Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining fitokimia dan isolasi senyawa flavonoid dari ekstrak etanol biji buah menteng (Baccaurea racemosa (Reinw.) Müll.Arg). Sarmadansyah Sarmadansyah; Haris Munandar Nasution; Anny Sartika Daulay; Daeng Elysa Putri Mambang
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.304

Abstract

Menteng or kepundung is a fruit-producing tree. At first glance, Menteng or kepundung fruit resembles duku fruit with a variety of tastes (sour) and sweet. Menteng originates from Malaysia, Sumatra, Java and Bali. The purpose of this study was to determine the class of chemical compounds found in Menteng fruit seeds and to determine the characteristics of the fruit seed extract isolates by UV spectrophotometry and IR spectrophotometry. This research includes several processes, namely manufacturing simplicia from menteng fruit seeds, phytochemical screening, and simplicia characterisation. The process of making extracts from menteng fruit seed Simplicia, after that extract analysis using paper chromatography (KKt) method, then separation (isolation) of the extract with preparative paper chromatography (KKt) method, tested the purity of isolates by two-way paper chromatography (KKt), and characterisation of isolate crystals by UV spectrophotometry and IR spectrophotometry. The results of the simplicial characterisation of Menteng fruit seeds (Baccaurea racemose (Reinw.) Müll. Arg) are 4% water content, 36.81% seawater content, 8.79% ethanol soluble extract, 1.26% ash content, 1.26% ash content. Insoluble 0.5% acid. Phytochemical screening showed positive alkaloids, flavonoids, steroids/triterpenoids and glycosides, while tannins and saponins were negative. From 400 grams of simplicia, 93.3 grams of condensed extract was produced. Characterisation of isolate crystals UV spectrophotometry showed a wavelength of 280 nm, which is suspected to be a flavonoid. The results of the IR spectrophotometry showed aliphatic O-H, C-H, C=O, C-H, C-O and C=C groups.
Skrining fitokimia dan isolasi senyawa steroid/triterpenoid dari ekstrak n-heksana daun Pepaya (Carrica papaya L) Cindy Widya Rosa Br Simarmata; Haris Munandar Nasution; M Pandapotan Nasution; Yayuk Putri Rahayu
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.324

Abstract

In Indonesia, papaya plants are common in several areas, from Sabang to Merauke. As a tropical country, almost all corners of Indonesia have various shapes and different types of papayas. Papaya leaves (Carica papaya L.) contain tannins, alkaloids, flavonoids, terpenoids, and saponins which act as antiparasitics. This research aims to determine the results of the chemical compound groups found in papaya leaves (Carica papaya L.). To determine the characteristics of isolates from n-hexane extract of papaya leaves (Carica papaya L.) using UV and IR spectrophotometry. This research includes making simplicia from papaya leaves, then phytochemical screening, then simplicia characterization, then making extracts from papaya leaf simplicia, after that analysis of the extract using the thin layer chromatography (TLC) method, then isolation using column chromatography (KK), purity testing using Two-way thin layer chromatography (TLC) and the isolation obtained were identified using ultraviolet (UV) spectrophotometry and infrared (IR) spectrophotometry. The results of the characterization of the Carica papaya L Simplicia showed that the water content was 4%, the water-soluble essence content was 16.64%, the ethanol-soluble essence content was 11.6%, the total ash content was 9.88%, the ash content was 0. 66%, the results of the phytochemical screening of Carica papaya L., simplicial contain steroid/triterpenoid compounds, alkaloids, flavonoids, saponins, tannins. The results of the isolated analysis showed that the isolate obtained was a violet-colored steroid/triterpenoid compound. The isolate obtained was analyzed using UV light spectrophotometry, giving an absorbance at a wavelength of 207 nm, indicating that there was a chromophore group. The IR spectrophotometry results showed OH, aliphatic CH, and CH2 groups, CH3, C=O and CO.
Skrining fitokimia dan isolasi senyawa steroid/triterpenoid dari ekstrak n-heksana biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lam). Tawir Rina Rezeki; Haris Munandar Nasution; M Pandapotan Nasution; Yayuk Putri Rahayu
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.331

Abstract

Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) merupakan tumbuhan yang dapat berkembang dengan baik di wilayah tropis seperti Indonesia. Biji Nangka mengandung senyawa kimia jenis steroid/triterpenoid, termasuk beberapa jenis steroid yang memiliki manfaat sebagai bahan dalam obat-obatan, seperti estrogen, progestin, dan kardenolida. Penelitian bertujuan untuk melakukan pengujian secara fitokimian dan juga mengisolasi senyawa steroid/ triterpenoid biji Nangka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, termasuk proses ekstraksi senyawa dengan metode maserasi dan isolasi senyawa aktif melalui kromatografi kolom. Identifikasi isolat murni dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV dan spektrofotometri IR. Hasil skrining fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa steroid/triterpenoid, glikosida, dan alkaloida dalam sampel. Isolat tersebut memiliki warna ungu dengan nilai RF 0,25, dan puncak absorbansi maksimum terletak pada panjang gelombang 208,20 nm, menunjukkan adanya gugus kromofor. Hasil spektrofotometri IR menunjukkan adanya gugus seperti OH, -CH alifatis, CH2, CH3, C=O, C-O, dan C=C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa isolat yang diperoleh termasuk dalam golongan senyawa steroid/triterpenoid.  
SOSIALISASI PEMANFAATAN YOGURT UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI KEPADA MITRA PENGELOLA ZAKAT YAYASAN PENDIDIKAN AMALIYAH KECAMATAN MEDAN TEMBUNG Yayuk Putri Rahayu; Haris Munandar Nasution Nasution; Supiyani Supiyani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21628

Abstract

Yogurt diketahui dapat menurunkan hipertensi dikarenakan dalam yogurt mengandung bakteri probiotik yang dapat mendorong pelepasan protein yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan kegiatan PKM ini adalah memberikan sosialisasi pengetahuan tentang pemanfaatan yogurt untuk menurunkan hipertensi kepada Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Yayasan Pendidikan Amaliyah kelompok forum silaturahmi Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Al-Hikmah kecamatan Medan Tembung. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah: (1) Penyuluhan (sosialisasi) ceramah pentingnya yogurt untuk menurunkan hipertensi, dan (2) Pemberian pengetahuan berbagai jenis contoh produk yogurt. Kegiatan PKM dilakukan dengan beberapa tahap: (1) Tahap survey, melakukan kerjasama dengan mitra, dan menentukan tema kegiatan; (2) Tahap persiapan PKM; (3) Tahap penyuluhan dan sosialisasi, dan penyampaian materi; dan (4) Tahap penyampaian berbagai contoh jenis produk yogurt. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PKM ini adalah pengetahuan mitra peserta PKM tentang yogurt dapat menurunkan hipertensi meningkat menjadi 71.21% dari rata-rata nilai pengetahuan 4.40 menjadi 7.53. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian PKM ini adalah (1) Peserta mitra menjadi mendapatkan pengetahuan tentang yogurt dapat menurunkan hipertensi, dan (2) Peserta mitra mendapatkan pengetahuan berbagai contoh jenis yogurt. Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dari segi kesehatan di keluarga dan masyarakat.
OPTIMASI PEMBUATAN TEPUNG TALAS TERMODIFIKASI (Modified Taro Flour) DENGAN FERMENTASI Lactobacillus casei BERDASARKAN KADAR PROTEIN Imelda Natasia Br S Meliala; Anny Sartika Daulay; Ridwanto Ridwanto; Haris Munandar Nasution
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1110

Abstract

Ketergantungan penggunaan tepung terigu dapat dikurangi dengan menggunakan sumber karbohidrat lainnya seperti talas yang merupakan pangan lokal. Lactobacillus casei adalah salah satu spesies Bakteri Asam Laktat yang dapat menggunakan selobiosa sebagai sumber nutrisinya. Diperkirakan Lactobacillus casei dapat mendegresi sel umbi talas agar meningkatkan kadar protein talas. Diantara faktor yang dapat mempengaruhi kondisi fermentasi untuk menghasilkan tepung termodifikasi yang optimal adalah waktu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimasi fermentasi umbi talas terhadap organoeleptis dan kadar protein pada tepung talas termodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dua optimasi waktu fermentasi yaitu fermentasi 48 jam dan fermentasi 72 jam dan uji karakterisasi yaitu uji organoleptis, uji kadar air, uji kadar abu dan uji kadar protein. Hasil penelitian ini menunjukkan organoleptis tepung mocaf, tepung talas, tepung talas termodifikasi berwarna coklat dan putih kecoklatan, bau sedikit asam dan tekstur yang halus. Kadar protein mocaf yaitu 2,17, tepung talas 2,33%, tepung talas termodifikasi 48 jam 3,16%, tepung talas termodifikasi 72 jam 3,53%. Kadar air tepung mocaf 11,31%, tepung talas 8,67%, tepung talas termodifikasi sebesar 10,81%. Kadar abu tepung mocaf 1,13%, tepung talas 2,73%, tepung talas termodifikasi 1,82%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa  fermentasi 72 jam merupakan hasil yang optimal.
Uji Aktivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Durian (Durio Zibethinus L.) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Riza Syafira; D Elysa Putri Mambang; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 3 (2023): Juli: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikg.v1i3.1513

Abstract

Durian leaves have secondary metabolites, namely flavonoids. Flavonoids have shown a wide range of bioactivity, one of which is an antipyretic effect which can be used as a febrifuge. This study aims to examine the antipyretic activity of the ethanol extract of durian leaves (Durio zibethinus L.) against male white rats (Rattus norvegicus) induced by DPT-HB-Hib vaccine. This study uses an experimental method. In this study, durian leaf extract was processed by maceration using 96% ethanol, then treated with secondary metabolites of simplicia and its ethanol extract. To pay for the antipyretic activity of durian leaves (Durio zibethinus L.) the test animals used were 25 and divided into 5 groups, namely negative control (CMC 0.5%), positive control (Paracetamol 1%) and the test dose group, namely the administration of leaf extract durian 200 mg/kg, 300 mg/kg and 400 mg/kg. Each rat was induced intramuscularly with the DPT-HB-Hib vaccine. Temperature measurements were carried out rectally with initial temperature measurements at 5 minute intervals 3 times, 1 hour after induction and 30 minutes for 3 hours. The data obtained were analyzed using the One-way ANOVA (Analysis of Variance) test and the Tukey HSD test. Based on the results of the study, it was shown that the results of the phytochemical screening of durian leaves contained flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, steroids/triterpenoids. Of the three doses that experienced a decrease in temperature that was not significantly different from paracetamol, namely at a control dose of 300 mg/kg, because this decrease in temperature was almost close to paracetamol which was positive.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Ekstrak Salep Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas (L.)) Lamk terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus pada Penyembuhan Penyakit Luka Bernanah niswa, khairun; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar; Nasution, Muhammad Amin
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2799

Abstract

Ubi jalar ungu jenis (Ipomoea batatas (L.)) Lamk ubi yang disebabkan oleh adanya pigmen ungu antosianin yang menyebar dari bagian kulit sampai dengan daging ubinya. Antosianin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk dapat dijadikan formulasi dapat dijadikan sebagai sediaan salep dan Untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan salep ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk terhadap bakteri Stapylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi: karakterisasi simplisia ubi jalar ungu, pembuatan ekstrak etanol ubi jalar ungu secara maserasi dengan pelarut etanol 96%, skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan ubi jalar ungu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode cakram dan sumuran, formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan salep terhadap bakteri Staphylococcus aureus berbagai konsentrasi, dan evaluasi sediaan (pemeriksaan organoleptis, homogenitas, penentuan pH, stabilitas fisik, daya sebar, daya lekat dan uji iritasi sediaan). Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokomia serbuk ubi jalar ungu yang memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, steroid, glikosida dan ekstrak memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, steroid. Ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.)) Lamk dapat dijdikan formulasi dalam sediaan bentuk salep yang baik dan memenuhi syarat mutu uji evaluasi organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, homogenitas, stabilitas fisik dan iritasi. Sediaan salep ubi jalar ungu memiliki aktivitas sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat (KUJU 20%) diameter 10,9 mm, (KUJU 25%) 15 mm, (KUJU 30%) 15,9 mm memiliki daya hambat paling tinggi
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) Harti, Sri; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3174

Abstract

Infeksi merupakan jenis penyakit yang sering terjadi, terutama infeksi pada kulit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan beberapa infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, impetigo dan infeksi luka. Bahan alam yang mempunyai potensi sebagai antibakteri adalah buah nanas. Bagian buah nanas yang sering terbuang adalah bonggolnya. Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mengandung senyawa kimia yang bermanfaat antara lain adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan glikosida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak dan aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut Etanol 96%. Metode uji aktivitas antibakteri adalah dengan difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) yang digunakan adalah 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas mengandung senyawa metabolit skeunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, glikosida. Ekstrak bonggol nanas memiliki aktivitas antibakteri dengan luas zona hambat pada konsentrasi 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50% berturut-turut adalah 0; 10,9; 15,16; 17,53; 22,2 mm. Semakin tinggi konsnetrasi maka semakin luas zona hambatnya. Analisis data menggunakan one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna dengan nilai P<0,05. Kata Kunci: Bonggol Nanas, Sabun Cair, Staphylococcus aureus
FORMULASI DAN EVALUASI SABUN TRANSPARAN DARI VCO DAN SARI LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. F.) Rina Azhari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3253

Abstract

Lidah buaya adalah salah satu sejenis kaktus yang berasal dari daerah afrika dan termasuk dalam family Liliacea. Lidah buaya memiliki manfaat sebagai obat dan juga sebagai bahan baku pada industri kosmetik. Lidah buaya juga mempunyai berbagai khasiat untuk membuat kulit agar tidak cepat kering dan berfungsi sebagai pelembab. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sari lidah buaya bisa di formulasikan sebagai sediaan sabun transparan dan digunakan sebagai antibakteri. Metode: Metode penelitian ini diawali dengan membuat sari lidah buaya, selanjutnya dibuat formula sabun transparan dengan formula modifikasi dari dewi (2022). kemudian dilakukan pengujian terhadap sabun yang sesuai dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 06.3532.1994. Meliputi uji organoleptis, uji kadar air, uji tinggi busa, uji pH, dan uji iritasi pada sukarelawan. Hasil: Hasil dari penelitian yang telah dilakukan bahwasanya sari lidah buaya dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun transparan tanpa merubah standar dari sediaan sabun transpran baik pH maupun Organoleptis. Kesimpuan: Dapat disimpulkan sari lidah buaya dapat dijadikan sabun transparan.
GAMBARAN EFEK SAMPING OBAT KEMOTERAPI PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN Ilmi Widya Sari; Kiki Rawitri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3352

Abstract

Di seluruh dunia, 40 kasus baru kanker payudara terdeteksi per 100.000 wanita setiap tahun, dengan tingkat kematian 21,5% dan tingkat deteksi kasus baru 30,5%. Kemoterapi, yang bekerja dengan membunuh sel kanker satu per satu, merupakan salah satu pilihan pengobatan. Pada tahun 2021 dan 2023, pasien yang menjalani kemoterapi kanker payudara di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan akan menjadi subjek penelitian ini. Metode penelitian pada penelitian ialah penelitian observasional cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif mulai tahun 2021 hingga 2023. Sebanyak 70 pasien memenuhi kriteria inklusi, dan besar sampel ditentukan dengan menggunakan probability sampling dengan prosedur simple random sampling. Di antara efek samping kemoterapi yang paling umum, menurut penelitian ini, adalah sebagai berikut: mual dan muntah pada 46 pasien (30,1%), alopecia pada 43 pasien (28,1%), anemia pada 29 pasien (19,0%), nyeri pada 18 pasien (11,8%), neutropenia pada 12 pasien (7,8%), konstipasi pada 3 pasien (2,0%), hipersensitivitas kulit, dan sesak napas pada 1 pasien (0,7%). Penelitian menemukan bahwa di antara pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, mual dan muntah merupakan efek samping yang paling sering dilaporkan.
Co-Authors Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Adyani Maulinda Ahmad Rasyid Ridho Alaina, Nadila Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Ananda , Nadia Andjelie, Tiara Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Aris Munandar Aryunda, Divia Asep Trizaldi Asmarani, Asmarani Aulia Fitri, Aulia Aulia Sari Auza , Maharani Ayu , Tri Indah Pagar Azhar, Gustika Barutu, Liza Anisa Shevia Basaniah Basaniah BJ Sutrisna Cici Andriani Cindy Priscilia Cindy Widya Rosa Br Simarmata Cut Dian Mala Luthfia Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Daulay , Anny Sartika Delvi Amira Hutagaol Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Dini Rahmadani Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Ercha Minanda Farida Yani Fathur Rahman Fatimah, Cut Fatma Dwi Jati fatur Rahman, fatur Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Fitri, Nurul Fitri, Raissa Friyani, Lilah Gabena Indrayani Dalimunthe Gultom, Syarifah Elena Hafizha, Putri Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Supia Indah Hastri Kholifah Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ihsan Fadhilah Ika Yeni Siahaan Ilmi Widya Sari Imelda Natasia Br S Meliala Indah Nasution Indah Triutami Harahap Indrayani, Gabena Junia Fitri Hayani Khofifah , Nur Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Leni Safriani Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lubis, Minda Sari Lubis, Nadya Frestika Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Alfaruqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Mambang , D.Elysa Putri Mambang, D. Elsya Putri Mambang, Elysa Putri Maya Syafira Meutia, Cut Miftahul Jannah Minda Sar Lubis Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Wahyu Ikhsan Muhammad Wahyu Ikhsan Munaziatul Jannah Munthe, Herlina Nasution , Muhammad Amin Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Natasya, Siti Adinda Nazirah, Nazirah Nazuhra, Oca Nelsa Fahira Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Nofa Lismandaria Novika Utami Nur Hanifah Nuraida Nuraida Nuratika, Eli Nurliansyah, Nurliansyah Nurul Hasanah Ovalina Sylvia Br. Ginting Pertiwi, Rahma Prasetyo , Healthy Aldriany Purba , Intan Sabila Putri Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Intan Sari Putri Khairani Putri Mambang, D. Elysa Putri Rahayu, Yayuk Putri, Nadya Iwani Rafika, Intan Maya Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafita Yuniarti Rafliza , Rista Rahayu , Yayuk Putri Rahmadani , Adevika Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rati Satri Situmorang Rawitri, Kiki Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rina Azhari Ritonga , Septi Ani Riza Syafira RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Siti Sabila , Anisa Safira , Liyuza Safitri , Nurhaliza sahrianti, Hikmah Sari, Syilvi Rinda Sarmadansyah Sarmadansyah Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Sepriani, Ananda Sinaga, Novita Yulianti Siregar , Anisah Siti Aisyah Jamil Situmorang, Lusi Grasia Situmorang, Rati Satri Sony , Suyefri Sri Harti Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafira, Nona Syalsabila Putri Syara, Nurdiani Syarifah Elena Gultom Tawir Rina Rezeki Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Wahdaniati , Tri Widya Sari Widya Sari Widya, Rizka Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zannah , Muhamad Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani