p-Index From 2021 - 2026
16.74
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Agrotrop : Journal on Agriculture Science Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Prosiding Seminar Nasional MIPA Wahana Matematika dan Sains Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia (JPPK) Dinamika Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan UNIGA Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Education Action Research Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Kappa Journal JURNAL PENDIDIKAN MIPA Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran PAKAR Pendidikan Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Jurnal Pendidikan Guru (JPG) Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Jurnal Gastronomi Indonesia Empiricism Journal International Journal Education and Computer Studies Widya Sandhi: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Journal of Sustainable Development Science Indonesian Journal of Instruction Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Arthaniti Studies SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Reflection Journal Media Bina Ilmiah Mamangan Social Science Journal International Journal of Contemporary Studies in Education PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Widya Sundaram : Jurnal Pendidikan Seni Dan Budaya Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Proceedings Series of Educational Studies Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Jurnal Perikanan EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Media Pendidikan Matematika Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran, berbagai masalah yang sering dijumpai diantaranya siswa kurang mampu memahami materi pelajaran yang disampaikan guru sehingga hasil belajar siswa kurang sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 357 orang dan terbagi menjadi 12 rombongan belajar. Pemilihan sampel yang digunakan dilakukan dengan menggunakan undian. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII B5 sebagai kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan kelas VII B7 sebagai kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar IPA. Selanjutnya hasil tes dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel pada taraf signifikansi yang diperoleh 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division yaitu 85,84>72,16. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Kata Kunci : model pembelajaran GI, model pembelajaran STAD, dan hasil belajar There was various problems that are found during the lesson, for examples students were less able to understand the subject matter that taugh by teachers, so the learning outcomes lower than expected. This study aims to know significant differences of learning outcomes in Science subjects between students who learned using cooperative learning model type Group Investigation (GI) and students who learned using the cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD). This study was a quasi-experimental research (quasi experiment), that used a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population in this study were all students of class VII SMPN 6 Singaraja in academic year 2015/2016, amounting to 357 people and divided into 12 classes. The technique that used to select the samples is done by simple random sampling technique using a lottery. The samples in this research is class VII B5 as classroom that learning use cooperative learning model type Group Investigation (GI) and class VII B7 as classroom that learning use cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD). The data in this research collect used the test results of science subjects. Furthermore, the test results were analyzed using descriptive analysis and t-test. From the results of the hypothesis test obtained thitung> ttable with value of the significance level 0.000 72.16). This means that the implementation of cooperative learning model type Group Investigation (GI) has an effect on learning outcomes in Science subjects at the seventh grade students of SMP Negeri 6 Singaraja.keyword : learning model GI, learning model STAD, and learning outcome
PERUBAHAN STRUKTUR VEGETASI PADA EKOSISTEM TEREUTROFIKASI DI DANAU BUYAN, DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG ., Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Struktur vegetasi pada ekosistem tereutrofikasi di kawasan Danau Buyan, dan (2) Kualitas air Danau Buyan dilihat dari kandungan Nitrat dan Phospat yang terkandung di dalamnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi tumbuhan air di perairan yang mengalami eutrofikasi. Metode yang digunakan dalam pengambilan data di lapangan adalah dengan menggunakan metode kuadrat. Teknik pengambilan sampel adalah dengan sistematik sampling. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan (1) Struktur vegetasi pada ekosistem tereutrofikasi berdasarkan tiga parameter yaitu indeks keanekaragaman; indeks similaritas dan indeks dissimilaritas nilai penting spesies; serta persentase kehadiran spesies menunjukan adanya perubahan struktur vegetasi. (2) Kadar Nitrat dalam air Danau Buyan rata-rata menunjukan kadar yang rendah, sedangkan kadar phospat dalam air Danau Buyan rata-rata menunjukan kadar yang tinggi.Kata Kunci : Perubahan, Struktur Vegetasi, Ekosistem Tereutrofikasi, Danau Buyan The research objectives are (1) Vegetation structure of eutrophic ecosystem on Lake Buyan. (2) Water quality from Nitrate and Phosphate concentration on Lake Buyan. This research is a kind of exploratory research. The population in the study are all of the aquatic weeds vegetation in the eutrophic area. The methode used in collecting data in the field is quadrate methode.Technical sampling used systematic sampling. The data was analyzed by ecology statistic and descriptive. The result of this research are (1) The structure of vegetation on the eutrophic ecosystems based on three parameters, namely diversity index; similarity and dissimilarity index of species important value; and the percentage of species shows the changes in vegetation structure. (2) The concentration of Nitrate in the water of Lake Buyan on average indicates low levels, while the concentration of phosphate in the water of Lake Buyan on average showed higher levels.keyword : The Change, Vegetation Structure, Eutrophic Ecosystem, Lake Buyan
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN CRUSTACEA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI SUWUNG KAUH, KECAMATAN DENPASAR SELATAN, KOTA MADYA DENPASAR, BALI ., Kadek Meitasari; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crustacea mangrove merupakan komunitas Crustacea yang hidup di ekosistem mangrove yang berasal dari Kerajaan Animalia, Filum Arthropoda, Kelas Crustacea. Sebagian besar jenis Crustacea hidup di zona intertidal. Terkait dengan itu sangatlah menarik untuk diteliti mengenai aspek struktur komunitas dari Crustacea mangrove tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai Suwung Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Madya Denpasar, pada kawasan mangrove yang masih alami. Pengambilan sampel Crustacea di lakukan pada bulan Maret 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Crustacea yang hidup di ekosistem mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif eksploratif. Penelitian ini menggunakan design penelitian lapangan dan identifikasi dilakukan di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Crustacea yang terdapat di kawasan mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalahsejumlah Crustacea yang ditemukan pada 15 kuadrat yang terpasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komposisi spesies Crustacea yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai terdiri dari 14 spesies; spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Uca dussumieri (65); (2) Crustacea yang hidup di Taman Hutan Raya Ngurah Rai memiliki indeks keanekaragaman sebesar 2,25 yang termasuk dalam tingkat keanekaragaman sedang, indeks kekayaan spesies sebesar 2,33, indeks kemerataan spesies sebesar 0,85, indeks dominansi sebesar 0,17; (3) kemelimpahan relatif terbesar Crustacea yang ada di Taman Hutan Raya Ngurah Rai adalah jenis Uca dussumieri sebesar 24,53 %, sedangkan kemelimpahan relative terkecil ada pada jenis Scylla serrata dan jenis Thalamita crenata yaitu sebesar 0,38 %.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Crustacea, Mangrove Mangrove crustacean is a community of Crustacea that lives in mangrove ecosystems derived from the Kingdom Animalia, Phylum Arthropoda, Class Crustacea. Crustacean. A big part of Crustacea live in intertidal zone. Associated with it is very interesting to study the structural aspects of the crustacean mangrove communities. This study was conducted in Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District, Municipality of Denpasar. This study aims to determine the diversity and abundance of Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai. This research is descriptive exploratory. The design of this research field research followed by identification in the laboratory . The population in this study are all Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, South Denpasar District, Municipality of Denpasar, Bali. While the sample is a Crustacea that is in the 15 squares are attached. These results indicate that (1) the composition of Crustacea species that live Ngurah Rai Forest Park consists of 14 species; The most commonly found species are Uca dussumieri (65); (2) Crustacea that live in Taman Hutan Raya Ngurah Rai has a diversity index of 2,25 which was included in the moderate levels of diversity, species richness index by 2,33, species evenness index of 0,85, dominance index of 0,17; (3) Crustacean largest relative abundance in Taman Hutan Raya Ngurah Rai is a type of Uca dussumieri by 24.53%, while the smallest relative abundance there on the type of Scylla serrata and types Thalamita crenata is equal to 0.38%.keyword : Diversity, abundance, Crustacea, Mangrove
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DITINJAU DARI ASPEK (ABC) ENVIRONTMENT DI KAWASAN WISATA PANTAI KUTA ., Ni Pt Novi Wulandari; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui: (1) Kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic, Biotic, Culture (ABC) di kawasan wisata pantai Kuta; dan (2) Sumber dampak terhadap perubahan kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic, Biotic, Culture (ABC) di kawasan wisata pantai Kuta. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian ekploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh komponen lingkungan hidup yang meliputi komponen Abiotic (A) yang meliputi air laut, udara, dan tanah, Biotic (B) yang meliputi spesies tumbuhan yang ada di pantai Kuta, dan Culture (C) yang diperoleh dari wawancara dengan masyarakat setempat yang ada pada kawasan wisata pantai Kuta. Sampel untuk parameter vegetasi, stratifikasi, dan edafik adalah area yang tercakup dalam kuadrat. Sampel parameter kulaitas air laut diambil dibagin tepi (A), tengan (B), dan dalam (C). Sampel parameter culture diambil dari 30 orang masyarakat dengan wawancara dan pengisian kuesioner. Metode pengambilan data menggunakan metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic, Biotic, Culture (ABC) di kawasan wisata pantai Kuta masuk kualitas buruk; dan (2) Sumber dampak terhadap perubahan kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic, Biotic, Culture (ABC) di kawasan wisata pantai Kuta adalah polutan dari kegiatan masyarakat sekitar, para wisatawan, serta polutan yang berasal dari daerah lain akibat terbawa arus laut.Kata Kunci : abiotic, biotic, culture, kualitas lingkungan This study aims to determine: (1) The quality of the environment in terms of aspects abiotic, Biotic, Culture (ABC) in the tourist area of Kuta beach; and (2) Source impacts on environmental quality changes in terms of aspects abiotic, Biotic, Culture (ABC) in the tourist area of Kuta beach. Type of research is explorative research. The population in this study are all components of the environment, which includes abiotic (A) which includes sea, air, and land, Biotic (B) which includes plant species that exist on Kuta beach, and Culture (C) obtained from interviews with of local communities in tourist areas of Kuta beach. Samples for vegetation parameters, stratification, and edafik is the area covered by the squares. Kulaitas parameter samples of seawater taken dibagin edge (A), Middle (B), and in (C). Samples were taken from the culture parameter 30 communities with interviews and questionnaires. The data collection method using squares method with systematic sampling technique. The data were analyzed descriptively. The results showed (1) The quality of the environment in terms of aspects abiotic, Biotic, Culture (ABC) in the tourist area of Kuta beach sign of poor quality; and (2) Source impacts on environmental quality changes in terms of aspects abiotic, Biotic, Culture (ABC) in the tourist area of Kuta beach is a pollutant of the activities surrounding communities, tourists, as well as the pollutants that come from other areas due to drifting through the oceans.keyword : abiotic, biotic, culture, environmental quality
PEMETAAN PENCARAN SPESIES TUMBUHAN BERGUNA DAN FISIOGNOMINYA DI ALAM ASLI DI DESA BALI AGA TENGANAN PEGRINGSINGAN, MANGGIS, KARANGASEM ., Ni Putu Febri Ardiantari; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peta pencaran spesies tumbuhan berguna di alam asli di Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. 2) Fisiognomi spesies tumbuhan berguna di alam asli di Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini meliputi dua aspek, yaitu aspek ekosistem dan aspek sosiosistem. Aspek ekosistem berupa seluruh spesies tumbuhan yang ada di wilayah kajian Hutan Bukit Kangin Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. Aspek sosiosistem meliputi seluruh aparat desa, tokoh masyarakat, dan masyaraat umum yang ada di Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan. Sampel dari aspek ekosistem (vegetasi) yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tumbuhan berguna yang ada di Hutan Bukit Kangin Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan yang terbagi kuadrat 1x1 m2, 10x10 m2, dan 20x20 m2 sebanyak 65 kuadrat yang terbagi menjadi tiga zona. Sampel dari sosiosistem (kemasyarakatan) dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Bali Aga Tenganan Pegringsingan yang meliputi Perangkat Desa, Klian Desa, Balian, Tukang Banten, Tukang Kayu, Pengerajin, dan Masyarakat Umum. Metode pegumpulan data di lapangan menggunakan metode kuadrat dengan teknik samplingnya, yaitu systematic sampling. Untuk mengetahui peta pencaran spesies tumbuhan berguna dilakukan dengan pendataan spesies tumbuhan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) untuk menentukan letak tumbuhan. Sedangkan untuk fisiognomi spesies tumbuhan berguna menggunakan perhitungan nilai penting dan penggambaran spesies tumbuhan berguna berdasarkan kategori fisiognomi Danserau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Peta pencaran spesies tumbuhan berguna memiliki pola pencaran acak, mengelompok, dan teratur. 2) Fisiognomi spesies tumbuhan berguna terdiri tiga strata dan terdiri dari habitus berupa pohon, perdu, dan herba. Kata Kunci : Peta pencaran, fisiognomi, tumbuhan berguna This research aims to determine 1) Maps of useful plant species in natural origin in Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem Village. 2) Physiognomy of useful plant species in the native realm at Bali Aga Tenganan Pegringsingan Village, Manggis, Karangasem. This type of research is exploration research. The population in this research includes two aspects, namely the ecosystem aspect and the sociosystem aspect. Ecosystem aspects is all plant species in the area of Bukit Kangin Forest, Bali Aga Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem. The sociosystem aspect includes all village officials, community leaders, and the general public in the Bali Aga Tenganan Pegringsingan Village. Samples from ecosystem aspects (vegetation) used in this study include useful plants in Bukit Kangin Forest, Bali Aga Tenganan Pegringsingan Village which are divided into squares of 1x1 m2, 10x10 m2, and 20x20 m2 of 65 squares divided into three zones. The samples from the sociosystem (community) in this study were the villagers of Bali Aga Tenganan Pegringsingan which included Village Devices, Village Clans, Balian, Banten Builders, Carpenters, Craftsmen, and General Communities. Methods of data collection is uses a quadrate method with its sampling technique, namely systematic sampling. To find out the useful map of plant species distribution is done by collecting plant species by using the Global Positioning System (GPS) to determine the location of plants. While for the physiognomy of plant species it is useful to use the calculation of important values and the description of useful plant species based on Danserau's physiognomy category. The results of this study indicate that 1) Map of plant species distribution has a random, clustered, and regular pattern of scattering. 2) Physiognomy of useful plant species consists of three strata and consists of habitus in the form of trees, shrubs, and herbs.keyword : Distribution map, physiognomy, useful plants
HUBUNGAN POLA ASUH, MOTIVASI BELAJAR, DAN STATUS SOSIAL-EKONOMI ORANG TUA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA N 2 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Luh Kompyang Sukewati; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan pola asuh, motivasi belajar, dan status sosial-ekonomi terhadap hasil belajar biologi, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang mendapat pelajaran biologi, sedangkan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 122 orang. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian ex-post facto. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pola asuh, motivasi belajar, dan status sosial-ekonomi, menggunakan instrument Model Skala Likert, dengan rentangan skor 1-5. Hasil belajar biologi diperoleh dengan pencatatan dokumen nilai ulangan tengah semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi sederhana dan regresi ganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat: (1) hubungan yang signifikan variabel pola asuh terhadap hasil belajar biologi siswa dengan hubungan sebesar 13,2%, (2) hubungan yang signifikan variabel motivasi belajar terhadap hasil belajar biologi siswa dengan hubungan sebesar 42,9%, (3) hubungan yang signifikan variabel status sosial-ekonomi terhadap hasil belajar biologi siswa dengan hubungan sebesar 9,5%, (4) hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara pola asuh, motivasi belajar, dan status sosial-ekonomi terhadap hasil belajar biologi siswa dengan hubungan sebesar 56,7%. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola asuh, motivasi belajar, dan status sosial-ekonomi terhadap hasil belajar biologi pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja, baik secara terpisah maupun secara bersama-sama. Dengan demikian ketiga variabel tersebut dapat dijadikan preditor tingkat kecendrungan kualitas hasil belajar biologi. Kata Kunci : pola asuh, motivasi belajar, status sosial-ekonomi,hasil belajar biologi This study aims to describe and analyze the relationship among parenting, learning motivation, and social economic status on students’ parents toward the result in learning biology either in separately or in jointly. The population in this study was all tenth grade students who got the biology class and sample in this study which was consisted of 122 students. This study was designed in the form of ex-post facto research. The data was collected by using questionnaires of parenting, learning motivation, and social economic status, using a Likert scale model with a range score 1-5. The results in learning biology obtained from the result on students’ mid test on even semester in academic year 2014/2015. The data were analyzed by using simple regression test and double regression. The result of data analysis showed that (1) there were significant relationship between the parenting and the result in learning biology to be amount of 13.2 %, (2) there were significant relationship in learning motivation toward the result in learning biology as much as 42.9 %, (3) there were significant relationship in social economic status toward the result in learning biology as many as 9.5 %, (4) there were significant relationship among parenting, learning motivation, and social economic status on students’ parents toward the result in learning biology to be amount of 56.7 %. Based on the result findings, there was significant relationship among parenting, learning motivation, and social economic toward the result in learning biology on class X at SMA Negeri 2 Singaraja either in separately or in jointly. Thus, these three variables can be used as a preditor in tendency level quality for the result in learning biology. keyword : parenting, learning motivation, social economic status, the results in learning biology
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP VEGETASI TERESTRIAL DITINJAU DARI ASPEK ABIOTIC DAN BIOTIC ENVIRONMENT DI KAWASAN WISATA DANAU BERATAN ., Ni Putu Siswandari; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kualitas lingkungan hidup vegetasi terestrial ditinjau dari aspek Abiotic dan Biotic Environtment di kawasan wisata Danau Beratan, (2) sumber dampak terhadap perubahan kualitas lingkungan di kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada kawasan wisata hutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah komponen lingkungan hidup yang meliputi komponen abiotic dan biotic. Komponen Abiotic pada terdiri atas tekstur tanah dan kemiringan lahan, sedangkan komponen biotic meliputi crown cover, densitas, dan stratifikasi. Sampel penelitian ini adalah aspek biotic,dan biotic pada kawasan wisata hutan yang tercakup dalam kuadrat. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kualitas lingkungan hidup ditinjau dari Aspek Abiotic dan Biotic Environtment di kawasan wisata Hutan Danau Beratan secara umum tergolong dalam kualitas buruk dengan skor 72, dan (2) sumber dampak pencemaran di kawasan hutan disebabkan oleh faktor intervensi manusia dan faktor alami.Kata Kunci : Abiotic dan biotic Environtment, Kualitas Lingkungan Hidup The aims of this research are to know (1) the quality of the environment in terms of aspects of terrestrial vegetation abiotic and Biotic Environtment in the tourist area of Beratan Lake, (2) the source of the impact of changing environmental quality in the region. This research was conducted in the tourist area of the forest. This type of research is exploratory research. The population in this research is a component of the environment that includes abiotic and biotic components. Abiotic components area consists of soil texture and slope of the land, while the biotic components include crown cover, density, and stratification. Samples were aspects of biotic and biotic in the tourist area of forest covered by the squares.The sampling technique is done in a systematic sampling. Data were analyzed statistically and descriptive ecology. The results showed (1) The quality of the environment in terms of aspects of abiotic and Biotic Environtment in the tourism area of Forest Beratan Lake generally classified as poor quality with a score of 72, and (2) the source of the impact of pollution on forest area was caused by the human intervention and factors naturally.keyword : Keywords: Abiotic and Biotic Environment, Environmental Quality
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN ANGGREK EPIFIT DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SANGEH BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MORFOLOGI TUMBUHAN ., Ni Kadek Delis Tina; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali, 2) untuk mengetahui kelayakan pemanfaatan herbarium tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali sebagai media pembelajaran morfologi tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh tumbuhan anggrek yang tumbuh sebagai epifit pada habitus pohon di hutan Sangeh. Sampel dari penelitian ini yakni, spesies tumbuhan anggrek epifit yang hidup di hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh yang meliputi 15 titik sampel yang jaraknya terdekat dengan line transect. Data tingkat kelayakan herbarium sebagai media pembelajaran, diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester II t.a 2015/2016. Hasil yang diperoleh adalah: 1) Ditemukan 4 jenis anggrek epifit yaitu Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., dan Vanda tricolor Lindl., nilai indeks keanekaragaman tergolong tinggi yakni sebesar 0,6613, 2) Dari 4 herbarium terdapat 2 herbarium yang dinyatakan sangat layak dan 2 herbarium yang dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Anggrek, Keanekaragaman, Media Pembelajaran, Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Hence, this research aims: 1) to know the epiphytic orchids diversity in the forest of the Natural Park (TWA) Sangeh Bali, 2) to determine the worthiness of the use of herbarium plant epiphytic orchids in the Natural Park (TWA) Sangeh Bali as a morphology plant learning media. The research type in this study is exploratif. The population of the study is the whole orchids which grow as epiphytes on habitus trees in the Sangeh forest . Samples of the study was taken from the epiphytic orchid species that live in the forest Natural Park (TWA) Sangeh which include 15 sample points which were located closest to the line transect. Data of the worthiness of the herbarium as a learning media was obtained through questionnaire and observation by the second semester students t.a 2015/2016. The results obtained are: 1) Found 4 types of epiphytic orchids, i.e., Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., and Vanda tricolor Lindl., The value of the diversity index is high amounting to 0.6613, 2) From 4 herbarium, there are two determined to be very worthy and two herbarium determined to be worthy as a learning media.keyword : Orchid, Diversity, Learning Media, Natural Park (TWA) Sangeh
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Kadek Nanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung kelas VII di SMP Negeri 6 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan penelitian Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang terdistribusi kedalam 10 kelas. Tes hasil belajar IPA digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (t = 3,787, p = 0,000). Kualifikasi nilai rata-rata hasil belajar IPA yang diperoleh siswa dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 82,26 lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung sebesar 76,48. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Model Pembelajaran Langsung This study aims to determine differences in learning outcomes among students that learned IPA with guided inquiry learning model and students that learned by direct learning model in class VII SMPN 6 Singaraja. This study is a quasi-experimental research (quasi exsperiment) with the study design Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. The population in this research were students of class VII SMPN 6 Singaraja distributed into 10 classes. Science achievement test used to collect the data of student learning outcomes. Data were analyzed with descriptive analysis and t-test. The analysis shows that there are IPA significantly differences in learning outcomes between students that learned with guided inquiry learning model and students that learned by direct learning model (t = 3,787, p = 0.000). Qualifications average value obtained IPA learning outcomes of students with guided inquiry learning model of 82,26 better than the students that learned with direct instructional model at 76,48.keyword : Guided Inquiry Learning Model, Learning Outcomes, Learning Direct Model
ANALISIS SPESIES TUMBUHAN LANGKA DAN KEBERMANFAATANNYA DI HUTAN PUAKAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN DAERAH TUJUAN WISATA DI DUSUN PUAKAN, DESA TARO ., I Gede Budiasa; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) jumlah spesies tumbuhan langka, (2) apakah yang termasuk tumbuhan langka, (3) bagaimana sebaran titik koordinat tumbuhan langka, dan (4) manfaat tumbuhan langka bagi masyarakat setempat yang ada di Dusun Puakan, Desa Taro. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan langka yang tercover dalam kuadrat, yang ada di seluruh area Hutan Puakan dan populasi sosiosistem yaitu masyarakat Dusun Puakan, Desa Taro. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah vegetasi spesies tumbuhan yang tercover oleh kuadrat dengan ukuran 10 x 10 meter sebanyak 45 kuadrat dan sampel sosiosistem sebanyak 15 orang yang terdiri atas Pengayah Banjar dan Prajuru sejumlah 5 orang, Kepala Desa dan Staf sejumlah 3 orang, tokoh Masyarakat sejumlah 2 orang, dan Masyarakat Umum sejumlah 5 orang. Data yang telah terkumpul lebih lanjut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan (1) secara keseluruhan ditemukan 24 spesies dari 12 familia sebaran tumbuhan langka dengan jumlah 112 individu yang ditemukan di wilayah Hutan Puakan, (2) tumbuhan langka yang ada di Hutan Puakan ini memiliki sebaran yang mengelompok dan acak, (3) sebaran titik kordinat tumbuhan langka terdapat 24 spesies tumbuhan langka dan 112 titik koordinat tumbuhan langka di 45 kuadrat di Hutan Puakan, (4) manfaat tumbuhan yang digunakan adalah sebagai papan 75%, rumah tangga 58%, obat 33,33%, upacara agama 29,16%, pangan 20,83%, dan sandang 4,16%. sedangkan bagian tumbuhan yang digunakan adalah batang 95,83%, daun 29,16%, buah 20,83%, bunga 12,5%, dan akarKata Kunci : Daerah Tujuan Wisata, Hutan Puakan, Sosiositem, Tumbuhan Langka The purpose of this research is to know (1) the number of rare plant species, (2) what are rare plants, (3) how the distribution of rare plant coordinate points, and (4) rare plant benefits for local people in Puakan Village, Taro Village. This research included in exploratory research. The population in this study were all rare plant species covered in quadrats, which existed throughout the Puakan Forest area and the sociosystem population of the Puakan Village, Taro Village. While the sample in this study is vegetation of plant species that covered by the square with the size of 10 x 10 meters as many as 45 squares and sociosystem samples as many as 15 people consisting of Pengayah Banjar and 5 Prajuru, 3 people consisting of community leader and staff, 2 public figures and the 5 public society. The data that has been collected were analyzed by descriptive analysis. The results of this study shows (1) overall found 24 species from 12 families of rare plant and 112 individuals found in the Puakan Forest area, (2) distribution of rare plants in Puakan Forest were clustered and random distribution, (3) distribution of rare plant point coordinates were found 24 species of rare plants and 112 rare plant point coordinates in 45 squares in Puakan forest (4) the benefits of plants that used for building as many as 75%, 58% for household, 33.33% for medicine, 29,16% for religious ceremony , 20,83 % for food, and for clothing 4.16%. While the parts of plants that used are stem 95.83%, leaves 29.16%, fruit 20.83%, flower 12.5%, and roots 0%keyword : Puakan Forest, Rare Plants, Sociosystem, Tourist Destination
Co-Authors - Khaeruman ., A.A.Istri Paramita ., Feni Ilma Hidayati ., Gede Rendra Widyotama ., Hema Alini Manihuruk ., I Gede Budiasa ., I GEDE DAKTARIANA U ., I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA ., Ida Ayu Kade Aprilia Darmasanti ., Ni Kadek Delis Tina ., Ni Kadek Mira Sapitri ., Ni Kadek Nanti ., Ni Made Ari Ryantini ., Ni Made Ayu Pratiwi ., Ni Made Diah Intan Purwanti ., Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi ., Ni Made Karmini Sridewi ., Ni Pt Novi Wulandari ., Ni Putu Febri Ardiantari ., Ni Putu Siswandari ., Ni Wayan Ning Sujati ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika ., Ni Wayan Tiara Yasmantika ., NILUH PUTU PUTRI P D ., Safaratul Aini A.A.Istri Paramita . Adnyana , Putu Budi Ajeng Purnama Heny Alexander Hamonangan Simamora Alexander Hamonangan Simamora Amos Patiung Anak Agung Purwa Antara, Anak Agung Purwa Andi Wapa Anton Santiasa, I Made Pasek Apriani, Luh Ariasih, I Gusti Agung Ayu Cinthya Meitri Atiaturrahmaniah Atiaturrahmaniah candra prastya Damiati - Desak Made Citrawathi Desak Made Oka Purnawati Dewa Ayu Made Manu Okta Priantini Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Oka Dewi, Dewa Ayu Pramita Dewi, Ni Kadek Siwi Cipta Dewi, Resty Mutiara Dhea Adela Dimas Mahendra Wijaya Dina Apriana Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Dukha Yunitasari Eni Astuti Ni Putu Fachry Abda El Rahman Fadlurrahman, Muhammad Fatwini, Fatwini Febriani, Ismi Fitri Feni Ilma Hidayati . Firda Alani Fitri . Firda Alani Fitri ., Firda Alani Fitri Firman, Firmansah Fitriani, Herdiyana Fransiska Yunita Sembung Gede Rendra Widyotama . Gusti Ayu Putu Yanthi Widyantini Hadi, Mashal hanifah hanifah Hartono, Rudi Hasbullah Hasbullah Hema Alini Manihuruk . Heron Hidayat, Nuris Hunaepi, Hunaepi Husnul Mukti I Dewa Putu Partha I Gede Budiasa . I GEDE DAKTARIANA U . I Gede Margunayasa I Gede Sudirgayasa I Gede Wisnu Antara I Gst Lanang Agung Parwata I Gusti Agung Ayu Wulandari I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Agung Wiryanata I Gusti Ngurah Santika I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA . I KADEK ADHI DWIPAYANA . I Kadek Ardyawan Putra I Kadek Edi Yudiana I Kadek Suartama I Kadek Suranata I Ketut Gading I Ketut Suma I Ketut Suparya I Komang Nudina I Made Aditya Dharma I MADE ADNYANA I Made Agus Astina Putra I Made Ardana I Made Ardana I Made Ardika Yasa I Made Ardika Yasa I Made Arsana I Made Candiasa I MADE JAYA . I Made Kartika I Made Kartika I Made Pasek Anton Santiasa I Made Sila I Nengah Suastika I NYOMAN MASTIKA . I NYOMAN SRI YUDIANA . I NYOMAN SUTAMA . I Nyoman Wijana I Putu Hendra Wirawan I Putu Oktap Indrawan I Wayan Ade Yantika I Wayan Kertih I Wayan Lasmawan I Wayan Putra Yasa I Wayan Redhana I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia I Wayan Suja I Wayan Sukra Warpala I Wayan Widyastama I Wayan Wirjanata Ida Ayu Dian Citra Dewi Ida Ayu Kade Aprilia Darmasanti . Ida Ayu Purnama Bestari Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Putu Mardana ILMA WIRYANTI . Indahwati, Christine Ismi Fitri Febriani Iwan Usma Wardani Jamaah, Jamaah JOHARI MARJAN . Juliana Tirza Juni Harta Kadek Idha Suarmayanti Kadek Meitasari . Kadek Meitasari ., Kadek Meitasari Kami, Kanisius Kanisius Kami Ketut Partami Ketut Sedana Arta Ketut Srie Marhaeni Julyasih Ketut Suma Ketut Susiani Ketut Susiani Komang Indah Suryati Komang Wina Ratnasari . Komang Wina Ratnasari ., Komang Wina Ratnasari Komang Wiratama, Gst. Ngurah Kristoforus Dowa Bili, Kristoforus Lestari, Ayu Putu Intan Yulia Luh De, Liska Luh Kompyang Sukewati . Luh Kompyang Sukewati ., Luh Kompyang Sukewati LUH MADE MAHAYU HANDAYANI . Luh Tu Selpi Wahyuni Luh Tu Selpi Wahyuni M. Deni Siregar Made Hery Santosa Made Padmarani Sudewiputri Mahayani, Luh Pt Oka Mahendra Data, I Gede Teguh Arya Marfuatun Marfuatun Masjudin, Masjudin Muhammad Romli Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muhammad Sururuddin Nadi, Desak Putu Merta Nengah Kadek Selamet Ng, Khar Thoe Ni Kadek Delis Tina . Ni Kadek Mira Sapitri . Ni Kadek Nanti . Ni Ketut Purniwantini Ni Ketut Suarni NI LUH MADE DIAH ERNAWATI . Ni Luh Yuni Merawati . Ni Luh Yuni Merawati ., Ni Luh Yuni Merawati Ni Made Ari Ryantini . Ni Made Ari Saputri Ni Made Ayu Pratiwi . Ni Made Diah Intan Purwanti . Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi . Ni Made Karmini Sridewi . Ni Made Meliyawati Ni Made Pebriani Santika Dewi Ni Made Putri Dwi Apriliani NI NYOMAN AYU SUCIATI . Ni Nyoman Saras Kamala Dewi Ni Pt Novi Wulandari . Ni Putu Febri Ardiantari . Ni Putu Feni Sukmawati ni putu nadia pebiana Ni Putu Ristiati Ni Putu Siswandari . Ni Putu Sri Handayani Ni Putu Sri Indra d . Ni Putu Sri Indra d ., Ni Putu Sri Indra d Ni Putu Sri Pratiwi Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Putu Yuniari NI WAYAN MASIH . Ni Wayan Ning Sujati . Ni Wayan Pradnyawati Kartika . Ni Wayan Sri Santika Dewi . Ni Wayan Sri Santika Dewi ., Ni Wayan Sri Santika Dewi Ni Wayan Tiara Yasmantika . NILUH PUTU PUTRI P D . Nurhasanah Nurhasanah Nyoman Arysta Agustini Nyoman Ayu Putri Lestari Nyoman Dantes Nyoman Dantes Nyoman Dantes Parista, Ni Made Sudiyasih pebiana, ni putu nadia Pratiwi Kubayan, Dian Priyadewi, Dewa Ayu Sri Hari Proditia Situmorang, Sanny Pujilestari, Pujilestari Purwa Antara, Anak Agung Puspasari, Yeni Dina Putra, I Made Ardinata Putu Artawan Putu Budi Adnyana Putu Diah Asparini PUTU EKA SASTRIKA AYU . Putu Gede Asnawa Dikta Putu Widiarini Resty Mutiara Dewi Rudi Hartono Safaratul Aini . Santika, Dewa Gede Alit Widya Sanusi Mulyadiharja Sariyasa . Sepnita Lestari Yanti, Ni Putu Siagian, Yosua Marasi Parningotan Sinta Javani SITI MARIAM Siti Nurhidayati siti rabiatul fajri, siti rabiatul Suarkardini, Made Sugiantara, I Putu EKa Suhendra, I Wayan Sukiastini, I Gusti Ayu Ngurah Kade Sulasmini, Ni Made Sulisthia, Putu Sri Suparya, I Ketut Supriani, Ni Made Syaiful Bahri SYAIFUL BAHRI TRIANA KARTIKA SANTI . Wahyuni, Luh Tu Selpi Widiartha, Komang Kurniawan Wiguna, I Gusti Lanang Agung Pratama Wiguna, I Nyoman Artha Wirawan, I Kadek Alit Yeni Dina Puspasari YOSEFINA UGE LAWE .