Claim Missing Document
Check
Articles

Perlindungan Hak Kelompok Rentan di Indonesia: Analisis Kebijakan terhadap Disabilitas, Anak, dan Minoritas Agama Herlina Anut; Karolus Liat Lengo; Melkian Diki Talumbani; Maria Galgani Rovianyta Toi; Fadil Mas'ud
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36067

Abstract

This study aims to examine the national and regional legal frameworks governing the protection of vulnerable groups in Indonesia, including persons with disabilities, children, and religious and ethnic minorities, while evaluating the effectiveness of their implementation in ensuring equal rights and social justice. The research employs a qualitative approach through a literature study, utilizing legal documents, academic literature, official reports, and scholarly publications related to the protection of vulnerable groups. The analysis reveals that Indonesia has established a strong legal foundation, including the 1945 Constitution, Law No. 8 of 2016 on Persons with Disabilities, Law No. 35 of 2014 on Child Protection, and commitments to international instruments such as the CRPD and CRC. Nevertheless, policy implementation still faces significant challenges, including limited inter-agency coordination, resource constraints, social stigma, and low public awareness. This study emphasizes the need to strengthen institutional capacity, reform policies, promote public education, and enhance cross-sector collaboration to ensure inclusive and equitable protection for vulnerable groups, in line with the principles of Pancasila and the Sustainable Development Goals (SDGs).
ANALISIS PEMENUHAN HAK EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA PEKERJA MIGRAN ASAL KOTA KUPANG DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA TAHUN 2025 Mersiana Wanda Tuti Issu; Fadil Mas’ud; Stefynia Adriana Lengo; Sepete Adrian Mangngi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36070

Abstract

This study aims to examine the economic, social, and cultural rights of migrant workers from a human rights perspective in 2025. Kupang City, located in East Nusa Tenggara Province, is one of the regions with a relatively high rate of overseas labor migration, particularly to Malaysia and the Middle East. Limited local employment opportunities, inadequate social security, and a strong migrant culture in the city are the key drivers of this migration. This research employs a qualitative descriptive approach using a literature review method. Data were collected by reviewing and evaluating relevant papers and literature sources. The findings indicate that the economic rights of migrant workers remain insufficiently protected due to inadequate employment contracts and weak oversight by labor agencies. In social and cultural aspects, many migrant workers experience social disruption, discrimination, and loss of cultural identity. Although the local government provides pre-departure training and counseling, its coverage remains limited and its effectiveness needs improvement. The study recommends strengthening human rights–based protection policies, establishing city-level service centers for migrant workers, and enhancing public understanding of legal frameworks.
ANTARA KEBEBASAN BEREKSPRESI DAN PERLINDUNGAN TERHADAP HATE SPEECH: STUDI KASUS PRIMA GAIDA JOURNALITA TAHUN 2017 Theresia Bernadete Omi Diaz; Fadil Mas'ud; Adelheid Timu; Yohanes Lengari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36091

Abstract

Freedom of expression is one of the main pillars in the enforcement of civil and political rights as stipulated in the International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) and guaranteed by the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This article aims to analyze in depth the relationship between civil and political rights and freedom of expression on social media, as well as the legal limits on hate speech. This study uses a qualitative approach through a literature review of national legislation, international human rights instruments, and the results of research and reports from relevant institutions. The results of the study show that freedom of expression in Indonesia still faces a dilemma between the protection of individual rights and the enforcement of social order. The ITE Law, National Police Chief Regulation No. 8 of 2013, and articles of the Criminal Code have become the legal basis for prosecuting hate speech, but their implementation often raises interpretative issues that have the potential to limit the space for digital democracy. Therefore, a balanced approach is needed through strengthening digital literacy, education on social media ethics, and reformulating legal policies that emphasize the distinction between constructive criticism and hate speech. These efforts are expected to create a democratic, civilized digital ecosystem that respects human rights within the framework of civil and political rights
RELEVANSI TEORI KRIMINOLOGI KLASIK DALAM MENJELASKAN RASIONALITAS PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA Nindy Nenobais; Beatrix Nino Funay; Angelia Hunu Ola Lewokeda; Fadil Mas'ud; Maria Selfiani Teci; Dedy Riwu; Kevy Listiana Fransisca Taneo; Brampi Soniman Sae; Denil Ngginak; Ave Regina Chandra Kirana; Febiana Elisabet Mase
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36164

Abstract

Korupsi menjadi persoalan serius di Indonesia yang merusak tata kelola pemerintahan, supremasi hukum, dan kepercayaan publik, meskipun telah diterapkan regulasi dan lembaga penegak hukum. Praktik korupsi tetap berlangsung secara sistematis, sering dilakukan oleh individu berpendidikan dan menduduki posisi strategis, menunjukkan sifat rasional dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pelaku korupsi melalui perspektif teori kriminologi klasik, yang menekankan kebebasan memilih, perhitungan biaya-manfaat, dan upaya pencegahan sebagai landasan memahami perilaku kriminal. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji buku, jurnal ilmiah, undang-undang, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku korupsi mempertimbangkan manfaat yang diperoleh lebih besar dibanding risiko hukuman, sementara kelemahan sistem pengawasan, celah birokrasi, dan minimnya akuntabilitas memperkuat sifat oportunistik tindakan mereka. Teori kriminologi klasik terbukti relevan untuk menjelaskan perilaku rasional tersebut, menyoroti kepastian, kecepatan, dan keparahan hukuman sebagai faktor pencegahan yang penting. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya penguatan mekanisme hukum, strategi pencegahan, dan reformasi kebijakan antikorupsi, disertai pertimbangan faktor struktural dan institusional agar praktik korupsi dapat diminimalkan.
Transformasi Pembelajaran PPKn di Era Digital: Strategi Menanamkan Nilai Pancasila pada Peserta Didik Sekolah Dasar Yohana Nima; Intan Yulintri Sopaba; Welmi Ananda Ngongo; Edelvina Apolonia Kuza; Fadil Mas'ud
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36342

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di era digital dengan fokus pada strategi penanaman nilai-nilai Pancasila secara efektif pada peserta didik sekolah dasar. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan seperti ketimpangan akses digital, keterbatasan kompetensi guru digital, paparan misinformasi dan konten negatif, serta meningkatnya distraksi digital pada anak. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berbasis etika Pancasila, penerapan blended learning, penggunaan media naratif digital seperti e-storybook dan podcast, serta pemanfaatan game edukasi bernilai dapat memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila. Selain itu, kolaborasi lintas sektor penting untuk membangun etika kewargaan digital dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman moral di ruang virtual. Secara keseluruhan, transformasi pembelajaran digital PPKn merupakan langkah strategi untuk membentuk peserta didik yang berkarakter Pancasila, beretika digital, dan mampu menjadi warga negara yang bertanggung jawab di era globalisasi digital.
CIVIC EQUALITY SEBAGAI PENDEKATAN STRATEGIS DALAM MENGATASI STUNTING DI DESA SILLU KABUPATEN KUPANG Erwin Styven Aditya Tari; Fadil Mas'ud; Rahyudi Dwiputra; Anif Istianah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36427

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan anak dengan prevalensi 40% di Kabupaten Kupang, khususnya di Desa Sillu yang mencapai 45%. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana implementasi konsep civic equality (kesetaraan akses layanan publik dan hak-hak dasar warga) dapat menjadi pendekatan strategis dalam mengatasi stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 25 informan terdiri dari ibu rumah tangga, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan kepala desa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumen, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses informasi dan layanan kesehatan belum merata, partisipasi masyarakat masih rendah, dan kapasitas kader posyandu terbatas, yang semuanya menghambat penerapan prinsip civic equality. Faktor sosial budaya, ekonomi, dan kesadaran warga memengaruhi efektivitas implementasi. Studi ini menegaskan bahwa penerapan prinsip civic equality, dengan meningkatkan partisipasi, kesetaraan layanan, dan pemberdayaan masyarakat, dapat secara langsung berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan di Desa Sillu.
Analisis Yuridis Terhadap Tipologi Kejahatan Konvensional dan Transnasional pada Kasus TPPO NTT–Malaysia Tahun 2024 Destriani Silla; Yufitris Naitboho; Oktovina Mopia; Dato Abdul Aziz; Mark Jhon Bilistolen; Natalia Stefania Beka; Maria Jesnita Melania Lao; Irfan Harbona Ollo; Maria Fransiska Mika; Arki Artaban Sae; Selfi Theorin Kasse; Fadil Mas’ud; Kevy Listiana Fransisca Taneo
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 7 (2025): Tema Hukum Pidana
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i7.2329

Abstract

This study explores various traditional and cross-border crimes, focusing on Indonesia and Malaysia's legal cooperation to combat human trafficking in 2024. Using a legal approach based on laws and regulations, the research reveals both countries have employed tools like Mutual Legal Assistance, ACTIP, and treaties to collaborate. However, challenges persist including differences in legal systems, slow government processes, and limited resources. The study recommends improving legal harmonization and leveraging technology to enhance coordination, thereby strengthening crime handling and victim protection efforts.
Cyber Crime dan Keamanan Digital Anak Sekolah Dasar: Perspektif Kriminologi dalam Pencegahan Dini di Lingkungan Pendidikan Dasar Theresia Vivin; Yohana Kristina Nima; Oksix Godlavson Rutin Tari; Elisabeth Rari Basa; Kurniati Amir; Maria Kartika Jinas; Angelita Revalina Tallo Ati; Juwaldi Amheka; Menci Adi Yatr Nomleni; Naya Fransiska Talan; Fadil Mas’ud; Kevy Listiana Fransisca Taneo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36431

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat meningkatkan risiko kejahatan siber pada anak usia sekolah dasar, seperti cyberbullying, online grooming, pencurian identitas, dan pelanggaran privasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk cybercrime yang mengancam anak SD, menganalisis faktor-faktor kriminogen yang menyebabkan kerentanan daring, serta merumuskan strategi pencegahan dini di lingkungan pendidikan dasar. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah literatur ilmiah terkait keamanan digital anak, fenomena cybercrime, dan teori kriminologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingginya aktivitas digital tanpa literasi keamanan yang memadai membuat anak rentan terhadap manipulasi melalui media sosial, gim daring, dan aplikasi pesan. Pencegahan yang efektif membutuhkan integrasi literasi digital dalam kurikulum, peningkatan kompetensi guru, penyusunan kebijakan keamanan digital sekolah, serta keterlibatan orang tua dalam pengawasan daring. Literasi hukum digital juga menjadi elemen penting agar anak memahami etika dan tanggung jawab dalam aktivitas digital. Strategi pencegahan digital pada sekolah dasar harus bersifat multidimensional, mencakup pendekatan pedagogis, teknis, dan hukum untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi peserta didik.
A Dampak Perubahan Sosial Terhadap Pola Kriminalitas: Tinjauan Berdasarkan Teori Kriminologi Modern: Tinjauan Berdasarkan Teori Kriminologi Maria Cindiany Baru; Fadil Mas’ud; Auliya Ratnasari; Erikson Agung Bau; Eroy Marthen Selan; Firdiyanti; Jeny Susanti Manoh; Kevy L. F. Taneo; Marianus Siga; Nobertus Deni Cuan; Ortalana Anisa Merfi Tob
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36733

Abstract

Perubahan sosial yang dipicu oleh modernisasi, globalisasi, urbanisasi, dan perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika kriminalitas di Indonesia. Transformasi sosial yang berlangsung cepat menciptakan ketidakseimbangan nilai dan melemahkan pengendalian sosial, sehingga melahirkan bentuk-bentuk kejahatan modern, terutama di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perubahan sosial dan pola kriminalitas dengan menggunakan pendekatan teori-teori kriminologi modern, seperti strain theory, social learning theory, differential association, dan labeling theory. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku kriminologi, dan laporan resmi terkait perkembangan kejahatan di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kejahatan siber, penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, serta perubahan motivasi kriminal erat kaitannya dengan rendahnya literasi digital, ketimpangan ekonomi, serta perubahan struktur sosial masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa dinamika kriminalitas modern tidak dapat dipahami tanpa melihat konteks perubahan sosial yang melingkupinya. Oleh karena itu, upaya pencegahan kriminalitas harus diarahkan pada penguatan literasi digital, kebijakan sosial yang adaptif, serta pendidikan kewarganegaraan yang mampu membangun kesadaran etis dan perilaku digital yang bertanggung jawab. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman teoretis mengenai hubungan antara perubahan sosial dan kriminalitas modern dalam konteks Indonesia.
DEKONSTRUKSI KONSEP WARGA NEGARA IDEAL DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA PENDIDIKAN DASAR: KAJIAN KRITIS BERBASIS TEORI KEWARGAAN Glen Awe; Maimunah Faizah Rahma Atulolon; Elisabeth Rari Basa; Katarina Deran Kia Nimunuho; Fadil Mas'ud
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36772

Abstract

Studi ini menganalisis bagaimana konsep warga negara ideal dibangun dalam Kurikulum Merdeka pada jenjang pendidikan dasar dan mengkaji faktor-faktor kelembagaan yang memengaruhi implementasi nilai-nilai kewarganegaraan dalam Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila (PPKn). Kurikulum Merdeka menekankan enam dimensi Profil Siswa Pancasila sebagai landasan pembentukan karakter dan kompetensi siswa; namun, studi terbaru menunjukkan bahwa dimensi-dimensi ini mencerminkan konstruksi hibrida yang menggabungkan nilai-nilai Pancasila kolektivis, kompetensi individu abad ke-21, dan prinsip-prinsip kewarganegaraan demokratis. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, studi ini mengkaji dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, literatur akademis terkini dari dekade terakhir, dan kerangka kerja teoretis kewarganegaraan republik, liberal, dan demokratis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa representasi warga negara ideal dalam kurikulum bersifat multidimensi tetapi berpotensi ambigu ketika guru tidak memiliki pemahaman teoretis dan pedagogis yang memadai. Lebih lanjut, efektivitas implementasi nilai-nilai kewarganegaraan sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, ketersediaan sumber daya sekolah, dan budaya kelembagaan. Sekolah dengan budaya demokratis dan dukungan memadai lebih mampu memfasilitasi pembelajaran kewarganegaraan yang reflektif dan kolaboratif dibandingkan sekolah dengan pola pengajaran tradisional. Studi ini menyimpulkan bahwa membentuk warga negara yang ideal tidak hanya membutuhkan kurikulum yang dirancang dengan baik, tetapi juga ekosistem pendidikan yang secara konsisten mendukung internalisasi nilai-nilai Pancasila pada siswa sekolah dasar. Temuan ini menawarkan wawasan bagi para pembuat kebijakan, pengembang kurikulum, dan pendidik dalam memperkuat pendidikan kewarganegaraan di era Kurikulum Merdeka.
Co-Authors Achmad Napis Qurtubi Adelheid Timu Agus Bambang Nugraha Alang, Dessy M Alfret Benu Alfret Benu Amtiran, Morgan Angel Stefanie Nafa Angelia Hunu Ola Lewokeda Angelita Revalina Tallo Ati Anif Istianah Anjulin Yonathan Kamlasi Aply Rosyanti Halla Arianti Angelita Naitboho Arki Artaban Sae Arni Talan, Arni Asrin Deweli Nenotek Nenotek Atamukin, Kanisius Kedan Kian Auliya Ratnasari Ave Regina Chandra Kirana Ayu Souterya Alkatiri Badruddin Nasir Basri Basri Bau, Mario Ferdinan Beatrix Nino Funay Benu, Alfret Berek, Kristiana Yanti Bonevantura Magi Mudamakin Brampi Soniman Sae Brigita Hilda Taek Bunga Triana Lalus Bureni, Estalin Nepa Chrisandes Kurniawan Naikofi Claudia Aurelia Albertini Lona Da Silva, Nining Lestari Daro, Katarina Dato Abdul Aziz Daud Yefkanius Nassa Deanatalis Padji Dogi Dogi Dedy Riwu Deni Rudolof Tunliu Denil Ngginak Desi Asmaret Desiana M. Bulu Destriani Silla Diah Permata Rosalin Abineno Doe Rato, Maria Yuliani Dorkas Yufice Ariyanti Kale Dwiputa, Rahyudi Eddy Silamat, Eddy Edelvina Apolonia Kuza Egidius Fkun Elisabet Vanesha Reta Reta Elisabeth Rari Basa Emirenciana Aek Bria Ence, Eufrasia Erikson Agung Bau Eroy Marthen Selan Erwin Styven Aditya Tari Eufrasia Bolo Fatin Ojes Nakmofa Fauziah F. Lassar Kadir Febiana Elisabet Mase Felisia Atriliani Imung Ferawati Bana Firdiyanti Florensa Gaina Fransiska Modhe Dua Fredik Lambertus Kollo Frida Elsin selan Ganggut, Agnes Yuniatri Gemian, Stefani Bita Glen Awe Hago, Maria Mirayanti Harsya, Rabith Madah Khulaili Hasibuan, Kalijunjung Herlina Anut Heronsius Sani Ritan Indah, Elisabeth Yohana Indra Kertati Indriya Fathni Intan Yulintri Sopaba Irennia S. Nomleni Irfan Harbona Ollo Irham Wibowo Irham Wibowo Irwan Abbas Ismail Ismail Iwan Harsono Izhatullaili Jama, Karolus Budiman Jami Djeru Jelita Makdarenci Laitera Jelita, Maria Trivonia Jeluhur, Helda Jeny Susanti Manoh Jetia, Yovita Erliana Johanes Jufrianus Lau Johannes P Kumagaya Juwaldi Amheka Kamola, Ledrik A. W Karolus Liat Lengo Katarina Deran Kia Nimunuho Keba, Aprilini Dima Keraf, Veronika Tiara Hingi Kevi Listiana Fransisca Taneo Kevy L. F. Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo khusnul khotimah Kian, Selviana Lipat Ara Kirana, Ave Regina Chandra Koleta Luruk Klau Kollo, Fredik L. Kontesa, Agnesia Fifin Kristiana Lipat Samon Kristiani , Wihelmina Leni Kristina Desita Angul Kurniati Amir Laga, Oskar Enjelius Lau, Clarisa Angelina Aeng Leonardus Hare Ladjar Ludung, Goden Harna Hadia Luluk Sarifah Ly, Petrus Ly, Rehan Glen Made Susilawati Maimunah Faizah Rahma Atulolon Mali, Maria Muliani Maran, Yohana S. R Mardini Tae Maria Cindiany Baru Maria Delastrada Namang Maria Fatima Muti Maria Fransiska Mika Maria Galgani Rovianyta Toi Maria Indrawati Sanan Maria Jesnita Melania Lao Maria Karolina Rei Maria Kartika Jinas Maria Novensia Epi Lengo Maria Selfiani Teci Maria Sofiati Siki Maria Susanti Marianus Siga Mark Jhon Bilistolen Marsi Bani Maru, Yohanes Carlos Kasilas Mei Mau, Rosadelima Asti Melinda Ratu Radja Melkian Diki Talumbani Menci Adi Yatr Nomleni Meo, Maria Natalia Meo, Matrona Mere, Anastasia Boleng Mersiana Wanda Tuti Issu Mersiana Wanda Tuti Issu Meryana Micselen Doko Mnanu, Nafsyan A Modok, Grasella Ferina Nai Muhammad Dheo Adrian Muhari Nadia Naema Sisilia Yuniati Lodo Naitboho, Yufitris Nana, Katarina Rensa Natalia Fransiska Alunat Natalia Stefania Beka Natalidya Bolang Naya Fransiska Talan Negat, Katharina Nelson Alberto Selan Nesi Rosalinda Kenjam Nety Novita Hariyani Nggandung, Yeheskial Nindy Nenobais Nitti, Novalianti Nobertus Deni Cuan Nomeni, Netriana Nomleni, Hanani R Novia Srinestava Sari Nuak, Angelina Seran Oksix Godlavson Rutin Tari Oktovina Mopia ola, Nadia menu Olla, Yunita Ratu Openg, Wiliam Fenoli Kituk Ortalana Anisa Merfi Tob Oswaldus Rinaldi Pandu, Gita Larasti Pastela Sulastri Seja Seja Payong, Emilia Waha Perpetua Felisitas Gesu Petronia Mersiana Damai Petrus Alexander Tamonob Purwoko, Agus Radja, Daud Christo Luis Rahyudi Dwiputra Rahyudi Dwiputra Rahyuni Dwiputra Redemtoria Juana Sanbret Regina Tutoq Rinovian Rais Riven Imanuel Timo Robert Alex Serang Rosalia Neonbeni Saldy Hermanus Pandie Samuel Riwu Ratu Sanung, Florentina Sapay, Yumri Agelvi Selfi Theorin Kasse Sensi, Nataliana Sepete Adrian Mangngi Sepete Adrian Mangngi Sesilia Ruron Siga, Marianus Silla, Destriani Soleman D. Nub Uf Sonya W. O. Ay Stefynia Adriana Lengo Stefynia Adriana Lengo Stevania Gladis Ola Sudiyarti Sudiyarti Sur Ical Lani Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Susan Clarita Maro Syafrullah, Muhammad Deddy Syunikitta, Mirwanti Tanty Milan Antonia Dollu Tapatab, Shintya M Tefa, Alencia Tes, Hendri Septiano Theresia B. S. Keransj Theresia Bernadete Omi Diaz Theresia Devanti Larantukan Theresia Vivin Thomas Kemil Masi Tonis, Marselina Triyanti G. Dubu Uki, Lion Edison Uly, Marselina Umar, Sitirahia Hi Venansiu Gabur Vivin, Theresia Irnatesa Wahyudin Noe, Wahyudin Wandal, Yufani Rambu Liga Welmi Ananda Ngongo Wihelmina Ruli Loo Winarto, Tri Yeremia Kabnani Yohana Gaudensia Dhodhi Rema yohana krisona Yohana Kristina Nima Yohana Nima Yohanes Lengari yoriana Atti Yosep Copertino Apaut Yosepha N. Gudhu Yufitris Naitboho Yunitha Devrudyan Doko