p-Index From 2021 - 2026
10.621
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Taqdir Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ijtimaiyah: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Jurnal PAI Raden Fatah Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Jurnal Pendidikan dan Konseling Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Borneo Educational Journal (Borju) An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Kolaboratif Sains Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru TOFEDU: The Future of Education Journal Journal of Contemporary Islamic Primary Education IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Journal of Innovative and Creativity JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Fatih: Journal of Contemporary Research Jurnal Pendidikan Nusantara NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Ulil Albab AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Cakrawala Akademika Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Jurnal Selaksa Makna Profetika: Jurnal Studi Islam Advances In Education Journal Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

THE MEANING OF WOMEN’S ROLE IN ISLAMIC EDUCATION: ANALYSIS OF SURAH AN-NISA AND THE EXEMPLARY WIVES OF THE PROPHET BASED ON USTADZ ADI HIDAYAT’S STUDY ON YOUTUBE Satra, Alihan; Agustina, Rahma; Aldani, Muhammad Fariz; Rahmawati, Sabina; Yanti, Dewi Yuli Putri
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i1.1088

Abstract

This article examines the role of women from an Islamic perspective by analyzing Surah An-Nisa (verses 32–34) and the exemplary character of the Prophet Muhammad’s wives, as presented in Ustadz Adi Hidayat’s lectures on YouTube. Surah An-Nisa is one of the Qur’anic chapters that explicitly addresses women's rights and responsibilities, providing a significant foundation for understanding justice and gender equality in Islam. This study aims to explore how the values contained in these verses can be applied in modern life and how figures such as Khadijah and Aisyah reflect the ideals of piety, justice, and leadership for contemporary Muslim women. Using a qualitative approach through content analysis, this research examines Ustadz Adi Hidayat’s digital religious discourse and relates it to classical interpretations and scholarly studies on women's roles in Islam. The findings suggest that Islamic teachings, through Surah An-Nisa and the exemplary lives of the Prophet’s wives, can inspire modern Muslim women to actively engage in social, educational, and leadership spheres while upholding Islamic moral and spiritual values. This study is expected to contribute to the ongoing discourse on gender in religious contexts and promote a more inclusive and contextual understanding of Islamic teachings. Artikel ini mengkaji peran perempuan dalam perspektif Islam melalui analisis Surah An-Nisa (ayat 32–34) dan karakter istri-istri Nabi Muhammad SAW, sebagaimana disampaikan dalam kajian Ustadz Adi Hidayat di platform YouTube. Surah An-Nisa merupakan salah satu surah yang secara eksplisit membahas hak dan tanggung jawab perempuan, memberikan landasan penting bagi pemahaman konsep keadilan dan kesetaraan gender dalam Islam. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan kontemporer, serta bagaimana figur Khadijah dan Aisyah RA mencerminkan keteladanan perempuan Muslim dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis konten, penelitian ini mendalami narasi dakwah digital Ustadz Adi Hidayat dan mengaitkannya dengan literatur tafsir dan studi-studi ilmiah terkait peran perempuan dalam Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran Islam melalui Surah An-Nisa dan keteladanan istri-istri Nabi mampu menjadi inspirasi bagi perempuan Muslim modern untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kepemimpinan, tanpa menanggalkan nilai-nilai spiritual dan moral Islam. Temuan ini diharapkan dapat memperluas diskursus tentang gender dalam perspektif keagamaan serta mendorong pemahaman yang lebih inklusif dan kontekstual terhadap ajaran Islam.
MORAL EDUCATION AS THE FOUNDATION OF ISLAMIC VALUES AND NATIONALISM ACCORDING TO KH. HASYIM ASY'ARI Satra, Alihan; Lidia; Solihah, Maratun; Sari, Novita; Chasanah, Uswatun
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1089

Abstract

Akhlak serves as the foundation for exploring the rich educational philosophies promoted by KH. Hasyim Asy'ari, with a focus on his insights regarding moral education and the development of character within both Islamic and national identities. Employing a comprehensive library research methodology, this study synthesizes historical narratives and theological foundations that inform Asy'ari's teachings. The necessity of integrating moral education into contemporary curricula is highlighted, establishing his principles as vital for cultivating responsible and well-rounded citizens in today’s multifaceted society. Findings indicate that Asy'ari’s emphasis on faith, ethical values, and communal responsibility is crucial not only for individual development but also for fostering social cohesion amidst modern challenges. This investigation offers significant contributions to understanding the relationship between religious values and national consciousness in the context of education. Akhlak menjadi landasan dalam mengkaji filosofi pendidikan yang kaya yang dipromosikan oleh KH. Hasyim Asy'ari, dengan fokus pada pandangannya tentang pendidikan akhlak dan pengembangan karakter dalam identitas keislaman dan kebangsaan. Dengan menggunakan metodologi penelitian pustaka yang komprehensif, studi ini menyintesis narasi historis dan landasan teologis yang mendasari ajaran Asy'ari. Pentingnya integrasi pendidikan moral ke dalam kurikulum modern ditekankan, menjadikan prinsip-prinsip beliau esensial dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab dan seimbang di tengah masyarakat yang kompleks saat ini. Temuan menunjukkan bahwa penekanan Asy'ari terhadap iman, nilai-nilai etika, dan tanggung jawab sosial sangat krusial, tidak hanya untuk pertumbuhan individu tetapi juga untuk memperkuat kohesi sosial di tengah tantangan kontemporer. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan untuk memahami hubungan antara nilai-nilai religius dan kesadaran kebangsaan dalam konteks pendidikan.
EFFECTIVE DA'WAH STRATEGIES IN INDONESIA'S DIVERSE SOCIETY: INSIGHTS FROM USTADZ ABDUL SOMAD AND BUYA RAMZI WITHIN THE SCOPE OF ISLAMIC EDUCATION Satra, Alihan; Wulandari, Siska; Antika, Rindi; Mukaromah, Indah; Nurkholiza, Hafizah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1095

Abstract

This study explores effective dakwah strategies employed by Ustadz Abdul Somad and Buya Ramzi in Indonesia’s pluralistic and multicultural society, with a focus on their implications for Islamic education. Using a qualitative content analysis approach, the research examines how both figures adapt their preaching styles to address diverse cultural, social, and religious contexts. Ustadz Abdul Somad utilizes a direct, educational, and humorous approach that resonates with various social groups, while Buya Ramzi incorporates local cultural values, arts, and popular media to deliver Islamic messages in a persuasive and peaceful manner. The findings highlight that inclusive, adaptive, and communicative strategies are essential in conveying Islamic teachings effectively. Moreover, these dakwah approaches provide valuable insights for Islamic education by emphasizing relevance, tolerance, and social harmony in shaping students who can thrive in Indonesia’s diverse society. This study contributes to advancing the understanding of contextualized dakwah practices that align with contemporary educational and social challenges. Penelitian ini mengkaji strategi dakwah efektif yang digunakan oleh Ustadz Abdul Somad dan Buya Ramzi dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik dan multikultural, dengan fokus pada implikasinya terhadap pendidikan Islam. Dengan pendekatan analisis isi kualitatif, penelitian ini meneliti bagaimana kedua tokoh tersebut menyesuaikan gaya dakwahnya untuk menjangkau konteks budaya, sosial, dan keagamaan yang beragam. Ustadz Abdul Somad menggunakan pendekatan dakwah yang lugas, edukatif, dan penuh humor yang diterima oleh berbagai kelompok sosial, sedangkan Buya Ramzi mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, seni, dan media populer dalam menyampaikan pesan Islam secara persuasif dan damai. Temuan menunjukkan bahwa strategi dakwah yang inklusif, adaptif, dan komunikatif sangat penting dalam menyampaikan ajaran Islam secara efektif. Selain itu, pendekatan dakwah tersebut memberikan wawasan berharga bagi pendidikan Islam dengan menekankan relevansi, toleransi, dan harmoni sosial dalam membentuk peserta didik yang mampu hidup harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang praktik dakwah kontekstual yang selaras dengan tantangan pendidikan dan sosial kontemporer.
ISLAMIC MORAL VALUES ACCORDING TO BUYA HAMKA: IMPLICATIONS FOR CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATION Satra, Alihan; Romeinita, Elfira; Hidayah, Refiana Ayu Nurul; Rebagus, Handi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1098

Abstract

This study explores the concept of Islamic moral values as articulated by Haji Abdul Malik Karim Amrullah, widely known as Buya Hamka—a prominent Indonesian Muslim scholar, cleric, and intellectual. In his thought, morality (akhlak) occupies a central role in Islamic education, with the ultimate aim of developing individuals who are not only intellectually competent but also spiritually and ethically grounded. Amid the current moral decline among the younger generation, revisiting Buya Hamka’s ethical framework provides significant insight into how Islamic values can address contemporary challenges. The study employs a qualitative library research method, collecting, analyzing, and interpreting data from Hamka’s primary works—such as Tafsir Al-Azhar, Lembaga Hidup, and Pribadi—as well as secondary sources including scholarly articles and conceptual literature. The findings reveal that Buya Hamka’s moral philosophy is built upon four foundational virtues: hikmah (wisdom), syaja’ah (courage), iffah (self-restraint), and ‘adalah (justice). These principles serve as a moral compass for shaping character, behavior, and educational approaches in both personal and societal contexts. The study also identifies effective methods of moral development proposed by Hamka, such as understanding, habituation, exemplary conduct, advice, storytelling, rewards, and attentiveness—with exemplary conduct being emphasized as the most effective strategy. The research concludes that Buya Hamka’s moral thought offers a comprehensive and timeless model for character education, rooted in the integration of knowledge (‘ilm), faith (iman), and moral action (akhlak), and remains highly relevant for contemporary Islamic educational practices. Penelitian ini mengkaji konsep nilai-nilai moral Islam sebagaimana dikemukakan oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang lebih dikenal sebagai Buya Hamka—seorang ulama, cendekiawan, dan intelektual Muslim terkemuka di Indonesia. Dalam pemikirannya, akhlak menempati posisi sentral dalam pendidikan Islam, dengan tujuan akhir membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan moral. Di tengah kemerosotan moral generasi muda saat ini, pemikiran etis Buya Hamka menjadi sangat relevan untuk memberikan solusi berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dengan menghimpun, menganalisis, dan menginterpretasikan data dari karya-karya utama Buya Hamka—seperti Tafsir Al-Azhar, Lembaga Hidup, dan Pribadi—serta didukung oleh literatur sekunder seperti artikel ilmiah dan karya konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fondasi pemikiran moral Buya Hamka bertumpu pada empat nilai utama: hikmah (kebijaksanaan), syaja’ah (keberanian), iffah (pengendalian diri), dan ‘adalah (keadilan). Nilai-nilai ini menjadi kompas moral dalam membentuk karakter, perilaku, dan pendekatan pendidikan dalam konteks individu maupun sosial. Studi ini juga mengidentifikasi berbagai metode pembinaan akhlak yang dikemukakan oleh Hamka, seperti pemahaman, pembiasaan, keteladanan, nasihat, cerita, ganjaran (tsawab), dan perhatian—dengan keteladanan sebagai metode paling efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep moralitas Buya Hamka menawarkan model pendidikan karakter yang komprehensif dan tak lekang oleh waktu, yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan akhlak, serta sangat relevan bagi praktik pendidikan Islam kontemporer.
THE INTEGRATION OF MORAL VALUES IN ISLAMIC EDUCATION AS THE FOUNDATION FOR SUSTAINABLE COMMUNITY DEVELOPMENT Rianto, Muhammad Ikbal; Cahnia, Dian; Baiti, Nur; Satra, Alihan
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1100

Abstract

This article analyzes the role of noble character as a foundational pillar in sustainable community development using a literature review approach. Values such as honesty, responsibility, empathy, and tolerance are identified as essential in shaping a just, harmonious, and resilient society. The study compiles recent literature from scientific journals, books, and articles to evaluate the contribution of moral values to social, economic, and environmental dimensions of development. Findings reveal that Islamic education plays a strategic role in internalizing moral values from an early age through synergy between schools, families, and communities. However, the study is limited by the lack of direct empirical data, suggesting the need for future research to explore the practical implementation of moral values across different sectors. The article emphasizes that sustainable development must be rooted in a value-based framework, not solely focused on economic growth. Artikel ini menganalisis peran akhlak mulia sebagai fondasi utama dalam pengembangan masyarakat berkelanjutan dengan pendekatan studi pustaka. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan toleransi dipandang sebagai elemen esensial dalam membentuk masyarakat yang adil, harmonis, dan berdaya saing. Studi ini menghimpun literatur dari jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkini untuk mengevaluasi kontribusi akhlak terhadap dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai moral sejak dini melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Namun, keterbatasan kajian ini terletak pada belum tersedianya data empiris secara langsung, sehingga penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai akhlak secara praktis di berbagai sektor kehidupan. Artikel ini menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berakar pada sistem nilai, bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.
THE INTERNALIZATION OF ANTI-TABARRUJ VALUES IN ISLAMIC EDUCATION: A STUDY OF THE PERSPECTIVES OF USTADZ ADI HIDAYAT AND BUYA YAHYA Satra, Alihan; Yunika; Khasanah, Kharismatun; Lutfiyyah; Nursyahrani, Reka Juwarni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1101

Abstract

This study aims to examine and compare the views of Ustadz Adi Hidayat and Buya Yahya regarding the concept of tabarruj from an Islamic perspective, and to explore how their preaching approaches contribute to character education for Muslim women in Islamic educational settings. This is a descriptive qualitative study utilizing primary data from sermon videos and transcripts, and secondary data from books, scholarly journals, and interpretations of relevant Qur'anic verses and Hadiths. Data collection methods include indirect observation and documentation. The findings reveal that both Ustadz Adi Hidayat and Buya Yahya strongly assert that tabarruj is prohibited in Islam as it contradicts values of modesty and honor. They both highlight the importance of cultivating modesty (al-ḥayā’) and manners as part of the moral foundation for Muslim women's character development in the digital age. These insights provide valuable implications for integrating Islamic values into character education in both formal and informal educational environments. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pandangan Ustadz Adi Hidayat dan Buya Yahya mengenai konsep tabarruj dalam perspektif Islam serta mengeksplorasi bagaimana pendekatan dakwah keduanya dapat berkontribusi dalam pembentukan karakter Muslimah melalui pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa video ceramah dan transkrip, serta data sekunder dari buku, jurnal ilmiah, dan tafsir ayat-ayat Al-Qur'an serta Hadis yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tidak langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Ustadz Adi Hidayat maupun Buya Yahya menekankan bahwa tabarruj merupakan perilaku yang dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan nilai kesopanan dan kehormatan. Keduanya menyoroti pentingnya pendidikan rasa malu (al-ḥayā’) dan adab dalam membentuk karakter perempuan Muslim di era digital. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai Islam dalam kurikulum pendidikan formal dan informal.
THE CONCEPT OF NOBLE CHARACTER EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF USTADZ ADI HIDAYAT: ITS RELEVANCE TO THE FORMATION OF MUSLIM CHARACTER IN THE DIGITAL ERA Satra, Alihan; Wahyuni, Retno Tri; Muslimah, Mona; Fitriani, Dwi Okta; Ma’arif, Fahmi
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1104

Abstract

This article aims to examine in depth the concept of noble character education from the perspective of Ustadz Adi Hidayat and its relevance to the formation of Muslim character in the digital era. The background of this study stems from the growing moral crisis among younger generations, which demands a renewed approach to moral education based on Islamic values. This research employs a library research method by analyzing classical and contemporary literature, including Ustadz Adi Hidayat’s digital da’wah content. The findings reveal that noble character is a direct manifestation of strong Islamic creed (aqidah) and is inseparable from the formation of a Muslim’s personality. Ustadz Adi Hidayat emphasizes the importance of emulating the Prophet Muhammad’s morals—siddiq (truthfulness), amanah (trustworthiness), fathanah (intelligence), and tabligh (conveying the message)—as an integrative model of character education. These findings highlight that moral education rooted in correct faith, combined with the strategic use of digital media, offers a relevant solution for developing spiritually, morally, and socially strong Muslim generations. This study contributes conceptually to the development of an Islamic character education model that is responsive to contemporary challenges. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan akhlak mulia dalam perspektif Ustadz Adi Hidayat serta relevansinya dalam pembentukan karakter Muslim di era digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya krisis moral generasi muda yang menuntut pembaruan pendekatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis literatur klasik dan kontemporer, termasuk konten dakwah digital Ustadz Adi Hidayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak mulia merupakan manifestasi langsung dari akidah yang kokoh dan tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan kepribadian Muslim. Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW—siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh—sebagai model pendidikan karakter yang integratif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan akhlak yang ditopang oleh pemahaman akidah yang benar, ditambah dengan optimalisasi media digital, dapat menjadi solusi strategis dalam membentuk generasi Muslim yang unggul secara spiritual, moral, dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model pendidikan karakter Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
THE INTERRELATION OF AQIDAH, SHARIA, AND MORALITY IN THE PERSPECTIVE OF USTADZ ABDUL SOMAD Satra, Alihan; Assah, Hafidzah; Azzahra, Aliffia Putri; Jeny, Aliya; Sari, Ginanda Putri Indah
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i2.1105

Abstract

This study explores the integrated relationship between Aqidah (Islamic creed), Sharia (Islamic law), and Akhlaq (morality) as fundamental components of Islam that form a unified framework of religious life. Employing a qualitative method through literature review and content analysis, this research focuses on the perspective of Ustadz Abdul Somad. The findings reveal that, according to Abdul Somad, Aqidah serves as the foundational belief underpinning all aspects of life. Sharia represents the practical implementation of Aqidah through acts of worship and legal rulings, while Akhlaq emerges as the ethical outcome of adhering to Sharia rooted in a firm Aqidah. These three elements are hierarchically and functionally interconnected: Aqidah motivates the practice of Sharia, which in turn cultivates noble character. The study underscores the importance of an integrated Islamic educational approach that harmonizes these three dimensions to shape a balanced Muslim personality. The findings contribute to a deeper understanding of the unity between belief, practice, and ethics in Islam. Penelitian ini mengkaji hubungan terintegrasi antara Aqidah (keimanan), Syariah (hukum Islam), dan Akhlaq (moral) sebagai tiga komponen fundamental dalam Islam yang membentuk satu kesatuan dalam praktik kehidupan beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap pandangan Ustadz Abdul Somad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Abdul Somad, Aqidah merupakan dasar keyakinan yang melandasi seluruh aspek kehidupan. Syariah merupakan manifestasi praktis dari Aqidah melalui ibadah dan hukum Islam, sedangkan Akhlaq adalah buah dari pelaksanaan Syariah yang didasari oleh Aqidah yang kuat. Ketiganya saling terhubung secara hierarkis dan fungsional: Aqidah mendorong pelaksanaan Syariah, yang pada gilirannya melahirkan akhlak yang mulia. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan pendidikan Islam yang integratif untuk membentuk kepribadian Muslim yang seimbang. Temuan ini memperkaya wawasan keislaman dan memperkuat pemahaman masyarakat akan kesatuan antara keimanan, ibadah, dan moralitas dalam Islam.
Building noble morals through worship: a study from Buya Yahya and Ustadz Adi Hidayat Satra, Alihan; Ramadhan, Rahmad; Nazhifah, Nazhifah; Rahmadani, Novi
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2025): June
Publisher : LP3M Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/attalim.v11i2.2058

Abstract

The paper "Building Noble Morals Through Worship: A Study of Buya Yahya and Ustadz Adi Hidayat" investigates the connection between moral growth in modern society and worship. The significance of worship in forming moral character and personality is emphasized in this article. This study examines how worship can promote high morals through literature reviews and video analysis of the two scholars' teachings. The main findings show that sincere worship leads to positive moral behavior, and both scholars emphasize the importance of preparation and intention in worship. The study comes to the conclusion that raising the standard of worship is crucial for moral growth and promotes more research into how worship shapes character. There is also discussion of limitations and suggestions for further study.
Knowledge vs. Morality Which Is More Important?: According to the Views of Ustadz Abdul Somad and Ustadz Adi Hidayat Alihan Satra; Mujila; Afrina Salsabilla; Balkis Adelia; Meiliza Amelia Andariska
The Future of Education Journal Vol 4 No 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i5.572

Abstract

The article "Knowledge vs. Morality: A Study of Ustadz Adi Hidayat and Ustadz Abdul Somad" explores the fundamental relationship between knowledge and morality in the life of a Muslim, emphasizing that these two aspects are inherently interconnected and inseparable. The purpose of this study is to understand and explain how the relationship between knowledge and morality is viewed in Islam. This research uses a source triangulation method, comparing and validating data from various sources to ensure reliability—drawing from the lectures of Ustadz Abdul Somad and Ustadz Adi Hidayat, as well as relevant academic literature. The results indicate that knowledge and ethics are strongly linked in building a sustainable human civilization. Scientific advancement without moral awareness can lead to negative consequences, such as social and environmental damage. As a result, researchers have an ethical responsibility to ensure that their discoveries not only offer practical benefits but also uphold human values.
Co-Authors Abdul Kher Ade Akhmad Saputra Ade Ariana Adelia Dwi Pareza Adelia Septiani Adis Margareta Adisty Zaskia Afrina Salsabilla Agustina, Rahma Ahmad Dimas Zulchoiri Ahmad Farhan Pratama Ahmad Fikri Ramahdoni Ahmad Yasin Ubaidillah Ahmad Zaid Mabruk Ahmad Ahnaf Nasihin Aida Imtihana, Aida Airin Rhoshellia Aisyah Aisyah Aisyah Wulandari Alda Oktaviana Aldani, Muhammad Fariz Ali Murtopo Aliah, Fatimah Aliyah Reyhana Naveeda Amalia Agustina Amelia Eka Pratiwi Amelia Vega Amilda Amilda Ana Nuryati Andieni Aprilyne Laurensia Andini Alexa Saputri Anggun Desta Maharani Anggun Risfiani Anjely Juniarti Annisa Zahro Annissa Salsabilla Choirutunnisa Antika, Rindi Antyesti Anugrah Putri Sakti Arin Setiani Arini Arini Ayu Soleha Aripan Zaldi Artisya Wulan Dini Assah, Hafidzah Aulia Azzahra Aulia Pravaita Hapsari J.M Aulia Rahmania Aulya Al Azahra Ayu Suci Lestari Ayu Wigati Azzahra, Aliffia Putri Bagas Baiti, Nur Baldi Anggara Balkis Adelia Berliana Azizah Berlianna Rahmawati Binasti Cahnia, Dian Cindy Dikara Cindy Dwi Julianti Cintiyah Margaliani Claudia Sintia Bella Dea Paramita Dedi Munawwar Yasin Devina Devina Dewa Nurkholis Diki Tantowi Dimas Seto Wardana Dwi Adelia Dwi Anggun Rahmawati Dwi Oktariani Dwi Yuliana Sari Efriliyanti, Lia Ega Chelsia Eka Rahma Prihatini Elsi Abelia Erni Rahmawati Ezarryal Radditya Fadilah, Nur Ainun Faiz Mubarok Fajri, Muhammad Imam Fajriansyah, Kautsar Farzanah, Alifah Putri Fatima Zulfa Fatimah Tuzahro Febi Amanda Kurnia Febianti, Aisyah Ferdiansyah, Muhammad Rivaldo Fitri Yani Fitri Yanti Fitriani, Dwi Okta Gegeh Baitu Rahmat Hakim, Aulia Hanna Nabila Hanni Nadila Hardi Setiawan Haza Triyunita Helena Anggraini Heli Intan Permata Sari Herwan Efendi Hidayah, Refiana Ayu Nurul Ibnu Rozali Ilma Wasilah Imada Baisisalam Imam Muarif Intan Ratnasari, Isdaria Mawarni Istiati Paulina Kohan Istin Novalia Khotima Izzati, Jovita Nurul Jamanuddin Jamanuddin Jayadi Ramadhan Jeny, Aliya Julia Wulandari Jumhur Jumhur KalisaYogi Septiya Karoma Karoma Karunia Hazyimara Keysia Vectrina Zahra Khasanah, Kharismatun Khofifatuzzahroh Khoirul Aziz Kisti Wulan Dari Kuswatun Hasana Laeli Fitriani Lailatus Sangadah Latifa, Anida Ummu Laura Dwi Saputri Leny Marlina Lesi Sri Rahmadona Lia Efriliyanti Lidia Lifia Fanessa Lili Rahmawati Lisa Karunia Lisyah Dwi Cahyani Lutfiyyah Lutfiyyah Lutfiyyah M. Arridho M. Dzaki Anoraga M. Fakhri Jani M. Ilham Febriansyah M. Rafli Juliandra M. Rizky Padriansyah M.Sarippudin Mahdor Maila Rosyadah Makmur Zakaria Ma’arif, Fahmi Meiliza Amelia Andariska Melia Amanda Putri Melinda Agustin Melly Kurnia Meri Noktaria Merza Kellyn Rahmadilla Meta Amelia Mezi Meilina Mia Prianti Mifta Ramadiah Migo Ahmad Syumus Shalahuddin Muhammad Fajar Salam Nugraha Muhammad Hadi Nugraha Muhammad Hafiz Alwan Muhammad Ihsan Sawaluddin Muhammad Ilham Darmawan Muhammad Mirza Naufal Muhammad Nurudin, Muhammad Muhammad Riza Fajrul Azhar Muhammad Rizki Muhammad Rizki Ramadhani Muhammad Yusuf Azzikri MUHAMMAD ZAKY Mujila Mukaromah, Indah Muslimah, Mona Muthi’ah Muthi'ah Mutia Nandini Mutiara Bintari Muzdhalifah, Muzdhalifah Nabila Alifah Nabila Putri Amalia Nadilah Nadilah Nadilia Permata Sari Nadirah Syafitri Nadiya Wulan Dari Naila Zulfa Farrasah Najwa Septiana Fahlawi Nasywa Yunisah Nazarmanto Nazhifah, Nazhifah Nazuwa Putri Khairunissa Nazwa Salsabillah Nelsa Ondiana Niken Novelia Novicha Salsabilla Novita Sari Nur Hidayah Adelia Nurhidayah Nurhidayah Nurkholiza, Hafizah Nurmalina Nursahida Nursahida Nursyahrani, Reka Juwarni Nurwijayanti Nuryudiasih Oka Putra Pradana Wahyuda Oktaviana, Alda Padlah, Ummul Prabu Santana Pratama , M. Andri Pratama, Irja Putra Putri Melati Rafika Agustiana Rahdian Novan Rifky Rahelita Astuti Rahma Alia El Zahra Rahma Yesi Rahmadani, Novi Rahmawati, Sabina Raisya Mayora Ramadhan, Rahmad Ramadon, Muhammad Ramba Pernanda Randi Gunawan Ranti Riani Nur Iffah Rantika Miranti Raysha Rahmani Fabillah Rebagus, Handi Reffa Muhammad Adedyo Regina Trismayanti Rendy Hernawan Repiana Repiana Revina Indriani Reza Anjani Rianto, Muhammad Ikbal Rifqi Annas Rihanatul Jannah Rina Ramadhani Ririn PermataSari Ririn Yuliani Risninda Aslamia Rizka Hidayatul Mubarokah Rizqa Zakiyah Rizqina Kautsaran ROMEINITA, ELFIRA Romli Romli, Romli Sabitna Khoiriyah Sadri Zulkiffli Saidatum Munawaroh SALSABILA, ANNISA Salsabilla, Riva Laila Salwa Pratiwi Sany Nurul Aini Saputra, Wildan Sari , Sella Mustika Sari, Ginanda Putri Indah Seli Purnama Sari Selia Anatasa Afriliani Septa Ellydza Septia Fahiroh Septiani, Eka Zahra Serhli Adellia Shendi Wahyu Safitri Sheren Rahmadanti Shofiani Januarsi Putri Raulih Silviana Annisa Silviana, Nadia Sindi Umami Sinta Sinta Siska Deka Sulistiya Siska Wulandari, Siska Siti Dhea Luthfiyyah Siti Holijah Siti Mariyah Siti Monalisa Siti Mutmainnah Siti Naila Arini Solihah, Maratun Sri Maharani Suwandi Syahla Kholizah Syamsi Ramadhan Syarnubi, Syarnubi Tria Amanda Uday Salman Uswatun Chasanah Via Dina Palenzia Vidyasari, Vivid Wahyuni, Retno Tri Wasilah Wiramayasari Yanti, Dewi Yuli Putri Yeni Kartika Yuni Aftarisyah Yunika Yunisa, Rahma Zaharah, Rezi Zapniya Putri Andani Zikka Apriadi Zilvi Syalsabillah Zulhijrah, Zulhijrah