Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kelompok PKK Banjar Tengah Desa Blahbatuh melalui Pelatihan Keterampilan Pembuatan Sabun Padat Berbahan Aloe Vera Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Gede Agus Surya Pratama
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.111-118

Abstract

Data from the “Badan Pusat Statistik” states that the production of aloe vera plants in Blahbatuh district, Gianyar regency, is 8644 kg with a harvested area of 2200 m2 in 2019. Aloe vera is not only cultivated on agricultural land, but also becomes a yard plant in the Blahbatuh community, especially Central Banjar. This plant has been known to have bioactive content and antioxidant power, so it has economic use value in the fields of pharmaceuticals, beauty and health. However, knowledge and skills about this potential are still very minimal in the people of Central Banjar. Therefore, this PKM program aims to empower the PKK Women's Group of Central Banjar, Blahbatuh Village, Gianyar, through counselling activities on the importance of skin health and counselling on the benefits of aloe vera plants, as well as training in the skill of making solid soap with aloe vera basics. The program implementation method includes optimization activities on how solid soap-making works before the implementation of training, which is followed by counselling, training and practices of making aloe vera solid soap. The evaluation of the success of the PKM program will be assessed based on the pre-test and post-test values as well as the success of making solid soap independently. The results of the implementation of this program show the enthusiasm and active participation of all participants during the activity. The evaluation of comprehension based on pre-test and post-test scores showed that 8 participants experienced an increase in comprehension with an increase in the average value of participants' overall knowledge by 36.4%. As many as 3 out of 10 partners have also succeeded in making solid soap on the first try. Further assistance is still needed to increase the success of soap making and marketing of soap products so that they can become skills that support the local community's economy.
Pelatihan Kombinasi Aerobik dan Latihan Fisik pada Kader Posbindu Banjar Taman Sari, Desa Sanur Asri Lestarini; Tanjung Subrata; Ni Putu Diah Witari; Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.141-148

Abstract

Angka kejadian diabetes melitus (DM) di Bali diprediksi terus meningkat seiring dengan perubahan pola hidup dan kebiasaan makan masyarakat, termasuk di Kota Denpasar. Desa Sanur merupakan salah satu kawasan pariwisata di Bali yang telah mengalami perubahan pada pola hidup masyarakatnya, sehingga berisiko untuk meningkatkan penyakit degeneratif. Diabetes melitus sebagai salah satu penyakit degeneratif yang jumlah penderitanya cukup tinggi dan dapat berakhir pada komplikasi. Kegiatan Pelatihan Kombinasi Aerobik dan Latian Fisik pada Kader Posbindu Banjar Taman Sari, Desa Sanur bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu lansia melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah bagi pasien diabetes melitus sehingga dapat mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya melalui penyuluhan, pelatihan tentang diet, exercise dan pengendalian kadar gula darah khusus bagi penderita diabetes melitus. Strategi yang diterapkan meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan terkait pengaturan pola makan, olahraga, dan pemantauan kadar gula darah. Program ini dirancang agar para peserta, terutama penderita diabetes, dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mandiri. Hasil yang diperoleh berupa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diet, latihan fisik dan monitoring kadar gula darah. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra dari rerata 62,00 menjadi 85,00. Diharapkan kegiatan yang berkelanjutan nantinya sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Dengan temuan ini, disarankan agar layanan kesehatan bagi penderita diabetes memasukkan program latihan kombinasi sebagai bagian dari upaya pengendalian diabetes melitus.
Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping Berbahan Baku Lokal dan Pengenalan Aplikasi Primaku pada Kader Posyandu Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Ni Putu Diah Witari; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kintamani masih menjadi daerah penyumbang stunting tertinggi di Kabupaten Bangli, Bali. Stunting merupakan permasalahan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pemahaman tentang pentingnya gizi anak dalam fase pertumbuhan dan perkembangan diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting. Dalam upaya ini, makanan pendamping berbahan baku lokal telah menjadi fokus strategi untuk memberikan asupan gizi yang seimbang bagi anak. Pemantauan terhadap tumbuh kembang anak juga diperlukan untuk mengidentifikasi masalah tumbuh kembang anak. Salah satu aplikasi pada ponsel pintar yang mendukung adalah aplikasi Primaku. Pelatihan pada program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengenalkan makanan pendamping berbahan baku lokal dan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Pelatihan ini dilakukan pada kader Posyandu Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif. Metode pelatihan melibatkan demonstrasi praktis, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Partisipan pelatihan terdiri dari ibu-ibu yang memiliki anak usia balita. Materi pelatihan mencakup identifikasi bahan baku lokal yang kaya nutrisi, teknik persiapan makanan yang sesuai, informasi tentang nutrisi dan manfaat dari makanan pendamping, serta aplikasi Primaku. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan ibu-ibu mengenai pilihan bahan baku lokal yang tepat dan cara mempersiapkan makanan pendamping yang sesuai. Selain itu, partisipan juga menunjukkan keterampilan yang lebih baik dalam menggabungkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan makanan yang bernilai gizi tinggi serta menggunakan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini diperkuat oleh umpan balik positif dari para peserta terhadap pendekatan pelatihan yang interaktif dan praktis. Kata kunci: gizi, stunting, Primaku, makanan pendamping, tumbuh kembang.
Pendampingan Keluarga Balita Stunting di Posyandu Banjar Nyawah, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anak Agung Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gede Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ni Wayan Diana Ekayani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.149-154

Abstract

Stunting remains one of the major public health challenges in Indonesia, with long-term impacts on human resource quality. In Banjar Nyawah, five families were identified with toddlers who are either stunted or at risk of stunting. This condition is driven by inadequate nutritional intake far below the Recommended Dietary Allowance (RDA), limited knowledge and skills of mothers in preparing healthy meals, and the families’ low economic status. This Community Partnership Program (PKM) aims to improve child nutritional status and empower family economies through two main strategies: (1) provision of high-protein nutrition packages, along with education and training on preparing healthy meals using local ingredients; and (2) training on producing packaged loloh kunyit (a traditional turmeric-based herbal drink) as a family income-generating product. The program was implemented in stages through socialization, education, training, distribution of nutrition packages, and evaluation. The educational component focused on the "My Plate" concept, balanced nutritional parenting practices, and hands-on preparation of nutritious toddler meals. Evaluation was conducted by comparing pretest and posttest results, which showed an improvement in participants’ knowledge and skills after the program. The results indicate that educational and productive approaches can have a positive impact on improving children's nutritional status and enhancing family economic potential.
Pendampingan Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; A.A.Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; A A Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.194-199

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Remaja Peduli Payudara: Sadari Berjalan di Banjar Tengah, Blahbatuh Ni Putu Diah Witari; Ni Luh Putu Putri Setianingsih; Luh Gde Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Komang Trisna Sumadewi; A A Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.211-215

Abstract

Program Deteksi Dini Kanker Payudara berbasis remaja (SADARI) yang diterapkan di Posyandu Remaja Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, berhasil meningkatkan pengetahuan dan kompetensi praktik pada 10 kader remaja secara signifikan. Pendekatan partisipatif berbasis komunitas (Community-Based Participatory Research) diintegrasikan melalui edukasi interaktif, simulasi menggunakan model tiruan, dan pendampingan langsung oleh tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang kanker payudara dari 55% menjadi 95%. Pemantauan jangka panjang selama 12 bulan mengungkapkan bahwa 85% peserta menerapkan SADARI secara rutin dan 80% mampu mengidentifikasi tanda abnormal payudara. Intervensi yang melibatkan kader remaja sebagai agen perubahan tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan komunitas dan berpotensi mempercepat deteksi dini kanker payudara pada populasi remaja perempuan. Studi ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas yang dimotori oleh pemuda adalah strategi yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.
Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga Ni Made Gita Kusuma Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Putu Yudha Asteria Putri; I Gusti Agung Istri Mahaswari; Ni Putu Ayu Dian Maharani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.43-49

Abstract

Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif, terutama pada masa golden age balita, yaitu periode emas pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Pada fase ini, kekurangan gizi dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang tepat sasaran dan mudah diterapkan oleh keluarga. Kegiatan “Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga” diselenggarakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi spesifik pada masa pertumbuhan awal kehidupan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif dan praktik langsung memasak menu bergizi seimbang. Peserta dibekali pengetahuan mengenai kebutuhan zat gizi esensial bagi balita, seperti protein hewani, zat besi, kalsium, vitamin, dan serat, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga dilatih mengolah bahan pangan lokal yang mudah diakses menjadi hidangan sehat, menarik, dan sesuai dengan selera balita, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan anak terhadap konsumsi makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, dengan keterlibatan ibu dan ayah balita dalam kegiatan pemenuhan gizi anak. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi peserta dari 65% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan, serta peningkatan keterampilan pengolahan makanan bergizi dari 70% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya variasi menu sehat dan potensi pengembangan keterampilan memasak sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini membuktikan bahwa edukasi gizi yang aplikatif dan kontekstual tidak hanya efektif dalam membangun generasi sehat sejak dini, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi keluarga.  
PKM pada Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.31-36

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Pendampingan Kader Dalam Pengelolaan Pijat Bayi di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anny Eka Pratiwi
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.100-103

Abstract

Mitra kegiatan pengabdian adalah kader posyadu yang berjumlah 8 orang. Mitra merupakan kader posyandu yang terletak di Banjar Tengah Desa Blahbatuh, Gianyar. Berdasarkan hasil wawancara degan kader diketahui bahwa beberapa warga saat melakukan posyandu menanyakan mengenai cara pijat bayi yang benar dan apa fungsi dari pijat bayi. Fokus kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan adalah pemberian edukasi mengenai pijat bayi serta pendampingan pijat bayi pada kader. Metode pelasnaan pengabdian meliputi 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, pelasanaan kegaitan serta monitoring dan evaluasi. Untuk mengetahui pemahaman kader mengenai materi yang diberikan dilakukan pretest dan postest. Terdapat peningkatan pengetahuan kader sebesar 50% mengenai pijat bayi dan terjadi peningkatan keterampilan kader dalam melakukan pijat bayi. Partisipasi dan keaktivan kader untuk megikuti kegaitan pengabdian sangat baik dan kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar.
Mengatasi Ancaman Tersembunyi: Strategi KKN-PMM Warmadewa Melalui Program Pelita Untuk Melindungi Remaja Dari Seks Berisiko Dan Dampak Psikologisnya Ni Putu Diah Witari; Putu Indah Budi Apsari; Fransiscus Fiano Anthony; Ni Luh Gede Intan Prasetyaning Mas; Ferrini Ratu Sandha
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.1.2025.56-61

Abstract

Program PELITA (Pelindung Remaja dari Seks Berisiko dan Trauma Mental) merupakan inisiatif edukasi kesehatan reproduksi dan kesehatan mental yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Latar belakang program muncul dari tingginya prevalensi kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), dan gangguan kesehatan mental di kalangan remaja, yang disebabkan oleh kurangnya akses informasi, stigma sosial, serta lingkungan yang belum terbuka untuk membahas isu-isu sensitif. Metodologi yang digunakan meliputi tahap observasi, persiapan materi, pelaksanaan kegiatan interaktif, dan evaluasi hasil. Materi mencakup pubertas, fungsi organ reproduksi, pencegahan IMS, serta aspek psikologis seperti kesehatan mental dan keterampilan komunikasi asertif. Kegiatan melibatkan 64 siswa kelas 9 dengan metode diskusi, simulasi penolakan tekanan, tayangan video edukasi, dan pre-post test lisan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja, disertai tingkat partisipasi dan kepuasan yang tinggi. Banyak peserta menyatakan keberanian untuk lebih terbuka membahas isu remaja dan bertekad menjaga kesehatan dirinya sendiri. Dalam pembahasan, program diakui efektif dalam konteks lokal yang sebelumnya tertutup, dan direkomendasikan untuk diulang secara tahunan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah. Dukungan dari guru, orang tua, serta pemerintah desa menjadi kunci keberlanjutan. Secara keseluruhan, PELITA bukan hanya program edukasi, tetapi gerakan transformasi sosial yang menghasilkan generasi remaja yang lebih sadar, berani, dan sehat secara fisik maupun mental.
Co-Authors A A G Raka Budayasa, A A G Raka A. A. Ayu Asri Prima Dewi A.A. Made Semariyani A.A.Ayu Asri Prima Dewi Aanak Agung Ayu Asri Prima Dewi Ade Dwi Mahendra Adhitya, I Putu Gde Surya Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Istri Prima Dewi Anak Agung Gede Budhitresna Anak Agung Istri Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Analysa - Apsari, Putu Indah Budi Asri Lestarini Asri Prima Dewi AA Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Audria, Intan Safira Bayuningrat I Gusti Ngurah Made Budhitresna, A.A.G. Cahyawati, Putu Nita Desak Putu Oki Lestari Dewa Ayu Ratna Juwita Dewi, A.A. Ayu Asri Prima Dewi, A.A.Ayu Asri Prima Dewi, Ni Made Gita Kusuma Dwiputra, Made Wahyu Dharma Eka Kartika Sari, Ni Luh Putu Ekayanti, Ni Wayan Sri Erly Sintya Evayanti, Luh Gede Ferrini Ratu Sandha Fransiscus Fiano Anthony Fransiscus Fiano Anthony Fransiscus Fiano Anthony Kerans Fransiscus Fiano Anthony Kerans Fransiscus Fiano Anthony Kerans Fransiscus Fiano Anthony Kerans Fransiscus Kerans Gde Candra Yogiswara Gede Agus Surya Pratama Gusti Ayu Made Landhevi Paramasanthi Gusti Ayu Made Landhevi Paramasanthi Hegard Sukmawati, Ni Made I Gede Ananta Widjaksana I Gede Ananta Widjaksana I Gusti Agung Istri Mahaswari I Gusti Ayu Avinya Chintya Devi I Gusti Ayu Sri Anjani I Gusti Ngurah Fajar Viwakananda I Komang Ardhika Gunawan I Made Adi Putra Wiguna I Made Adi Putra Wiguna I Putu Gede Eka Ariawan Suyasa I Putu Satyawan Rama Natha I Putu Satyawan Rama Natha I Wayan Sudiarta Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba Ida Bagus Yoga Nugraha Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati, Ida K Tangking Widarsa Kadek Ananda Pratama Putra Kadek Ananda Pratama Putra Komang Aditya Yudistira Komang Triyani Kartinawati Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Made Bramastya Nugraha Teja Kusuma Mulyawan Made Dharmesti Wijaya Made Indra Wijaya Manuaba, Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Kadek Nadia Ayu Agustini Ni Luh Gede Intan Prasetyaning Mas Ni Luh Putu Eka Kartika Sari Ni Luh Putu Putri Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Gita Kusuma Dewi Ni Made Gita Kusuma Dewi Ni Made Gita Kusuma Dewi Ni Made Gita Kusuma Dewi Ni Nyoman Sunariasih Ni Putu Ayu Dian Maharani Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra Ni Wayan Armerinayanti, Ni Wayan Ni Wayan Aurelia Niriswari Darmawan Ni Wayan Aurelia Niriswari Darmawan Ni Wayan Diana Ekayani Ni Wayan Widhidewi Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Pratiwi, Anny Eka Pratiwi, Cokorda Agung Prima Dewi, A.A.A Asri Putra Parwati, Tjok Istri Putu Asih Primatanti Putu Asih Primatanti Putu Austin Widyasari Wijaya Putu Gde Hari Wangsa Putu Indah Budi Apsari Putu Indah Budi Apsari Putu Nita Cahyawati Putu Oki Lestari Putu Yudha Asteria Putri Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Rima Kusuma Ningrum Rusni, Ni Wayan S. N, Suriana Saktivi Harkitasari, Saktivi Saraswati Laksmi Dewi Sri Masyeni, Dewa Ayu Putri Sri Ratna Dewi Sri Ratna Dewi, Sri Ratna Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Syaifiyatul H Tanjung Subrata Trisna Sumadewi, Komang Trisnia, Putu Ayunda Udiyani, Desak Putu Citra Wiranatha, I Gede