Articles
The Effectiveness of Google Classroom Applications on Elementary School Students’ Cognitive Learning Outcomes
Dedi Zulkarnain Pulungan;
Jamaris Jamaris;
Junifer Siregar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4210
The purpose of this study was to identify the learning interest of elementary school students following online learning (blended learning) using the google classroom application. This study uses a qualitative method with a descriptive design. The population in this study were fifth grade students in the 2021/2022 academic year. Sampling by purposive sampling is class V which consists of 20 participants from a total population of 48 students. Data collection techniques using triangulation, namely the pretest, posttest, gain, N-gain instruments on cognitive learning outcomes equipped with interview and observation instruments to confirm student learning perceptions. The results showed that the average cognitive learning outcomes of elementary school students pretest was 66.42, posttest results averaged 78.25; the average gain is 11.83 while the N-gain is 0.57 with a percentage increase of 57% which indicates that the use of the application is quite effective in improving the cognitive learning outcomes of elementary school students. While the results of interviews and observations of students and teachers showed a positive response. Students' interest in learning increases with the variants of thematic learning offerings with the Google Classroom application. Meanwhile, the teachers showed a positive attitude that showed an openness to new approaches to learning using digital platforms, especially the Google Classroom learning application.
Kemampuan Technological Knowledge Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Dea Mustika;
Jamaris Jamaris;
Yalvema Miaz;
Yanti Fitria;
Sufyarma Marsidin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3197
Technological Knowledge adalah bagian kerangka TPACK berupa pengetahuan guru tentang teknologi dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan technological knowledge mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar. Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini melibatkan mahasiswa program studi PGSD FKIP angkatan 2019 dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 60 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data berupa angket technological knowledge yang terdiri dari dua indikator utama yaitu pengetahuan teknologi dan pemanfaatan teknologi. Hasil pengolahan data angket secara keseluruhan memperoleh nilai rata-rata 84 dengan kriteria baik. Disimpulkan, bahwa mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar telah mempunyai pemahaman dan dapat menggunakan tekhnologi dengan baik untuk mendukung keterlaksanaan pembelajaran.
Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Yulfia Nora;
Jamaris Jamaris;
Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4334
Penelitian dilakukan untuk mengkaji teori perngembangan anak dan aspek yang dipengaruhi oleh pengembangan sosial anak dalam sosiologi kependidikan, khususnya permasalahan sosial. Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan dengan meta-analisis dari sepuluh hasil review jurnal nasional berdasarkan aspek perkembangan sosial anak, yaitu personaliti anak, yaitu sifat dasar, keadaan prenatal, keberbedaan personal, keadaan dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil meta-analisis review sepuluh jurnal nasional didominasi oleh aspek perkembangan keberbedaan personal (2) aspek perkembangan sosial,khususnya keberbedaan sosial belum berkembang dengan baik karena perlu pendampingan dan arahan dari orang tua dan guru untuk penanganan permasalahan sosial pada anak; (3) aspek perkembangan keberbedaan personal ini juga merupakan faktor internal yang memengaruhi dalam diri anak; (4) Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi orang tua untuk menjaga komunikasi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya permasalahan sosial pada anak.Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Internalisasi dalam Pembentukan Karakter Melalui Penerapan Nilai Kearifan Lokal pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Refny Widialistuti;
Jamaris Jamaris;
Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4332
Internalisasi dalam membentuk kependidikan berkarakter dapat diterapkan melalui nilai kearifan lokal pada pembelajaran Matematika di SD. Hal ini dipentingkan agar tidak terjadinya penurunan nilai kebudayaan dalam pembelajaran Matematika di SD. Penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan proses internalisasi dalam pembentukan karakter melalui penerapan nilai kearifan lokal pada pembelajaran matematika di SD. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan dengan metanalisis darimsepuluh hasil review jurnal nasional yang didasari oleh empat proses internalisasi yang dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini, yaitu internalisasi pada masa anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa usai lanjut. Keempat proses internalisasi diintegrasikan untuk penguatan kependidikan yang berkarakter agar terciptanya nilai kearifan lokal dalam pembelajaran matematika di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan proses internalisasi pada masa anak dan masa remaja yang sesuai dalam pembentukan kependidikan karakter karena pada masa ini nilai kearifan lokal dapat diterapkan melalui pembelajaran Matematika di SD. Anak perlu diberikan pembimbingan oleh guru di sekolah agar mempunyai Nilai berbudaya yang berkarakter, bertingkah laku sesuai dengan nilai kebudayaaan dan beragama, bertanggung jawab, kemandirian, berkeratif yang diterapkan oleh guru kepada siswa dalam pembelajaran Matematika.
Pemikiran Digitalisme dan Implikasinya pada Guru Penggerak di Era Metaverse
Meria Ultra Gusteti;
Jamaris Jamna;
Sufyarma Marsidin
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4417
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara konseptual pemikiran digitalisme yang diterapkan oleh guru penggerak di era metaverse. Penelitian ini merupakan literature review. Digitalisme merupakan pemikiran yang menggunakan teknologi agar bertindak secara efektif dan efisien. Teknologi digital berfungsi sebagai platform untuk berkomunikasi, berinovasi, dan mengembangkan kreativitas manusia. Teknologi ini terus berkembang dan saat ini dikenal dengan era metaverse, termasuk dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi metaverse sebagai alat pendidikan memberikan kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Ini bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah, efektif, efisien, lebih inovatif dan lebih menarik dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini digunakan Kurikulum Merdeka dengan salah satu programnya adalah Guru Penggerak. Guru penggerak merupakan agen perubahan yang harus meningkatkan literasi digitalnya. Guru harus melek teknologi dan menggunakannya dalam pembelajaran. Orang tua juga perlu belajar dan beradaptasi agar bisa mendampingi tumbuh kembang anaknya. Pendidikan karakter harus terus dimaksimalkan, baik di lembaga pendidikan formal maupun non formal. Dalam Kurikulum Merdeka pengembangan kemampuan siswa dilakukan secara holistik melalui perwujudan Profil Pelajar Pancasila yang profil lulusannya mempunyai kemampuan dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Pendidikan dalam Teori Proses Sosialisasi di Sekolah Dasar
Ira Rahmayuni Jusar;
Jamaris Jamaris;
Solfema Solfema
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4354
Pengembangan proses sosialisasi anak dibutuhkan dalam beradaptasi sesuai dengan tahapan perkembangan dan umur anak. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengembangan proses sosialisasi yang diidentifikasi melalui peran guru dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam pendidikan karakter di lingkungan bersekolah. Penelitian ini dilakukan untuk membahas proses sosialiasi anak dalam masa bersekolah. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan yang berasal dari hasil review jurnal yang mempunyai topik yang sama dengan penelitian ini dan menganalisis serta membandingkan hasil review yang telah diperoleh yang dijabarkan dengan bahasa yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan belum semua indikator muncul dalam tahap pengembangan proses sosialiasi anak sebab anak baru mengenali konsep belum sampai pada pemahaman konkrit seperti orang dewasa (tahapan sosialisasi). Anak perlu diberikan arahan dan bimbingan agar dapat berperilaku sesuai dengan tahapan pengembangan mereka sehingga mereka dapat memahami kebermaknaan hidup dalam berperan dan menempatkan diri di lingkungan bersekolah. Berdasarkan enam indikator yang digunakan untuk proses sosialiasi ditemukan tahapan peran diri, sosialisasi dalam kehidupan, perkembangan kognitif. Untuk tahapan yang lainnya perlu diberikan pemahaman oleh guru dalam lingkungan bersekolah maupun keluarga dari lingkungan di luar sekolah.
Kemampuan Technological Knowledge Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Mustika, Dea;
Jamaris, Jamaris;
Miaz, Yalvema;
Fitria, Yanti;
Marsidin, Sufyarma
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3197
Technological Knowledge adalah bagian kerangka TPACK berupa pengetahuan guru tentang teknologi dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan technological knowledge mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar. Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini melibatkan mahasiswa program studi PGSD FKIP angkatan 2019 dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 60 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data berupa angket technological knowledge yang terdiri dari dua indikator utama yaitu pengetahuan teknologi dan pemanfaatan teknologi. Hasil pengolahan data angket secara keseluruhan memperoleh nilai rata-rata 84 dengan kriteria baik. Disimpulkan, bahwa mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar telah mempunyai pemahaman dan dapat menggunakan tekhnologi dengan baik untuk mendukung keterlaksanaan pembelajaran.
The Effectiveness of Google Classroom Applications on Elementary School Students’ Cognitive Learning Outcomes
Pulungan, Dedi Zulkarnain;
Jamaris, Jamaris;
Siregar, Junifer
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4210
The purpose of this study was to identify the learning interest of elementary school students following online learning (blended learning) using the google classroom application. This study uses a qualitative method with a descriptive design. The population in this study were fifth grade students in the 2021/2022 academic year. Sampling by purposive sampling is class V which consists of 20 participants from a total population of 48 students. Data collection techniques using triangulation, namely the pretest, posttest, gain, N-gain instruments on cognitive learning outcomes equipped with interview and observation instruments to confirm student learning perceptions. The results showed that the average cognitive learning outcomes of elementary school students pretest was 66.42, posttest results averaged 78.25; the average gain is 11.83 while the N-gain is 0.57 with a percentage increase of 57% which indicates that the use of the application is quite effective in improving the cognitive learning outcomes of elementary school students. While the results of interviews and observations of students and teachers showed a positive response. Students' interest in learning increases with the variants of thematic learning offerings with the Google Classroom application. Meanwhile, the teachers showed a positive attitude that showed an openness to new approaches to learning using digital platforms, especially the Google Classroom learning application.
Internalisasi dalam Pembentukan Karakter Melalui Penerapan Nilai Kearifan Lokal pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Widialistuti, Refny;
Jamaris, Jamaris;
Solfema, Solfema
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4332
Internalisasi dalam membentuk kependidikan berkarakter dapat diterapkan melalui nilai kearifan lokal pada pembelajaran Matematika di SD. Hal ini dipentingkan agar tidak terjadinya penurunan nilai kebudayaan dalam pembelajaran Matematika di SD. Penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan proses internalisasi dalam pembentukan karakter melalui penerapan nilai kearifan lokal pada pembelajaran matematika di SD. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan dengan metanalisis darimsepuluh hasil review jurnal nasional yang didasari oleh empat proses internalisasi yang dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini, yaitu internalisasi pada masa anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa usai lanjut. Keempat proses internalisasi diintegrasikan untuk penguatan kependidikan yang berkarakter agar terciptanya nilai kearifan lokal dalam pembelajaran matematika di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan proses internalisasi pada masa anak dan masa remaja yang sesuai dalam pembentukan kependidikan karakter karena pada masa ini nilai kearifan lokal dapat diterapkan melalui pembelajaran Matematika di SD. Anak perlu diberikan pembimbingan oleh guru di sekolah agar mempunyai Nilai berbudaya yang berkarakter, bertingkah laku sesuai dengan nilai kebudayaaan dan beragama, bertanggung jawab, kemandirian, berkeratif yang diterapkan oleh guru kepada siswa dalam pembelajaran Matematika.
Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Nora, Yulfia;
Jamaris, Jamaris;
Solfema, Solfema
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4334
Penelitian dilakukan untuk mengkaji teori perngembangan anak dan aspek yang dipengaruhi oleh pengembangan sosial anak dalam sosiologi kependidikan, khususnya permasalahan sosial. Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan dengan meta-analisis dari sepuluh hasil review jurnal nasional berdasarkan aspek perkembangan sosial anak, yaitu personaliti anak, yaitu sifat dasar, keadaan prenatal, keberbedaan personal, keadaan dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil meta-analisis review sepuluh jurnal nasional didominasi oleh aspek perkembangan keberbedaan personal (2) aspek perkembangan sosial,khususnya keberbedaan sosial belum berkembang dengan baik karena perlu pendampingan dan arahan dari orang tua dan guru untuk penanganan permasalahan sosial pada anak; (3) aspek perkembangan keberbedaan personal ini juga merupakan faktor internal yang memengaruhi dalam diri anak; (4) Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi orang tua untuk menjaga komunikasi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya permasalahan sosial pada anak.Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar