dalam KUHP dan UU ITE, namun efektivitasnya masih terbatas akibat kendala teknis dan hukum transnasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik judi online serta menganalisisnya berdasarkan hukum pidana Islam dengan pendekatan yuridis-normatif dan maqāṣid al-sharī’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judi online memenuhi unsur-unsur jarīmah ta’zīr dalam hukum Islam, karena mengandung unsur spekulasi (gharar), perolehan harta tanpa hak, serta menyebabkan kerusakan terhadap harta, akal, dan stabilitas sosial. Hukum pidana Islam mengklasifikasikan perjudian sebagai perbuatan haram yang dapat dikenakan sanksi ta’zīr sesuai tingkat dampaknya. Pendekatan maqāṣid al-sharī’ah menunjukkan bahwa larangan judi bertujuan menjaga lima prinsip dasar kehidupan (ḍarūriyyāt al-khams), yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, pendekatan hukum pidana Islam tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai hukum pidana Islam ke dalam pembaruan hukum nasional, serta perlunya kolaborasi antara lembaga negara dan institusi keagamaan dalam menanggulangi judi online secara sistematis. Implikasi dari kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi penanggulangan judi online yang tidak hanya legal-formal tetapi juga berbasis pada nilai moral dan spiritual Islam.
Co-Authors Abidin, Bustanul Ahmad Rozali Ahmad Rozali Aini Safitri Aisyi, Rohadatul Alam, Tahjul Albayani, Amalia Zahra Alfanma, Hardani Alfianda, Rudy Alfiyanto, Afif Alovin Leo Julimas Amfal, Sampri Ami Mutia Amin, Muslihun Amri, Aulil Ananda, M. Aditya Andi Syahputra Angkat, Ismail ANISAH Anisah Anisah Anton Jamal Anwar Arif Wibowo Aris Nandar Arita, Peni Armiya Asmayuni, Rika Asy’ari Asy’ari, Asy’ari Aunina, Yusra Ayuningtyas, Dian Azizah Azizah Bahgia, Riyan Bantasyam, Saifuddin Budi Handoyo Budi Harianto Daniel Happy Putra Danil Zulhendra Dar Kasih Desil Afriani Dewi, Ayu Mila Edy Saputra Elita, Anggun Dian Ellita, Dian Fadlil, Anang Fajeri, Fajeri Fauza, Muflihatul Fazillah, Aidil Fazli, Fazli Ferdikaandin, Dede Fisa, Triansyah Fithri Mawaddah Fitria, Mega Fitriani Fitriani Fuad Bawazir Haikal, Mohammad Halisah, Nur Hamdi, Syaibatul Hamdi, Syaibatul hamsa, amrizal Hasan, Khairuddin Hasliani, Cici Hayati, Lisa Hendra SH Hendra SH Hendrawan, Yoni Herman Herman Hidayatil Muslimah Ilham, Sayuti Inayatillah Inayatillah Isra Hayati Jamal, Anton Jelita, Riva Jovial Pally Taran Julimas, Alovin Leo Jumaidir, Desi Junaida, Rida Kamisan Kamisan, Kamisan Kasih, Dar Khairil Akbar Khamisan, Khamisan Kifli, Ristiwa Firzanita Kumalasari, Reni Lia Agustina, Lia Lia Murlisa, Lia M. Agus Wahyudi M. Ikhwan Malik Muhammad Mad Marliyanti Maryawi, Denna Maslijar, Heri Masykar, Tabsyir Maulana Muklis Maulida, Rahmi Mauliyanti, Mauliyanti Mayasari Mayasari, Mayasari Meliawati Mochammad Imron Awalludin Mohammad Haikal Monika, Lussy Muazzinah Muazzinah Muhammad Asim Rafiq Muhammad Faisal Muhammad Iqbal Mukhlizar, Mukhlizar Mukhsinuddin, Mukhsinuddin Muliza Muliza, Muliza Munirullah, Alfata Muriza, Neza Mursyida Wara Mustaqin, Hidayatul MZ, Husamuddin Nasution, Liantha Adam Natasya, Aqida Sella Nisa, Irma Nona Noviana Nopi Gunawan Noviana, Susi Nur Okta Trisiyah Nur Okta Trisiyah Nur Rohman Nurwijayanti Paisal, Jon Purnawi, Ratih Putra, Bachrum Syah R, M. Syahrul Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Ida Rahmawati Rahmawati, Octavia Raihani Wardah Ramli Ramli Ramli Ramli Ramli Ramly, Arroyyan Randi Muhammad Gumilang Ratna Sari Reyza, Reyza Rima Kartika Risaldi, Merta Risardi, Merta Riza Asma Riza Haris Pohan, Zulfikar Roni Hidayat Ruqayyah, Siti Safira, Dinda Safitri, Aini Safrida Safrida Saputra, Aidil Saputra, Fedri Saputra, Fedry Saputra, Rahmat Sari, Septina Purnama Sarioda Sarioda, Sarioda SH, Hendra Shirathjudin, M. Sri Wahyuni Suandi Suandi Sufrizal, Sufrizal Sukri sukri Sukri, sukri Sumayyah, Farah Susantri, Yulia Syafriana, Nur T Muhajir Trisiyah, Nur Okta Wahyuni, Eza Sri Weldas Devita Sari WIDYANA Yanto, Jerry Yuni Maulida Yusnidar Yusnidar Zahlul Pasha Ziadi, Fajri Zul Fahmi Zuliansyah Zuliansyah, Zuliansyah