Articles
Wu-wei: Kekuatan dari Tidak Melakukan Tindakan
Helda Mita Iwari;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.82
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui salah satu motivasi yang sangatf menginspirativ yaitu Wu wei. Wu wei mempunyai banyak makna yang di bahas di dalam video singkat dari chanel youtube 1 hari sukses yang berjudul “Wu wei : Kekuatan Tidak Melakukan Tindakan” pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan bahwa arti pengajaran dari Wu wei merupakan sebuah pengembangan diri yang memotivasi dan mengedukasi umtuk ketenangan batin, Banyak sekali yang diajarkan Wu wei. Wu wei dalam Bahasa Cina “tidak melakukan apa-apa beberapa orang mengartikannya sebagai “effortless action”. Ada empat point penting yang diajarkan wu wei yaitu tidak melakukan apa-apa, tidak memaksa, tidak melawan arus dan yang terakhir kelembutan mengalahkan kekerasan.
Law of Attraction: Inilah Jalan Meraih Impian?
Pipit Nurhayati;
Masduki Asbari;
Abad Robbani Naharussurur
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.85
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apa itu hukum tarik-menarik atau “Law of Attraction” dalam bahasa Inggris, adalah sebuah kepercayaan popular yang menyatakan bahwa pikiran dan emosi memiliki pengaruh kuat terhadap kejadian dan situasi yang terjadi dalam hidup. Dalam prinsipnya, hukum tarik-menarik menyatakan bahwa menarik sesuatu ke dalam hidup serta hal-hal yang di fokuskan dan dipercaya. Pendukung hukum tarik-menarik percaya bahwa jika memfokuskan pikiran dan emosi pada hal-hal positif, maka akan menarik pengalaman dan hasil yang positif dalam hidup, sementara pikiran dan emosi yang negatif dapat menyebabkan pengalaman dan hasil yang negatif. Hukum tarik-menarik telah dipopulerkan melalui buku seperti “The Secret” karya Rhonda Byrne dan telah memperoleh pengikut yang signifikan dalam komunitas pengembangan diri. Namun, beberapa kritikus berpendapat bahwa hukum tarik-menarik kurang memiliki bukti ilmiah dan dapat menyederhanakan masalah kompleks seperti kemiskinan dan penindasan sistematik.
Media Sosial: Ketika Maya Lebih Indah dari Nyata
Rifqi Dhika Saputra Rifqi;
Masduki Asbari;
Noir Primadona Purba
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.86
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tentang “Dunia Maya Yang Lebih Indah Dari Pada Dunia Nyata” dari channel youtube “1 Hari Sukses” yang berjudul “Social Media: Ketika Yang Maya Lebih Indah Dari Yang Nyata”. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu metode yang dilakukan dengan teknik simak dan catat karna sumber informasi yang diambil dengan menyimak narasi lisan. Studi ini menyebutkan bahwa kita harus bijak dalam menggunakan sosiak media. Sosial media bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti, sekaligus bisa menjadi sesuatu yang sangat berbahaya, tergantung bagaimana prilaku penggunanya, perlu kesadaran diri dan kedewasaan untuk bermain social media, agar terhindar dari berbagai permasalahan. Tujuan dari bijak dalam bersosial media agar kita bisa mengendalikan diri, dan bisa menjaga etika Ketika membuat konten atau berkomentar di postingan seseorang dengan cara menghindari kata-kata menghina yang bisa menyebabkan konflik atau keributan yang bisa menyeret kita kedalam masalah hukum. Lalu kita sebisa mungkin jaga privasi dan data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh orang yang bertanggung jawab. Dan yang terakhir hindari over sharing, over sharing adalah membagikan postingan kepada orang lain secara berlebihan, hindari mengumbar masalah pribadi, aib keluarga atau menyerang orang lain. Karna jejak digital tidak bisa sepenuhnya hilang, jadi kita harus sepintar mungkin menggunakan sosial media. Gunakan sosial media hanya untuk hiburan atau pengisi waktu kosong saja, jangan terlalu berlebihan, karna dampaknya sangat berakibat fatal jika kita terlalu berlebihan bermain media sosial.
Algoritma Cinta: Memahami Relasi Pasangan Hidup?
Syarif Hidayatullah;
Hona Emylisa;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.88
Algoritma tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan masalah pada komputer, tetapi juga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah mencari pasangan hidup. Tujuan dari studi ini adalah menjelaskan perspektif pemikiran Razi Thalib dari kanal Youtube TED x Talk yang berjudul “Algorithm of Love ”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mencatat dan menyimak materi yang bersumber dari video, materi diperoleh dengan mendengarkan cerita secara lisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan yang memiliki cinta tulus dari hati adalah salah satu pengikat kebahagiaan. Jika seseorang jatuh cinta pada orang lain dan mencintainya dengan tulus maka akan terbentuk adalah energi positif yang dapat disalurkan pada kehidupan dalam konteks membangun keluarga. Cinta yang tulus cinta yang benar-benar dari hati akan menanamkan harapan untuk generasi mendatang.
Dunning Kruger Effect: Argumen Individu Mewujudkan Percaya Diri
Wahyudi;
Faisal Akhyar;
Aria Pratama;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.91
Dunning Kruger Effect (DKE) adalah fenomena metakognitif superioritas ilusi di mana individu yang melakukan tugas dengan buruk percaya bahwa mereka melakukannya lebih baik dari pada yang lain, namun individu yang melakukannya dengan sangat baik percaya bahwa mereka berkinerja buruk dibandingkan dengan orang lain. Efek Dunning kruger effect mengacu pada pengamatan bahwa orang yang tidak kompeten seringkali tidak cocok untuk mengenali ketidakmampuan mereka. Di sini kami menyelidiki potensi Dunning kruger effect dalam penalaran tingkat tinggi dan, khususnya, berfokus pada keefektifan relatif dari pemantauan metakognitif di antara para penalar yang bias.
Efek Diderot: Alasan Overshopping?
Rizal Mahendra;
Masduki Asbari;
Nurizzati
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.96
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Rizal Mahendra dari channel youtube 1 Hari Sukses yang berjudul efek diderot: Alasan kamu tidak bisa berhenti berbelanja. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan bahwa efek diderot adalah hasil interaksi antara beberapa objek yang saling melengkapi produk. Hingga sekelompok benda yang dianggap saling berhubungan satu dapat mempengaruhi keputusan pembelian kita. Bahwa kepemilikan barang baru sering kali menciptakan konsumsi spiral yang membuat kita ingin memperoleh lebih banyak barang baru. Studi ini juga menyebutkan bahwa Hampir setiap manusia pernah mengalami efek diderot.Ketika kita ingin membeli sofa misalnya, kita akan diarahkan untuk melihat meja. Lalu kita akan berpikir, bahwa karpet yang ada di rumah warnanya tak senada, sehingga terpikir untuk membeli karpet. Dan seterusnya,Itulah mengapa, ada teknik marketing untuk menjual lebih banyak produk dengan sistem bundling atau paket. Dan perusahaan furnitur seperti ikea atau Informa memamerkan produknya dalam bentuk rancangan ruangan secara lengkap dengan segala furnitur dan aksesorisnya. Sistem ini mengarahkan kita untuk membeli barang-barang yang memiliki keterkaitan dan saling melengkapi.Masalahnya seberapa sering kita tergiur dan terjebak oleh efek ini hingga membeli barang secara impulsif?
Passion, Purpose dan Value: Tiga Indikator Sukses Karier?
Nadia Mutiara;
Masduki Asbari;
Yuniar Fitriani
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.101
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami arti dan makna dari “Pekerjaan dan Karir” Karena sebagian orang masih salah memahami tentang esensinya. Hasil studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif serta simak catat dari sebuah unggahan video chanel youtube TEDxJakarta yang menjelaskan bahwa pekerjaan adalah milik perusahaan, tetapi Karir adalah milik kita yang di anugrahkan oleh tuhan. Begitu banyak orang yang mengira bahwa pekerjaan sama dengan karir, dan banyak orang yang tidak menemukan kebahagiaan dalam menjalani perkerjaan mereka meskipun telah memperoleh kesuksesan dari segi jabatan dan penghasilan. Penyebabnya adalah karena mereka tidak menyadari bahwa pekerjaan bukanlah karir mereka. Karir merupakan totalitas profesionalitas dalam menjalani hidup yang berkaitan dengan Passion atau Renjana, Menemukan passion memiliki tujuan untuk mengenali keunikan yang dimiliki oleh diri sendiri guna mencapai kebahagiaan dalam menjalani hidup, sehingga dapat menghasilakan Purpose atau tujuan hidup, yang dapat memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar, serta manfaat yang akan diberikan dalam kehidupan yang sedang dijalankan dan melakukan hal-hal yang disukai setiap orang tanpa lupa akan nilai atau Value diri.
Dopamine Detox: Teknik Mengendalikan Kecanduan?
Hilwan Azhar Sukma;
Masduki Asbari;
Wakhida Nurhayati
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.125
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tentang “Dopamine Detox” dari channel youtube “1 Hari Sukses” yang berjudul “Kendalikan Dirimu Dari Segala Kecanduan”. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu metode yang dilakukan dengan teknik simak dan catat karena sumber informasi yang diambil dengan menyimak narasi lisan. Dopamine detox bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi atau membatasi aktivitas yang dianggap menyenangkan tetapi bisa berdampak buruk bila dilakukan secara berlebihan. Misalnya menggunakan gadget, bermain video game, atau bahkan makan camilan. Tujuan dari dopamine detox adalah mengurangi kecanduan dengan mengubah kebiasaan buruk agar lebih produktif. Pada dasarnya dopamine tidak bisa di hilangkan dari tubuh, tetapi kita dapat mengontrol kadar dopamine dengan cara menghilangkan sejenak hiburan yang tidak sehat dan memiliki dopamine dengan kadar tinggi. Kadar dopamine yang terlalu tinggi dapat mengurangi konsentrasi sehingga kita kehilangan focus. Orang yang membutuhkan dopamine detox orang yang memiliki kecanduan dari hal-hal negatif, sehingga istilah dopamine detox sesungguhnya tidak benar-benar bertujuan untuk mengurangi dopamine, namun lebih mengarahkan agar dopamine dapat dihasilkan dengan cara yang lebih sehat, bermanfaat, tidak merusak kesehatan, tidak mengganggu produktifitas serta tidak membuat kita menjadi malas.
Dunia Pasca Pandemi: Perspektif Gita Wirjawan
Moch Jemy Maulana;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.129
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif dari Gita Wirjawan mengenai kondisi dunia pasca pandemi melalui konten video di kanal youtubenya yang berjudul “Endgame The Take: Warna Dunia Pasca Pandemi”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan bahwa kehidupan manusia di seluruh dunia berubah. Perubahan ini akibat virus COVID-19 yang memaksa kondisi baru. Dalam hal ini, secara global kehidupan sosial tercipta suatu tatanan baru. Kehidupan manusia di mana pun memasuki ruang bernama new normal. Artikel ini ingin menjelaskan bagaimana gambaran new normal itu terbentuk dan memberikan warna baru bagi kehidupan masyarakat dunia. Suatu kondisi dan atau kebiasaan sosial masyarakat atau perilaku individu yang muncul setelah pandemi COVID-19 selesai.
Berliterasi: Cara Cerdas untuk Healing?
Yati;
Masduki Asbari;
Setyo Budi Santoso
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.134
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perspektif Kang Maman dari Channel Youtube “Basa-Basi Tv” yang berjudul “Literasi untuk healing”. Pada study ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan tentang bagaimana pentingnya healing bagi sejumlah anak-anak muda di era sekarang ini. Healing itu harus dihadapi, Dari proses healing yang sering orang lain katakan ataupun yang sering kita dengar, arti proses healing bukan tentang menghindari masalah, tetapi menyelesaikan masalah. Healing itu tidak hanya sekedar berlibur, santai, ataupun berfoya-foya untuk kesenangan. Tetapi proses healing dapat dilakukan dengan jalan literasi, Healing untuk berliterasi dapat berguna bagi generasi muda zaman sekarang. Pada dasarnya healing untuk berliterasi dapat dilakukan dengan niatan yang berasal dari dirimu. Hal ini termasuk meyakini bahwa dirimu memang sudah berada di tahapan untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dan juga fisik. Pentingnya healing dengan jalan literasi bisa berguna bagi generasi muda di jaman sekarang. Bahkan di Indonesia, kata literasi sudah lebih populer dibandingkan kemahirwacanaan, melek aksara, dan keberaksaraan. Bukan hanya sekedar kata, tapi literasi juga menjadi gerakan bagi pegiat pendidikan, baik informal dan juga nonformal.