Articles
Penguatan kualitas pembelajaran berbasis kurikulum OBE melalui lesson study di LPK
Kadek Suranata;
Gede Eka Budi Darmawan;
Nyoman Ari Surya Darmawan;
Ketut Susiani;
Luh Wawas Wati
Lentera Negeri Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/991280
Tantangan yang dihadapi LPK pariwisata untuk meningkatkan kualitas lulusan memerlukan upaya untuk melakukan perbaikan kurikulum dan peningkatan kualitas instruksional. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pendampingan penguatan kualitas pembelajaran berbasis kurikulum OBE di LPK OTC Bali melalui kegiatan lesson study. Metode kegiatan yang digunakan meliputi lokakarya, workshop, pendampingan unjuk kerja dan FGD. Peserta kegiatan meliputi managamen dan instruktur LPK OTC Bali sebanyak 67 orang dan 120 mahasiswa. Evaluasi terhadap capaian setiap tahap kegiatan diukur melalui metode angket dan penilaian hasil unjuk kerja. Hasil evaluasi pelaksanaan program kegiatan ini menunjukkan bahwa (1) setelah dilaksanakan sosialisasi, pemahaman peserta kegiatan PkM cenderung berada pada tingkat baik sekali dan pada tingkat pemahaman yang baik, (2) hasil workshop pengembangan kurikulum dan perangkat instruksional menunjukkan kemampuan para peserta kegiatan dalam penyusunan kurikulum berbasis OBE pada semua indikator cenderung pada tingkat sangat baik dan baik, dan (3) tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kurikulum yang digunakan instruktur serta implementasi intruksional oleh instruktur setelah pelaksanaan dua siklus lesson study pada dua aspek yang diukur dan pada setiap indikator mencapai target yang ditetapkan, yaitu >75%. Hasil tersebut merekomendasikan kepada LPK menggunakan lesson study sebagai metode mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, meningkatkan kemampuan instruktur serta kualitas intruksional di LPK.
Kelayakan Konseling Behavioral Dengan Teknik Modeling Berbasis Website LSM Schoology Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Siswa SMA
Farhani A.R;
Kadek Suranata;
I Ketut Gading
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 3 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08967011
Studi ini bertujuan untuk menguji keberterimaan (acceptebillity) dan mengetahui efektivitas panduan konseling behavioral teknik modeling berbasis website LSM Schoology dalam meningkatkan tanggung jawab belajar siswa. Studi ini dilakukan berdasarkan prosedur penelitian pengembangan mengikuti model pengembangan 4D oleh Triagarajan. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 orang praktisi dan ahli yang menilai sistem konseling secara teoritis, juga melibatkan 30 orang siswa sebagai responden uji coba terbatas keefektifan sistem konseling. Data tentang keberterimaan, kemudahan akses, dan kebermanfaatan sistem dan modul konseling diperoleh melalui skala AAF, dan data tanggung jawab belajar diperoleh melalui skala tanggung jawab belajar. Analisis data terkait keberterimaan sistem konseling atau validitas teoretis berdasarkan penilaian praktisi dan ahli dilakukan menggunakan perhitungan content validity ratio. Analisis stastitik uji t-test untuk menguji efektifitas sistem konseling setelah uji coba terbatas. Tanggapan siswa peserta uji coba terhadap keberterimaan, kemudahan akses dan kebermanfaatan konseling behavioral dengan teknik modeling berbasis website LMS Schoology dideskripsikan dan dilakukan analisis presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dan panduan konseling behavioral memiliki indeks validitas isi atau CVI sebesar 1 yang berarti sangat baik. Uji efektifitas melalui uji emperik terbatas menunjuukan bahwa nilai t sebesar 2,86 pada p> 0.05 yang menunjukkan bahwa konseling behavioral teknik modeling berbasis website LMS schoology efektif meningkatkan tanggung jawab belajar siswa. Tanggapan siswa terhadap keberterimaan, kemudahan akses dan kebermanfaatan sistem dan panduan konseling dalam kategori baik, dengan indeks rata-rata lebih dari 50% siswa setuju sistem konseling dan modul panduan mudah dipahami dan dilaksanakan, mudah diakses dan bermanfaat. Hasil penelitian ini berimplikasi terhadap pengembangan dan inovasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah berbasis ICT, khususnya menggunakan LMS.
Pengembangan Panduan Konseling Behavioral dengan Teknik Self-Management Berbasis Website LMS Schoology Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Ketut Asta Suputra;
Kadek Suranata;
Gede Nugraha Sudarsana
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 3 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08968011
Studi ini bertujuan untuk menguji keberterimaan dan keefektifan konseling behavioral dengan teknik self-management berbasis website LMS Schoology dalam meningkatkan minat belajar pada siswa. Panduan ini merupakan instrumen bagi guru BK dalam menyelenggarakan layanan bimbingan konseling di sekolah. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengikuti model pengembangan 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan (1974) yang terbatas hanya pada pengujian validasi isi. Terdapat 3 orang pakar dan praktisi bimbingan dan konseling yang telah menguji kelayakan panduan ini. Instrumen yang digunakan untuk penilaian terdiri dari 14 item yang mengacu pada keterimaan buku panduan. Analisis hasil penilaian menggunakan formulasi perhitungan content validity ratio dari Lawshe (1975). Hasil analisis menunjukkan validasi ahli buku panduan model konseling behavioral memiliki indeks validitas isi (CVI) sebesar 1 yang berarti sangat baik atau istimewa. Berdasarkan hasil tersebut maka buku panduan konseling behavioral dengan teknik self-management berbasis website LMS Schoology untuk meningkatkan minat belajar siswa yang dikembangkan dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan sebagai instrumen dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling. Uji coba efektivitas panduan diujikan terhadap 30 siswa. Hasil pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan metode one group paired sample t-test dengan program SPSS menunjukkan bahwa panduan konseling behavioral dengan teknik self-management berbasis website LMS Schoology efektif meningkatkan minat belajar siswa.
KeIayakan dan Keefektifan Sistem KonseIing Perilaku dengan Teknik Desensitisasi Sistematis daIam LMS Schoology untuk MeminimaIisasi Tingkat Kecemasan BeIajar Siswa
Ni Wayan Suari;
Kadek Suranata;
Gede Nugraha Sudarsana
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 3 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08969011
Studi ini bertujuan untukmenguji keberterimaan dan keefektivan panduan konseling behavioral dengan teknik desensitisasi sistematis berbasis website LMS Schoology untuk meminimalisasi tingkat kecemasan belajar pada siswa SMP. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan langkah bersumber dari design 4D, yakni langkah devine, design, develop, dan desimintation. Untuk pengujian kelayakan panduan secara teoretis, 3 orang ahli bimbingan dan konseling danseorang konselor sekolah dilibatkan dalam menilai sistem dan panduan konseling. Untuk pengujian validitas emperis, 30 orang siswa diundang sebagai responden uji coba terbatas. Instrumen penilaian yang dipakai terdiri dari 14 poin pernyataan yang merujuk pada keberterimaan panduan dan skala kecemasan belajar siswa dipakai untuk indikator dampak antara sebelum dan setelah siswa mengikuti konseling. AnaIisis vaIiditas memakai formuIasi perhitungan content vaIidity ratio dari Iawshe. HasiI peneIitian menampakkan vaIiditas isi (CVI) sempurna dengan skor 1 yang menampakkan bahwasanya panduan konseIing behavioraI tenik desensitisasi sistematis yang dikembangkan memenuhi kriteria keIayakan. Tanggapan siswa terhadap keberterimaan, kemudahan akses, dan kebermanfaatan sistem dan panduan dengan index sebesar 93,57%, yang menampakkan respon mereka Sangat Baik. Hasil uji efektivitas dengan membandingkan tingkat kecemasan siswa antara sebelum dan setelah mengikuti program konseling yang menampakkan penurunan yang signifikan. Hal ini menampakkan panduan konseIing behavioraI teknik desensitisasi sistematis efektif untuk meminimaIisasi tingkat kecemasan beIajar siswa. HasiI peneIitian ini berimplikasi terhadap pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk menurunkan tingkat kecemasan.
Pengembangan Instrumen Pengukuran Prokrastinasi Siswa Sekolah Menengah Pertama
Ketut Sudi Aning;
Kadek Suranata;
Kadek Ari Dwiarwati
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 3 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/0086223293-00-0
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur dan menguji kelayakannya sehingga menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel dalam megukur tingkat prokrastinasi pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). penelitian ini di susun dengan menggunakan prosedur model penelitia pengembangan (Research & Development) dengan model pengembangan oleh Thiagarajan yaitu 4D (four-D): define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan).. Subyek dalam penelitian pengembangan ini meliputi 5 pakar, yakni 3 dosen bimbingan konseling FIP Undiksha dan 2 guru bimbingan konseling di SMP Laboratorium dan SMP N 1 Banjar . Metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas isi, uji validitas empiris dan uji reliabilitas. Pada uji validitas isi menggunakan rumus Formula Lawshe (1975), yaitu Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Indeks (CVI) dengan hasil ∑CVR = 40 dan CVI 1 . Untuk uji validitas empiris, diperoleh melalui hasil uji coba instrumen kepada responden sebanyak 200 siswa.Diketahui bahwa hasil uji validitas empiris yaitu rhit > rtab dengan rumus pearson product moment melalui aplikasi SPSS, yang berarti semua butir instrumen memiliki status yang valid atau terpakai. Lalu pada uji reliabilitas, hasil perhitungan menunjukkan koefisien reliabilitas instrumen pengukuran prokrastinasi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 0.938 dengan responden sebanyak 200 siswa, apabila dibandingkan dengan rtab sebesar 0.244 pada taraf signifikansi 0.05% maka ralpa ≥ rtab sehingga instrumen dapat dikatakan reliabel.
Kelayakan Konseling Cognitive Behavior Teknik Relaksasi Berbasis Website LMS Schoology Untuk Mereduksi Kejenuhan Belajar Siswa SMA
Nara Wisnu Wardani;
Kadek Suranata;
Kadek Ari Dwiarwati
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 3 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/0086223273-00-0
Studi ini bertujuan untuk menguji keberterimaan dan keefektifan konseling cognitive behavior dengan teknik relaksasi berbasis website LMS Schoology dalam mereduksi kejenuhan belajar siswa SMA. Studi ini dilakukan berdasarkan prosedur penelitian pengembangan mengikuti model pengembangan 4D oleh Thiagarajan (1974). Subjek penelitian terdiri dari 3 orang praktisi dan ahli yang menilai sistem konseling secara teoretis, juga melibatkan 30 orang siswa sebagai responden uji coba terbatas keefektifan sistem konseling. Data tentang keberterimaan, kemudahan akses, dan kebermanfaatan sistem dan modul konseling diperoleh melalui skala AAF, dan data kejenuhan belajar diperoleh melalui skala MBI-SS. Analisis data terkait keberterimaan sistem konseling atau validitas teoretis berdasarkan penilaian praktisi dan ahli dilakukan menggunakan perhitungan content validity ratio. Analisis stastitik uji t-test untuk menguji efektifitas sistem konseling setelah uji coba terbatas. Tanggapan siswa peserta uji coba terhadap keberterimaan, kemudahan akses dan kebermanfaatan konseling ognitive behavior dengan teknik relaksasi kognitif berbasis website LMS Schoology dideskripsikan dan dilakukan analisis presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dan panduan konseling cognitive behavior memiliki indeks validitas isi atau CVI sebesar 1 yang berarti sangat baik. Uji efektifitas melalui uji emperik terbatas menunjukkan bahwa nilai t sebesar 28.7, pada p> 0.05 yang menunjukkan bahwa konseling cognitive behavior teknik relaksasi berbasis website LMS schoology efektif mereduksi kejenuhan belajar siswa SMA. Tanggapan siswa terhadap keberterimaan, kemudahan akses dan kebermanfaatan sistem dan panduan konseling dalam kategori baik, dengan indeks rata-rata lebih dari 50% siswa setuju sistem konseling dan modul panduan mudah dipahami dan dilaksanakan, mudah diakses dan bermanfaat. Hasil penelitian ini berimplikasi terhadap pengembangan dan inovasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah berbasis ICT, khususnya menggunakan LMS.
Kelayakan Konseling Cognitive Behavior Teknik Restrukturisasi Kognitif Berbasis Website LMS Schoology Untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa
Ni Putu Bella Bella Oktavia;
Kadek Suranata;
Kadek Ari Dwiarwati
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 3 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/0086223263-00-0
AbstrakStudi ini bertujuan untuk menguji keberterimaan dan keefektifan konseling cognitive behavior dengan teknik restrukturisasi kognitif berbasis website LMS Schoology dalam meningkatkan self efficacy siswa. Studi ini dilakukan berdasarkan prosedur penelitian pengembangan mengikuti model pengembangan 4D oleh Thiagarajan. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang praktisi dan ahli yang menilai sistem konseling secara teoretis, juga melibatkan 30 orang siswa sebagai responden uji coba terbatas keefektifan sistem konseling. Data tentang keberterimaan, kemudahan akses, dan kebermanfaatan sistem dan modul konseling diperoleh melalui skala AAF, dan data efficacy diperoleh melalui skala efikasi. Analisis data terkait keberterimaan sistem konseling atau validitas teoretis berdasarkan penilaian praktisi dan ahli dilakukan menggunakan perhitungan content validity ratio. Analisis stastitik uji t-test untuk menguji efektifitas sistem konseling setelah uji coba terbatas. Tanggapan siswa peserta uji coba terhadap keberterimaan, kemudahan akses dan kebermanfaatan konseling ognitive behavior dengan teknik restrukturisasi kognitif berbasis website LMS Schoology dideskripsikan dan dilakukan analisis presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dan panduan konseling cognitive behavior memiliki indeks validitas isi atau CVI sebesar 0,95 yang berarti sangat baik. Uji efektifitas melalui uji emperik terbatas menunjuukan bahwa nilai t sebesar 4.26, pada p> 0.05 yang menunjukkan bahwa konseling cognitive behavior teknik restrukturisasi kognitif berbasis website LMS schoology efektif meningkatkan self efficacy siswa. Tanggapan siswa terhadap keberterimaan, kemudahan akses dan kebermanfaatan sistem dan panduan konseling dalam kategori baik, dengan indeks rata-rata lebih daru 50% siswa setuju sistem konseling dan modul panduan mudah dipahami dan dilaksanakan, mudah diakses dan bermanfaat. Hasil penelitian ini berimplikasi terhadap pengembangan dan inovasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah berbasis ICT, khususnya menggunakan LMS.
Efektivitas Konseling Cognitive Behavioral Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk Meningkatkan Self-Efficacy Akademik Siswa Kelas XI
Natha, Luh Putu Kartika Mahadewi;
Suranata, Kadek;
Dharmayanti, Putu Ari
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.557
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling Cognitive Behavioral dengan teknik restrukturisasi kognitif dalam meningkatkan self-efficacy akademik siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen berupa pretest-posttest control grup design. Subjek penelitian melibatkan seluruh siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan pelaksaan intervensi berfokus pada kelompok eksperimen melalui layanan konseling berbasis self-help menggunakan media website SI-Konseling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner self-efficacy akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p < 0,05) serta effect size sebesar 1,918 yang berada pada kategori kuat, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, konseling Cognitive Behavioral dengan teknik restrukturisasi kognitif efektif dalam meningkatkan self-efficacy akademik siswa.
Validity of the Peer Tutor Guide: Innovation Service Guidance Counseling Based on 4D Model in Bullying Prevention
Putu Ari Dharmayanti;
Kadek Suranata;
Luh Putu Sri Lestari;
Nora Julina Putri, Suci
EMPATI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/empati.v12i2.93
Abstract. This study developed and validated a peer-tutoring service guide to prevent bullying in elementary schools. Peer tutoring was chosen because classmates strongly shape attitudes and behavior. Using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate), the study engaged five experts in guidance and education and three elementary teachers. The guide was produced through needs analysis and design workshops, then evaluated by experts. Content validity was excellent, with a Content Validity Index (CVI) of 1, indicating strong appropriateness for school use. A pilot with 30 students showed a significant decline in bullying, based on pre-test and post-test comparisons. These results suggest the guide effectively supports teachers and students in preventing and addressing bullying. The study recommends broader implementation across schools, accompanied by training and ongoing evaluation, to strengthen prevention efforts and foster safe, inclusive school climates. Collaboration with parents and the wider community is essential to sustain and amplify impact over time.