p-Index From 2021 - 2026
9.667
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-'Adalah Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam Journal of Humanity Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Jurisprudentie Jurnal Konstitusi FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Hermeneutika : Jurnal Ilmu Hukum Madani Legal Review Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Jurnal Konstitusi J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Muadalah : Jurnal Hukum AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Ethics and Law Journal: Business and Notary Indonesian Journal of Entrepreneurship & Startups Socius: Social Sciences Research Journal Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Hukum dan Keadilan Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga International Journal of Islamic Studies Media Hukum Indonesia (MHI) An Nafi’; Multidisciplinary Science Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Jurnal Sosial Politik Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Media Sosial Berkonten Seks Terhadap Implikasi Perkawinan Dini di Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Farham Rahmat; Marilang; Subehan Khalik
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 1 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v7i1.7024

Abstract

This study is a type of qualitative research that aims to determine the intensity of the use of social media with sex content among early childhood and the significance of its influence on early marriage in Luyo District Polewali Mandar Regency. Data obtained from in-depth interviews with 25 respondents as perpetrators of early marriage and 10 supporting respondents and processed using Miles and Huberman Model Analysis. The results of this study stated that the intensity of social media use with sex content among minors in Luyo Sub-District, Polewali Mandar Regency, reached 3-4 hours/day. classified as moderate when compared to APJII data that reaches 5-6 hours/day in terms of the use of social media platforms, the significance of the influence of social media, based on research found the perspective of 19 informants from 25 interviewed said social media had quite an effect on early marriage decisions, sex content had an effect to arouse adolescent sexual arousal, so that social Media with sex content in Luyo District, Polewali Mandar Regency is said to have a significant influence on some informants in conducting early marriage practices. The implication of this study is that it can be a basis for educators, parents, and governments to understand the impact of social media on sexual content, can be a consideration for policy makers in formulating regulations that limit or regulate children and adolescents ' access to social media with sexual content and help communities and families to be more vigilant and control the use of social media by children and adolescents at home. For further researchers who are interested in researching a similar topic so that presumably before conducting research, it is necessary to first conduct a survey to clarify the data of the respondents to be studied and more detailed statements or questions used to make it easier to understand
Kebiri Kimia sebagai Sanksi bagi Pelaku Kejahatan Pedofilia: Telaah Maqasid Syariah dan Prinsip Non-Diskriminasi HAM Atifah, Nurul Rezeki; Marilang, Marilang; Hamsir, Hamsir
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 6 ISSUE 1, JANUARY 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v6i1.53185

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the extent to which chemical castration is effective in providing a deterrent effect, analyze the argumentative basis of this punishment as a form of prevention, and assess its conformity with the principles of human rights and Islamic criminal law. This article examines the application of chemical castration punishment to perpetrators of sexual crimes, especially pedophilia, through the perspective of Human Rights (HAM) and Islamic criminal law. The background of this study is based on the increasing cases of sexual violence in Indonesia which encourages the government to adopt chemical castration as a repressive and preventive effort. This research uses a literature study method with an exploratory-qualitative approach. Data were collected through document analysis, positive legal literature, international provisions related to human rights, as well as authoritative sources in classical and contemporary Islamic law. The analysis was carried out normatively and descriptive-critically. The results of the study show that chemical castration punishment causes controversy from various aspects, both medically, psychologically, socially, and legally. From a human rights perspective, this action is seen as a form of treatment that degrades human dignity and has the potential to violate the principle of non-derogable rights related to physical and mental integrity. Meanwhile, from the perspective of Islamic criminal law, although there is a principle of prevention ('sadd al-dzari'ah') against crime, there is no explicit legitimacy that allows invasive medical measures such as chemical castration, which can be categorized as a form of mutilation and is not in line with maqāṣid al-syarī'ah in safeguarding body and soul (ḥifẓ al-nafs wa al-'irḍ). This study confirms that chemical castration punishment cannot be used as a substantial and comprehensive solution to the problem of sexual crime, because it does not touch the structural or cultural roots of the problem.
Peran Etika dan Estetika Dalam Ilmu Pengetahuan M, Marilang; Siola, M. Nasir; A, Asrullah; Nurdiyanto, Irwan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai etika dalam Islam tidak bisa diabaikan. Etika Islam tidak hanya mencakup aspek moralitas individual, tetapi juga membawa dampak yang signifikan pada tatanan sosial dan masyarakat. Begitu pula dengan estetika, yang mengarah pada pemahaman tentang keindahan dan kesempurnaan dalam segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap nilai etika beserta estetika dalam Islam dapat menjadi landasan yang kuat dalam membentuk karakter pribadi yang beradab mulia dan masyarakat yang berbudya. Melalui metode analisis teks-teks klasik dan kontemporer dalam literatur Islam, penelitian ini akan menggali konsep-konsep etika dan estetika dalam Islam, serta menjelaskan bagaimana konsep-konsep ini dapat diaplikasikan dalam konteks pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang pentingnya nilai-nilai etika serta estetika dalam pendidkan Islam, serta terlibat praktisnya dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan keindahan dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Etika membahas baik-buruk atau benar-tidaknya tingkah laku dan tindakan manusia serta sekaligus menyoroti kewajiban-kewajiban manusia. Etika tidak mempersoalkan apa atau siapa manusia itu, tetapi bagaimana manusia seharusnya berbuat atau bertindak. Estetika juga merupakan bidang studi filsafat manusia yang mempersoalkan nilai keindahan. Keindahan mengandung arti bahwa dalam diri segala sesuatu terdapat unsur-unsur yang tertata secara tertib dan harmonis dalam satu kesatuan hubungan yang utuh menyeluruh.
Ragam Metodologi Penyusunan Kitab-Kitab Hadis M, Marilang; Siola, M. Nasir; A, Asrullah; Nurdiyanto, Irwan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian terhadap Hadis kemudian beralih kepada usaha untuk mengelaborasi kitab-kitab induk di atas. Seperti men-syarh yang dapat dikatakan menafsirkan dalam kajian al-Qur`an, yaitu menjelaskan makna-makna yang sulit dalam Hadis, menjelaskan pendapat ulama mengenai kandungan hukum dalam matan atau isi dari Hadis atau menjelaskan kondisi sanad dan kontroversi mengenainya. Di dalam makalah ini akan di bahas tentang sejarah penulisan kitab-kitab hadis dan berbagai metode-metode penulisan kitab hadis, baik itu kitab sumber yakni kitab  yang menjadi rujukan sumber dimana hanya keterlibatan penulis kitab dalam kitab tersebut, ataupun kitab kajian di mana kitab-kitab ini mengkaji atau ada keterlibatan penulis lain dalam kitab tersebut. Para sahabat dalam menjaga dan menghafal hadis secara akurat, yaitu dengan penghafalan, merekam, dan praktik. Yang pertama adalah penghafalan, para sahabat telah terbiasa untuk mendengar perkataan nabi, dan memperhatikan perbuatan beliau dengan sangat hati-hati, dan di antara para sahabat terbiasa untuk membahas dan mempelajari ulang apa yang telah disampaikan nabi. Yang kedua adalah merekam, para sahabat yang memiliki kemampuan dalam menulis memiliki tugas khusus dalam mencatat hadis-hadis yang diperoleh dari nabi. Yang ketiga adalah praktik, para sahabat mempraktikkan apa yang telah mereka dapat dari nabi. Perkembangan hadis pada Rasulullah masyarakat umat Islam masih terbilang kurang memahami hadis maupun menulis hadis. Pada masa ini Rasulullah selalu menekankan kepada sahabat agar selalu memahami hadis dan menyampaikanya kepada umat Islam. Salah satu kebijakan terbesar Nabi terkait pemeliharaan hadis adalah dengan memerintahkan para shahabat untuk menghafal.
Hukum Islam: Sejarah dan Perkembangannya di Indonesia Wati, Widya; Kurniati; Marilang
Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pernikahan, Sejarah Islam, dan Ketertiban Sosial
Publisher : Pusat Studi Hukum Islam (PSHI) YPI Shafal 'Ulum Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/alqawanin.v1i2.09

Abstract

Perkembangan hukum Islam di Indonesia mengalami pasang surut mengikuti arah politik yang ada pada masa pra kemerdekaan, pasca kemerdekaan, orde lama, orde baru dan juga masa reformasi. Meskipun demikian, secara historis hukum Islam telah mengalami perkembangan secara berkesinambungan. Perkembangan hukum Islam di Indonesia dapat dilihat dari penerapan hukum Islam itu sendiri. Secara normatif, hukum Islam dipedomani dalam kehidupan keseharian karena diyakini adanya sanksi hukum bagi setiap muslim yang melaksanakannya. Demikian juga secara yuridis formal, merupakan bagian dalam struktur hukum nasional. Penelitian ini mengkaji bagaimana sejarah dan perkembangan Hukum Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dalam bentuk kepustakaan dengan pendekatan teori historis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam di Indonesia ada sejak fase pra kemerdekaan (fase kerajaan atau kesultanan dan zaman penjajahan) sampai masa pasca kemerdekaan dalam tiga masanya (orde lama, orde baru, dan orde reformasi). Ketiga orde tersebut mempunyai perkembangan dan pergolakan dalam hukum Islam di Indonesia. Adapun perkembangan hukum Islam di Indonesia, meliputi: hukum Islam sebagai sumber hukum nasional, adanya Kompilasi Hukum Islam sebagai produk hukum nasional, dan pengembangan kompetensi Peradilan Agama ke depan.  
Efektivitas Hukum Positif di Indonesia Dan Peran Ormas Islam Dalam Mencegah Perzinaan Rahantan, Ahmad; Kurniati; Marilang
Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pernikahan, Sejarah Islam, dan Ketertiban Sosial
Publisher : Pusat Studi Hukum Islam (PSHI) YPI Shafal 'Ulum Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/alqawanin.v1i2.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hukum positif di Indonesia dalam mencegah perzinaan dan mengetahui peran organisasi massa islam yaitu para da’i/tokoh Agama Islam dalam mencegah perzinaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan jenis penelitin deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hukum positif di Indonesia terkait perzinaan yang diatur dalam pasal 284 KUHP telah menuai beragam kontoversi. Dalam pasal tersebut pelaku zina tidak dapat dijatuhi pidan jika salah satu atau kedua pelaku perzinaan tidak terikat pernikahan yang sah. Kemudian pasal 284 KUHP dikembangkan dalam pasal 411 UU/2023 yang memuat aturan baru, bahwa pelaku zina dapat dijatuhi pidan ajika salah satu dari mereka merasa dirugikan dengan adanya delik aduan. Dalam Islam zina akan dikenakan hukuman rajam jika terdapat bukti yang kuat tanpa memperhatikan status pernikahan pelaku. Dalam upaya pencegahan perzinaan, terdapat peran penting seorang da’i/tokoh agama yang berasal dari ormas islam dengan aktivitas dakwah yang mereka lakukan di tengah-tengah Masyarakat.
FUNGSI SATPOL PP DALAM PENEGAKAN PERDA NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG KETERTIBAN UMUM DI KABUPATEN SAMBAS (Studi Kasus di Desa Jagur) Tamrin, Marilang, Kurniati
Madani Legal Review Vol. 5 No. 1 (2021): Madani Legal Review
Publisher : FAKULTAS HUKUM UM PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/malrev.v5i1.950

Abstract

Each district / city must have a plan to achieve in managing and regulating its government. One of them is in the aspect of order and peace. To carry out matters of peace, public order, and protection of the community, the local government formed Satpol PP. The focus of this research problem is how the function of Satpol PP in enforcing Regional Regulation Number 7 of 2006 concerning public order in Sambas Regency and what factors become obstacles. This study uses empirical legal research methods. The results of the study show that the function of the Satpol PP is based on the Sambas Regency Regional Regulation Number 4 of 2016 concerning the Formation and Organizational Structure of the Sambas Regency Regional Apparatus and the Sambas Regent Regulation Number 53 of 2016 concerning the Position, Organizational Structure, Duties, Functions and Work Procedures of the Pamong Praja Police Unit of Sambas Regency and factors inhibiting the implementation of the function, among others: the factor of the lack of personnel to enforce the regional regulation, the geographical factor of the very wide Sambas district, the factor of public awareness and the factor of facilities and infrastructure.
REALITAS PELAKSANAAN HUKUM ISLAM PERSPEKTIF FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Nilhakim, Marilang, Kurniati
Madani Legal Review Vol. 5 No. 2 (2021): MADANI LEGAL REVIEW
Publisher : FAKULTAS HUKUM UM PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/malrev.v5i2.1433

Abstract

The majority of Indonesia's population is Muslim, with a long history of Islamic growth. This historical (historical) aspect is a fact of the roots of Islam in accompanying the growth journey of Indonesian citizens which is not only related to religion, social life, especially the life of the nation and state. The emergence and establishment of such Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama as mass organizations with a religious character have shared the pattern of growth and journey of Islamic law in Indonesia with the birth of fatwas and their decisions. Positive progress in the national legal system in Indonesia was seen during the New Order era, the growth of fatwas in Indonesia faced positive progress, namely the occurrence of the Indonesian Ulema Council (MUI). The procedure in this research is a qualitative procedure with a survey of documents in the form of an MUI fatwa. In collecting information, the researcher reviews the library research, after that it is collected so that a normative (syar'i) and juridical theological approach is carried out. With the establishment of the MUI, recorded in history up to now, there have been many MUI fatwas and advices referred to as products of Islamic legal thought which have become a reference source in various laws and regulations. In the Indonesian constitution, the MUI lies in the role of elements of the administrative infrastructure. Because MUI is an organization of Muslim Ulama who has the duty and role to empower citizens or Muslims, so that MUI is an organization that exists within the community, not part of state-owned institutions or representing a country. The reality of the application of Islamic law from the perspective of the MUI fatwa and legislation in Indonesia from an abstract regulatory perspective, a fatwa will be binding if it has been in the form of a certain law by an authorized institution, for example a law or regional regulation (PERDA) so that it becomes a positive law. There are also times when there are people or Muslim citizens who want to carry out a fatwa so that it can be an individual religious understanding, but not as a legal obligation.
INTERPRETASI KONTEKSTUAL DALAM MEMAHAMI HADIS PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIAH as-Siddiq, Hasbi; Kurniati; Marilang
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 9 No 1 (2025): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v9i1.48844

Abstract

The purpose of writing this journal is to explain how contextual interpretation in understanding the hadith of determining the beginning of the Qamariah month. The absence of clear evidence that details the time limits, age or duration of a month, often causes differences in the implementation of the beginning of the fast of Ramadan, Eid al-Fitr, Arafah fasting and Eid al-Adha in Indonesia. This type of research is qualitative descriptive research with a library research method, namely research by collecting data from books, journals, and other data that are related to the discussion theme. The results of this study are the use of contextual interpretation methods in understanding the evidence in the present day needs to be massively implemented by considering the context that surrounds or is related to the text, both in terms of history and socio-cultural aspects, then connected to the current context through a holistic, multidisciplinary approach, ushul fiqh or an approach related to contemporary science. As for efforts to contextualize the understanding of the hadiths regarding the determination of the beginning of the lunar month, it is necessary to pay attention to the context of the past (the time of the Prophet Muhammad) and the current context.
Hukum Islam Dalam Perkawinan Di Indonesia: Telaah Sosial Budaya Dan Implikasinya S, Samsidar; M, Marilang; Akmal, Andi Muhammad
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v24i1.9517

Abstract

Marriage in the context of Islamic law in Indonesia has an important position and is an integral part of religious, socio-cultural and legal life in society. Islamic law regulates various aspects of marriage, including harmony, conditions, rights and obligations of husband and wife. In Indonesia, the application of Islamic law in marriage is regulated in Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and the Compilation of Islamic Law. The marriage process in Islamic law includes the consent of both parties, the presence of a guardian, witnesses and a dowry as one of the conditions for the validity of the marriage. However, the practice of Islamic law in marriage is often influenced by the diverse cultural and social contexts in Indonesia, which can lead to differences in interpretation and implementation in various regions. This research aims to analyze how Islamic law is implemented in marriage in Indonesia, the challenges faced, and its impact on society. Results The implementation of Islamic law in marriage in Indonesia has many complex aspects, with significant challenges. Although there is potential to provide protection and justice, successful implementation is highly dependent on community understanding, legal interpretation, and support from relevant institutions. The impact on society can be positive or negative, depending on how this law is applied and understood in the existing social and cultural context. By understanding this legal framework, it is hoped that it can provide deeper insight into the role of Islamic law in strengthening family institutions and maintaining social harmony in society. Indonesia.Perkawinan dalam konteks hukum Islam di Indonesia memiliki kedudukan yang penting dan menjadi bagian integral dari kehidupan agama, sosial budaya dan hukum di masyarakat. Hukum Islam mengatur berbagai aspek perkawinan, termasuk rukun, syarat, hak dan kewajiban suami istri. Di Indonesia, penerapan hukum Islam dalam perkawinan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Proses perkawinan dalam hukum Islam mencakup persetujuan kedua belah pihak, adanya wali, saksi dan mahar sebagai salah satu syarat sahnya perkawinan. Meskipun demikian, praktik hukum Islam dalam perkawinan seringkali terpengaruh oleh konteks budaya dan sosial yang beragam di Indonesia, yang dapat menimbulkan perbedaan interpretasi dan pelaksanaan di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hukum Islam diimplementasikan dalam perkawinan di Indonesia, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap masyarakat.Hasil Implementasi hukum Islam dalam perkawinan di Indonesia memiliki banyak aspek yang kompleks, dengan tantangan yang signifikan. Meskipun ada potensi untuk memberikan perlindungan dan keadilan, keberhasilan implementasinya sangat tergantung pada pemahaman masyarakat, interpretasi hukum, dan dukungan dari lembaga terkait. Dampaknya terhadap masyarakat bisa positif atau negatif, tergantung pada bagaimana hukum ini diterapkan dan dipahami dalam konteks sosial dan budaya yang ada Dengan memahami kerangka hukum ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang peran hukum Islam dalam memperkuat institusi keluarga dan menjaga keharmonisan sosial di masyarakat Indonesia
Co-Authors A, Asriawan A, Asrullah A. Ummu Fauziyyah Abbas, Abdul Harris Abd. Qadir Gassing Abd. Qadir Gassing Abd. Rais Asmar Abdul Halim Talli Ahmad Muh. Randi Azhari Azis Aidid, Hasyim Akmal, Andi Muhammad Ali Imron Amin, Imran Rosyadi Amin, Miftahul Amrin, Shafwan Andi Husnul Andi Ratu Bulqis Arbani, Tri Suhendra as-Siddiq, Hasbi Ashabul Kahfi, Ashabul Asman Asman Asmi, Nurul ASNI Atifah, Nurul Rezeki Azhar Sinilele Bahar, Elsa Wildia Cindy Eryka Fita Loka A Dedi Aswandi ERLINA erlina erlina Fadli Andi Natsif Farham Rahmat Firda, A. Gassing, A Qadir Gassing, Abd. Qadir Haerandi A Hamsah Hasan, Hamsah Hamsir Hamsir Hamsir Hamzah Hasan Haq, Aisyah Maulidatul Haq, Fitri Maylan Hariani, Nur Fitri Hasbi Hasbi Hasnidar Hasyim Aidid Herman, Muhammad Akbar Hilmiah Hilmiah Indra Satriani Intan Sakinah Auliah Islamul Haq Ismail Suardi Wekke Ismi, Nur Israh Maudya Makmur Istiqamah Istiqamah Istiqamah Jailuddin, Syuaib Jamaluddin Jufri Kamaluddin Nurdin Marjuni Kasjim Salenda Kifliansyah, Baso Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati Lomba Sultan M Ilham M. Hajir Nonci M. Yogi Riyantama Isjoni Mangkualam, Asnawi Anwar Mappasessu, Mappasessu Misbahul Munir Muh Tabran Muh. Arfah Arif Putra Muhaimin Malaba Muhammad Afdhal Azis Muhammad Imran Muhammad Najib Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Shuhufi Muhammad Syarwan Syarif Muhammad Tahir Musafir Pababbari Musyfikah Ilyas N, Nurhaerat Nirwana Nirwana Nonci, Hajir Nonci, M Hajir Nonci, M. Hajir Nonci, Muhammad Hajir Nur Fatma Anggraeni Nur, Muhammad Azhar Nurahmad Nurdiyanto, Irwan Nurhildawati Nurhildawati Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah, St. Nusriyanti Asri Palangkey, Rahmi Dewanty Putri, Eka Aulia Qorina, Ulfa R, Rahmawati Rahantan, Ahmad Rahman Syamsuddin Rahmi Dewanty Palangkey Riana Riana Rifat, Andi Muh. Iqrah Risdayanti Risnawati Risnawati Rohman, Baitur Rosmini Rosmini S, Samsidar Sabisa, Siboyanga Sakina Sakti, Salwa Nurfauziyah Sasmitha, Nisha Pratiwi Satriani Satriani SATRIYAS ILYAS Siola, M. Nasir Siola, Nasir Sri Buyung Sri Sudono Saliro Subehan Khalik Sudirman Sudirman Supardin Syamsu Rijal, Tabhan Syatar, Abdul Tabhan Syamsu Rijal Tanjung, Abdul Jalil Usman Jafar Widya wati Wiwik, Wiwik Triulan Wulandari, Rezky Ayu Zikri, Abdalul Zulfikar