Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E Umur 22 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan Sri Wigati; Windayanti, Hapsari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality remain major public health concerns in Indonesia, particularly in areas with limited access to continuous maternal health services. Continuity of Care (CoC) is a midwifery care approach that provides comprehensive and continuous services from pregnancy to family planning, aiming to improve care quality and reduce maternal and infant mortality rates. This study aimed to describe the implementation of CoC in midwifery practice at a Public Health Center in Pekalongan District. This study used a descriptive case study design with Varney’s midwifery management approach. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and documentation review. Care was provided continuously from 21 weeks of gestation through antenatal, intrapartum, postpartum, newborn, and family planning services. The results showed that all stages of care progressed physiologically without complications. The mother experienced a spontaneous vaginal delivery, normal postpartum recovery with increased breast milk production after oxytocin massage, and the newborn was born in good condition with a birth weight of 3,800 grams and Apgar scores of 8–9. Newborn care followed standard procedures, and the mother chose an intrauterine device (IUD) for contraception. In conclusion, Continuity of Care improves the quality of maternal and neonatal services, strengthens the midwife–mother relationship, and supports early detection of potential complications, contributing to efforts to reduce maternal and infant mortality.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan maternal yang berkesinambungan. Continuity of Care (CoC) merupakan pendekatan asuhan kebidanan yang memberikan pelayanan komprehensif dan berkelanjutan sejak kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana, dengan tujuan meningkatkan mutu asuhan serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan Continuity of Care dalam praktik kebidanan di salah satu Puskesmas di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumentasi. Asuhan diberikan secara berkesinambungan mulai usia kehamilan 21 minggu meliputi asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan asuhan berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menjalani persalinan normal spontan, masa nifas berjalan normal dengan peningkatan produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitosin, serta bayi lahir dalam kondisi baik dengan berat badan 3.800 gram dan nilai Apgar 8–9. Asuhan bayi baru lahir diberikan sesuai standar, dan ibu memilih metode kontrasepsi intrauterine device (IUD). Sebagai simpulan, penerapan asuhan Continuity of Care mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi, memperkuat hubungan antara bidan dan ibu, serta mendukung deteksi dini komplikasi sehingga berkontribusi dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny.N Umur 32 Tahun di Puskesmas Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Supriyatin; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainable Midwifery Care (Continuity of Care) involves providing midwifery care from pregnancy, labor, postpartum, and newborn care to the selection of contraceptive methods. The benefits of continuity of care include improving maternal and infant health through continuous monitoring. Midwives can detect and treat complications such as preeclampsia, bleeding, and infections early, thereby helping to reduce maternal and infant mortality rates. Continuous care also improves service quality and builds maternal trust because it is handled by the same healthcare professional from pregnancy through postpartum. Furthermore, continuity of care enables midwives to provide holistic, personalized, and mother-centered care, while facilitating coordination between healthcare services thanks to integrated medical records This study was conducted from April to October 2025. The instruments used were anamnesis and examination results. Midwifery care for pregnant women was provided to Mrs. N 4 times, providing advice and counseling according to the mother's needs, and ways to reduce discomfort in pregnant women (back pain with complementary therapy, namely effluent massage). Labor care for Mrs. N was conducted on August 5, 2025, with spontaneous vaginal delivery and no complications during the process. Newborn care was provided for a healthy baby girl who cried vigorously and showed active movements, with a birth weight of 3000 grams and a body length of 50 cm. Neonatal visits were conducted on days 1, 7, and 14, with care provided according to the baby’s needs during each visit. Postpartum care was conducted 4 times on days 1, 6, 14, and 42, with the postpartum period proceeding normally and no maternal health issues observed. Family planning care was provided on day 42 postpartum, including information on various contraceptive methods, side effects, advantages and disadvantages of each method, and follow-up schedules. Initially, the mother wished to use an IUD, but due to fever and current health condition, she decided to use condoms as her contraceptive method at this time.   Abstrak Asuhan Kebidanan berkelanjutan ( continuity of care ) yaitu memberikan asuhan kebidanan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan BBL, neonatus sampai pemilihan alat kontrasepsi yang akan digunakan. Manfaat dari continuity of care yakni untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi melalui pemantauan yang berkesinambungan, bidan dapat mendeteksi dan menangani komplikasi seperti preeklamsia, perdarahan, dan infeksi sejak dini, sehingga turut menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB). Asuhan yang diberikan secara berkelanjutan juga meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun kepercayaan ibu karena ditangani oleh tenaga kesehatan yang sama dari masa kehamilan hingga nifas. Selain itu, continuity of care memungkinkan bidan memberikan pelayanan yang holistik, personal, dan berpusat pada kebutuhan ibu, sekaligus mempermudah koordinasi antar layanan kesehatan berkat catatan medis yang terintegrasi Penelitian ini dimulai dari bulan April s.d Oktober 2025. Instrumen yang digunakan adalah anamnesa, hasil pemeriksaan. Asuhan kebidanan ibu hamil pada Ny.N  sebanyak 4 kali dengan memberikan anjuran dan konseling sesuai kebutuhan ibu, cara mengurangi ketidaknyamanan ibu hamil ( nyeri punggung dengan terapi komplementer yaitu pijat efflurage. Asuhan Persalinan pada Ny. N pada tanggal 5 Agustus 2025 dengan persalinan spontan pervaginan dan tidak ada penyulit selama proses persalinan. Asuhan Bayi Baru Lahir dalam keadaan normal dan sehat, bayi lahir menangis kuat dan pergerakan aktif, jenis kelamin bayi perempuan, berat badan bayi  3000 gram, panjang badan bayi 50 cm.Kunjungan Neonatal dilakukan pada hari ke 1, 7 dan 14. Dalam setiap kunjungan diberikan asuhan sesuai kebutuhan bayi. Asuhan Nifas dilaksanakan 4 kali yaitu hari ke 1, 6, 14, 42. Masa nifas berlangsung normal, tridak ada permasalahan kesehatan ibu. Asuhan Keluarga Berencana dilakukan pada 42 hari pasca salin. Asuhan yang diberikan berupa macam-macam KB, efek samping, kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi, waktu kunjungan ulang. Kondisi ibu mengalami demam sehingga keputusan ibu berubah, di awal ibu menghendaki KB IUD tetapi kondisi ibu yang belum memungkinkan ibu untuk dilakukan pemasangan IUD sehingga ibu memutuskan untuk menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi saat ini.
Effectiveness of E-Booklets on Pregnant Women's Knowledge of Balanced Nutrition Widayati, Widayati; Windayanti, Hapsari; Kristiningrum, Wahyu; Afriyani, Luvi Dian
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i3.5396

Abstract

Low nutritional intake and knowledge among mothers during pregnancy are important factors that influence the occurrence of KEK and the risk of stunting. Efforts to increase knowledge are usually carried out through posyandu counseling or information media. This study aims to determine the effectiveness of e-booklets on pregnant women's knowledge of balanced nutrition. The research method included a pre-experimental pre-test and post-test (single-group pretest-posttest design) with 21 pregnant women selected via incidental sampling from a population of 31. The measurement tool used a questionnaire consisting of 35 questions, with a calculated r value of 0.369-0.784 and a Cronbach's Alpha of 0.91. The data were analyzed using the Wilcoxon test because they were not normally distributed. The test results showed a p-value of 0.001, indicating that the e-booklet was effective in improving pregnant women's knowledge of balanced nutrition. Future researchers should conduct further randomized controlled trials (RCTs) to test the effectiveness of e-booklets, using a control group and a larger sample size, or to evaluate their impact on nutritional behavior/practices.
Edukasi Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja Putri Maya Lisnawati Sihaloho; Martina Sri Rejeki Hutapea; Elma Adelina Noviyanti; Diah Nur Fitri; Windayanti, Hapsari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain, or dysmenorrhea, is a common problem experienced by young women during menstruation. Primary menstrual pain can impact adolescent productivity and well-being, resulting in impaired concentration, school absence, and decreased academic performance. Menstrual pain can be managed through pharmacological and non-pharmacological methods. One recommended non-pharmacological therapy is acupressure. The purpose of this activity is to introduce acupressure to adolescents as a solution for overcoming menstrual pain. The method used in carrying out community service is Hybrid Learning. Community service will be implemented in three stages: the first stage is preparation by collaborating with partners. The second stage is the implementation stage, where a pre-test is conducted before the counseling is conducted to explore adolescents' knowledge. Next, education and training on menstrual pain acupressure are conducted by directly practicing menstrual pain acupressure. The third stage is an evaluation through a post-test and direct interviews, and concludes with an activity report. The results of the community service show that 20 adolescents participated in this activity. Before the counseling session on acupressure for menstrual pain, the majority of adolescents' knowledge was found to be poor, with 15 (75%) and after the counseling session, 20 (100%) had good knowledge. This concludes that there was an increase in knowledge before and after the acupressure session. It is hoped that health workers will improve health promotion programs regarding non-pharmacological methods of managing dysmenorrhea in adolescents, especially acupressure.   Abstrak Nyeri haid atau dismenore adalah salah satu masalah yang seringkali dialami oleh wanita muda ketika menstruasi. Nyeri haid primer dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan remaja seperti gangguan konsentrasi, ketidakhadiran sekolah, dan penurunan prestasi akademik. Penanganan nyeri haid dapat dilakukan dengan cara yaitu, secara farmakologi dan non farmakologi. Adapun terapi non farmakologi yang dianjurkan salah satunya yaitu akupresur. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan akupresur kepada remaja sebagai Solusi dalam mengatasi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat yaitu Hybrid Learning. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan remaja. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan akupresur nyeri haid dengan mempraktekkan langsung akupresur nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan post test dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 20 orang remaja. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai akupresur nyeri haid didapatkan sebagian besar pengetahuan remaja dalam kategori kurang yaitu sebanyak 15 orang (75%) dan setelah dilakukan penyuluhan remaja memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 20 orang (100%). Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan mengenai akupresur.  Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan program promosi kesehatan mengenai cara mengatasi dismenore pada remaja secara non farmakologi terutama akupresur.
Co-Authors Abda Abda Adeya Ilma Permana Afriyani, Luvi Dian Agustin Dwiningrum Ainun Mardiah ainun Akhid Suraiya Alif’fah Setiyana Putri Alya Fernanda Khairani Alya Fernanda Khairani amanda putri Amandha Rassya D Ameliana Friskia Rahmadini Amilatun Azizah Ana Sulisnani Ana Zully Astuti Ananda, Ayu Anasa Laila Wiradani Andaeni, Wahyu Retno Anggi Anggun Puspita Dewi Anisa Indarti Aprilia, Nia Aprillia Rahmasanti Ari Budiawati Ari Widayaningsih Ari Widyaningsih Arina Manasika Pridanti Rimbawati Arsfandi, Asraria Asmanah Asmida Erliana Simatupang Asraria Arsfandi Avisha Ladyana Fitri Ayu Ananda Ayu, Galih Baehaqi Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Calista Desy R Christania R.L Hawa Dania Aprilia Delvianti Tandean Denil Shintiya Desti, Fransisca Dewi Siyamti Dewianti, Azelia Dhini Kusumastuti Diah Nur Fitri Dian Ayu Tias Pradani Diana Rosanti Dina Dina Fitrianingtyas Dita Sintama Domingas Da Costa Dwi Prasetyo Rini Eka Adimayanti Eka Setyawati Elma Adelina Noviyanti Endah Pratiwi, Putri Endang Rahayu Erliyani Ernawati Eti Salafas Eva Desitasari Fatchiyah, Siti Febria, Rizky Febriana, Diana Feni Dwiyanti Feni Noviyani Finoria Vitoria Fitri Nuraeni KD Fitri Rismawati Fitria Primi Astuti Fitriyani, Windy Fitriyatul Munawaroh Frisca Anggraeni Manik Goncalves, Josefina Handayana Hanik Ekowati hapita Hapitha Hartini Hartini Haryati Hawa, Christania R.L Heldayati Heni Rusmayani Heni Setyowati Herlina Sri Komala Dewi Herlina Tipuk Rosdiana Hermalia Andra Ristanti Hermin Limbu Hidayanti, Nur Ikka Bella Seftiyani Ilya Wanawati Indawati Indriani Kasih Sabwan Indriyani Suroso Intan Permata Sari Isfaizah Istatik Ulyanita Izzah, Lu’luul Fitrotul Jumiati Kamini Kartika Sari Khairani, Alya Fernanda Khoeriah, Hanifah Kinanti Kurniawati La Tanjo, Yunita Laeli Fauzia Lailatul Farihah Lia Indah Fil Mina Lidia Arjulia Sari Lisa Komalasari Listyaningsih, Moneca Diah Lu’luul Fitrotul Izzah Maemunah Maemunah Manik, Frisca Anggraeni Marjini Martina Sri Rejeki Hutapea Martiningsih Masruroh Masruroh . Masruroh Masruroh Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Maya Lisnawati Sihaloho Meisya Tiara Herlina Melna Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyaningsih Muhdia Muliana Mulyani Mulyani Munasifah, Munasifah Nadia Oktaviana Nafa Nofitasari Nanda Azabi Ni Kadek Cahyaningsih Nia Aprilia Nining Fuji Lestari Novi Ridianti nugraheni latifah Nur Azizah Nur Hidayanti nur risqiyati, mufatikha Nurida Dyah Nurlela NURUL HIDAYAH Oktaviani, Ismi Pagirik, Sintia Pinto, Martinha Pipit Ariani Pirawati prabaningrum, titis dwicahya Prihatiningsih Purwati Putri Ayuni Sari Putri Lestari Aulia Putri Rahmawati Putri, Alif’fah Setiyana Putri, Septiani Dewi qurratul ain , aprilia Rahayu, Nisfia rahmadani, mutia Rahmadini, Ameliana Friskia Rambu Anggi Hunga Meha Retnowati, Aryani Rika Yunita Ernanda Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rini Septianasari Rini Susanti Risa Khalisah Riska Selviana Riski Febriana Dewi Rosita Sekar Tanjung Sabwan, Indriani Kasih Sairoh Sari Kusmiati Sari, Lidia Arjulia Sari, Putri Ayuni Sasminayati Septabela Mahardika Septiningrum Setyowati, Hesti Silvie Nurbaeni Siti Aisyah Siti Shofia Luthfiyati Annisa Siti Suwarsih Siti Waslikhah Siwi Indriatni Sofiyanti, Ida Sonia Alice Da Costa Sri Sutarti Sri Widyawati Sri Wigati Suci Rohandayani Sudarni Sugeng Maryanto Sulistyani, Tyas Supriyatin Susiani Heni I Susiani Heny Syarifah Zaidah Putri Al-Hinduan Tasuib, Maria Jessyca Titik Nor Hidayah Tri Fitriana Sakti Tri Widi Murtiningsih Trianingsih Tristiana Uci Nurmala Ucia Rorin Ulfi Amalia Uli Che Agutine Ulya Sesa Febriani Vanisa Veftisia, Vistra Vidya Efliliana Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Wahyu Retno Andaeni Watmawati Widayati Widayati Widayati Widayati Widyaningsih, Ari Wijayanti, Desi yance kristiani lodo Yenny Rahmawati Yesinta Mona Agustin Yuli Nur Asiyah Yulia Nur Khayati Yulianti, Rizkhiana Yuliastuti, Evy Yuni Frischila