p-Index From 2021 - 2026
14.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Torani Journal of Fisheries and Marine Science Journal of Marine Research Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Biologi Tropis Jurnal Intek Akuakultur JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) JCES (Journal of Character Education Society) Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Jurnal Mina Sains Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Journal of Aquaculture Science Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Gema Ngabdi Jurnal Lemuru : Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia JOURNAL OF INDONESIAN TROPICAL FISHERIES (JOINT-FISH) : Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu Kelautan Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Jurnal Abdimas Mandiri Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal) Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar MARLIN : Marine and Fisheries Science Technology Journal Jurnal Abdi Insani Jurnal Perikanan Pantura Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek (JASINTEK) BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Buletin Poltanesa Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Journal of Coastal and Ocean Sciences Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Media Akuakultur Indonesia Jurnal SIAR ILMUWAN TANI JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PERIKANAN (JIKAN) Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Penamas: Journal of Community Service Barakuda 45 Journal of Fish Health Jurnal Pepadu Journal of Fish Nutrition Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Otus Education Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Jurnal Perikanan Jurnal Wicara Desa
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS SP.) DALAM PEMBUATAN MIE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KREATIF Trisna Agung Pambudi; Lutfi Danuwari; Ahmad Fauzi; Salnida Yuniarti Lumbessy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.441 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4102

Abstract

Abstrak: Mie basah (mie ayam) merupakan makanan cepat saji yang rendah kandungan gizinya karena kandungan karbohidrat yang tinggi dan asam lemak omega-3 yang rendah.  Pemanfaatan ikan tongkol merupakan suatu inovasi baru untuk olahan mie yang bernilai gizi tinggi karena ikan tongkol mengandung nutrisi seperti vitamin A, vitamin B, asam lemak omega-3, natrium dan fosfor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan peluang usaha mandiri melalui produksi mie ikan tongkol yang sehat dan mempunyai nilai gizi yang tinggi. Metode yang digunakan adalah praktek langsung pembuatan mie ikan tongkol dan menganalisis kelayakan usahanya. Tahapan kegiatan ini meliputi pembuatan produk, pengemasan, dan pemasaran kepada konsumen. Kegiatan evaluasi dilakukan berdasarkan saran dari konsumen dan analisis hasil dari keuntungan yang diperoleh. Produk mie ikan tongkol ini dijual dengan Rp, 10.000,- pada saat promo dan Rp. 12.000,- pada hari biasa.. Proses pemasaran dilakukan melalui social media yaitu instagram dan whatsapp. Usaha mie ikan tongkol ini harus dapat menjual 8 porsi untuk dapat mencapai titik impas (BEP). Hasil perhitungan cash flow menunjukkan bahwa usaha mie ikan tongkol ini layak untuk bersaing di pasaran karena hasil penjualan selama satu bulan sudah dapat melebihi BEP , yaitu dapat menghasilkan 50 porsi mie ikan tongkol selama satu bulan penjualan. Abstract:  Wet noodles (chicken noodles) are fast food that are low in nutritional content due to their high carbohydrate content and low omega-3 fatty acids. The use of tuna fish is a new innovation for the processing of noodles with high nutritional value because tuna contains nutrients such as vitamin A, vitamin B, omega-3 fatty acids, sodium and phosphorus. The purpose of this activity is to create independent business opportunities through the production of tuna fish noodles that are healthy and have high nutritional value. The method used is direct practice of making tuna fish noodles and analyzing the business feasibility. The stages of this activity include product manufacture, packaging and marketing to consumers. Evaluation activities are carried out based on suggestions from consumers and analysis of the results of the benefits obtained. This tuna fish noodle product is sold for Rp. 10,000 at the time of the promo and Rp. 12,000, - on weekdays. The marketing process is carried out through social media, namely Instagram and WhatsApp. This tuna fish noodle business must be able to sell 8 portions to be able to break even (BEP). The results of the cash flow calculation show that this tuna fish noodle business is feasible to compete in the market because the sales results for one month can exceed the BEP, which can produce 50 servings of tuna fish noodles for one month of sales.
DEVELOPMENT ENTERPRENEURSHIP THROUGH INOVATION OF "CILOK-GURITA (Octopus sp.)" AS A NUTRIOUS FOOD Bagus Ansani Takwin; Hasyiati Aini; Fajrianti Dwi Kurnia; Husnul Ayu Juniarti; Dimas Putra Perdana; Salnida Yuniarti Lumbessy
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4154

Abstract

Abstrak: Cilok yang beredar di masyarakat selama ini adalah cilok yang berbahan dasar daging, akan tetapi harga daging tergolong mahal, sehingga perlunya inovasi baru berupa cilok yang berbahan dasar murah namun memiliki nilai gizi yang tinggi. Cilok gurita (Octopus sp) kaya gizi merupakan solusi yang dapat dikembangkan sebagai keterbaruan inovasi pangan dimasa sekarang ini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan peluang usaha mandiri melalui produksi cilok gurita yang sehat dan mempunyai nilai gizi yang tinggi bagi semua golongan masyarakat. Metode yang digunakan adalah praktek langsung pembuatan cilok gurita dan menganalisis kelayakan usahanya. Produksi cilok gurita meliputi kegiatan pembuatan produk, pengemasan, dan juga pemasaran kepada konsumen. Cilok Gurita ini terdiri atas berbagai rasa dengan harga jual per porsi (1 mika berisikan 6 pcs) adalah Rp. 5.000,-. Strategi pemasaran yang digunakan adalah secara daring melalui media social whatsapp. Hasil perhitungan cash flow menunjukan bahwa usaha cilok gurita akan mengalami kenaikan kas sebesar Rp.50.000 ketika penjualan mencapai 50 porsi. Usaha cilok gurita ini layak untuk bersaing di pasaran karena penjualan dalam kurun waktu 1 bulan sudah dapat melebihi BEP.Abstract: The cilok that has been circulating in the community so far has been the cilok made from meat, but the price of meat is quite expensive, so there is a need for new innovations in the form of cilok made from cheap but high nutritional value. Nutrient-rich Cilok Octopus (Octopus sp) is a solution that can be developed as a novelty in today's food innovations. The purpose of this activity is to create independent business opportunities through the production of healthy octopus peelings that have high nutritional value for all groups of society. The method used is direct practice of making octopus peel and analyzing the feasibility of its business. The production of cilok octopus includes product manufacturing, packaging, and marketing to consumers. Cilok Octopus consists of various flavors with a selling price per serving (1 mica contains 6 pcs) is Rp. 5,000, -. The marketing strategy used is online via whatsapp social media. The results of the cash flow calculation show that the octopus peel business will experience an increase in cash of IDR 50,000 when sales reach 50 portions. This octopus peel business is feasible to compete in the market because sales within 1 month can exceed BEP.
UTILIZATION OF FERMENTED SPINACH LEAVES (Amiranthus spinosus L.) IN FEED FORMULATION TO STIMULATE MOLTING OF MANGROVE CRAB (Scylla serrata) Marniati Marniati; Salnida Yuniarti Lumbessy; Fariq Azhar
AQUASAINS Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v10i2.p1101-1114

Abstract

There are several techniques that have been developed to accelerate the molting of mud crabs, namely ablation, mutilation and supplementation. One form of supplementation is through the use of fermented spinach leaves on mud crabs. This study aimed to analyze the use of fermented spinach (A. spinosus L) leaves in feed to stimulate the molting of mud crab (S. serrata). This research was conducted for 60 days. The experimental method used in a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments and three replications, namely trash fish (P1), Spinach Leaf Fermentation (FDB) 20% (P2), 25% (P3), 30% (P4), and 40% (P5). The results showed that the combination test feed of spinach leaf fermentation had a significant effect on absolute weight and length, specific growth rate (SGR), and feed utilization efficiency, but had no significant effect on feed conversion and survival. Treatment of feed with additional fermented of spinach leaf 30% gave a faster initial molting, which is in the first 10 days with a total of 6 molting crabs and a molting percentage of 40%. Feeding with the addition of 30% and 40% spinach leaf fermented concentrations can provide the best growth and feed efficiency for mangrove crabs.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora) terhadap Bakteri Vibrio sp. Penyebab Vibriosis pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sari Hidayati; Salnida Yuniarti Lumbessy; Fariq Azhar
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 9, No 1 (2021): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bjib.v9i1.3557

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of the ethanol extract of kitolod leaves is active against Vibrio sp. that causing vibriosis in vaname shrimp by in vitro method. Kitolod leaf extract was made using maceration method with 96% ethanol as solvent. Kitolod leaf ethanol extract was analyzed by GC-MS. Antibacterial testing using the disk diffusion method used 4 concentration variations, namely: 12.5%, 25%, 50%, and 100% against 3 types of Vibrio sp. bacteria, namely: Vibrio harveyi, Vibrio parahaemolyticus, and Vibrio alginolyticus. The antibiotic rifampicin was used as a positive control, and aquades as a negative control. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. The results of characterization and identification by GC-MS showed the presence of an active compound of phthalic acid in the ethanol extract of kitolod leaves. Kitolod leaf extract 25%, 50%, and 100% had the same ability to inhibit the growth of Vibrio alginolyticus. Kitolod leaf extract 50% and 100% had the same ability to inhibit Vibrio harveyi and kitolod leaf extract 100% had a better ability to inhibit the growth of Vibrio parahaemolyticus.
Substitusi Tepung Rumput Laut Eucheuma striatum pada Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Alamanda Juwita Putri; Salnida Yuniarti Lumbessy; Dewi Putri Lestari
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 9, No 2 (2021): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v9i2.3972

Abstract

Feed is one of the most influential factors on the appearance of tilapia productivity. This study aimed to analyze the effect of substitution of fish feed with Eucheuma striatum seaweed meal on the cultivation of Tilapia (Oreochromis. niloticus). This research was conducted at the Laboratory of Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, Mataram University. The method used in this study was a completely randomized design (CRD), which consisted of 4 treatments with 3 replications, ie: control (P1), concentration of 4% seaweed flour (P2), concentration of 8% seaweed flour (P3), and concentration of 12% seaweed flour (P4). The results showed that substitution of fish feed with seaweed meal E. striatum could affect growth and specific growth rate, but did not affect Feed Utilization Efficiency (EPP), Feed Conversion Ratio (FCR), and Survival Rate (SR) of Tilapia. Fortification of E. striatum flour at concentrations of 4% and 8% in feed gave better absolute and specific weight growth of Tilapia, while the best absolute length growth was found in the addition of 8% E. striatum flour, which was 2.26 cm.
KANDUNGAN KLOROFIL-a DAN FIKOERITRIN KAPPAPHYCUS ALVAREZII HASIL KULTUR JARINGAN DAN DIBUDIDAYAKAN PADA JARAK TANAM BERBEDA Nunik Cokrowati; Salnida Yuniarti Lumbessy; Nanda Diniarti; Muhammad Supiandi; Bangun Bangun
Jurnal Biologi Tropis Vol. 20 No. 1 (2020): Januari - April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.612 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v20i1.1802

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan Kappaphycus alvaerzii dipengaruhi oleh jumlah klorofil-a, fioeritrin serta faktor kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap kandungan klorofil-a dan fikoeritrin pada Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan yang dibudidayakan pada patok dasar. Penelitian ini dilakukan di Perairan Pantai Siwak Desa Gerupuk Kecamatan Sengkol Kabupaten Lombok tengah. Budidaya Kappaphycus alvarezii dilakukan selama tiga puluh hari yaitu pada tanggal 10 Maret sampai dengan 9 April 2020 dengan menggunakan metode patok dasar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu perlakuan A (jarak tanam 10 cm), B (jarak tanam 15 cm), C (jarak tanam 20 cm), D (jarak tanam 25 cm sebagai kontrol). Bibit Kappaphycus alvarezii yang digunakan adalah hasil kultur jaringan yang telah diadaptasikan di pantai. Pengukuran klorofil-a dan fikoeretrin dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri dan selanjutnya data dianalisa secara statistik. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa jarak tanam 25 cm (kontrol) menghasilkan kandungan klorofil-a tertinggi yaitu 5,4986 mg/l dengan kandungan fikoeritrin 0,0049 mg/l. Kandungan fikoeritrin tertinggi adalah jarak tanam 10 cm yaitu 0,0057 mg/l dengan kandungan klorofil-a sebanyak 4,7662 mg/l. Jarak tanam 25 cm dapat meningkatkan kandungan klorofil-a yang lebih baik karena dengan jarak tanam tersebut memberikan ruang bagi semua bagian thallus rumput laut K. alvarezii untuk bisa menerima cahaya matahari yang cukup dan sesuai untuk kebutuhannya. Jarak tanam 10 cm memberikan kandungan fikoeritrin yang tertinggi, yaitu 0,0057 mg/l  karena terlalu rapatnya jarak ini menyebabkan semakin banyak terbentuknya naungan sehingga mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke dalam dinding sel rumput laut. Pada bagian thallus yang sedikit atau tidak menerima cahaya matahari ini diduga terjadi pembentukan fikoeritrin yang lebih banyak sebagai bentuk adaptasi thallus rumput laut pada kondisi tidak mendapatkan cahaya matahari yang optimal. Kesimpulan penelitian ini adalah jarak tanam mempengaruhi kandungan klorofil-a dan fikoeritrin. Jarak tanam yang ideal adalah 25 cm untuk menghasilkan kandungan klorofila-a yang optimum untuk mendukung pertumbuhan.Kata kunci: Fotosintesis, cahaya matahari, talus, pertumbuhan, unsur hara.Abstract: The growth of Kappaphycus alvarezii is influenced by the amount of chlorophyll-a, phycoerythrin and the quality factors of the aquatic environment. This study aims to determine the effect of different plant spacing on the content of chlorophyll-a and phycoerythrin on Kappaphycus alvarezii tissue culture results that are cultivated on the bottom-off method. This research was conducted in the waters of Siwak Beach, Gerupuk Village, Sengkol District, Central Lombok Regency. Kappaphycus alvarezii cultivation is conducted for thirty days, from March 10 to April 9, 2020, using the bottom-off method. The study design used was a completely randomized design with four treatments, namely treatment A (10 cm spacing), B (15 cm spacing), C (20 cm spacing), D (25 cm spacing as a control). Kappaphycus alvarezii seeds used are the result of tissue culture that has been adapted on the beach. Measurements of chlorophyll-a and phycoerythrin were carried out using spectrophotometry and then the data were analyzed statistically. The results of this study found that the spacing of 25 cm (control) resulted in the highest chlorophyll-a content of 5.4986 mg/l with a phycoerythrin content of 0.0049 mg/l. The highest content of phicoeritrin is a spacing of 10 cm which is 0.0057 mg/l with a chlorophyll-a content of 4.7662 mg/l. A spacing of 25 cm can increase the chlorophyll-a content better because the spacing gives space for all parts of the Kappaphycus alvarezii thallus to be able to receive sufficient sunlight and is suitable for their needs. A spacing of 10 cm gives the highest content of phycoerythrin, which is 0.0057 mg / l because of the too-close this distance causes more shading to form and thus reduces the intensity of light entering the seaweed cell wall. On the part of the thallus that receives little or no sunlight, it is thought that the formation of phycoerythrin is more likely to occur as a form of adaptation of the seaweed thallus in conditions that do not get optimal sunlight. This study concludes that the spacing affects the chlorophyll-a and phicoeritrin content. The ideal spacing is 25 cm to produce the optimum chlorophyll-a content to support growth.Keywords: Photosynthesis, sunlight, thallus, growth, nutrients
Growth Performance Sargassum sp. Cultivated in Labuan Ijuk, Moyo Hilir Sumbawa Besar Regency, Nusa Tenggara Barat Nunik Cokrowati; Dewi Nur'aeni Setyowati; Salnida Yuniarti Lumbessy; Erwansyah Erwansyah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 21 No. 3 (2021): September - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v21i3.2936

Abstract

Sargassum sp. is an alginate-producing brown alga that is used in the food, drug, and cosmetic industries. Sargassum sp. can be found in the waters of West Nusa Tenggara, namely on the islands of Lombok and Sumbawa. Sargassum sp. has not been cultivated in the waters of West Nusa Tenggaracurrently, Sargassum sp. is only exploited from nature. So it is necessary to cultivate efforts in the waters of West Nusa Tenggara. The waters of Labuan Ijuk, Sumbawa Besar Regency, have the potential as a location for the development of Sargassum sp. This study aimed to study the growth performance of Sargassum sp. with different initial seedling weights by using the bottom-off method. The research method used is the experimental method with the experimental design is a completely randomized design. The treatment in this study consisted of five treatments with four replications. Treatment A with 50 gr seed weight, B 75 gr seed weight, C 100 gr seedling weight, D 125 gr seedling weight, and E 150 gr seedling weight. Data analysis using ANOVA and 5% BNJ follow-up test. The results showed that the highest absolute weight was obtained in treatment E, which was 39.75 g, as well as the highest specific weight was obtained in treatment E, which was 36.81%. The lowest absolute weight was obtained in treatment C, 24.25 g, with the lowest specific weight also being 26.47%. This research concludes the optimum growth of Sargassum sp. obtained in cultivation using an initial seed weight of 150 gs.      
Pemanfaatan Tepung Jagung (Zea Mays L) dan Tepung Kepala Ikan Teri (Stoephorus Sp.) pada Pakan Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Yusni Juniar Letari; Salnida Yuniarti Lumbessy; Dewi Putri Lestari
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.125 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh formulasi pakan dengan pemanfaatan tepung kepala ikan teri dan tepung jagung pada budidaya ikan nila (O. niloticus). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan formulasi pakan dan tiga kali ulangan yaitu, penambahan tepung kepala ikan teri 100 %: tepung jagung 0 % (P0), tepung kepala ikan teri 85 %: Tepung jagung 15 % (P1), tepung kepala ikan teri 70 %: Tepung jagung 30 % (P2) dan tepung kepala ikan teri 55 %: Tepung jagung 45 % (P3). Ikan nila yang digunakan berukuran 6-7 g dan dipelihara selama 50 hari.Data dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak dan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, tingkat kelangsungan hidup, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan tepung kepala ikan teri 100% memberikan hasil terbaik dengan nilai pertumbuhan berat dan panjang adalah 9,22 g dan 3,57 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,8 %/hari, rasio konversi pakan 1,53, efisiensi pemanfaatan pakan 65,49%, dan tingkat kelangsungan hidup 83,33%.
PELATIHAN DESAIN KEMASAN (PACKING) DAN MANAJEMEN USAHA PILUS RUMPUT LAUT Salnida Yuniarti Lumbessy; Rahmi Sri Ramadhani; Nunik Cokrowati; Nanda Diniarti; Dewi Nur’aeni Setyowati
ABDIMAS UNWAHAS Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v5i1.3333

Abstract

Pengembangan usaha pilus rumput laut di Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur menghadapi permasalahan pada aspek produksi dan manajemen usaha. Pada aspek produksi, dimana proses pengemasan masih manual serta belum mencantumkan label dan merek dagang. Pada aspek manajemen usaha, dimana mitra belum menerapkan sistem perhitungan pendapatan dan pengeluaran arus kas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka akan diberikan pengetahuan kepada mitra tentang desain kemasan (packaging) dan manajemen usaha. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode presentasi melalui penyuluhan dan pelatihan tentang pengenalan bentuk dan desain packaging, serta pembukuan sederhana. Selanjutnya dilakukan diskusi dan evaluasi dengan mengamati hasil pelatihan, yaitu (1) mitra terlihat sangat antusias dan berdiskusi aktif, (2) mitra memiliki pengetahuan tentang label dan kemasan serta dapat menghasilkan label dan kemasan yang menarik bagi produk pilusnya, (3) mitra mampu mengelola keuangan dengan menyusun perencanaan keuangan dan pembukuan sederhana. Kata Kunci : desain, manajemen, packaging, pilus, rumput laut
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN PILUS DENGAN FORTIFIKASI RUMPUT LAUT Salnida Yuniarti Lumbessy; Nunik Cokrowati; Nanda Diniarti; Dewi Nur’aeni Setyowati; Rahmi Sri Ramadhani
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i3.279

Abstract

Kelompok Usaha Bersama “Garing Seledri” dan “Daun Singkong” merupakan bentuk perkumpulan kegiatan warga di Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur yang melakukan kegiatan pengolahan kerupuk sejak tahun 2010 dengan potensi produksi kerupuk rata-rata 1 kwintal setiap kali produksinya. Namun produksi kerupuk tersebut masih berdasarkan atas pesanan sehingga kegiatan produksi tidak dilakukan setiap hari. Akibatnya masih banyak waktu luang yang dimiliki oleh ibu-ibu yang sebenarnya bisa mereka manfaatkan untuk kegiatan produksi selain kerupuk tersebut, seperti produksi pilus rumput laut. Untuk itu, usaha pengenalan produk “pilus rumput laut” yang akan dilakukan melalui kegiatan pengabdian ini bisa menjadi alternatif produksi bagi ibu-ibu di desa Toya pada saat tidak melakukan produksi kerupuk. Pengolahan pilus rumput laut menjadi pilihan dalam kegiatan ini karena fasilitas yang digunakan untuk produksinya sama dengan yang digunakan dalam pembuatan kerupuk sehingga diharapkan dengan fasilitas yang ada maka mitra dapat menghasilkan produk yang bervariasi (kerupuk dan pilus rumput laut). Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan alih pengetahuan dengan aktif memberikan pembelajaran, pelatihan dan pendampingan kegiatan produksi pilus rumput laut. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi pendampingan, rancang bangun dan pelatihan produksi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan mitra dalam membuat pilus rumput laut dan hasil produksi yang lebih baik
Co-Authors Abd Saddam Mujib Abidin, Z Agus Hermansyah AGUS ROHYADI AGUS ROHYADI Ahmad Fauzi Ahmad Nawawi Alamanda Juwita Putri Alfatih, Muhamad Alis Mukhlis Amalia, Baiq Rizki Amelia, Deby Ariska Andre Rachmat Scabra Andre, Novidya Salnida Anggi Fara Subhi Anggraini, Irika Devi Anjani, Yulia Dewi Anov Ersantyo Pratama Anugrah, Anasta Rais Arfat, Arfat Arfatunnisa Asmahwati, Asmahwati Asri, Yuliana Assabri, Maulana Riski Aulia Putri Ayu Adhita Damayanti Ayuningsih, Evi Azmin Niza Badrun Badrun Bagus Ansani Takwin Bagus Dwi Hari Setyono Bagus Dwi Hari Setyono Baiq Hilda Astriana Baiq Sigit Yunita Lestari Bangun Bangun Bryan Setyadi Wibawa Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Damai Diniariwisan Desi Melanisia Dewi N. Setyowati Dewi Nur'aeni Setyowati Dewi Nur'aeni Setyowati Dewi Nur'aini Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Nur’aeni Setyowati Dewi Putri Lestari Dewi Putri Lestari Dewi Putri Lestari Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Dewi, Marwa Salnida Dewi, Mutiara Annisa Dewi, Rizki Salnida Diamahesa, Wastu Ayu Dimas Putra Perdana Diniariwisan, Damai Dirmansyah Duri Kelao Naria Dwi Agustina Dwi Elfa Maharani Dwiyanti, Septiana Elmi Patma Insani Endah Wahyuningsih Erlana, Nirma Aprila Erwansyah Erwansyah Fadilah Fadilah Fadilah Fadilah, Fadilah Fadlatul Anami Fahrur Rozi Fahrurozi Fahrurozi, Fahrurozi Fajratul Fitri Fajrianti Dwi Kurnia Fariq Azhar Fariq Azhar Fariq Azhar Fariq Azhar Fariq Azhar Faujiah, Faujiah Firdaus, Imam Firman Fajar Perdhana Fitriani, Syawalina Habmarani, Nurrenze Hafizi, Auliyan Hafsah Hafsah Hasyiati Aini Heriansyah, Andy Hijayanti, Yatmi Hirza Ranggana Hizbulloh, Lalu Husnul Ayu Juniarti I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Idayanti, Fitri Imam Firdaus Indarkasi, Raihul Husni Indarwati Indarwati Irfani, Febriana Irmadiati Irmadiati Irmadiati, Irmadiati Ismaini, Neni Jamal Basmal, Jamal Jum'at, Muhammad Juniyastuti, Sri Indah Kaitjily, Priscilla Josephine Kartamihardja, Ujang K.A. Kartini, Wiwi Kholilah, Nenik Kotta, Raismin Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani, Laily Fitriani Lalu Wahyu Wilisetyadi Larasati, Afina Praba Lestari Ujianto Lestari Ujianto, Lestari Letari, Yusni Juniar Luh Putu Mitha Dhila Endraswari Luh Putu Ratna Sundari Lumbessy Lumbessy, Salnida Yuniati Lutfi Danuwari M. Mutawalli Wira Supati M. Zohri Marniati Marniati Marno, Septhian Megawati - Megawati Megawati Melina, Jennie Mochammad Imron Awalludin Moh. Awaludin Adam Muhammad Aidil Desta Putra Muhammad Faris, Muhammad Muhammad Ikhlas Pamungkas Muhammad Ilham Fasya Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Marzuki Muhammad Sumsanto Muhammad Supiandi Mulyani, Laily Fitriani Murad, Arifana Naban, Sulthon Hamid Faros Nanda Diniarti Nanda Ulviani, Dwi Niza, Azmin Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nurhalisa, Wida Nuri Muahiddah Nurliah Buhari Nurul Pratiwi Nuryatin Oktavia, Lenny Pandu Abdi Perdana Paryono Paryono . Perdana, Pandu Abdi Pilo Putriani, Herni Rahmadani, Thoy Batun Citra Rahman, Ibadur Rahmi Sri Ramadhani Rangga Idris Affandi Rhojim Wahyudi Rismayanti Rismayanti Riztawati, Nurika Alawyah Rusmin Nuryadin Safitri, Iin Safitri, Mia Sahrul Alim Sandrayani Sandrayani Sandrayani, Sandrayani Santriathan Putri Saptono Waspodo Sari Hidayati Sa’ban, Muhammad Iman Nichfu Septiana Dwiyanti Septiana Dwiyanti Setyaning Pawestri Setyowati, Dewi Nur'aeni Setyowati, Dewi Nuraeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Setyowati, Dewi Nur’aeni Siptiani, Ni Kadek Ayu Sitti Hilyana Sitti Hilyana Sofiana, Anisa Soleha, Anisa R. Sri Wahyuni Suhendri, Salwa Suhesti Fuji Lestari Sukartono Sulthon Hamid Faros Naban SUWARTI Syaharani, Salma Akmaliah Syamsiar, Syamsiar Syarif Husni Tajidan, Tajidan Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Titi Indrawati, Titi Tri Wahyunyngsyh Trisna Agung Pambudi Tulhosiyah, Ayijah Ujang K.A. Kartamihardja Wibawa, Bryan Setyadi Wida Nurhalisa Wilisetyadi, Lalu Wahyu Wulan Rahmania Yana, Yeni Dwi Yasa, Kadek Nuarta Yasir Yeni Dwi Yana Yuliana Asri Yuliana Asri Yusni Juniar Letari Zaenal Abidin Zaenal Abidin Zahara, Annisa Zulfa Zainal Abidin Zuhratul Aini