Claim Missing Document
Check
Articles

Kerangka Operasional Dan Analisis Makro Ekonomi Moneter Vipta Riani Okta Fianti; Rini Puji Astuti; Lailatul Qomariyah; Ma’rifatul Amalia
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.307

Abstract

Pemerintah memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara. pemerintah mempunyai peranan untuk membuat kebijakan yang disebut dengan kebijakan makroekonomi. Sebagaimana diketahui , kebijakan moneter merupakan salah satu bagian integral dari kebijakan ekonomi makro yang mempunyai peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut kita dapat melakukan Serangkaian langkah Kerangka operasional Dalam rangka mencapai sasaran akhir kebijakan moneter. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan telaah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerangka operasional dan analisis makroekonomi kebijakan moneter adalah alat yang digunakan oleh bank sentral untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kebijakan moneter. Tujuannya adalah mencapai stabilitas harga, mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat, dan menjaga stabilitas keuangan. Dengan menggunakan instrumen kebijakan yang tepat dan analisis yang akurat, bank sentral dapat mempengaruhi faktor-faktor ekonomi yang penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Peluang Dan Tantangan Masa Depan Terhadap Perbankan Syariah Di Indonesia Alviatus Soleha; Rini Puji Astuti; Riski Febri Yanti
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.321

Abstract

Abstrak ini mengkaji prospek dan kesulitan yang akan dihadapi industri perbankan di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan perbankan syariah. Perdebatan mengenai ledakan pertumbuhan bank syariah di Indonesia terfokus pada penggunaan Financial Technology (Fintech) sebagai faktor penentu keberhasilan. Fintech menghadapi sejumlah kendala, termasuk kepatuhan syariah, keamanan data, literasi digital, dan integrasi sistem, meskipun terdapat janji peningkatan efisiensi operasional, aksesibilitas layanan, dan inovasi produk. Perbankan syariah diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan ini dan memaksimalkan keuntungan adopsi Fintech dengan menerapkan pendekatan terintegrasi yang mencakup peningkatan keamanan siber, inisiatif pendidikan konsumen, dan integrasi sistem. Untuk sepenuhnya mewujudkan potensi Fintech dan mengembangkan lanskap keuangan yang lebih fleksibel dan inklusif, kerja sama antara startup Fintech dan bank syariah dianggap penting Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam terhadap dampak teknologi finansial dalam perbankan syariah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali persepsi dan pengalaman berbagai pemangku kepentingan dalam perbankan syariah terkait dengan perubahan paradigma dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan untuk pemahaman kita tentang peran teknologi finansial dalam transformasi perbankan syariah
Fungsi Pengawasan Pada Bank Indonesia Dan Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Perbankan Nurrika Septa Alfianti; Rini Puji Astuti; Ummah Habibah; Moh. Yafis Shudur; Dani Triiswanto
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.424

Abstract

Bank merupakan salah satu sumber pendanaan utama bagi perusahaan, kegagalan suatu bank juga dapat berdampak pada perusahaan selain perusahaan sektor keuangan . Adapun data hasil  Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang fokus pada penelitian, pengkajian dan pembahasan literatur klasik dan kontemporer. dalam hal ini penelitian ini bersifat deskriptif analitis dan mengumpulkan data dari berbagai sumber antara lain buku, penelitian dan sumber lain selaku pengawas dan pengawas perbankan Indonesia. Bank Indonesia tidak mungkin melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya tanpa memperhatikan tujuan yang secara tegas dinyatakan dalam peraturan perundang-undangan.. Satu-satunya bank di Indonesia yang menjalankan tugas bank sentral adalah Bank Indonesia. Faktor penting dan penentu dalam kehidupan perekonomian suatu negara adalah seberapa baik bank sentral menjalankan tugasnya. Hal ini berdampak pada kondisi perekonomian negara. Sebagai pengawas dan pengawas perbankan di Indonesia, Bank Indonesia dalam menjalankan peran dan fungsinya tidak lepas dari tujuannya yang diatur secara tegas dalam undang-undang.
Peran Bank Sentral Dalam Mengatur Perekonomian Negara Fadilatul Najah Afrylia; Rini Puji Astuti; Iga Ilya Dewi; Angelica Permatasari
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.425

Abstract

Bagian tepenting pada negara perekomian ini salah satunya adalah bank sentral. Bank sentral berperan penting dalam menjaga kestabilan keuangan Negara. Bank Sentral juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur perekonomian suatu negara. Peran ini meliputi pengaturan kebijakan moneter, pengawasan perbankan, pengawasan lender of last resort, pengaturan sistem pembayaran, pengawasan stabilitas sistem keuangan, pengawasan kebijakan fiskal, dan pengawasan kebijakan moneter internasional. Dalam sintesis, Bank Sentral memainkan peran kunci dalam menjaga kestabilan perekonomian negara dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.
Bank Sentral Dan Neraca Pembayaran Internasional Miftahul Jannah; Rini Puji Astuti; M. Rafi Khoirum Umam; M.Anwar Saddad
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.428

Abstract

Bank sentral memainkan peran penting dalam mengelola neraca pembayaran internasional suatu negara. Neraca pembayaran internasional mencatat semua transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain dalam periode waktu tertentu. Bank sentral bertanggung jawab untuk memantau dan mengelola neraca pembayaran melalui berbagai kebijakan moneter dan nilai tukar.Defisit neraca pembayaran yang berkepanjangan dapat menyebabkan tekanan pada cadangan devisa dan nilai tukar suatu negara. Dalam situasi ini, bank sentral dapat mengambil langkah-langkah seperti menaikkan suku bunga untuk menarik aliran modal masuk atau memperketat kebijakan moneter untuk meredam permintaan domestik dan impor. Di sisi lain, surplus neraca pembayaran yang besar dapat menyebabkan apresiasi nilai tukar yang berlebihan, yang dapat merugikan sektor ekspor.Bank sentral juga berperan dalam mengelola cadangan devisa negara, yang digunakan untuk memfasilitasi perdagangan internasional dan melindungi nilai tukar dari guncangan eksternal. Dengan mengawasi arus masuk dan keluar mata uang asing, bank sentral dapat mengambil tindakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menjaga keseimbangan neraca pembayaran.Secara keseluruhan, pengelolaan neraca pembayaran internasional yang efektif oleh bank sentral sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi makro, mempromosikan perdagangan dan investasi internasional, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kebijakan Moneter Di Indonesia Maulidatul Hasanah; Rini Puji Astuti; Intan Ambarwati; Maryani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.430

Abstract

Kebijakan moneter merupakan salah satu komponen penting dalam sistem ekonomi yang kondisinya selalu tidak pasti. Sebelum krisis moneter Asia pada tahun 1997, Indonesia menerapkan kebijakan moneter yang cenderung longgar. Bank Indonesia, sebagai bank sentral negara, lebih fokus pada pertumbuhan ekonomi daripada menjaga stabilitas harga. Saat krisis moneter melanda Asia pada tahun 1997, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Bank Indonesia terpaksa mengubah kebijakan moneternya secara drastis untuk mengatasi gejolak ekonomi yang terjadi. Upaya stabilisasi mata uang rupiah dilakukan melalui intervensi pasar valuta asing dan peningkatan suku bunga acuan secara signifikan. Setelah krisis 1997, Indonesia melakukan reformasi sistem keuangan dan moneter untuk memperbaiki ketahanan ekonominya. Bank Indonesia mulai menerapkan kebijakan inflasi targeting dengan fokus utama pada stabilitas harga. Kebijakan kuantitatif juga pernah digunakan di Indonesia dalam kebijakan moneter. Untuk menstabilkan pasar keuangan dan meningkatkan likuiditas sistem perbankan. Pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi adalah tujuan dari kebijakan ini. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, bank Indonesia dapat intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan. Cadangan devisa yang besar juga memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan negara terhadap ancaman internasional. Sejak krisis moneter 1997, kebijakan moneter Indonesia telah mengalami perubahan besar. Fokus dari pertumbuhan ekonomi menuju stabilitas harga dan peningkatan ketahanan ekonomi melalui instrumen kebijakan kuantitatif dan pengaturan nilai tukar dan devisa.
Perkembangan Bank Sentral Tria Sughesti Adifa W; Rini Puji Astuti; Bilva Izzun N; Rifqiyan Humaidillah; Achmad Babun N
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.431

Abstract

Sejarah bank sentral berawal dari zaman kuno, di mana lembaga ini berkembang menjadi lebih kompleks dan memainkan peran penting dalam perekonomian. Latar belakang perkembangan bank sentral salah satunya adalah perkembangan sistem moneter, di mana kebutuhan akan lembaga untuk mengatur dan mengendalikan nilai uang logam dan koin semakin meningkat. Peran bank sentral meliputi menjaga stabilitas nilai tukar mata uang, mengatur suplai uang beredar, dan mencegah inflasi
Hubungan Antara Keuangan Neraca Bank Sentral dan Neraca Pembayaran Internasional Nur Afika Tiara Sari; Rini Puji Astuti; Mila Rosa; Indiana Kaffa
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keuangan neraca bank sentral dan neraca pembayaran internasional. Keuangan neraca bank sentral mencerminkan kesehatan keuangan institusi yang bertanggung jawab atas pengelolaan mata uang negara, sementara neraca pembayaran internasional mencakup aliran keuangan yang melibatkan transaksi antara suatu negara dengan negara lain. Studi ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif dan mengambil sampel data dari berbagai negara selama periode waktu tertentu. Melalui analisis yang cermat, temuan utama penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara keuangan neraca bank sentral dan neraca pembayaran internasional. Perubahan dalam komponen keuangan neraca bank sentral, seperti cadangan devisa, hutang luar negeri, atau aset luar negeri, dapat mempengaruhi kinerja neraca pembayaran internasional suatu negara. Selain itu, temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh bank sentral dalam mengelola keuangan mereka juga dapat berdampak pada neraca pembayaran internasional. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa keuangan bank sentral memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan keseimbangan neraca pembayaran internasional suatu negara. Pemahaman yang lebih baik tentang hubungan ini dapat membantu para praktisi keuangan, pengambil kebijakan, dan akademisi dalam merumuskan strategi yang tepat dalam mengelola keuangan negara dan menjaga keseimbangan pembayaran internasional. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, penelitian lanjutan diperlukan untuk memperluas cakupan analisis dan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi hubungan antara keuangan neraca bank sentral dan neraca pembayaran internasional.
Kapita Selecta Rini Puji Astuti; Devita Izzatun Faizah; Tri Wahyuni; Siti Aminah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.437

Abstract

Abstrak ini mengkaji prospek dan kesulitan yang akan dihadapi industri perbankan di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan perbankan syariah. Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan dan dukung dengan adanya OJK dan LPS untuk membantu perbankan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memberikan wawasan mendalam mengenai perbankan masa depan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali perselsi dan pengalaman berbagai pemangku kepentingan dalam perbankan terkait dengan perubahan paradigma dan tantangan yang akan di hadapi di mas depan. Hasil penelitian ini di harapakan dapat memberikan kontrubusi signifikan untuk pemahaman kita tentang perbankan masa depan
Konsep Uang Dalam Perspektif Ekonomi Islam Nelsiana Aprilin Indah Sari; Rini Puji Astuti; Ummi Sa’idah; Rendy Ilyas Febriansyah; Dimas Ariyanto
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.438

Abstract

Untuk memfasilitasi transaksi ekonomi, uang adalah sebuah alat pertukaran yang umum digunakan oleh masyarakat. Uang melakukan banyak hal, seperti berfungsi sebagai alat tukar untuk mempermudah pertukaran barang dan jasa, berfungsi sebagai ukuran nilai untuk menentukan harga barang dan jasa, dan juga berfungsi sebagai penyimpan nilai untuk menyimpan kekayaan untuk digunakan di masa mendatang. Uang dapat berbentuk digital, seperti saldo dalam rekening bank atau crypto currency, atau fisik, seperti logam dan uang kertas. Uang dan konsepnya terus berubah seiring kemajuan ekonomi dan teknologi. Dalam pengertian yang lebih luas, uang juga mencakup organisasi dan sistem yang bertanggung jawab atas pembentukan, pengawasan, dan penyebaran uang, seperti pasar keuangan, bank sentral, dan sistem perbankan. Dalam Islam, uang berfungsi sebagai alat tukar, pengukur nilai, dan penyimpan kekayaan. Konsep ini, mencakup bidang yang tidak terbatas pada ekonomi. Uang harus diperoleh secara halal dan digunakan dengan bijak dalam iman Islam. Salah satu faktor penting dalam pembagian kekayaan adalah zakat, atau sumbangan wajib bagi umat Islam kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, agama Islam mengajarkan untuk menghindari riba, atau bunga, yang dianggap sebagai bentuk eksploitasi dan ketidakadilan. Oleh karena itu, uang dalam Islam tidak hanya digunakan sebagai alat ekonomi tetapi juga sebagai alat untuk mencapai keadilan sosial dan keberkahan.
Co-Authors Abd. Rosit, Siva Indana Arisanti Abdul Ghoni Hasanul Islam Abdul Wafi Ach. Zidani Mubarok Achmad Babun N Adinda Iklilatul Aura Salsabila Adinda Kusuma Hati Adinda Wahyu Faradilla Adinda Wahyu Fardila Aditia Ramadani Adriani Aulia Putri Afidatur Rizqiyah Afifah Ismi Aulia Afrilia Faradisi Afrilla Safna Azifah Agus Syaiful Umar Ahmad Hasyim Muzadi Ahmad Syarifudin Hidayat Ahmad Zakaria Aiko Sakinah Putri Aisyah Shidiqiyah Al Karimatus Sa’idah Alfina Wulandari Alifatun Istiqamah Lailani Alisah Marselia Saputri Alviatus Soleha Ananda Olivia Putri Andi Audiansyah Andreas Gede Pangestu Andriani Maghfiroh F.S Angelica Permatasari Anggi Hadi Pratama Anggita Legian Afriana Anisa Sundhusiah Anisah Dwi Rahmawati Annisa Maulida Rachmawati Annisa Nur’aini Widya Sari Annisak Isnaeni Rusmiyanti Ansori Makruf Aprilia Cahya Mutiara Ardan Nafik Astrid Ulya Paramitha Kahfi As’adur Rofiq Alfaritsi Ayu Dwi Yulandari Baharudin Rachman Bahrur Rosi Christine Lim Xin Hui Citra Adi Cahyani Citra Dwi Puspita Dahniar Ananda Dani Triiswanto Danil Eka Ardiansyah Darian Fahris Ghofur Denis Oktaviana Desi Asfidatul Fitria Desi Duwi Safitri Desty Agilia Putri Nursaadah Devina Putri Meilia Devita Izzatun Faizah Dewi Eka Agustin Dewi Fajar Manikati Diah herifatul Jannah Dian Herni Fidayah Dian Holisa Dian Maylani Dian Zahra Izzati Diana Dimas Afriyanto Dimas Ariyanto Dinda Ika Yulianti Dwi Latifa Rizqina Dwi Mutmainnah Pelita Putri Efina Qomariyah Eka Safitri Elsa Zahrotul Afidah Elvi Sukesi Elvin Adria Saputri Erfan Efendi Erinatul Romadona Novianti Ervina Eka Sari Fadilatul Najah Afrylia Faikoh Faikoh Faiqotul Aliyah Faiqqotul Hikmah Farriz Nizar Irhamni Fica Aulia Fina Diantasari Fina Karmila Mafir Fitri Musyarrofatin Nailiyah Fitriyani Agustin Fritzy Nur Ardli Gading Ababil Geadeva Destri Ramadhani Ghaitsa Tamara Alya Kansa Habibatun Nafilah Hafid Muamad Ali Hafid Muhammad Ali Hafifatul Fitria Helfita Sari Herlinda Tri Novia Ramadani Hesti Ananta Wulandari Hifna Rizqiyani Maulida Hikmatus Sholihah Hilyatul Azizah Hindi Mohammad Hasan Hindi Rihadatul Ais Iffah Nabilah Iga Ilya Dewi Ilfany Dwi Azaliya Ilona Naysilia Aida Imada Wiken Al Khildina Imelda Aurani Nabila Indah Nurul Hidayati Indana Zulfa Azizah Indiana Kaffa Intan Ambarwati Intan Lutfi Nuraini Intan Masfaur Rohmah Intan Mustikawati Putri Intan Widi Astutik Intan Yulianti Istofina Azzaroh Izha Afkarina jazilar rohman, Muhammad faqih Jihan Fita Nabila Jonata Aldonama Julia Citra Anggraini Junnita Wanda Herawati Kamaliyatul Mawaddah Khoirul Umam khoirunnissa, izzun Laelatul Nur Hasanah Laila Zuhro Lailatul Kiptiyah Lailatul Qomariyah Lala Yunitasari Lathifah Shanaubar Islami Lestari, Liviana Miftah Lilik Munawaroh Lisa Maretha Wulandari Lukman Kholifatur Rahman Luluk Maulidia Lutfi Wijayanti M Faaza Maulana M Nur Cholis M. Bayu Prayoga M. Luqman Al Hakim M. Rafi Khoirum Umam M. Roby Hermawan M.Anwar Saddad Maharani, Hevy Risqi Maliatul Barokah Maryani Mar’i Muhammad Yudha Maulidatul Hasanah Maya Anggraini Ma’rifatul Amalia melisa Ramadhani MIFTAHUL JANNAH mila rosa Mistar, Eristiana Choirun Nisa Moh Aldi Sofyan Moh Arif Billah Moh Khoirul Anam Moh Samsul Rifa’i Moh. Kevi Kailila Afif Moh. Yafis Shudur Mohamad Aminudin Muchammad Rizkiansyah Fakhreza Muhammad Alif Ayatulloh Rohman Muhammad Aris Maulana Muhammad As’ad Dzarul Ghifari Muhammad Danial Rosipudin Afton Muhammad Dimas Hud Alfan Muhammad Farhan Riski Muhammad Fudholi Hamidul As’ad Muhammad Ghofur Muhammad Ghufron Afandi Muhammad Ilzamudin Muhammad Khanifan Abdillah Muhammad Robby Hermawan Muhammad Sohib Muhammad Syahrul Al Azziz Nabila Churrotul A'in Nadhilah Syarafina Nadia Putri Rahmawati Nadiah Ulfatun Hasanah Nafa Latif Vani Purwanto Nailatul Karomah Najimatul Badi’ah Najwa Bariroh Nazila Kusuma Wardani Nelsiana Aprilin Indah Sari Nia Safira Aprilia Firdaus Nida dusturiyah Niken Ayu Pusparani Niki Kurniasari Niki Kurnisari Nindita Muhafillah Nita Kurnia Ningseh Noviatus Shaleha Novita Nur Aprianti Nur Afika Tiara Sari Nur Alfitri Nur Alvinatul Hasanah Nur Laily Maulid Diana Nur Roziq Ramadhani Nurkholifah Husna Nurrika Septa Alfianti Nurul Firdausah Nurul Fitria Nurul isnainiah Oscar Achmad Djunaedi Puput Dwi Wulandari Puput Permata Sari Putra Alif Kurniawan Akbar Putri Sella Enjelita Putri Sofiatul Islamiah Putri Stevi Anggraeni Qomar Bagus Prayogo Rahmad Aditya Eka Febriyanto Ramadhanti Octavia Bulan Puji Mulya Rangga Bagus Wicaksono Rani Filianti Heti Negar Rani Maulida Sari Redita Maysa Ayu Refi Anggraini Rendy Andika Putra Rendy Ilyas Febriansyah Revy Aulia Putri Ria Ananda Putri Arviani Rifqiyan Humaidillah Rika Ifana Putri Mayangsari Riska Syoviyana Riska Wahyuningsih Riski Febri Yanti Risma Aini Wulandari Ristian Sinta Riya Dwi Abriwati Rizza Agustin Robiatul Aulia Rona Mardhatila Rufaidah Kallita Omega Salsabila Aurani faradilah Salsabila Nurmaulida Syifa Salsabilah Aurani Faradilah Salwatul Muslimah Sarifa, Fina Sarifatus Sakdiya Selfi Dwi Anggraini Selfiya Selvina Risqi Nurhasanah Septi Diah Ayu Ningtiyas Septiana Malihah Shaffiyah Shaffiyah Shinta Rahmawati Silvia Lailatul Anggraini Silvia Maulida I’lana Sinta Fatmala Sari SITI AMINAH Siti Fajriatun Ramadhani Siti Fatimatu Fitriyah Siti Horirin SITI NUR AINI Siti Shofiatul Mukarromah Siti Soleha Siti Sulistianti Kurmain Siti, Siti Sofiatul Maghfiroh Sofiatul Munawaroh Sulfaunsilah Susilowati Rahayuningsih Suswati Tanti Dewi Halimah Thalia Zhalzalbillah Damayanti Thoriq Reksa Alhady Thoriqh Afrizal Permana Tika Puspita Oktavianingrum Tri Wahyuni Tria Sughesti Adifa W Ulviatur Rohmah Uly Sunil Asyura Ummah Habibah Ummi Sa’idah Vahilda Febrianti Vaza Zahiduz Zaka Veby Septya Margareta Vipta Riani Okta Fianti Virinda Nadiva Fitri Wafiq Nur Azizah Wasiatul Hasanah Wesilatul Hokamah Widiatul Fitriyah Wildatuz Zahroh Yanuar Imam Ardiansyah Yoga Adi Saputra Yuladul Fitriah Zeinnita Iftyfara Ziadatul Khoirot Zulfa Dwi Diana Putri Zulfiah Nafisah Zulvi Lailatul Hidayah