p-Index From 2021 - 2026
8.068
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

PERGESERAN PARADIGMA GERAKAN ISLAM: DARI KULTURALISME KE PURITANISME DALAM KONTEKS SOSIAL-POLITIK INDONESIA Yossar, Yossar; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal; Ritonga, Mahyudin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7735

Abstract

Artikel ini menganalisis pergeseran paradigma gerakan Islam di Indonesia dari pendekatan kulturalisme menuju puritanisme dalam tiga dekade terakhir. Berdasarkan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, ditemukan bahwa pergeseran ini dipicu oleh faktor globalisasi informasi, krisis otoritas keagamaan tradisional, politisasi agama, modernisasi, dan pendanaan asing. Analisis dialektika pemikiran para ahli menunjukkan polarisasi antara kelompok yang memandang puritanisme sebagai ancaman terhadap Islam Nusantara dan kelompok yang melihatnya sebagai bentuk pembaruan dan pemurnian akidah. Implikasi pergeseran ini terlihat dalam bidang pendidikan, politik, dan sosial, termasuk perubahan kurikulum pesantren, fragmentasi suara politik Muslim, dan segregasi spasial berdasarkan aliran keagamaan. Artikel ini menawarkan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah, ormas Islam, akademisi, dan masyarakat sipil dalam merespons dinamika tersebut.
ISLAM BERKEMAJUAN: ISLAM NUSANTARA VS BERKEMAJUAN DALAM KONTEKS INDONESIA MODERN Putra, Rizki Eka; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal; Ritonga, Mahyudin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7736

Abstract

Artikel ini membahas dinamika diskursus antara Islam Nusantara dan Islam Berkembang dalam konteks Indonesia modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap berbagai pemikiran para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki perbedaan dalam pendekatan dan penekanan, kedua konsep ini sebenarnya saling melengkapi. Islam Nusantara menawarkan pendekatan kultural-historis yang akomodatif terhadap budaya lokal, sementara Islam Berkembang menawarkan pendekatan teologis-modernis yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Artikel ini menyimpulkan bahwa sintesis kreatif antara kedua konsep diperlukan untuk menjawab tantangan Islam Indonesia di era modern.
PERGESERAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH DARI KULTURALISME KE PURITANISMEPADA PERIODE 1930-AN Budi, Budi; Ritonga, Mahyudin; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7831

Abstract

Muhammadiyah, didirikan pada 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta, awalnya mengadopsi pendekatan kulturalisme yang mengintegrasikan Islam dengan budaya lokal Jawa. Namun, pada periode 1930-an, terjadi pergeseran signifikan menuju puritanisme, yang menekankan pemurnian ajaran dari unsur bid'ah, takhyul, dan khurafat. Artikel ini menganalisis faktor-faktor utama pergeseran tersebut, prosesnya, dampak terhadap identitas Muhammadiyah dalam masyarakat Islam Indonesia, serta pengaruh eksternal seperti ideologi Wahabi dan globalisasi kolonial. Analisis historis menunjukkan bahwa pergeseran ini didorong oleh dinamika internal (peran tokoh kunci dan Majelis Tarjih) serta eksternal (penyebaran ide Salafi melalui haji dan modernisasi transportasi). Dampaknya menciptakan dikotomi antara Muhammadiyah sebagai gerakan modernis-puritan dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pembela tradisi, yang tetap relevan hingga kini.
Co-Authors - Afrizal AA Sudharmawan, AA Afriandi, Budi Afriko, Novik Agus, Fauzi Agusrianto, Agusrianto Aljamaedi, Aljamaedi Almawadi, Almawadi Amat, Ali Aminah Aminah Amrizon, Amrizon Andrianto Andrianto Anwar Pahutar, Agus Anzalman Anzalman, Anzalman Apriandi, Budi Apris Apris, Apris Ardianto, Firdaus Ari Prima Arisnelwati, Arisnelwati Arman, Iza Arni, Tatis Asmaret, Desi Ayu, Sandra Badriyatul Muniroh, Badriyatul Bakar, Rohandi Abu Budi Budi Bukhari Bukhari Bulek, Muhammad Jahar Bumi, Hengki Ras Dafril, Dafril Dahlan, Dasrizal Dahlan, Desrizal Dasrizal D, Dasrizal Dasrizal Dahlan Djosan, Marlina Elhusein, Shofwan Karim Elhusen, Shofwan Karim Elhusen, Sofwan Karim Eliyadi, Eliyadi Elvina Elvina Ermawita, Yulia Ermiza Ermiza Fadli, Rahmat Firdaus, Khairul Gusnita, Fitri Habibi, Asmar Halim, Syaflin Hazirman, Hazirman Hendri Hendri Ihsan Ihsan Ikbal, Ahmad Ismasnawati Ismi, Khairati Jayusman, Sandi Johardi, Johardi Julhadi, Julhadi Kadri, Husen Karim Elhusein, Sofwan Karim Elhusein, Syofwan Kemerindo, Gref Khairunnas, Khairunnas Kholidah Kholidah, Kholidah Lidra, Ahmad Lona, Devita Lukis Alam M, Mukhlis M. Fikar Mahyudin Ritonga Maltifal, Maltifal Marlinton, Eki Masnita, Delmi Meredian Alam Mitra, Fitria Muhammad Faisal Muhammad fauzan Muhammad Fauzi Muhammad Husin Muksinin, Muksinin Mulyadi Mulyadi Mursal Mursal Nasution, Suryadi Nilawati Nilawati Nofrizal Nofrizal Nofrizal, Edi Novigator, Hendri Nur Saadah Khudri Nurhamidar, Nurhamidar Nurhayani nurhayani Nurnajmi, Nurnajmi Pilihantoni, Riko Putra, Aria Putra, Ronika Putri, Meidia Rahmi Rahmi Raja Ritonga Ras Bumi, Hengki rasyid, aguswan Riki Saputra, Riki RISNA OKTAVIA, RISNA Ritonga, Ahmad Roisuddin Rizki Eka Putra, Rizki Eka Ronaldi, Ronaldi Rosniati Hakim Sari, Elpita Sobhan, Sobhan Sri Hidayati Sri Wahyuni Sukmayeti, Sukmayeti Sukri, Indra Surianti, Lizi Virma SURYANINGRUM, EVI Susmita, Deti Syafrianto, Syafrianto Syafrion, Syafrion Syafriyon Syahruddin Syahruddin Syofrianisda, Syofrianisda Syukralaili, Syukralaili Thaheransyah Wahdi, Rifana Wahyun, Sri Wahyuni, Yessi Wulandari Wulandari Yakub, Ramli Yanfaunnas, Yanfaunnas Yasrah Dalimunthe, Rahma Yondrizal, Yondrizal Yossar, Yossar Yusneti Yusra, Linda Zulhandra, Zulhandra Zulkifli Zulkifli