Articles
Sistem Dan Kebijakan Perbankan Di Indonesia
Dian Maylani;
Hifna Rizqiyani Maulida;
Selfiya;
Rini Puji Astuti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.581
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan kebijakan perbankan di Indonesia. Metode penelitian yang dipakai didalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah studi terhadap objek-objek alam yang instrumen utamanya adalah peneliti, teknik pengumpulan data dilakukan secara kombinasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih mengarah pada makna daripada makna generalisasi. Data yang dikumpulkan adalah data, bukan angka. Pada penelitian ini peneliti menggunakan sumber data yaitu data sekunder yang di dapat dari jurnal ilmiah, buku, tesis, skipsi, dan data sekunder lainnya. sistem dan kebijakan perbankan di Indonesia sebagai fondasi utama dalam memastikan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Sebagai salah satu pilar utama dalam infrastruktur keuangan negara, sistem perbankan Indonesia terus mengalami perkembangan dan peningkatan untuk memenuhi tuntutan zaman dan memperkuat kedudukannya di tingkat global.
Tantangan dan Peluang Transformasi Bank Sentral di Era Digital
Lestari, Liviana Miftah;
Uly Sunil Asyura;
Vaza Zahiduz Zaka;
Rini Puji Astuti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.589
Transformasi bank sentral di era digital menghadirkan tantangan keamanan siber, perlindungan data, dan adaptasi regulasi terhadap inovasi teknologi, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, dan inklusi keuangan melalui teknologi seperti blockchain dan mata uang digital bank sentral (CBDC). Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis literatur, menganalisis dampak teknologi digital pada fungsi dan kebijakan bank sentral. Melalui wawancara dengan pakar dan pejabat bank sentral serta analisis dokumen resmi, penelitian ini mengidentifikasi strategi untuk mengoptimalkan manfaat transformasi digital sambil memitigasi risiko, dengan tujuan meningkatkan stabilitas dan efisiensi sistem keuangan global.
Strategi dan Mekanisme Teori Kebijakan Moneter
Andriani Maghfiroh F.S;
Yanuar Imam Ardiansyah;
Rini Puji Astuti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.590
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus mengalami pasang surut membutuhkan pengelolaan dan kebijakan yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu kebijakan yang digunakan untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi pada suatu negara adalah dengan menggunakan kebijakan moneter (monetary policy). Kebijakan moneter merupakan ilustrasi kebijakan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ekonomi dengan tujuan utama adalah memelihara kestabilan nilai rupiah. Kebijakan moneter juga sebagai senjata untuk mengatur jalannya perekonomian dan khususnya mengendalikan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan yaitu dengan beberapa instrumen kebijakan moneter yang telah ditetapkan. Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun tetap stabil maka itu tidaklah mudah jika tidak diikuti oleh kemampuan variabel makroekonomi. Fokus kebijakan moneter dalam stabilitas harga kurang memperhitungkan risiko akibat interaksi sistem keuangan dengan makroekonomi dan macrofinancial linkages. Penggunaan kebijakan moneter berdasar pada Inflation Targeting Framework memang menunjukkan keberhasilan dengan menurunkan tingkat inflasi, mendorong pertmbuhan ekonomi serta menekan tingkat suku bunga, kondisi seperti ini sangat memungkinkan munculnya pertumbuhan kredit berlebih yang menjadi penyebab munculnya moral h azard para pelaku bisnis.
Teori Bank Sentral Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan
Dian Zahra Izzati;
Novita Nur Aprianti;
Fritzy Nur Ardli;
Rini Puji Astuti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.595
Bank sentral memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan suatu negara. Sebagai otoritas moneter, bank sentral memiliki kewenangan menggunakan berbagai instrumen kebijakan untuk memengaruhi likuiditas dan suku bunga di pasar uang, yang berdampak pada perbankan dan sistem keuangan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengkaji teori dan praktik operasional bank sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran bank sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan termasuk dalam mandat ekonomi mikro, terkait fungsinya menjaga kestabilan harga serta mengejar pertumbuhan ekonomi. Praktik operasionalnya meliputi kebijakan moneter, penyediaan jaring pengaman keuangan, pengawasan perbankan, manajemen krisis, dan koordinasi kebijakan. Teori-teori seperti intermediasi keuangan, informasi asimetris, dan independensi bank sentral melandasi operasional tersebut. Disimpulkan bahwa kebijakan dan operasi bank sentral dalam bidang ini terus berkembang seiring kompleksitas sistem keuangan global.
Perkembangan Bank Sentral di Era Globalisasi
Rini Puji Astuti;
Fitri Musyarrofatin Nailiyah;
Kamaliyatul Mawaddah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.597
Globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor perbankan. Di era globalisasi ini, peran bank sentral menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan finansial suatu negara. Bank sentral tidak hanya berperan sebagai pengawas sistem perbankan, tetapi juga sebagai pengatur kebijakan moneter yang berdampak pada perekonomian nasional. Perubahan dinamika ekonomi global menuntut bank sentral untuk terus beradaptasi dan mengembangkan strategi yang efektif dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ada.
Implementasi Digital Currency Oleh Bank Sentral: Peluang Dan Tantangan
Aprilia Cahya Mutiara;
Rini Puji Astuti;
Susilowati Rahayuningsih;
Annisak Isnaeni Rusmiyanti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.598
Uang menurut ilmu ekonomi merupakan sebuah alat tukar yang dapat diterima secara umum. Objek tukar dapat berupa benda atau jasa yang dilakukan oleh masyarakat. Uang merupakan bagian penting dalam kehidupan, segala sesuatu yang berkaitan dengan transaksi jual beri barang atau jasa sangat erat kaitannya dengan uang. Uang juga menjadi tolak ukur dalam menentukan kebijakan moneter di seluruh dunia. Perkembangan di era digitalisasi, perputaran ekonomi dan perubahan perilaku manusia yang semakin meningkat berpengaruh pada konsep uang yang berangsur-angsur mengalami perubahan, dimulai dari sistem burter hingga dicetak uang yang berbentuk logam dan kertas yang digunakan sebagai alat tukar. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi serta peluang dan tantangan Digital Currency atau rupiah digital yang merupakan sebuah cetusan model uang baru dalam bentuk digital yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia baru-baru ini yaitu uang rupiah digital yang dibentuk dengan menggunakan teknologi block chain. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.
Hubungan Antar Keuangan Neraca Bank Sentral Dan Neraca Pembayaran Internasonal
Rizza Agustin;
Rini Puji Astuti;
Dian Herni Fidayah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.599
Bertujuan untuk menganalisis hubungan keuangan neraca bank sentral dan beraca pembayaran internasional. Keuangan bank sentral dan neraca pembayaran internasional adalah dua aspek yang memiliki peran penting dalam stabilitas keuangan suatu negara dan hubungan ekonomi dengan negara lain. Keuangan bank sentral mencerminkan kesehatan keuangan institusi yang bertanggung jawab atas pengelolaan mata uang negara, pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara keuangan bank sentral dan neraca pembayaran internasional menjadi sangat penting Perubahan dalam keuangan bank sentral dapat berdampak pada neraca pembayaran internasional suatu negara, sedangkan perubahan dalam neraca pembayaran internasional dapat mempengaruhi keuangan bank sentral. Hubungan antara keuangan bank sentral dan neraca pembayaran internasional memiliki peran yang penting dalam menjaga stabilitas keuangan suatu negara dan mempengaruhi hubungan ekonomi dengan negara lain. Keuangan bank sentral mencerminkan kesehatan keuangan institusi yang bertanggung jawab atas pengelolaan mata uang suatu negara, keuangan bank sentral melibatkan aspek keuangan institusi tersebut. Pengelolaan neraca bank sentral melibatkan pengawasan dan pengendalian terhadap neraca keuangan bank sentral. Analisis Keuangan Bank Sentral Keuangan bank sentral melibatkan analisis dan pemahaman tentang aspek keuangan yang terkait dengan bank sentral suatu negara. Neraca bank sentral mencerminkan posisi keuangan bank sentral pada suatu periode waktu tertentu. serta implikasinya terhadap stabilitas keuangan bank sentral penting dalam pembahasan keuangan bank sentral. serta implikasinya terhadap kesehatan keuangan bank sentral dan kebijakan moneter Kebijakan Keuangan Bank Sentral Keuangan bank sentral berhubungan erat dengan kebijakan moneter dan kebijakan keuangan secara keseluruhan Pembahasan tentang keuangan bank sentral juga melibatkan analisis kebijakan yang terkait dengan pengelolaan aset dan kewajiban, dan Implikasinya terhadap Stabilitas Keuangan Neraca bank sentral mencerminkan posisi keuangan bank sentral pada suatu periode waktu tertentu.
Peranan Kebanksentralan Dalam Menjaga Stabilitas Keuangan
Junnita Wanda Herawati;
Rini Puji Astuti;
Imada Wiken Al Khildina;
Wasiatul Hasanah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.600
Fluktuasi perekonomian dunia terus berlangsung seiring dengan guncangan ekonomi yang disebabkan oleh negara-negara yang dikenal sebagai kekuatan besar Membawa dampak yang cukup besar terhadap perekonomian indonesia tekanan dan resiko terhadap perekonomian domestik juga berdampak serius pada nilai tukar rupiah , menurun nya keyakinan pelaku ekonomi serta terjadi peningkatan pada sektor kooprasi harus segera dicegah karena apabila tidak segera ditangani maka menimbulkan dan dapat berakibat pada kondisi melemahnya sektor pertumuhan ekonomi. Sedangkan tujuan nya adalah untuk mencapai stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Kebijakan moneter melibatkan pengaturan jumlah uang yang beredar, suku bunga, dan ketersediaan kredit untuk mencapai stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Bank sentral memiliki peran kunci dalam sistem keuangan suatu negara, termasuk pengendalian kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan memberikan dukungan pada stabilitas nilai mata uang. Kebanksentralan memiliki beberapa peran kunci dalam sistem keuangan suatu negara. Peran-peran ini meliputi pengendalian kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung stabilitas nilai mata uang seperti ketidakstabilan sistem keuangan dapat menyebabkan beberapa kondisi yang merugikan, seperti: 1. Transmisi kebijakan moneter terganggu, sehingga kebijakan moneter menjadi tidak efektif. 2. Fungsi intermediasi tidak berjalan dengan baik, karena alokasi dana yang tidak tepat menghambat pertumbuhan ekonomi. 3. Ketidakpercayaan publik terhadap sistem keuangan, yang sering kali diikuti oleh perilaku panik investor untuk menarik dana mereka, sehingga mendorong terjadinya kesulitan likuiditas.
Sistem Pembayaran Di Indonesia
Riska Syoviyana;
Yoga Adi Saputra;
Nindita Muhafillah;
Rini Puji Astuti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.604
Sistem pembayaran adalah sebuah sistem yang di dalamnya terdapat seperangkat aturan kontrak perjanjian fasilitas dan mekanisme operasional yang digunakan untuk mengirim dan menerima pembayaran serta memenuhi kewajiban pembayaran di mana melalui pertukaran antar individu, bank dan institusi lainnya baik domestik maupun lintas batas antar negara.Alat pembayaran berkembang sangat pesat dan maju saat ini jika kita melihat kebelakang awal mula alat pembayaran dikenal dengan sistem barter atau antar barang yang diperjualbelikan di era pra moderen. Dalam perkembangannya mulai dikenal satuan tertentu yang berfungsi sebagai alat pembayaran yang disebut uang hingga saat ini uang masih menjadi salah satu alat pembayaran utama yang berlaku di masyarakat.selanjutnya alat pembayaran terus berkembang dari alat pembayaran tunai alat pembayaran non tunai Seperti alat pembayaran berbasis kertas misalnya cek dan bilyet Giro Selain itu dikenal juga alat pembayaran paperless seperti transfer dana elektronik dan alat pembayaran memakai kartu.
Sistem Pembayaran Di Indonesia
Al Karimatus Sa’idah;
Rini Puji Astuti;
Bahrur Rosi;
Selvina Risqi Nurhasanah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.607
Penelitian ini membahas sistem pembayaran di Indonesia, termasuk sejarah, peran Bank Indonesia, dan alat pembayaran tunai dan non tunai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan kajian pustakaan. Peneliti ingin menggambarkan fenomena-fenomena yang sedang berlangsung atau sudah terjadi. Data yang dikumpulkan berasal dari buku dan jurnal ilmiah terkait sistem pembayaran di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembayaran di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan dari masa ke masa. Mulai dari sistem kliring manual hingga era digital dengan fintech, sistem pembayaran telah beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk menyediakan transaksi yang lebih efisien, cepat, dan aman. Bank Indonesia, sebagai regulator, telah memainkan peran kunci dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta dalam pengembangan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung inovasi dalam sistem pembayaran. Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 menunjukkan komitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat ekosistem pembayaran nasional agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.