p-Index From 2021 - 2026
12.28
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE TAWASUT Indonesian Journal of Moderate Islam Al Ishlah Jurnal Pendidikan JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Substantive Justice International Journal of Law AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Bimbingan Konseling Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Hukum Lex Generalis Action Research Literate (ARL) Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Haumeni Journal of Education Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Journal Of Human And Education (JAHE) TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Recht Studiosum Law Review Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan KANGMAS: Karya Scientific Community Service is a journal CONSTITUO: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Jurnal Legislasi Indonesia Media Sains Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Perempuan di Sektor Publik: Kajian Hak Asasi Manusia terhadap Perempuan Pegawai SPBU di Kota Kupang Fadil Mas'ud
Media Sains Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Media Sains
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/f9khq455

Abstract

Perempuan telah memainkan peran penting dalam sektor publik di Indonesia, meskipun mereka masih menghadapi tantangan dalam memperjuangkan kesetaraan hak di tempat kerja. Salah satu sektor yang memberikan peluang bagi perempuan untuk bekerja adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perempuan pegawai SPBU di Kota Kupang dalam konteks hak asasi manusia (HAM) dan kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan pegawai SPBU di Kota Kupang mendapatkan kesempatan yang setara untuk bekerja, mereka masih menghadapi tantangan dalam hal diskriminasi pekerjaan, kesulitan dalam promosi jabatan, serta ketimpangan dalam pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, meskipun ada peraturan yang menjamin hak kesetaraan, implementasi di lapangan masih jauh dari ideal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih kuat untuk meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan memperkuat kesetaraan gender di tempat kerja.
URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA YANG TANGGUH DI ERA DIGITAL Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Fadil Mas'ud; Daud Yefkanius Nassa
Media Sains Vol. 25 No. 1 (2025): Terbitan Juni 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/54ce0473

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembentukan karakter bangsa. Tantangan globalisasi, kemudahan akses informasi, serta arus budaya yang serba cepat menuntut generasi muda untuk memiliki karakter bangsa yang kuat, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa yang tangguh di era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter bangsa yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, ditemukan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya berfungsi sebagai wahana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembelajaran kritis yang membekali peserta didik dengan keterampilan literasi digital, berpikir kritis, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Urgensi tersebut mencakup upaya mitigasi pengaruh negatif digitalisasi, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan perlu diintegrasikan dengan pendekatan kontekstual dan berbasis teknologi agar relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital. Implikasi dari kajian ini menunjukkan bahwa penguatan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi bangsa yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menghadapi dinamika global dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. 
Ekologi Kewarganegaraan: Membangun Relasi Harmonis antara Warga, Negara, dan Lingkungan Fadil Mas'ud; Irham Wibowo
Media Sains Vol. 25 No. 1 (2025): Terbitan Juni 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/tn6n8007

Abstract

Krisis ekologis global yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan degradasi keanekaragaman hayati telah menimbulkan kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi konsep kewarganegaraan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara konseptual dan praktis pendekatan ekologi kewarganegaraan sebagai upaya membangun relasi harmonis antara warga, negara, dan lingkungan. Melalui metode kualitatif-deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah dan kebijakan lingkungan nasional maupun global. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekologi kewarganegaraan menempatkan warga negara sebagai agen etis dan ekologis yang berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Negara diposisikan sebagai fasilitator yang membentuk sistem sosial-politik yang mendukung keadilan ekologis, sementara pendidikan kewarganegaraan menjadi instrumen strategis dalam menanamkan nilai-nilai ekologis sejak dini. Dengan mengintegrasikan kesadaran ekologis dalam praktik kewarganegaraan, pendekatan ini menawarkan fondasi bagi terciptanya masyarakat yang adil secara sosial, demokratis secara politik, dan lestari secara ekologis. Artikel ini merekomendasikan perlunya reformulasi kurikulum kewarganegaraan dan penguatan partisipasi warga dalam kebijakan lingkungan sebagai langkah konkret menuju masa depan berkelanjutan.
Narasi Lingkungan di Media Digital dan Pembentukan Kesadaran Kewarganegaraan Ekologis Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Yosep Copertino Apaut; Irham Wibowo; Daud Yefkanius Nassa
Media Sains Vol. 25 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/f7yv8614

Abstract

Isu lingkungan semakin menjadi perhatian publik seiring meningkatnya krisis ekologis dan peran media digital dalam membentuk opini serta partisipasi warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi lingkungan di media digital serta kontribusinya terhadap pembentukan kesadaran kewarganegaraan ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis narasi dan analisis wacana kritis terhadap konten media digital yang mengangkat isu lingkungan, dengan fokus konteks lokal Nusa Tenggara Timur. Data dikumpulkan melalui observasi digital dan dokumentasi pada platform media sosial dan portal berita daring, kemudian dianalisis secara tematik dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi lingkungan di media digital membentuk tiga pola utama, yaitu narasi krisis ekologis, narasi tanggung jawab moral warga negara, dan narasi aksi kolektif berbasis komunitas. Narasi tersebut berkontribusi pada pembentukan kesadaran kewarganegaraan ekologis melalui dimensi kognitif, afektif, dan konatif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa narasi lingkungan masih cenderung menekankan perubahan perilaku individual dan belum secara optimal mengintegrasikan dimensi struktural, seperti kebijakan publik dan tata kelola lingkungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan narasi lingkungan yang kontekstual, kritis, dan partisipatif dalam membangun kewarganegaraan ekologis yang berkelanjutan di era digital. 
Inclusive Premarital Education for Persons with Disabilities: Legal Reform and Lifelong Learning Perspectives in Indonesia Fahrur Rozi; Fadil Fadil; Burhanuddin Susamto; Niela Agustin Hermawatie; Anna Sakreti Nawangsari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.9133

Abstract

Premarital education serves as a strategic tool to foster sustainable and equitable family life. However, in Indonesia, people with disabilities often face exclusion from such programs due to legal and pedagogical frameworks that lack inclusivity. This research addresses the gap between the normative commitment to non-discrimination and the practical implementation of premarital education. This study employs a qualitative, normative-juridical and socio-legal approach, using legal documents, policy analyses, and literature reviews. It integrates the principles of inclusive education, adult learning, and lifelong education to evaluate the current state of premarital education in Indonesia and its accessibility for persons with disabilities. Findings show that existing legal frameworks, such as Law No. 8/2016 on Persons with Disabilities and Law No. 1/1974 on Marriage, guarantee equal rights, yet premarital education guidelines remain largely non-adaptive. Key issues include the absence of inclusive curriculum design, a lack of trained facilitators, and minimal use of accessible media such as Braille, sign language, or audio materials. This study highlights the need for legal reconstruction to incorporate inclusive practices into premarital education policy. By aligning legal provisions with the principles of Universal Design for Learning and maqāṣid al-sharī‘ah, premarital education can evolve into a non-formal, lifelong learning platform that promotes equality and dignity for all citizens, including persons with disabilities.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA PADA MATERI KEBINEKAAN INDONESIA KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH KUPANG Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Fadil Mas'ud; Daud Yefkanius Nassa; Meryana Micselen Doko
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i1.21204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Canva pada materi Kebinekaan Indonesia untuk siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah Kupang. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media, dengan skor rata-rata masing-masing sebesar 91,2% dan 88,5%. Uji coba terbatas menunjukkan respon positif dari siswa, di mana 85% menyatakan media menarik dan mudah dipahami, serta 90% menyatakan media membantu pemahaman konsep kebinekaan. Media pembelajaran berbasis Canva terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mendukung pembelajaran nilai-nilai kebangsaan secara visual, interaktif, dan kontekstual. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran PPKn, khususnya pada materi yang berorientasi pada penguatan karakter kebangsaan.
EKOSISTEM DIGITAL DAN NARASI KEBANGSAAN: RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI PENUNTUN ETIKA PUBLIK VIRTUAL Fadil Mas'ud; Anif Istianah
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i1.21505

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, membentuk opini, dan menyuarakan identitas kebangsaan. Ruang digital tidak hanya menjadi saluran komunikasi, tetapi juga arena kontestasi narasi yang sarat dengan dinamika politik, budaya, dan ideologis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat direlevansikan sebagai kerangka etika publik dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian literatur terkini, pembahasan difokuskan pada tiga aspek utama: dinamika narasi kebangsaan di ruang virtual, representasi dan reduksi nilai Pancasila di media sosial, serta fungsi Pancasila sebagai landasan etika bermedia digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Pancasila masih sering diposisikan secara normatif dan seremonial, nilai-nilainya tetap relevan dalam merespons tantangan seperti disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi identitas. Diperlukan reinterpretasi nilai secara kontekstual, penguatan literasi etika digital, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan Pancasila hidup sebagai pedoman moral warga negara di ruang publik virtual. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi ideologi negara, tetapi juga fondasi etika bermedia dalam era masyarakat digital.
Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai Sarana Penguatan Literasi Hukum di Era Digital Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Yunitha Devrudyan Doko; Karolus Budiman Jama
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 2 (2025): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i2.24455

Abstract

Pendidikan Bahasa Indonesia berperan penting dalam meningkatkan literasi hukum di era digital, terutama dalam menanggulangi rendahnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pendidikan Bahasa Indonesia dapat menguatkan literasi hukum melalui pendekatan literasi kritis dan menjelaskan cara-cara integrasi literasi hukum dalam pembelajaran bahasa sesuai dengan tuntutan era digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, artikel ini mengkaji literatur, dokumen hukum, serta penelitian terdahulu terkait topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi literasi hukum masyarakat Indonesia, khususnya terkait dengan penggunaan informasi hukum di ruang digital, masih rendah. Hal ini memperlihatkan perlunya integrasi literasi hukum dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran hukum. Dengan memanfaatkan teks hukum dan analisis wacana kritis dalam pembelajaran bahasa, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis terhadap hukum dan kebijakan yang ada. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Bahasa Indonesia, melalui integrasi literasi hukum, mampu menciptakan generasi muda yang lebih melek hukum, adaptif terhadap perkembangan digital, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial yang lebih sadar hukum.
PENDIDIKAN MORAL BERBASIS PANCASILA SEBAGAI ANTITESIS PERILAKU ECHO CHAMBER DI KALANGAN MAHASISWA PPKn UNIVERSITAS KHAIRUN Irham Wibowo; Wahyudin Noe; Fadil Mas'ud; Dorkas Yufice Ariyanti Kale
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 2 (2025): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i2.24649

Abstract

Fenomena echo chamber di ruang digital memengaruhi pola interaksi mahasiswa, termasuk mahasiswa PPKn Universitas Khairun, yang cenderung membatasi diri dalam kelompok homogen sehingga memperkuat confirmation bias. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena tersebut, menelaah relevansi nilai-nilai Pancasila sebagai antitesis, serta merumuskan strategi implementasi pendidikan moral berbasis Pancasila. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, dengan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa echo chamber melemahkan tradisi dialogis dan kritis di lingkungan akademik, misalnya mahasiswa lebih sering mengonsumsi informasi yang sejalan dengan pandangan mereka dan mengabaikan perbedaan perspektif. Di sisi lain, nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan, relevan untuk membangun sikap terbuka dan inklusif. Strategi implementasi yang ditawarkan meliputi integrasi dalam kurikulum, penerapan pedagogi dialogis, penguatan budaya akademik, serta literasi digital berlandaskan Pancasila. Dengan demikian, pendidikan moral Pancasila dapat berfungsi sebagai antitesis echo chamber sekaligus membentuk generasi mahasiswa yang kritis, toleran, dan berkarakter kebangsaan.
Civic Resilience di Era VUCA: Peran Literasi Bahasa dalam Pembentukan Warga Negara Reflektif di Kota Kupang Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Irham Wibowo
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.25847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi bahasa dalam memperkuat civic resilience atau ketangguhan kewarganegaraan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dengan fokus pada konteks sosial multikultural Kota Kupang. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan pendidikan serta aktivitas literasi publik. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi bahasa berperan penting dalam membentuk warga negara reflektif yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi etis, dan bertindak bermoral. Integrasi literasi bahasa dalam pendidikan kewarganegaraan memperkuat tiga kompetensi utama: civic literacy, civic communication, dan civic empathy. Praktik pembelajaran berbasis teks reflektif, analisis wacana media, dan dialog etis terbukti meningkatkan kemampuan menalar dan kesadaran moral siswa. Civic resilience di Kupang tumbuh melalui sinergi antara rasionalitas, bahasa, dan moralitas yang menopang kohesi sosial dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model civic-linguistic education sebagai paradigma baru pendidikan kewarganegaraan berbasis literasi bahasa reflektif untuk memperkuat ketangguhan warga negara di era VUCA.
Co-Authors A. Malthuf Siroj, A. Malthuf Abbas Arfan Achmad Napis Qurtubi Adam Afiz Adelheid Timu Adelsiana Lakapu Adrianus Seso Agus Bambang Nugraha Alang, Dessy M Alfret Benu Alfret Benu Amanda M.J Laning Amtiran, Morgan Angel Stefanie Nafa Angelia Hunu Ola Lewokeda Angelita Revalina Tallo Ati Anif Istianah Anjulin Yonathan Kamlasi ANJULIN YONATHAN KAMLASI Anjulin Yonathan Kamlasi Anjulin Yonathan Kamlasi,M.Pd Anna Sakreti Nawangsari Aply Rosyanti Halla Aprilia, Tehsa Argita Claudia Mone ARGITA CLAUDIA MONE Arianti Angelita Naitboho Arki Artaban Sae Arni Talan, Arni Asri Laksenia Tamonob Asri Laksenia Tamonob Asrin Deweli Nenotek Nenotek Atamukin, Kanisius Kedan Kian Atulolon, Maimuna Faizah Rahma Auliya Ratnasari Ave Regina Chandra Kirana Awalya Awalya, Awalya Ayu Souterya Alkatiri Aziz, Qiqiya Tantowi Badruddin Nasir Banola, Arnoldus Jansen Patrio Basri Basri Bau, Mario Ferdinan Beatrix Nino Funay Benu, Alfret Berek, Kristiana Yanti Binti Ros Azman, Aina Sofea Bonevantura Magi Mudamakin Brampi Soniman Sae Brampi Soniman Sae Brigita Hilda Taek Bunga Triana Lalus Bureni, Estalin Nepa Burhanuddin Susamto Chrisandes Kurniawan Naikofi Claudia Aurelia Albertini Lona Da Silva, Nining Lestari Daro, Katarina Dato Abdul Aziz Daud Yefkanius Nassa Deanatalis Padji Dogi Dogi Dedy Riwu Deni Rudolof Tunliu Denil Ngginak Denil Ngginak Desi Asmaret Desiana M. Bulu Destriani Silla Dewi Astuti S. Saleh Diah Permata Rosalin Abineno Diyah Khadijah Blegur Doe Rato, Maria Yuliani Donatus Ferdinando Kota Dorkas Yufice Ariyanti Kale Dwiputa, Rahyudi Dwiputra, Rahyudi Eddy Silamat, Eddy Edelvina Apolonia Kuza Egidius Fkun Elisabet Vanesha Reta Reta Elisabeth Rari Basa Emilia Nadya Pa’a Emirenciana Aek Bria Ence, Eufrasia Erikson Agung Bau Erikson Agung Bau Eroy Marthen Selan Erwin Styven Aditya Tari ERY BENU Esty Jumirna Taneo Eufrasia Bolo Fahrur Rozi Fatin Ojes Nakmofa Fauziah F. Lassar Kadir Febiana Elisabet Mase Felisia Atriliani Imung Ferawati Bana Fernando, Riski Firdiyanti Florensa Gaina Fransiska Modhe Dua Fredik Lambertus Kollo Frida Elsin selan Ganggut, Agnes Yuniatri Gemian, Stefani Bita Gheanida J.J Funu Glen Awe Golose, Petrus R. Gregoriana Martina Faot Gupuh Rahayu Hago, Maria Mirayanti Harsya, Rabith Madah Khulaili Hasibuan, Kalijunjung Helmi debora tobe Hendri Irawan Herlina Anut Heronsius Sani Ritan Ibrahim, Sayyid Malik Imut, Basilika Riskiana Indah, Elisabeth Yohana Indra Kertati Indriya Fathni INTAN MARLENCI LADA Intan marlencia lada Intan Yulintri Sopaba Intan Yulintri Sopaba Irennia S. Nomleni Irfan Harbona Ollo Irham Wibowo Irham Wibowo Irwan Abbas Ismail Ismail Istianah, Anif Iwan Harsono Izhatullaili Jama, Karolus Budiman Jami Djeru Jelita Makdarenci Laitera Jelita, Maria Trivonia Jeluhur, Helda Jenita Selan Jeny Susanti Manoh Jermy I. Balukh Jetia, Yovita Erliana Johanes Jufrianus Lau Johannes P Kumagaya Juan delgibed sinlae Juwaldi Amheka Kamola, Ledrik A. W Kares, Antonius P Karmelita Elu Karolus Liat Lengo Katarina Deran Kia Nimunuho Keba, Aprilini Dima Kefi Listiana Fransisca Taneo Keraf, Veronika Tiara Hingi Kevi Listiana Fransisca Taneo Kevy L. F. Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo khusnul khotimah Kian, Selviana Lipat Ara Kirana, Ave Regina Chandra Klarinta Victoria Bayfeto Klau, Cesilia Lucia Koleta Luruk Klau Kollo, Fredik L. Kontesa, Agnesia Fifin Kristiana Lipat Samon Kristiani , Wihelmina Leni Kristina Desita Angul Kurniati Amir kuza, Edelfina Apolonia Laga, Oskar Enjelius Lau, Clarisa Angelina Aeng Leonardus Hare Ladjar Leoni Elsa Noni Faot Letma, Faransina Ludung, Goden Harna Hadia Luluk Sarifah Ly, Petrus Ly, Rehan Glen Made Susilawati Maimunah Faizah Rahma Atulolon Mali, Maria Muliani Maran, Yohana S. R Mardini Tae Maria Cindiany Baru Maria Cindiany Baru Maria Delastrada Namang Maria Fatima Muti Maria Fransiska Mika Maria Fransiska Mika Maria Galgani Rovianyta Toi Maria Indrawati Sanan Maria Jesnita Melania Lao Maria Karolina Rei Maria Kartika Jinas Maria Novensia Epi Lengo Maria Selfiani Teci Maria Sipriani Dau Maria Sofiati Siki Maria Susanti Mariam clarita mauko Marianus Bhau Rengga Bria Marianus Siga Mark Jhon Bilistolen Marsi Bani Maru, Yohanes Carlos Kasilas Mei Marwinata, Pepy Mase, Febiana Elisabet Mau, Rosadelima Asti Mazidah, Zidna Melinda Ratu Radja Melkian Diki Talumbani Menci Adi Yatr Nomleni Meo, Maria Natalia Meo, Matrona Mere, Anastasia Boleng Mersiana Wanda Tuti Issu Mersiana Wanda Tuti Issu Meryana Micselen Doko Mnanu, Nafsyan A Modok, Grasella Ferina Nai MUHAMMAD ALI Muhammad Ali Muhammad Dheo Adrian Muhari Muhammad Hakeem Musataklima Musataklima, Musataklima Nadia Naema Sisilia Yuniati Lodo Naitboho, Yufitris Nana, Katarina Rensa Natalia Fransiska Alunat Natalia Stefania Beka Natalidya Bolang Naya Fransiska Talan Negat, Katharina Nelson Alberto Selan Nesi Rosalinda Kenjam Nety Novita Hariyani Nggandung, Yeheskial Ngurah Dharma Putra Niela Agustin Hermawatie Nindy Nenobais Nining Lestari Da Silva Nitti, Novalianti Nobertus Deni Cuan Nomeni, Netriana Nomleni, Hanani R Novia Srinestava Sari Nuak, Angelina Seran Oksix Godlavson Rutin Tari Oktaviana Mopia Oktovina Mopia Ola, Maria F. A. L ola, Nadia menu Olla, Yunita Ratu Openg, Wiliam Fenoli Kituk Ortalana Anisa Merfi Tob Oswaldus Rinaldi Pandu, Gita Larasti Pastela Sulastri Seja Seja Payong, Emilia Waha Perpetua Felisitas Gesu Petronia Mersiana Damai Petrus Alexander Tamonob Prasetiyo, Handoko Budi Pratama, T. Andana Harris Purwoko, Agus Radja, Daud Christo Luis Rahyudi Dwiputra Rahyudi Dwiputra Rahyuni Dwiputra Redemtoria Juana Sanbret Regina Tutoq Rini Maldianci Teuf Rinovian Rais Riven Imanuel Timo Robert Alex Serang Rosalia Neonbeni Salam, Nor Saldy Hermanus Pandie Samuel Buha Raja Nadeak Samuel Riwu Ratu Sanan, Maria Indrawati Sanung, Florentina Sapay, Yumri Agelvi Sarni Sain sarni sain Selan, Nelson Alberto Selfi Theorin Kasse Sensi, Nataliana Sepete Adrian Mangngi Sepete Adrian Mangngi Sesilia Ruron Shofiatul Jannah Sholeh, Achmad Khudori Siga, Marianus Silla, Destriani Siregar, M Parlin Rahmadhana Soleman D. Nub Uf Sonya W. O. Ay Stefynia Adriana Lengo Stefynia Adriana Lengo stevan christian antoin Stevania Gladis Ola Sudiyarti Sudiyarti Sunarto, Muhammad Zainuddin Sunawan Sunawan Sur Ical Lani Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Susan Clarita Maro Suwandi Suwandi Syafrullah, Muhammad Deddy Syaifudin, Muh Syunikitta, Mirwanti T. Andana Harris Pratama Tanty Milan Antonia Dollu Taolin, Ainu P Tapatab, Shintya M Tari, Erwin Styven Aditya Tefa, Alencia Tenmau, Delprila G Tes, Hendri Septiano Theresia B. S. Keransj Theresia Bernadete Omi Diaz Theresia Devanti Larantukan Theresia Vivin Thomas Kemil Masi Tonis, Marselina Totnay, Christafora Caeselia Tri Widya Kurniasari Triyanti G. Dubu Uki, Lion Edison Uly, Marselina Umar, Sitirahia Hi Vaza, Moh. Rafi Irvanul Venansiu Gabur Vivin, Theresia Irnatesa Wahyudin Noe, Wahyudin Wandal, Yufani Rambu Liga Wangku, Juliano A Welmi Ananda Ngongo Welmi Ananda Ngongo Wihelmina Ruli Loo Winarto, Tri Wirman, Wirman Wunu, Maria Anjelina Wesa Yeremia Kabnani Yohana Gaudensia Dhodhi Rema yohana krisona Yohana Kristina Nima Yohana Kristina Nima Yohana Nima Yohanes Lengari Yonathan Anjulin Kamlasi yoriana Atti Yosep Copertino Apaut Yosepha N. Gudhu Yufitris Naitboho Yulia Yulia Yunitha Devrudyan Doko Zaenul Mahmudi Zaman, Jamrud Qomaruz Zilmi Haridhi