p-Index From 2021 - 2026
9.739
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Archive of Community Health LINK Jurnal Berkala Epidemiologi Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal SOLMA Jurnal Keperawatan Silampari Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Kesehatan Global JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jambura Journal of Educational Chemistry Jambura Journal of Chemistry Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Health Information : Jurnal Penelitian Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat ASEAN Journal of Community Engagement Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Berdaya Mandiri Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia JOURNAL LA MEDIHEALTICO KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal EduHealth Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Riset Informasi Kesehatan Jurnal Abdimas Terapan Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat POLITICO Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Ibu dalam Memilih Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Saling Kabupaten Empat Lawang Tahun 2010 Fanny Indriyani; Najmah; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.799 KB)

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor tingginya AKI di Indonesia karena masih rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Angka cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Muara Saling sebesar 78,09%, jadi sekitar 21,91% persalinan masih ditolong oleh dukun bayi. Pencapaian masih belum sesuai dengan target indikator Kabupaten yaitu sebesar 95 %. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui determinan ibu dalam memilih tenaga penolong persalinan.Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang pernah melakukan persalinan dilihat dari persalinan anak terakhir baik dalam keadaan hidup ataupun mati dan termasuk ke dalam sasaran ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Saling pada Tahun 2010. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 84 orang (faktor non respon 10%). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data univariat dan bivariate.Hasil Penelitian: Variabel tingkat perekonomian keluarga (p=<0,001), pengetahuan (p=0,020), persepsi sehat sakit (p=0,049), peran keluarga (p=0,012) dan biaya persalinan sebelumnya pada ibu dengan paritas > 1 (p=,0,01) berpengaruh terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemilihan tenaga penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Muara Saling dipengaruhi oleh tingkat perekonomian keluarga, pengetahuan, persepsi sehat sakit, peran keluarga dan biaya persalinan sebelumnya. Kata Kunci: Tenaga penolong persalinan, persalinan
Hubungan Bauran Pemasaran terhadap Pemanfaatan Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang Nyayu Rahma; Iwan Stia Budi; Najmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.193 KB)

Abstract

Latar Belakang : Rumah Sakit Pelabuhan Palembang adalah Rumah Sakit tipe C dengan kapasitas 58 tempat tidur. Pemanfaatan instalasi rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang masih kurang. Hal ini terlihat dari Bed Occupational Rate (BOR) pada tahun 2010-2011 sebesar 48,52% -51,65% dibawah standar DEPKES 60- 85%.Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan analitik, dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi pasien rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang. Jumlah sampel 80 orang. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan metode univariat, bivariat dengan uji analisa chi square dan multivariat dengan uji analisa regresi logistik program SPSS.Hasil Penelitian : Hasil analisis uji hubungan antara bauran pemasaran dengan pemanfaatan instalasi rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, dari 7 variabel bauran pemasaran, terdapat 6 variabel yang mempunyai hubungan dengan pemanfaatan instalasi rawat inap, yaitu variabel produk (OR=6, pvalue=<0,0001), harga (OR=10, p-value=0,0001), tempat (OR=5, p-value=0,001), orang (OR=5, pvalue=0,002), proses (OR=7, p-value=0,0001), dan bukti fisik (OR=8, p-value=0,0001). Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multivariat, terdapat empat variabel bauran pemasaran yang paling berpengaruh, yaitu produk (OR=7, p-value=0,008), harga (OR=15, p-value=<0,0001), proses (OR=8, p-value=0,007), danbukti fisik (OR=18, p-value=<0,0001).Kesimpulan : Rumah Sakit Pelabuhan Palembang perlu meningkatkan pemasaran dengan memperhatikan variabel-variabel bauran pemasaran yang berpengaruh terhadap pemanfaatan instalasi rawat inap, terutama yang masih di nilai tidak baik oleh pasien rawat inap, yakni variabel orang dan bukti fisik. adapun tujuannya agar BOR BOR Rumah Sakit Pelabuhan Palembang meningkat sesuai dengan standar DEPKESKata Kunci : Bauran Pemasaran, Pemanfaatan Instalasi Rawat Inap.
Analisis Determinan Sosial Kesehatan dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Puput Vini Aristianti; Najmah; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.48 KB)

Abstract

Latar Belakang : Malaria adalah penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan namun lebih dari satu juta orang meninggal karena malaria setiap tahun. Malaria adalah penyakit yang secara signifikan berpengaruh pada orang miskin yang mengalami kekurangan ekonomi, sosial dan pendidikan. Malaria juga merupakan penyakit yang tumbuh subur pada keadaan krisis dan perpindahan penduduk (Oxfam, 2008). Wilayah kerja puskesmas puput merupakan daerah endemis tinggi malaria dengan API 43,92‰ pada tahun 2011 dan merupakan yang tertinggi di kabupaten bangka barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar faktor risiko determinan sosial kesehatan dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Puput Kabupaten Bangka Barat Tahun 2012.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode kasus kontrol tidak berpasangan, dengan besar sampel kelompok kasus 58 responden dan kontrol 58 responden, yang diambil berdasarkan populasi dengan teknik pengambilan sampel purposive dari data hasil pemeriksaan darah malaria pasien pada puskesmas puput tahun 2012. Data diolah dengan program SPSS 19 dan dilakukan analisis univariat, bivariate dan multivariate dengan α: 0,05.Hasil Penelitian : Variabel yang ternyata berpengaruh dengan kejadian malaria adalah kondisi rumah (p=<0,001), kondisi lingkungan luar rumah (p=<0,001), kondisi lingkungan kerja (p=0,001), kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p=<0,001), perilaku pencegahan malaria (p=<0,001), pelayanan kesehatan (p=0,007) dan migrasi (p=0,004). Tidak ada hubungan yang bermakna antara status sosial ekonomi dengan kejadian malaria (p=0,266). Analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa variabel yang merupakan faktor risiko malaria adalah kebiasaan keluar rumah pada malam hari (adjusted OR: 6,7; 95% CI: 1,6-28,4), kondisi lingkungan luar rumah (adjusted OR: 5,6; 95% CI: 1,2-25,5) dan perilaku pencegahan malaria (adjusted OR: 4,1; 95% CI: 1,4-11,9).Kesimpulan : Pengendalian malaria baik penyuluhan maupun penyemprotan (IRS) harus lebih ditingkatkan pada wilayah yang sangat berisiko sebagai tempat perkembangbiakkan dan peristirahatan nyamuk anopheles sebagai vektor malaria. Dibuat kebijakan mengenai penduduk pendatang yang berasal dari luar Provinsi Bangka Belitung agar diberikan obat pencegahan malaria dan informasi mengenai malaria sebelum memasuki Provinsi Bangka Belitung, karena Bangka Belitung merupakan daerah endemis malaria. Serta jaminan kesehatan yang juga mencangkup pendatang / imigran.Kata Kunci : malaria, determinan sosial kesehatan, determinan sosial malaria, Puput Bangka Barat
Pengetahuan dan Riwayat Penyakit Tidak Menular pada Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2013 Najmah; Rini Mutahar; Yeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.926 KB)

Abstract

Latar Belakang: Indonesia sebagai negara berkembang mengalami transisi epidemiologi dimana penyakit tidak menular (degeneratif) menjadi penyebab utama kematian. Penyakit degeneratif disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang salah. Riskesdas (2007) menunjukkan prevalensi penyakit degeneratif di Indonesia antara lain penyakit sendi (30,3%), hipertensi (29,8%), stroke (0,8%), jantung (7,2%), diabetes mellitus (1,1%), dan kanker (0,4%).Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang. Sampel pada penelitian ini adalah 99 orang ibu rumah tangga di kabupaten Ogan Ilir. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah cluster random sampling dengan memilih 4 desa sebagai cluster. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan uji korelasi.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini adalah 29 (29,3%) responden pernah mendapat penyuluhan tentang penyakit tidak menular, 40,4% responden menganggap kegemukan (obesitas) dapat menurunkan risiko penyakit tidak menular, 79,8% mengetahui bahwa mengurangi konsumsi kafein dapat menurunkan risiko penyakit tidak menular dan 77% mengetahui bahwa mengurangi kebiasaan merokok dapat menurunkan risiko penyakit tidak menular. Penyakit yang paling banyak diderita responden adalah rematik (20,2%), kecelakaan lalu lintas (19,2), dan hipertensi (17,2%). Penyakit tidak menular yang paling banyak diderita oleh orang tua responden adalah hipertensi (42,4%), rematik (38,4%), dan jantung (19,2%). Hasil uji statistic menunjukkan tidak adanya hubungan antara pengetahuan dan riwayat penyakit pada responden (p value 0.62).Kesimpulan: Promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan yang benar mengenai faktor risiko penyakit tidak menular pada ibu rumah tangga perlu dilakukan baik melalui penyuluhan maupun media massa. Hal ini mendorong ibu rumah tangga agar menghindari faktor risiko penyakit tidak menular dimana sebagian besar diakibatkan oleh pola makan yang tidak sehat.Kata Kunci: Penyakit tidak menular, pengetahuan, riwayat penyakit, faktor risiko, pencegahan ibu rumah tangga
Implementasi EWARS (Early Warning Alert and Response System) di Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2013 Ririn Yaumil Pratiwi; Najmah; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.458 KB)

Abstract

Latar Belakang : EWARS merupakan salah satu perangkat dalam surveilans untuk mengetahui secara dini adanya sinyal peringatan/ ancaman penyakit menular potensial KLB. Sinyal peringatan dini yang ditangkap selama tahun 2011 sebanyak 16.897 alert yang tersebar di 6 Propinsi. Pada September tahun 2012 Dirjen PP dan PL Kemenkes telah mensosialisasikan EWARS ke 8 Propinsi baru termasuk Sumatera Selatan. Di tingkat Dinas Kesehatan Kota Palembang sistem ini efektif berjalan di minggu ke-1 januari 2013. Sampai minggu ke-11, dari 39 Puskesmas terdapat 25 Puskesmas yang melengkapi laporan mingguan. Ini berarti kelengkapan laporan mingguan pada minggu ke-11 sebesar 64%. Bila dibandingkan dengan indicator nasional dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1479/Menkes/SK/X/2003 kelengkapan laporan sebesar 90%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi EWARS di Dinas Kesehatan Kota Palembang.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan panduan CDC 1999 mengenai evaluasi program. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas berdasarkan kelengkapan laporan, Petugas Surveilans dan petugas pustu. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisa yang digunakan adalah analisa isi dan data disajikan dalam bentuk matriks dan narasi.Hasil Penelitian: Gambaran keadaan sumber daya yang dibutuhkan sudah baik. Aktifitas pelaporan belum sepenuhnya melibatkan puskesmas pembantu, sehingga data yang dikirimkan puskesmas ke dinas kesehatan terbatas pada data pasien yang berobat ke puskesmas. Untuk pengaruh lingkungan, informan menyatakan tidak ada. Kendala yang ditemukan yaitu kurangnya kesadaran dari petugas untuk melaporkan tepat waktu. Sampai minggu ke- 18 sistem ini telah mendeteksi sebanyak 202 alert/peringatan dini. Alert terbanyak pada Tersangka Campak sebanyak 63 alert dan telah ditindaklanjuti dengan melakukan pengiriman spesimen ke laboratorium Propinsi Sumatera Selatan. Monitoring dilakukan mingguan dan bulanan.Kesimpulan : Kurangnya input seperti SDM, dana dan peralatan lainnya menjadi kendala bagi pelaksanaan program ini. Selain itu pada proses pelaksanaan dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan semua petugas agar dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu. Sehingga implementasi EWARS di Dinas Kesehatan Kota Palembang masih perlu penyempurnaan dari segi ketepatan dan kelengkapan laporan. Dinas Kesehatan perlu untuk terus memperhatikan kekurangan yang terdapat pada input dan memonitoring penerapan program EWARS secara berkala serta menerbitkan bulletin sebagai umpan balik ke Puskesmas.Kata Kunci: Implementasi, EWARS, laporan mingguan
Analisis Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Tugu Mulyo Ogan Komering Ilir Tahun 2011-2012 Siti Mukholipah; Najmah; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.52 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberkulosis yang terutama menyerang paru, kelenjar limfe dan usus. Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Tugu Mulyo Paru pada tahun 2008 sebanyak 3 kasus, pada tahun 2009 kasus Tuberkulosis paru sebanyak 10 kasus, pada tahun 2010 kasus Tuberkulosis sebanyak 17 kasus dan pada tahun 2011 kasus Tuberkulosis sebanyak 44 kasus. Dari data diatas terlihat terjadinya peningkatan kasus Tuberkulosis Paru setiap tahun nya. Penelitian ini bertujuan Mengetahui determinan kejadian Tuberkulosis paru di Puskesmas Tugu Mulyo Tahun 2011- tahun 2012.Metode : Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol sampel penelitian adalah untuk kasus orang yang pernah menderita TB atau sedang menderita TB pada tahun 2011-2012 yang melakukan pengobatan di puskesmas Tugu Mulyo, sedangkan kontrol adalah orang yang memeriksakan sputumnya di Puskesmas Tugu Mulyo dengan hasil negatif TB. Analisis yang digunakan analisis univariat, bivariat dan regresi logistik.Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menunjukan umur (p=0.07), jenis kelamin (p=0.83), tidak memiliki hubungan dengan kejadian TB Paru. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multivariat, terdapat empat variabel yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis yaitu usia, tindakan, pengetahuan dan sikap.setelah variabel lain dikontrol. Kesimpulan : Pihak puskesmas Tugu Mulyo perlu meningkatkan program survei TB paru kelapangan dalam pelacakan kasus, dan melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tuberculosis, Perlu adanya perbaikan lingkungan fisik perumahan.Kata Kunci : Tuberkulosis, Determinan penyakit.
Karakteristik Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) yang Akses dan Tidak Akses Layanan Jarum dan Alat Suntik Steril di Palembang, Sumatera Selatan Najmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.919 KB)

Abstract

Latar Belakang : HIV/AIDS telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat internasional. Salah satu metode yang efektif untuk men HIV / AIDS adalah melalui penggunaan jarum dan alat suntik bersama antara Pengguna Narkoba Suntik (Penasun). Layanan jarum dan alat suntik steril (LJASS) elah berjalan di Palembang sejak tahun 2009. Penelitian sebelumnya terbatas terhadap deskripsi penasun di kota Palembang tanpa membedakan karaktersitik penasun baik yang akses dan tidak mengakses jarum suntik dan Program (LJASS). Tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik penasun yang akses LJASS dan tidak akses LJASS.Metode : Penelitian ini menggunakan studi desain kasus-kontrol (case-control) dengan responden direkrut dengan menggunakan teknik bola salju (snowball). Regresi sederhana dan ganda dengan menggunakan program statistik (Stata versi 10) untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik penasun yang akses LJASS dan tidak akses LJASS. Odds rasio, derajat kepercayaan 95% dan nilai signifikansi dilaporkan.Hasil Penelitian : Empat puluh enam penasun dari LJASS dan 75 penasun yang tidak akses LJASS direkrut. Sebagian besar, responden adalah laki-laki dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atas dan berstatus tidak menikah. Ada perbedaan sikap terhadap pengurangan dampak buruk(harm reduction) dan LJASS antara penasun yang akses LJASS dan nono-LJASS. Analisis bivariat menunjukkan bahwa penasun yang memiliki sikap positif terhadap pengurangan dampak buruk dan program LJASS cenderung 2,76 kali untuk akses LJASS dibandingkan dengan mereka yang memiliki sikap negatif (OR 2,76 (1,30-5.89), sig.0.008). Kemudian, penasun yang menyuntik narkoba cenderung untuk mengakses LJASS cenderung 1,09 kali meningkat untuk setiap peningkatan tahun lamanya penggunaan napza suntik dengan signifikansi moderat untuk menolak hipotesis nol (OR 1,09 (95% CI 1,003-1,19), sig. 0,04). Namun, variabel pendidikan, umur, tingkat pendapatan dan pengetahuan tentang HIV /AIDS dan pengurangan dampak buruk (harm reduction) tidak berbeda secara signifikan antara penasus yang mengakses dan tidak mengakses LJASS. Setelah penyesuaian faktor pembaur (confoundings), hubungan antara lama penggunaan napza suntik dan sikap IDU terhadap pengurangan dampak buruk (harm reduction) dan NSP masih ditemukan.Kesimpulan : Penasun yang memiliki sikap positif terhadap konsep harm reduction dan LJASS dan lebih lama menggunakan napza suntik lebih cenderung mengakses LJASS. Peningkatan teman sebaya dari expenasun adalah penting untuk meningkatkan sikap positif terhadap pengurangan dampak buruk di kalangan penasun. Selain itu, penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel besar dan pendekatan kualitatif sangat dibutuhkan.Kata Kunci : Pengguna napza suntik, Karakteristik, Layanan jarum dan alat suntik steril
Faktor Risiko Ergonomi saat Mengetik dan Hubungannya dengan Carpal Tunnel Syndrome Dwi Septiawati; Hamzah Hasyim; Najmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.157 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kegiatan mengetik dapat menjadi faktor risiko CTS apabila intens dilakukan terutama apabila tanpa memperhatikan aspek ergonominya. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gangguan kesehatan akibat tekanan pada nervus medianus yang melewati carpal tunnel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko ergonomi (postur tangan, durasi, frekuensi dan gaya) selama mengetik dengan kejadian CTS pada karyawan media cetak.Metode : Menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 50 karyawan Harian Pagi Sumatera Ekspres tahun 2012. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan juga melakukan tes Tinnel, test Phalen dan tes Finkelstein untuk mendukung penegakkan diagnosa CTS. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisis univariat, bivariat uji chi-square, uji regresi logistik ganda dan juga metode kualitatif menggunakan photovoice.Hasil penelitian : Dari 50 responden terdapat 21 orang (42%) diduga positif CTS. Dengan α=0,05 terdapat hubungan antara postur tangan dengan CTS (PR:4,235 CI:1,015-17,668 p value: 0,039), durasi dengan CTS (PR:6,417 CI:1,444-28,511 p value: 0,011), frekuensi dengan CTS (PR:5,625 CI:1,178-26,854 p value: 0,024), dan gaya dengan CTS (PR:5 CI:0,964-25,93 p value: 0,041). Dari hasil analisis multivariat, didapatkan hasil bahwa frekuensi merupakan Faktor yang dominan mempengaruhi kejadian CTS (PR: 3,965 CI:1,086-14,474 p value:0,037).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara postur tangan, durasi, frekuensi dan gaya saat mengetik dengan kejadian CTS. Variabel frekuensi dalam melakukan suatu postur per menit saat mengetik merupakan variabel yang dominan mempengaruhi kejadian CTS setelah dikontrol oleh variabel postur tangan, durasi, gaya dan faktor risiko non pekerjaan. Penelitian ini menyarankan untuk lebih memperhatikan aspek ergonomisitas baik cara kerja maupun alat bantu kerja saat melakukan pekerjaan.Kata kunci : Carpal Tunnel Syndrome, Faktor Risiko Ergonomik
Spatial Distribution of HIV Cases in Female Sex Workers in Palembang City Risda Anjani; Amrina Rosyada; Najmah; Dini Arista Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.385 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2022.13.2.155-167

Abstract

Key populations such as PSP (Female Sex Workers) are one of the factors that have the potential to influence the number of HIV-positive cases. The prevalence of HIV cases in Indonesia in the PSP group is 2.1%. This study aimed to examine the spatial distribution of HIV cases in PSP (Women Sex Workers) in Palembang City. This type of research is descriptive with an ecological study design. The population groups studied were 41 Public Health Center, 14 hospitals, and other HIV services such as Class I Rutan and Class IIA Women's Prisons in 18 sub-districts in Palembang City. The study used secondary data from the KT, and TIPK HIV Reports from the City Health Office, while spatial data were obtained from government websites and Google Maps. The results showed that the distribution area of ​​the PSP key population was at most 23 Ilir, Merdeka health center and Campus health center, and in the working area of ​​hospitals, detention centers, and women's prisons, there was no distribution of PSP key populations. Then, the distribution of HIV-positive cases in the PSP key population found no distribution of HIV confirmed cases in the working area of ​​the public health center or the working area of ​​hospitals, detention centers, and women's prisons. The need for further attention to policymakers on the unequal distribution of VCT services and socialization from health workers is also needed to increase awareness of PSP key populations regarding the importance of conducting VCT to prevent and control HIV cases in key populations to suppress HIV cases in Palembang City.
Hambatan Pemenuhan Asupan Zat Gizi dan Pola Konsumsi pada Perempuan dengan HIV/AIDS Pascapandemi Nining Indah Sari; Najmah Najmah; Novrikasari Novrikasari
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i2.10369

Abstract

AbstrakZat gizi yang adekuat dapat memperbaiki kondisi kesehatan bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS. HIV menyebabkan gangguan kekebalan yang mengarah pada kekurangan gizi dan defisiensi kekebalan lebih lanjut, dan berkontribusi pada perkembangan cepat infeksi HIV menjadi AIDS. Jumlah perempuan yang terinfeksi HIV dari tahun ke tahun semakin meningkat. Orang dengan HIV/AIDS tidak hanya berisiko lebih tinggi untuk kematian akibat COVID-19, tetapi juga berisiko lebih tinggi tertular infeksi SARS-CoV-2 daripada orang yang tidak hidup dengan HIV. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan pemenuhan asupan zat gizi pada perempuan dengan HIV/AIDS pascapandemi. Jenis penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dan desain penelitian etnografi. Jumlah informan terdapat 15 orang, yaitu perempuan dengan HIV/AIDS dan pendampingnya, tenaga kesehatan di yayasan, dan penangung jawab program HIV/AIDS. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Maret–Mei 2022. Hasil dari penelitian didapatkan tiga tema, yaitu ketahanan pangan rumah tangga, pengetahuan gizi, dan pola konsumsi pada perempuan dengan HIV/AIDS. Pentingnya edukasi dan konseling gizi untuk mencegah infeksi oportunistik dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS sehingga diperlukan edukasi dan konseling gizi agar menambah pengetahuan perempuan dengan HIV/AIDS mengenai makanan sehat dan bergizi yang harus dikonsumsi untuk menjaga kesehatan sehingga tidak sampai ke fase AIDS. Barriers to Fulfillment of Nutrient Intake and Consumption Patterns in Women with HIV/AIDS PostpandemicAbstractAdequate nutrition can improve health conditions for people living with HIV/AIDS. HIV causes immune disorders leading to malnutrition and further immune deficiency, and contributes to the rapid progression of HIV infection to AIDS. The number of women infected with HIV from year to year is increasing. People with HIV/AIDS are not only at higher risk for death from COVID-19, but are also at higher risk of contracting SARS-CoV-2 infection than people who are not living with HIV. This study aims to analyze the barriers to fulfilling nutritional intake in women with HIV/AIDS post-pandemic. This type of research uses a qualitative methodology with a constructivism approach and an ethnographic research design. The number of informants is 15 people, namely women with HIV/AIDS and their companions, health workers at foundations, and those in charge of the HIV/AIDS program. The sampling technique used was purposive sampling. The study was conducted in March-May 2022. The results of the study obtained three themes, namely household food security, nutritional knowledge, and consumption patterns in women with HIV/AIDS. The importance of nutrition education and counseling to prevent opportunistic infections and improve the quality of life of people with HIV/AIDS so that education and nutrition counseling are needed to increase the knowledge of women with HIV/AIDS about healthy and nutritious food that must be consumed to maintain health so that it does not reach the AIDS phase.
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Abdillah, Muhammad Yusuf Adawiyah, Putri Robiatul Adeleine Silva Vanessa Adelina Fitri Aerosta, Danny Kusuma Afifah, Fachrina Alfha, Liese Margaretha Almandra, Gabriella Mariza Amiyarsih, Sri Amrina Rosyada Anita Rahmiwati Annisa Soraya Salsabila Aprina, Fenty Apritama , Faris Ar Rahma, Citra Ayu Ariqa, Nur Zihan Aristianti, Vini Arpansyah, Arpansyah Arviani Arviani Arviani, Arviani Ashilah, Athiyah Asmaripa Ainy Auli Irfah Azizah, Shinta Azmiyah Rahma Zanjabila Batu, Annalisa Lumban Botutihe, Deasy N. Catherine Dwi Augusthi Putri Catherine Dwi Augusthi Putri Chairil Anwar Chairunnisah J Lamangantjo Citra Afny Sucirahayu Citra Afny Sucirahayu Dalimawati, Dalimawati Damai Kasih Waruwu, Prischila Danny Kusuma Aerosta Daryanti, Edhita Putri Davies, Sharyn Graham Deasy Natalia Botutihe Dedis Oktaviani Denni Affandi Denny Ruliansyah Desmonda F, Maria Devi Bunga Pagalla Dewi Handayani DIMAS ANDRIANTO Dini Arista Putri Domu, Siti Afdianti Dwi Larasati, Dwi Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Elvi Sunarsih Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah Erga Kurniawati Erni Mohamad Esti Sri Ananingsih Fahrizal, Feri Fahrizal, Fery Falah, Samsul Fanny Indriyani Fanny Indriyani, Fanny Faturahmah, Erni Febria Mandeka Febria Mandeka Fenny Etrawati Fenty Aprina Fenty Aprina Feranita Utama Feranita Utama Fitri Samsuri, Ullya Fitria, Rizki Habibi, B Y Habibulloh, Annisa Hadji, Fitri Haerawati Haerawati Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Haris Munandar Harmadi Harmadi Helen K, Helen Helen. K Hendri Iyabu Henny Henny Heri Cahyono Hotmauli, Arnita Imam Much Ibnu Subroto Imat Rahmatilah Indah Eliyanti Indah Eliyanti, Indah Indah Puji Septeria Indah Purnama Sari Indahsari, Siti Rahmi Inoy Trisnaini Iqlima, Erni Irwantika, Nanda Ishak Isa Iswanto Iswanto Iswanto Iswanto Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Jafar La Kilo Januar Sitorus, Rico Jordanti, Happy Mira Juariyah Juariyah Julianti, Mita Jusna Ahmad Kelara, Anggun Khoirunnisa, Salsabila Kostiawan Sukamto, Kostiawan La Ode Aman Liberty, Iche Andriany Lilis Suryani M, Kornelia Rosvita Maharani, Azzahra Malfiro, Anisa Mardiyatun Nasyidah Marniayati, Lisa Masrid Pikoli Maulaya, Najmah Mayel, M. Iqbal Melanie Boursnell Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Miyarti, Sinta Mochammad Imron Awalludin Mohammad Zulkarnain Monica Tiara Samboina Mufarika, Rully Muhammad Idrus Muhammad Ridho Sadewa Murniati, Happy Mutiara Wahyuliana Nabella, Luthfiana Najmah Maulaya Najwa Nurul Izzah Namirah Adelliani Naomi, Christara Cicelia Nengsih, Nengsih Neshy Sulung Netty Ino Ischak Ningsih, Windi Indah Fajar Nining Indah Sari Nita Suleman Novia Sri Anda Yani Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurannisyah , Rizky Nurhayati Bialangi Nurita, Yuni Nurlaili Nurlaili Nurmalia Ermi Nurmalia Ermi Nurqanita, Ajeng Fathia Nurul Rahma Nurul Rahma, Nurul Nuryasari Mahani Nuryasari Mahani, Nuryasari Nyayu Rahma Oktaviani, Dedis Opir Rumape Padi, Maryam Penatarita Penatarita Permana Putra, Dicky Pomuato, Sasmita Prasteyaji, Fidela Nailan Faza Prastykha Tri Wahyuni Pratami, Yunita pridamayanti, Arviana Putri, Debby Amanda Putri, Luthfi Septianti Artika Putri, Sarah Dwi Putrisha, Shantya Adeline Rachmawati, Aisyah Rahma, Nyayu Rahmat Fajri Rahmawati, Mala Ramadhani, Andi Indra Wulan Sari Ramanda, Dea Fadhilah Ramawati, Mala Rapika Dianita, Nesya Resti Irmalasari Resti Irmalasari, Resti RIANTINA, ANITA Ricko, M. Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rimadona, Nia Rini Anggraini Rini Anggraini Rini Anggraini, Rini Rini Mutahar Rini Oktarina Ririn Yaumil Pratiwi Ririn Yaumil Pratiwi, Ririn Yaumil Risda Anjani Rizky, Irma Tiara Rizma Adlia Syakurah Rizma Adlia Syakurah Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rozin, Abid Safirah, Salwa Salsabila, Gea Salwa Safirah Sangkota, Vivi Dia Afrianti Saphira, Bella Rino Sari Andajani Sari, Merry Afriliana Saskia Rahma Irawan Savira, Mahwa Septeria, Indah Puji Sherin Andrea Putri Silva Vanessa, Adeleine Silvy Alvionita Siti Halimatul Munawarah Siti Mukholipah Siti Mukholipah, Siti SRI RAHAYU Sri Yuliani Frisilia Dewi Sucirahayu, Citra Afny Suhendra, Ahmad Adi SYADZA, EGA RAVA Syafitri, Syafitri Syafrida Putri, Rica Thayban, Thayban Thiodoris, Fernando Trisnawarman, Trisnawarman Tukan, Maria Magdalena Nona Motu Utami, Tya Palpera Vanvie, Chynta Rahma Vanya Gita Purnamasari Vini Aristianti Waras Nurcholis Wardhani, Adelia Kesuma Weni, Mustika Wijangga, Putu Wiwin Rewini Kunusa Yani, Novia Sri Anda Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yudhi Setiawan Yudhi Setiawan Yudhi Setiawan Yuliarni Yuliarni Yulyana Kusuma Dewi Yurizal Yurizal Yusri Yusri Yusri Yusri Yuszda K Salimi Zahara, Rahma Zahirah, Aliyyah Zanjabila, Azmiya Rahma Zhafirah, Yunida Zico Ariesandi ZULAIHA ZULAIHA Zulkarnain, Mohammad