Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN ALAT PENGASAP IKAN RAMAH LINGKUNGAN DI SENTRA PENGASAPAN IKAN KAMPUNG BUGIS AMPENAN MATARAM Sujita Darmo; Rudy Sutanto; Sultan Sultan
Jurnal Bakti Nusa Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v3i1.46

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 di sentra  pengasapan ikan  Kampung Bugis yang terletak di Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan Kodya Mataram Nusa Tenggara Barat Tujuan kegiatan ini adalah mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan  bermitra dengan anggota kelompok nelayan di wilayah Kampung Bugis agar dapat membuat, menerapkan dan menggunakan alat pengasap ikan yang ramah lingkungan dibandingkan dengan alat yang digunakan sebelumnya, masih berasap, kualitas ikan yang dihasilkan kurang bagus Secara garis besar pelaksanaan  kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode teori dan praktek pembimbingan teknik pengasapan ikan. Luaran kegiatan berupa transfer ketrampilan teknik pembuatan dan langkah penerapan pengasapan ikan yang ramah lingkungan, serta buku manual teknik pengasapan ikan. Dalam jangka panjang, program pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kelompok nelayan tersebut dan sekitarnya dan juga penerapan ekonomi kerakyatan.
PEMBUATAN POMPA HYDRAM SEDERHANA DI DUSUN LEMPENGE DESA SINTUNG KECAMATAN PRINGGARATA KABUPATEN LOTENG rudy sutanto; made wirawan; arif mulyanto; ida bagus alit; agus dwi catur
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 1 (2018): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.37 KB)

Abstract

Hydram pump is a process of converting kinetic energy and water motion force into dynamic pressure so as to cause a high-strength water hammer in the pipeline. This pressure causes the pump valve and the introductory valve in the pump tube to open and close in turn. Dynamic pressure is continued to produce compressive force in the feeding tube thus forcing the water to rise to the discharge pipe and pushed into the conductor pipe, thus the working principle of this pump is to double the strength of the water thrust. PPM was followed by 10 people consisting of community leaders, village officials and residents of Lempenge village, Sintung village, Pringgarata district, Central Lombok regency, interested in environmentally friendly technology, hydram pump technology. The following counseling of hydram pump introduction was conducted in Sintung village hall, Pringgarata district, Central Lombok district. The material provided includes the working principle of hydram pump, hydram pump components and design, how to measure flow or source discharge.Keywords: hydram pump, water hammer, thrust, flow rate
MESIN PENCACAH RUMPUT SISTEM MEKANIK UNTUK USAHA PETERNAKAN SAPI Rudy - Sutanto; Tri - Rachmanto; Made - Wirawan; Sujita - Sujita; Nur - Kaliwantoro
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 2 (2020): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.46 KB)

Abstract

Banyak ternak sapi yang tidak dapat mencapai bobot sekitar 350 kg. Kenyataan ini muncul pemikiran yang cukup mendasar tentang tidak dicapainya bobot optimal tersebut yaitu bahwa pemberian pakan kepada ternak sapi yang dipelihara belum memenuhi syarat baik kualitas maupun kuantitas. Hal ini dikarenakan dalam proses pencacahan pakan ternak (rumput gajah) masih menggunakan tangan sehingga panjang rumput yang dihasilkan bervariasi dan cenderung panjang-panjang dan terkadang diberikan begitu saja apa adanya tanpa dicacah terlebih dahulu. Keadaan inilah yang menyebabkan sebagian besar makanan tidak dapat dikunyah selurunya terutama pada bagian batangnya. Padahal justru pada bagian batang inilah sumber protein dan nutrisi itu berada yakni sekitar 80% dari total protein rumput gajah (Pennisetum pupureum) serta 52% TDN (Total Digestible Nutrients) ada dibagian batang rumput gajah. Untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas pemberian pakan ternak (rumput gajah) yang cukup baik maka diperlukan proses pencacahan yang mencukupi (± 4 – 5 cm, panjangnya) sehingga produk yang dihasilkan dapat dikunyah dan dicernah dengan baik oleh ternak. Akibat rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sampai saat ini peternak sapi masih menggunakan tangan dalam proses pencacahan pakan ternak (rumput gajah). Disamping hasilya yang kurang begitu memuaskan juga memerlukan waktu dan tenaga yang banyak dalam proses mencacah rumput gajah (Pennisetum pupureum). Permasalahan usaha peternakan ini bisa diatasi dengan membuat suatu mesin pencacah rumput sistem mekanik. Melihat kondisi masyarakat dilokasi maka pemilihan mesin pencacah rumput sistem mekanik ini menjadi prioritas utama atas dasar pertimbangan: tidak memerlukan daya listrik sehingga otomatis ongkos produksi bisa dihemat, mudah perawatan dan yang terpenting proses pencacahan rumput gajah tidak memerlukan banyak tenaga.
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Pendekatan Ergonomis di UMKM Anak Agung Alit Triadi; Paryanto Dwi Setyawan; Rudy Sutanto Sutanto; Made Wijana Wijana; Syahrul Syahrul Syahrul
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.354 KB)

Abstract

Implementasi Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) dengan pendekatan ergonomis bekerjasama dengan Mitra UKM yaitu Workshop Ponks Gallery dengan sasaran intinya adalah karyawan dan pemilik usaha. Berdasarkan hasil pendahuluan dengan cara observasi diketahui bahwa mitra (pengrajin kayu limbah) lebih banyak bekerja dalam sikap kerja yang statis. Pekerja juga mempunyai karakteristik yang berbeda seperti jenis kelamin, usia dan masa kerja yang memungkinkan adanya kelelahan setelah bekerja. Selama bekerja, para perajin sering tidak menggunakan alat keselamatan diri. Berdasarkan kondisi seperti ini perlu dilakukan sosialisasi metode kerja yang ergonomis serta pemanfaatan alat keselamatan diri sehingga program K3 di mitra terealisasi. Alat keselamatan diri seperti helm, sarung tangan, kaca mata, masker, alat pelingdung telinga dan sepatu).Kegiatan implemetasi dan demonstrasi di lokasi mitra berlangsung selama 1 hari dengan melibatkan seluruh karyawan dan pemilik usaha. Materi yang diberikan yaitu pengenalan metode kerja ergonomis (posisi, waktu dan gerak) dan pengenalan alat pendukung keselamatan kerja, fungsi, dan cara menggunakan secara benar. Kuisioner di awal dan akhir penyuluhan akan memberikan gambaran bagaimana perubahan tingkat kesadaran karyawan terhadap kenyamanan dan keselamatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah minimal 90 % karyawan mau sadar dan menerapkan metode kerja ergonomis serta menggunakan alat keselamatan kerja secara rutin sehingga mampu menunjang pelaksanaan penerapan K3 di tempat kerja.Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan mitra sangat antusias berinteraksi serta bersifat terbuka menerima transfer iptek dari tim. Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi hal yang prioritas untuk menjaga kelangsungan usaha mitra. 
Aplikasi Alat Pencetak Bata Sistem Hammer Gravitasi di Dusun Johar Pelita Kecamatan Gunungsari Sujita Darmo; Ida Bagus Alit; Rudy Sutanto; Achmad Zainuri
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 2 (2021): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.234 KB)

Abstract

Industri pembuatan  batu bata mempunyai peran yang strategis dalam rangka mendukung pembangunan di propinsi  Nusa Tenggara Barat.  Konstruksi bangunan perumahan secara umum adalah pondasi dari batu kali dan tembok dari bata merah. Proses yang menghambat produksi bata , adalah proses pencetakkannya dilakukan masih secara tradisional. Pencetakannya dilakukan dengan posisi badan membungkuk atau jongkok sehingga cepat membuat orang lelah. Sehingga produktivitas nya rendah. Selain itu proses secara manual ini, menghasilkan bata dengan kualitas rendah. Penekanan hanya dilakukan dengan jari-jari, tekanan kurang menyebabkan bata kurang padat, sehingga saat dibakar akan kropos/berongga, mudah patah, dimensi berubah. Penggunaan alat pencetak bata sistem hammer gravitasi sebagai pemecahan masalah mampu meningkatkan  kapasitas produksi bata tiga kali lipat dari semula, dan meningkatkan kualitas bata merah (kurang dari 5%  bata yang pecah).
Kegiatan Pembuatan Tepung Ikan Dari Limbah Ikan Dengan Teknologi Press Milling Di Masrakat Pesisir Pantai Ampenan Sujita Darmo; I Wayan Joniarta; Nur Kaliwantoro; Rudy Sutanto; Sultan Sultan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 2 (2020): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.976 KB)

Abstract

Kelurahan Ampenan Tengah dalah salah daerah pesisir  pantai  di wilayah Kodya Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat.  Masyarakatnya rata-rata hidup dibawah garis kemiskinan. Jumlah  penganggurannya banyak, akibat dampak pemulangan TKI yang bekerja di Malaysia. Mata pencaharian penduduknya adalah sebagai pemindang ikan,  peternak itik, nelayan, dan pedagang ikan. Kegiatan  jual beli hasi tangkapan ikan dilakukan di  Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ampenan Tengah. Tujuan dari kegiatan KKN-PPM yang telah dilaksanakan adalah untuk mengatasi rendahnya pendapatan industri rumah tangga pemindangan ikan dan nelayan. kurangnya ketersediaan tepung ikan bagi peternak itik, dan pengolahan limbah ikan   yang belum optimal. Target dan luaran yang telah di capai dari kegiatan KKN-PPM adalah : peningkatan produksi, efisiensi biaya, perbaikan sistem, dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk menangkap  peluang pasar produk tepung ikan  yang masih terbuka. Karena peternak itik dan unggas lainnya  yang  berada di sekitar Kecamatan  Ampenan sangat memerlukan tepung ikan, untuk mengurangi biaya pakan sehingga bisa meningkatkan pendapatannya. Metode yang digunakan adalah :  melakukan pemberdayaan kelompok sasaran dengan menerapkan secara langsung teknologi pembuatan  tepung ikan dari limbah ikan dengan Teknologi Press Mill  kepada khalayak sasaran mitra KKN-PPM. Khalayak sasaran mitranya adalah  (masyarakat pemindang ikan, nelayan dan peternak itik di  Kampung Banjar, Melayu, dan  Bugis,  Kelurahan Ampenan Tengah.. Kegiatan KKN-PPM  dilaksanakan selama 2.5 bulan, dikuti oleh 30 orang mahasiswa dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Pembuatan tepung ikan dari limbah ikan dengan dengan Teknologi Press Mill yang diterapkan   merupakan   hasil   penelitian Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.  Kandungan  protein  tepung  ikan  hasil  kegiatan  KKN  PPM sekitar 70 – 73  %,  sehingga layak digunakan  oleh peternak itik dan unggas   yang berada di wilayah Kelurahan Ampenan Tengah sebagai pengganti konsentrat/pakan unggas buatan pabrik yang harganya jauh lebih mahal.
Penerapan Mesin Penyuling Pada Pengusaha Kayu Gaharu Agus Dwi Catur; Sugiman Sugiman; Nasmi Herlina Sari; Rudy Sutanto; I Kade Wiratama
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 2 (2019): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.495 KB)

Abstract

Kayu gaharu diperdagangan dengan harga jual yang tinggi terutama dengan kandungan minyak (resin) yang tinggi.   Untuk mendapatkan minyak dan senyawa aromatik yang terkandung di dalamnya, kayu gaharu diperlakukan dengan mengekstrak minyak terpisah dari kayu.  Mitra menanam gaharu sejak 15 tahun yang lalu, merawat dan berhasil melakukan inokulasi pada tanaman gaharu dan mulai memanen. Kayu gaharu yang telah dihasilkan mitra dijual ke pengepul yang kemudian dijual kembali kepada ahli penyulingan minyak di luar pulau.  Hal tersebut membuat harga jualnya sangat rendah.  Mitra mempunyai keinginan mengolah kayu gaharu menjadi minyak, namun mitra belum menguasai teknologi mengekstrak minyak dari kayu gaharu tersebut.  Atas situasi tersebut perlu dilakukan pola pemberian bantuan teknologi kepada mitra.  Tujuannya adalah agar nilai ekonomi gaharu meningkat dengan cara mengolah kayu gaharu menjadi minyak gaharu.Teknologi yang akan diterapkan adalah menggunakan teknik distilasi (penyulingan) dengan menggunakan media uap air jenuh.  Perancangan peralatan destilasi dilakukan dengan melibatkan mitra agar hasilnya sesuai dengan harapan mitra.  Pembuatan  peralatan destilasi dilakukan di Laboratorium Produksi Fakultas Teknik.  Training pengoperasian peralatan destilasi dilakukan kepada mitra agar mampu mengoperasikan alat dengan benar.  Cara merawat peralatan destilasi juga perlu diajarkan kepada mitra agar mesin lebih awet dan kalaupun ada kerusakan mitra dapat segera melakukan perbaikan.Program pengabdian ini berhasil membuat mesin penyuling yang digunakan oleh mitra untuk menyuling minyak gaharu.  Mesin yang dibuat mampu memisahkan gaharu dari kayunya dalam bentuk cairan coklat kehitaman.       Kegiatan pengabdian ini juga mampu melatih mitra untuk mengoperasikan dan merawat mesin penyuling minyak gaharu.
Pengering Hybrid Dodol Nangka rudy sutanto; Arif mulyanto; Nurchayati .; Agus dwi catur; Made Wirawan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 2 (2019): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.829 KB)

Abstract

Dodol nangka merupakan makanan semi basah yang terbuat dari campuran karbohidrat, protein dan sedikit lemak sebagai kandungan utama, serta dengan tekstur kenyal yang pengolahannya didasarkan pada penurunan kadar air. Selain itu, dodol nangka mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, karena banyak mengandung gula, provitamin A, vitamin C dan mineral kalsium. Untuk mendapatkan kualitas dodol nangka yang cukup baik maka diperlukan proses pengeringan yang mencukupi dan dalam lingkungan yang higienis sehingga produk yang dihasilkan dapat siap dalam waktu yang relatif cepat dan dalam keadaan bersih serta higienis. Akibat rendahnya pengetahuan mitra terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sampai saat ini mitra masih menggunakan atap-atap rumah sebagai tempat menjemur produk, disamping hasilnya yang kurang begitu memuaskan juga produk yang dihasilkan kurang bersih serta waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan relatif. Berangkat dari keinginan untuk meningkatkan industri kecil dodol nangka dari segi kapasitas dan kualitas khususnya dalam proses kecepatan pengeringan dodol nangka, maka perlu dipikirkan untuk memanfaatkan dan mengembangkan suatu teknologi tepat guna yaitu oven pengering tenaga surya – syngas (hybrid solar dryer). Adapun kelebihan oven pengering tenaga surya – syngas adalah : tidak memerlukan daya listrik sehingga otomatis ongkos produksi bisa dihemat, mudah perawatan, bisa dioperasikan pada musim hujan atau pada malam hari (menggunakan bahan bakar alternatif syngas atau syntesis gas yang diperoleh dari proses gasifikasi biomassa sekam padi) dan disaat panas terik menggunakan kolektor surya.
Alat Press Hidraulik Pada Industri Rumah Tangga Pembuatan Tahu Jawa Di Dusun Karang Kelok, Mataram Nurchayati Nurchayati; Hendry Sakke Tira; Yesung Allo Padang; Rudy Sutanto; Suteja Suteja
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v5i1.145

Abstract

In Karang Kelok hamlet, West Monjok, Mataram, there are currently 2 Home Industries (IRT) that make tofu and are known as Javanese tofu. Because the texture is different from the Lombok tofu in general, this tofu is in great demand by the wider community. So the demand in every day is very much. One of them belongs to Tin's mother. This IRT is able to absorb 3 workers. Every day able to spend 60 kg of soybeans. In producing the tofu, this IRT still uses the traditional method, especially when pressing the tofu is still done by overlapping 1-3 pieces of stone with different weights. Pressing in this way has weaknesses, including security and work safety issues. This condition is also one of the obstacles to be able to produce more tofu products. This pressing is done one by one and in a row, so it also takes up a wider area. Based on these problems, it is necessary to plan and manufacture hydraulic system tofu pressing tools so that the resulting product increases. The purpose of this service is to get a smaller time and area for pressing in the tofu-making process. The method used is to socialize the use of a hydraulic system tofu press. The results obtained are that this tofu press tool can shorten the average pressing time of 4 minutes and reduce the working area of pressing from 3 meters to 1 meter. And it can also reduce the risk of work accidents due to the fall of the crushing stone.  
Aplikasi Alat Tanam Padi Sistem Jarwo di Desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah Sujita Sujita; Nasmi Herlina Sari; Sinarep Sinarep; Achmad Zainuri; Rudy Sutanto
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v5i1.148

Abstract

Batunyala Village, Praya Tengah District, Central Lombok Regency is known as a rice barn area in Central Lombok Regency. In general, their livelihood is rice farming. The characteristics of rice from Batunyala Village are fluffier and fragrant with fragrant pandan wangi. So many local and foreign rice traders are looking for it to be sold again. The obstacle experienced by farmers is when planting rice. Planting is an important activity in rice cultivation which requires about 25% of labor. Most of the agricultural workforce is now entering the non-productive age, while the interest of the younger generation to get involved in agriculture is getting lower, especially with traditional farming systems. This situation has raised deep concern for the government in achieving reliable food security. One way to overcome these obstacles is by counseling, as well as applying the rice transplanter (Rice Transplanter) of the Jajar Legowo (Jarwo) Planting Method. The application of Rice Transplanter technology with the Jarwo method can increase time and cost efficiency. The production of Pandan Wangi variety rice produces an average of 4.0 tons/ha and manually produces an average of 3.64 tons/ha. Can increase production by 9.89% compared to the manual system.
Co-Authors Achmad Mirza Apriansyah Achmad Zainuri Achmad Zainuri Achmad Zainuri Adriyanto, Agus agus dwi catur Agus Dwi Catur Ahmad G. Dohamid Alam, Saiful Albubaroq, Hikmat Zakky Amir Kasman Anak Agung Alit Triadi Arif Mulyanto Arif Mulyanto, Arif Arman, Andi Bambang Marwoto Bastian, Muhammad Arkhan Maulana BUDI PRAMONO Cempaka T, Fauzia G D.K. Putra Daniel Pasaribu, Nico Darmo, Sujita Demo Putra Didin F Fane, Didin F Didin S. Fane, Didin S. Dina Inda Rosyida, Esa Djoko Suseno Dyah Aryati Nugraha Ningsih Emmy dyah S Fauzia Gustarina Cempaka Timur Gilang Rezeki, Gilang Hadinata, Tri Halkis, Mhd. Halkis, Muhammad. Hanifudin, Achmad Fauzan Harahap, Sahnan Sulaiman Harisman Jaya, Harisman Hendry Sakke Tira Hendry Sakke Tira, Hendry Sakke I Gede Bawa Susana I Kade Wiratama I Made Mara I Wayan Joniarta I.G.B. Dipa Maha Putra, I.G.B. Dipa Maha Ida Bagus Alit Irfan Fahmi Nooryadi Irfan Fahmi, Irfan Ivan Yulivan James Julian Kurnia, Dedi Kusuma Wardani Kusuma Wardani KUSUMA WARDANI Kusuma, Hendri Puja Lalu Sultan Giri Tanjung Latief, Mohammad Nurdin Al Limbong, Benny Leonardo M. Helmi M. Mirmanto, M. Made - Wirawan Made Mara, Made Made Wijana made wirawan Made Wirawan Made Wirawan, Made Maharsa Pradityatama Mahendra, Esa Ramdhan Ardi Mahroza, Jonni Mas'ud Mas'ud Mhd. Halkis Mirmanto Mirza Apriansyah, Achmad Mitro Prihartoro Muhamad Hilmi, Muhamad Muhamad Noor Gibran Musayyab, Said N. Nurchayati N. Nurchayati, N. Nasmi Herlina Sari Nopiyani, Nopiyani Nur Kaliwantoro Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurchayati Padmiatmi, Pandri Pandri Pandiatmi Pandri Pandiatmi Paryanto Dwi Setyawan Prakoso, Lukman Yudho Prasetyo, Soya Ani Pratama Kamarulah, Rizki Prayitno, Arief Prihantoro, Kasih Prihartoro, Mitro Priyanto Priyanto Pujo Widodo, Pujo Purwantoro, Susilo Adi Raden Ruli Basuni Rahmadi, Fakhmi Caesar Reksoprodjo, Agus Hasan S Risa Rizania Rizania, Risa Ronika, Yulia Febi Zita Rostika, Rostika Rusli, Fauzi Sapriduan, Sapriduan Sigit Purwanto Sinarep Sinarep Sinarep Sinarep Soya Ani Prasetyo Sri Patmi, Sri Sugiarta, Yannisa Rakhmani Sugiman Sugiman Suhirwan, Suhirwan Sujita Darmo Sujita Darmo Sujita Sujita Sujita, Sujita Sultan Sultan Sultan Sultan Suparman Ahmadi Suparman Ahmadi, Suparman Susmoro, Harjo Suteja Suteja Syahrul Syahrul Syahrul Syamiajaya, Arh Nur Afiad Timur, Fauzia Gustarina Cempaka Tira, Hendry Tri - Rachmanto Tri Rachmanto Tulodo, Habibi Tri Uksan, Arifuddin Ulayo, Muhammad Ramdhan Ulhaq M, Faiq Dhiya Warka, I Wayan Wirawan Made Yannisa Rakhmani Sugiarta Yesung Allo Padang Yesung Allo Padang, Yesung Allo Yudha, Eka Mahatva Yudhyadi I.G.N Yulia Febi Zita Ronika Zaini, Ansori Zaiunuri, Ahmad