Articles
Flow State: Menaklukan Hal Mustahil?
M. Haeru Anwar;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.51
The purpose of this research is to find out Haeru Anwar's perspective from the 1 Hari Success Youtube channel entitled "Flowstate conquers what is impossible". In this study, the researcher used a descriptive qualitative method by taking notes because the source of the data was obtained by listening to oral narratives. The results of this study explain what they feel when trying to conquer a challenge with feelings of joy and curiosity until they reach their goal. This article is defined as a person's ability to do a job or activity by balancing the difficulties they have to overcome so that they always become the best or optimal version of themselves.
Bisnis Online: Saving The Future
Mohamad Saiful Muarifin;
Riris Dwi Anjani;
Masduki Asbari;
Adhik Ryan Niko Putratama
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.52
The purpose of this research is to find out Jeff Budiman's perspective from the TEDxTalks youtube channel entitled "Saving The Future". in this study the researcher used a descriptive qualitative method by observing the note method because the data source was obtained by listening to oral narratives. The results of this study explain about saving the future or also called Saving The Future. This study also mentions that saving the future by setting up a business by marketing product materials through social media, because we all know that maybe Indonesia has more productive age vectors, so Indonesia will be predicted to have a golden next generation in 2045, we are predicted and many countries also claim that we will become a stopwatch, and will be recognized by the world
Solusi Interaksi di Era Informasi: Mengendalikan Obsesi dan Mengelola Emosi
Nela Melani;
Siti Hanifah;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.58
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa itu obsesi dan cara mengendalikannya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan mencatat karena sumber materi diperoleh dengan mendengarkan cerita lisan dari video youtube channel Greatmind mengenai perspektif Pirrou Shopie terhadap obsesi. Hasil penelitian ini memperjelas bahwa obsesi adalah perasaan atau ide yang sangat merasuki pikiran seseorang. Menurut Perpetua Neo, obsesi berawal saat kita merasa rentan. Obsesi berkembang ketika orang yang mencoba untuk “live in their heads” daripada “living their life”.
Delayed Gratification: Menahan Sedikit Kesenangan untuk Kebahagiaan Besar Jangka Panjang
Sri Rahayu;
Masduki Asbari;
Wakhida Nurhayati
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.64
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Sri Rahayu dari channel youtube 1 Hari Sukses yang berjudul “Delayed Gratification Seberapa Lama Kamu Bisa Menahannya?”. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mencatat karena sumber data diperoleh dengan mendengarkan narasi lisan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa orang yang memiliki kesabaran dapat memperoleh apapun yang dia inginkan. Studi ini juga menyebutkan bahwa delayed gratification melibatkan kemampuan untuk menahan diri dari kepuasan instan demi mendapatkan manfaat yang lebih besar di masa depan. Artikel ini menggambarkan bagaimana penundaan kepuasan dapat mempengaruhi pengelolaan keuangan, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Penelitian dimulai dengan pertanyaan seberapa lama kamu bisa menahannya. Ketika Anda mampu menilai diri sendiri tanpa harus melihat nilai orang lain lebih tinggi dari Anda, tentunya Anda akan fokus untuk bisa memperbaiki diri sendiri sehingga Anda akan melakukan lebih lagi dalam berkorban untuk sebuah pencapaian.
Unity in Diversoto: Filosofi Kuliner Soto Nusantara
Putri Rizky Apriani;
Diana Septyawati;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.68
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menyajikan mengenai ragam kuliner di Indonesia dan menyajikan sebuah penelitian yang dapat menginformasikan mengenai ragam dan kuliner soto Nusantara di setiap daerahnya seperti yang disampaikan oleh Fadly Rahman dalam channel Youtube TEDxJakarta yang berjudul ‘’Unity in Diversoto’’. Pada penelitian ini peneliti memakai metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara menyimak catat karena sumber yang didapatkan dengan mendengarkan dan menyimak pada narasi lisan. Hasil penelitian ini menyajikan fakta keberagaman kuliner di Indonesia, khususnya Soto. Penelitian ini juga menuturkan mengenai perkembangan soto dari zaman kuno hingga sekarang yang masih tetap bertahan bahkan semakin banyak muncul berbagai soto di setiap daerah. Penelitian dilakukan berasal dari banyaknya keberagaman Indonesia dalam bidang kuliner. Seperti Semboyan Kebangsaan Negara Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika yang memiliki makna ‘’Berbeda –beda Tetapi Satu Juga’’.
Heroic: Fanatik pada Tujuan, tapi Fleksibel dalam Cara?
Ika Setyani;
Masduki Asbari;
Eka Sandra Amelia Sari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.71
Abstrak – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan meneladani arti dari makna “Tujuan harus “Fanatik”,cara bisa “Fleksibel” yang disampaikan oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto pada akun channel Youtube Diskusi Bersama Sabrang MDP. Dalam penulisan studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelitian deskriptif dengan cara simak catat, sebab sumber dari data penelitian yang telah didapat dengan cara yaitu menyimak narasi secara lisan. Penelitian ini menerangkan mengenai setiap manusia memiliki tujuan, tetapi dengan memiliki tujuan tersebut pasti ada halangan atau rintangan yang akan dihadapi, tidak semulus yang dibayangkan atau rencanakan. Dari masalah tersebut perlu ada beberapa kesadaran – kesadaran, yaitu manusia tidak mungkin disaat belajar tanpa melalui kesalahan. Kesalahan itu proses belajar karena semua kebenaran itu datang dari keputusan yang tepat, keputusan yang tepat datang dari pengalaman, lalu pengalaman itu datang dari keputusan yang salah. Jadi kegagalan itu wajib untuk menuju keberhasilan, dan 1000 kegagalan itu akan terhapus dengan 1 keberhasilan. Dari sini perlu di garis bawahi jika memiliki tujuan yang “Fanatik” caranya jangan “Fanatik”,cara harus “Fleksibel” karena keadaan tidak bisa dikontrol, seperti halnya sakit pasti rencana yang sudah diatur akan berantakan, tapi kalau rencana nya sama bisa membuat rencana baru, seperti kalimat “semua rencana itu hancur ketika ketemu pelanggan pertama”.
Jangan Terjebak pada Indecisiveness: Perspektif Seorang Cak Nun
Jamrud Prayoga Prasadana;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.72
Abstrak – Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami inti pemikiran antara pembicaraan Mbah Nun dan Sabrang terkait keraguan berlebih dalam mengambil keputusan dalam channel youtube CakNun.com yang berjudul “Jangan Terjebak pada Indecisiveness”. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil kajian ini menjelaskan terkait konsep kebenaran, serta fungsi mencari kebenaran agar tidak terjebak pada indecisive untuk mengambil suatu keputusan. Penulisan ini didasari kutipan kalimat yang sangat menarik bagi penulis yakni “Jangan ada keputusan yang tidak waspada, dan jangan juga berlebihan dalam mewaspasdai suatu hal lalu tidak mampu mengambil keputusan”. Keyword – Bahasa Indonesia, keputusan dalam kebimbangan, keraguan riset, teori kebenaran. Abstract – The purpose of this writing is to understand the core thoughts between Mbah Nun and Sabrang's talk on CakNun.com youtube channel entitled "Don't Get Stuck on Indecisiveness". In this writing, using descriptive qualitative methods by taking notes because the source of the data obtained by listening to oral narratives. The results of this writing explain the concept of truth, as well as the function of seeking truth so as not to be trapped in indecisive to make a decision. This writing is based on a quote that is very interesting for the writer, namely "there should be no decision that is not vigilant, and do not also be excessive in worrying about something and then unable to make a decision. Keywords – Decisions in anxiety, indonesian, indecisive, research, theory of truth.
Social Selling: Interaksi Budaya di Era Media Sosial
Daniel Prasetyo;
Andrean Renaldi;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.74
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya social selling dari Channel Youtube Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. yang berjudul “Social Selling, Sisi Lain Kekuatan Sosial Media. Alat untuk memperkuat dan membuat netizen ngiler”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian memperjelas bahwa dalam konteks budaya dan media sosial yang berbeda. Namun, mereka memberikan wawasan tentang bagaimana budaya dan media sosial saling mempengaruhi dan berdampak pada masyarakat.
Minimalisme: Sedikit Barang, Sedikit Masalah?
Ronny Firmansyah Erwianto;
Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.78
minimalis diartikan sebagai gaya hidup yang berfokus pada meminimalkan gangguan atau distraksi yang dapat membuatmu untuk melakukan hal yang benar-benar penting saja.Sedangkan Joshua Becker, penulis Becoming Minimalist, mendefinisikan minimalis adalah tentang mendapatkan apa yang membuatmu bahagia dan menghilangkan apa yang tidak membuatmu bahagia. Praktis dan sederhana. Dalam upaya mencari kebahagiaan, manusia seringkali mengkonsumsi begitu banyak barang. Alih-alih sebagai apa yang dibutuhkan, barang yang di beli akhirnya menumpuk dan memakan banyak tempat. Masa kini, Globalisasi dan akses yang mudah ikut mendorong adanya sikap konsumtif yang terjadi di Masyarakat. Kemudian lahirlah gaya hidup baru, yakni Minimalisme sebagai upaya untuk bisa hidup dengan sedikit barang namun tetap bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana gaya hidup Minimalisme hadir di kota Makassar dengan kultur yang berbeda. Peneliti akan mengekspolarasi tentang bentuk-bentuk dari minimalisme, apa yang melatarbelakangi gaya hidup ini dipilih dan perubahan apa saja yang terjadi saat seseorang menjalani gaya hidup ini.
Kecerdasan Emosional: Standar Kedewasaan?
Yuniar Fitriani;
Masduki Asbari;
Nadia Mutiara
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.79
Abstrak – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap kedewasaan seseorang menurut perspektif Dea Rizkita dari channel youtube TEDx Talks yang berjudul “Have You Fully Become an Adult”. Pada studi ini penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil dari studi penelitian ini adalah kita perlu memahami bahwa berkembang membutuhkan kedewasaan diri untuk mendukung proses tersebut karena setiap tantangan yang kita hadapi membutuhkan respon yang berbeda-beda tergantung pada situasi dan kondisi yang terjadi. Menjadi dewasa biasanya juga akan dipengaruhi dengan suatu kecerdasan yaitu kecerdasan emosional. kecerdasan emosional dapat mempengaruhi orang untuk menjadi dewasa yang matang secara emosional, dan adapun juga orang yang sukses dalam meraih sesuatu biasanya akan dikaitkan dengan kecerdasan intelektual. Penelitian ini berawal dari munculnya pernyataan bahwa semakin dewasa, maka kita akan menghadapi lebih banyak tantangan dalam hidup.Kata Kunci : Dewasa, kegagalan, kesuksesan, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosionalAbstract – The purpose of this study was to find out about the influence of emotional intelligence on a person's maturity according to the perspective of Dea Rizkita from the TEDx Talks youtube channel entitled "Have You Fully Become an Adult". In this study, research used descriptive qualitative methods by observing notes because the source of the data was obtained by listening to oral narratives. The result of this research study is that we need to understand that developing requires self-maturity to support this process because every challenge we face requires a different response depending on the situation and conditions that occur. Becoming an adult will usually also be influenced by intelligence, namely emotional intelligence. Emotional intelligence can influence people to become emotionally mature adults, and people who are successful in achieving something will usually be associated with intellectual intelligence. This research originated from the emergence of the statement that the more mature, then we will face more challenges in life.Keywords : Adult, failure, success, intellectual intelligence and emotional intelligence