p-Index From 2021 - 2026
10.621
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Taqdir Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ijtimaiyah: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Jurnal PAI Raden Fatah Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Jurnal Pendidikan dan Konseling Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Borneo Educational Journal (Borju) An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Kolaboratif Sains Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru TOFEDU: The Future of Education Journal Journal of Contemporary Islamic Primary Education IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Journal of Innovative and Creativity JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Fatih: Journal of Contemporary Research Jurnal Pendidikan Nusantara NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Ulil Albab AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Cakrawala Akademika Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Jurnal Selaksa Makna Profetika: Jurnal Studi Islam Advances In Education Journal Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

The Prophet’s Morality and Its Application in Daily Life: A Comparative Perspective of Ustadz Abdul Somad and Ustadz Adi Hidayat Alihan Satra; Migo Ahmad Syumus Shalahuddin; Putri Melati; Muhammad Azhari
The Future of Education Journal Vol 4 No 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i6.640

Abstract

This article discusses the importance of emulating the character of Prophet Muhammad (peace be upon him) and applying it in daily life, based on the perspectives of two prominent Islamic scholars, Ustadz Abdul Somad and Ustadz Adi Hidayat. The Prophet is well known for his noble character, which encompasses various aspects of life ranging from his relationship with God and fellow human beings to the natural environment. According to Ustadz Abdul Somad, the Messenger of Allah is not only a moral exemplar but also a guide for navigating modern life. Ustadz Adi Hidayat, on the other hand, emphasizes that emulating the Prophet's character is a profound expression of faith in Islamic teachings. This article outlines various examples of the Prophet’s moral conduct such as honesty, patience, humility, and compassion and how these principles can be applied in the daily lives of Muslims to help build a better society. Drawing from the lectures of both scholars, the article aims to provide insights into the contemporary relevance of the Prophet’s character and encourages Muslims to use it as a model in their interactions with others, whether in family, professional, or social settings.
Akhlak Terpuji Menurut Ustadz Abdul Somad: Kunci Menjadi Muslim yang Dicintai Allah Alihan Satra; Dwi Yuliana Sari; Muhammad Hadi Nugraha; Rafika agustiana; Dimas Seto Wardana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 7: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i7.9919

Abstract

Akhlak adalah landasan utama dalam kehidupan seorang muslim dan merupakan cerminan dari keimanan dan kedekatan seseorang dengan Allah SWT. Artikel ini mengkaji pandangan Ustadz Abdul Somad tentang moralitas terpuji sebagai kunci untuk menjadi seorang Muslim yang dicintai Allah. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengangkat pentingnya moralitas dalam konteks modern yang penuh dengan tantangan moral akibat perkembangan teknologi, media sosial, dan globalisasi. Ustadz Abdul Somad menekankan bahwa moralitas yang mulia bukan hanya perbuatan baik lahiriah, tetapi pancaran iman yang kuat dan pemahaman yang mendalam tentang monoteisme. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, pengampunan, dan kemurahan hati menjadi pilar utama moral terpuji yang diajarkannya. Selain sebagai bentuk praktik ibadah, akhlak juga merupakan instrumen penting dalam membangun peradaban, mempererat relasi sosial, dan mewujudkan masyarakat yang harmonis. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa penerapan moral terpuji dapat menjadi solusi konkret atas tantangan sosial saat ini sekaligus cara untuk mencapai cinta Allah dan belas kasihan orang lain. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari menjadi kebutuhan mendesak bagi umat Islam saat ini.
Hukum Merokok: Analisis Pandangan Ustadz Adi Hidayat Dan Gus Miftah Alihan Satra; Aulia Azzahra; Keysia Vectrina Zahra; Kuswatun Hasana; Melia Amanda Putri
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 7: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i7.9920

Abstract

Perdebatan mengenai hukum merokok dalam Islam masih menjadi perbincangan yang hangat di kalangan masyarakat, mengingat tidak adanya dalil eksplisit dalam Al-Qur’an maupun Hadis yang menyatakan hukum merokok secara langsung. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang status hukum merokok menurut dua tokoh ulama kontemporer, yakni Ustadz Adi Hidayat dan Gus Miftah. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber tertulis, seperti buku, artikel, fatwa, serta ceramah dari kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Adi Hidayat mengharamkan merokok karena mengandung unsur bahaya yang dapat membahayakan kesehatan diri sendiri dan orang lain, sehingga bertentangan dengan prinsip menjaga jiwa dalam maqashid syariah. Sementara itu, Gus Miftah menyatakan bahwa hukum merokok bersifat kontekstual dan relatif, bergantung pada kondisi individu. Ia mengakui adanya perbedaan pandangan antara ormas Islam, di mana Muhammadiyah mengharamkan merokok, sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) memakruhkannya, kecuali dalam kasus tertentu yang dapat menjadikannya haram. Perbedaan ini mencerminkan pendekatan ijtihad yang dinamis dalam menentukan hukum terhadap fenomena sosial-kesehatan yang kompleks seperti merokok.
Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya kepada Non-Muslim Menurut Buya Yahya dan Ustadz Adi Hidayat: Penelitian Novicha Salsabilla; Rihanatul Jannah; Adelia Septiani; Reffa Muhammad Adedyo; Alihan Satra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.870

Abstract

The Safinatun Najah book has made a significant contribution in shaping the religious understanding of Muslim communities in Southeast Asia, especially in the Shafi'i school of fiqh. Buya Yahya and Ustadz Adi Hidayat provide different views on the law of celebrating holidays to non-Muslims. Buya Yahya emphasized the importance of maintaining the Islamic faith while establishing good relations. He noted that there is a difference of opinion among scholars on this matter, with a tendency to be more cautious. In contrast, Ustadz Adi Hidayat emphasized that wishing non-Muslims a happy holiday can be considered an acknowledgment of rituals that are contrary to tawhid.
Perbedaan Paradigma Tafsir Nabi Adam Di Media Sosial : Telaah Kritis Gus BahaDan Ustaz Adi Hidayat Muhammad Mirza Naufal; Alihan Sastra; Muhammad Ilham Darmawan; Fitri Yanti; Ririn Yuliani
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 1 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i1.1012

Abstract

Perbedaan mengenai alasan dibalik pengusiran Adam dan Hawa telah ditanggapi secara berbeda oleh para ulama Islam. Penelitian ini mengkaji perbedaan penafsiran yang disampaikan oleh dua pendakwah terkemuka di media sosial, yakni Gus Baha dan Ustaz Adi Hidayat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka yang mendalam, penelitian ini menghimpun data utama dari konten video di Youtube. Analisis dilakukan menggunakan analisis kerangka wacana kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian mengungkapkan dua pokok perbedaan utama, yaitu : pertama, interprestasi terkait peran malaikat dalam QS. Al. Baqarah [2] : 30; dan kedua, penafsiran terkait pengusiran Adam dan Hawa dari Surga. Selain itu, penelitian ini menunjukan adanya perbedaan gaya narasi antara kedua tokoh, dimana Gus Baha lebih cenderung menggunakan pendekatan filologis, sedangkan Ustaz Adi Hidayat lebih menekankan pada kajian kebahasaan. Studi ini juga menemukan bahwa Platform Youtube Tafsir NU dan Ngaji Gus Baha Jogja lebih dekat dengan tradisi Nahdlatul Ulama dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, sementara Adi Hidayat Official lebih terkait dengan Muhammadiyah yang tidak terkait pada taqlid terhadap satu imam tertentu. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Gus Baha secara jelas berafiliasi dengan tradisi Ahlus Sunnah Wal Jamaah, sedangkan Ustaz Adi Hidayat menawarkan kerangka penafsiran yang lebih mandiri.
Keutamaan Shalat Dalam Kehidupan Sehari-Hari Menurut Ustadz Abdul Somad Alihan Satra; Salwa Pratiwi; Merza Kellyn Rahmadilla; Jayadi Ramadhan; Ramba Pernanda
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 1 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i1.1032

Abstract

Shalat merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim yang tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah ritual, tetapi juga sebagai media pembinaan karakter, pengendalian diri, dan pembangunan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keutamaan sholat dalam kehidupan sehari-hari dengan menyoroti dua dimensi utama, yaitu fungsi individual dan fungsi sosial. Kajian ini juga mengangkat pandangan Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai referensi kontekstual dalam menyampaikan urgensi dan manfaat shalat di era modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka dari buku, artikel jurnal, serta ceramah Ustadz Abdul Somad, ditemukan bahwa shalat memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan kepribadian Muslim yang disiplin, tenang, dan bermoral, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat. Pesan-pesan dakwah Ustadz Abdul Somad dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan spiritual dan sosial di era globalisasi, di mana sholat menjadi titik tolak transformasi menuju kehidupan yang lebih bermakna dan harmonis. Artikel ini menegaskan bahwa shalat tidak hanya sebagai kewajiban teologis, tetapi juga sebagai kebutuhan esensial dalam kehidupan sehari-hari yang mampu membentuk peradaban Islam yang tangguh dan beradab
Menatap Barat dengan Kaca Mata Islam: Perbedaan Pendekatan Gus Baha dan Ustadz Abdul Somad Muhammad Riza Fajrul Azhar; Antyesti; Yeni Kartika; Melly Kurnia; Alihan Sastra
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 1 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i1.1034

Abstract

ABSTRACT This study discusses the differences in approach between Gus Baha and Ustadz Abdul Somad in responding to Western phenomena through the lens of Islam. Gus Baha, a NU cleric who is known for his moderate and inclusive approach, tends to prioritize dialogue and cultural understanding to bridge differences. He emphasizes the importance of morals and ethics in interacting with Western values. On the other hand, Ustadz Abdul Somad, with a more assertive and orthodox approach, often criticizes the negative influence of Western culture and calls for the implementation of more conservative Islamic values. His approach emphasizes the implementation of sharia and maintaining identity as a response to external influences. Through this analysis, it is hoped that readers can understand how these two figures make different contributions in responding to the challenges of globalization and foreign values, as well as their impact on Muslim society in Indonesia.   Abstrak: Penelitian ini membahas perbedaan pendekatan antara Gus Baha dan Ustadz Abdul Somad dalam menanggapi fenomena Barat melalui kacamata Islam. Gus Baha, seorang ulama NU yang terkenal dengan pendekatannya yang moderat dan inklusif, cenderung mengedepankan dialog dan pemahaman budaya untuk menjembatani perbedaan. Ia menekankan pentingnya akhlak dan etika dalam berinteraksi dengan nilai-nilai Barat. Di sisi lain, Ustadz Abdul Somad, dengan pendekatan yang lebih tegas dan ortodoks, seringkali mengkritik pengaruh negatif dari budaya Barat dan menyerukan penerapan nilai-nilai Islam yang lebih konservatif. Pendekatannya menekankan pada penerapan syariat dan penjagaan identitas sebagai respons terhadap pengaruh luar.
Ramadhan Bulan Yang Mulia : Hikmah Dan Keistimewaannya Dalam Kajian Ustadz Abdul Somad Di Masjid Raya Padang Cindy Dikara; Amalia Agustina; M.Sarippudin; Diki Tantowi; Alihan Satra
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 3 No. 2 (2025): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v3i2.1044

Abstract

Artikel ini membahas keutamaan bulan Ramadhan dalam perspektif dakwah Islam dengan menyoroti kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Raya Padang. Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum spiritual yang membentuk kepribadian bertakwa melalui puasa, tadarus, dan peningkatan amal sosial. Melalui metode kualitatif artikel ini menelaah mater dakwah UAS yang menekankan pentingnya nilai-nilai ruhani dan sosial selama Ramadhan UAS dikenal memiliki gava ceramah yang komunikatif dan kontekstual yang menjadikan dakwahnya relevan dan mudah diterima masyarakat luas Kajian ini juga menyoroti antusiasme jamaah serta dampak positif dakwah UAS dalam meningkatkan pemahaman dan semangat beribadah selama Ramadhan.  
Cara Memuliakan Bulan Ramadhan: Studi Pandangan Buya Yahya Muhammad Yusuf Azzikri; Via Dina Palenzia; Nurmalina; Alihan Satra
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wst3p465

Abstract

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah karena pada bulan ini ada rahmat Allah, ampunan, dan kesempatan untuk menyelamatkan seorang mukmin untuk terbebas dari api neraka. Artikel ini membahas berbagai cara untuk dapat memuliakan bulan suci ramadhan sesuai denga tuntunan ajaran islam, seperti meningkatkan kualitas puasa, melaksanakan solat tarawih, mambaca kitab suci Al-Qur’an serta bersedekah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian literatur dari sumber-sumber islam seperti ceramah para ulama. Hasil dari pembahasan ini menyatakan bahwa memuliakan bulan suci ramadhan bukan hanya menahan haus dan lapar, namun cara kita atau usaha kita dalam meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, beribadah dengan sungguh-sungguh, serta menjauhkan diri dari perbuatan yangdilarang oleh agama. Dengan memahami lalu diamalkan cara-cara ini, umat islam dapat meraih keberkahan serta keutamaan bulan suci ramadhan dengan maksimal.
Fiqih Thaharah Pandangan Ustadz Abdul Somad Mengenai Bewudhu di Toilet Ramadon, Muhammad; Padlah, Ummul; Latifa, Anida Ummu; Satra, Alihan
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 4 (2025): Juni: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.200

Abstract

The command regarding wudu (ablution) was revealed simultaneously with the command to perform prayer (salah). Wudu serves as a fundamental prerequisite for the acceptance of one’s acts of worship. It offers numerous benefits, both spiritually and physically. Therefore, learning the fiqh (Islamic jurisprudence) of wudu is strongly emphasized for Muslims, in order to understand the various issues that may arise in daily life. One of the recurring issues in society is the practice of performing wudu in the toilet. Toilets are generally considered unclean places and are believed to be dwellings of evil spirits (shayatin). Thus, performing a purification ritual such as wudu in such a place seems contradictory—wudu aims to purify, yet it is carried out in a location perceived as impure. This issue requires an in-depth examination, particularly to explore the views of scholars and to compare different scholarly opinions. A prominent Indonesian scholar whose views are considered authoritative in matters of fiqh al-taharah (jurisprudence of purification) is Ustaz Abdul Somad (UAS). This study investigates various sources that present Ustaz Abdul Somad’s perspectives, one of which is his lecture series available on YouTube. The YouTube channel titled “Ustadz Abdul Somad Official” provides accessible explanations on this matter. In one of his Q&A sessions with the congregation, Ustaz Abdul Somad delivered a comprehensive and clear explanation regarding the permissibility of performing wudu in a toilet. His explanation was based on prophetic traditions (hadith) and narrations regarding whether or not the Prophet Muhammad (peace be upon him) had engaged in similar practices.According to the response provided, the Prophet Muhammad SAW permitted performing wudu in a toilet. However, he emphasized the importance of observing proper etiquette while in such a place, including the prohibition of verbally reciting the basmalah (the phrase "Bismillah") aloud within the toilet area.
Co-Authors Abdul Kher Ade Akhmad Saputra Ade Ariana Adelia Dwi Pareza Adelia Septiani Adis Margareta Adisty Zaskia Afrina Salsabilla Agustina, Rahma Ahmad Dimas Zulchoiri Ahmad Farhan Pratama Ahmad Fikri Ramahdoni Ahmad Yasin Ubaidillah Ahmad Zaid Mabruk Ahmad Ahnaf Nasihin Aida Imtihana, Aida Airin Rhoshellia Aisyah Aisyah Aisyah Wulandari Alda Oktaviana Aldani, Muhammad Fariz Ali Murtopo Aliah, Fatimah Aliyah Reyhana Naveeda Amalia Agustina Amelia Eka Pratiwi Amelia Vega Amilda Amilda Ana Nuryati Andieni Aprilyne Laurensia Andini Alexa Saputri Anggun Desta Maharani Anggun Risfiani Anjely Juniarti Annisa Zahro Annissa Salsabilla Choirutunnisa Antika, Rindi Antyesti Anugrah Putri Sakti Arin Setiani Arini Arini Ayu Soleha Aripan Zaldi Artisya Wulan Dini Assah, Hafidzah Aulia Azzahra Aulia Pravaita Hapsari J.M Aulia Rahmania Aulya Al Azahra Ayu Suci Lestari Ayu Wigati Azzahra, Aliffia Putri Bagas Baiti, Nur Baldi Anggara Balkis Adelia Berliana Azizah Berlianna Rahmawati Binasti Cahnia, Dian Cindy Dikara Cindy Dwi Julianti Cintiyah Margaliani Claudia Sintia Bella Dea Paramita Dedi Munawwar Yasin Devina Devina Dewa Nurkholis Diki Tantowi Dimas Seto Wardana Dwi Adelia Dwi Anggun Rahmawati Dwi Oktariani Dwi Yuliana Sari Efriliyanti, Lia Ega Chelsia Eka Rahma Prihatini Elsi Abelia Erni Rahmawati Ezarryal Radditya Fadilah, Nur Ainun Faiz Mubarok Fajri, Muhammad Imam Fajriansyah, Kautsar Farzanah, Alifah Putri Fatima Zulfa Fatimah Tuzahro Febi Amanda Kurnia Febianti, Aisyah Ferdiansyah, Muhammad Rivaldo Fitri Yani Fitri Yanti Fitriani, Dwi Okta Gegeh Baitu Rahmat Hakim, Aulia Hanna Nabila Hanni Nadila Hardi Setiawan Haza Triyunita Helena Anggraini Heli Intan Permata Sari Herwan Efendi Hidayah, Refiana Ayu Nurul Ibnu Rozali Ilma Wasilah Imada Baisisalam Imam Muarif Intan Ratnasari, Isdaria Mawarni Istiati Paulina Kohan Istin Novalia Khotima Izzati, Jovita Nurul Jamanuddin Jamanuddin Jayadi Ramadhan Jeny, Aliya Julia Wulandari Jumhur Jumhur KalisaYogi Septiya Karoma Karoma Karunia Hazyimara Keysia Vectrina Zahra Khasanah, Kharismatun Khofifatuzzahroh Khoirul Aziz Kisti Wulan Dari Kuswatun Hasana Laeli Fitriani Lailatus Sangadah Latifa, Anida Ummu Laura Dwi Saputri Leny Marlina Lesi Sri Rahmadona Lia Efriliyanti Lidia Lifia Fanessa Lili Rahmawati Lisa Karunia Lisyah Dwi Cahyani Lutfiyyah Lutfiyyah Lutfiyyah M. Arridho M. Dzaki Anoraga M. Fakhri Jani M. Ilham Febriansyah M. Rafli Juliandra M. Rizky Padriansyah M.Sarippudin Mahdor Maila Rosyadah Makmur Zakaria Ma’arif, Fahmi Meiliza Amelia Andariska Melia Amanda Putri Melinda Agustin Melly Kurnia Meri Noktaria Merza Kellyn Rahmadilla Meta Amelia Mezi Meilina Mia Prianti Mifta Ramadiah Migo Ahmad Syumus Shalahuddin Muhammad Fajar Salam Nugraha Muhammad Hadi Nugraha Muhammad Hafiz Alwan Muhammad Ihsan Sawaluddin Muhammad Ilham Darmawan Muhammad Mirza Naufal Muhammad Nurudin, Muhammad Muhammad Riza Fajrul Azhar Muhammad Rizki Muhammad Rizki Ramadhani Muhammad Yusuf Azzikri MUHAMMAD ZAKY Mujila Mukaromah, Indah Muslimah, Mona Muthi’ah Muthi'ah Mutia Nandini Mutiara Bintari Muzdhalifah, Muzdhalifah Nabila Alifah Nabila Putri Amalia Nadilah Nadilah Nadilia Permata Sari Nadirah Syafitri Nadiya Wulan Dari Naila Zulfa Farrasah Najwa Septiana Fahlawi Nasywa Yunisah Nazarmanto Nazhifah, Nazhifah Nazuwa Putri Khairunissa Nazwa Salsabillah Nelsa Ondiana Niken Novelia Novicha Salsabilla Novita Sari Nur Hidayah Adelia Nurhidayah Nurhidayah Nurkholiza, Hafizah Nurmalina Nursahida Nursahida Nursyahrani, Reka Juwarni Nurwijayanti Nuryudiasih Oka Putra Pradana Wahyuda Oktaviana, Alda Padlah, Ummul Prabu Santana Pratama , M. Andri Pratama, Irja Putra Putri Melati Rafika Agustiana Rahdian Novan Rifky Rahelita Astuti Rahma Alia El Zahra Rahma Yesi Rahmadani, Novi Rahmawati, Sabina Raisya Mayora Ramadhan, Rahmad Ramadon, Muhammad Ramba Pernanda Randi Gunawan Ranti Riani Nur Iffah Rantika Miranti Raysha Rahmani Fabillah Rebagus, Handi Reffa Muhammad Adedyo Regina Trismayanti Rendy Hernawan Repiana Repiana Revina Indriani Reza Anjani Rianto, Muhammad Ikbal Rifqi Annas Rihanatul Jannah Rina Ramadhani Ririn PermataSari Ririn Yuliani Risninda Aslamia Rizka Hidayatul Mubarokah Rizqa Zakiyah Rizqina Kautsaran ROMEINITA, ELFIRA Romli Romli, Romli Sabitna Khoiriyah Sadri Zulkiffli Saidatum Munawaroh SALSABILA, ANNISA Salsabilla, Riva Laila Salwa Pratiwi Sany Nurul Aini Saputra, Wildan Sari , Sella Mustika Sari, Ginanda Putri Indah Seli Purnama Sari Selia Anatasa Afriliani Septa Ellydza Septia Fahiroh Septiani, Eka Zahra Serhli Adellia Shendi Wahyu Safitri Sheren Rahmadanti Shofiani Januarsi Putri Raulih Silviana Annisa Silviana, Nadia Sindi Umami Sinta Sinta Siska Deka Sulistiya Siska Wulandari, Siska Siti Dhea Luthfiyyah Siti Holijah Siti Mariyah Siti Monalisa Siti Mutmainnah Siti Naila Arini Solihah, Maratun Sri Maharani Suwandi Syahla Kholizah Syamsi Ramadhan Syarnubi, Syarnubi Tria Amanda Uday Salman Uswatun Chasanah Via Dina Palenzia Vidyasari, Vivid Wahyuni, Retno Tri Wasilah Wiramayasari Yanti, Dewi Yuli Putri Yeni Kartika Yuni Aftarisyah Yunika Yunisa, Rahma Zaharah, Rezi Zapniya Putri Andani Zikka Apriadi Zilvi Syalsabillah Zulhijrah, Zulhijrah