Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Alat Pengupas Kulit Kopi untuk Membantu Kerja Manual Petani Kopi di Dusun Selelos, Kecamatan Gangga Lombok Utara Ida Bagus Alit; I Gede Bawa Susana; Emmy Dyah S; Rudy Sutanto; Maharsa Pradityatama
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i1.165

Abstract

The use of smallholder plantation land in the North Lombok district is seen from the types of plants carried out by agricultural or plantation groups consisting of coconut plantations with an area of 10,574.62 tons and a production yield of 11,397.08 tons. Coffee plants with a planting area 1,315.57 with a production yield of 780.46 tons. Specifically for coffee plantations, farmers usually only process post-harvest through drying, after which they are immediately sold. To increase the selling value, it is necessary to utilise technological results such as using a coffee skin peeler. This tool helps increase the productivity of coffee farmers. The dedication will be carried out in Selelos Hamlet, Gangga sub-district, North Lombok district. The implementation of this service program includes making a coffee peeler, presentation, and counselling on using the tool, along with demonstrations. As a result, the coffee skin peeler has a production capacity of 100 kg per hour. The quality of the coffee beans produced is clean and free of impurities. The productivity of using a coffee skin peeler machine is greater and shorter when compared to the manual process.
Penyuluhan dan Pelatihan Maintenance Mesin Diesel Satu Silinder Type Horisontal Wirawan Made; Rudy Sutanto; Tri Rachmanto; Yudhyadi I.G.N; Nur Kaliwantoro
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i1.171

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat di berbagai bidang dengan tujuan untuk efisiensi dan efektivitas. Tidak terkecuali pada bidang pertanian menggunakan mesin diesel satu silinder sebagai motor penggerak pada peralatan penunjangnya . Pada saat ini kelompok tani dharma karya memiliki beberapa peralatan yang berpengerak mesin diesel. Dari diskusi dengan ketua kelompok tani disampaikan beberapa masalah dalam pemeliharaan mesin diesel. Maka tim pengabdian pada masyarakat Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram dirasa perlu untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan terhadap kelompok tani tentang cara memelihara dan servis ringan terhadap peralatannya. Materi pelatihan disampaikan secara diskusi dengan beberapa anggota kelompok tani. Pada saat diskusi ada bebrapa masalah dan pertanyaan dalam penggunaan mesin yang dimilki oleh kelompok tani misalnya, Salah satu mesin dieselnya, jika bahan bakarnya kurang dari setengah tangki mesin sulit hidup, hal-hal apa yang perlu dilakukan agar mesin diesel awet dan tahan lama.Secara umum kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dengan adanya kerjasama antara tim pengabdian dan perwakilan kelompok tani dimana Pekasek kelompok tani yang memfasilitasi tempat untuk pelaksanaan kegiatan ini, perwakilan dari kelompok tani untuk mengikuti kegiatan ini.
The Role of Teachers in Facing Radicalism Threats at Al-Kautsar Labschool Middle School, Bandung Risa Rizania; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Rudy Sutanto
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 3 (2023): IJHESS DECEMBER 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i3.805

Abstract

Indonesia, with the world's largest Muslim population, faces serious challenges related to radicalism and terrorism. The threat of radicalism in Indonesia has spread to various aspects of life, including educational institutions, both formal and informal. This study aims to analyze the role of teachers in addressing the threat of radicalism at Al-Kautsar LabSchool Middle School in Bandung. The main theories used in this research are the theories of radicalism and the concept of the teacher's role. This research employs a qualitative approach, where data is collected through interviews and literature review. The results of this study reveal nine roles of teachers at Al-Kautsar LabSchool Middle School (SMP Al Kautsar LabsSchool) in facing the threat of radicalism, including being informants, organizers, motivators, directors, initiators, transmitters, facilitators, mediators, and negotiators. This research provides a detailed explanation of these nine roles based on the elaboration of concepts from the Ministry of Religious Affairs and Sadirman AM in addressing the threat of radicalism at SMP Al Kautsar LabsSchool. Additionally, the researcher also analyzes the concept of the teacher's role in the policy options from the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud) research in 2018 and the strategic plan of the National Counterterrorism Agency (BNPT) for 2020-2024 to combat radicalism in the school environment.
Implementasi Pengembangan Persenjataan Angkatan Laut Indonesia Prakoso, Lukman Yudho; Yulivan, Ivan; Purwantoro, Susilo Adi; Prihantoro, Kasih; Suhirwan, Suhirwan; Uksan, Arifuddin; Albubaroq, Hikmat Zakky; Sutanto, Rudy; Pramono, Budi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.2940

Abstract

Lingkungan strategis global, regional dan nasional berdampak kepada ancaman faktual dan potensial yang terjadi harus diantisipasi dengan system pertahanan dan keamanan terbaik dengan melibatkan seluruh sumberdaya nasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana persenjataan Angkatan laut dapat digunakan untuk mendukung fungsi dan tugas pokok dalam pertahanan negara sebagai komponen utama kekuatan maritim. Dinamika persenjataan Angkatan laut dalam pembahasan tulisan ini harus dapat memperhatikan kondisi karakteristik laut Indonesia dan juga kebutuhan dalam menindak ancaman faktual dan potensial,satu hal yang menjadi kekhususan dalam penggunaan kekuatan angkatan laut adalah fungsi diplomasi, hal ini mempengaruhi penggunaan persenjataan Angkatan laut mana kala harus keluar wilayah kedaulatan untuk mengemban fungsi diplomasi internasional, keterkaitan dengan dukungan anggaran juga menjadi penting mengingat outcome dari dukungan persenjataan ini bukan hanya kepada keberhasilan tugas pokok dan fungsi angkatan laut tetapi juga kemanfaatan terhadap ekonomi nasional bisa didapatkan dengan tata kelola yang baik. Sebagai kesimpulan dari tulisan ini adalah, kebutuhan alutsista Angkatan laut harus memperhatikan karakteristik laut Indonesia, ancaman yang dihadapi, fungsi khusus Angkatan laut dan juga dipengaruhi oleh dukungan anggaran.
PERAN VITAL DIPLOMASI MARITIM DALAM MENJAGA STABILITAS LAUT INDONESIA Musayyab, Said; Sutanto, Rudy; Susmoro, Harjo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4059-4065

Abstract

Artikel ini mengkaji peran diplomasi maritim dalam menjaga stabilitas dan keamanan laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi berbagai tantangan maritim, termasuk penangkapan ikan ilegal, perompakan, dan sengketa wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi maritim memainkan peran krusial dalam menegakkan hukum di laut, mendorong kerja sama internasional, menyelesaikan sengketa secara damai, dan melestarikan lingkungan laut. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam implementasi diplomasi maritim, termasuk kurangnya koordinasi antar instansi dan kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu maritim. Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan kapasitas diplomatik dan maritim Indonesia untuk mewujudkan visi sebagai poros maritim dunia.
Evaluasi Efektivitas Undang-Undang No. 1 Tahun 2024 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam Pencegahan Cyberterrorism Bastian, Muhammad Arkhan Maulana; Sutanto, Rudy; Basuni, Raden Ruli
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol 10, No 2 (2024): Published 30 Desember 2024
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v10i2.4997

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengevaluasi efektivitas Undang-Undang No. 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam pencegahan terorisme siber di Indonesia. Studi ini menyoroti perlunya kerangka hukum yang kuat untuk mengatasi terorisme siber, yang dapat merusak stabilitas nasional dalam hal politik, ekonomi, dan sosial. UU ITE bertujuan untuk meningkatkan langkah-langkah hukum terhadap kejahatan siber, implementasinya menghadapi tantangan seperti tumpang tindih kewenangan lembaga, infrastruktur teknologi yang terbatas, dan literasi digital publik yang rendah. Menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara dan analisis hukum, penelitian ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam hukum, menekankan pentingnya mengintegrasikan asuransi siber sebagai strategi pelengkap untuk meningkatkan keamanan digital. Temuan menunjukkan bahwa meningkatkan koordinasi antar-lembaga, meningkatkan kesadaran publik, dan memanfaatkan teknologi pemantauan canggih sangat penting untuk mengoptimalkan efektivitas undang-undang. Pada akhirnya, studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk menyempurnakan kebijakan hukum dan mendorong pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk memerangi terorisme siber secara efektif.AbstractThis research evaluates the effectiveness of Law No. 1 of 2024 on Information and Electronic Transactions (ITE Law) in preventing cyber terrorism in Indonesia. This study highlights the need for a strong legal framework to address cyber terrorism, which can undermine national stability in political, economic, and social aspects. The ITE Law aims to enhance legal measures against cybercrime, but its implementation faces challenges such as overlapping institutional authorities, limited technological infrastructure, and low public digital literacy. Using qualitative methods, including interviews and legal analysis, this research identifies the strengths and weaknesses in the law, emphasizing the importance of integrating cyber insurance as a complementary strategy to enhance digital security. The findings indicate that enhancing inter-agency coordination, increasing public awareness, and leveraging advanced monitoring technology are crucial for optimizing the effectiveness of the law. Ultimately, this study provides strategic recommendations to refine legal policies and encourage a collaborative approach between the government, the private sector, and civil society to effectively combat cyber terrorism.
AUKUS: LANGKAH AUSTRALIA MEMPERKUAT POSISI GEOPOLITIKNYA DI ASIA PASIFIK Daniel Pasaribu, Nico; Zaini, Ansori; Sutanto, Rudy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3858-3866

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih lanjut dampak dari pakta keamanan AUKUS di Kawasan Asia Pasifik. Penelitian ini dikembangkan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama trilateral antara Australia, United Kingdom, dan Amerika Serikat (AUKUS) ini menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik yang membuat Tiongkok bersikap waspada dan menaruh perhatian terhadap Australia. Kesimpulan: Secara umum, AUKUS dibentuk untuk mengimbangi dominasi Tiongkok di Kawasan Asia Pasifik. AUKUS memperkuat posisi geopolitik Australia di kawasan Asia Pasifik dengan meningkatkan kapabilitas militernya dan memperkuat aliansi strategisnya. Dengan demikian Australia dapat memainkan peran yang lebih aktif dan meningkatkan kerjasama keamanan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan stabilitas regional dan menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik. Namun hal tersebut juga membawa tantangan, termasuk ketegangan dengan Tiongkok dan potensi kekhawatiran di antara negara-negara tetangga.
POTENSI NEGARA ASEAN BERGABUNG DALAM KEANGGOTAAN BRICS UNTUK MENERAPKAN EKONOMI SYARIAH ISLAM: PENGGUNAAN EMAS SEBAGAI ALAT TUKAR PERDAGANGAN Mirza Apriansyah, Achmad; Sutanto, Rudy; Adriyanto, Agus
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5006-5017

Abstract

Penerapan ekonomi syariah dan potensi penggunaan mata uang emas dalam perdagangan antara ASEAN dan BRICS memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks pertahanan ekonomi global saat ini. Aliansi BRICS yang terdiri dari negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat, seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, telah menjadi kekuatan signifikan dalam upaya mendorong reformasi ekonomi global, salah satunya melalui dedolarisasi atau pengurangan ketergantungan pada dolar AS. Di sisi lain, ASEAN, yang dipimpin oleh negara-negara seperti Indonesia, yang memiliki populasi muslim terbesar, memiliki peluang besar untuk mengusulkan penggunaan emas sebagai alat pembayaran alternatif dalam perdagangan internasional, sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Penggunaan emas yang stabil dan bebas dari spekulasi, seperti yang telah terbukti di Kuwait dengan dinar emasnya yang kuat, memberikan contoh nyata bagaimana negara dapat mengurangi risiko ekonomi global yang disebabkan oleh fluktuasi mata uang fiat. Melalui forum-forum ekonomi ASEAN seperti ASEAN Economic Community (AEC) dan ASEAN Free Trade Area (AFTA), usulan ini dapat disosialisasikan dan diimplementasikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara BRICS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan mata uang emas dalam perdagangan antara ASEAN dan BRICS serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan politik di kawasan ASEAN. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif, penelitian ini menelaah bagaimana integrasi ekonomi dapat berkontribusi pada penguatan pertahanan ekonomi regional. Berdasarkan kajian literatur, penerapan mata uang emas sebagai alat tukar yang stabil dapat memperkuat ketahanan ekonomi negara-negara ASEAN dan menciptakan stabilitas yang berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik global.
EFEKTIFITAS DRONE DALAM MENGHADAPI PERANG HIBRIDA DI PERAIRAN INDONESIA Dina Inda Rosyida, Esa; Sutanto, Rudy; Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3822-3832

Abstract

Dalam konteks perang hibrida di perairan Indonesia, penggunaan drone telah menjadi solusi yang semakin penting untuk meningkatkan keamanan maritim. Dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks, drone dapat menjadi alat yang efektif untuk pengawasan, deteksi, dan respons cepat terhadap kegiatan yang mencurigakan. Namun, implementasi drone di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur komunikasi yang dapat mempengaruhi koneksi dan pengiriman data dari drone ke pusat kontrol. Selain itu, regulasi yang belum matang juga dapat menjadi hambatan dalam pemanfaatan drone untuk keamanan perairan. Diperlukan upaya untuk menyusun regulasi yang mendukung penggunaan drone secara efektif dan aman. Selain itu, pentingnya pelatihan yang intensif bagi personel yang akan mengoperasikan drone juga harus diperhatikan. Keterampilan teknis dan pemahaman yang mendalam mengenai penggunaan drone dalam konteks keamanan perairan perlu ditingkatkan melalui pelatihan yang berkualitas. Untuk mengoptimalkan penggunaan drone, saran-saran seperti peningkatan investasi dalam infrastruktur teknologi, penyusunan regulasi yang mendukung, pelatihan personel yang intensif, dan peningkatan kerja sama internasional dapat menjadi langkah-langkah yang perlu dilakukan. Dengan mengatasi tantangan ini dan mengikuti saran-saran tersebut, Indonesia dapat memanfaatkan potensi drone secara maksimal dalam menjaga keamanan perairan dan menghadapi ancaman perang hibrida dengan lebih efektif. Hal ini akan membantu meningkatkan keamanan maritim Indonesia dan melindungi kepentingan nasional di perairan Indonesia.
Strategy of Allocating Special Autonomy Funds (Dana Otsus) as an Effort to Strengthen the NKRI in Facing Threats in Papua Rusli, Fauzi; Sutanto, Rudy; Halkis, Mhd.
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i12.12943

Abstract

This study examines the allocation strategy of Special Autonomy Funds (Dana Otsus) in Papua as an effort to strengthen Papua's integration within the framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) amidst challenges of separatism and social injustice. A qualitative approach was adopted, involving an in-depth literature review of policies, government reports, and academic resources. The study aims to analyze the effectiveness of Dana Otsus management in addressing development disparities, enhancing welfare, and alleviating social tensions in Papua. The findings indicate that major challenges in managing Dana Otsus include misalignment of development priorities with local needs, weak transparency, and limited human resource capacity. While Dana Otsus has had a positive impact, particularly in the education and healthcare sectors, its implementation remains suboptimal. The study concludes that improving coordination between central and local governments, ensuring transparency, and increasing local community participation are crucial. An inclusive and locally responsive allocation strategy is recommended to optimize the role of Dana Otsus in promoting equitable development and strengthening NKRI.
Co-Authors Achmad Mirza Apriansyah Achmad Zainuri Achmad Zainuri Achmad Zainuri Adriyanto, Agus Agus Dwi Catur agus dwi catur Ahmad G. Dohamid Alam, Saiful Albubaroq, Hikmat Zakky Amir Kasman Anak Agung Alit Triadi Arif Mulyanto Arif Mulyanto, Arif Arman, Andi Bambang Marwoto Bastian, Muhammad Arkhan Maulana BUDI PRAMONO Cempaka T, Fauzia G D.K. Putra Daniel Pasaribu, Nico Darmo, Sujita Demo Putra Didin F Fane, Didin F Didin S. Fane, Didin S. Dina Inda Rosyida, Esa Djoko Suseno Dyah Aryati Nugraha Ningsih Emmy dyah S Fauzia Gustarina Cempaka Timur Gilang Rezeki, Gilang Hadinata, Tri Halkis, Mhd. Halkis, Muhammad. Hanifudin, Achmad Fauzan Harahap, Sahnan Sulaiman Harisman Jaya, Harisman Hendry Sakke Tira Hendry Sakke Tira, Hendry Sakke I Gede Bawa Susana I Kade Wiratama I Made Mara I Wayan Joniarta I.G.B. Dipa Maha Putra, I.G.B. Dipa Maha Ida Bagus Alit Irfan Fahmi Nooryadi Irfan Fahmi, Irfan Ivan Yulivan James Julian Kurnia, Dedi KUSUMA WARDANI Kusuma Wardani Kusuma Wardani Kusuma, Hendri Puja Lalu Sultan Giri Tanjung Latief, Mohammad Nurdin Al Limbong, Benny Leonardo M. Helmi M. Mirmanto, M. Made - Wirawan Made Mara, Made Made Wijana Made Wirawan made wirawan Made Wirawan, Made Maharsa Pradityatama Mahendra, Esa Ramdhan Ardi Mahroza, Jonni Mas'ud Mas'ud Mhd. Halkis Mirmanto Mirza Apriansyah, Achmad Mitro Prihartoro Muhamad Hilmi, Muhamad Muhamad Noor Gibran Musayyab, Said N. Nurchayati N. Nurchayati, N. Nasmi Herlina Sari Nopiyani, Nopiyani Nur Kaliwantoro Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurchayati Padmiatmi, Pandri Pandri Pandiatmi Pandri Pandiatmi Paryanto Dwi Setyawan Prakoso, Lukman Yudho Prasetyo, Soya Ani Pratama Kamarulah, Rizki Prayitno, Arief Prihantoro, Kasih Prihartoro, Mitro Priyanto Priyanto Pujo Widodo, Pujo Purwantoro, Susilo Adi Raden Ruli Basuni Rahmadi, Fakhmi Caesar Reksoprodjo, Agus Hasan S Risa Rizania Rizania, Risa Ronika, Yulia Febi Zita Rostika, Rostika Rusli, Fauzi Sapriduan, Sapriduan Sigit Purwanto Sinarep Sinarep Sinarep Sinarep Soya Ani Prasetyo Sri Patmi, Sri Sugiarta, Yannisa Rakhmani Sugiman Sugiman Suhirwan, Suhirwan Sujita Darmo Sujita Darmo Sujita Sujita Sujita, Sujita Sultan Sultan Sultan Sultan Suparman Ahmadi Suparman Ahmadi, Suparman Susmoro, Harjo Suteja Suteja Syahrul Syahrul Syahrul Syamiajaya, Arh Nur Afiad Timur, Fauzia Gustarina Cempaka Tira, Hendry Tri - Rachmanto Tri Rachmanto Tulodo, Habibi Tri Uksan, Arifuddin Ulayo, Muhammad Ramdhan Ulhaq M, Faiq Dhiya Warka, I Wayan Wirawan Made Yannisa Rakhmani Sugiarta Yesung Allo Padang Yesung Allo Padang, Yesung Allo Yudha, Eka Mahatva Yudhyadi I.G.N Yulia Febi Zita Ronika Zaini, Ansori Zaiunuri, Ahmad