Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MABASAN

KETAKSAAN PADANAN KATA DAN UNGKAPAN BAHASA ASING DALAM BAHASA INDONESIA: SEBUAH KAJIAN POLITIK BAHASA UNTUK PENYEMPURNAAN PEDOMAN UMUM PEMBENTUKAN ISTILAH DAN KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA EDISI IV Irma Setiawan; NFN Bakri
MABASAN Vol. 9 No. 1 (2015): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.995 KB) | DOI: 10.26499/mab.v9i1.156

Abstract

Ketaksaan pemadanan kata dan ungkapan asing dalam kebijakan politik bahasa ditunjukkan dalam PUPI dan KBBI edisi IV, seperti: 1) peraturan perubahan ejaan yang tidak mengatur ejaan ct→k dan hanya mengklaim ejaan k dari cc→k,ck→k, ch→k, dan c→k seperti pada kata abstrack, extrack, contrack, dan bentuk yang diatur dalam pembentukan ejaan hanya kata contrack, acclamation, check, dan cholera. Begitu juga dengan ejaan au→o tidak diatur, yang ditetapkan hanyalah ejaan au→au seperti pada kata automatic seharusnya automatis sesuai peraturan ejaan, tetapi dalam kbbi ditulis otomatis, 2) kerancuan pemaknaan imbuhan per- yang juga dapat bermakna sistem, seperti pada kosakata sistem perekonomian → perekonomian, sistem perpolitikan → perpolitikan, 3) tidak dapat memilah antara makna proses dan hasil dalam bahasa sumber, seperti erosion (proses dan hasil) →erosi/pengikisan (proses), seharusnya menjadi pengikisan (proses) dan kikisan (hasil) dan4) pemaknaan lema yang kerap dibolak-balikkan, seperti tolol→tulu, tulu→tolo, tolo bukan tolol, perempuan→wanita,  wanita →peremuan dan pada kata sepatu, cangkul tidak mengacu pada atributEsensial sehingga dapat menyulitkan penutur memahami bahasa indonesia. Inilah alasan utama penulis mengangkat permasalahan  kekaburan  pemadanan  atau  pemaknaan  lema.  Sehubungan dengan itu, tulisan ini betujuan untuk mendeskri tentang kekaburan atau padanan kata (lema) dan ungkapan asing dalam   bahasa indonesia. Kontribusi kajian tersebut diharapkan dapat memberi input bagi upaya penyempurnaan pupi dan KBBI edisi IV.
ANALISIS PERCAKAPAN BAHASA SASAK DALAM PERSPEKTIF GENDER: SEBUAH KAJIAN WACANA KRITIS Irma Setiawan
MABASAN Vol. 7 No. 1 (2013): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v7i1.170

Abstract

Percakapan kerap digunakan sebagai media mentransfer ideologi para penutur. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini untuk: mendeskripsikan representasi peran laki-laki atau perempuan Sasak dalam pilihan kosakata, dalam melakukan kendali interaksional, dalam struktur sintaksis, dan dalam pemakaian metafora dengan percakapan bahasa Sasak. Teori yang dipergunakan adalah teori wacana kritis model Norman Fairclough dan dilengkapi oleh teori Teun A. Van Dijk. Pengumpulan dilakukan dengan metode simak dan cakap (wawancara) serta teknik dasar dan turunannya, metode observasi, dan metode dokumentasi. Sumber data diperoleh dari para pemuda dan pemudi Sasak yang sedang berkomunikasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, kategorisasi, dan pemolaan. Data disajikan secara formal dan informal. Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan realita motif atau ideologi sikap komunikator yang memihak peran laki-laki atau perempuan Sasak dalam perspektif gender, yang kerap menimbulkan persinggungan fisik-psikis, seperti; pelecehan seksual, KDRT, dan bahkan dalam budaya kawin cerai.            
KAJIAN LINGUISTIK FUNGSIONAL SISTEMIK PADA PEMBERITAAN KEKERASAN GENDER DALAM MEDIA CETAK LOMBOK POST DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN WACANA DI PERGURUAN TINGGI Irma Setiawan; Muhammad Sukri
MABASAN Vol. 8 No. 1 (2014): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.701 KB) | DOI: 10.26499/mab.v8i1.271

Abstract

Gender violence is a contemporary issue often discussed by the community in social interactions. In this case, the form of gender violence more easily found in the news media text with a variety of cases, such as: marriage, divorce, rape, molestation or sexual abuse, assault, robbery, sexual gratification or prostitution, and even murder motivated revenge romance. Therefore, the purpose of  this study is to describe the representation of gender violence through transitivity system, modalities, and its relevance to discourse study in the  university as well. The theory which is used in this study is the theory  LFS presented by  Halliday in which it  focuses on the text , in this case the text of gender violence in the media. Data collection are performed by the method of literature analysis and note-taking. Sources of data obtained only on the text of gender violence in the media Lombok Post news. The collected data were analyzed by using both qualitative and quantitative method. The intended of those methods are to describe the research systematically, well organized, and patterned. The results of data analysis showed are domination of male’s action toward women in cases of domestic violence and non-domestic violence in the NTB area which had previously been analyzed through the system of transitivity and modality system. Women are more often represented as victims, whereas men often positioned as the doer in the act of gender violence, therefore the women are the aggrieved object in the cases of domestic violence and non-domestic violence.
META STRUKTUR PADA TEKS KEBAKARAN “LAPAS” KELAS 1 TANGERANG PADA MEDIA NASIONAL: KAJIAN WACANA KRITIS Setiawan, Irma; Hermawan, Nandang
MABASAN Vol. 17 No. 1 (2023): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v17i1.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan meta struktur teks meliputi: struktur mikro, makro, dan superstruktur pada teks pemberitaan media. Permsalahan penelitian berfokus pada teks berita kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang di Media Nasional. Penelitian ini menggunakan teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Van Dijk dengan mencermati meta struktur teks. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan teknik catat. Penganalisisan data menggunakan prinsip deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen metode meta struktur teks yang meliputi unsur mikro, makro, dan superstruktur teks. Teknik analisis menggunakan tiga dimensi, yakni tahap reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah struktur makro memfokuskan hal yang dikaji mengenai tema atau topik yang diamati dari masing-masing berita kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang dari 4 Media Nasional yang berbeda. Superstruktur mengkaji tentang kerangka atau skema teks yang meliputi bagian pendahuluan, isi dan penutup pada berita kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang. Struktur mikro mengkaji makna lokal yang diamati dari suatu teks di antaranya elemen sintaksis, elemen semantik, elemen leksikon, dan elemen retorik. Selanjutnya ada unsur yang melengkapi pada setiap elemen struktur mikro yaitu unsur koherensi, koherensi kondisional, koherensi pembeda, pengingkaran, bentuk kalimat, kata ganti, latar, detail, maksud, pranggapan, grafis, dan metafora.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - A., Ratna Yulida Abdul Rasyad Abdul Sakban Abdul Wahab Adiman Fariadin Agus Herianto Agus Herianto Agusman, Agusman Akhmad Akhmad Alanggi, Gio Anik Suryani Anwar Efendy Ardyawin, Iwin Ariani, Wika Ayuningsih, Fitria Baiq Ayu Winarsih Bestar, Puput Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Dewi, Herlina Eva Cahya Trisnawati Eka Fitriani Fatmala Sari Oktaviani H. Arsyad Abd Gani Habiburrahman Habiburrahman Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hakim, Mahrizal Halus Mandala Harry Irawan Johari Hasanuddin Chaer Hawabi, Achmad Abdul Hermawan, Nandang Hidayatullah Hidayatullah Husnawati Husni, Saadillah I Ketut Darma Laksana I Made Suyasa I Nyoman Udayana Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idayanti, Rini Ilham Ilham Ilham Zitri Inka Nusamuda Pratama Intan Dwi Hastuti Intiana, Rohana Hariana Iskandar Iskandar Isnaini Isnaini Isnaini Jafar, Syamsinas Joni Safaat Adiansyah Junaidi A.M Junaidi Am Junaidin Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Karoluslina, Karoluslina Khaerul Anam Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Lana, Indah Rosita M Taufik Rachman M. Saleh M. Sobry M. Ulfatul Akbar Jafar Maemunah Maemunah Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mahyuni Mahyuni Mahyuni, - Mardiyah Hayati Mariyati, Yuni Marlinda Ramdhani Martin, Nurhidayat Mas,ad, Mas,ad Mas’ad Mas’ad Mayasari, Deviana Ma’bar, M. Fadin Miftahul Jannah Milandari, Baiq Desi Monika Handayani, Monika Muallifah Anugrah Muhaimin, Ahmad Helmi Muhammad Ali Muhammad Sukri Murojatul Aslamiah Najamudin Najamudin NFN Bakri Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurhidayat Martin Nurhidayat Martin Nurkomariah, Nurkomariah Nurmawarti, Nurmawarti Nurmiwati, Nurmiwati Nurul Huda Nurul Inayah Paridi, Khairul R., Januari Rizki Pratama Raden Sudarwo Rahmad Hidayat Rahman, Nanang Ramdhani, M. Wahyu Razip, Muhammad Khaerul Rifaid Rifaid S, Aswandikari Saddam Saddam Safitri, Yuniar Andini Samsinari, Samsinari Sapiin Sapiin, Sapiin Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siska hardiyanti Siti Hasanah Siti Rohana Hariana Intiana, Siti Rohana Hariana Sri Maryani Sri Rejeki Sudarta Sudarta Sudarwo, Raden Sudika, I Nyoman Sudika, Nyoman Sukuryadi, Sukuryadi Susanti, Pipit Aprilia Syafruddin Muhdar Syaharuddin Syaharuddin Tamrin Tamrin Umi Puji Rahayu Wahyuni, Wika Winarsih, Baiq Ayu Yatri, Debi Yudhi Lestanata Yudistira Yudistira Yulia Sumbawati Zaenudin Zaenudin Zedi Muttaqin