p-Index From 2021 - 2026
9.739
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Archive of Community Health LINK Jurnal Berkala Epidemiologi Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal SOLMA Jurnal Keperawatan Silampari Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Kesehatan Global JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jambura Journal of Educational Chemistry Jambura Journal of Chemistry Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Health Information : Jurnal Penelitian Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat ASEAN Journal of Community Engagement Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Berdaya Mandiri Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia JOURNAL LA MEDIHEALTICO KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal EduHealth Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Riset Informasi Kesehatan Jurnal Abdimas Terapan Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat POLITICO Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGGUNAAN PRE EXPOSURE PROPHYLAXIS (PrEP) TERHADAP KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA LELAKI SEKS LELAKI: A LITERATUR REVIEW Yuliarni, Yuliarni; Sitorus, Rico Januar; Misnaniarti, Misnaniarti; Zulkarnain, Mohammad; Syakurah, Rizma Adlia; Najmah, Najmah
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.395

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Salah satu program pencegahan terbaru terhadap HIV yang dilakukan oleh pemerintah sesuai rekomendasi WHO adalah terapi pemberian ARV Profilaksis sebagai tambahan dari upaya program pencegahan komprehensif untuk mengakhiri epidemi HIV pada tahun 2030. Seiring meningkatnya penggunaan PrEP di kalangan populasi LSL, kejadian IMS mulai menjadi perhatian.Metode : Mengacu pada pendekatan studi literatur dalam rentang waktu 6 tahun terakhir (2018-2023) penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan penggunaan PrEP dengan kejadian Infeksi Menular Seksual. Penelitian ini dirancang untuk melakukan review literatur dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis). Penelitian ini dilakukan melalui  pencarian artikel bersumber dari Google scholar dan Pubmed. Artikel penelitian asli yang dipublikasikan selama enam tahun terakhir mulai tahun 2018-2023 adalah kriteria yang dimasukkan dalam penulisan ini.Hasil : Dari hasil telaah literatur, penggunaan PrEP mempengaruhi prilaku seksual pasangan LSL seperti hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Perubahan prilaku ini dapat meningkatkan kejadian IMS di kalangan populasi LSL. Akan tetapi tidak ada hubungan antara penggunaan PrEP dengan meningkatnya kejadian IMS di kalangan populasi LSL.Kesimpulan : Dari analisis yang dilakukan terhadap hubungan  penggunaan PrEP dengan kejadian IMS pada  7 artikel yang ditelaah, penggunaan PrEP tidak berhubungan secara langsung dengan meningkatnya kejadian IMS. Meskipun PrEP telah berkontribusi terhadap perubahan perilaku seksual di kalangan LSL, dampaknya terhadap kejadian IMS masih belum pasti. Meningkatnya jumlah bakteri IMS di kalangan LSL terjadi sebelum meluasnya penggunaan PrEP dan PrEP tidak menyebabkan epidemi IMS saat ini. Kata kunci: HIV, Pre Exposure Prophylaxis, Infeksi Menular Seksual ABSTRACTBackground : One of the latest HIV prevention programs undertaken by the government as recommended by WHO is prophylactic antiretroviral therapy in addition to comprehensive prevention program efforts to end the HIV epidemic by 2030. As PrEP use increases among the MSM population, the incidence of STIs begins to become a concern. Method : Referring to the literature study approach in the last 6 years (2018-2023) this study aims to study the relationship between PrEP use and the incidence of Sexually Transmitted Infections. This study was designed to conduct a literature review using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) method. This research was conducted through searching articles sourced from Google scholar and Pubmed. Original research articles published over the past six years from 2018-2023 are the criteria included in this writing. Results : From the results of a literature review, PrEP use affects the sexual behavior of MSM couples such as sexual intercourse without using a condom. These behavioral changes can increase the incidence of STIs among the MSM population. However, there was no association between PrEP use and an increased incidence of STIs among the MSM population.Conclusion : From an analysis of the relationship between PrEP use and the incidence of STIs in the 7 articles reviewed, PrEP use was not directly associated with an increased incidence of STIs. Although PrEP has contributed to changes in sexual behavior among MSM, its impact on the incidence of STIs remains uncertain. The increasing number of bacterial STIs among MSM occurred before the widespread use of PrEP and PrEP did not cause the current STI epidemic. Keywords: HIV, Pre Exposure Prophylaxis, Sexually Transmitted Infections 
Spatial and Epidemiological Analysis of Tuberculosis Incidence in Children in Palembang City in 2022 Nurqanita, Ajeng Fathia; Najmah, Najmah; Setiawan, Yudhi; Idrus, Muhammad; Murniati, Happy; Fajri, Rahmat; Aprina, Fenty
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i1.3004

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis tidak diderita oleh kelompok dewasa saja, tetapi juga pada anak-anak yang terjadi saat usia 0-14 tahun. Menurut WHO, di tahun 2021, 1,2 juta anak jatuh sakit karena TBC secara global. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat analisa spasial dengan persebaran wilayah penyakit tuberkulosis pada anak di Kota Palembang tahun 2022 serta melakukan perhitungan epidemiologi. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan desain studi penelitian ekologi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu seluruh  kasus TBC pada anak tahun 2022 di Kota Palembang dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kasus TBC pada anak tahun 2022 yang berjumlah 1.036 kasus. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil: Temuan kasus TBC anak paling banyak terjadi pada rumah sakit, puskesmas, klinik, dan faskes di wilayah Kecamatan Kemuning yaitu 338 kasus dan paling rendah yaitu Kecamatan Gandus serta paling banyak terjadi di Puskesmas Sekip, Sukarami, dan Merdeka. Kasus paling banyak berasal dari kelompok usia 0-4 tahun sejumlah 530 kasus dan dialami oleh laki-laki sejumlah 547 kasus dan perempuan sejumlah 489 kasus. Kota Palembang memiliki capaian keberhasilan pengobatan sebesar 96,4% dan telah mencapai target 90% serta angka penemuan kasus anak sebesar 130%. Simpulan: Persebaran kasus TBC anak dapat menggambarkan temuan kasus di wilayah tertentu serta melihat karakteristik pada anak. Pentingnya kesadaran masyarakat dan peran sektor kesehatan terkait pencegahan dan penanggulan TBC pada anak.   Introduction: Tuberculosis does not affect only adults but also children, occurring between the ages of 0-14 years. According to WHO, in 2021, 1.2 million children will fall ill with tuberculosis globally. This study aims to conduct spatial analysis with the distribution of tuberculosis disease areas in children in Palembang City in 2022 and find out the epidemiological calculations. Method: This study used descriptive quantitative research with an ecological research study design approach. This study used secondary data, namely all tuberculosis cases in children in 2022 in Palembang City and the sample are all TB cases in children in 2022, totaling 1,036 cases. Data analysis uses spatial analysis. Results: The highest number of childhood tuberculosis cases occurred in hospitals, public health centers, clinics and health facilities in the Kemuning District area, namely 338 cases, and the lowest was in Gandus District and most often occurred in the Sekip, Sukarami and Merdeka Public Health Centers. The most cases came from the 0-4 years age group with 530 cases and were experienced by male with 547 cases and female with 489 cases and tend to be from moderate population density. Palembang City has achieved targets for treatment success with an average of 96.4% (90% achievement target) and case detection rate of children with 130%. Conclusion: The distribution of childhood tuberculosis cases can describe case findings in certain areas. Therefore, the importance of public awareness and the role of the health sector related to the prevention and control of tuberculosis in children.
Tingkat Pengetahuan Ibu terhadap Stunting di Indonesia: Study Literature: Tingkat Pengetahuan, stunting Rimadona, Nia; Fajar, Nur Alam; Najmah, Najmah
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1734

Abstract

FAO pada tahun 2022 diperkirakan akan ada 148,1 juta anak di bawah usia lima tahun yang menderita stunting secara global, 45 juta yang kekurangan berat badan, dan 37 juta yang kelebihan berat badan. Pemerintah telah menerapkan langkah-langkah gizi yang sensitif dan tepat sasaran untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. prevalensi kasus stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Mengingat hal ini, tujuannya adalah untuk memastikan bagaimana kesadaran gizi ibu dan prevalensi stunting.Pencarian di database PubMed, EMBASE, Web of Science, SCOPUS dan Perpustakaan Kesehatan Global WHO menemukan studi yang diterbitkan antara 2017 dan 2023. . Stunting," "Hubungan antara kesadaran gizi ibu dan stunting," dan topik lain dari daftar isi Jurnal Pembangunan Kesehatan Indonesia kemudian dipilih 38 artikel dari 980 artikel dan dievaluasi relevansinya dengan isu-isu terkait berdasarkan kriteria inklusi. Tinjauan dan Pedoman Sistematis (PRISMA), yang menggambarkan proses penyaringan, seleksi, dan pelaporan untuk penelitian.Jumlah artikel yang meneliti tentang pengetahuan ibu sebanyak 30 artikel, artikel yang paling banyak di teliti pada tahun 2023 sebanyak 8 artikel atau sebesar (26,66 %) sedangkan artikel yang paling sedikit pada tahun 2017 dan 2019 yaitu sebanyak 2 artikel atau sebesar (6,66%).Temuan beberapa investigasi tentang hubungan antara pengetahuan gizi ibu dan kejadian stunting semuanya sampai pada kesimpulan yang sama: ada hubungan antara pengetahuan ibu dan terjadinya stunting. Sebagian besar ibu tidak menyadari stunting, menurut penelitian tentang hubungan antara pengetahuan ibu dan prevalensi kondisi tersebut
Efektivitas Hipnosis dalam Menurunkan Kecemasan pada Ibu Primigravida Trimester III Septeria, Indah Puji; Najmah, Najmah; Syakurah, Rizma Adlia
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.2081

Abstract

Kondisi kehamilan diharapkan oleh setiap pasangan dan sering disertai dengan perubahan dalam aspek fisik dan mental. Pada trimester akhir, kecemasan yang dialami ibu hamil dapat meningkatkan risiko masalah pada proses persalinan. Kecemasan yang berlebihan selama kehamilan telah terbukti berdampak negatif pada perkembangan janin dan kesehatan ibu. Penelitian telah menunjukkan bahwa hipnosis merupakan metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi kecemasan dan ketegangan pada ibu hamil. Oleh karena itu, penting untuk meneliti efektivitas hipnosis sebagai alternatif penanganan kecemasan pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas hipnosis dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu primigravida trimester III yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Populasi semua ibu hamil fisiologis di BPM Teti Herawati, BPM Deyeri dan BPM Firly. Hasil uji T menunjukkan bahwa nilai Sig sebesar 0,000, yang lebih rendah dari nilai p < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rerata post-test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa hipnosis memberikan dampak yang signifikan pada penurunan tingkat kecemasan dibandingkan tanpa ada tindakan hipnosis. Saran bagi fasilitas kesehatan, sebaiknya memberikan berbagai alternatif pilihan bagi ibu hamil untuk mendapatkan terapi dalam menghadapi perubahan psikologis selama proses persalinan
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS: STUDY LITERATURE SYADZA, EGA RAVA; NAJMAH, NAJMAH; IDRIS, HAERAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5219

Abstract

Setiap orang berhak atas kesehatan yang baik, yang merupakan bagian terpenting dari kehidupan manusia. Meskipun seseorang dapat mencapai banyak hal dalam hidupnya, kesehatan yang baik bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Kesehatan harus menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat karena dibutuhkan berbagai macam upaya untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat.Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi semua orang. Metodologi penelitian tinjauan sistematis. Penelitian tinjauan sistematis adalah metode yang bertujuan untuk menemukan hasil terbaik yang dapat diperoleh dengan mencari literatur secara sistematismenunjukkan bahwa ada 61,2% lebih banyak responden yang merasa membutuhkan dan menggunakan layanan di puskesmas daripada ada responden yang tidak merasa perlu dan tidak menggunakan layanan di puskesmas. Premis dan motivator utama untuk menggunakan perawatan kesehatan adalah faktor kebutuhan,waktu perjalanan. Keterlambatan pasien adalah penghalang karena sulit untuk pergi ke pusat kesehatan, biaya transportasi dan tempat tinggal Akses ke fasilitas medis terhambat, Penggunaan layanan kesehatan sangat berkorelasi dengan bagaimana penduduk memandang Kesehatan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN CAMPAK DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW RIANTINA, ANITA; NAJMAH, NAJMAH; SITORUS, RICO JANUAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6349

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Campak ialah jenis penyakit demam dan ruam kemerahan yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penyakit ini juga sebagai penyakit yang mudah sekali menyebarkan kepada orang lain melalui droplet atau benda yang terkontaminasi, adapun penyebabnya adalah virus yang dapat mengakibatkan kematian, namun penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Di sebagian besar belahan dunia, terutama di negara miskin dan berkembang, penyakit campak masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas terutama kelompok anak-anak yang tidak mempunyai kekebalan. Metode: Mengacu pada pendekatan studi literatur dalam rentang waktu 6 tahun terakhir (2018-2023) penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor risiko yang berkontribusi pada kejadian campak di Indonesia. Penelitian ini dirancang untuk melakukan review literatur dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis). Penelitian ini dilakukan melalui pencarian artikel bersumber dari Google scholar dan Pubmed. Artikel penelitian asli yang dipublikasikan selama enam tahun terakhir mulai tahun 2018-2023 adalah kriteria yang dimasukkan dalam penulisan ini. Hasil dan Pembahasan: Dari hasil telaah yang dilakukan secara keseluruhan diperoleh 11 faktor yang berpengaruh terhadap kejadian campak dengan 3 faktor utama yaitu status imunisasi, pengetahuan ibu serta adanya kontak penderita dalam keluarga. Walaupun tidak mengabaikan beberapa faktor lainnya seperti usia yang paling dominan terserang virus campak, pendidikan ibu, riwayat campak ibu, sikap ibu, tindakan ibu, serta status gizi dari kasus campak. Kesimpulan: Dari anlisis yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian campak di Indonesia dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berdampak terhadap kejadian campak terdapat pada 8 artikel yang ditelaah, dimana status vaksinasi pada anak balita dan usia sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian campak di beberapa wilayah di Indonesia. Selain itu tingkat pengetahuan ibu yang kurang memadai juga mempengaruhi kejadian campak, karena ibu yang pengetahuannya kurang memadai akan mengakibatkan seorang ibu tidak memahami pentingnya imunisasi campak bagi anaknya. Selain kedua faktor tersebut, status gizi yang buruk serta adanya kontak dengan penderita dalam keluarga juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kejadian campak dalam suatu keluarga yang ditunjang dengan kondisi rumah yang tidak memadai dengan tingkat hunian yang banyak.
Identifikasi Pengetahuan, Perilaku, dan Sikap Ibu terhadap Pencegahan Balita Stunting di Desa Burai, Provinsi Sumatera Selatan Najmah, Najmah; Rahma, Nurul; Yani, Novia Sri Anda; pridamayanti, Arviana; Maulaya, Najmah; Saphira, Bella Rino; Naomi, Christara Cicelia; Oktaviani, Dedis; Zahirah, Aliyyah; Ashilah, Athiyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 1 (2024): Volume 19 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.1.2024.28-33

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kelainan tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai usia akibat dari kekurangan gizi dan penyakit infeksi. Dalam jangka waktu pendek Stunting berdampak pada kecerdasan dan pertumbuhan fisik anak. Sedangkan dalam jangka waktu panjang Stunting menyebabkan penurunan kemampuan belajar serta meningkatkan risiko berbagai penyakit. Pada tahun 2022 prevalensi Stunting di Indonesia sebesar 21,6%, sedangkan prevalensi Stunting di Sumatera Selatan turun menjadi 18,6% dengan Musi Rawas (25,4%), Ogan Ilir (24,9%), Banyuasin (24,8%), dan Muara Enim (22,8%) adalah daerah yang angka prevalensi Stunting-nya di atas nasional, sehingga menyebabkan pemfokusan lebih lanjut terhadap upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam edukasi pencegahan Stunting. Desa Burai merupakan daerah yang berkemungkinan tinggi terjadinya fenomena Stunting. Faktor lingkungan yang tidak terjaga sanitasinya, serta rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan keluarga terkait Stunting menjadi faktor dari tingginya kemungkinan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait pencegahan Stunting di Desa Burai secara lebih lanjut. Metode: Metode observasional desain studi potong lintang (cross-sectional) di Desa Burai pada 3 Maret 2023 dengan sampel responden ibu mempunyai balita sebanyak 70 responden. Instrumen berupa kuesioner dan interview, data dianalisisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Uji Chi Square menyatakan p-value untuk pengetahuan, perilaku, dan sikap ibu masing-masing yaitu p= 0,36; p= 0,326; p= 0,015. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan/berarti antara pengetahuan maupun perilaku yang dimiliki ibu terhadap status gizi balita di Desa Burai. Namun, terdapat hubungan signifikan/berarti antara sikap yang dimiliki ibu terhadap status gizi balita di Desa Burai.
Determinant factors influencing measles and rubella vaccine hesitancy among parents: A literature review Handayani, Dewi; Najmah, Najmah; Sitorus, Rico Januar
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 4 (2024): Volume 18 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i4.141

Abstract

Background: Measles and rubella (German measles) are diseases that can be prevented by vaccination (PD3I). Both of these diseases are acute diseases caused by viruses whose complications can cause death, especially in groups of children under five who do not receive vaccinations. Vaccination coverage for children, both basic and advanced vaccinations, has decreased in the post-Covid-19 era. Vaccination at the global level shows a decline in basic vaccination coverage from 86% (2019) to 83% (2020). Purpose: To review determinant factors influencing measles, and rubella vaccine hesitancy among parents. Method: Literature review using PRISMA guidelines with database sources coming from Sciencedirect, Pubmed, and Google Scholar published in 2019-2023. The keywords used are “vaccine hesitancy” and “determinants”. Results: The factors causing hesitancy in measles-rubella vaccination in various regions are quite complex and varied. Time barriers, distance in accessing health services, the influence of religious, cultural factors, local government support, and the influence of anti-vaccination issues through various communication media are contextual factors that need to be questioned. Individual or group/community factors that influence vaccine hesitancy include knowledge, perception of the risks and benefits of vaccines, beliefs and attitudes towards vaccination. Other factors that also influence acceptance and refusal of vaccination are support from health workers, cost barriers, and vaccine availability. Conclusion: The determining factors for doubts about measles-rubella vaccination are caused by 3 factors, namely contextual, individual, group/community influences, and the influence of specific issues regarding vaccination.   Keywords: Determinant Factors; Measles-Rubella; Vaccine Hesitancy.   Pendahuluan: Penyakit campak (measles) dan rubella (german measles) merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi (PD3I). Kedua penyakit ini merupakan penyakit akut disebabkan oleh virus yang komplikasinya dapat menyebabkan kematian, terutama pada kelompok balita yang tidak mendapat vaksinasi. Cakupan vaksinasi pada anak, baik vaksinasi dasar maupun lanjutan era post Covid-19 mengalami penurunan. Pemberian vaksin di tingkat global menunjukkan adanya penurunan cakupan vaksinasi dasar dari 86% (2019) menjadi 83% (2020). Tujuan: Untuk meninjau faktor-faktor penentu yang memengaruhi keraguan orang tua terhadap pemberian vaksin campak dan rubella pada anaknya. Metode: Literature review menggunakan panduan PRISMA dengan sumber database berasal dari Sciencedirect, Pubmed, dan Google scholar terbitan pada 2019-2023. Kata kunci yang digunakan yakni “vaccine hesitancy” dan “determinants”. Hasil: Faktor penyebab keraguan vaksinasi campak-rubella di berbagai daerah cukup kompleks dan bervariasi. Hambatan waktu, jarak dalam mengakses pelayanan kesehatan, pengaruh faktor agama, budaya, dukungan pemerintah setempat, dan pengaruh isu anti vaksin melalui berbagai media komunikasi merupakan faktor kontekstual keraguan. Faktor individu atau kelompok/masyarakat yang memengaruhi keraguan vaksin meliputi, pengetahuan, persepsi resiko-keuntungan vaksin, keyakinan, dan sikap terhadap vaksinasi. Faktor lainnya yang juga memengaruhi penerimaan dan penolakan vaksinasi adalah adanya dukungan petugas kesehatan, hambatan biaya, dan ketersediaan vaksin. Simpulan: Faktor determinan keraguan vaksinasi campak-rubella disebabkan oleh 3 faktor, yaitu kontekstual, pengaruh individu, kelompok/masyarakat, dan pengaruh isu spesifik dari vaksinasi.   Kata Kunci: Faktor Determinan; Campak-Rubella; Keraguan Vaksinasi.
STUDY OF SUPPRESSION OF HIV VIRAL LOAD AMONG PEOPLE RECEIVING ANTIRETROVIRAL THERAPY IN PALEMBANG CITY: Studi Penekanan Viral Load HIV Pada Orang Yang Mendapat Terapi Antiretroviral di Kota Palembang Silva Vanessa, Adeleine; Januar Sitorus, Rico; Najmah, Najmah
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V12I32024.273-279

Abstract

Background: Suppression of viral load is a targeted strategy for the prevention of HIV transmission. Viral load (VL) testing can be done at all health centres in Palembang City with free services. Purpose: This study aims to evaluate VL suppression and factors associated with VL suppression. Methods: The study design of this research was a cross-sectional study with data analysis using the Chi-square and binomial logistic regression tests. The population in this study was all HIV patients who accessed health services for VL testing. Data sources were obtained from the HIV/AIDS Information System (SIHA) for the period 2023 - June 2024. Results: The majority of PLHIV cases were male (1072 people) (83%) and unmarried (802 people) (62.1%). The transmission group was male-sexual males, 54.88%, with an average age of 36.62 years. The results of multivariate analysis showed that there were three variables associated with viral load levels, namely age with a p-value <0.03, AOR = 1.59 (95% CI: 1.04-2.43), ARV adherence with a p-value < 0.00, AOR = 1.76 (95% CI: 1.18-2.61), and clinical stage with a p-value < 0.04 AOR = 1.02 (95% CI: 1.02-2.07). Conclusion: Adherence to ART therapy, prevention of opportunistic infections, and early detection of clinical stage are predictors of successful viral load suppression. The role and responsibility of the community and the active participation of health workers in early detection, treatment and care are needed.
Terapi Hipnosis terhadap Kecemasan dalam Kehamilan Indah Puji Septeria; Najmah Najmah; Rizma Adlia Syakurah
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5050

Abstract

This study aims to find out how hypnosis influences anxiety in pregnancy. The research method is a literature review that seeks more information about hypnosis's effect on reducing pregnancy anxiety. The results of these studies have differences in terms of research time, research design, number of research subjects and interventions used, and intervention providers. Still, overall research consistently supports the benefits of hypnosis to calm anxiety in pregnant women and labor. In conclusion, hypnosis can reduce pain, accelerate delivery, feelings of tension, worry about bad things, fear, nervousness, anxiety, doubt, stress, and confusion, and increase feelings of satisfaction, confidence, relaxation, meaning, steady, and happiness. Keywords: Hypnosis, Anxiety, Pregnancy
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Abdillah, Muhammad Yusuf Adawiyah, Putri Robiatul Adeleine Silva Vanessa Adelina Fitri Aerosta, Danny Kusuma Afifah, Fachrina Alfha, Liese Margaretha Almandra, Gabriella Mariza Amiyarsih, Sri Amrina Rosyada Anita Rahmiwati Annisa Soraya Salsabila Aprina, Fenty Apritama , Faris Ar Rahma, Citra Ayu Ariqa, Nur Zihan Aristianti, Vini Arpansyah, Arpansyah Arviani Arviani Arviani, Arviani Ashilah, Athiyah Asmaripa Ainy Auli Irfah Azizah, Shinta Azmiyah Rahma Zanjabila Batu, Annalisa Lumban Botutihe, Deasy N. Catherine Dwi Augusthi Putri Catherine Dwi Augusthi Putri Chairil Anwar Chairunnisah J Lamangantjo Citra Afny Sucirahayu Citra Afny Sucirahayu Dalimawati, Dalimawati Damai Kasih Waruwu, Prischila Danny Kusuma Aerosta Daryanti, Edhita Putri Davies, Sharyn Graham Deasy Natalia Botutihe Dedis Oktaviani Denni Affandi Denny Ruliansyah Desmonda F, Maria Devi Bunga Pagalla Dewi Handayani DIMAS ANDRIANTO Dini Arista Putri Domu, Siti Afdianti Dwi Larasati, Dwi Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Elvi Sunarsih Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah Erga Kurniawati Erni Mohamad Esti Sri Ananingsih Fahrizal, Feri Fahrizal, Fery Falah, Samsul Fanny Indriyani Fanny Indriyani, Fanny Faturahmah, Erni Febria Mandeka Febria Mandeka Fenny Etrawati Fenty Aprina Fenty Aprina Feranita Utama Feranita Utama Fitri Samsuri, Ullya Fitria, Rizki Habibi, B Y Habibulloh, Annisa Hadji, Fitri Haerawati Haerawati Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Haris Munandar Harmadi Harmadi Helen K, Helen Helen. K Hendri Iyabu Henny Henny Heri Cahyono Hotmauli, Arnita Imam Much Ibnu Subroto Imat Rahmatilah Indah Eliyanti Indah Eliyanti, Indah Indah Puji Septeria Indah Purnama Sari Indahsari, Siti Rahmi Inoy Trisnaini Iqlima, Erni Irwantika, Nanda Ishak Isa Iswanto Iswanto Iswanto Iswanto Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Jafar La Kilo Januar Sitorus, Rico Jordanti, Happy Mira Juariyah Juariyah Julianti, Mita Jusna Ahmad Kelara, Anggun Khoirunnisa, Salsabila Kostiawan Sukamto, Kostiawan La Ode Aman Liberty, Iche Andriany Lilis Suryani M, Kornelia Rosvita Maharani, Azzahra Malfiro, Anisa Mardiyatun Nasyidah Marniayati, Lisa Masrid Pikoli Maulaya, Najmah Mayel, M. Iqbal Melanie Boursnell Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Miyarti, Sinta Mochammad Imron Awalludin Mohammad Zulkarnain Monica Tiara Samboina Mufarika, Rully Muhammad Idrus Muhammad Ridho Sadewa Murniati, Happy Mutiara Wahyuliana Nabella, Luthfiana Najmah Maulaya Najwa Nurul Izzah Namirah Adelliani Naomi, Christara Cicelia Nengsih, Nengsih Neshy Sulung Netty Ino Ischak Ningsih, Windi Indah Fajar Nining Indah Sari Nita Suleman Novia Sri Anda Yani Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurannisyah , Rizky Nurhayati Bialangi Nurita, Yuni Nurlaili Nurlaili Nurmalia Ermi Nurmalia Ermi Nurqanita, Ajeng Fathia Nurul Rahma Nurul Rahma, Nurul Nuryasari Mahani Nuryasari Mahani, Nuryasari Nyayu Rahma Oktaviani, Dedis Opir Rumape Padi, Maryam Penatarita Penatarita Permana Putra, Dicky Pomuato, Sasmita Prasteyaji, Fidela Nailan Faza Prastykha Tri Wahyuni Pratami, Yunita pridamayanti, Arviana Putri, Debby Amanda Putri, Luthfi Septianti Artika Putri, Sarah Dwi Putrisha, Shantya Adeline Rachmawati, Aisyah Rahma, Nyayu Rahmat Fajri Rahmawati, Mala Ramadhani, Andi Indra Wulan Sari Ramanda, Dea Fadhilah Ramawati, Mala Rapika Dianita, Nesya Resti Irmalasari Resti Irmalasari, Resti RIANTINA, ANITA Ricko, M. Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rimadona, Nia Rini Anggraini Rini Anggraini Rini Anggraini, Rini Rini Mutahar Rini Oktarina Ririn Yaumil Pratiwi Ririn Yaumil Pratiwi, Ririn Yaumil Risda Anjani Rizky, Irma Tiara Rizma Adlia Syakurah Rizma Adlia Syakurah Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rozin, Abid Safirah, Salwa Salsabila, Gea Salwa Safirah Sangkota, Vivi Dia Afrianti Saphira, Bella Rino Sari Andajani Sari, Merry Afriliana Saskia Rahma Irawan Savira, Mahwa Septeria, Indah Puji Sherin Andrea Putri Silva Vanessa, Adeleine Silvy Alvionita Siti Halimatul Munawarah Siti Mukholipah Siti Mukholipah, Siti SRI RAHAYU Sri Yuliani Frisilia Dewi Sucirahayu, Citra Afny Suhendra, Ahmad Adi SYADZA, EGA RAVA Syafitri, Syafitri Syafrida Putri, Rica Thayban, Thayban Thiodoris, Fernando Trisnawarman, Trisnawarman Tukan, Maria Magdalena Nona Motu Utami, Tya Palpera Vanvie, Chynta Rahma Vanya Gita Purnamasari Vini Aristianti Waras Nurcholis Wardhani, Adelia Kesuma Weni, Mustika Wijangga, Putu Wiwin Rewini Kunusa Yani, Novia Sri Anda Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yudhi Setiawan Yudhi Setiawan Yudhi Setiawan Yuliarni Yuliarni Yulyana Kusuma Dewi Yurizal Yurizal Yusri Yusri Yusri Yusri Yuszda K Salimi Zahara, Rahma Zahirah, Aliyyah Zanjabila, Azmiya Rahma Zhafirah, Yunida Zico Ariesandi ZULAIHA ZULAIHA Zulkarnain, Mohammad