Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Belajar Dan Peserta Didik Dalam Perspektif Al Qur’an Arasdi, Wandra; Yusuf, Kadar Muhammad; Alwizar, Alwizar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7009

Abstract

Belajar merupakan hal yang sangat urgen pada dunia pendidikan. Artinya berhasil atau tidaknya mencapai tujuan pendidikan tergantung proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui konsep belajar dan peserta didik dalam perspektif al Qur’an dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik. Penelitian ini menghasilkan konsep tentang belajar dan peserta didik yang digambarkan melalui istilah Ta’llum, Darasa, Qara’a, Ra’a, Nazhar, Sam’u dan Bashru di dalam al Qur’an. Ta’llum artinya adalah ilmu yang diperoleh dari proses pembelajaran, Darasa artinya adalah meninggalkan bekas, Qara’a artinya adalah membaca, Ra’a artinya adalah memperhatikan, Nazhar artinya adalah menalar, Sam’u artinya adalah mendengarkan dan Bashru artinya adalah melihat. Peserta didik menurut al Qur’an tidak hanya sebagai objek tetapi juga menjadi sebuah subjek.
Konsep Tentang Masyarakat (Ummah, Sya’b dan Kabilah) Aliadi, Aliadi; Alwizar, Alwizar; Yusuf, Kadar M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17387

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep masyarakat yang terkait dengan Ummah, Sya'b, dan Kabilah. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka, di mana literatur yang relevan dengan topik pembahasan dikaji secara mendalam untuk menarik kesimpulan dan temuan. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber utama dari bahan pustaka. Literasi yang digunakan mencakup buku, artikel jurnal baik nasional maupun internasional, serta sumber literatur lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ummah lebih merujuk pada kesatuan umat Islam sebagai komunitas global yang memiliki tujuan hidup bersama dalam menjalankan ajaran Islam. Sya'b mengacu pada bangsa atau kelompok sosial yang lebih besar, sering kali berhubungan dengan kesatuan budaya atau etnis yang lebih luas. Sedangkan Kabilah merujuk pada kelompok kecil atau suku, di mana anggotanya memiliki hubungan kekerabatan yang erat. Ketiga konsep ini mencerminkan bagaimana masyarakat dalam konteks Islam dibangun berdasarkan prinsip persatuan, keragaman, dan saling menghormati, dengan penekanan pada nilai-nilai agama dan keadilan sosial. Kata Kunci: Masyarakat, Ummah, Kabilah.
PRINSIP PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN Sari, Hannisa Wandan; Alwizar, Alwizar
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip pendidikan adalah asas, dasar, pokok, pangkal atau tumpuan tempat berdirinya pembangunan dan pengembangan program kependidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang komprehensif dan paripurna. Al-Qur’an ialah landasan pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan individu, baik tauhid, social, dan lain-lain yang petunjuknya berasal dari al-Qur’an, bertujuan untuk mengembangkan potensi dan menata tingkah laku individu agar dapat mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Islam dan menjadikannya individu yang bertakwa dan berakhlak mulia.Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk telah memberikan arah kepada manusia dalam segala aspek di kehidupan ini, tidak terkecuali petunjuknya dalam hal dunia pendidikan. Ajaran Al-Quran mengandung pendidikan akidah tauhid, akhlak mulia, dan aturan-aturan mengenai hablun minallah dan hablun minannas. Menurut pandangan Al-Quran, pendidikan merupakan persoalan utama dalam memperbaiki kondisi umat manusia di muka bumi ini. Bahkan ayat al-Qur’an yang pertama turun merupakan kunci dari segala aktivitas pendidikan.[1] Prinsip pendidikan yang terdapat dalam al-Qur’an ada lima, yakni prinsip tauhid, ilmu pengetahuan, prinsip universal, prinsip keseimbangan, dan prinsip kesederhanaan. Tiap-tiap prinsip dari pendidikan menurut perspektif al-Qur’an pasti bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. [1] Yusuf, Tafsir Tarbawi (Pesan-Pesan Al-Qur’an Tentang Pendidikan).
Musahamah al-Lughah al-'Arabiyah fi Taqadum al-Tsaqafah wa al-Hadharah al-Urubiyah Efendi, Aprijon; Pamil, Jon; Promadi, Promadi; Alwizar, Alwizar
Arabi : Journal of Arabic Studies Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : IMLA (Arabic Teacher and Lecturer Association of Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24865/ajas.v9i1.749

Abstract

During the era of the advancement of Islamic civilization in Andalusia, Arabic became the language of teaching sciences, and it was very popular among Europeans to learn it. From there, science developed rapidly in Europe, producing many well-known experts in their fields and even coloring world civilization. In this article, the researcher tried to reveal the great and wonderful contribution of the Arabic language to the advancement of European culture and civilization. This contribution has not been revealed superficially before and many people do not know it in detail, as Arabic is one of the oldest languages in the Levantine language family. In this research, a qualitative approach was used with the design of an interpretive model that seeks to understand and interpret the meaning of a reality in the form of a phenomenon about the influence of the Arabic language on the progress of European culture and civilization. The data obtained as analytical material is through observation, documentation, and interviews. In the end, it makes clear that the Arabic language has contributed enormously to the social, cultural, economic, technological, educational and civilizational progress achieved by European countries today.
Kaedah Tafsir : Kaidah Nasakh Safitri, Nopira; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.147

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji konsep nasakh dalam studi Al-Qur’an, yang terus menjadi topik kontroversial di kalangan ulama dari masa lampau hingga saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan definisi, dasar hukum, jenis, dan contoh nasakh, serta hikmah yang terkandung di dalamnya.. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan studi pustaka melalui sumber literatur tentang kaedah nasakh. Kemudian dianalisis dan disajikan hasil temuan data secara objektif. Hasil dari penelitian ini yaitu Nasakh, yang berarti penghapusan atau penggantian hukum syariat dengan dalil syara’ yang lain, menjadi pusat perdebatan terutama dalam memahami ayat-ayat yang tampak bertentangan. Tiga ayat Al-Qur'an yaitu QS. Al-Baqarah: 106, QS. An-Nahl: 101, dan QS. Ar-Ra’d: 39 dijadikan sebagai dasar hukum nasakh. Jenis-jenis nasakh meliputi Nasakh Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Nasakh Al-Qur’an dengan As-Sunnah, Nasakh As-Sunnah dengan Al-Qur’an, dan Nasakh As-Sunnah dengan As-Sunnah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nasakh berperan penting dalam penyesuaian hukum Islam sesuai dengan kemaslahatan umat
Kaedah Tafsir Mantuq dan Mafhum Nugroho, Arya Ficky; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.148

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kaidah manṭūq dan mafhūm dalam studi Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an, terdapat lafaz makna yang berdasarkan pada bunyi asli (manṭūq), ada pula yang berdasarkan pada makna yang tersirat (mafhūm). Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami lafal atau redaksi ayat, kaedah manthuq dan mafhum merupakan salah satu kaidah yang baik untuk dikaji dalam upaya memahami Al-Qur’an khususnya yang bermuatan hukum. Metode dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian pustaka dengan mengumpulkan data melalui literatur-literatur bidang keilmuan. Hasil dari penelitian ini yaitu Manṭūq terbagi menjadi dua, diantaranya lafaz yang tidak mempunyai kemungkinan mempunyai satu arti atau disebut dengan manṭūq nash dan lafaz yang mempunyai kemungkinan mempunyai arti lebih dari satu atau di sebut dengan manṭūq ẓāhir dan mu’awwal. Sedangkan mafhūm terbagi menjadi dua, diantaranya mafhūm muwāfaqah dan mafhūm mukhālafah. Manṭūq dan mafhūm berperan penting dalam penyesuaian hukum Islam sesuai dengan kemaslahatan umat, pengembangan hukum, serta pengujian dan pemeliharaan kualitas keimanan umat Islam.
Tujuan dan Materi Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an Athiyah, Ummu; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.149

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji konsep tujuan dan materi pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam mengandung banyak nilai pendidikan yang relevan bagi kehidupan manusia. Meskipun tidak merinci aspek pendidikan secara eksplisit, Al-Qur'an mendorong umat manusia untuk belajar dan mencari ilmu sebagai cara untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep pendidikan, tujuan pendidikan, dan materi pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, library research atau penelitian pustaka, yaitu penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data melalui literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kekhasan tersendiri yang berakar kuat pada konsep-konsep yang holistik, mencakup pengembangan spiritual, moral, intelektual, sosial, dan jasmani. Terminologi seperti tarbiyah, ta’dib, ta’lim, dan tazkiyah menunjukkan bahwa pendidikan dalam Islam bertujuan untuk menciptakan manusia yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an adalah untuk membentuk individu yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, dan berperan aktif dalam masyarakat. Materi pendidikan dalam Al-Qur'an juga bersifat komprehensif, mencakup ilmu agama dan ilmu dunia, yang semuanya diajarkan dengan dasar keimanan dan ketauhidan kepada Allah.
Kaedah Mutlaq dan Muqoyyad Siregar, Asri Yanti; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.152

Abstract

Artikel ini mendalami dua konsep mendasar dalam ilmu tafsir Al-Quran, yakni kaedah mutlaq (interpretasi umum) dan kaedah muqoyyad (interpretasi terbatas). Fokus artikel adalah untuk menjelaskan perbedaan esensial antara kedua kaedah ini serta bagaimana mereka diterapkan dalam pemahaman teks-teks Al-Quran. Metode penelitian melibatkan analisis mendalam terhadap literatur tafsir klasik dan kontemporer yang membahas aspek-aspek kaedah ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa kaedah mutlaq memberikan interpretasi yang luas dan universal, sedangkan kaedah muqoyyad memberikan interpretasi yang lebih terfokus dan situasional, sesuai dengan konteks spesifik dalam teks Al-Quran. Artikel ini tidak hanya menguraikan perbedaan teoretis antara kedua kaedah tersebut, tetapi juga mengilustrasikan bagaimana pemahaman yang tepat terhadap mereka dapat memperkaya interpretasi Al-Quran secara keseluruhan.
Belajar dan Mengajar dalam Perspektif Al-Qur’an Aswandi, Aswandi; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i1.153

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan individu. Al-Qur'an, sebagai kitab suci umat Islam, memberikan panduan yang komprehensif mengenai proses belajar dan mengajar yang tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep belajar dan mengajar dalam perspektif Al-Qur'an serta mengidentifikasi prinsip-prinsip yang relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan menelaah dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan pendidikan. Selain itu, literatur sekunder yang mendukung tema ini juga ditinjau untuk memberikan konteks dan memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menekankan pentingnya pendidikan yang holistik, yang meliputi pengembangan intelektual, spiritual, dan moral. Prinsip-prinsip seperti niat yang ikhlas, ketekunan, dan kesabaran dalam proses belajar diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan menurut perspektif Al-Qur'an.
Metode Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an Fadila, Nurul; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.154

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya metode pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an dan perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka, mengkaji literatur yang relevan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai metode pendidikan dalam Al-Qur'an. Metode-metode yang diidentifikasi meliputi dialog (hiwar), keteladanan, jidal, kisah, perumpamaan (amtsal), dan targhib serta tahrib. Setiap metode memiliki manfaat khusus dalam membangkitkan motivasi, memudahkan pemahaman, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Dengan menerapkan metode yang tepat, pendidik dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dan membantu peserta didik berkembang secara optimal dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Co-Authors Abda Abda Adynata Adynata Aflah, Fadli Ramadhanul Afriza, Afriza Afrizal Nur Afrizal Nur Agustiar agustiar Agustin, Siti Maulidiya Alamanda, Frisca Aliadi, Aliadi Ambiani, Jenny Aprijon Efendi Arasdi, Wandra Arbi Yasin, Arbi Astika, Yuni Aswandi Aswandi, Aswandi Athiyah, Athiyah Athiyah, Ummu Ayumi Tampubolon Dani, Rahmat Darmawati , Darmawati Delviany, Venny Dewi, Eva Dinata, Syaiful Djeprin E. Hulawa Ehulawa, Djefrin Fadila, Nurul Fikri, Muhammad Husnul Firmansyah, Mhd Yudha Fitri Nurpita Hasanah, Nurhidayati HKM, Hakmi Wahyudi Irawan, Toni Irawati Irawati ISQ, Istiqomah Jannah, Weri Wildathul Jon Pamil Jumiati, Dinda Kadar Kadar, Kadar Kadar M Yusuf Kadar M. Yusuf, Kadar M. Kristi, Elizabeth Lubis, Abdul Hadi Luthfiyani, Putri Wahidah M. Yusuf, Kadar Mardatillah, Nur Aprilda MFZ, M. Fahli Zatrahadi Muhammad Firdaus Mujtahidah , Siti Barika Muti'ah, Ummi Nahwiyah, Sopiatun Nasution, Husaini Novelia, Via Nst, Anjar Mahmaudin Nugroho, Arya Ficky NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nurjasmi, Nurjasmi Nurul Akbar Nuryanti Nuryanti Oktaria, Ira Promadi Promadi Putri Lestari, Putri Putri, Heni Julaika Rahayu, Tia Rahmadani, Sahdiana Rahman, Luthfi Anshori Rahmani, Diah Ayu Ramdhani, Randy Pratama Ridho Akbar Risnawati Risnawati Sabrina, Ainah Safiti, Nopira Safitri, Nopira Sahbana, M. Dwi Rahman Saputra, Mhd. Aidil Sari, Hannisa Wandan Siregar, Asri Yanti Sopia, Eta Sri Murhayati Sri Rezki, Sri suardi suardi Suhada, Aminsyah Sunawir, Nur Wulandari Syafaruddin Syafaruddin Syahrani, Amellia Putri Thufeil Abyan Ahmad Toedien, Faisal Amir Yumni, Firda Aufa Yusuf, Kadar Yusuf, Kadar M Yusuf, Kadar Muhammad Yusuf, M. Kadar Zupi, Zupi