Claim Missing Document
Check
Articles

Tafsir Ditinjau dari Sumbernya : Tafsir Bi Al-Ma’thur, Tafsir Bil Al-Ra’yi, Tafsir Bil Al-Ishari Toedien, Faisal Amir; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.24061

Abstract

Penelitian ini mengkaji perihal penafsiran Al-Qur'an berdasarkan sumber-sumbernya: tafsir bi al-ma'thur, tafsir bil al-ra'yi, dan tafsir bil al-Ishari. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan analitis deskriptif. Artikel ini mengacu pada literatur klasik dan kontemporer terutama dengan artikel terkait. Adapun Tafsir bi al-ma'thur, yang berakar pada riwayat otentik (asli) dari Qur’an, hadis nabi, ijma’ sahabat-tabi’i-tabi’in. Selanjutnya, tafsir bil al-ra'yi memanfaatkan akal (ratio) yang memungkinkan untuk beradaptasi dengan intelektual logis. Kemudian tafsir bil al-Ishari yang menekankan dimensi simbolis (spiritual) dan mistik para sufi. Temuan penelitian ini menggarisbawahi legitimasi ketiga metode tersebut dengan dominasi pada tafsir Ma’thur dan ra’yi sebagai pendekatan yang paling menonjol dan diakui secara luas dalam kesarjanaan Al-Qur'an. Namun, penelitian ini juga mengakui keabsahan tafsir Ishari sejauh dalam pedoman etika para mufassir terpenuhi. Pada akhirnya, artikel ini menggarisbawahi pentingnya menyeimbangkan metode tradisional, rasional, dan spiritual untuk menumbuhkan pemahaman yang komprehensif dalam mengkaji al-Qur’an.
Konsep Mengajar dan Pendidik dalam Perspektif Al Qur’an: Allama, Rabba, Darasa dan Adaba Nahwiyah, Sopiatun; Yusuf, Kadar M.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar dan mendidikan merupakan suatu pekerjaan mulia, hal ini karena Allah memberikan kelebihan kepada orang yang berilmu pengetahuan dan mengajarkannya kepada orang lain yaitu dengan memberikan derajat yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsep mengajar dan konsep pendidik menurut Al Qur’an dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik. Adapun hasil penelitian yang diperoleh pada kajian ini adalah konsep mengajar dalam perspektif al Qur’an terdiri dari empat istilah yaitu: Allama, Rabba, Darasa dan Adaba. Sedangkan konsep pendidik dalam perspektif al Qur’an digambarkan kepada empat istilah juga yaitu: Mu’allim, Murabbi, Mudarris dan Muaddib.
Ilmu dalam Perspektif Al-Qur’an Rahmadani, Sahdiana; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sains adalah aspek penting dari keberadaan manusia, mencakup pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, dan analisis rasional yang sistematis. Dalam perspektif Islam, ilmu dipandang sebagai wahyu ilahi yang membantu membimbing umat manusia dalam memahami dunia dan berbagai hukumnya. Al-Qur'an, sebagai sumber bimbingan utama bagi umat Islam, menawarkan wawasan pengetahuan melalui berbagai ayat yang menginspirasi individu untuk terus belajar. Pencarian ilmu ini, sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur'an, tidak hanya mencakup pemahaman duniawi tetapi juga kebijaksanaan spiritual yang menumbuhkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Al-Qur'an menekankan bahwa pengetahuan memiliki ciri-ciri yang empiris, sistematis, obyektif, dan harus diverifikasi, menyelaraskannya dengan pandangan dunia ilmiah. Selain itu, ia menyediakan berbagai metode untuk memperoleh pengetahuan seperti observasi (al-nazhr), kontemplasi (al-fikr), penalaran (al-aql), dan intuisi hati (al-qalb) yang saling melengkapi. Lebih jauh lagi, Al-Qur'an menggaris bawahi pentingnya ilmu pengetahuan sebagai berkah dan petunjuk bagi umat manusia, yang berfungsi sebagai sarana untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan memegang posisi krusial dalam Al-Qur'an, menjadi landasan untuk memahami kebenaran dan membina kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Konsep Belajar Dan Peserta Didik Dalam Perspektif Al Qur’an Arasdi, Wandra; Yusuf, Kadar Muhammad; Alwizar, Alwizar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7009

Abstract

Belajar merupakan hal yang sangat urgen pada dunia pendidikan. Artinya berhasil atau tidaknya mencapai tujuan pendidikan tergantung proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui konsep belajar dan peserta didik dalam perspektif al Qur’an dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik. Penelitian ini menghasilkan konsep tentang belajar dan peserta didik yang digambarkan melalui istilah Ta’llum, Darasa, Qara’a, Ra’a, Nazhar, Sam’u dan Bashru di dalam al Qur’an. Ta’llum artinya adalah ilmu yang diperoleh dari proses pembelajaran, Darasa artinya adalah meninggalkan bekas, Qara’a artinya adalah membaca, Ra’a artinya adalah memperhatikan, Nazhar artinya adalah menalar, Sam’u artinya adalah mendengarkan dan Bashru artinya adalah melihat. Peserta didik menurut al Qur’an tidak hanya sebagai objek tetapi juga menjadi sebuah subjek.
Konsep Tentang Masyarakat (Ummah, Sya’b dan Kabilah) Aliadi, Aliadi; Alwizar, Alwizar; Yusuf, Kadar M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17387

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep masyarakat yang terkait dengan Ummah, Sya'b, dan Kabilah. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka, di mana literatur yang relevan dengan topik pembahasan dikaji secara mendalam untuk menarik kesimpulan dan temuan. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif dengan menggunakan sumber utama dari bahan pustaka. Literasi yang digunakan mencakup buku, artikel jurnal baik nasional maupun internasional, serta sumber literatur lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ummah lebih merujuk pada kesatuan umat Islam sebagai komunitas global yang memiliki tujuan hidup bersama dalam menjalankan ajaran Islam. Sya'b mengacu pada bangsa atau kelompok sosial yang lebih besar, sering kali berhubungan dengan kesatuan budaya atau etnis yang lebih luas. Sedangkan Kabilah merujuk pada kelompok kecil atau suku, di mana anggotanya memiliki hubungan kekerabatan yang erat. Ketiga konsep ini mencerminkan bagaimana masyarakat dalam konteks Islam dibangun berdasarkan prinsip persatuan, keragaman, dan saling menghormati, dengan penekanan pada nilai-nilai agama dan keadilan sosial. Kata Kunci: Masyarakat, Ummah, Kabilah.
PRINSIP PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN Sari, Hannisa Wandan; Alwizar, Alwizar
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip pendidikan adalah asas, dasar, pokok, pangkal atau tumpuan tempat berdirinya pembangunan dan pengembangan program kependidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang komprehensif dan paripurna. Al-Qur’an ialah landasan pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan individu, baik tauhid, social, dan lain-lain yang petunjuknya berasal dari al-Qur’an, bertujuan untuk mengembangkan potensi dan menata tingkah laku individu agar dapat mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Islam dan menjadikannya individu yang bertakwa dan berakhlak mulia.Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk telah memberikan arah kepada manusia dalam segala aspek di kehidupan ini, tidak terkecuali petunjuknya dalam hal dunia pendidikan. Ajaran Al-Quran mengandung pendidikan akidah tauhid, akhlak mulia, dan aturan-aturan mengenai hablun minallah dan hablun minannas. Menurut pandangan Al-Quran, pendidikan merupakan persoalan utama dalam memperbaiki kondisi umat manusia di muka bumi ini. Bahkan ayat al-Qur’an yang pertama turun merupakan kunci dari segala aktivitas pendidikan.[1] Prinsip pendidikan yang terdapat dalam al-Qur’an ada lima, yakni prinsip tauhid, ilmu pengetahuan, prinsip universal, prinsip keseimbangan, dan prinsip kesederhanaan. Tiap-tiap prinsip dari pendidikan menurut perspektif al-Qur’an pasti bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. [1] Yusuf, Tafsir Tarbawi (Pesan-Pesan Al-Qur’an Tentang Pendidikan).
Musahamah al-Lughah al-'Arabiyah fi Taqadum al-Tsaqafah wa al-Hadharah al-Urubiyah Efendi, Aprijon; Pamil, Jon; Promadi, Promadi; Alwizar, Alwizar
Arabi : Journal of Arabic Studies Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : IMLA (Arabic Teacher and Lecturer Association of Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24865/ajas.v9i1.749

Abstract

During the era of the advancement of Islamic civilization in Andalusia, Arabic became the language of teaching sciences, and it was very popular among Europeans to learn it. From there, science developed rapidly in Europe, producing many well-known experts in their fields and even coloring world civilization. In this article, the researcher tried to reveal the great and wonderful contribution of the Arabic language to the advancement of European culture and civilization. This contribution has not been revealed superficially before and many people do not know it in detail, as Arabic is one of the oldest languages in the Levantine language family. In this research, a qualitative approach was used with the design of an interpretive model that seeks to understand and interpret the meaning of a reality in the form of a phenomenon about the influence of the Arabic language on the progress of European culture and civilization. The data obtained as analytical material is through observation, documentation, and interviews. In the end, it makes clear that the Arabic language has contributed enormously to the social, cultural, economic, technological, educational and civilizational progress achieved by European countries today.
Efektivitas Pembelajaran Al-Qur’an dalam Membentuk Karakter Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Daarul Ishlah Kota Batam Syafrinal, Syafrinal; Alwizar, Alwizar; Anwar, Khairil
Jurnal An-Nur Vol 12, No 1 (2023): Jurnal An-Nur Juni 2023
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v12i1.24591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Efektivitas Pembelajaran Al-Qur’an dalam membentuk karakter siswa yakni di MI Daarul Ishlah di bawah naungan Yayasan Daarul Ishlah Kota Batam begitu juga metode yang digunakan dalam pembelajaran Al-qur’an, factor-faktor penunjang, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini ialah Kepala Madrasah, Dewan Guru, TU. sedangkan objek penelitian ini adalah bagaimana Efektivitas Pembelajaran Al-Qur’an dalam membentuk karakter siswa di MI Daarul Ishlah kota Batam. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini adalah  mengetahui Efektivitas Pembelajaran Al-Qur’an dalam membentuk karakter siswa di MI Daarul Ishlah.
Kaedah Tafsir : Kaidah Nasakh Safitri, Nopira; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.147

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji konsep nasakh dalam studi Al-Qur’an, yang terus menjadi topik kontroversial di kalangan ulama dari masa lampau hingga saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan definisi, dasar hukum, jenis, dan contoh nasakh, serta hikmah yang terkandung di dalamnya.. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan studi pustaka melalui sumber literatur tentang kaedah nasakh. Kemudian dianalisis dan disajikan hasil temuan data secara objektif. Hasil dari penelitian ini yaitu Nasakh, yang berarti penghapusan atau penggantian hukum syariat dengan dalil syara’ yang lain, menjadi pusat perdebatan terutama dalam memahami ayat-ayat yang tampak bertentangan. Tiga ayat Al-Qur'an yaitu QS. Al-Baqarah: 106, QS. An-Nahl: 101, dan QS. Ar-Ra’d: 39 dijadikan sebagai dasar hukum nasakh. Jenis-jenis nasakh meliputi Nasakh Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Nasakh Al-Qur’an dengan As-Sunnah, Nasakh As-Sunnah dengan Al-Qur’an, dan Nasakh As-Sunnah dengan As-Sunnah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nasakh berperan penting dalam penyesuaian hukum Islam sesuai dengan kemaslahatan umat
Kaedah Tafsir Mantuq dan Mafhum Nugroho, Arya Ficky; Alwizar, Alwizar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.148

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kaidah manṭūq dan mafhūm dalam studi Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an, terdapat lafaz makna yang berdasarkan pada bunyi asli (manṭūq), ada pula yang berdasarkan pada makna yang tersirat (mafhūm). Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami lafal atau redaksi ayat, kaedah manthuq dan mafhum merupakan salah satu kaidah yang baik untuk dikaji dalam upaya memahami Al-Qur’an khususnya yang bermuatan hukum. Metode dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian pustaka dengan mengumpulkan data melalui literatur-literatur bidang keilmuan. Hasil dari penelitian ini yaitu Manṭūq terbagi menjadi dua, diantaranya lafaz yang tidak mempunyai kemungkinan mempunyai satu arti atau disebut dengan manṭūq nash dan lafaz yang mempunyai kemungkinan mempunyai arti lebih dari satu atau di sebut dengan manṭūq ẓāhir dan mu’awwal. Sedangkan mafhūm terbagi menjadi dua, diantaranya mafhūm muwāfaqah dan mafhūm mukhālafah. Manṭūq dan mafhūm berperan penting dalam penyesuaian hukum Islam sesuai dengan kemaslahatan umat, pengembangan hukum, serta pengujian dan pemeliharaan kualitas keimanan umat Islam.
Co-Authors Abda Abda Aflah, Fadli Ramadhanul Afriza, Afriza Agustin, Siti Maulidiya Alamanda, Frisca Aliadi, Aliadi Ambiani, Jenny Aprijon Efendi Arasdi, Wandra Arbi Yasin, Arbi Astika, Yuni Aswandi Aswandi, Aswandi Athiyah, Athiyah Athiyah, Ummu Ayumi Tampubolon Dani, Rahmat Delviany, Venny Dewi, Eva Dinata, Syaiful E. Hulawa, Djeprin Ehulawa, Djefrin Ehulawa, Djeprin Fadila, Nurul Fikri, Muhammad Husnul Firmansyah, Mhd Yudha Fitri Nurpita Hakmi Wahyudi Hasanah, Nurhidayati Hulawa, Djefrin E. Hulawa, Djeprin E Hulawa, Djeprin E. Hulawa, Djeprin Ersen Irawan, Toni Irawati Irawati Jannah, Weri Wildathul Jon Pamil Jumiati, Dinda Kadar Kadar, Kadar Kadar M Yusuf Kadar M. Yusuf, Kadar M. Khairil Anwar Kristi, Elizabeth Lubis, Abdul Hadi Luthfiyani, Putri Wahidah M. Yusuf, Kadar Mardatillah, Nur Aprilda Marzuki, M. Tahrum Muhammad Firdaus Mujtahidah , Siti Barika Muti'ah, Ummi Nahwiyah, Sopiatun Nasution, Husaini Novelia, Via Nst, Anjar Mahmaudin Nugroho, Arya Ficky Nurjasmi, Nurjasmi Nurul Akbar Nuryanti Nuryanti Oktaria, Ira Promadi Promadi Putri Lestari, Putri Putri, Heni Julaika Rahayu, Tia Rahmadani, Sahdiana Rahman, Luthfi Anshori Rahmani, Diah Ayu Ramdhani, Randy Pratama Ridho Akbar Risnawati Risnawati Sabrina, Ainah Safiti, Nopira Safitri, Nopira Sahbana, M. Dwi Rahman Saputra, Mhd. Aidil Sari, Hannisa Wandan Siregar, Asri Yanti Sopia, Eta Sri Murhayati Sri Rezki, Sri suardi suardi Sunawir, Nur Wulandari Syafrinal, Syafrinal Syahrani, Amellia Putri Thufeil Abyan Ahmad Toedien, Faisal Amir Yumni, Firda Aufa Yusuf, Kadar Yusuf, Kadar M Yusuf, Kadar Muhammad Yusuf, M. Kadar Zupi, Zupi