p-Index From 2021 - 2026
18.472
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Acta Pharmaceutica Indonesia AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JURNAL FARMASIMED (JFM) Jurnal Dunia Farmasi Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madaniya Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal EduHealth FORTE JOURNAL Jurnal Farmanesia Journal of Health and Medical Science International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan Jurnal Farmasi Klinik dan Sains FARMASAINKES PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Pharmaceutical and Sciences. Indonesian Journal of Education And Computer Science FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Sains dan Kesehatan J-CEKI
Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI PEMBUATAN TEPUNG TALAS TERMODIFIKASI (Modified Taro Flour) DENGAN FERMENTASI Lactobacillus casei BERDASARKAN KADAR PROTEIN Imelda Natasia Br S Meliala; Anny Sartika Daulay; Ridwanto Ridwanto; Haris Munandar Nasution
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1110

Abstract

Ketergantungan penggunaan tepung terigu dapat dikurangi dengan menggunakan sumber karbohidrat lainnya seperti talas yang merupakan pangan lokal. Lactobacillus casei adalah salah satu spesies Bakteri Asam Laktat yang dapat menggunakan selobiosa sebagai sumber nutrisinya. Diperkirakan Lactobacillus casei dapat mendegresi sel umbi talas agar meningkatkan kadar protein talas. Diantara faktor yang dapat mempengaruhi kondisi fermentasi untuk menghasilkan tepung termodifikasi yang optimal adalah waktu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimasi fermentasi umbi talas terhadap organoeleptis dan kadar protein pada tepung talas termodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dua optimasi waktu fermentasi yaitu fermentasi 48 jam dan fermentasi 72 jam dan uji karakterisasi yaitu uji organoleptis, uji kadar air, uji kadar abu dan uji kadar protein. Hasil penelitian ini menunjukkan organoleptis tepung mocaf, tepung talas, tepung talas termodifikasi berwarna coklat dan putih kecoklatan, bau sedikit asam dan tekstur yang halus. Kadar protein mocaf yaitu 2,17, tepung talas 2,33%, tepung talas termodifikasi 48 jam 3,16%, tepung talas termodifikasi 72 jam 3,53%. Kadar air tepung mocaf 11,31%, tepung talas 8,67%, tepung talas termodifikasi sebesar 10,81%. Kadar abu tepung mocaf 1,13%, tepung talas 2,73%, tepung talas termodifikasi 1,82%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa  fermentasi 72 jam merupakan hasil yang optimal.
Uji Aktivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Durian (Durio Zibethinus L.) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Riza Syafira; D Elysa Putri Mambang; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 3 (2023): Juli: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikg.v1i3.1513

Abstract

Durian leaves have secondary metabolites, namely flavonoids. Flavonoids have shown a wide range of bioactivity, one of which is an antipyretic effect which can be used as a febrifuge. This study aims to examine the antipyretic activity of the ethanol extract of durian leaves (Durio zibethinus L.) against male white rats (Rattus norvegicus) induced by DPT-HB-Hib vaccine. This study uses an experimental method. In this study, durian leaf extract was processed by maceration using 96% ethanol, then treated with secondary metabolites of simplicia and its ethanol extract. To pay for the antipyretic activity of durian leaves (Durio zibethinus L.) the test animals used were 25 and divided into 5 groups, namely negative control (CMC 0.5%), positive control (Paracetamol 1%) and the test dose group, namely the administration of leaf extract durian 200 mg/kg, 300 mg/kg and 400 mg/kg. Each rat was induced intramuscularly with the DPT-HB-Hib vaccine. Temperature measurements were carried out rectally with initial temperature measurements at 5 minute intervals 3 times, 1 hour after induction and 30 minutes for 3 hours. The data obtained were analyzed using the One-way ANOVA (Analysis of Variance) test and the Tukey HSD test. Based on the results of the study, it was shown that the results of the phytochemical screening of durian leaves contained flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, steroids/triterpenoids. Of the three doses that experienced a decrease in temperature that was not significantly different from paracetamol, namely at a control dose of 300 mg/kg, because this decrease in temperature was almost close to paracetamol which was positive.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Ekstrak Salep Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas (L.)) Lamk terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus pada Penyembuhan Penyakit Luka Bernanah niswa, khairun; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar; Nasution, Muhammad Amin
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2799

Abstract

Ubi jalar ungu jenis (Ipomoea batatas (L.)) Lamk ubi yang disebabkan oleh adanya pigmen ungu antosianin yang menyebar dari bagian kulit sampai dengan daging ubinya. Antosianin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk dapat dijadikan formulasi dapat dijadikan sebagai sediaan salep dan Untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan salep ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk terhadap bakteri Stapylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi: karakterisasi simplisia ubi jalar ungu, pembuatan ekstrak etanol ubi jalar ungu secara maserasi dengan pelarut etanol 96%, skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan ubi jalar ungu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode cakram dan sumuran, formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan salep terhadap bakteri Staphylococcus aureus berbagai konsentrasi, dan evaluasi sediaan (pemeriksaan organoleptis, homogenitas, penentuan pH, stabilitas fisik, daya sebar, daya lekat dan uji iritasi sediaan). Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokomia serbuk ubi jalar ungu yang memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, steroid, glikosida dan ekstrak memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, steroid. Ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk dapat dijdikan formulasi dalam sediaan bentuk salep yang baik dan memenuhi syarat mutu uji evaluasi organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, homogenitas, stabilitas fisik dan iritasi. Sediaan salep ubi jalar ungu memiliki aktivitas sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat (KUJU 20%) diameter 10,9 mm, (KUJU 25%) 15 mm, (KUJU 30%) 15,9 mm memiliki daya hambat paling tinggi
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) Harti, Sri; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3174

Abstract

Infeksi merupakan jenis penyakit yang sering terjadi, terutama infeksi pada kulit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan beberapa infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, impetigo dan infeksi luka. Bahan alam yang mempunyai potensi sebagai antibakteri adalah buah nanas. Bagian buah nanas yang sering terbuang adalah bonggolnya. Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mengandung senyawa kimia yang bermanfaat antara lain adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan glikosida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak dan aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut Etanol 96%. Metode uji aktivitas antibakteri adalah dengan difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) yang digunakan adalah 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas mengandung senyawa metabolit skeunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, glikosida. Ekstrak bonggol nanas memiliki aktivitas antibakteri dengan luas zona hambat pada konsentrasi 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50% berturut-turut adalah 0; 10,9; 15,16; 17,53; 22,2 mm. Semakin tinggi konsnetrasi maka semakin luas zona hambatnya. Analisis data menggunakan one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna dengan nilai P<0,05. Kata Kunci: Bonggol Nanas, Sabun Cair, Staphylococcus aureus
FORMULASI DAN EVALUASI SABUN TRANSPARAN DARI VCO DAN SARI LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. F.) Rina Azhari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3253

Abstract

Lidah buaya adalah salah satu sejenis kaktus yang berasal dari daerah afrika dan termasuk dalam family Liliacea. Lidah buaya memiliki manfaat sebagai obat dan juga sebagai bahan baku pada industri kosmetik. Lidah buaya juga mempunyai berbagai khasiat untuk membuat kulit agar tidak cepat kering dan berfungsi sebagai pelembab. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sari lidah buaya bisa di formulasikan sebagai sediaan sabun transparan dan digunakan sebagai antibakteri. Metode: Metode penelitian ini diawali dengan membuat sari lidah buaya, selanjutnya dibuat formula sabun transparan dengan formula modifikasi dari dewi (2022). kemudian dilakukan pengujian terhadap sabun yang sesuai dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 06.3532.1994. Meliputi uji organoleptis, uji kadar air, uji tinggi busa, uji pH, dan uji iritasi pada sukarelawan. Hasil: Hasil dari penelitian yang telah dilakukan bahwasanya sari lidah buaya dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun transparan tanpa merubah standar dari sediaan sabun transpran baik pH maupun Organoleptis. Kesimpuan: Dapat disimpulkan sari lidah buaya dapat dijadikan sabun transparan.
GAMBARAN EFEK SAMPING OBAT KEMOTERAPI PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN Ilmi Widya Sari; Kiki Rawitri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3352

Abstract

Di seluruh dunia, 40 kasus baru kanker payudara terdeteksi per 100.000 wanita setiap tahun, dengan tingkat kematian 21,5% dan tingkat deteksi kasus baru 30,5%. Kemoterapi, yang bekerja dengan membunuh sel kanker satu per satu, merupakan salah satu pilihan pengobatan. Pada tahun 2021 dan 2023, pasien yang menjalani kemoterapi kanker payudara di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan akan menjadi subjek penelitian ini. Metode penelitian pada penelitian ialah penelitian observasional cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif mulai tahun 2021 hingga 2023. Sebanyak 70 pasien memenuhi kriteria inklusi, dan besar sampel ditentukan dengan menggunakan probability sampling dengan prosedur simple random sampling. Di antara efek samping kemoterapi yang paling umum, menurut penelitian ini, adalah sebagai berikut: mual dan muntah pada 46 pasien (30,1%), alopecia pada 43 pasien (28,1%), anemia pada 29 pasien (19,0%), nyeri pada 18 pasien (11,8%), neutropenia pada 12 pasien (7,8%), konstipasi pada 3 pasien (2,0%), hipersensitivitas kulit, dan sesak napas pada 1 pasien (0,7%). Penelitian menemukan bahwa di antara pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, mual dan muntah merupakan efek samping yang paling sering dilaporkan.
Penentuan Kadar Alkaloid Total Ektstrak Akar Bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk) dengan Metode Spektofotometri Uv-Vis Hanifah, Nur; Daulay, Anny Sartika; Rahman, Fatur; Nasution, Haris Munandar
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 5 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v5i1.4788

Abstract

The Bajakah tampala tree (Spatholobus littoral hassk) is a native plant from the interior of the forests in Kalimantan, especially Central Kalimantan. This plant is a plant that stretches or grows and grows abundantly in the interior of the forest. The Bajakah plant is known to the people of Kalimantan as a medicinal plant and can cure various diseases, including diarrhea, rheumatism, and cancer. The aim of this research was to determine the alkaloid content of bajakah root extract in various concentrations. The research method was carried out experimentally, with the independent variable being an ethanol extract of bajakah roots with concentrations of 50, 70, and 96%. Meanwhile, the dependent variables are the characteristics of simplicia, the secondary metabolite content of Bajakah root ethanol extract, and the determination of the total alkaloid content of Bajakah root extract. Bajakah root simplicia extract is made with 96, 70, and 50% ethanol solvents. The parameters used in this study include water content, total ash content, acid insoluble ash content, water soluble extract content, ethanol soluble extract content, and secondary metabolite content, including alkaloids, tannins, flavonoids, saponins, steroids, and terpenoids, by conducting phytochemical screening. , making a standard caffeine solution, determining the maximum wavelength of caffeine, measuring the caffeine calibration curve, and determining the total alkaloid content of Bajakah root extract. The results of the phytochemical screening showed that Bajakah root was positive for containing alkaloid compounds, saponins, tannins, flavonoids, steroids, and terpenoids. And the results obtained from Bajakah root plants obtained from Central Kalimantan were a 96% ethanol concentration of 1.66797 ± 0.7088 mg/gram, a 70% ethanol concentration of 1.6679 ± 0.1124 mg/gram, and a 50% ethanol concentration of 0.46981 ± 1.0656 mg/gram
ANTIBACTERIAL TEST OF ETHANOLIC EXTRACT NANOPARTICLES FROM ARUM MANIS MANGO LEAVES (MANGIFERA INDICA L. VAR. ARUM MANIS) AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS Lubis, Nadya Frestika; Rahayu, Yayuk Putri; Nasution, Haris Munandar; Lubis, Minda Sari
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i2.1687

Abstract

Secondary metabolites with antibacterial properties have been found in arummanis mango leaves. Alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids, and steroids, especially the mangiferin molecule found in several mango varieties, are also present in arum manis mango leaf extract. Mangiferin has shown action on Staphylococcus aureus as an antibacterial agent that can prevent the development of bacteria. Staphylococcus aureus is one of the bacteria that triggers skin infections. In this research, extract nanoparticles and inhibition tests against staphylococcus aureus bacteria were prepared using extract nanoparticles and ethanol extract of arum manis mango leaves. The manufacture of nanoparticles in this study was carried out because smaller and nanometer-sized materials have more special chemical and glass characteristics; their small size has a greater surface area to volume ratio than larger particles. Nanoparticles are small particles ranging in size from 1 to 1000 nm. A particle size analyzer is used to characterize nanoparticles. Using the disc diffusion method, antibacterial activity tests were carried out at concentrations of 25%, 50%, and 75%, using nanoparticle extracts, and 2.5%, 5%, and 7.5% for extract concentration. The results of the extract nanoparticle size characterization were 40.2 nm. The bacterial inhibition zones of arum manis mango leaf extract obtained at concentrations of 25%, 50%, and 75% were 11.9, 14.4, and 15.4 mm, respectively. Meanwhile, the inhibition zones of nanoparticle bacteria extract 2.5%, 5%, and 7.5% were 15.5, 17.5, and 18.3 mm, respectively. The concentration of 2.5% nanoparticle extract has the inhibition power of bacteria equivalent to that of 75% ethanol extract, so it says that the nanoparticles can reduce the size dose and have an inhibition power in the moderate sensitivity category.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK METANOL KAYU KUNING (Arcangelisia flava (L.) Merr.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI METANOL DETERMINATION OF TOTAL PHENOLIC CONTENT OF YELLOW WOOD (Arcangelisia flava (L.) Merr.) Methanol EXTRACT WITH VARIOUS METHANOL Hasanah, Qori; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto, Ridwanto; Nasution, Haris Munandar
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i3.6085

Abstract

Salah satu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu kayu kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr.) yang terkandung dalam batangnya adalah alkaloid, fenolik, flavonoid saponin, dan tanin. Senyawa fenolik mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Senyawa fenolik adalah senyawa kimia yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi dan gugus kromofor dapat ditentukan kadarnya menggunakan metode spektrofotometri. Perbedaan dari metode dan penggunaan pelarut untuk menyari ekstrak berbeda dapat mempengaruhi kadar dan jenis senyawa fenolik yang akan diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan kandungan total kadar fenolik dari ekstrak metanol kayu kuning dengan berbagai konsentrasi dari pelarut methanol 99,8%, 70% dan 50% menggunakan Spektrofotometri UV–VIS. Hasil skrining fitokimia pada ekstrak metanol kayu kuning bahwa terdapat kandungan golongan senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, steroid/triterpenoid, saponi dan glikosida. Penentuan kadar fenolik total dilakukan dengan menentukan panjang gelombang maksimum asam galat, operating time, pengukuran kurva kalibrasi asam galat dan perhitungan kadar fenolik total dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penentuan kadar fenolik total pada ekstrak metanol kayu kuning 99,8% sebesar 81,61002 ± 0,248610176 mg GAE/g sampel, 70% sebesar 68,8756 ± 0,24837736 mg GAE/g sampel dan 50% sebesar 57,7894 ± 0,13110763709 mg GAE/g sampel. One of the plants that contains secondary metabolite compounds is yellow wood (Arcangelisia flava (L.) Merr.), which contains alkaloids, phenolics, flavonoids, saponins and tannins in its stems. Phenolic compounds have activity as antioxidants. Phenolic compounds are chemical compounds that have conjugated double bonds and chromophore groups that can be determined using spectrophotometric methods. Differences in methods and use of solvents to extract different extracts can influence the levels and types of phenolic compounds that will be obtained. The aim of this research was to determine the secondary metabolite content and total phenolic content of yellow wood methanol extract with various concentrations of 99.8%, 70% and 50% methanol solvent using UV-VIS Spectrophotometry. The research results Phytochemical screening of methanol extract of yellow wood showed that it contained chemical compounds such as alkaloids, flavonoids, phenolics, tannins, steroids/triterpenoids, saponi and glycosides. Determination of total phenolic content was carried out by determining the maximum wavelength of gallic acid, operating time, measuring the gallic acid calibration curve and calculating total phenolic content using the UV-Vis spectrophotometric method. The results of determining the total phenolic content in 99.8% methanol extract of yellow wood were 81.61002 ± 0.248610176 mg GAE/g, 70% were 68.8756 ± 0.24837736 mg GAE/g and 50% were 57.7894 ± 0 .13110763709 mg GAE/g sample).
KARAKTERISASI SIMPLISIA SKRINING FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL HERBA BINTARO (Cerbera manghas L.) TERHADAP Artemia salina Leach Nasution, Haris Munandar; Fatimah, Cut; Syara, Nurdiani
Jurnal Farmanesia Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v6i1.2741

Abstract

The use of anticancer chemotherapy with chemicals has not given optimal results because the drug does not work specifically, in addition to attacking cancer cells it also damages normal cells. Bintaro (Cerbera mangha L.) is a wild plant that contains secondary metabolites which have been shown to have a wide range of therapeutic applications. Several studies have stated that Bintaro has activities as aanti cancer. The purpose of this researchto know the characteristics of Bintaro herb simplicia (Cerbera manghas L.) which can be determined using the procedures listed in the Materia Medika Indonesia book, knowing the class of secondary metabolites contained in the ethanol extract of bintaro herbs (Cerbera manghas L.), andknowing the level of toxicity of the ethanol extract of the herb bintaro (Cerbera manghas L.). The method used in this research is experimental with the post-test only controlled group design. The results of the characterization on the organoleptic test of Bintaro herb simplicia, namely the leaves are dark brown, the taste is slightly bitter then bitter, the stems are dark brown and shrinking, the smell is distinctive and tasteless, and the flowers are dark brown, characteristic odor and tasteless, after being ground to a powder. dark brown. The results of the microscopic test, the leaf herb simplicia samples obtained fragments, namely diasitic type stomata, spiral vessel fragments and upper epidermis fragments with palisade cells. As for the stem herbs, there were tissue fragments of sclerenchyma fibers, vessel fragments, parenchymal fragments with clumps of brown secretions. Sclereid fragments were found in the floral herb samples.6%, for determination of water-soluble extract content obtained = 20.06%, ethanol soluble extract content = 2.18%, total ash content = 12.62%, acid insoluble ash content = 6.11%. positive bintaro herbs contain compounds of alkaloids, flavonoids, steroids, tannins and saponins. From the calculation of the LC50 value, it can be concluded that the entanol extract of the Bintaro herb is included in the very toxic category with a value ofLC50 < 30 g/mlthat is9.35g/mL.
Co-Authors Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Adyani Maulinda Ahmad Rasyid Ridho Alaina, Nadila Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Ananda , Nadia Andjelie, Tiara Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Aris Munandar Aryunda, Divia Asmarani, Asmarani Aulia Fitri, Aulia Aulia Sari Auza , Maharani Ayu , Tri Indah Pagar Azhar, Gustika Barutu, Liza Anisa Shevia Basaniah Basaniah Bilal, Mohd. BJ Sutrisna Cici Andriani Cindy Priscilia Cindy Widya Rosa Br Simarmata Cut Dian Mala Luthfia Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Daulay , Anny Sartika Delvi Amira Hutagaol Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Dini Rahmadani Dwi Jati, Fatma Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Ercha Minanda Fahmi Fahmi Farida Yani Fathur Rahman Fatimah, Cut fatur Rahman, fatur Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Fitri, Nurul Fitri, Raissa Friyani, Lilah Gabena Indrayani Dalimunthe Gultom, Syarifah Elena Hafizha, Putri Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Supia Indah Hastri Kholifah Humaira, Yara Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ihsan Fadhilah Ika Yeni Siahaan Ilmi Widya Sari Imelda Natasia Br S Meliala Indah Nasution Indah Triutami Harahap Indrayani, Gabena Junia Fitri Hayani Khofifah , Nur Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Leni Safriani Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lubis, Minda Sari lubis, muhammad fauzan Lubis, Nadya Frestika Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Alfaruqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Mambang , D.Elysa Putri Mambang, D. Elsya Putri Mambang, Elysa Putri Maya Syafira Mayani, Nurhikma Meutia, Cut Miftahul Jannah Minda Sar Lubis Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Wahyu Ikhsan, Muhammad Wahyu Ikhsan Munaziatul Jannah Munthe, Herlina Nasri Nasri, Nasri Nasution , Muhammad Amin Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Wardah Natasya, Siti Adinda Nazirah, Nazirah Nazuhra, Oca Nelsa Fahira Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Nofa Lismandaria Novika Utami Nur Hanifah Nuraida Nuraida Nuratika, Eli Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Nurul Hasanah Ovalina Sylvia Br. Ginting Pandapotan Nasution, M. Pertiwi, Rahma Prasetyo , Healthy Aldriany Purba , Intan Sabila Putri Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Intan Sari Putri Khairani Putri Mambang, D. Elysa Putri Rahayu, Yayuk Putri, Nadya Iwani Rafika, Intan Maya Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafliza , Rista Rahayu , Yayuk Putri Rahmadani , Adevika Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rawitri, Kiki Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Rina Azhari Ritonga , Septi Ani Riza Syafira Rizki, Ayu Fadillah RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Siti Sabila , Anisa Safira , Liyuza Safitri , Nurhaliza sahrianti, Hikmah Sari, Syilvi Rinda Sarmadansyah Sarmadansyah Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Satri Situmorang, Rati Selfia Lestary Sepriani, Ananda Sinaga, Novita Yulianti Siregar , Anisah Siti Aisyah Jamil Situmorang, Lusi Grasia Situmorang, Rati Satri Sony , Suyefri Sri Harti Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafira, Nona Syaiful Bahri Syalsabila Putri Syara, Nurdiani Syarifah Elena Gultom Tawir Rina Rezeki Tri Damaiyanti Trizaldi, Asep Try Santi Kisria Darsih Ummi Khairani Rambe Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri Widya Sari Widya Sari Widya, Rizka Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zannah , Muhamad Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani