Claim Missing Document
Check
Articles

Tujuan dan Materi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an Athiyah, Ummu; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.149

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji konsep tujuan dan materi pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam mengandung banyak nilai pendidikan yang relevan bagi kehidupan manusia. Meskipun tidak merinci aspek pendidikan secara eksplisit, Al-Qur'an mendorong umat manusia untuk belajar dan mencari ilmu sebagai cara untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep pendidikan, tujuan pendidikan, dan materi pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, library research atau penelitian pustaka, yaitu penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data melalui literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kekhasan tersendiri yang berakar kuat pada konsep-konsep yang holistik, mencakup pengembangan spiritual, moral, intelektual, sosial, dan jasmani. Terminologi seperti tarbiyah, ta’dib, ta’lim, dan tazkiyah menunjukkan bahwa pendidikan dalam Islam bertujuan untuk menciptakan manusia yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an adalah untuk membentuk individu yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, dan berperan aktif dalam masyarakat. Materi pendidikan dalam Al-Qur'an juga bersifat komprehensif, mencakup ilmu agama dan ilmu dunia, yang semuanya diajarkan dengan dasar keimanan dan ketauhidan kepada Allah.
Kaedah Mutlaq dan Muqoyyad Siregar, Asri Yanti; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.152

Abstract

Artikel ini mendalami dua konsep mendasar dalam ilmu tafsir Al-Quran, yakni kaedah mutlaq (interpretasi umum) dan kaedah muqoyyad (interpretasi terbatas). Fokus artikel adalah untuk menjelaskan perbedaan esensial antara kedua kaedah ini serta bagaimana mereka diterapkan dalam pemahaman teks-teks Al-Quran. Metode penelitian melibatkan analisis mendalam terhadap literatur tafsir klasik dan kontemporer yang membahas aspek-aspek kaedah ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa kaedah mutlaq memberikan interpretasi yang luas dan universal, sedangkan kaedah muqoyyad memberikan interpretasi yang lebih terfokus dan situasional, sesuai dengan konteks spesifik dalam teks Al-Quran. Artikel ini tidak hanya menguraikan perbedaan teoretis antara kedua kaedah tersebut, tetapi juga mengilustrasikan bagaimana pemahaman yang tepat terhadap mereka dapat memperkaya interpretasi Al-Quran secara keseluruhan.
Belajar dan Mengajar dalam Perspektif Al-Qur’an Aswandi, Aswandi; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i1.153

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan individu. Al-Qur'an, sebagai kitab suci umat Islam, memberikan panduan yang komprehensif mengenai proses belajar dan mengajar yang tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep belajar dan mengajar dalam perspektif Al-Qur'an serta mengidentifikasi prinsip-prinsip yang relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan menelaah dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan pendidikan. Selain itu, literatur sekunder yang mendukung tema ini juga ditinjau untuk memberikan konteks dan memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menekankan pentingnya pendidikan yang holistik, yang meliputi pengembangan intelektual, spiritual, dan moral. Prinsip-prinsip seperti niat yang ikhlas, ketekunan, dan kesabaran dalam proses belajar diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan menurut perspektif Al-Qur'an.
Metode Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an Fadila, Nurul; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.154

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya metode pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an dan perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka, mengkaji literatur yang relevan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai metode pendidikan dalam Al-Qur'an. Metode-metode yang diidentifikasi meliputi dialog (hiwar), keteladanan, jidal, kisah, perumpamaan (amtsal), dan targhib serta tahrib. Setiap metode memiliki manfaat khusus dalam membangkitkan motivasi, memudahkan pemahaman, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Dengan menerapkan metode yang tepat, pendidik dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dan membantu peserta didik berkembang secara optimal dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Perbandingan Konsep Pendidikan Akhlaq Menurut Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun Luthfiyani, Putri Wahidah; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.285

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan komponen penting dalam pembentukan karakter individu yang berkualitas dalam masyarakat Islam. Perkembangan zaman yang semakin kompleks menghadirkan tantangan tersendiri dalam mempertahankan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak dari dua tokoh pemikir Islam, Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun, serta membandingkan pendekatan mereka dalam mengajarkan moralitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan untuk mengumpulkan data dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Miskawaih menekankan keseimbangan jiwa melalui pengendalian diri dan penanaman kebiasaan baik secara filosofis, sementara Ibnu Sahnun lebih fokus pada nilai-nilai agama dan disiplin praktis dalam pendidikan akhlak. Kedua tokoh ini memberikan kontribusi signifikan yang relevan bagi pengembangan pendidikan akhlak di era modern, dimana pendekatan normatif dan filosofis saling melengkapi dalam membentuk karakter yang berakhlak mulia.
Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Perspektif Al-Qur’an Wati, Linda; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.308

Abstract

Studi ini mengeksplorasi topik pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) berdasarkan perspektif Islam, khususnya ajaran yang termuat dalam Al-Qur'an. Dalam pandangan Islam, setiap manusia dihormati dan diperlakukan setara, tanpa memperhatikan kondisi fisik, mental, atau emosional mereka. Makalah ini menekankan pentingnya hak pendidikan bagi ABK sebagai bagian dari prinsip keadilan dan kasih sayang dalam Islam. Pembahasan mencakup pemahaman teologis mengenai hak dan martabat ABK, serta bagaimana model pendidikan yang sesuai dapat membantu mereka berpartisipasi aktif di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bagaimana perlakuan adil terhadap ABK dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan yang inklusif, berbasis pada nilai-nilai Islami.
Kaidah Bahasa Arab Dalam Menafsirkan Al Qur’an Nasution, Husaini; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.335

Abstract

Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang berfungsi sebagai pedoman hidup. Penafsiran Al-Qur'an memerlukan pemahaman mendalam terhadap kaidah bahasa Arab, karena bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab yang memiliki struktur, gaya, dan retorika yang khas. Artikel ini membahas kaidah bahasa yang digunakan dalam menafsirkan Al-Qur'an, termasuk nahwu (tata bahasa), sharaf (morfologi), balaghah (retorika), dan semantik. Metode penelitian dalam Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data primer diambil dari kitab-kitab tafsir klasik seperti Tafsir al-Jalalain, Al-Itqan fi Ulum al-Quran, serta literatur linguistik klasik seperti Al-Risalah Musthafa al-Baaby al-Halaby karya al-Syaafi`i. Pendekatan filologi digunakan untuk menelaah teks-teks klasik, sementara analisis kontemporer dilakukan untuk memahami implikasi kaidah bahasa dalam tafsir modern. Hasil penelitiannya adalah bahwa kaidah-kaidah bahasa Arab yang harus dikuasai dari segi keilmuan sebagai syarat untuk menafsirkan Al-Qur`an al-Karim. Seperti ilmu nahwu, ilmu sharaf, ilmu balaghah, penulis juga mencantumkan beberapa kaidah-kaidah tafsir dalam menafsirkan Al Qur’an antara lain: Isim Dhamir, Nakirah dan Makrifah, As-sual dan al-Jawab, Jumlah
Konsep Ilmu dalam Perspektif Al-Qur'an: Sumber, Klasifikasi, dan Etika dalam Menuntut Ilmu Mardatillah, Nur Aprilda; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas konsep ilmu dalam perspektif Al-Qur’an dengan fokus pada sumber ilmu, klasifikasinya, dan etika dalam menuntut ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan posisi ilmu dalam Islam, sumber utama ilmu menurut Al-Qur'an, serta bagaimana umat Islam seharusnya mempraktikkan etika menuntut ilmu. Pendekatan kualitatif digunakan dengan merujuk pada tafsir Al-Qur'an, literatur klasik Islam, dan pemikiran ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu dalam Al-Qur'an mencakup berbagai bidang, baik agama maupun sains, dengan sumber utama yang meliputi wahyu, alam semesta, diri manusia, dan sejarah umat manusia. Ilmu diklasifikasikan menjadi ilmu ladunni (langsung dari Allah) dan ilmu kasbi (hasil usaha manusia). Selain itu, Islam menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, seperti niat yang ikhlas, penghormatan terhadap guru, dan pemanfaatan waktu secara bijak. Temuan ini menggarisbawahi bahwa ilmu bukan sekadar pengetahuan teknis, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berkontribusi pada kesejahteraan umat manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian ilmu agama dan umum, sebagaimana dianjurkan oleh Al-Qur'an, dapat mengatasi dikotomi ilmu dan memberikan arah yang harmonis dalam kehidupan umat Islam.
Relevansi Sumber Tafsir Al-Qur'an: Perspektif Tafsir Bi Al-Ma’tsur, Bi Ar-Ra’yi, Dan Bi Al-Isyari Rahayu, Tia; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.337

Abstract

Tafsir Al-Qur'an merupakan disiplin ilmu yang lahir dari kebutuhan umat Islam untuk memahami petunjuk Allah SWT secara mendalam. Ilmu tafsir memiliki posisi yang mulia karena objek kajiannya adalah Al-Qur'an, kalam Allah yang penuh hikmah dan pedoman hidup. Tujuan utama dari mempelajari tafsir adalah memahami pesan-pesan Ilahi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna meraih keselamatan dunia dan akhira. Dalam perjalanan sejarahnya, tafsir berkembang menjadi salah satu kontribusi intelektual utama dalam peradaban Islam. Berdasarkan sumbernya, tafsir Al-Qur'an dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama: tafsir bi al-ma’tsur (berbasis riwayat), tafsir bi ar-ra’yi (berbasis akal), dan tafsir bi al-isyari (berbasis isyarat atau intuisi). Ketiga jenis tafsir ini muncul untuk menjawab kebutuhan umat yang terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan dinamika sosial. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, yang mencakup identifikasi, analisis, dan sintesis terhadap berbagai literatur relevan seperti buku, jurnal, dan dokumen akademik lainnya. Pendekatan ekspositori digunakan dalam analisis data untuk memahami hubungan antara konsep-konsep dalam tafsir Al-Qur'an. Dengan memahami jenis-jenis tafsir berdasarkan sumbernya, diharapkan umat Islam dapat lebih mendalami makna Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup yang relevan sepanjang zaman.
Kaedah 'Am Dan Takhsis Muti'ah, Ummi; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.368

Abstract

Kajian ini membahas dua konsep penting dalam ilmu ushul fiqih, yaitu ‘Am (umum) dan Takhsis (pengkhususan). Kedua prinsip ini memainkan peran kunci dalam memahami dan menafsirkan teks-teks hukum Islam, seperti Al-Qur'an dan Hadis. ‘Am merujuk pada lafadz yang cakupannya luas dan meliputi semua yang dimaksud, sementara Takhsis membatasi atau mengecualikan cakupan tersebut pada kasus tertentu. Kajian ini menjelaskan pengertian, ciri-ciri, serta jenis-jenis lafadz ‘Am dan Takhsis, termasuk takhsis muttasil dan munfasil. Dengan pemahaman ini, para ulama dapat menginterpretasikan hukum syariah secara konsisten, mengatasi potensi kontradiksi dalam teks, dan menghasilkan keputusan hukum yang lebih adil dan relevan. Studi ini juga menunjukkan bahwa interaksi antara ‘Am dan Takhsis mencerminkan fleksibilitas hukum Islam dalam menyesuaikan diri dengan beragam situasi dan kebutuhan.
Co-Authors Abda Abda Aflah, Fadli Ramadhanul Afriza, Afriza Agustin, Siti Maulidiya Alamanda, Frisca Aliadi, Aliadi Ambiani, Jenny Aprijon Efendi Arasdi, Wandra Arbi Yasin, Arbi Astika, Yuni Aswandi Aswandi, Aswandi Athiyah, Athiyah Athiyah, Ummu Ayumi Tampubolon Dani, Rahmat Delviany, Venny Dewi, Eva Dinata, Syaiful E. Hulawa, Djeprin Ehulawa, Djefrin Ehulawa, Djeprin Fadila, Nurul Fikri, Muhammad Husnul Firmansyah, Mhd Yudha Fitri Nurpita Hakmi Wahyudi Hasanah, Nurhidayati Hulawa, Djefrin E. Hulawa, Djeprin E Hulawa, Djeprin E. Hulawa, Djeprin Ersen Irawan, Toni Irawati Irawati Jannah, Weri Wildathul Jon Pamil Jumiati, Dinda Kadar Kadar, Kadar Kadar M Yusuf Kadar M. Yusuf, Kadar M. Khairil Anwar Kristi, Elizabeth Lubis, Abdul Hadi Luthfiyani, Putri Wahidah M. Yusuf, Kadar Mardatillah, Nur Aprilda Marzuki, M. Tahrum Muhammad Firdaus Mujtahidah , Siti Barika Muti'ah, Ummi Nahwiyah, Sopiatun Nasution, Husaini Novelia, Via Nst, Anjar Mahmaudin Nugroho, Arya Ficky Nurjasmi, Nurjasmi Nurul Akbar Nuryanti Nuryanti Oktaria, Ira Promadi Promadi Putri Lestari, Putri Putri, Heni Julaika Rahayu, Tia Rahmadani, Sahdiana Rahman, Luthfi Anshori Rahmani, Diah Ayu Ramdhani, Randy Pratama Ridho Akbar Risnawati Risnawati Sabrina, Ainah Safiti, Nopira Safitri, Nopira Sahbana, M. Dwi Rahman Saputra, Mhd. Aidil Sari, Hannisa Wandan Siregar, Asri Yanti Sopia, Eta Sri Murhayati Sri Rezki, Sri suardi suardi Sunawir, Nur Wulandari Syafrinal, Syafrinal Syahrani, Amellia Putri Thufeil Abyan Ahmad Toedien, Faisal Amir Yumni, Firda Aufa Yusuf, Kadar Yusuf, Kadar M Yusuf, Kadar Muhammad Yusuf, M. Kadar Zupi, Zupi