p-Index From 2021 - 2026
10.619
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Archive of Community Health JURNAL GIZI INDONESIA LINK Jurnal Berkala Epidemiologi Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal SOLMA Jurnal Keperawatan Silampari Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Kesehatan Global JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jambura Journal of Educational Chemistry Jambura Journal of Chemistry Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Health Information : Jurnal Penelitian Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat ASEAN Journal of Community Engagement Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Berdaya Mandiri Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia JOURNAL LA MEDIHEALTICO KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal EduHealth Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Keperawatan Riset Informasi Kesehatan Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan POLITICO Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi EWARS (Early Warning Alert and Response System) di Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2013 Ririn Yaumil Pratiwi; Najmah; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : EWARS merupakan salah satu perangkat dalam surveilans untuk mengetahui secara dini adanya sinyal peringatan/ ancaman penyakit menular potensial KLB. Sinyal peringatan dini yang ditangkap selama tahun 2011 sebanyak 16.897 alert yang tersebar di 6 Propinsi. Pada September tahun 2012 Dirjen PP dan PL Kemenkes telah mensosialisasikan EWARS ke 8 Propinsi baru termasuk Sumatera Selatan. Di tingkat Dinas Kesehatan Kota Palembang sistem ini efektif berjalan di minggu ke-1 januari 2013. Sampai minggu ke-11, dari 39 Puskesmas terdapat 25 Puskesmas yang melengkapi laporan mingguan. Ini berarti kelengkapan laporan mingguan pada minggu ke-11 sebesar 64%. Bila dibandingkan dengan indicator nasional dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1479/Menkes/SK/X/2003 kelengkapan laporan sebesar 90%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi EWARS di Dinas Kesehatan Kota Palembang.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan panduan CDC 1999 mengenai evaluasi program. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas berdasarkan kelengkapan laporan, Petugas Surveilans dan petugas pustu. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisa yang digunakan adalah analisa isi dan data disajikan dalam bentuk matriks dan narasi.Hasil Penelitian: Gambaran keadaan sumber daya yang dibutuhkan sudah baik. Aktifitas pelaporan belum sepenuhnya melibatkan puskesmas pembantu, sehingga data yang dikirimkan puskesmas ke dinas kesehatan terbatas pada data pasien yang berobat ke puskesmas. Untuk pengaruh lingkungan, informan menyatakan tidak ada. Kendala yang ditemukan yaitu kurangnya kesadaran dari petugas untuk melaporkan tepat waktu. Sampai minggu ke- 18 sistem ini telah mendeteksi sebanyak 202 alert/peringatan dini. Alert terbanyak pada Tersangka Campak sebanyak 63 alert dan telah ditindaklanjuti dengan melakukan pengiriman spesimen ke laboratorium Propinsi Sumatera Selatan. Monitoring dilakukan mingguan dan bulanan.Kesimpulan : Kurangnya input seperti SDM, dana dan peralatan lainnya menjadi kendala bagi pelaksanaan program ini. Selain itu pada proses pelaksanaan dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan semua petugas agar dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu. Sehingga implementasi EWARS di Dinas Kesehatan Kota Palembang masih perlu penyempurnaan dari segi ketepatan dan kelengkapan laporan. Dinas Kesehatan perlu untuk terus memperhatikan kekurangan yang terdapat pada input dan memonitoring penerapan program EWARS secara berkala serta menerbitkan bulletin sebagai umpan balik ke Puskesmas.Kata Kunci: Implementasi, EWARS, laporan mingguan
Analisis Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Tugu Mulyo Ogan Komering Ilir Tahun 2011-2012 Siti Mukholipah; Najmah; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberkulosis yang terutama menyerang paru, kelenjar limfe dan usus. Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Tugu Mulyo Paru pada tahun 2008 sebanyak 3 kasus, pada tahun 2009 kasus Tuberkulosis paru sebanyak 10 kasus, pada tahun 2010 kasus Tuberkulosis sebanyak 17 kasus dan pada tahun 2011 kasus Tuberkulosis sebanyak 44 kasus. Dari data diatas terlihat terjadinya peningkatan kasus Tuberkulosis Paru setiap tahun nya. Penelitian ini bertujuan Mengetahui determinan kejadian Tuberkulosis paru di Puskesmas Tugu Mulyo Tahun 2011- tahun 2012.Metode : Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol sampel penelitian adalah untuk kasus orang yang pernah menderita TB atau sedang menderita TB pada tahun 2011-2012 yang melakukan pengobatan di puskesmas Tugu Mulyo, sedangkan kontrol adalah orang yang memeriksakan sputumnya di Puskesmas Tugu Mulyo dengan hasil negatif TB. Analisis yang digunakan analisis univariat, bivariat dan regresi logistik.Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menunjukan umur (p=0.07), jenis kelamin (p=0.83), tidak memiliki hubungan dengan kejadian TB Paru. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multivariat, terdapat empat variabel yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis yaitu usia, tindakan, pengetahuan dan sikap.setelah variabel lain dikontrol. Kesimpulan : Pihak puskesmas Tugu Mulyo perlu meningkatkan program survei TB paru kelapangan dalam pelacakan kasus, dan melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tuberculosis, Perlu adanya perbaikan lingkungan fisik perumahan.Kata Kunci : Tuberkulosis, Determinan penyakit.
Karakteristik Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) yang Akses dan Tidak Akses Layanan Jarum dan Alat Suntik Steril di Palembang, Sumatera Selatan Najmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : HIV/AIDS telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat internasional. Salah satu metode yang efektif untuk men HIV / AIDS adalah melalui penggunaan jarum dan alat suntik bersama antara Pengguna Narkoba Suntik (Penasun). Layanan jarum dan alat suntik steril (LJASS) elah berjalan di Palembang sejak tahun 2009. Penelitian sebelumnya terbatas terhadap deskripsi penasun di kota Palembang tanpa membedakan karaktersitik penasun baik yang akses dan tidak mengakses jarum suntik dan Program (LJASS). Tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik penasun yang akses LJASS dan tidak akses LJASS.Metode : Penelitian ini menggunakan studi desain kasus-kontrol (case-control) dengan responden direkrut dengan menggunakan teknik bola salju (snowball). Regresi sederhana dan ganda dengan menggunakan program statistik (Stata versi 10) untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik penasun yang akses LJASS dan tidak akses LJASS. Odds rasio, derajat kepercayaan 95% dan nilai signifikansi dilaporkan.Hasil Penelitian : Empat puluh enam penasun dari LJASS dan 75 penasun yang tidak akses LJASS direkrut. Sebagian besar, responden adalah laki-laki dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atas dan berstatus tidak menikah. Ada perbedaan sikap terhadap pengurangan dampak buruk(harm reduction) dan LJASS antara penasun yang akses LJASS dan nono-LJASS. Analisis bivariat menunjukkan bahwa penasun yang memiliki sikap positif terhadap pengurangan dampak buruk dan program LJASS cenderung 2,76 kali untuk akses LJASS dibandingkan dengan mereka yang memiliki sikap negatif (OR 2,76 (1,30-5.89), sig.0.008). Kemudian, penasun yang menyuntik narkoba cenderung untuk mengakses LJASS cenderung 1,09 kali meningkat untuk setiap peningkatan tahun lamanya penggunaan napza suntik dengan signifikansi moderat untuk menolak hipotesis nol (OR 1,09 (95% CI 1,003-1,19), sig. 0,04). Namun, variabel pendidikan, umur, tingkat pendapatan dan pengetahuan tentang HIV /AIDS dan pengurangan dampak buruk (harm reduction) tidak berbeda secara signifikan antara penasus yang mengakses dan tidak mengakses LJASS. Setelah penyesuaian faktor pembaur (confoundings), hubungan antara lama penggunaan napza suntik dan sikap IDU terhadap pengurangan dampak buruk (harm reduction) dan NSP masih ditemukan.Kesimpulan : Penasun yang memiliki sikap positif terhadap konsep harm reduction dan LJASS dan lebih lama menggunakan napza suntik lebih cenderung mengakses LJASS. Peningkatan teman sebaya dari expenasun adalah penting untuk meningkatkan sikap positif terhadap pengurangan dampak buruk di kalangan penasun. Selain itu, penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel besar dan pendekatan kualitatif sangat dibutuhkan.Kata Kunci : Pengguna napza suntik, Karakteristik, Layanan jarum dan alat suntik steril
Faktor Risiko Ergonomi saat Mengetik dan Hubungannya dengan Carpal Tunnel Syndrome Dwi Septiawati; Hamzah Hasyim; Najmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kegiatan mengetik dapat menjadi faktor risiko CTS apabila intens dilakukan terutama apabila tanpa memperhatikan aspek ergonominya. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gangguan kesehatan akibat tekanan pada nervus medianus yang melewati carpal tunnel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko ergonomi (postur tangan, durasi, frekuensi dan gaya) selama mengetik dengan kejadian CTS pada karyawan media cetak.Metode : Menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 50 karyawan Harian Pagi Sumatera Ekspres tahun 2012. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan juga melakukan tes Tinnel, test Phalen dan tes Finkelstein untuk mendukung penegakkan diagnosa CTS. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisis univariat, bivariat uji chi-square, uji regresi logistik ganda dan juga metode kualitatif menggunakan photovoice.Hasil penelitian : Dari 50 responden terdapat 21 orang (42%) diduga positif CTS. Dengan α=0,05 terdapat hubungan antara postur tangan dengan CTS (PR:4,235 CI:1,015-17,668 p value: 0,039), durasi dengan CTS (PR:6,417 CI:1,444-28,511 p value: 0,011), frekuensi dengan CTS (PR:5,625 CI:1,178-26,854 p value: 0,024), dan gaya dengan CTS (PR:5 CI:0,964-25,93 p value: 0,041). Dari hasil analisis multivariat, didapatkan hasil bahwa frekuensi merupakan Faktor yang dominan mempengaruhi kejadian CTS (PR: 3,965 CI:1,086-14,474 p value:0,037).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara postur tangan, durasi, frekuensi dan gaya saat mengetik dengan kejadian CTS. Variabel frekuensi dalam melakukan suatu postur per menit saat mengetik merupakan variabel yang dominan mempengaruhi kejadian CTS setelah dikontrol oleh variabel postur tangan, durasi, gaya dan faktor risiko non pekerjaan. Penelitian ini menyarankan untuk lebih memperhatikan aspek ergonomisitas baik cara kerja maupun alat bantu kerja saat melakukan pekerjaan.Kata kunci : Carpal Tunnel Syndrome, Faktor Risiko Ergonomik
Spatial Distribution of HIV Cases in Female Sex Workers in Palembang City Risda Anjani; Amrina Rosyada; Najmah; Dini Arista Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2022.13.2.155-167

Abstract

Key populations such as PSP (Female Sex Workers) are one of the factors that have the potential to influence the number of HIV-positive cases. The prevalence of HIV cases in Indonesia in the PSP group is 2.1%. This study aimed to examine the spatial distribution of HIV cases in PSP (Women Sex Workers) in Palembang City. This type of research is descriptive with an ecological study design. The population groups studied were 41 Public Health Center, 14 hospitals, and other HIV services such as Class I Rutan and Class IIA Women's Prisons in 18 sub-districts in Palembang City. The study used secondary data from the KT, and TIPK HIV Reports from the City Health Office, while spatial data were obtained from government websites and Google Maps. The results showed that the distribution area of ​​the PSP key population was at most 23 Ilir, Merdeka health center and Campus health center, and in the working area of ​​hospitals, detention centers, and women's prisons, there was no distribution of PSP key populations. Then, the distribution of HIV-positive cases in the PSP key population found no distribution of HIV confirmed cases in the working area of ​​the public health center or the working area of ​​hospitals, detention centers, and women's prisons. The need for further attention to policymakers on the unequal distribution of VCT services and socialization from health workers is also needed to increase awareness of PSP key populations regarding the importance of conducting VCT to prevent and control HIV cases in key populations to suppress HIV cases in Palembang City.
Associations Between Clinical Manifestations and the Final Status COVID-19 Sufferer in Palembang, Indonesia: Sisugi Secondary Data Analysis (Epidemiological Surveillance Information System) Prastykha Tri Wahyuni; Najmah Najmah; Citra Afny Sucirahayu; Azmiyah Rahma Zanjabila; Silvy Alvionita; Fenty Aprina; Yudhi Setiawan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2022.13.2.292-305

Abstract

The clinical manifestations of COVID-19 are the developments and impacts caused by COVID-19. Each person's clinical manifestations vary, such as mild and severe stages. The elderly and pre-elderly as a risk group usually experience severe clinical manifestations. As a result, they have a higher fatality rate than other groups with the highest mortality cases in Palembang City. This study aims to determine the associations between clinical manifestations and final status in the elderly and pre-elderly aged 50 with COVID-19 in Palembang City. This study uses a descriptive-analytic, cross-sectional research design by analyzing secondary data Epidemiological Surveillance Information System (SISUGI) COVID-19. The research sample was 278 data on elderly and pre-elderly with COVID-19 aged 50 in Palembang City who met the inclusion criteria. Data analysis techniques were univariate, bivariate, and multivariate. Univariate results were that 14.7% of elderly and pre-elderly died, and 37.4% experienced severe clinical manifestations. Bivariate analysis showed significant associations (p < 0.0001) between clinical manifestations and the last level of the elderly and pre-elderly with COVID-19 in Palembang City (OR: 3.982; CI 95%: 1.977-8.024). There are associations between clinical manifestations and final status after controlling for variables of occupation, age, and history of comorbidities. The comorbid history variable was found as the confounding variable. The research hopes to become the basis for categorizing the clinical manifestations of COVID-19 to prevent poor final status, especially in the elderly and pre-elderly groups
Non-Disclosure of Sexual Orientation of Men Having Sex With Men (MSM): A Hidden Threat of HIV Transmission in Palembang, Indonesia Namirah Adelliani; Najmah Najmah; Zico Ariesandi; Fenty Aprina; Yudhi Setiawan; Misnaniarti Misnaniarti; Yulyana Kusuma Dewi; Adeleine Silva Vanessa; Sari Andajani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2023.14.2.147-161

Abstract

Men who engage in sexual relationships with other men (MSM) are consider a high-risk group for HIV transmission, with MSM in Indonesia accounting for 17.9% cases of HIV in 2020. This qualitative study aimed to understand better the factors determining MSMs' motivation to disclose their sexual orientation. This research employed a phenomenological approach to explore the disclosure experiences of MSM in Palembang City. In-depth interviews and observations were conducted with 11 purposively recruited MSM informants and five MSM outreach workers to ensure data triangulation. Documentation and observations of the participants were conducted during various activities at the Intan Maharani Foundation (IMF). MSM participants observed extreme caution when disclosing their sexual orientation and only chose to reveal their sexual orientation to a very limited network, such as close friends, who are  MSM, and at risk of HIV transmission. The hesitation to disclosing sexual orientation may be linked to the fact that only a few MSM had ever undergone an HIV test. MSMs, if they choose to, could share their status with Field Outreach (FO) during routine health check-ups. Findings of this study call for further research on barriers that hinder MSM from openly discussing their sexual orientation. Such research can inform policy and program developers on how to improve services, promote health literacy, foster confidence and trust among MSMs, hence facilitating their access to HIV services, enabling them to disclose their HIV status confidentially, safely, and in a respectful environment.
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Abdillah, Muhammad Yusuf Adawiyah, Putri Robiatul Adeleine Silva Vanessa Adelina Fitri Aerosta, Danny Kusuma Afifah, Fachrina Alfha, Liese Margaretha Almandra, Gabriella Mariza Amiyarsih, Sri Amrina Rosyada Andi Gilang Perdana Andri Nurtito Anita Rahmiwati Annisa Soraya Salsabila Aprina, Fenty Apritama , Faris Ar Rahma, Citra Ayu Ariqa, Nur Zihan Aristianti, Vini Arpansyah, Arpansyah Arviani Arviani Ashilah, Athiyah Asmaripa Ainy Azizah, Shinta Azmiyah Rahma Zanjabila Batu, Annalisa Lumban Catherine Dwi Augusthi Putri Catherine Dwi Augusthi Putri Chairil Anwar Citra Afny Sucirahayu Citra Afny Sucirahayu Dalimawati, Dalimawati Damai Kasih Waruwu, Prischila Danny Kusuma Aerosta Dariusmansyah, Azmi Daryanti, Edhita Putri Davies, Sharyn Graham Deasy Natalia Botutihe Deby Mahariska Dedis Oktaviani Denni Affandi Denny Ruliansyah Desmonda F, Maria Devi Bunga Pagalla Dewi Handayani DIMAS ANDRIANTO Dini Arista Putri Dinia Ismarini Domu, Siti Afdianti Dwi Larasati, Dwi Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Elvi Sunarsih Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah Enni Restiyani Erga Kurniawati Erni Mohamad Esti Sri Ananingsih Evaluasi Fahrizal, Feri Fahrizal, Fery Falah, Samsul Fanny Indriyani Fanny Indriyani, Fanny Faturahmah, Erni Febria Mandeka Febria Mandeka Fenny Etrawati Fenty Aprina Fenty Aprina Feranita Utama Feranita Utama Fitri Samsuri, Ullya Fitria, Rizki Fivi Tri Ayu Habibi, B Y Habibulloh, Annisa Haerawati Haerawati Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Haris Munandar Harmadi Harmadi Helen K, Helen Helen. K Hendri Iyabu Henny Henny Heri Cahyono Hotmauli, Arnita Imam Much Ibnu Subroto Imat Rahmatilah Indah Eliyanti Indah Eliyanti, Indah Indah Puji Septeria Indah Purnama Sari Indah Yuliana Indahsari, Siti Rahmi Inoy Trisnaini Iqlima, Erni Irwantika, Nanda Ishak Isa Iswanto Iswanto Iswanto Iswanto Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Jafar La Kilo Januar Sitorus, Rico Jordanti, Happy Mira Juariyah Juariyah Kelara, Anggun Khaila Sugma Khairunisa Khoirunnisa, Salsabila Kostiawan Sukamto, Kostiawan La Ode Aman Lestari, Ayu Seftiani Lestari, Ocik Lilis Suryani M, Kornelia Rosvita M.Rais Haru Maharani, Azzahra Malfiro, Anisa Mandeka, Febria Mardiyatun Nasyidah Marelinda, Cesa Marisa Marisa Maryadi Maryadi Maulaya, Najmah Mawar Nuraini Mayasari, Yesi Mayel, M. Iqbal Mazidawati, Mazidawati Meiliza Izzatika Melanie Boursnell Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Miyarti, Sinta Mochammad Imron Awalludin Mohammad Zulkarnain Monica Tiara Samboina Mufarika, Rully Muhammad Fahrizal Muhammad Idrus Muhammad Ridho Sadewa Muhammad Zulhady Akram Murniati, Happy Mutiara Wahyuliana Nabella, Luthfiana Najmah Maulaya Najwa Nurul Izzah Namirah Adelliani Naomi, Christara Cicelia Nengsih, Nengsih Neshy Sulung Netty Ino Ischak Ningsih, Windi Indah Fajar Nining Indah Sari Nita Suleman Novia Sri Anda Yani Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Umi Latifah Nurannisyah , Rizky Nurita, Yuni Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurmalia Ermi Nurmalia Ermi Nurqanita, Ajeng Fathia Nurul Rahma Nurul Rahma, Nurul Nuryasari Mahani Nuryasari Mahani, Nuryasari Nyayu Rahma Oktaviani, Dedis Opir Rumape Padi, Maryam Penatarita Penatarita Pomuato, Sasmita Prasteyaji, Fidela Nailan Faza Prastykha Tri Wahyuni Pratami, Yunita pridamayanti, Arviana Putri Aqmah Cahyani Putri, Debby Amanda Putri, Luthfi Septianti Artika Putri, Sarah Dwi Putrisha, Shantya Adeline Rachmawati, Aisyah Rahma, Nyayu Rahmat Fajri Rahmawati, Mala Ramadhani, Andi Indra Wulan Sari Ramanda, Dea Fadhilah Ramawati, Mala Rapika Dianita, Nesya Resti Irmalasari Resti Irmalasari, Resti RIANTINA, ANITA Rica Syafrida Putri Ricko, M. Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rimadona, Nia Rini Anggraini Rini Anggraini Rini Anggraini, Rini Rini Mutahar Rini Oktarina Ririn Yaumil Pratiwi Ririn Yaumil Pratiwi, Ririn Yaumil Risda Anjani Rizma Adlia Syakurah Rizma Adlia Syakurah Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rozin, Abid Safirah, Salwa Safitri, Wulandari Dwi Salsabila, Gea Salwa Safirah Samboina, Monica Tiara Sangkota, Vivi Dia Afrianti Saphira, Bella Rino Sari Andajani Sari, Merry Afriliana Sasha Tiara Maharani Saskia Rahma Irawan Savira, Mahwa Septeria, Indah Puji Sherin Andrea Putri Silva Vanessa, Adeleine Silvy Alvionita Siti Halimatul Munawarah Siti Mukholipah Siti Mukholipah, Siti SRI RAHAYU Sri Yuliani Frisilia Dewi Sucirahayu, Citra Afny Suhendra, Ahmad Adi Sukaesi, Elvi SYADZA, EGA RAVA Syafitri, Syafitri Syafrida Putri, Rica Syahri Aulia Utari Syamsia, Salwa Syariifaturrahmatudzakiyyah Sylvia Adhiani Tari, Putri Inrian Thayban, Thayban Theresia Utpala Febriyanti Thiodoris, Fernando Trisnawarman, Trisnawarman Tukan, Maria Magdalena Nona Motu Tya Palpera Utami Vanvie, Chynta Rahma Vanya Gita Purnamasari Vini Aristianti Waras Nurcholis Wardhani, Adelia Kesuma Weni, Mustika Wijangga, Putu Wulandari, Anggun Restu Yani, Novia Sri Anda Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yudhi Setiawan Yudhi Setiawan Yudhi Setiawan Yuliarni Yuliarni Yulyana Kusuma Dewi Yurizal Yurizal Yusri Yusri Yusri Yusri Yuszda K Salimi Zahara, Rahma Zahirah, Aliyyah Zalzabila, Anisah Zanjabila, Azmiya Rahma Zhafirah, Yunida Zico Ariesandi Zoiw Michaela Giane Sijabat ZULAIHA ZULAIHA Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, Mohammad