Articles
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ANTISIPATIF SISWA TERHADAP BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA (Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X SMA Lab. Undiksha)
Kadek Suranata
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/ika.v8i1.159
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menguji keefektifan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan sikap antisipatif siswa terhadap bahaya penyalahgunaan Napza, dan secara khusus untuk menguji: (1) perbedaan sikap antisipatif siswa terhadap bahaya penyalahgunaan napza antara sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan sesudah, (2) perbedaan sikap antisipatif antara kelompok siswa yang mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan kelompok siswa yang tidak mengikuti layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Pretest-Posttest Control Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMU Laboratorium Undiksha pada tahun ajaran 2009/2010, sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan kuisioner selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis statistik komaparatif t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan sikap antisipatif siswa terhadap bahaya penyalahgunaan napza, (2) terdapat perbedaan sikap antisipatif siswa yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok, (3) terdapat perbedaan sikap antisipatif yang signifikan antara kelompok siswa yang telah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan kelompok siswa yang tidak diberikan layanan bimbingan kelompok. Kata-kata kunci: bimbingan kelompok, penyalahgunaan napza
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar pada Masa Pembelajaran Daring
Irma Nur Isnaini;
Ni Wayan Rati;
Kadek Suranata
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36051
Pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran dilaksanakan melalui pembelajaran daring. Permbelajaran daring menimbulkan berbagai masalah salah satunya motivasi belajar siswa menurun. Pembelajaran daring mengalihkan peran guru dan orang tua, orang tua lebih banyak berperan selama pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar pada pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas V SD. Subjek tersebut dipilih karena dianggap mampu memberikan data yang dibutuhkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik kualitatif Creswell. Penelitian ini mendapatkan hasil beberapa cara orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan memberikan motivasi, mengontrol waktu belajar, menciptakan suasana yang mendukung, menyediakan waktu untuk terlibat, memantau perkembangan anak, dan memberikan penghargaan. Sedangkan, hambatan yang dirasakan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di antaranya adalah anak yang lelah dan jenuh, anak terlalu sering bermain game, dan anak tidak disiplin. Dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada masa pembelajaran daring.
Instrumen Alat Ukur Pengetahuan Konseptual Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Ari Anggreni Putri;
I Wayan Widiana;
Kadek Suranata
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.39098
Masih banyak guru yang kesulitan dalam membuat instrument penilaian yang baik. Selain itu, soal-soal yang digunakan guru hanya untuk mengukur hasil belajar dan menilai pemahaman siswa saja daripada pada penguasaan pengetahuan konseptual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan instrumen penilaian konseptual pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini yaitu R&D (Research and Development). Model yang digunakan untuk mengembangkan instrumen adalah model pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitian ini yaitu ahli instrumen penilaian yang berjumlah 5 orang. Subjek uji coba yaitu siswa kelas IV SD yang berjumlah 95 siswa. Metode untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Observasi serta wawancara digunakan untuk mengetahui permasalahan yang ada. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu Berdasarkan hasil uji validitas isi nilai yang didapatkan yaitu CVR 1,00 sehingga masuk kedalam katagori valid. Pengembangan instrumen ini menunjukkan tingkat instrumen yang baik dilihat dari hasil validitas dan reliabilitas yang tinggi sebesar 0,80. Dapat disimpulkan bahwa instrument penilaian kemampuan konseptual pada siswa layak digunakan oleh guru. Implikasi penelitian ini yaitu Instrument pengetahuan konseptual dapat memberikan pemahaman yang lebih kepada siswa terhadap pengetahuan konseptual.
Keefektifan konseling kognitif behavioral dengan teknik restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan endurance siswa
Khuzaimatul Jannah;
Kadek Suranata;
Ni Ketut Suarni
Psychocentrum Review Vol 1, No 2 (2019): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26539/pcr.1279
This study aims to determine the effectiveness of cognitive behavioral counseling with cognitive restructuring techniques to improve endurance of 1st grade students at SMA Negeri 4 Singaraja. This experimental study used the Pretest Posttest Control Group Design. The study population was students of 1st grade SMA Negeri 4 Singaraja. The research sample consisted of 54 students. Through random sampling, 23 students were placed in the experimental group and 31 students were the control group. Data collection in this study used a questionnaire. The data in this study were analyzed by independent samples t-test using JASP Version 0.7.5.5 and d’Cohen for calculate level of effectiveness. The results t = 8.577 with p= 0.001, then p <0.05. Effect Size (ES) testing shows a high level of effectiveness (ES = 2.361). These results prove that cognitive behavioral counseling with cognitive restructuring techniques is effective for improving the endurance of 1st grade students at SMA Negeri 4 Singaraja.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERORIENTASI TRI PRAMANA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV
Luh Putu Eka Prasedari;
Ketut Pudjawan;
Kadek Suranata
INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 2 (2019): Inopendas : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Agustus 2019)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jino.v2i2.3486
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL berorientasi Tri Pramana dengan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL berorientasi Tri Pramana pada siswa kelas IV di SD Gugus II Kecamatan Dawan Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus II Kecamatan Dawan Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 102 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas IV SDN 1 Dawan Klod, dengan jumlah 29 orang sebagai kelompok eksperimen dan SDN Besan dengan jumlah 32 orang sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode tes dengan instrument tes objektif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t = 3,8761, p (sig. 5%) = 2,021, dan effect size = 1,026. Hal ini berarti bahwa t lebih besar dari p, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL berorientasi Tri Pramana dengan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PBL berorientasi Tri Pramana, dan dengan besar skala keefektifan yang tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL berorientasi Tri Pramana berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV di SD Gugus II Kecamatan Dawan Tahun Pelajaran 2018/2019.
PENGARUH MODEL NHTBERBANTUAN KARTU PERTANYAAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III
lisna devi;
Ketut Pudjawan;
Kadek Suranata
INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 2 (2019): Inopendas : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Agustus 2019)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jino.v2i2.3489
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran (NHT) Numbered Head Together berbantuan kartu pertanyaan kontekstual dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas III di SD Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang menggunakan post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Gugus I Kecamatan Buleleng. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes.Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa tes pilihan ganda.Data berupa nilai hasil belajar IPA dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran (NHT) Numbered Head Together berbantuan kartu pertanyaan kontekstual dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas III SD di Gugus I Kecamatan Buleleng. Hal ini ditunjukkan oleh thitung (6,09) ,p 0,05. Selanjutnya, rata-rata skor hasil belajar IPA siswa menggunakan model Numbered Head Together berbantuan kartu pertanyaan kontekstual yaitu 28,13 lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPA siswa menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 17,50. Dengan demikian, model pembelajaran (NHT) Numbered Head Together berbantuan kartu pertanyaan kontekstual berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SD di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2018/2019.
Pelaksanaan Pengajaran Pengayaan untuk Siswa Yang Memiliki Prestasi Belajar dalam Pembelajaran Kurikulum 2013
Ketut Ayu Lola Monika;
Syahrawi Mahendra;
Kadek Suranata
INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 2 (2018): Inopendas : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Agustus 2018)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jino.v1i2.2303
Ada beberapa hal yang menjadi sari dalam penelitian ini. Pertama, pemahaman wali kelas terhadap pengajaran pengayaan sudah baik. Hal ini terlihat dari jawaban yang memberikan gambaran bahwa wali kelas tersebut sudah mampu memahami dengan baik tentang pengajaran pengayaan. Kedua, pelaksanaan pengajaran pengayaan khususnya siswa yang memiliki prestasi belajar di kelas III/A SD Lab. Undiksha Singaraja Tahun Pelajaran 2018 /2019 telah berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur pelaksanaan pengajaran pengayaan dalam Kurikulum 2013. Ketiga, masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan pengajaran pengayaan pada Kurikulum 2013 di Kelas III/A SD Lab Undiksha Singaraja, yaitu (1) perbedaan karakteristik siswa, (2) perbedaan minat dan bakat, dan (3) masalah sulitnya guru dalam mengatur jam pembelajaran.
Pendalaman Emosi Anak Berbantuan Video Cerita dan Kartu Emosi Untuk Mengatasi Masalah Emosional pada Anak
I Kadek Suranata;
I Made Ego Teja Buana;
Putu Juliarta
INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 2 (2019): Inopendas : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Agustus 2019)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jino.v2i2.3512
Secara garis besar terdapat dua gangguan emosional yang dapat dialami oleh anak yaitu agresi (agresif) dan withdrawal (mengasingkan diri). Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi salah satu gangguan emosional yaitu khususnya agresi dengan pemberian media audio visual (video cerita) dan kartu emosi sebagai treatment. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan ialah dengan metode observasi. Proses penilaian juga dilakukan dengan kegiatan observasi. Dengan diberikan media audio visual (video cerita) buatan penulis yaitu Agus si Pemarah dan Kartu Emosi dapat diketahui ternyata ada perubahan yang terjadi yaitu dari sering marah menjadi kurang sering, dari sulit dalam belajar menjadi tidak terlalu sulit dalam belajar, dan lain sebagainya yang bisa dilihat pada bagian hasil dan pembahasan dibawah.
Video Animasi dalam Pembelajaran IPA Materi Perubahan Suhu dan Wujud Benda
Ni Luh Priyantini;
Kadek Suranata;
I Nyoman Laba Jayanta
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v4i2.37248
Kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran IPA yang menarik dan kurangnya memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada siswa yang kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran sehingga diperlukan media berupa video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah video animasi dalam pembelajaran IPA materi perubahan suhu dan wujud benda yang telah teruji validitasnya pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE. Subjek pada penelitian ini adalah 1 ahli media pembelajaran, 1 ahli materi pembelajaran, 1 praktisi, 3 siswa untuk uji coba perorangan, dan 6 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Pengumpulan data yang digunakan yaitu metode pencatatan dokumen yang berupa angket dan wawancara. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Untuk mengukur tingkat kevaliditasan media video animasi menggunakan rumus skala likert Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka dapat dinyatakan bahwa media video animasi valid berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, praktisi, siswa uji coba perorangan dan siswa uji coba kelompok kecil memiliki persentase keseluruhan 90,16% dengan kualifikasi (sangat baik). Berdasarkan hal tersebut, maka dapat diakini bahwa media video animasi yang dikembangkan dapat dikatakan layak digunakan dalam dalam pembelajaran IPA kuhususnya pada materi perubahan suhu dan wujud benda di sekolah dasar.
Implementasi Metode Sokratik Melalui Lesson Study Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa
Ketut Susiani;
Kadek Suranata
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.083 KB)
|
DOI: 10.30653/001.201711.4
This article reports the experience of implementing the action research to apply the Socratic dialogue method through lesson study in the lecture of Educational Profession to improve critical thinking skills of the university students. The subject of this action research is 36 students (22 women and 14 men) in grade VI class B, Department Guidance and Counseling (BK), Faculty of Education, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) on academic years 2016/2017. This action research conducted in cycles (reported in three cycles) which is integrated into the activities of lesson study. In every cycle consisted of a plan, action, observation/evaluation and reflection phase. Critical thinking skills are assessed through observation activities in group discussion activities and classes, as well as through student response in solving essay test (on cases analysis), which assessed by a rubric assessment of students critical thinking skills at each end of the course. The results showed that the mean of the critical thinking skills of students at the end of the first cycle is 50 (low), then at the end of the second cycle increased to 65 (average) and at the end of the third cycle increased again to 89 (high). Research also shows that the lesson learned were founded through collaborating and careful observation of the course observer with researchers in identifying strengths and constraints and to produce efforts to improve the implementation of the course to improve the quality of learning.